Dreams… || KyuMin || GS || Ch. 6/end

.

.

.

.

.

 

Kami tak melakukan apapun malam itu. Entahlah, meski aku sudah mengatakan untuk belajar mencintainya tapi sepertinya dia masih tak bisa memaafkan aku.

 

Aku kembali melihat seisi rumah besar ini. Berada sendirian di ruangan yang luas dan sepi. Hanya ditemani satu pigura besar, lukisan yang baru datang pagi tadi.

 

Hamparan bunga kuning dengan sepasang kekasih berbaju pengantin yang cantik. Itukah aku yang terlihat bahagia? Kenapa dia bisa menemukan senyumanku semudah itu?

 

Aku meyakinkan  diriku sendiri, kali ini aku tak boleh menyerah. Dia telah berjuang banyak untukku dan sekarang ini adalah giliranku…

.

.

.

.

.

.

Dreams….

 

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

– Kim Jong Woon a.k.a Yesung

– Other Super Junior member

Pairing : || KYUMIN || slight Yemin

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

Genre : ||Drama || Romance||Fluffy Angst||

Warning : || GS || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||SAD jadi siapn tissue yang banyak J

Summarry : ||Ini bukanlah yang aku inginkan. Seandainya saja kau tahu jika ini menyakitkan, kuharap kau tak akan meninggalkan aku semudah itu. Tapi, mengapa disaat pertemuan itu datang, aku tak bisa bernafas…. aku TERPENJARA…||

Another PRESENT From Me

 

Mini Series

 

~ DREAMS ….~

 

Just KYUMIN

.

.

 

Ini emang terinspirasi and ngikutin film India yang aku sendiri lupa judulnya.

Emang sih, ceritanya klasik banget tapi menurutku…

 

Pengorbanan itu mahal harganya

.

.

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

 

Nikmatilah STORY-nya…. ^_____^

.

.

HAPPY READING

.

.

 

 

Chapter 6

 

.

.

.

.

Lee Sungmin POV

.

 

.

 

.

 

Aku beranjak dari tempatku sedari tadi. Aku tak mau terus berada disini dan merenungkan semuanya. Aku harus bergerak sekarang, meski ini bisa menurunkan harga diriku.

 

Seperti mimpi saat ia mengatakannya padaku, sampai membuatku terlihat semakin bodoh karena terus saja berharap dia akan bersamaku tanpa aku melakukan apapun. Tanpa pengakuanku, tanpa kekalahanku.

 

Aku harus menguatkan perasaanku, meski masih terasa aneh tapi aku terus mencoba meyakinkan diriku sendiri. Jika ini memang cara yang ia inginkan, maka aku harus mengikuti permainannya.

 

Jika aku harus mengambilnya meski dengan paksaan, maka aku akan memaksanya. Ia tak boleh seperti ini dan meninggalkan aku.

 

“Kyuhyun-ah…”

 

Aku mengusap kasar air mataku dan terus berjalan cepat menuju ke garasi di samping rumah megahnya. Menimbang yakin dengan tidak, tapi aku harus melakukannya.

 

.

 

.

 

Flashback On

 

.

 

.

 

Tak terjadi apapun, and yeah… we just kiss. Okkay, mungkin itu awal yang buruk untuk perkembangan perasaanku. Atau aku saja yang terlalu berfikir jika kami akan.. eumm… yah kami sudah menikah dan make love it was just a simple things.

 

Tapi dia hanya tersenyum dan terus tersenyum, kemudian hanya menciumku dan hanya dikening. Konyol sekali. Aku ingin marah karena merasa jatuh seketika didepannya. Hello… butuh banyak keberanian bagiku untuk mengambil keputusan ini dan dia hanya mengacuhkan aku. Cho Kyuhyun, such an amazing man. Aku tak pernah menyangka akan jatuh sampai sekonyol ini.

 

Yesung oppa bahkan seribu kali lebih baik, tapi kenapa aku jadi memilihnya dan memiliki perasaan seperti ini. Dan lihatlah namja itu, dia tengah membereskan barang-barangnya. Apakah dia tak punya perasaan?

 

Meninggalkan aku setelah aku mengaku kalah? Apa yang sebenarnya ada dipikirannya?

 

“Aku akan pergi ke Italia.”

 

“Untuk apa?”

 

“Hanya memberimu ruang berfikir.” Dia tersenyum lagi dan menggeleng. “Aku hanya berfikir, mungkin saja kau butuh sendiri untuk memastikan semuanya. Aku tak mau memaksamu dan menyakitimu lagi, terlebih dengan sentuhanku yang mungkin bahkan sama sekali tak kau inginkan.”

 

“Kyu?” Aku hanya bisa mengernyit dan terus berfikir, dan hingga akhirnya ia pergi berlalu melewati aku begitu saja. Dia bukan seperti Kyuhyun yang selama ini aku kenal. Kyuhyun yang begitu lembut padaku dan sangat mengerti aku. Tapi sekarang, sosok itu hilang.

 

Aku ingin mengejarnya, tapi bagaimana mengejarnya. Aku bahkan tak tahu dimana tempatku berdiri sekarang. Dia terlihat begitu jauh dan bahkan tak bisa kulihat lagi.

