When Rabbit and Fox Falling In love|| OnKey||YAOI|| OS

rainy hearT

.

~Proudly present~

 

.

 

.

 

“ When Rabbit and Fox Falling In love “

.

 

.

 

.

 

“Melihatmu, seperti potongan surga yang ada di mataku. Mendengar suaramu, seperti nyanyian yang terus membuatku berkhayal tinggi ke dunia penuh warna yang terasa begitu manis. Dan saat aku merasakannya, yang ada hanya kelembutan dan rasa manis yang terus tertinggal membekas dihatiku. Membuatku terus berdetak cepat… Saranghae….”

 

.

 

.

 

.

 

.

Cast : Lee Jinki, Kim KeyBum, Others

Genre : Drama, romance, etc

Length : Series

Rated : T

Disclaimer : Key Milik Jinki, Jinki Milik Key dan Saya  >^<

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

.

.

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

.

.

.

Chapter 1

.

.

Shining Star Accademy

.

.

.

Tap…. tap… tap…

.

Brugh….

.

“Eumph….” Membulatkan kedua mata cantiknya, dan saat menyadari apa yang terjadi ia segera bergegas bangun dan membungkukkan badannya. “Mianhe Sunbae… aku tidak sengaja. Jeongmal mianhamnida!”

“Heuh…” Namja itu hanya menatap remeh. Tersenyum tanpa arti dan mengusap bibirnya. “Harusnya kau tak berlari disini, lorong kecil dan ramai. Apa-apaan kau ini, dasar Foxy aneh.” Namja itu berjalan angkuh meninggalkan namja yang mendapatkan nickname ‘Foxy.’

“Foxy?”

“Key Hyung!!!”

Namja yang diketahui bernama Key itu menoleh ke arah sumber suara dan membalas lambaian tangan namja yang  berlari ke arahnya. “Nde, Taeminnie.”

“Hei, bagaimana rasanya tadi?”

“Apa?”

“Aku tahu kau sengaja menabraknya, iya kan? Ayo mengakulah…”

“Ish…. berhenti bertingkah seperti yeoja dan tersenyum aneh seperti itu.”

Key berjalan cepat menuju ke arah tujuannya sebenarnya, tentu saja diikuti oleh Taemin yang setia mengekor di belakangnya. Namja cantik itu masih sibuk menggoda Key, ia ingin tahu bagaimana perkembangan perasaan namja ini.

“Key hyung, ayolah… ceritakan padaku, kau jatuh dan tepat menimpa bibirnya. Ah… manissss sekali. Ayo, katakan bagaimana rasanya ciuman itu.”

“Yah! Diamlah, Taemin!”

.

.

.

“Sudahlah Hyung, jangan tersenyum terus seperti itu.”

Key menoleh ke arah namja imut di dsisinya. Sedikit mencibir dan kembali ke kegiatannya semula. “ Sudahlah, jangan mengganggu kesenanganku. Pergi dan temui kodok anehmu itu.”

“Ah, aku ingin disini dulu Hyung. Menemanimu lebih asyik, hehee…. ternyata memulai cinta itu lebih menyenangkan darpi pada kita sudah mendapatkannya. Sudah tidak menyenangkan lagi, malah kadang rasanya hambar.”

“Hei…. kau sedang mencurahkan perasaanmu ya? Kenapa terlihat sedih begitu?” Key kemudian merangkul leher Taemin dan mencubiti pipinya. “Salahmu sendiri memilik kodok itu,ahhaha….. dia anak yang menyebalkan dan sok keren. Kenapa kau mau dengan kodok jelek itu?”

“Aww… hentikan Hyung. Ish…. lepaskan aku.”

“Sudahlah, sana pergi saja. Kau menggangguku.”

Key kembali menatap ke arah lapangan rumput yang luas berwarna hijau. Menatap lurus pada namja yang baru saja di tabraknya tadi pagi. Namja itu hanya duduk tenang ditemani buku dan ipod-nya. Sama sekali tak terganggu dengan siswa lain yang begitu ramai di festival sekolah mereka.

“Sebenarnya, kau menyukainya atau tidak hyung?”

