Chicken Soup for Teenage Soul || KyuMin ||YAOI || CH. 9

CHICKEN SOUP FOR TEENAGE SOUL

 

 

Author : rainy hearT

 

Length : Series

 

Rated : T to M

 

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

– Other SUJU and SHINEE member

 

-KyuMin aegya :

~ Cho Sunghyun a.k.a Sungie (N)

~ Cho Minhyuna.k.a Minhyunie (Y)

~ Sandeul b1a4  a.k.a  Cho Kyumin (N)

 

Haehyuk aegya

                ~ Lee Eunhae a.k.a Junior (N)

 

-Yewook aegya

                ~Kim Jongki a.k.a Kie (N)

 

-Zhoury Aegya

                ~ Jinyoung b1a4 a.k.a Zhoury (N)

 

-Sibum Aegya

                ~ Baro b1a4 a.k.a Sibum                (N)

 

-Jungmo x Leeteuk

~ Gongchan a.k.a Baby Soo (N)

 

– Yeoja Cast (GS)

                ~ Leeteuk            ~ Junsu’ie            ~ Taemin

                ~ Heechul            ~ Jaejong             ~ Key

 

Pairing : KYUMIN and Other Pair

 

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Tapi Kyuhyun dan Sungmin saling memiliki. Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun

 

Genre : Romance / Family/Fantasy

 

Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, gaje, typo disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

 

Summarry : “Menjadi dewasa adalah IMPIAN. Setelah dewasa karena usia adalah BEBAN. Karena semua yang kita lakukan adalah sebuah bekal, untuk melangkah bersama menuju satu titik KEDEWASAAN. Dimana KEJUJURAN akan menjadi satu tali yang mengikat kebersamaan kita. Raih genggaman tanganku dan kita akan tumbuh bersama.”

.

.

.

.

GAMSAHAE untuk yang selalu setia sama KYUMIN and menanti ff ini.

 

Be Patient with Me please. No Copas/No Bash. Don’t Like Don’t Read.

 

Mianhe, jika ceritanya semakin ngawur dan juga keluar dari KyuMin. Tapi inilah Chicken Soup.

Dimana kebersamaan dan kekeluargaan itu terasa nyata.

 

As a small present for OUR LOVELY AND THE GREATEST COUPLE

Let’s save their love, 13elieve in the name of 7ove….

.

.

HAPPY READING

.

.

CHICKEN SOUP FOR TEENAGE SOUL

.

Chapter 9

.

.

Ep. Power

.

.

.

Notice me:

 

Ni keterangan Usia and tingkatan kelas mereka.

 

~ Senior High 3rd Grade :  Cho Sunghyun (17), Cho Minhyun (17), Kim Jongki (17), Junior (17), Taemin (15), Key (16), Minho (16), Onew (17).

 

~ Senior High 1st Grade :  Zhoury (15), Sibum (15)

 

~ Primary School  5th grade : Kyumin (10), Baby Soo (11)

 

.

.

.

 

Kerajaan Peri

 

.

 

.

 

.

 

Terdengar rakyat di kerajaan itu berbisik lirih. Sang Raja Peri terlihat tak senang, dan telinganya cukup peka untuk mendengarkan apa yang rakyatnya bicarakan.

 

“Aku adalah Raja kalian. Tak ada hak untuk peri Rendahan meski itu Peri bangsawan sekalipun. Akulah yang terpilih dan akan memimpin kalian. Jangan bergunjing di belakangku, atau kalian akan aku musnahkan!”

 

Dan untuk sejenak kumpulan peri itu diam. Dan kembali mereka menyorakkan keagungan untuk rajanya. Raja Peri mengangguk puas dan kemudian terbang meninggalkan kumpulan rakyatnya. Menuju ke istana kecil yang terbuat dari kumpulan salju.

 

Dari singgasananya sekarang, terlihat jelas jika tabung di persembahan altar itu semakin lama semakin memancarkan sinarnya. Ia tersenyum puas, sementara Kie…

 

Ia terus menunduk dan memainkan jarinya. Ia sangat cemas. Begitu cemas hingga tak bisa memikirkan apapun lagi. Merasa ada yang menatap, akhirnya Kie memberanikan menoleh k arah kirinya.

 

“Harabeoji…” Suara Kie terhenti, ia sedikit ngeri saat melihat raut datar Raja peri itu.

 

“Waeyo? Terus memandangi tabung itu, kau pikir dia akan mati?”

 

“Ahni, aku hanya… eum…”

 

“Jangan takut. Aku hanya memakai calon anak kalian.”