 

Ini adalah hari kedua dia pergi. Dan sekarang mungkin adalah waktu yang tepat untuk menyadari kebodohanku. Aku sempat terkejut saat melihat mereka datang, bahkan aku tak pernah menyapa mereka selama ini.

 

“Cho Umma….”

 

Yeoja itu berjalan anggun dan memelukku. Aku tak tahu harus berbuat apa, aku seperti tengah membohongi mereka semua. “Bagaimana pernikahanmu chagi? Maafkan Kyuhyun, karena dia harus menyelesaikan pekerjaan yang ada di Italia. Perusahaan disana sedikit goyah. Heum… padahal aku sangat berharap kau akan ikut bersamanya, tapi dia berkata kau sedang sibuk dengan rumah baru kalian.”

 

Aku hanya mengangguk canggung. Aku bahkan tak pernah mengurus rumah ini sebelumnya. Dan Cho Umma, dia beranjak dari kursinya dan berjalan kesekeliling rumah, sedangkan Ahra eonie dan Cho appa tengah berada di dapur mempersiapkan makan malam.

 

Mereka menikmati rumah baru ‘kami’ tapi aku… yang kulakukan adalah selama ini adalah membiarkan Kyuhyun hidup sendiri. Bagaimana bisa aku melakukannya? “Umma…”

 

Aku merasakan tangan lembut itu mengusap bahuku, dan kemudian membawaku dalam pelukan hangatnya. “Aku tak tahu apa yang terjadi dengan kalian. Tapi…”

 

Yeoja ini begitu cantik dan anggun dengan segala pesonanya. Mungkinkah dia yang menggoreskan sisi lembut Kyuhyun hingga namja itu terlalu membiarkan dirinya terluka sendiri karena kebodohanku?

 

“Jika bisa bertahan, maka Umma mohon. Bertahanlah untuk pernikahan kalian. Umma tak menuntut banyak hal, hanya cintai dia. Kau perlu tahu, bahwa sebelum bertemu denganmu dia bahkan seorang namja yang gila kerja. Dan saat aku melihatnya pertama kali, diam dan  hanya menatapmu dan saat itu aku tahu dia benar-benar mencintaimu.”

 

“Hikks….” Aku pernah merasa bodoh, tapi selama ini yang kulakukan adalah kebodohan terbesar. Aku tak tahu harus bagaimana dengan pernikahan ini. Haruskah aku mengatakannya pada Umma? Aku, ”Hikksss…. Jongmal mianhamnida….”

 

Aku memeluknya erat, dan tak pernah senyaman ini. Aku merindukan Umma, merindukan pelukan hangatnya. “Pernikahan kalian, adalah bagian terbaik dalam hidupku. Dia putraku yang sangat aku banggakan Ming, kuharap kau bisa menjaganya lebih baik dari yang aku lakukan. Bahagialah.”

 

.

 

.

 

.

 

Kepingan ingatan itu terus menyiksaku. Cho Kyuhyun, yang bahkan tak pernah memiliki Lee Sungmin bahkan setelah pernikahan kami.

 

“Kau ingin menyusulnya?”

 

“Appa…”

 

Namja ini duduk mendekatiku dan kemudian menggenggam tanganku. “Kyuhyun adalah cahaya bagi kehidupan kami. Dia putra yang terbaik, terpintar dan segalanya bagi kehidupan kami.”

 

“Bahkan aku sangat iri padanya.”

 

Ahra eonni. Dia tersenyum dan memelukku erat. “Aku tahu, kalian tak baik-baik saja selama ini. Aku tak akan menyalahkanmu atas semuanya, aku tahu jika boleh menyalahkan maka Kyunnie yang salah. Tapi, aku tahu kau juga mencintainya. Bahkan sangat mencintainya lebih dari apa yang bisa kami lakukan untuknya.”

 

Appa merogoh kantungnya dan membuka genggaman tangannya tepat di depan mataku. “Ini adalah pemberian keluarga untukmu. Jadilah menantu terbaik yang appa miliki, dan bahagiakan dia.”

 

“Aku… hikss… Appa….”

 

Aku hanya bisa menangis melihat mereka. Cinta untukku begitu besar, tapi aku tak pernah menyadarinya. Aku hanya terus memikirkan diriku sendiri tanpa mempedulikan banyak orang yang terluka.

 

.

 

.

 

.

 

Aku kembalike ruangan ini. Tempat yang mengagumkan yang akan selalu aku rindukan. Aku melihat Yesung Oppa yang baru pulang dari jadwalnya, mungkin. Ia tersenyum dan berjalan mendekat padaku. Sungguh aku ingin memeluknya, begitu erat.

 

Tapi aku hanya diam dan menunggunya menghampiriku, membiarkannya duduk di sisiku dan menatap aneh padaku. Aku mengangkat wajahku dan memberanikan diri untuk menatapnya.

 

“Yesung oppa… mianhaeyo…”

 

Dia menggeleng dan melepaskan jaketnya. Tersenyum kecil padaku, “Kau tak perlu mengucapkannya berkali-kali, Princess. Bukankah aku sudah mengatakan aku akan baik-baik saja?”

 

Aku mendekati namja ini, entahlah. Mungkin dia sudah menjadi bintang hingga ia terlihat begitu tampan dan bersinar. “Kau sangat menakjubkan, oppa.”

 

“Yes, i am.” Dia menarikku dalam pelukannya. “Apakah kau menyesal telah salah menikahi orang?”

