SECRET HEART | KYUMIN | YAOI | Ch. 17

 

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

-Cho Kyuhyun   (N)

-Lee Sungmin    (N)

– Kim Heechul    (Y)

-And other SUJU and SHINEE member

Pairing : || KYUMIN || SIBUM || ONKEY || and Other Pairs ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#muehehhehe#

Genre : Romance || Drama || Sad ||Angst||

Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, Genderswitch (Y).||

Summarry : || Aku adalah satu hal yang SEMPURNA. Tapi tak akan ada artinya jika tanpa dirimu disisiku. Aku bukanlah apa-apa ||

Another PRESENT From Me

KYUMIN FF, ditulis dengan seluruh kekuatan Hati dan Pikiranku. Terinspirasi dari drama yang sangat mengena dihatiku. “SECRET GARDEN.”

Disini aku menambahkan pair kesayanganku yang lain “OnKey”, so welcome for Uri Unyu Leader.

Ini hanya terinspirasi dengan drama itu, bukan berarti ceritanya akan sama dengan Secret Garden. Aku membuatnya dengan segenap hati dan cintaku untuk seorang Lee Sungmin #ck… I’m crazy ’bout him#

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

~SECRET HEART~

.

.

HAPPY READING

.

.

Chapter 17

 

.

 

.

 

Notice me:

Ok. Ini akan sedikit bikin readerdeul mikir. Disini mereka akan bertukar tubuh. Nah tulisan hitam yang di italic n blod itu artinya mereka jiwanya tapi tubuh sungmin.

Sungmin : Jiwa Kyuhyun

Kyuhyun : Jiwa Sungmin

.

.

.

.

Sungmin masih membeku diposisinya sekarang. Ia baru beranjak saat tepukan Zhoumi menyadarkannya. “Tenanglah, jangan nervous seperti itu.” Zhoumi tersenyum. Namun sayang, pikiran Sungmin sudah terlanjur kacau.

Dia membiarkan Zhoumi kemudian sibuk dengan teman kantornya dan memilih menyendiri disudut sambil menunggu gilirannya. Ia berfikir dan terus kembali memikirkan bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Kyuhyun.

Bukan, ini bukan demi karirnya. Ini demi Kyuhyun. Mata Sungmin meremang saat melihat bayangan Kyuhyun di sebuah layar besar yang terpampang dietalase toko. Wajah tampan itu, akankah hilang ditelan kesalahannya sendiri.

“Mianhe, Kyuhyun-ah…”

.

.

.

“Mwo?”

‘Mianhe, Kyuhyun-ah.’

Tuut… tutt… tuut…

~

Kyuhyun menatap tak  percaya pada ponselnya. “Ada apa dengan Sungmin?” Ia kemudian menoleh pada Hae dan menatapnya. “Kau tahu, kenapa namja mirip yeoja itu sangat sensitif? Aku kira dia sudah berubah sejak bersamaku tapi sekarang dia memutuskan aku.”

Hae menggeleng prihatin. “Nasibmu, Kyu. Kau lebih beruntung dariku jadi yah~ disyukuri saja.”

Kyuhyun menggeleng cepat. “Ahni, ini tak bisa dimaafkan. Aku harus menemuinya.” Kyuhyun segera beranjak dari duduknya,  tapi dengan cepat Hae menariknya untuk duduk kembali.

“Kau hanya perlu membiarkannya, Kyu. Mungkin saja Sungmin sedang butuh sendiri.”

Kyuhyun mengurungkan niatnya dan lebih memilih masuk ke dalam kamarnya. Ia membaringkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamar yang putih tinggi itu. “Huhh…. kenapa harus berbohong Ming? Kenapa mengatakan kau bosan dengan hubungan ini?”

Dan Kyuhyun mencoba untuk tidur. Ia terlalu kalut untuk memikirkan masalah hubungannya dengan Sungmin.

.

.

.

“Chukkae!!!”

Zhoumi menyodorkan satu gelas wine hingga menimbulkan bunyi khas dan meminumnya denga senang.