 

“Tapi bagaimana bisa dia hamil? Aku bahkan hanya melakukannya 2 kali dan itu dalam waktu yang berdekatan. Dan aku ha…”

 

“Hei!!”

 

.

Pletakkk…

.

 

Raja Peri memukul kepala Kie dengan tongkatnya. “Bagaimana seorang calon raja mengatakan hal se-privat itu dengan seenaknya. Cih… “

 

“Ah…. Mianhe harabeoji.”

 

Raja peri menggeleng melihat kepolosan dan kebodohan Kie. Terlebih wajah anehnya membuat sang raja tak bisa mengatakan apapun lagi. “Kau ini terlalu mirip dengan peri rendahan itu, sampai otak bodohnya itu pun kau ikuti. Ck…. harusnya kau mengikutiku, meniru watak dan pemikiranku. Babo!”

 

Kie hanya mempoutkan bibirnya. “Aku tidak bodoh, hanya saja… aishhh… sudahlah…”

 

Dan Kie lebih memilih melihat tabung yang di gantung di altar. Tabung dengan cahaya yang hampir menerangi seluruh kerajaan. “Minnie baby… mianhe…”

.

 

.

 

.

 

Matahari semakin tinggi dan kini cahaya yang keluar dari tabung yang berisi jiwa Minhyun semakin terang. Perlahan Raja Peri bangkit dari singgasananya dan kemudian meniup kecil sebuah peluit yang tersemat di jari kelingkingnya.

 

Dan dengan cepat semua peri terbang dan berkumpul kembali di istana itu. Pandangan mereka tertuju pada satu titik. Dimana Schnee akan muncul di dalam sinar yang ada di tabung itu.

 

“Kita akan menyambut peri salju abadi. Berbahagialah untuk kemenangan salju diatas panas matahari. Dimana kita bisa hidup karena semua kebaikannya.”

 

“Hidup Raja Peri Zheech!”

 

Seruan seluruh rakyat itu mengembangkan satu senyuman di bibir raja peri. Ia tertawa terbahak dan kemudian terbang dengan kedua sayap kecilnya. “Rakhie, Putra Mahkota. Cobalah terbang dan gapailah tabung itu.”

 

“Terbang?”

 

“Ya, terbang.”

 

Kie beranjak dari duduknya dan mulai merasa gugup. Sebagai putra mahkota, ia bahkan sama sekali tak bisa terbang. “Tapi aku tak~”

 

“Jangan mengatakan apapun. Cukup berusaha untuk mengepakkan sayapmu dan mencoba membawanya terbang bersama angin dingin di kerajaan ini.”

 

Kie menggeleng. Ia merasa tak mamu dan sangat payah. “Bahkan semua peri bisa, tapi aku~”

 

“Baiklah, jika kau memang tak mau mencobanya. Asalh kau tau saja, jika kau tak bisa menyentuh tabung itu maka selamanya kau akan tetap duduk disinggasanaku dan kehilangan semuanya.

 

“Harabeoji…” Kie berbisik lirih dan menatap tak percaya pada Raja peri itu. “Ini adalah salah satu syarat dari kemunculan Schnee. Aku juga tak mau selamanya kerajaan peri harus kehilangan satu per satu peri yang mati karena matahari hitam yang membakar salju kami.”

 

Satu peri dengan sayap pink terbang mendekati raja. “Sudah hampir waktunya, yang mulia. Jika Putra Mahkota tak segera menyentuh tabung itu maka mungkin Schnee akan menghilang kembali.”

 

Raja Peri mengangguk dan kemudian kembali meoleh pada Kie. Posisi mereka sudah agak berjauhan, dan sementara Raja peri sudah terbang tak jauh di atas Kie. “Kau yang menentukan, apakah Wookie akan hidup atau mati? Atau kau lebih memilih kehilangan keduanya dan tak melakukan apapun?”

 

Kie menunduk dan mencoba menyembunyikan kekesalannya. Kekesalan pada dirinya sendiri dan juga hukum di kerajaan itu. Belum juga ia sembuh dari perasaan berat dan terlukanya karena harus merelakan calon anaknya, ia kembali harus dihadapkan pada satu keadaan yang benar-benar sulit.

 

“Kau akan mencoba terbang atau tidak?!” Raja Peri sedikit menggeram marah karena Kie tak kunjung selesai dengan pemikirannya. Hingga akhirnya raja peri memerintahkan salah satu Peri bangsawan untuk mendekati tabung itu bersamanya. “Putra Mahkota sama sekali tak menginginkan Schnee. Lebih baik kita turunkan dan buang saja tabung jiwa ini.” Raja peri berkata dengan sedikit keras. Jelas-jelas ia tengah mencoba membangkitkan semangat Kie untuk terbang.