 

“Oppa?”

 

“Hahahha…. lupakan saja Princess.” Dia melepaskan pelukannya dan mengusap lembut rambutku. “Bahagialah untukku, atau aku akan melakukan apapun untuk mengambilmu darinya jika kau tak berbahagia dalam pernikahanmu.”

 

“Oppa…”

 

Dan namja ini, hanya tersenyum dan menyentuh daguku. “Kau putri tercantik, Minnie…  tetaplah menjadi bagian dari kebahagiaanku dan bahagialah untukku…”

 

 

.

 

.

 

Flashback Off

.

 

.

 

Aku mengemudikan mobilku menuju bandara Incheon.  Aku harus segera menyusul Kyuhyun, dan…

 

“Ah,jebal… apalagi ini…” Aku harus kembali mendesah kecewa saat melihat kerumunan  orang yang ramai di tengah jalan.

 .

 

.

 

Lee Sungmin POV end

 

.

 

.

 

Sungmin mendekat ke kerumunan orang itu, “Bisakah memberi aku sedikit jalan, aku harus segera menuju ke bandara.”

 

“Ya! Kau tak lihat, jika kami juga sedang berusaha untuk menyingkir. Tapi lihatlah, dia tak mau mengalah. Hei… kau yang menabrakku. Ayo bertanggung jawab.”

 

Namja itu menuding namja yang ada didepannya dan kembali pertengkaran itu terjadi di jalan raya, berhasil memblok jalan satu jalur yang harusnya bisa dilewati Sungmin. Di depannya, banyak mobil lagi yang terjebak kemacetan karena dua kendaraan yang berada di tengah jalan itu.

 

Sungmin mengerang frustasi, ia segera berlari menuju ke mobilnya dan mengambil tasnya. “Aku harus  pergi dari sini. Aishh…”

 

Sungmin sedikit berlari dan segera mencari jalan lintas yang paling cepat hingga menemukan lajur jalan lainnya. Ia berusaha berulangkali memberhentikan taxi, tapi sayang sama sekali tak ada taxi yang mau berhenti. Ia sedikit mengacak rambutnya dan sesekali menghentakkan kakinya kesal. Akhirnya ia menyerah dan memilih menunggu bis.

 

“Aish…. kalau begini, aku akan benar-benar telat…” Sungmin menggumam pelan. Dan ia mulai melihat ke sekitarnya. Posisinya sekarang sudah sedikit jauh dari tempatnya macet tadi. Hari sedikit mendung dan mulai gelap karena sore, dan sepi. Entah kenapa cuaca terasa aneh bagi Sungmin kali ini. Di tempatnya duduk sekarang, bahkan tak ada satupun orang yang melalui jalanan yang seharusnya rame itu.

 

“Ck… kenapa sepi sekali, membuatku takut saja?”

 

Sungmin kembali menggumam dan ia beranjak dari duduknya. Melihat ke kanan dan kiri, berharap ada bis yang bisa segera membawanya pergi. Namun, ketakutannya saat ini semakin menjadi saat melihat kerumunan namja dengan pakaian yang terlihat sangat menyeramkan baginya mulai berjalan mendekatinya.

 

“Ommo…”

 

Sungmin mulai gelisah dan ia berjalan pelan, hingga cepat dan sedikit berlari. “Yah!!! Noona!!! Berhenti! Mau kemana kau?! Hahaha…”

 

Mendengar teriakan itu, Sungmin semakin mempercepat larinya dan…

 

“Ahss…”

 

Ia mengaduh saat tak sengaja heelsnya masuk ke dalam lubang. “Hiks… jebal… siapapun selamatkan aku…” Sungmin menggumam sambil terus berusaha mundur menjauhi kerumunan namja yang semakin dekat dengannya.

 

“Ah, yeoja manis…. kau sangat cantik.”

 

“Hiks…. ambil saja semua. Jangan ganggu aku…” Sungmin melempar tas dan juga melepaskan sepatunya. Ia berusaha bangkit tapi sayang kakinya sudah terkilir dan terasa semakin sakit.

 

“Kau tak akan kemana-mana noona. Kau akan bermain dengan kami, ahhahaha….”

 

Tapi sebelum kerumunan namja itu mendekati Sungmin, Sungmin harus kembali dikagetkan dengan sebuah limo berwarna hitam pekat yang berhenti disisinya. Namja berjas hitam turun dari limo itu dan berhenti menghampiri Sungmin.

 

“Apa?? Siapa kau hikss…. jeball jangan ganggu aku…”

 

Namja itu hanya memasang wajah dinginnya dan tersenyum. “Kau akan ikut denganku. Pengawal…” Turunlah dua namja lain dari dalam mobil dan langsung membawa Sungmin.

 

“Kya!!! Lepaskan aku! Kya!!!”

 

“Bius saja dia.”

 

“Ahni! Jebal! Jangan lakukan ini padaku… hikss… Kyunie…hikkss…. Jebal… Kyun…eunghhh…”

 

Dan Sungmin, dia sudah kehilangan kesadarannya. Namja berjas hitam itu kemudian menyodorkan amplop coklat yang cukup tebal pada kerumunan namja preman yang tadi mengejar Sungmin. “Good job.”

 

.

 

.

 

.

 

“Eungh….”