“Ahni. Aku tidak hanya menyukainya tapi aku mencintainya. Dan aku juga mengaguminya, dia idolaku.”

“Kau juga idola.”

“Tapi lain, Taeminnie…”

.

.

.

Yah … memang lain.

Lee Jinki, tingkat 2 di akademi itu. Sedangkan Key, tingkat 1 setingkat dengan Taemin dan Minho. Akademi khusus namja, seperti sekolah namja biasa pada tingkat Senior High School. Tapi akademi ini terdiri dari 4 tingkatan, karena satu tahun pendidikan untuk kesempurnaan bakat dan minat.

Dengan asrama dan juga fasilitas hiburan serta olahraga yang lengkap, dan akademi ini menjadi salah satu sekolah nomor satu di Seoul.

Dan Lee Jinki, mungkin dia memang bukan ketua Dewan Siswa, bukan juga ketua Kedisiplinan tapi dia memang seorang idola yang bersekolah disana. Penyanyi muda berbakat hasil bimbingan Jong Won a.k.a Yesung seonsaeng. Penyanyi pendatang baru di Seoul tapi namanya sudah begitu dikenal di masyarakat, terlebih di sekolahnya sendiri.

Sedangkan Key…

Anggaplah, dia bukan apa-apa. Bukan juga penyanyi atau model. Dia hanya seorang dancer yang begitu piawai mengikuti gerakan Eunhyuk Seonsaengnim. Gerakan tubuh lincahnya bersama Taemin, membuatnya begitu terkenal disekolah mereka. Terlebih mereka berdua dikenal sebagai namja cantik dan Key sangat modis.

Foxy…

Nama panggilan yang pantas untuk kucing cantik yang satu ini.

Dia begitu pandai memikat hati setiap namja yang melihatnya hanya dengan satu senyuman nakalnya. Siapapun tahu, he’s precious Key. Tak ada yang bisa menaklukan hati namja ini, meski sampai sekarang.

Tapi, siapapun juga tahu jika dia begitu menyukai Onew atau Lee Jinki… he’s cute bunny.

.

.

.

.

“Ini, untukmu.”

Namja itu mengangkat wajahnya dan meletakkan bukunya. Melepaskan kedua sumpalan di telinganya dan menatap datar pada namja yang berdiri di depannya.

“Key…”

Kemudian dia beralih dan duduk disisi Onew. “Ini untuk Sunbae, karena aku perhatikan dari tadi kau terus saja sibuk dengan bukumu. Mungkin kau kesepian dan ini nomor telfonku, kau bisa menelfonku. Dan aku bisa ketempatmu dan menemanimu, otte?”

“Mwo?”

Awalnya Onew mengerjap tak mengerti, tapi akhirnya….

“Hahahhaa…. kau lucu sekali.”

“Ah… jeongmal!! Yah, begitulah aku… hehehe…”

Rasanya seperti tertimpa runtuhan batu dan Onew mungkin sudah gepeng seperti di film-film kartun itu. “Hahahaha…. kau ini benar-benar aneh. Dengar ya! Jangan sok kenal dan sekat denganku. Kau menggangguku, dan asal kau tahu aku sama sekali tak tertarik dengan foxy genit sepertimu. Ck… mengganggu saja.”

“Yah, tunggu. Ini nomor ponselku! Yah!”

Key berteriak keras tapi tetap duduk ditempatnya. Ia menatap kertas kecil yang harusnya ia berikan untuk Onew. “Cih… sombong sekali. Awas saja, kau akan menyesal telah menolakku berkali-kali.” Dan sekarang berganti Key yang duduk nyaman di tempat onew tadi. Duduk di bawah pohon dan kembali melamun membayangkan ciuman singkat hasil dari kecerobohan Key yang menabrak Onew pagi tadi.

“Aku bisa melakukannya lagi, hihihi… tunggu saja. Kau akan jatuh cinta padaku.”

.

.

.

Hari  ini sudah berganti malam dan Key masih sibuk memukuli Taemin dengan bantal gulingnya. “Hei!! Kau ini, sudah malam ya tidur saja. Tidak usah sampai berguling kesana kemari seperti itu.”