“Kau hebat, Sungmin-ah. Aku tak menyangka, meski kita nomor terakhir tapi kau bisa meraih peran itu.”

Zhoumi menepuk bahu Sungmin dan terus menggeleng tak percaya. Sementara Sungmin, ia gelisah. Berulang kali ia mengingat sederet tulisan di ponselnya.

Yeah~ SMS dari Nyonya Cho. ‘Selamat, Ming. Dapatkan peranmu.’

Sungmin memilih beranjak dari duduknya dan meninggalkan Zhoumi. “Aku akan mencari udara segar.” Ia kemudian berjalan menuju van yang membawanya ke tempat pesta itu. Merenung sendiri didalam ruangan sempit dan pengap itu.

“Mianhe Kyuhyun-ah…”

.

.

.

Kyuhyunterbangun di tengah malam. Rasa haus menyerangnya. Tapi ada yang salah. Ia merasa ini bukan rumahnya. “Ommo…” sedikit terkejut, ia melihat tubuhnya sendiri. Namun, belum juga selesai keterkejutannya itu ia harus kembali dikagetkan dengan kehadiran Zhoumi.

“Ming, disini membosankan. Kenapa malah kau betah disini? Van ini pengap dan panas.”  Zhoumi mencoba duduk di jok sebelah Kyuhyun. Kemudian Zhoumi menatap aneh saat Kyuhyun malah melihat kearahnya. “Wae? Ada yang aneh denganku? Ayolah Ming, sudah tidur saja. Aku capek. Aku sudah menyuruh supir kantor untuk mengantarmu, dan kita sebentar lagi akan pulang. Yeay…”

Keadaan Zhoumi memang mungkin sudah mabuk. Tapi tak mungkin dia mabuk sampai menjadi buta, salah mengenali orang. “Sungmin?” Kyuhyun meraba wajahnya, hingga ia menemukan bibir plump berwarna pink yang selalu ia rindukan. “Ommooo…”

Kyuhyun mencoba bersikap tenang. Ia tak mungkin membuat Zhoumi bangun dan melihat kelakuannya aneh. Oke, baiklah~ kelakuan Sungmin.

“Sungmin-ssi, kita akan berangkat sekarang.”

“Ah, nde. Antar aku kerumahku.”

Disepanjang perjalanan, Kyuhyun terus saja merenung. Ia kembali mengingat perkataan nenek tua di Jeju itu. “Ini berarti, Sungmin telah berbohong padaku.” Ia menggumam pelan sambil terus mengurut dagunya.

“Uhhuk~ uhhuk~”

Kyuhyun menoleh pada Zhoumi yang sedikit terbatuk dan kemudian namja itu perlahan bangun. “Kita sudah hampir sampai rumahmu ya?”

“Ah, nde.”Kyuhyun mengangguk canggung.

“Kemasi barang-barangmu, jangan sampai ada yang tertinggal. Seminggu lagi kita akan syuting dengan Robert.”

“Mwo?” Kyuhyun terlonjak kaget. “Syuting?”

Zhoumi mengangguk pelan. “Nde, syuting. Apa kau lupa?”

.

.

.

Kyuhyun menatap tak percaya dengan apa yang ada dihadapannya saat ini. Cermin didepannya tak mungkin berbohong dan dengan jelas menampakkan wajah dan tubuh Sungmin secara utuh.

“Hyung, kau belum tidur?”

“Belum, waeyo?” Kyuhyun mencoba untuk tak canggung. Tak mungkin dia menceritakan masalah konyol inipada Key. Dan Key pasti menganggapnya sudah gila, jadi dia harus bagaimana dengan ini semua.

“Bolehkah aku masuk?”

“Nde Key.”

Meski canggung, tapi Kyuhyun tak mungkin menolak key. Bisa saja namja itu curiga atau malah berubah menjadi kesal pada Sungmin. Key membuka pintunya dan kali ini Kyuhyun harus bersusah payah menahan hasratnya. Baiklah, mungkin tubuhnya memang tubuh Sungmin. Tapi jiwanya masih jiwa Kyuhyun yang pervert bukan main.