 

Yeoja yang berbalut gaun putih ini melenguh pelan saat wajahnya terkena pancaran hangat matahari. Ia berusaha keras menghilangkan rasa pusingnya dan mencoba membuka kedua matanya.

 

Mengerjapkan pelan dan ketika ia sudah mulai terbiasa dengan semua yang dilihatnya…

 

Tangannya meraba tubuhnya. Bukan…

 

Bukan berbalut baju kemarin, baju lusuh yang bahkan begitu bau dan kotor. Ia bahkan bisa menciumnya, jika tubuhnya sangat wangi. Dan perlahan ia beranjak dari duduknya. Melihat ke arah tubuhnya sendiri yang terpantul jelas didepan cermin.

 

“Hikss….”

 

Ia kembali menangis lirih. Ia ingat betul apa yang ia pakai saat ini. Bahkan di ruangan yang asing ini, ia masih bisa mengingat jelas jika kamar yang ia tempati sekarang adalah kamar yang sama dengan kamar yang dulu.

 

“Kyuniee… hikks…”

 

Sungmin mulai menangis lirih dalam kesepiannya. Ia sungguh menyesali semua kesalahannya selama ini. Dan hingga akhirnya perhatian Sungmin kembali pecah saat mendengar suara pintu terbuka. Ia mendengar derap langkah sepasang sepatu yang berjalan pelan dan semakin mendekatinya.

 

 Sungmin tak ingin menoleh, ia sungguh takut jika ia akan menemukan kenyataan yang mungkin saja berbeda dari apa yang ia harapkan. Dengan tergesa Sungmin menyembunyikan wajahnya, menunduk dalam. Namja itu semakin mendekat dan menatap datar pada Sungmin. Ia ber dan menatap datar pada Sungmin. Ia berhenti disisi Sungmin.

 

Sungmin  merasakan sentuhan dengan sedikit remasan di bahunya. “Jeballl… jangan lakukan apapun padaku…” Ia memohon sedikit dengan berjuta ketakutan dihatinya.tubuhnya sudah bergetar tak keuran.

 

Namja itu tersenyum dan perlahan memeluk Sungmin dari belakang. Melingkarkan lengannya dengan lembut dan perlahan penyusup ke pinggang Sungmin. Jantung Sungmin sudah berdebar kencang, terlebih ia mulai merasakan hembusan nafas hangat di tengkuknya.

 

“Ming…”

 

.

Degh~

.

 

“K-Kyuhh…” dan dengan cepat Sungmin memutar tubuhnya.  Sebuah senyuman ia ukirkan untuk Kyuhyun. Membiarkan kedua lengan kuat itu semakin menguncinya dan membiarkan tubuhnya lepas dengan sendirinya dan muali menikmati pelukan Kyuhyun.

 

Meski canggung pada awalnya, tapi Sungmin akhirnya merasa nyaman saat ia bisa memeluk tubuh Kyuhyun. Bahkan namja itu berpakaian lengkap, yang sepertinya baju pernikahan mereka.

 

“Kau membuatku hampir mati…”

 

“Yah, hanya satu kejutan saja.”

 

“Hiksss…” Dan Sungmin mulai terisak lagi. “Bahkan aku sangat takut saat kemarin, dan sekarang kau bilang semua hanya kejutan. Hikss…. kau tega sekali Kyuh, kukira aku tak akan bertemu denganmu lagi. Hikss… hiksss….”

 

Kyuhyun hanya tersenyum dan mulai membimbing Sungmin untuk duduk nyaman di pangkuannya. Ia menatap kagum pada wajah cantik yang sedikit aneh dengan maskara yang sudah agak luntur itu. “ Heum… harusnya kau tak merusak apa yang sudah susah payah dilakukan Umma dan Ahra noona.”

 

“Maksudmu?”

 

“Yah… rahasia. Kalau tidak mengerti juga tidak apa-apa.” Kyuhyun kemudian menurunkan Sungmin kemudian dengan cepat menarik lengannya menuju ke balkon rumah megah itu. “Kau tahu, kau dimana?”

 

“Tempat ini, aku tak mengenalnya.”

 

“Kita sedang liburan. Yah, anggap saja honeymoon yang benar-benar terlambat.”

 

Entahlah, mungkin sedikit berlebihan. Tapi mendengar kata honeymoon saja, Sungmin seakan tak bisa menghentikan raut senyum yang terus ia ukirkan di wajahnya. Kyuhyun menangkup pipi Sungmin dengan satu tangannya dan tangan yang lain kembali menarik Sungmin dalam pelukannya.

 

Tangan Kyuhyun mengusap lembut pipi itu. Hingga akhirnya suasana menjadi sepi dan juga sangat asing untuk mereka. Asing dengan suasana itu tapi merasa nyaman dengan posiis mereka.

 

Jantung Sungmin berdegub kencang saat melihat wajah Kyuhyun begitu dekat. “Hei, aku tahu aku tampan…” Kyuhyun bergumam lirih dan kemudian mengangkat dagu Sungmin. “Tenanglah, I’m yours Princesss…”

 

“Kyuh, aku eum…” Sungguh Sungmin merasa tak nyaman dengan panggilan itu. Terlebih Yesung seringkali memanggilnya princess.

 

“Tak suka dengan panggilan itu?”