 

Perlahan Kie melangkah pelan, memajukan tubuhnya hingga ia berada di tepi lantai altar. “Tapi, aku~ Bagaimana jika aku…” Kie menatap yakin tak yakin pada Raja Peri yang masih terbang diatasnya.

 

Raja Peri menggeleng tak percaya, kemudian ia memerintahkan pada beberapa peri lain yang bercahaya pink yang sudah berkumpul mengelilingi tabung jiwa itu untuk segera menurunkan tabung jiwa Minhyun. “Turunkan saja. Putra Mahkota tak akan melakukannya.”

 

Beberapa peri itu langsung mendekat dan mulai mengulurkan tongkat mereka. Kie terus menggeleng tak percaya. Tempat penggantungan tabung itu sungguh tinggi dan bagaimana bisa dia menjangkaunya.

 

“Minhyunie….” Kie bergumam lirih dan ia mulai memejamkan matanya. “Tunggu sebentar!” Teriakan itu menghentikan pengucapan mantra oleh peri bangsawan yang sudah mengelilingi tabung jiwa Minhyun. “Aku akan mencobanya.”

 

Raja peri memberi isyarat untuk semua peri bangsawan itu agar mereka menyingkir. Sementara itu, Kie berjalan perlahan hingga akhirnya ia menyentuh batas terakhir antara halaman singgasana dengan jurang yang membuat istana itu terlihat begitu tinggi.

 

Halaman yang begitu dingin dan licin dengan lantai salju bekunya, membuat Kie kembali diselimuti keraguan. Ia memejamkan rapat kedua tangannya dan~

 

“Rakhie!!!”

 

Raja Zeech berteriak keras saat tubuh Kie jatuh begitu saja ke jurang bawah yang begitu dalam. Semua mata peri itu melihat  ke arah Raja Peri, mereka sama-sama berfikir~ mengapa raja peri tak menolong putra mahkota?

 

Yeah~ memang raja peri itu hanya meringis perih dan juga menggeleng tak percaya. “Bagaimana bisa kau melakukannya? Dasar bod~”

 

.

Syuuut~

.

 

“Hidup putra mahkota! Hidup Pangeran Rakhie!”

 

Seluruh peri itu tersenyum dan mengagungkan nama Putra Mahkota kerajaan mereka. sementara Raja Peri tersenyum puas dan mengangguk yakin saat melihat kepakan sayap bersinar hijau itu melintasinya.

 

Kie langsung terbang dan mendekati tabung jiwa Minhyun. Beberapa peri yang ada disekitar tabung itu perlahan menjauh dan membiarkan Kie menyentuhnya. Tabung yang berupa seperti lampion kecil bercahaya pink pucat itu semakin menguarkan wangi khas musim salju yang dingin.

 

Kie mengulurkan tangannya dan menyentuh perlahan pada lapisan kaca tabung itu. “Schnee~ Ibu dari semua peri salju~ kumohon… datanglah.”

 

Kie memejamkan matanya dan perlahan ia semakin bisa merasakan hangat di tangannya, hingga akhirnya ia kemudian bisa merasakan dingin yang perlahan mulai merasuk ke tubuhnya. Entahlah, tapi saat merasakannya~ perlahan Kie mencoba untuk membuka matanya.

 

Sesaat, semua waktu terasa berhenti. Ia begitu terpana dengan sesosok peri cantik dengan rambut putih panjangnya. Tiara kristal bening itu terlihat begitu cantik.

 

“Kuagungkan namamu! Hidup Schnee…!”

 

Raja Peri membimbing seluruh rakyat kerajaannya untuk menunduk dan terbang bersamaan mengelilingi Schnee.  Peri cantik itu hanya mengangguk perlahan dan kemudian meraih dagu Kie dan mengangkatnya. Ia tersenyum kecil dan kemudian menjauhkan tubuhnya dari Kie.

 

“Kenapa kau memanggilku, Zeech…”

 

Raja Peri mendekat pada Schnee dan membungkuk hormat. “Maafkan aku karena aku tak sanggup menjaganya.”

 

“Apa maksudmu?”

 

Raja Peri mengangkat wajahnya dan kemudian meraih bahu Kie dan memeluknya. “Ceritanya sungguh panjang dan aku yakin kau sudah mengetahuinya.” Raja menoleh pada Kie. “Dia adalah Putra Mahkota pengganti Wookie.”

 

Schnee merengut bingung. “Bagaimana bisa dia diganti? Kau tak berhak mengganti seenakmu tanpa perintah dariku. Dan apa yang aku ketahui? Aku tak tahu apa-apa.”