Melihat Key masuk dengan piyama berwarna merah gelap bermotif Kitty. Dia sungguh menggemaskan. Ditambah dengan rambut acak-acakan dan juga boneka Kitty besar berwarna pink-putih membuatnya terlihat seperti anak kecil.

“K-Key…”  Kyuhyun tercekat saat melihat Key duduk disisinya kemudian dengan seenaknya melingkarkan lengannya pada pinggang Kyuhyun. “Ada apa?”

“Hikss…. Hyung.” Key sedikit terisak kemudian mengangkat wajahnya. “Aku tak tahu harus bagaimana dengan Jinki umma. Dia menyebalkan sekali, padahan Siwon sajangnim sudah membeli perusahaannya tapi dia masih tetap saja membenciku.”

“Sudahlah, tak usah dipikirkan. “ Kyuhyun mencoba mengulurkan tangannya, dan sebagai Hyung yang baik tentunya dia harus berlaku sebaik mungkin. Yah~ mencoba bertingkah seperti Sungmin. Mengusap kepala Key dengan lembut dan menariknya kedalam pelukannya. Tapi belum juga Key berhenti merajuk__

.

Brakkk…

.

“Ommo! Key…”

Kyuhyun yang kaget langsung melepaskan pelukannya pada Key. “Yak! Key! Apa yang kau lakukan?”

Ups~ sepertinya Sungmin melupakan satu hal. Ia tak mungkin membentak dan memarahi Key dengan tubuh yang masih merupakan tubuh Kyuhyun. Hingga akhirnya ia mencoba menenangkan diri dan berjalan pelan menuju Key yang masih melongo heran menatapnya.

“Kyu Hyung? Malam-malam kemari?”

“Nde, aku hanya merindukan Sungmin. Err… bisakah kau keluar dulu, aku harus berbicara dengannya dan ini SANGAT SERIUS.” Sungmin memberikan penekanan pada kata-katanya itu. Membuat Key merinding karena melihat wajah Kyuhyun yang semakin bertambah kadar ke-evilan-nya.

“Baiklah, aku pergi.”

.

Chup~

.

“Night~ night Ming hyung.”

????~

.

Blam~

.

Seribu pertanyaan muncul dibenak Sungmin. “Apa-apaan Key??? Grrhhhhhh….” Ia menggeram kesal melihat Key mencium kecil bibir Kyuhyun. Yeah, baiklah. Itu bukan salah Key, karena itu memang tubuh Sungmin.

 

Key keluar dari ruangan itu tanpa sepatah kata lagi, tanpa menoleh ke arah belakang dan tanpa melihat bagaimana reaksi Kyuhyun dan Sungmin.

“Yack~Key…” Sungmin menggeram marah ia kemudian mengunci pintu kamarnya dan berjalan cepat kearah Kyuhyun. “Ayo katakan, dasar setan mesum! Apa yang kau lakukan pada Key? Kenapa dia menangis begitu?”

Bukannya menjawab, tapi Kyuhyun malah menariknya untuk duduk disisinya. Membenarkan kemejanya sendiri yang sudah berantakkan dan juga merapikan poninya. “Ming, aku ini hallyu star. Tak pantas keluar rumah dengan keadaan kusut dan aneh seperti ini.”

Kyuhyun mencoba mengalihkan pembicaraan dari Key. Dan bukankah dia memang harus membicarakan masalah mereka dengan Sungmin? Satu kebetulan melihat Sungmin datang sendiri ke tempatnya.

Kyuhyun kemudian menghentikan kegiatannya dan menjatuhkan punggunya hingga menyentuh kasur empuk Sungmin. Berbaring dengan nyaman dan melihat langit-langit kamar Sungmin.

“Kenapa kau bertingkah seakan kita biasa saja, Ming.”  Kyuhyun menggumam pelan. Dan pertanyaan itu tepat mengenai jantung Sungmin. Rasanya nyeri saat mendengar pertanyaan itu dari mulut Kyuhyun.