 

Sungmin menatap Kyuhyun, dan namja itu hanya mengangguk kecil.

 

“Baiklah, jika tak suka maka tak akan kupanggil lagi dengan nama itu. Bagaimana kalau Minimi…”

 

Sungmin mengangguk pelan. Ia kemudian mengernyit heran ketika teringat akan satu hal. “Kau harusnya ada di Italia.”

 

“Kenyataannya sekarang aku ada disini.”Kyuhyun tertawa kecil dan kemudia sedikit membimbing Sungmin untuk bersandar pada dinding kamar mereka. Memenjara tubuh cantik itu dengan kedua lengannya. “Kau merindukanku?” Sungmin mengangguk pelan, membuat Kyuhyun semakin tetsenyum lebar. “Jadi kau benar- benar mencintaiku?”

 

“Eumh, itu aku akan berusaha Kyu. Setidaknya beri aku kesempatan, ak-aku… akan menjadi yang terbaik  untukmu.”

 

“Benarkah?”

 

“Nde.”

 

Kyuhyun terlihat berfikir. Ia semakin mendekatkan wajahnya pada Sungmin. “Kalau begitu bagaimana jika aku menciummu, apa boleh?”

 

“Eum, tentu saja. Cium saja.” Sungmin mengulurkan jari telunjukknya dan menunjuk pipi chubby putihnya.  Tapi Kyuhyun hanya menyeringai kecil dan mulai mendekati Sungmin. Ia tersenyum saat berada begitu dekat dengan pipi itu, hingga akhirnya ia memilih untuk mencium bibir pulmp berwarna soft pink  itu.

 

.

Chu~

.

 

Sungmin terkejut dan hanya diam kaku. Ia membelalakkan kedua matanya, namun saat mulai merasakan panggilan lidah pintar Kyuhyun, akhirnya ia menyerah dan lebih memilih mengikuti permainan itu. Membiarkan Kyuhyun memimpin dalam permainan mereka.

 

“Ahsss…. ahhhhh ….”

 

Sungmin melenguh tak tertahan hingga melepaskan ciuman kereka berdua dan mendorong Kyuhyun. Namun, Kyuhyun belum menikmati ciuman mereka. Ia kembali mendekati Sungmin dan langsung menyerang bibir manis itu. Langsung menjulurkan lidahnya untuk masuk kedalam  liang hangat nan basah milik Sungmin. Mengabsen deretan gigi rapih itu hingga semua yang ada didalamnya.

 

Sungmin meremas kencang kemeja yang di pakai Kyuhyun. Entahlah, tapi ia terbawa dalam permainan itu. “Eunghhhh… eummmhhhh…” Sungmin kembali melenguh saat merasakan jemari Kyuhyun mulai berani memanjakan tubuhnya.

 

Gaun pengantin dengan warna putih yang berbahan begitu halus itu benar-benar membuat Sungmin seakan bisa merasakan langsung sentuhan Kyuhyun pada tubuhnya. Perlahan Sungmin menggeliat saat merasakan tangan yang lain meremas lembut bokong padatnya.

 

Ciuman Kyuhyun semakin memaksa saat ia mulai merasakan sesuatu yang mulai panas didalam tubunya. Siapapun tak kan bisa tahan saat iamenemukan dua gundukan besar yang sudah pasti masih kencang di balut gaun pengantin cantik itu. Dengan tak sabar Kyuhyun mulai mengalihkan ciumannya dan mencumbu dada Sungmin.

 

“Ahnnn… Kyuhhh… ahhhh….”

 

.

 

.

 

.

 

Gaun pengantin itu sungguh terlihat sudah sangat tidak layak. Begitu kusut dan aneh. Berantakan dimana-mana. Bagian dada Sungmin tengah dijajah oleh Kyuhyun.

 

“Ahhhh… Kyuhhhh… ahhhh….”

 

Kyuhyun terus asyik memelintir nipple kanan  Sungmin dengan jemari pintarnya, dan sementara mulutnya sibuk menghisapi nipple yang lainnya. “Kyuhhh… ahhhh… Jebal Kyuhhh….. akuhhh tak tahan lagihh….”

 

Kyuhyun seakan tak peduli, dan terus saja memainkan tangan pintarnya yang lain untuk memanjakan liang basa Sungmin. Tubuh Sungmin terus menggeliat tak karuan terlebih saat Kyuhyun mulai mencubit dan menggesek kasar klitorisnya.

 

“Kyuhhh…uhhhh…”

 

.

Byur…

.

 

Cairan Sungmin keluar dan membasahi jemari Kyuhyun. Kemudian namja itu segera menurunkan g-string berwarna putih berenda itu dan tersenyumsaat melihat pemandangan indah didepannya. Tanpa ragu, ia kemudian melebarkan kaki Sungmin dan menghirup wangi khas vagina dan kemudian mulaimenjulurkan lidahnya.

 

“Ahhhh…!!!”

 

Sungmin terkejut dan rasanya tubuh lemasnya  langsung bangun saat merasakan lidah pintar itu memanjakan vaginanya.

 

“Jebal Kyuhhh… akhhhh…. apah itu… uhhh…”

 

Sungmin terkejut saat ia merasakan sesuatu benda asing masuk kedalam liangnya. Sesuatu yang panjang dan langsung bergerak bebas  mengoyak liangnya. Sementara ia harus semakin menahan tubuhnya saat ia bisa merasakan seseorang tengah memainkan klitorisnya.

