KAMU dan KAMU || ONKEY Vers. | YAOI | OS

Author : rainy hearT

Length : OneShoot

Rated : T

Cast :

– Lee Jinki a.k.a Onew

– Kim Kibum a.k.a Key

-Other cast

Pairing : || ONKEY||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

Genre : ||Drama || Romance||fluff||

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

 

Summarry : || Goncangan jiwa makin hebat – – Ruang hati makin berguncang – – Degub jantung semakin keras – – Bila kubersama kamu dan kamu ||

Another PRESENT From Me

 

~ KAMU DAN KAMU ~

 

ONKEY Version

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

 

Mianhe, karena lum bisa lanjutin yang berchapter… kkk~

 

Aku kasih yang OS ja dulu yah~

.

.

HAPPY READING

.

.

H & S Accademy

.

.

.

 

“Chagiya….”

 

Namja yang bertubuh sedikit pendek dan agak kotak-kotak itu mendekati namja yang masih sibuk dengan penelitiannya. Ia masih sibuk mengamati mengapa ice cream strawberrynya terasa aneh kali ini. Terus mengaduk hingga bosan dan akhirnya ia menyerah.

 

“Ck… Jjongie, jangan merangkulku.”

 

Namja itu menyingkirkan lengan yang hendak melingkari bahunya. Entahlah, ia hanya tak nyaman.

 

Sementara namja pendek itu mulai memasang wajah kesalnya. “Bukannya kita ini sepasang kekasih? Ayolah, aku rela meninggalkan semuanya. Bahkan yeoja cantik yang mengejarku. Dan Key, ini sudah beberapa bulan sejak aku menyatakan perasaanku, dan~”

 

“Dan kau masih menempel terus seperti lem. Aku malas menjawabnya sekarang, dan jika kau bosan kau bisa meninggalkan aku. Masih ada Minho baby, iya kan?”

 

Key menatap namja tampan yang sedari tadi tanpa berkedip menatap Key yang ada didepannya. “Nde, masih ada aku. Dan pastinya aku lebih tampan dari Jonghyun hyung. Hahha…”

 

Key tersenyum aneh. Sebenarnya ia sungguh risih berada dengan 2 namja yang setiap hari membuatnya menjadi bahan per-gosipan. Tapi … yeah… Key menikmatinya.

 

“Jjongie, bisakah kau belikan aku beberapa desain terbaru koleksi Armani? Kau lihat, bajuku sudah aku pakai berkali-kali. Dan lebih memalukan lagi, ada anak lain yang juga memilikinya.” Key mempoutkan bibirnya sambil menunjukkan wajah memelasnya.

 

Hell… siapa yang bisa menolak pesona kucing cantik ini. Dia hanya perlu meminta dan~

 

“Nde, baiklah. Aku akan memesannya, semua yang sesuai dengan ukuran tubuhmu.”

 

Dan satu pelukan lagi di dapatkan Jonghyun. Ck… sungguh malah nasibmu.

 

“Kajja baby-ah… kita harus ke kelas dulu.” Key malah menarik Minho dan membiarkan namja itu melingkarkan tangannya dengan mesra di pinggang Key. Meninggalkan Jjong yang hanya bisa melongo melihat kelakuan Key yang jelas-jelas lebih memilih Minho.

 

“Yak! Key!”

 

“Jangan berteriak padaku Jjong. Aku hanya menghargai yang memberiku lebih, dan satu mobil sport lebih mahal dari baju-baju yang kau berikan.” Key menoleh pada Jjong dan mengedip nakal. “Berusahalah lebih baik, dan aku akan jadi milikmu.” Key melambaikan tangannya dan kemudian sedikit mengangkat wajahnya dan tersenyum pada Minho. Membiarkan namja itu memberi ciuman di pipinya.

 

Ah… tak ada yang bisa membantah keinginan Key. Sementara Jjong, harus kembali menguras tabungannya untuk koleksi terbaru dengan harga yang tak bisa dikatakan murah.