Bukankah ia yang memutuskannya, jadi kenapa sekarang Kyuhyun sepertinya tak punya beban? Bahkan sekarang malah ia yang merasa kehilangan namja itu. Sungmin berusaha mengatakannya tapi tetap saja kata-kata itu tercekat diujung bibirnya dan tak mau keluar.

“Jika aku punya kesalahan, maka maafkan aku Ming. Dan untuk masalah Key tadi, aku hanya mencoba menenangkannya.  Hubungan Key dan Onew tak disetujui dan kita sama-sama tahu bagaimana rasanya, Ming.”

Kyuhyun menatap Sungmin, menatap punggung namja itu. Ia tetap berbaring nyaman diposisinya, dan kemudian mengulurkan tangannya untuk meraih Sungmin. Pada awalnya namja itu menolah tangan Kyuhyun, tapi akhirnya ia menyerah saat merasakan cengkraman Kyuhyun semakin kuat pada lengannya.

“K-Kyu~ Mianhe, kita harus tertukar lagi seperti ini.”

Kyuhyun menoleh pada Sungmin yang kini sudah berbaring disisinya. Ia tersenyum canggung melihat wajahnya sendiri. Ingin rasanya ia memukuli wajah bodoh yang sering membuat Sungmin kesal itu. Tapi akhirnya ia hanya bisa menghela nafasnya. “Jadi katakan, apa kebohonganmu?”

“Aku tidak berbohong.”

“Katakan Cho Sungmin.”

“Aku tidak berbohong, Kyu.” Sungmin memalingkan wajahnya dari Kyuhyun. Jujur, ia  lebih memilih seperti ini daripada melihat kehancuran Kyuhyun-nya.

Kyuhyun menggeleng. “Aku tak percaya kau sudah tak mencintaiku, dan ini sangat konyol. Bukankah kita sepakat untuk bertahan bersama, Ming? Jadi kenapa kau menyerah begitu saja?”

Kyuhyun tetap menatap langit-langit kamar dan kemudian ia menggenggam tangan Sungmin. “Aku meminta maaf atas perbuatan fans-ku. Aku tahu mereka mungkin menyakitimu.” Kyuhyun berbisik sangat lirih. Ia mendekati telinga Sungmin dan mengecupnya pelan.

“Tapi kumohon, Ming. Jangan pernah mengatakan kita berpisah semudah itu.”

Sungmin bersusah payah menahan air matanya. Kedua matanya mulai memanas, dan ia sebentar lagi mungkin tak akan bisa bertahan.  Kyuhyun hampir meraih pipi Sungmin dan mengecupnya. Namun getaran ponsel di saku celana Sungmin semakin membuatnya tak nyaman.

Dengan cepat ia meraih ponsel itu. “Nyonya Cho?” Kyuhyun mengeryit heran menatap Sungmin. “Apa maksudnya dengan ini?” Kyuhyun mulai geram menahan marahnya. “Apa umma yang menyuruhmu?”

“Ahni, Kyuh. Aku hanya___”

 

“Jangan berbohong padaku Ming.”

“Kyuhh~ Aku benar-benar tak tahan terus-terusan seperti ini.  Membayangkannya saja aku sudah tak bisa jadi jebal, jangan pertanyakan lagi. Matikan saja telfonnya Kyu, tak ada gunanya. ”

Kyuhyun tak mempedulikan Sungmin. Ia beranjak dari posisisnya dan kemudian dengan cepat mengangkat telfon itu.

‘Lee Sungmin, kau benar-benar berbakat. Aku tak tahu jika kau bisa berakting sebagus itu. Baiklah, kita deal. Aku akan bicara langsung dengan  Robert dan kau ___ bisa bermain di film itu. Gomawo, telah meninggalkan Kyuhyun-ku.’

Kyuhyun tersentak, tak mempercayai ini. Bagaimana bisa Sungminnya melakukan ini padanya? ”Jadi kau menukarku?”

Sungmin menggeleng pelan. Sungguh ia ingin berkata tidak, tapi bagaimana bisa ia mengatakan yang sebenarnya jika begini. Ia tak mungkin menjelekkan Nyonya Cho dimata putranya sendiri.