 

“Kyuhhh… ouhhh…”

 

.

Byurr…

.

 

Dan kembali, Sungmin orgasme. Kyuhyun kemudian menyudahi permainan lidahnya dan mengangkat wajahnya, tersenyum saat melihat wajah erotis Sungmin. “Aku akan melakukannya Ming.”

 

“Eunghhh… tapi Kyuh… kenapa harus disini…”

 

Tempat mereka berbaring sekarang adalah lantai dan hanya beralaskan karpet tipis. Namun pakaian Sungmin maupun Kyuhyun masih lengkap. Hanya saja dress Sungmin mungkin sudah terboka zipper depan dan roknya tengah naik.

 

Dengan cepat, Kyuhyun mengangkat Sungmin dan menghempaskan tubuh Sungmin ke tengah kasur mereka. menindihnya dan kemudian dengan cepat membuka kaitan celana panjangnya. “Aku sungguh tak tahan, Minnimi…”

 

“Lakukan Kyuh…”

 

Sungmin mengangguk yakin dan kemudian membuka satu-satunya kaitan yang masih menutupi perut datarnya. Kyuhyun semakin lemas saat melihat tubuh hampir telanjang Sungmin. Dan yeoja itu, entah mendapat keberanian darimana ia mulai membuka kaitan kancing kemeja Kyuhyun setelah membuang sembarang jasnya.

 

Tanpa melepas kemeja itu, hingga sangat terlihat sosok Kyuhyum yang begitu sexy dan manly. Meski tubuhnya tak kotak-kotak tetap saja keringat itu terlihat jelas dan mengkilat di tubuh Kyuhyun.

 

Sungmin kemudian menarik dasi Kyuhyun seakan menantang namja itu untuk mendekat padanya. “Come on baby…..”

 

Kyuhyun menyeringai san langsung menggesek pelan juniornya yang sudah sedikit menegang ke vagina Sungmin. “Ahss….”

 

Mereka sama-sama mendesah saat merasakan sedikit sengatan di tubuh bagian bawah mereka. kyuhyun kemudian memposisikan juniornya dan mulai mendorongnya masuk.

 

“Ahhh…. appo…. hhhh….”

 

Nafas Sungmin tak karuan. Sungguh rasanya begitu sakit dan nyeri. “Mianhe Min, aku…”

 

“Ahni. Teruskan saja Kyuh…”

 

Kyuhyun semakin mendorong juniornya dan tiba-tiba ia menghentakkannya kedalam hole Sungmin. Sungmin berusaha menahan sakitnya dan menikmati cumbuan Kyuhyun di leher dan telinganya. Lidah itu begitu pintar dan terus menggoda hasrat Sungmin. Sungmin mulai menyusupkan jemarinya ke balik kemeja Kyuhyun dan mulai mengusap punggung namja itu saat merasakan pergerakan sedikit pelan hingga semakin cepat dan cepat.

 

“Ahhhss…. Kyuhhh… hhhhh…”

 

“Mingghhh uhhh, kau nikmat sekali Ming… hhh….”

 

“Ahhh… there.. ahhh…. lebih Kyuhhh…. akhhh…..”

 

Kyuhyun kemudian melipat kaki Sungmin dan menekannya, menjadikan kaki indah itu sebagai tumpuannya dan mulai kembali menggenjot ganas liang Sungmin. Junior Kyuhyun terasa terjepit dengan posisi seperti ini. Dan terlebih ia harus sedikit tersiiksa saat melihat Sungmin mengusap seluruh tubuhnya untuk melampiaskan nikmat yang ia rasakan.

 

“Euhhhh Kyuhh.. akuhh… ahhhh…”

 

Cairan itu keluar dan menghangatkan junior Kyuhyun. Semakin licin dan basah, membuat Kyuhyun semakin bebas menggenjot liang Sungmin. “Kyuhhh ahhh… jebal Kyuhhh…”

 

“Sebentar lagi Ming…”

 

Kyuhyun sedikit memutar dan terus menyodok kuat dan saat ia merasakan cairan itu hampir keluar, ia mendorong kuat dan terus membiarkannya menyembur masuk kedalam rahim Sungmin. “Ahhhss….” Kyuhyun melenguh lirih saat merasakan nikmat yang melanda tubuhnya. Ia tersenyum saat melihat Sungmin yang menggigit bibir bawahnya seakan tengah menggodanya.

 

Kyuhyun segera melepaskan tautan mereka dan kemudian dengan cepat melepaskan celana panjangnya. “Karena kita hanya berdua, dan karena kau begitu sexy dan cantik…. jadi bisakah kita…”

 

Sungmin mengangguk malu. “Nde. Jadikan aku sepenuhnya selalu mencintaimu Kyuh.””

 

.                                                                                                                                                                                                      

 

.

 

.

 

Other day, other side

 

.

 

“Kya!!!! Menyebalkan!!!”

 

Seorang yeoja keluar dari sebuah toko. Ia mengerang frustasi saat mengetahui jika uangnya bahkan tak cukup untuk membeli satu keping golden disk itu.

 

“Kenapa penyanyi itu sok sekali? Harga kasetnya saja mahal . Kyaa!!!! Menyebalkan!!!”

 

.