 

“Maafkan aku Schnee, aku tak bisa mencegahnya. Tapi bukan hal itu yang menjadi masalahnya, sebenarnya aku memanggilmu ini karena~”

 

“Apa?”

 

Raja tak kunjung menjawab. Ia menoleh ragu pada Kie. Dan kemudian Kie mengangguk ragu. “Aku tak tahu bagaimana pastinya tapi, Wookie Umma~ dia…”

 

“Umma?” Schnee menoleh tajam pada Raja Peri. “Apa maksudnya ini? Kau bilang Umma? Bagaimana bisa dia mempunyai anak dan~ Ah… jangan katakan jika dia memainkan sihir dan mengurangi masa hidupnya.” Schnee terlihat memojokkan Raja Peri dan dengan segera Kie mencoba membela harabeoji-nya itu.

 

“Maaf, tapi sesungguhnya itulah yang terjadi.” Kie berusaha untuk terus memberanikan dirinya dan terbang mendekati Schnee. “Umma~ dia berkorban banyak untukku dan aku… aku harus menyelamatkannya.”

 

 

Sangat terlihat raut sedih di wajah Kie, namun Schnee sama sekali tak ingin melihatnya. Ia berusaha mengacuhkannya dan tetap bertahan pada keteguhannya sebagai peri salju teragung di kerajaan itu.

“Ck… itu urusanmu. Jangan menganggap kebijakanku akan kekuatan dan masa hidup itu mudah. Kalian hanya memanfaatkanku. Mengapa tak mengikuti aturan yang ada? Dan kau!” Schnee menoleh pada Kie dan menunjukknya dengan tongkatnya. “Kaulah penyebab utamanya.”

 

“Ak-aku…” Kie seakan tertusuk sangat dalam dan tepat di jantungnya. Tubuhnya bergetar saat ia mendengar kata-kata yang begitu tegas keluar dari mulut Schnee.

 

“Kau!” Schnee menunjuk langsung pada tubuh Kie dengan jari telunjukknya. “Wookie dan peri rendahan itu menghasilkan kau! Yang bahkan tak pantas menjadi putra mahkota.”

 

 Raja Peri segera menutupi tubuh Kie dengan tubuhnya. Ia mencoba menahan kemarahan Schnee. “Ampuni aku Schnee. Dia memang putra mahkota, aku yang mengangkatnya. Dan sebenarnya~” Raja Peri menunduk, ia berfikir sebentar. “Aku ingin melakukan penawaran.”

 

“Penawaran?” Schnee memundurkan tubuhnya, mengepakkan dengan cantik sayap putihnya. Ia membalik tubuhnya dan mendekati tabung jiwa itu. “Maksudmu ini?”

 

“Nde, Schnee. Aku benar-benar tak mau kehilangan Wookie.”

 

Shcnee tersenyum miris dan menggeleng “Apa yang sebenarnya kau lakukan? Ini kesalahanmu dan aku harus membantumu lagi.”

 

Kie hanya diam, ia tak tahu harus ikut berbicara bagaimana tentang masalah ini. Tapi ia kembali mengkerut saat Schnee kembali menatapnya. “Baiklah, aku terima penawaran kalian.” Ia terbang sedikit tinggi dan menatap ke kedua namja itu. Sedikit berfikir dan kemudian tersenyum aneh. “Kerajaan Peri memang harus di pimpin oleh peri setengah manusia, dan aku akan menyerahkannya pada calon bayi itu. Tapi~ tinggalkan jiwa bayi itu padaku disini dan lupakan apa yang terjadi, maka aku akan memberikan kehidupan pada Wookie kembali.” Schnee menatap lembut pada kie. “Bagaimana? Kau bisa melakukannya?”

 

“Ak-aku~”

 

“Meninggalkan calon anakmu disini dan melupakannya? Dan jangan pernah sekalipun menginjakkan kakimu di kerajaan ini lagi.” Kie tertegun. Ia diam sejenak dan mulai sibuk memikirkan satu hal.

 

Minhyunie…’

 

Bagaimana bisa dia mengatakannya pada Minhyun? Bagaimana bisa dia akan menyembunyikan semua ini dan menghapus ingatan Minhyun? Bagaimana bisa dia melupakannya jika dia terus mengingatnya, tapi Wookie~

 

“Baiklah~ aku merelakannya.”

 

Kie berucap lirih dan menunduk. Ia tak mau wajah sedihnya terlihat oleh Schnee. Peri agung itu langsung membuka tutup jiwa itu dan membiarkan jiwa Minhyun terbang terbebas. Terlihat jelas jika jiwa itu menatap lembut pada Kie, seolah menahan tangisnya.