“Kau menukarku dengan peran bodoh itu.”

“Kyuh~ aku… hikss…”

Kyuhyun menggeram kesal. Ia dengan cepat mendorong Sungmin untuk keluar dari kamarnya. “Keluar dan nikmati kehidupanmu. Baiklah, mungkin kau senang menjadi terkenal dan kaya. Pakailah tubuhku sesukamu Ming, dan pergi! Jangan pedulikan aku lagi.”

“Tapi Kyuh, aku sungguh~ hikss… aku…”

“Kau apa? Kau meragukan aku? Hahha~~~ hanya berakting di film laga. Aku bisa menggunakan stuntman jika aku tak bisa. Kau tenang saja dan nikmati uangku. Kau benar-benar rendahan!”

.

Blam…

.

Kyuhyun menutup kasar pintunya. Tak mempedulikan bagaimana keadaan Sungmin di luar ruangan itu. Namja itu hanya bisa jatuh mendudukkan tubuhnya dan bersandar lemas pada pintu kamarnya.

“Jeongmal mianhaeyo, Kyuhyunie…”

Sungguh, ia tak menginginkan yang seperti ini. Tapi bagaimana lagi jika mereka memang harus begini? Sungmin mencoba bangkit dan melangkah pelan meninggalkan rumahnya. Ia kemudian menuju ke mobilnya dan segera pulang ke rumah Kyuhyun.

“Mianhe, Kyuh…”

.

.

.

“Jadi adegan itu akan seperti ini. Kau tenang saja, jalanan ini sudah dibersihkan jadi mungkin kau hanya akan terganggu oleh tebal kabut di awal musim dingin ini.”

“Yeah, baiklah.”

Kyuhyun berusaha untuk menjadi Sungmin. Ia tak tahu harus berbuat apa. Baginya yang terpenting adalah kebahagiaan Sungmin. Sungmin senang menjadi terkenal dengan banyak uang dan mungkin banyak yeoja yang mengelilinginya.

Kyuhyun kembali menggeleng tak percaya. Ia menatap dari kejauhan. Begitu rumitnya lintasan jalan raya yang akan menjadi pengujian pertama atas aktingnya itu. Ia tak boleh gagal.

“Oke! Get ready!” Robert mulai memberi aba-aba. Ia sudah bersiap diposisinya sambil memberikan arahan pada Krunya. Sementara Kyuhyun melangkah pasti sambil mengeratkan sarung tangannya dan masuk kedalam mobil sport berwarna hitam silver yang akan dikendarainya.

“Take! 3, 2, 1~ and action!”

Sutradara itu berteriak keras dan dimulailah kejar-kejaran itu. Kyuhyun mencoba meluncur melingkari bukit yang penuh dengan salju dan licin. Sempat sesekali selip tapi ia mengabaikannya.

“Cut! Aish…. Not Good. One more take, get ready on the spot!”

Kyuhyun kembali mengemudikan mobilnya menuju ke awal lokasi. Ia menghela nafas dan sedikit gugup. “ Ternyata memang pekerjaan ini tak mudah.”

.

.

.

Sementara itu, ditempat lain~

“Mianhe, jalan ini sudah ditutup. Anda bisa menggunakan jalur sebelah sana.”

“Ahni, aku terbiasa lewat sini. Dan jebal, istriku akan melahirkan dan aku harus segera sampai di rumah sakit. Ini adalah jalan yang paling cepat.”

Kru itu masih mencoba menghalangi, tapi nampaknya ahjussi itu tak mempedulikan larangannya. “Aku harus segera sampai. Menyingkir atau aku tabrak?!”

 

“Mianhe, tapi…”

“Baiklah, kau yang memilih.”

Ahjussie itu menginjak pedal gas dan langsung saja menabrak palang penutup jalan itu. Untung saja Kru yang menghalanginya sempat menghindar dan lompat. Dengan cepat ia meraih ponselnya dan segera menghubungi Robert.