 

Dan satu sudut lagi, namja sipit itu hanya menggelengkan kepalanya. “Ck…. aku harus bisa menaklukanmu, kucing nakal.”

 

.

 

.

 

.

 

Key tersenyum angkuh dan sedikit menatap remeh pada beberapa yeoja dan namja yang mereka lewati. Yah~ sebut saja mereka. Dimana Key tengah di apit Jjong dan Minho. Dan seperti kenyataan yang ada, dimana mobil berkali lipat lebih mahal dari baju armani. Maka Jjong hanya bisa merasakan pinggang ramping Key, dan sedangkan Minho~ namja itu lebih beruntung karena bisa sedikit mencuri ciuman di pipi Key.

 

“Ck… Minho, jangan cium lagi. Kau mesum sekali.” Key menoleh kesal sambil mengusap pipinya. Sementara Minho hanya tersenyum innocent dan kemudian segera menarik Key untuk duduk di sudut halaman depan sekolah yang cukup sepi.

 

“Ayo ikut aku dan aku akan memberimu kejutan.”

 

“Jeongmall?”

 

“Cih… kejutan. Paling juga hasil rampokannya pada Choi ahjussie.”

 

.

Pletakk…

.

 

Minho segera berbalik dan memukul dengan seenaknya seorang namja yang merupakan sunbaenya itu. Oke, Minho memang tak suka dihina. Begitu juga dengan Choi Siwon, ayahnya.”Apapun akan appa berikan untukku, dan dengan cara yang mudah. Hanya bilang, aku mau membeli sesuatu yang spesial untuk Kibumie yang begitu istimewa dan sangat cantik~” Minho segera menyandarkan punggung Key pada salah satu batang pohon besar dan kemudian merogoh kantongnya. “Tada~”

 

“Ommo!”

 

Key menutup mulutnya. Tentu saja ia terkejut. Sementara Minho segera menjauhkan wajah Jjong yang hendak melihat apa yang Minho berikan untuk Key. “Yeah, Key baby~ aku hanya bilang aku ingin memberikannya untuk Kim Kibum dan see~ appa langsung memberikannya. Kau tahu… appa  sangat menyukai hubungan kita dan dia langsung menyetujui semua permintaanku. Aku tahu kau menginginkannya. Apalagi sudah sejak beberapa bulan yang lalu kau sepertinya suka sekali membicarakannya.”

 

“Nde, Minho. Aww…. good baby…” Key menatap senang dengan apa yang di hadapannya sekarang. Tiket ke paris dan juga credit card gold yang sudah pasti unlimited, juga jam tangan mahal yang benar-benar…

 

“Awesome…” Jjong yang berhasil melihat kejutan itu sedikit menatap tak percaya. Entah berapa juta won yang Minho keluarkan untuk semua itu. Siapapun tahu, jika Key adalah namja matre yang gila belanja. Tapi siapapun juga tahu, bahwa tak akan ada yang bisa menolak pesonanya.

 

“Minho, kau baik sekali.” Key melonjak senang dan memeluk Minho. Sedikit berjinjit dan mencium sekilas pipi namja itu. Tapi sayang, Minho mungkin belum cukup puas hanya dengan itu saja.

 

“Errr… sebenarnya itu bersyarat Key.”

 

“EH?” Key langsung mengernyit dan menghentikan senyumannya. Ia melepaskan pelukannya pada leher Minho dan menatap Minho. “Maksudmu?”

 

“Eum….” Minho menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia sungguh masih ragu, akan mengatakannya atau tidak. “Jika boleh jujur, sebenarnya aku belum ingin menikah. Tapi jika menikah denganmu, maka secepatnya aku akan menikah.”

 

“Eh????”

 

“Mwo?!” Jjong sedikit berteriak panik. “Hey, mana boleh begitu. Biarkan Key memilih, jangan hanya memberinya barang mahal dan liburan kau pikir kau bisa memilikinya. Aku akan berusaha lebih baik lagi dan meminta Kim appaku untuk memberikan apapun agar aku bisa memiliki Key.”