“Aku lapar,Hyung… lihatlah…” Taemin memperlihatkan perutnya yang merata (?) “Perutku sudah keciiiil sekali, hikss… teganya kau melupakanku dan tak membangunkan aku untuk makan malam.”

Yah…. makan malam diadakan bersama di kantin sekolah. Memang ada stok makanan tapi itu ada digedung sebelah, dan jika Key harus kesana maka…

“Taeminnie, ini sudah malam. Errrr… kau tahu bukan, aku ini penakut jadi… “

“Ya! Pokoknya aku tidak mau tahu. Yang penting aku makan atau aku akan marah padamu.”

Jika sudah begini maka Key tak akan bisa melakukan apapun untuk mengikuti keinginan Taemin. Ia meraih ponsel dan juga senternya, berharap mungkin saja seseorang mau menemaninya.

“Yeobosseoyo! Minho-ah!

Zzzzzzz.…”

“Yah…. Minho!”

ZzzzZZZZzzzzz.…”

Key mematikan kasar telfonnya dan mengumpat kecil. “Dasar kodok menyebalkan. Awas saja kalau aku sampai tak bisa kembali ke gedung ini. Ish… kenapa juga tadi aku lupa membangunkan Taemminnie.”

Key berjalan pelan dan mulai menyusuri lorong kecil penghubung ke gedung sebelah. Sebenarnya Key juga tak makan di kantin asrama, ia makan bersama dengan Eunhyuk setelah selesai latihan dan langsung pulang ke asrama kemudian ia mulai tidur. Tapi baru saja ia hendak terlelap, suara dan gerakan aneh Taemin sudah mengusiknya.

Key melihat kearah kanan kiri lorong kecil itu. Biar bagaimanapun, melihat kemanapun yang ada hanyalah hitam pekat dan juga angin dingin. “Ish…. menyeramkan sekali.” Key merapatkan jaketnya dan sedikit berlari menuju ke gedung sebelah asramanya, tapi belum juga dia sampai ke gedung itu…

.

Brughhhh…

.

“Ahhhh…!!!!”

Key terkejut dan segera menyorot apa yang ia tabrak, “On-onew su-sunbae!”

“Yah! Kenapa kau suka sekali menimpaku!? Menyebalkan!”

Onew bergegas mendorong Key dan kemudian berdiri dan segera merapikan piyama bermotif kelinci yang sungguh membuatnya terlihat sangat imut. Wajah Key merona dan sedikit terasa gerah. Sebenarnya ia memang sangat menyukai saat-saat seperti ia bisa terus menimpa Onew dengan tubuh sexy-nya… hehehhe

“Mianhamnida, Sunbae. Tadi itu benar-benar tidak sengaja, aku sangat takut sendirian dan jadi aku berlari, aku tidak tahu jika akan…”

“Aishhh…. terserah kau sajalah. Kau ini menyebalkan sekali.”

Onew melewati Key dan hendak meninggalkan namja itu, tapi…”

.

Trap… trappp…. trap….

.

Suara larian kecil Key membuat Onew berbalik dan menghentikan langkahnya, ia menatap malas pada namja itu.

“Aku tahu, sunbae tidak menyukaiku. Tapi bisakah membantuku, aku sungguh takut harus ke gedung sebelah malam-malam begini. Aku harus mengambilkan makanan untuk Taeminnie karena dia tak ikut makan malam, jebal… temani aku…”

“Mwo? Memang kau pikir aku siapa? Pesuruhmu? Pembantumu?”

“Ayolah hyung… kau tahu bukan, Taeminnie itu adik kesayanganku, aku tak mau dia sakit karena kelaparan.”

“Haish….” Onew menggaruk rambutnya, menandakan ia kesal dan malas mengikuti kemauan Key. Tapi namja ini tak kehilangan akal. Ia menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya dan memasang wajah sememelas mungkin.

“Ah, aku akan melakukan apapun permintaanmu Hyung. Jebal… temani aku…”

Onew memalingkan wajahnya dari key. Terlihat berfikir sekilas dan ia menampakkan senyuman anehnya. “Heuh… kalau itu sih memang keinginanmu. Kau selalu ingin dekat-dekat dan menggangguku terus. Kau pikir aku bodoh atau apa?”