“Ah, excuse me. We’ve got a problem. One car just drift so fast and go to our line. Please, stop Sungmin ssi.”

‘What? I can’t  hear you?’

“Damn!” Kru itu mengumpat kasar dan berusaha berteriak. “Avoiding accident! Please! Stop Sungmin-ssi. One car got lost and go in to our line!”

‘Ah… damn.’

Akhirnya Robert bisa mendengar peringatan itu. Namun sayang, Kyuhyun sudah melintas dengan cepat seakan menghindari mobil yang ada dibelakangnya. Ia begitu terobsesi dengan peran ini dan sama sekali tak memperhatikan sekitarnya.

Bahkan para kru yang sudah mencoba memperingatkannya sama sekali tak ia lihat. “Sungmin-ah. Aku melakukan ini untukmu.” Kyuhyun menggeram pelan sambil terus membanting stir ke arah kanan dan…

.

Brakk…!!!!

.

Semuanya meredup~

Yang ada dimata Kyuhyun hanya bayangan Sungmin. Bayangan yang semakin mendekat padanya. Namun saat tangan Kyuhyun mencoba untuk meraihnya~

Ia hanya bisa menggeram kesal. Ia tak akan mungkin bisa meraihnya.

“Sungmin-ssi… ieronna! Sungmin-ssi!”

Teriakan kru yang berhamburan menghampirinya sama sekali tak terdengar jelas ditelinganya. Ia  sama sekali sudah kosong, dan untuk terakhir kalinya ia tersenyum. “Saranghae Lee Sungmin.”

.

.

.

Dihari yang sama, Sungmin masih duduk gelisah dikursinya. Ia sungguh sama sekali tak menginginkan menjadi Kyuhyun dengan segudang kekayaan dan uang. Ia menoleh saat melihat Jiwon mendekat ke arahnya.

“Kyuhyunie~” Yeoja itu tersenyum  kecil sambil membawa dua gelas teh. “Kudengar kau dan Sungmin sudah berakhir.”

Sungmin hanya diam, ia sama sekali tak berniat menanggapi Jiwon.

“Jadi rencana kita untuk menghancurkan Ummamu juga akan percuma.”

“Hnnn…” Sungmin mulai tertarik dengan pembicaraan ini. “Rencana kita?”

“Nde~.” Jiwon mengangguk dan memainkan kukunya. “Aku sudah berbicara dengan Seung Gie. Dan dia akan ikut mengancam keluar dari perusahaan jika tak mengijinkan kau dan Sungmin bersama.” Jiwon tersenyum. “Kau tahu bukan, bagaimana berpengaruhnya Seung Gie.”

“Nde~”

“Dan jangan lupakan, bahwa keluargaku juga memiliki saham yang tak sedikit diperusahaan. Tapi mungkin sekarang sudah tak berguna lagi.”

“Jadi, rencana itu…”

“Nde, rencana kita. Bahkan sangat mudah menjatuhkan dan mengancam Nyonya Cho, tapi aku benar-benar tak menyangka jika Sungmin rela melepaskanmu hanya karena peran bodoh itu.”

Sungmin terkejut. Ia tak menduga jika Jiwon akan tahu masalah ini. “Dari mana kau tahu? Kurasa aku tak menceritakannya pada siapapun.”

Jiwon terkekeh dan meminum sedikit kopinya. “Seluruh anggota dewan dan juga artis di CnC tahu tentang hal itu. Kau tahu~ Umma-mu itu gila. Dia merendahkann Sungmin dengan menceritakan hal itu dirapat dewan direksi pagi tadi.”

“Mwo?”

Belum selesai Sungmin terkejut dengan berita dari Jiwon, ia kembali dikejutkan dengan Hae yang berlarian cepat menuju ke arahnya. “Ada apa? Kenapa tergesa seperti itu?”

“Kyu, ini gawat.”

“Apa?”

“Sungmin_”

“Kenapa? Ada apa dengannya?” Sungmin mulai ketakutan melihat ekspresi Hae. Terlebih saat Hae memeluknya dan mengusap punggunya.