 

“Ck… kau pikir ini keinginanku? Aku akan senang jika menikah dengan secepatnya dengan Key, dan kebetulan appa menyetujui itu. Dan dia malah akan menyiapkan semua pernikahannya. Sudahlah, Hyung. Kau menyerah saja.”

 

Jonghyun masih mencoba beradu mulut dengan Minho tapi Key malah menyingkirkan tubuh Jjong yang menghalangi pandangannya untuk menatap tajam pada Minho. “Ck… menyingkirlah dulu. Biar aku bicara pada Minho baby-ku dulu.” Key sedikit mendorong Jjong dan kemudian mendekati Minho.

 

Ia mendekati namja itu. Kemudian ia tersenyum aneh satu tangannya masih memegang tiket, dan sambil membenarkan jas yang di pakai Minho, ia mengusap sedikit dada namja itu. Dapat ia rasakan jika jantung namja itu tengah berdebar begitu kencang.

 

“Minho baby, maksudmu apa dengan menikah?” Suara key begitu lirih, sangat lemah dan seperti berbisik. Namun bisa idengar jelas oleh Minho. Dan Minho, benar-benar takut dengan Key yang sedang dalam keadaan seperti ini. Bahkan Key sama sekali tak bergeming, terus menatap tajam dengan kedua mata kucingnya. “Kau sedang melamarku?”

 

“Ah…n-nde…” Minho sedikit gugup. Dengan tergesa dia merogoh kantung celananya yang lain dan mengeluarkan kotak yang dengan jelas terlihat dua cincin yang sama di dalamnya. “Aku melamarmu Key. Ka…”

 

“Melamarku?”

 

Minho mengangguk canggung, sementara Key terus menindasnya dengan tatapannya. Sementara Minho sedikit mencuri-curi pandang pada Jjong yang sedang bersusah payah menahan tawanya.

 

“Jadi kau melamarku?” Suara Key sedikit aneh dan kemudian dia terkekeh pelan sambil menggeleng. Ia kembali mengusap dada Minho dan sedikit memainkan jari lentiknya. Membuat Minho harus terus-terusan meneguk salivanya karena harus menahan sesuatu yang aneh di dalam tubuhnya. Terlebih saat mata Key seakan menggodanya.

 

“Nde, Key baby. Aku melamarmu, untuk menjadi milikku selamanya dan apapun yang kau inginkan aku akan~”

 

“Melamarku yah…”

 

Minho kembali menelan salivanya. Kali ini ia bukan karena tergoda dengan Key, tapi lebih pada ketakutannya. “Nde, Key baby…. aku ingin kau menjadi milikku dan hanya milikku.”

 

“Eum…  Tuan muda Choi Minho yang terhormat, tentu kau tahu siapa appaku?”

 

“Nde, tentu saja. Erhhhmm… “ Minho sedikit berdehem untuk menormalkan suaranya yang sedikit serak. “Han appa adalah seniman yang serba bisa dan sangat terkenal hampir diseluruh penjuru Asia sampai ke luar negeri. Dan Hee Umma, dia designer ternama dan~”

 

“Dan kau pikir aku serendah itu? Hargaku lebih mahal.” Key menempelkan dengan kuat tiket itu didada Minho dan masih menekannya. “Lagi pula aku belum memutuskan jika kita punya hubungan.”

 

“Tapi Key, bukankah kau mencintaiku? Kau tak menolakku saat festival kemarin.”

 

“Dan aku juga tak menerimamu. Jangan berfikir aku lebih memilihmu, ck… kau belum berusaha dengan sepenuhnya. Tapi kau dengan berani mengajakku menikah.” Key melepaskan jemarinya pada dada Minho, sedikit menjijit dan perlahan mendekati telinga Minho. “Bangunlah dari mimpimu, baby….”