 

Entahlah, yang bisa Kie lakukan hanya menggeleng pelan seakan menyampaikan maaf lewat pandangan matanya. Sementara itu Shchnee mulai mendekati cahaya pink pucat dan mengambilnya dengan satu tangannya. Mengangkatnya tinggi dan kemudian mengucapkan mantra lirihnya hingga perlahan cahaya itu masuk kedalam ujung tongkatnya dan memenuhi bola pada ujung tongkat itu.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Ughh…”

 

“Minnie!”

 

Sungmin langsung bangun dari sedikit ketidaksadarannya. Ia langsung meraih tubuh Minhyun dan memeluknya erat.

 

“Mommy…. hikss…. Mommy…”

 

Minhyun langsung memeluk erat tubuh namja cantik yang sudah sedikit lemas menungguinya itu. “Tenanglah chagi, gwenchana~”

 

“Mommy…” Minhyun kembali memanggil lirih. Ia terisak pelan dan kemudian sedikit tersentak kaget saat merasakan usapan lembut di ujung kepalanya. Ia menoleh dan semakin menangis kencang. “Daddy…. hikss… daddy…” Minhyun kembali menangis dan kali ini lebih keras. Siapapun tahu, jika yeoja ini begitu dekat dengan Kyuhyun.

 

Dan dari kejauhan, Yesung hanya tersenyum miris. Entahlah, ia harus senang atau sedih melihat semua itu. Ia tahu, jika sesuatu yang belum hadir itu sudha menghilang di tangan Schnee.

“Yeye appa.”

 

Yesung menoleh saat merasakan tepukan di bahunya. “Gwenchana.” Dan senyuman itu sedikit meneangkannya. Hingga akhirnya namja itu memilih meninggalkan kamar itu dan membiarkan Yesung membaur dengan mereka.

 

Ia lebih memilih menenangkan dirinya bersama dengan wangi bunga yang membaur di ruangan ini. Ia menangis lirih, seakan bisa merasakan kesedihannya.

 

“Gwenchana….”

 

Ia merasakan remasan lembut pada bahunya. Sungguh, ia terus bertanya-tanya dalam hatinya. Bagaimana bisa ia merasa sesedih ini padahal baru kemarin ia berbahagia? Ia begitu ingin membagi kebahagiaannya pada yeoja yang paling ia sayangi, tapi kenapa ia harus melihat semua kesedihannya.

 

“Minhyunie~ hikss… aku…” Ia merasakan ketenangan saat namja itu membalik tubuhnya dan  merengkuhnya kedalam pelukannya. “Hikss…. entahlah… Jun, bagaimana aku bisa bertahan Jun…” Dia meremas kuat kemeja di bagian dadanya. “Disini, terasa sangat sakit. Pasti Minhyunie…. hikss… Aku ingin menemuinya tapi dia… aku… hikss… Junie, aku tak bisa Jun…”

 

“Sudahlah, biarkan Kyu daddy dan Ming Mom yang menenangkannya.” Junior menangkup kedua pipi Sunghyun dan kemudian mencubit kecil hidung mungilnya. “Kau yang perlu di tenangkan hyung.”

 

“Junie… hikss…” Sunghyun memukul pelan lengan Junior dan membiarkan namja itu kembali merengkuhnya.

 

“Sudahlah, jangan menangis lagi. Biar bagaimanapun kau namja, hyung.”

 

“Junnie!” Sedikit berteriak kesal dan kembali memuku  lengan Junior.

 

“Ahhaha… yeah baiklah, kau namja tercantik dan terindah Hyung. Jadi jangan pernah merubah semuanya. Tetaplah menjadi namja dan kau tahu bukan~ namja itu harus kuat. Kau harus kuat untuk dirimu sendiri fan orang lain. Untuk Minhyunie…” Junior kembali menangkup kedua pipi Sunghyun. “Dan untukku.”

 

Dan kembali perasaan tenang itu menyusup seperi darah yang mengalir hangat di tubuhnya. Semuanya berjalan dan terasa dengan sangat baik. Terlebih saat bibir mereka bertemu dalam satu rasa manis yang mampu menghanyutkan segalanya.

 

Menghanyutkan kesedihannya dan kembali menyusupkan sedikit demi sedikit kehangatan itu. Sunghyun mengeratkan remasannya di lengan Junior dan membiarkan namja itu memeluk erat pinggangnya.

 

Memperdalam ciumannya dan menghanyutkan semua kesedihan dan pikirannya. “Eumhh….” Sunghyun melenguh pelan saat kembali merasakan lidah Junior menyusup dan mengabsen deretan gigi rapihnya. Meremas pelan dan mengernyit menahan perasaan aneh saat merasakan hisapan lembut dan dalam di bibirnya.