Pletak…

.

 

“Ups….”

 

Yeoja itu sebenarnya ingin kabur. Tapi sayang, sepertinya ia kena tangkap sekarang. Ia segera mengikuti gerakan jari namja yang memintanya mendekat. Namja itu menggerakkan jari telunjukknya dan kemudian membenarkan kacamata hitamnya.

 

“Kau pikir kepalaku ini gratisan kemarahanmu. Lagipula, cukup dengan berteriak saja. Tak usah melempar apel ke kepalaku.  Aish… menyusahkan saja.”

 

“M-mian….” Yeoja itu menunduk dalam. “Sebenarnya bukan salahku juga. Tapi Yesungie oppa itu pelit dan matre. Mentang-mentang sudah terkenal dia jadi seenaknya saja.”

 

“Kenapa memangnya?”

 

“Harga kasetnya, mahal sekali. Padahal aku ingin sekali membelinya. Sayang, sepertinya aku harus bekerja lebih giat lagi.”

 

“Bukankah  kau bisa meminta pada kedua orang tuamu?”

 

“Kim Ryeowook imnida. Aku bukan orang miskin, atau bahkan aku sangat kaya. Aku memilih tinggal sendiri di Seoul, oppa. Dan meminta pada Umma dan appa bukan gayaku. Aku biasa mandiri dan mengurus semuanya sendiri.

 

“Jadi kau bekerja?” Wookie hanya mengangguk. “ Lalu untuk? Apa kau di seoul?”

 

“Untuk sekolah musik dan semoga saja aku bisa mengejarnya satu saat… bla… bla… bla…”

 

Siapapun tahu jika yeoja ini sedikit bersemangat dalam menceritakan Yesunginya. Tak mempedulikan jikaYesung bahkan sekarang diam dan memperhatikan  gerak bibir Ryeowook. Entahlah, ada yang aneh hingga ia merasa sangat ingin mengecupnya.

“Eh, tunggu. Sepertinya kau mirip dengan seseorang.”

 

“Nugu?”

.

 

Sreet~

.

 

“Ye… yesungie?” Ryewook kemudian sedikit mencubit kecil pipi tirusnya. “Aish, sakit. Berarti bukan mimpi. Kau Yesungi…?”

 

“Nde,”

 

“Aahhhhh…. Yes… Eummmpphh…”

 

Yesung segera membungkam bibir Ryewook dengan tangannya. “Ssst, jangan berisik. Aku sedang bersembunyi.” Tapi yeoja itu hanya diam dan terus menatapYesung. “Wae? Aku tampan kah?”

 

Ryewook mengangguk polos. Dan kemudian Yesung melepaskan jemarinya dari bibir Ryewook. “Kau cantik…”

 

“Benarkah?” Yesung mengangguk, mengiyakan Ryewook. “Kalau begitu aku boleh meminta sesuatu?”

 

“Apa?”

 

“Tanda tangan dan juga album terbarumu.”

 

“Hanya itu?”

 

“Nde.”

 

“Bagaimana jika aku memberikan lebih?”

 

“Eum, apa itu?”

 

“My love, my kiss, my heart…”

 

“Eoh???”

 

.

 

.

 

.

 

END

.

.

.

.

Endingnya aneh, NC nya aneh, dan semua aneh. Hahah… biarkanlah. Maaf postingnya malem. Karena aku masih ajah nyari feel nc KyuMin GS  tapi setelah berulang kali nyoba tetep aja fellnya gag dapet. YESUNGdahlah… hhhaa.

 

Abaikan ajalah kegajean dan juga typo’s nya. Hehe… nikmatin storynya…

 

Review ya???

 

Saranghae nae lovely reader….

109 thoughts on “Dreams… || KyuMin || GS || Ch. 6/end

  1. akhirnya happy juga keduanya yah cinta memang butuh pengorbanan dan ketulusan untuk mendapatkan cinta sejati, walaupun endingnya kurang greget tapi tetep bagus secara keseluruhan dan apakan ini akan ada skuelnya??? kalo ada aku tunggu. ayo semangat terus untuk menghasilkan karya karya yang baru🙂

  2. kluarga’a kyu baik bgt sih..
    Akhir’a kyu bs bahagia..

    Waah..
    Yesung br pertama ktemu wookie langsung nyatain cinta’a..
    Ada sekuel’a gak?
    Adain dong,bt yewook..

  3. wahh akhirnya happy end deh///snengnya///
    eh yesung ama ryewook ya…???
    buat sekuel nya dong biar tahu jg gmana hbngan nya kyumin n psangan bru kta yewook…..
    plissss eonni…

  4. Emang kalu feelnya bikin yaoi itu spesialis yaoi aja. Wkwkwk….
    #aku yang kesenengan tar#

    Iya ni, endingnya Kyumin kurang greget *bahasa apa ini*. Tapi so far bagus. Yang endingnya Yewook aku suka. Pas deh.
    Hehehe….
    Sorry, reviewnya meloncat2. Pusing juga. Tapi di ffn aku dulu rajin koment kok… (nyari pembenaran)
    Hahaha….