“Dengarkan aku. Aku harap kau tak akan kecewa atau marah, bersikaplah tenang dan ingat~ kalian sudah berakhir.”

“Memang ada apa?”

Hae melepaskan pelukannya dan kemudian menuntun Sungmin untuk  duduk.  Susah payah Hae mengatur nafasnya. “Sungmin….”  Ia berhenti sejenak dan kemudian berpaling dari Kyuhyun “Dia kecelakaan.”

“Mwo?”

“Dan koma.”

“Mwo?!” Sungmin lebih terkejut lagi saat mendengar itu. Ia langsung merasa lemas dan  luluh. “Apa maksudmu?” Pandangan Sungmin mulai kabur dan ia bergumam pelan.

“Dia kecelakaan saat syuting tadi.”

“Ahniya~” Tangis Sungmin pecah. Ia tak bisa membendungnya lagi. “Dimana dia?”

“Dalam perjalanan menuju Seoul Hospital.”

Sungmin langsung mengambil kunci mobilnya. Ia  segera beranjak meninggalkan Jiwon dan Hae. Tangisnya tak bisa ia bendung lagi. Berusaha untuk cepat sampai ke rumah sakit itu. “Jebal Kyu, kumohon. Hikss…..”

.

.

.

“Kyuhhh~” Sungmin menghampiri Key yang tengah terisak pelan dalam pelukan Onew. Key melepaskan Onew dan kemudian memeluk Kyuhyun. “Hyung~ eoteokkhe….”

Sungmin menggeleng pelan. Ia berusaha menahan isakannya. Ia melihat Zhoumi yang mengerang frustasi duduk di kursi tunggu. Ia melepaskan Key dan segera mendekat pada Zhoumi. Menarik kerah jaket namja itu dan menatap tajam padanya.

“Bagaimana  ini bisa terjadi?! Katakan padaku?!”

“Aku tak tahu~ aku….” Zhoumi menggeleng dan kemudian memeluk tubuh Kyuhyun. “Mianhe Kyu. Mobil itu memaksa masuk dan menabrak Sungmin. Aku tak bisa mencegahnya, too late~”

Sungmin jatuh lemas. Ia tak bisa bertahan dengan kedua kakinya. Tubuhnya bergetar menahan isakannya. Ia berusaha keras untuk bangkit dan menuju pintu masuk ruang operasi itu. Menggedornya kuat.

“Jebal! Biarkan aku masuk!? Yah!!! Biarkan aku masuk~”

Sungmin mencoba membuka pintu itu. Ia menepis semua tangan yang mencoba menarik tubuhnya. “Jebal~ selamatkan dia hikss….. kumohon~”

.

.

.

.

.

 Sungmin berjalan perlahan. Menatap sendu pada tubuh yang terbujur kaku dihadapannya. Ia semakin mendekati tubuhnya. Tubuh dengan jiwa Kyuhyun yang entahlah~

“Aku akan meninggalkan kalian. Aku tahu, ini akan sulit. Bahkan sangat sulit bagi Sungmin-ssi. Seluruh jaringan syaraf di otaknya lumpuh. Aku tak yakin dia akan bisa sadar dari komanya, tapi kiharap masih ada keajaiban.”

Dokter itu berlalu melewati Sungmin, menepuk bahunya dan membenarkan kacamatanya. Kemudian meninggalkan Sungmin dan menutup ruangan itu. Key dan yang lainnya bahkan tak berani masuk. Mereka tak mau mengganggu Kyuhyun dan Sungmin.

Perlahan tangan Sungmin terulur dan menggenggam erat Kyuhyun. Ia tertawa kecil, menganggapk konyol semua permainan mereka. “Hehehe… Lihatlah, bahkan aku masih disini. Kenapa mereka mengatakan aku koma? Hei, Kyuhyun-ah~ bangunlah. Jangan bercanda lagi.”