“Ayolah hyung….” Key melancarkan kitty eyes yang begitu cantik, dan lebih cantik karena jacket berwarna putih dan piyama pinknya. “Taeminnie tidak makan dari siang tadi, nanti kalau dia mati kel…”

“Ya ….. yahh, baiklah. Dan setelah ini kau akan jadi pesuruhku.”

Meski terasa aneh dan janggal, akhirnya Key mengangguk. Ia membiarkan Onew untuk  berjalan didepannya, takut jika Onew akan tiba-tiba menghilang dan meninggalkannya.

.

.

.

Drtttt… drrrttt….

Ponsel Key terus bergetar, membuatnya tak nyaman duduk di kursi kelasnya. Ini adalah kelas pertama setelah festival sekolah selesai. Meski belum memasuki semua kelas full satu hari penuh, bukan berarti Key free dijam free seperti ini.

“Hyung, ada apa? Kenapa kau duduk seperti itu?” Taemin sedikit berbisik saat ia merasakan seidkit keanehan dengan key.

“Ponsel  yang ada di saku celanaku terus bergetar, Taeminnie…”

Taemin hanya tersenyum kecil. Ia sudah tahu, itu pasti panggilan dari Onew Sunbae. Kalau dihitung dengan pagi tadi maka ini adalah panggilan ketiga hari ini.

Semalam Onew meminta nomor ponsel Key dan namja itu kemudian mengatakan bahwa ia akan selalu menghubungi Key jika dia membutuhkan sesuatu.

Key segera mengeluarkan ponselnya begitu guru dikelasnya keluar. “Haish…. kali ini apa lagi. Baiklah, aku mungkin menyukainya tapi dia juga tak bisa seenaknya menyuruhku. Dan apa lagi karena hal konyol seperti tadi pagi. Dia memintaku untuk mengikat tali sepatunya. Hwad!!! Taeminnie! Dia sangat menyebalkan.”

Dan Taemin hanya terkikik pelan.

Yah, memang Onew menyuruh Key melakukannya dan bisa saja masih banyak kejutan lain yang mungkin akan ia lakukan pada Key.

“Yeobosseyo! Ada apa? Kau tahu kan aku ada kelas, kenapa tak sabaran sekali sih?”

‘ Hei, berani membentakku rupanya. Ayo datang ke kelas olahraga sekarang, aku menunggumu.’

Dan panggilan itu selesai. Key melirik kecil namja yang masih terkikik di sebelahnya. “See, ini karena kau Taeminnie”

“Hyung, harusnya kau senang dan berterima kasih padaku. Kenapa malah terus menyalahkan aku, kau menyebalkan sekali. Bukankah kau menjadi dekat dengannya? Hehhee…”

Key mengacak gemas rambut jamur itu dan kemudian pergi meninggalkan Taemin. Ia berjalan menuju ke gedung olahraga yang cukup jauh dari kelasnya. Melangkah pelan dan begitu kaget saat melihat gedung yang begitu berantakkan dengan bola basket yang berceceran dimana-mana.

“Apa-apaa ini?”

“Hehehee…” Namja yang diketahui bernama Onew hanya menggaruk lehernya dan tersenyum innocent pada Key. “Lihatlah, ini sangat berantakkan dan itu karena ak…”

“Onew Sangtae.”

Yah… Key tahu persis apa itu Onew Sangtae. Onew hanya mengangguk pelan kemudian duduk di lantai kelas itu. “Kau yang bersihkan bolanya dan aku akan mengawasimu dari sini.”

“Mwo?”

Meski kesal, dia akhirnya melakukan apa yang diperintahkan Onew.  Mulai memunguti ratusan bola basket dan juga beberapa bola voli. Sesekali menyeka keringatnya dan mengibaskan seragamnya. Ia juga sampai melupakan kelas Eunhyuk seonsaeng.

“Hufthhh…..”