    Ok, thanks for shared.
    See you at next project.. Next ff maksud aq. ^^

  5. ,akhirnya happy ending jga ,
    ,tpii yewook nyaa msiih kurang & ngegantung ,
    ,mian aku blum bisa commen pnjang ,soalnya aku gx bca semua chap,
    ,karena ada yg di proteksi ,jdi aku bca ff” yg lain nya dulu ,,

  6. Akhirnya happy ending jga,,kyumin bhagia yeppa jga ktmu ma w0okie tpi critanya agak ngegantung pas yew0ok nya,,chap 2 ma 4 blum di bc alnya di pr0tek ,,

  7. cukhae kyumin couple!!!!!!!
    aku bener2 seneng liat kalian bersatu….!!!!
    cukhae juga buat yewook couple!!!!!
    akhirnya kalian bisa bertemu!!!! hahaha
    dan yg terakhir,
    cukhae buat rainy….!!!!!!
    kamu daebak!!!!!!! ^^

  8. YYYEEEEEEEEEEEEEEEEEEYYYYYYYYYYYYYYYYYY HAPPY END KYUMIN,,,
    seneng’a hatiqu kyumin dpt b’1 kmbli.wwwaaaahhh lgsg NC’an pula tuh kyumin,,,

    yeppa kau tlah menemukan tambatan hati yg lain

    FFmu daebak deh ^_^

  9. huaaa…
    Akhirnya kyumin NC-an juga.
    #otak yadong mode on

    Happy ending.
    minnie bisa bahagia sma kyu.
    Dan yesungie menemukan tmbatan hatinya yg baru,yaitu wookie.😀

  10. Huh hah huh hah~ *tarik nafas dalam*
    Kyaaaaaaaaaaaaaaa~~ Aku butuh oksigen sekarang!! Kyaaaaaaaaaaaa~~
    Ya Tuhan..nc-nya buat mimisan!! Oh oh..
    Akhirnya KyuMin bersatu dalam artian yg sebenarnya🙂
    Thanks to Yesung yg sudah merelakan Sungmin berbahagia dengan Kyu..
    Yesung menemukan cinta yg lain kan? Ah, tp sepertinya kali ini Yesung harus berurusan dengan anak kecil hm? Hahahahah /plakkk

  11. what the, enak amat wookie dapet ecung love ecung kiss ecung heart dengan sekali ketemu haha
    sepertinya *ehem* awalnya kyu k italia mancing ming, biat ikut juga, eh nyatanya ming malah diem aj, yaudah deh cho family yg bertindak
    keren cho familiy

  12. Ya, lil’ bit aneh, hehe.. Tapi aku menikmatinya kok. Finally, mereka semuanya bahagia.

    KyuMin buat dede ya? Ahuyy.. Lanjutkan oke? Wkwkwk..

  13. Waw. Pengorbanan Kyuhyun gag main2. padahal dia kan mengenal ming juga baru-baru aja.
    Menurut saya, di sini Ming terlihat begitu egois, hanya mementingkan keinginannya saja. tapi itu bagus, kalau ga dibuat gitu ga bakalan dapet feel nya. Aku baca ff ini sampai nangis loh. hehe. ga tahu apakah lebay atau tidak, tapi mang ff ni fellnya ngena bgt.

  14. “̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ ๑ˆ⌣ˆ๑ “̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ akhr’a kyumin b’satu…
    NC’an nya kurang hot eon…😀
    πğğãЌp̅ãp̅ã lah… Yg pnting kyumin b’stu… \(◦ⁿ ▽ ⁿ◦)/

  15. ahhhhaaa…..happy ending…gumawo eon…..:)
    nc nya bner2 hot,hehe….seneng dh lit kyumin brsatu n yeppa mnemukan cinta sejatinya🙂
    gumawo ne eon…terus lnjut berkarya ne eon dgn kyumin GS nya….. hwaiting
    !!!!!

  16. akhirnya kyuhyun bersatun juga sama sungmin. Yesung ketemu pujaan baru si ryewook.. akhir yg bahagia tapi masih ngegantung yah menurut ku…

    eonni, part 4 sama 5 di protect yah??
    aku boleh minta pw??
    ntr aku sms deh..

  17. hhhee happyy ending jg dehh kyumin.. kkk ttp ya kyu jailnya gak ilang2 sampe2 bikin ming ketakutan..😀
    ciee yewook, akhirnya yeye dpt pengganti ming jg🙂

  18. wow…. ahahaha jadi ming cuma di kerjain? ah~ syukurlah…… dikira di culik beneran…. dan heheheh akhirnya mereke jadi benar benar suami istri juga…. aw~ yeyenya so sweet banget >< my love my kiss my heart.. aigooooo

  19. aish kukira siapa yang nyulik ming, aish spot jantung rasanya.. akhirnya.. happy ending juga ^^ kyaaaaaa akhir yang manis. choa ^^ bukankah ini awal yang baik. setidaknya umin tak keterlaluan lagi. aish tuan cho. ditunggu little cho-nya. hihihihihi..

  20. Awal nya mau liat chap 4 tp di proteksi, buka chap 5 di proteksi jg, lanjut buka chap 6 hah untung gak di proteksi… di chap ini aku bener2 nangis baca nya nyesek bgt…. hikss… hiks…. akhir nya min cinta jg ma kyu… tp aq gak tau gimana min mulai jatuh cinta ma kyu…. berbahagia lah kyumin….. keep hwaithing thor…. lanjutin buat ff yg baru lg yah aq nunggu cerita selanjutnya….🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s