 

Kemudian dia mengerling nakal dan meninggalkan kedua namja yang kini terlihat sangat aneh itu. Jonghyun terbahak senang dengan kekalahan Minho, dan sementara namja tampan bermata bulat itu hanya menatap lesu pada tiketnya.

 

“Ck… padahal aku sangat mengharapkannya.”

 

“Yeah… ada baiknya kau menerima Taemin. Sepertinya dia memang takdirmu.”

 

“Eoh? Apa maksudmu?”

.

 

.

 

.

 

Key mendudukkan tubuhnya dengan malas di salah satu kursi yang ada di kedai ice cream yang ada di dalam gedung akademi  itu. Ia menekan bel pemanggil pelayan berulang kali hingga membuat beberapa pengunjung lain merasa kesal dengan tingkahnya.

 

“Ck… kenapa lama sekali? Kau tak tahu, aku sedang kesal?! Cepat beri aku satu cup besar ice crem coklat strawberry dengan banyak strawberry dan coklat lelehan di atasnya.”

 

Key memesan tanpa menoleh pada pelayan itu. Ia menunggu agak lama hingga akhirnya pesanannya datang. Dan kali ini ia benar-benar merasa semakin aneh. Ia menyendok ice cream itu dengan hati-hati dan tepat pada lelehan coklat.

 

‘Harusnya terasa manis.’

 

Key membatin sambil mengecap rasa ice cream itu. Tapi bukan manis yang ia rasakan, sedikit rasa kecut khas strawberry dan jeruk yang benar-benar membuat ice cream manis dan dinginnya menjadi aneh. Terlebih coklat yang biasanya manis, sekarang terasa sedikit pahit.

 

‘I hate this.’

 

Key memang tak menyukainya. Terlebih, ini bukanlah seperti yang bebeberapa minggu yang lalu ia makan. Ia membanting kesal sendoknya dan kemudian lebih memilih roti dengan isi cream strawberry dingin.

 

“What the…”

 

Key membanting kasar roti itu. Ia kembali menekan bel berulang kali, dengan menahan emosi dan juga rasa kesalnya. Saat merasa  seseorang dengan pakaian hitam putih berdiri disisinya, Key tak segera menoleh pada pelayan itu tapi ia sibuk mengobrak-abrik isi dari roti yang ia makan.

 

“Ck… kau pikir aku apa? Kau mau membuatku gemuk dengan memberiku roti daging begini? Terlebih dengan campuran red bean aneh, mana pesananku yang seperti biasa.”

 

“Ah, mianhe. Kami hanya mencoba resep baru.”

 

“Ck… resep baru apa? Dan ini…” Key menyodorkan sendok berisi ice cream itu pada pelayan yang sedari tadi ada disisinya. “I-ini…eumm…” Key terdiam sejenak dan menatap penuh pada pelayan itu. “K-kau harus mencobanya sendiri.” Merendahkan dan menormalkan suaranya saat wajah polos itu menghipnotisnya.

 

Ck… siapapun akan mengurungkan niatnya untuk memarahi namja menggemaskan dengan pipi chubby penuhnya yang sangat tampan. Tapi, bukan itu yang membuat Key sedikit merubah wajahnya.

 

Key menutup mulutnya dengan kedua tangannya setelah pelayan itu mengambil sendoknya namun beberapa detik kemudian ia sudah tak bisa menahannya lagi, dan…

 

“Hahahha…. aigo!!! Hahahaa…”

 

Key tertawa terbahak, membuat pelayan itu menatap aneh padanya. Pelayan itu meraih kursi disisi Key dan kemudian memakan ice cream pemberian Key dengan biasa saja. Memasang wajah polosnya. “Kenapa kau tertawa? Dan ice cream ini juga enak, kenapa kau komplain?”

 

“Mwo? Hahaha….”