Key menghela nafasnya dan membaringkan tubuhnya disisi Onew. Ia melihat ke arah namja itu, mengulurkan satu botol air mineral. “Tumben sekali, Sunbae.” Key meraih botol itu dengan senyuman di wajahnya. Ia kemudian duduk dan mulai meminumnya.

“Air dibotol itu sudah aku beri racun, mungkin saja aku akan mati.”

“Mwo!? Uhhukkk… Uhhukkk…” Key menoleh pada Onew dan ia bersusah payah menghentikan batuknya saat melihat wajah tampan itu malah tersenyum padanya. “Yah! Kau pasti membohongiku!”

“Eum… terserah saja…”

Onew beranjak dan meninggalkan Key. Sementara Key hanya sibuk mengagumi namja itu, terus menatap punggungnya. “Saranghae…”

.

.

.

“Kau tak ikut kelas dancing tadi, kemana saja hyung?”

“Kerja bakti membantu Onew sunbae…”

“Wah, pasti romantis sekali.”

.

Pletak…

.

“Hentikan wajah anehmu dan berhentilah membayangkan yang tidak-tidak. Aku memang mencintainya tapi dia tidak, dan inilah susahnya. Dia menyebalkan!” Key kemudian merogoh kantung bajunya. Ia  melihat id pemanggil dan lagi-lagi..

“Wah sepertinya dia memang serius mau menyiksamu, hyung. Hehehe…”

“Haish…” Key mengacak rambutnya frustasi. “Ada apa lagi Sunbae?!” Ia menjawab malas telfon itu.

‘Sudahlah, jangan marah seperti itu. Datanglah ke taman tempat biasa aku disana. Aku tunggu, 5 menit atau aku akan menghukummu.’

Dan lagi-lagi dengan seenaknya Onew mematikan telfonnya. Key segera bergegas meraih jaketnya dan  menuju ke pintu keluar kamarnya. “Baby Taem, aku pergi dulu.”

Dan Taemin, hanya tersenyum kecil. Ia tahu, sesuatu yang indah pasti akan terjadi.

.

.

.

“Hosh… hoshh… hoshh…” Key masih berusaha mengatur nafasnya.

“Kau terlambat, 10 menit.”

“Yah, bagaimana tidak terlambat! Aku sudah sampai diasrama dan aku juga sudah berlari cepat. Ck… menyebalkan!”

Onew hanya menyeringai kecil dan memberikan satu amplop berwarna biru pada Key. “Karena kau terlambat 10 menit maka, aku hanya akan memberikan ini. Jadi jangan berharap lebih… hahhaa…” Onew melangkah meninggalkan Key dan kemudian menjauh dari tempat itu.

“Dasar namja aneh. Ck…. kenapa aku bisa menyukainya, aku almighty Key menyukai si pabbo dubbu Onew sunbae.”

Key sibuk bermonolog sendiri dan kemudian dengan senyumannyaia membuka amplop kecil itu.

 

‘Ikuti hatimu, dan carilah bentuk bunga matahari.’

Key mengernyit aneh, kemudian ia mulai menengok kesana kemari. Senyumnya mengembang saat ia melihat  seorang namja yang membawa bunga matahari yang terbuat dari styrofoam. Ia bergegas berlari dan mendekati namja itu.

“Eum… anu… aku…”

“Apa?”

“Ah, kau pasti mengenalku.”

“Nugu?”

Wajah innocent itu membuat Key cengo. Ia tak menyangka jika ada namja yang tak mengenalnya. “Ah, aku Key… Kim Key Bum.”

“Ah… precisous Key.” Sekarang Key malah lebih bingung lagi, tapi kali ini ia hanya tersenyum dan menerima uluran satu amplop berwarna biru lainnya. “Ini untukmu, dari Jinki Sunbae.”

Namja itu segera berlalu meninggalkan Key.

‘Kau semakin dekat denganku, dan baiklah… sekarang carilah sesuatu yang berbentuk kristal. Kau bisa menemukan sesuatu diruangan itu. Kuharap kau mau memakainya, dan kuharap kau juga menyukainya.