 

Dengan pintar, Junior memainkan lidahnya dan bergelut lembut di dalam rongga hangat Sunghyun. Sebuah kehangatan yang mampu mengalihkan semuanya. Mampu mengalihkan perasaan kacau dan ketakutannya.

 

Dan saat Junior menyudahi ciuman itu~

 

“Kau hanya butuh ketenangan dan aku~” Junior merapihkan poni Sunghyun yang sedikit acak-acakan. “Jangan berfikir satu kesedihan dan tak membiarkan aku mengetahuinya. Tak membiarkan aku ikut merasakannnya, atau tak membaginya padaku. Dan satu lagi~ percayalah, jika Mihyunie dan Kie bisa bertahan.”

 

“Tapi Jun, bagaimana jika Minnie baby tahu ka~”

 

“Shhh….”

 

Satu telunjuk itu menutup dan menghentikan dengan sempurna ucapan yang mungkin keluar dari bibir Sunghyun.  “Ketakutanmu hanya akan membuatmu terluka sendiri chagi. Percayalah.”

 

Dan sekali lagi, Sunghyun tahuada satu sisi yag begitu menakjubkan dalam diri Junior. Ia kemudian tersenyum kecil dan melepas pelan kedua tangan Junior yang sedari tadi memeluk pinggangnya. “Heum… kau mau tahu satu hal?”

 

“Apa?”

 

“Eum~” Sunghyun tersenyum malu dan menunduk. “Aku mulai menyukaimu.”

 

“Eh…” Junior sebenarnya mendengarnya tapi tetap saja dia sedikit berpura-pura dan menggoda Sunghyun. “Kau bilang apa tadi hyung?”

 

“Eum… sudahlah. Kalau tak mendengar juga tak apa-apa.” Sunghyun melepaskan tautan jemarinya dengan Junior dan merengut kesal. “Ck… padahal aku sudah bersusah payah mengatakannya.” Ia menggumam pelan dan sedikit memalingkan tubuhnya dari Junior.

 

Dan sementara itu, Junior hanya tersenyum kecil dan kemudian merogoh kantongnya. Perlahan membalikkan tubuh Sunghyun agar membelakanginya. “Apa yang akan kau lakukan Junnie?”

 

“Sssh… tenanglah. Hanya memberimu kejutan kecil.”

 

“Apa?”

 

Tapi Junior tak menjawab pertanyaan itu. Ia hanya membuka genggaman tangannya dan kemudian jatuhlah liontin berbentuk dolphin dan lingkaran yang mengelilinginya. “Hadiah istimewa untuk orang yang teristimewa.”

 

“Eh?”

 

Tersentak, saat ia bisa merasakan lengan junior mulai memeluk lehernya dan merasakan lengan itu mengancing sesuatu di belakang lehernya. “Jun…” Sunghyun menatap lembut  pada liontin yang sudah melingkar indah dilehernya.

 

“Maaf hanya ini saja.”

 

“Jun, ini…”

 

Junior membalik tubuh Sunghyun dan mengangkat dagunya. “Lihat aku, dan kau akan tahu jika aku adalah kekuatan dan kelemahanmu. Jangan sendiri lagi karena sekarang aku memilikimu dan kau milikku. Kesedihanmu adalah milikku dan bahkan mungkin semua kebahagiaanmu dan mimpimu adalah aku. Hyung, percayalah semuanya akan baik-baik saja. Dan aku hanya butuh aku.”

 

“Jun… “ Sunghyun tersenyum dan atau bahkan mulai tertawa. “Hahha…. kau benar-benar…”

 

“Hei, kenapa seperti itu? ck…. Kau merusak suasana romantis saja Hyung. Sunghyun memainkan liontin kalung barunya itu sementara Junior kembali menundukkan tubuhnya di salah satu bangku yang sedari tadi mereka anggurkan.

 

“Aku tak tahu, sejak kapan kau jadi aneh begini. Tapi…” Sunghyun menoleh dan menatap lembut pada Junior. “Aku menyukainya. Terima kasih.”

 

Dan senyuman itu semakin lama semakin cerah. Hari ini pagi hari yang indah dan seharusnya memang cerah.

 

.

 

.

 

.

 

“Jadi Schnee sudah keluar?”

 

“Nde.” Minhyun menunduk. “Sayang aku tak bisa melakukan apapun. Bahkan berbicara saja aku tak bisa. Dan lebih menyedihkan lagi… “ Minhyun mulai meremas pelan bagian dadanya. Terasa sangat sesak hingga air matanya mungkin tak bisa berhenti. “Aku tak bisa menyelamatkan anakku sendiri.”