 

Dan Key tetap tak bisa menghentikan tawanya. Sepertinya pelayan itu mulai jengah dengan kelakuan Key. “Ck… bisakah kau tak tertawa? Memangnya ada yang aneh?”

 

“Hahhaa… baiklah. Aku berhenti. Tapi.. ahaha…. penampilanmu benar-benar aneh. Kau pikir akademi ini apa? Sampai menerima pelayan baru di kedai pribadinya dengan model dan tampilan aneh sepertimu?”

 

Namja itu melihat dirinya. Sebenarnya tidak aneh, hanya saja mungkin dia terlalu rapi. Yeah~ kemeja berwarna putih yang ia masukkan, celana panjang hitam yang terlalu ia ikat tinggi di pinggangnya, juga kacamata hitam besar yang membuatnya terlihat seperti kutu buku aneh dan rambut klimisnya yang benar-benar mengkilap.

 

“Oh… penampilanku, ck… Biasa saja.”

 

“Hahaha… kau aneh, dasar kutu buku.” Key menggeleng tak percaya. “Kau pasti hanya namja yang bekerja disini, karena tak mungkin ada siswa akademi yang dengan tampilan sepertimu bekerja di kedai ini.”

 

“Nde, aku hanya orang luar yang membutuhkan pekerjaan.” Namja itu mengangguk dan kemudian dengan berani menyendok ice cream yang ada di hadapan Key lagi. “Dan ice creamnya biasa saja, bahkan ini terasa sangat manis.” Ia kembali menyendok lagi dan memakannya lagi dan lagi.

 

Key mulai kesal dengan kelakuan pelayan itu. “Hei, harusnya kau menggantinya dengan yang biasa. Tapi kau malah makan disini, dan ingat~ kau adalah pelayan jadi cepat ganti ice cream-ku.”

 

“Rasanya manis, bahkan sangat manis. Mungkin saja kau yang bermasalah.”

 

“Mwo? Bermasalah? Hei! Apa akau sedang menghinaku?” Siapapun tahu, jika Key adalah makhluk paling sempurna setelah Sungmin. Dengan tubuh ramping dan tinggi, juga wajah yang begitu penuh dengan kecantikan dan keajaibannya, ditambah otak encer plus kaya raya, dan masih banyak skill yang ia  miliki~

 

“Nde, mungkin kau yang bermasalah. Coba makan saja lagi, rasanya manis~ bahkan sangat manis.”

 

“Kau menyuruhku memakan bekasmu? Enak saja.” Key menatap remeh pada namja itu. “Hanya namja planet berpenampilan aneh, dan kau dengan beraninya mengataiku. Kau pikir kau siapa?”

 

“Aku Lee Jinki, tapi kau bisa memanggilku Onew.”

 

“Mwo? Hahaa….” Key tertawa terbahak. “Kau pikir namamu penting untukku? Bermimpi saja. Ck… sudahlah.” Key hendak beranjak dari kursinya dan kemudian meninggalkan kedai itu.

 

“Hei, kau harus membayarnya.”

 

“Aku tak akan membayar, karena aku sama sekali tak memakan apapun.” Key menghentikan langkahnya dan menoleh pada Onew.

 

“Tapi kau harus membayarnya.”

 

“Ck… bahkan rasanya sama sekali tak layak makan, dan aku harus membayarnya? Yang benar saja.”

 

“Ini manis. Cobalah.” Onew mendekati Key dan kemudian menyodorkan satu sendok penuh ice cream itu pada Key. Sama sekali tak mempedulikan tatapan dari para pengunjung lain yang mulai berbisik dan tersenyum aneh melihat mereka.

 

“Sudahlah jangan memaksaku. Itu tidak enak.”

 

“Ini enak, cobalah.” Kembali Onew membujuk Key. Dan hal itu membuat Key semakin risih dengan kelakuan Onew.

 

“Tidak! Aku bilang tidak ya tidak.”

 

“Ini enak, dan aku akan menunjukkannya padamu. Beri aku 5 detik.”