Sungmin bersusah payah menahan panas dimatanya. Dadanya semakin terasa sesak saat melihat keadaan Kyuhyun yang jauh dari kata baik-baik saja. Bahkan denyut  jantung namja itu sangat lemah. Sungmin menarik satu kursi disudut ruangan dan duduk mendekati ranjang Kyuhyun.

Ia menggenggam kembali tangan Kyuhyun dengan kedua tangannya. “Baiklah, aku minta maaf. Aku tak akan pedulikan lagi film itu atau kehidupanku nanti. Dan satu hal, aku melakukan ini untukmu. Jadi….hukss…” Sungmin tak kuasa lagi.

Ia menempelkan telapak tangan Kyuhyun yang dingin ke pipinya. “Bangunlah untukku, Kyu. mianhe~”

Sungmin terus mencoba menahan tangisnya dan berusaha mengajak tubuh kaku itu untuk berbicara dan meresponnya. Tapi sayang, namja itu memang sudah terbang entah kemana. Jiwanya tak lagi didalam tubuh itu.

Perlahan saat ia merasa lelah dan tak sanggup lagi, Sungmin beranjak naik ke kasur rumah sakit itu. Diangkatnya leher Kyuhyun dan menyelipkan lengannya di bawah leher namja itu. Melingkarkan satu lengannya dan menautkan jemari mereka.

“Aku tak tahu harus bagaimana jika sekarang~ hiks…. kau begitu marah sampai tak mau bicara denganku lagi. Kyuh~ aku tak butuh uangmu. Hikss…. bangunlah Kyuhhhh…~

.

.

.

.

.

TBC

 

Bagaimana dengan part ini? Jujur saya niat banget lanjutin ini. Yeah, berhubung mood and feel lagi baik banget. And aku harap respon readers juga baik.

 

Semoga ga pada bingung yah….

 

Min to Comment?

43 thoughts on “SECRET HEART | KYUMIN | YAOI | Ch. 17

  1. Huweee..
    Crita’ny bener_bener mengharukan dan penuh pengorbanan..
    Andaikan ming tau lebih awal rencana’ny kyu T___T

    suka banget ma ff nie
    Feel’ny dapet🙂
    Mian ya eonni cuma komen d’sini😦

    Hwaitiiiiiiiing~~

  2. Huweeeee kyuuu banguuun T^T
    Kyu salah paham deh,tp ming kasian dia dilema bgt😦
    Gak tega kyu brprasangka buruk ama ummanya tp diem ajah wkt difitnah hikss
    Ummanya kyu kejaaaam
    Lanjuut onnie🙂

  3. Hiks. .hiks . .T_T . . . .umin oppa yg Sbr ya . . .doain Aja kyuppa Bkalan sadar . . .sering” sholat malam . . .cman ithu Nasehat dri Anakmu Nie . . . . . ..

  4. Kyu mlah jd slah pham ma ming.:-(
    Nyonya cho licik amat sich
    Nyesek kali jd ming liat kyu yg koma gr2 mksain akting,tulus berkrban bwt ming.
    Eonni,q leh minta pw yg dreams,drama gag??
    SoalY fb q lg eror jd g bs bc lwt fb
    Keep writing ,gamsae eonni

  5. sediiihhh… T,T
    gara-gara kyuhyun salahpaham sama sungmin, kyuhyun jadi kecelakaan..huwaaa T,T
    semoga kyuhyun cepet sadar dan bisa balikan lg sama sungmin..

  6. Kyu,,bngunn,,ke inget ma cuplikan nya secret garden yg hyunbin nya bertkar jwa dmi gil ra im,,eumm sweet sh tpi nyesek bcnya,,di lnjut nee,,

  7. wach jiwany ktuker lagi y???
    wach kyuhyun salah paham ma sungmin😦
    pa key sadar y kl kyuhyun it sbrny adalah sungmin….

    lanjut min

  8. kyu salah paham…
    hiks hiks…
    aqhu nngiz baca nya eonni…
    kyu salah paham sampai sesedih itu…
    klo aqhu d posisi kyu,,
    aqhu gag mau liat ming lg..
    abiez mutusin smw sndri tnpa ngmong k kyu .. ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s