 

“Mianhe…”  Yesung berucap lirih dan mengusap lembut rambut Minhyun. “Ini adalah syaratnya dan sungguh jika bisa memilih, aku tak ingin kalian mengorbankan apapun.”

 

“Gwenchana appa.” Minhyun berusaha menghentikan tangisannya dan kemudian menoleh kepada ketiga namja yang ada disisinya. “Kalian adalah bagian terbaik dari hidupku. Dan kau~” Minhyun meraih tangan Yesung dan menempelkannya pada ujung kepalanya. “Kau adalah malaikatku, appa. Terima kasih untuk Kie dan kebahagiaanku.”

 

“Minnie…”

 

Hanya suara lirih itu yang keluar dari mulut Yesung. Tak ada yang tahu betapa ia menggantungkan semua kehidupannya pada anak ini. Dimana ia begitu yakin jika Minhyun akan melahirkan calon raja kerajaan peri dan menggantikan Wookie pada akhirnya.

 

“Mianhe, Minnie baby…”

 

.

 

.

 

“Kau harus melewatinya untuk mengambil salju abadi itu.”

 

“Tapi, bagaimana jika~”

“Tak ada penolakan atau salju itu tak akan pernah kau temukan.”

 

“Tapi, bisakah aku meminta beberapa peri untuk mengawalnya.”

 

“Kau pikir kita sedang bermain? Kau mau matahari hitam membakar perimu dan semuanya akan mati?”

 

“Aku~”

 

“Biarkan dia pergi sendiri.”

.

 

.

 

.

 

.

 

TBC

.

.

.

.

 

Hadeh,udah lama… jelek… gaje pula. Hahaa…. sudahlah~ Mianhe atas ke-lama-an updatenya.

 

Abaikan kegajean story fantasi yang ga jelas ituh, hehehe…

 

Abaikan juga typo (S) yang berserakan *mungutin sampah*

 

#plakkk#

 

Mind to RCL?

 

GAMSAHAMNIDA

^____^

70 thoughts on “Chicken Soup for Teenage Soul || KyuMin ||YAOI || CH. 9

  1. Romantisnya sunghyun_junior..
    Sabar nde minnie baby.. N mga kie brhsl ya bwa wookie eomma kmbli..
    O yua apa anknya kie_n_minnie hrus jd putra mahkota..??
    Heuhhh gk sbr bt chap brikutnya..!!
    Hwaiting author_ssi.. N dtunggu klnjtannya..

  2. ih makin seru makin menegangkan… ni dah mw tmat y onn? ih psangan junseung aneh deh,yg lain panik eh mlah mesra2an hehe. eh onn da typo tuh msak jun blang yg aku butuhkan cuma aku hahaha. smangat trus onn!!!

  3. Akhirnya update jga,,eumm jdi ng0rbanin baby minhyun ma kie ya biar w0okie kembali,,mdah2an kie brhasil deh,,kshan minhyun nya,,sunghyun ma juni0r mkin sweet aja,,tpi bner jga sih kngen m0ment kyumin nya,,yeppa yg sbr ya nungguin w0okienya,,lnjut e0nni update cpet nee,,

  4. eerr itu minhyun udah balik trus kie msih didunia peri?
    minhyun tahu anaknya dkorbanin?
    gk jd di ilangin ingatannya??
    itu sunghyun ma junnie sempet2 aja bikin romantic scene,
    ckckkck
    -.-”
    lanjut 🙂

  5. part ini menyedihkan..minhyun harus kehlangan clon anakx,,kie hrus menghadapi tgas yg berat..ayo kie jng takut..disini kie agk kurang pede yah..sunghyun jg sakit hati sm am minhyun..kontak batin kali yah..untg ad jun yg menghbur..

  6. ff yg sya tunggu keluar jg \^o^/
    kasian minhyun ya, harus kehilangn baby nya..
    kayanya jun&sunghyun bakalan jd pasangan mesum nih :p #plak

  7. eh? anak nya minhyunniee jadi putra mahkota gantiin wookie?
    yah, kirain kalo udah ngorbanin anak nya min, wookie bisa langsung balik
    ternyata masih ada tantangan nya lagi
    makin tegang aja jadinya

    lanjut eonn~^^

  8. Aduuh itu yang terakhir ngambil salju abadi siapa? Rada bingung deh ._.

    Err, interaksi antara hyun ama junior bener bener ngegemesin deeeeeh~ iih, lucu mereka! Yaampun,itu scene yang bikin sedikit senyum di keseluruhan part sekarang, tapi bagus kok tetep

  9. Penasarang banget sama ch slanjutnya….
    Kasian banget y Minhyun….
    Smoga aja Kie bisa cepet balik dan bikin anak lagi….
    Hehehe
    Smangat bikin ch slanjutnya….