 

“Yah~ kau pikir ap…hmmp…”

 

Teriakan key terkunci oleh bibir nakal itu. Onew memakan ice creamnya dan dengan cepat mencium Key untuk menyalurkan  rasa  manis dari ice cream itu. Membuat Key sendiri harus benar-benar terkejut dan setelah 5 detik Onew melepaskan lumatannya pada bibir Key.

 

“Bukankah manis?”

 

Onew tersenyum nakal dan melepaskan kacamatanya. Namja itu tersenyum melihat key dan kemudian berjalan menjauh dari Key.

 

Sementara Key hanya diam seribu bahasa. Ia juga tak kunjung menelan ice cream yang sudah lumer dimulutnya. ‘Ini memang manis, bahkan sangat manis. Tapi, bagaimana bisa…’

 

Key sibuk membatin sambil meresapi perasaannya. Ada sesuatu yang aneh dalam perutnya. Ia tak marah karena ciuman itu tapi~

 

“Hei Onew~ apa yang kau lakukan hah? Kau pikir kau berhak menciumku seperti itu?”

 

Dan Onew berbalik kemudian melihat Key. Jarak mereka masih belum terlalu jauh karena Onew tadi sedang membersihkan meja Key sambil terus memakan ice creamnya. “Tentu saja aku berhak, dan kau memang harusnya merasakannya. Ciuman dariku, bukankah berbeda dari 2 makhluk tampan itu??”

 

“Yah! Apa maksudmu?”

 

Key mulai marah dan kemudian berjalan cepat mendekati Onew.

 

“Yeah~ kau hanya namja matre yang mengincar harta mereka. Rela diperlakukan seperti apapun oleh mereka dan bahkan kau membiarkan tangan mereka menyentuhmu. Kurasa harga ice cream ini lebih mahal dari hargamu.”

 

“Yah!” Key mulai marah dan menarik bahu Onew. “Apa maksudmu?~ kau tak berhak mengataiku seperti itu.”

 

“Ck…. kau bahkan tak tahu apa namanya mencintai, yang kau tahu hanya uang dan barang mahal. Malang…sangat malang. “Onew menggeleng menatap kasihan pada Key.

 

Key mendekat pada Onew dan mengambil kadar kaca mata namja itu, segera menginjaknya dan tersenyum remeh pada Onew. “Kau~ hanya namja miskin aneh yang bahkan mungkin tak punya harga diri. Beraninya kau merendahkan aku? Kau pikir siapa dirimu?”

 

“Aku Onew, dan aku tak merendahkanmu. Hanya memberi tahumu jika kau memang murah dan kau sama sekali tak menyadarinya. Bahkan aku bisa membelimu, tanpa bayaran atau barang mahal sedikitpun.”

 

“Mwo?” Key menatap remeh. “Kau pikir aku ap…”

 

.

Chu~

.

 

Dan kembali ciuman itu harus selalu memabukkan bagi Key. Ini bukan pertama kalinya ia berciuman, yeah~ mungkin kedua atau ketiga kalinya sejak first kiss-nya dulu. Dan entahlah, Key hanya bisa diam dan menikmati perlakuan bibir tebal Onew.

 

Namja itu sangat bisa menguasai bibir apel merah yang benar-benar manis. Membuat mereka sendiri lupa jika mereka masih di kantin. Membiarkan tatapan semua mata mengarah pada mereka berdua.

 

Sementara Onew, ia benar-benar mabuk dalam pesona Key. Lengannya  semakin mengikat kencang pinggang ramping Key, dan jemarinya mengusap lembut tengkuk Key. Tak membiarkan Key sedikitpun tak merasakan manisnya lelehan ice cream yang ada di mulut Onew. Menyalurkan semua perasaannya pada namja cantik ini.