  10. Kasihan banget kie harus memilih antara umma dan anaknya…
    Semoga kie mampu menghidupkan wookie lagi shg pengorbanan kie dan minhyun tak sia2
    next chap jgn la2 ya chingu…

  11. Kerennnnnnnnnnn xD
    JunHyun couple nya makin romantis aku suka^^
    apa lagi pas mereka nc-an
    waks xD *yadong
    tapi aku kasian sama Minhyun Sama Kie mereka harus kehilangan bayi mereka
    hiks hiks T,T *banjirr
    semoga di chap selanjutnya mereka akan membaik \(^O^)/
    hwaiting author !
    Aku tunggu chap berikutnya
    hehehe xD

  12. Kasian banget minhyun sama kie kehilangan bayi mereka…😦
    Ditambah lg kie masi harus berjuang buat menghidupkan wookie..
    Semangat kie…

    Junior sama sunghyun makin romantis Aja yah…hehehe ^^
    seneng deh baca nya…
    Ditunggu next chapter nya yah chingu…😀

  13. minhyunie sma kie, yg sabar ya…
    bikin aegya baru lagi aja klo gtu *plak :p
    ciiiie sunghyunie mulai malu malu burung nih *eh kucing maksudnya :p

  14. Akhrnya stelah d’tnggu berabad2 muncul jg lanjutannya hehehehehe *lebay

    Ya ampun kasian bngt sih minhyun n kie, hrus rela kehilangan calon anaknya
    Tp itu jg demi kehidupan wookie kan?????

    Itu junior n sunghyun smpt2nya mesra2an bgtu d’saat semua orng lg sedih, dasar junior otaknya yadong bngt ya

    Apa kie bisa ya jalanin perintah itu?????
    Smoga semuanya berjalan lancar deh

    Part selanjutnya jngn lama2 ya d’tnggu loh😉

  15. Kyaaaa!!!
    Udah lanjut aja nih FF dan aku ga sadar sama sekali
    Yah, segala sesuatu harus dibayar dengan harga yang sama🙂
    Demi Ryeonggu, Minhyunnie mengorbankan anaknya dan Kie😦 *puk puk*
    Lanjut…
    Bener” ga sabar sama kelanjutan ceritanya xD

  16. anyeong min q reader baru di sini, q dh bca chicken soup for teenage seol ch 1 smpe 9 tp da yg ga q baca krna pke kta sandi. . .boleh minta kta sandi’y min?

    crita’y makin sedih dn bnyak rintangan’y…

    n crta ni tuh squel ya min? mang crta sblum’y judul’y pa?

  17. Aq ska bgt am ff ni. Bbrpa kli q coment d screnplays tp bkan dg almat FB. Eh pas cari lg tiba2 g lnjut n mlah nemu d sni. Tp kok d PW y? Jd g bsa bca dh

  18. arrgghh,,,kenapa harus anaknya kiehyun di korbanin sich….andaikan ada pilihan yg gk harus ngorbanin apapun….
    ayooo kie semangat, loe harus yakin kalo loe bisa,,,,demi kembalinya wookie umma+pengorbanan dr calon baby mu….!!!

  19. Horeeee akhir’a kie bisa terbang juga,,,,tp kasian juga, masa bayi’a sama minhyun,,,belum lahir aja dah harus d’pisahin sama ortu’a,,,salut juga sama kie( sekali buat langsung jadi, hehe )
    bt juni and sunggie,,,,,,ciecie ada yang baru nyatain perasaan’a nich,,,,akhir’a penantian juni selama ini gk sia2,,,,,,,,,,,,,
    ###l’njut eonn :)###

  20. kyaa >_< junhyung romantis sekali aigoo
    hah sabar ne minhyunnie
    ck pilihn yg sulit
    ff ini bikin penasaran
    walau saya telat bacanya hehe
    ff ini bikin greget
    nice ff ^_^

  21. jadi makin suka sama junsung,!!
    sungie manis banget!!
    huwaa minnie baby kasian,,
    kie harus bisa selametin wookie atau pengorbananmu dan minnie baby sia sia,
    yeye appa jangan sedih lagi yah, wookie pasti balik lagi!

  22. aigooo…chap. ni sdih bnget aq smpe nangis T.T
    pokok’y Kie hrus brhsil ngmbil salju abadi tu
    Junior sma Sunghyun mkin mesra ya hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s