 

“Eummhhh….mmphh…”

 

Key mulai sesak dan mencoba mendorong Onew. Dan merasakan jemari Key yang mencoba mendorong dadanya, Onew segera melepaskan lumatannya pada bibir Key. Menjilat kecil saliva yang sedikit meleleh di sudut bibir Key dan mencium sekilas bibir yang sudah sedikit membengkak itu.

 

Ia tersenyum aneh dan menatap Key. “See~ hanya 2 kali ciuman, dan hanya dalam beberapa detik. Dan kau akan mencintaiku, jatuh untukku tanpa syarat apapun.”

 

“K-kau~ Kau terlalu percaya diri.” Key menggeliat tak nyaman dan mencoba melepaskan lengan Onew yang masih mengikat kuat padapinggangnya. “Kau nerd aneh, lepaskan aku!”

 

Dan Onew kemudian melepaskan pelukannya tapi dengan cepat ia meraih leher Key kembali dan segera mencium leher jenjang namja cantik itu. Menghisapnya kuat dan terus menggigit kecil, hinga menimbulkan Kissmark yang bisa terlihat jelas oleh siapapun.

 

Key sebenarnya sudah memberontak, tapi entahlah~ tubuhnya benar-benar menyukai ini. Key menahan lenguhannya dengan susah payah dan matanya membulat tak percaya saat semua pengunjung dikedai itu terlihat mengintimidasinya.

 

Key hanya bisa pasrah~

 

“Saranghae~”

 

Onew membisikkan kata itu tepat setelah menyelesaikan misi pembuatan Kissmark dan menjilat kecil telinga Key. Sementara Key masih mematung tak percaya saat ia menyadari bahwa dengan mudah ia jatuh dalam pesona namja itu.

 

.

 

.

 

.

 

Dia mantan siswa di akademi ini, dan kurasa dia lulus setahun yang lalu.

 

 

Key mengingat jelas perkataan pemilik kedai.

 

Entahlah, dia tak benar-benar bekerja disini. Dia hanya mencampur ice cream dan roti itu untukmu. Sebenarnya aku tak mengijinkannya tapi dia memaksa dan membayarku dengan mahal agar aku mau memperkerjakannya.

 

Key terus membolak balik buku kelulusan sekolah tahun lalu. Ia sudah mengamati satu per satu nama yang ada di buku itu dan dari 2000 nama yang sudah ia lihat, bahkan tak ada nama Onew. ”Ah~ sial… kemarin dia bilang namanya siapa? Ji-“ Susah payah Key mencoba mengingatnya tapi tetap saja tidak bisa.

 

Ia mendesah kecewa dan kemudian menyandarkan dengan malas punggungnya ke dinding perpustakaan dan kemudian melihat ke luar. Pemandangan yang sungguh indah di sore hari yang cukup dingin. Key tersenyum saat melihat Minho tengah bersusah payah menghindari hoobaenya.

 

Yeah~ akhirnya namja itu menerima nasibnya setelah penolakan Key. Namun bukan berarti dia dengan mudah menerima Taemin, terlebih namja mungil itu sedikit over dan manja. ”Aish…. mereka pasangan yang serasi.”

 

Key engalihkan perhatiannya dari Minho dan sekarang ia terpusat pada satu titik yang agak jauh dari penglihatannya sekarang. Ia mengucek matanya berkali-kali.

 

Tak ada lagi kacamata hitam dengan bingkai tebal dan rambut klimis. Yang ada hanya mata sabit dengan wajah tampan yang tersenyum padanya. Juga bukan baju pelayan khas nerd yang dipakai, tapi pakaian yang benar-benar pantas dengan tubuh yang kini berbalut kemeja biru dan celana panjang  putih.

 

Dan bukan lagi ice cream, melainkan satu papan dengan tulisan yang membuat Key langsung berlari melompat dari jendela perpustakaan yang cukup tinggi itu. Ia tak mempedulikan apapun dan mungkin saja kakinya terkilir.

 

MENCARIKU?

 

Yeah~ hanya tulisan itu yang tertulis di papan yang di pegang namja yang terus tersenyum untuk Key. Key berlari cepat menuju namja itu. Dan ~

 

.

Greep…

.

 

Hampir terhuyung jatuh saat menerima tubuh ramping Key yang langsung memeluknya. Tak ada apapun dari namja itu, dan hanya ada umpatan dari Key.

 

“Kau tahu~ aku hampir gila seminggu ini. Dan apa yang kau pikirkan? Nappeun~nappeun~ jeongmall baboya.” Key memukul pelan punggung namja itu, dan sementara namja itu hanya tersenyum.

 

“Aku tahu, kau pasti merindukannku.”

 

“Sangat.”

 

“Jadi bagaimana? Apa kau sudah terbeli dengan cintaku? Mianhe, aku tak punya barang mahal atau mobil mewah.”

 

Dan Key sedikit memiringkan wajahnya. Menghirup wangi namja itu. “Tapi kau mempunyai hati dan semua perasaanku. Eum~ bolehkan aku menjawab pernyataanmu seminggu yang lalu itu?”

 

“Tentu saja. Tapi sebenarnya tak perlu kau jawab juga. Berikan aku tindakanmu sebagai jawabannya.”

 

Mereka hanya saling berbisik tanpa melepaskan melukan diantara mereka. Dan Key, ia sama sekali tak bisa menghentikan perasaannya sendiri. Ia meniup lembut leher Onew yang kini tepat berada di depan wajahnya. Kemudian mendekati dan mencium lembut hingga akhirnya ia sedikit melumat dan mnghisap kulit pucat itu.

 

Semakin dalam saat merasakan remasan jemari Onew di punggungnya. Semakin menghisap dan masih memeluk erat tubuh yang nenjadi candunya.

 

“Hhh…. love you Key…. so much i love you….”

 

.

 

.

 

.

 

END

 

.

.

.

Gaje~~~~

 

Kyakakaka… ini aneh. Tapi sudahlah. Mianhe karena yang berch. Mungkin di lanjut minggu depan. Minggu2 ini benar2 sibuk…

 

Bye…

 

Mind to Comment???

20 thoughts on “KAMU dan KAMU || ONKEY Vers. | YAOI | OS

  1. key matre..dan sungmin cuma numpang nama..kkk~

    tapi onew manis bngt sikap’y ke key….#so swettttttttt
    manis dah ini couple….selalu manis…

  2. uwaaaaaaaaaaaaah, wah…
    daebak lah kamu thor T_T
    sukaaaaaaaaaa banget, beneran dah…
    bete sih sama Key yang awalnya matre minta duit……
    tapi langsung tunduk, bertekuk lutut karena perlakuan Jinki yang ehm… manis, gentle, nakal… argh… aku menikmati setiap scene di kantin itu~~~~~~~~~~~~~~~~❤
    gilaaaaaaaaak di kantin booo' seandainya aku ada di kantin ituuu /abaikan/
    oh, ternyata Key cuma bisa dibeli 100% sama cintanya Jinki… aseeeeeeeeeek…

    keep writing onkey yaaa~~

  3. Huwaaaaa muantheeeeppppp…..!!
    Emak yg matre.. Angkuh.. Tak punya rasa peduli..
    Akhir.a luluh pada Appa yg terkesan gak pxa apa-apa.. :v
    Sungguh cerita.a DAEBAKKKKK!!
    Saya suka jika karakter mereka kayak gini..
    Menantang xD

    Aaww awww~
    축하해 기뱀 :p

    Ehh perasaan itu di kantin..
    Gak tahu tempat nih ah, bumonim :3
    Ini juga , masih desekolah (/\)
    Wkwkwkwk~~

  4. Kucing nakal yang matre 😏😏
    Baru juga 2x ciuman slama 10 detik.. udah takluk aja ama yg kasih cium
    .
    Woi kantin itu beh kantin 😁😁
    .
    Ceritanya kerenannnn 😍😍👍

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s