Key mengernyitkan dahinya. Ia tersenyum saat mencoba mencerna kata-kata itu. Ia berjalan pelan dan sayangnya hari mulai sore. Ia berjalan dan melihat ke sekitarnya. Dan kembali, ia harus memutar otak pintarnya. Memikirkan kira-kira apa hal yang dimaksud Onew.

“Upsss…”

Key berjalan mundur dan kedua matanya membentuk sudut yang sangat cantik, bibirnya membentuk senyuman saat melihat cahaya hiasan kristal berbentuk bunny yang terkena pancaran matahari sore yang berwarna oranye.

“Aku menemukannya.” Key segera membuka pintu masuk ke ruang musik itu dan memainkan sedikit tuts piano yang ada disana. “Agghhh…”

.

Jdukkkk…

.

“Awwhhh… apppooo…”

Key mengaduh saat ia terjatuh karena tersandung satu kotak kecil yang ada di tengah jalan. Ia membungkuk dan membaca tulisan yang ada disana.

‘Pakailah dan aku akan menunggumu ditempat yang dulu. Jika kau mengingatku, aku adalah seseorang yang selalu kau dengar. Tapi itu dulu, dan sekarang kau banyak berubah. Dan bahkan mungkin kau melupakanku, bunny gembul-mu yang lucu.’

“Jinki…”

Key menggumam pelan dan langsung membuka kotak itu tak sabaran.

.

.

Little bit Flashback

.

.

‘Hyung, nanti kalo Key cudah becal… Hyung beljanji mau cama Key –kan?’

‘Eum, tentu.’

‘Tapi Key mau pelgi Hyung, hiks…. appa bilang, Key cakit telus halus pelgi jauh bial Key cembuh. Hikss…’

Dan Jinki kecil mulai bersenandung aneh. Yah… hanya lagu anak kecil ‘ i loph chu… chu loph me… we will be glit flend to be. Witf a glet big smile and loph flom me to You, would chu say yu loph me chu…’

Dan Jinki terus memeluk Key hingga namja  yang lebih muda darinya itu berhenti terisak dalam pelukannya. Key menggeliat dan menatap Jinki kecil. “Hyung… Key pengen deh, cepelti Umma cama appa. Pakai baju putih telus pelgi makan malem di tempat cepi. Acik deh….”

‘Kau mau?’

Key menangguk yakin.

‘Kalau begitu, cepatlah cembuh dan hyung akan membelikan cemuanya. Bagaimana kalau makan di cini, ntal hyung bawa tenda dan kasulnya. Telus nyuluh Umma macak yang banyak. Otte???’

.

.

Flashback off

.

.

.

Key bergegas berlari menuju ke taman yang ada didekat rumah lamanya. Ia segera turun dari taxi dan langsung menuju taman itu. Taman kenangannya semasa kecil dulu, bahkan ia sempat melupakannya. Bahkan ia tak tahu jika Onew adalah Jinki kecilnya yang dulu.

“Hyung!!!”

Key berteriak keras saat melihat namja dengan pakaian putihnya dan juga sebuah tenda berwarna biru. Ia berlari menuju namja itu dengan senyuman yang terus merekah dibibirnya.

“Hyung!!!”

“Nde…”

“Hyung…”

Key tersenyum tak percaya, ia sungguh tak menyangka jika bunny kecilnya yang gembul dulu berubah menjadi namja tampan yang membuatnya begitu tergila-gila pada senyuman dan suaranya.

.

Greeep…

.

“Ah…. hahhaa…” Onew tertawa geli saat menerima tubuh Key yang menimpanya. Ia membiarkan key memeluknya erat, mengusap punggungnya dan menghirup wanginya.

“Kau jahat, hyung.”

“Kau lebih jahat Key baby…”

Key melepaskan pelukannya dan kemudian mengusap kemeja putih yang dipakai Onew. “Kau bahkan memakai pakaian yang sama yang dipakai Appa dan Umma-ku.” Key kemudian melirik tenda dan terlihat satu set meja makan di depan tenda itu.

“Dan makan malam romantis, ini semua aku yang masak.”

“Wah, kau pintar sekali hyung.”

“Ah… biasa saja,” Onew mengernyit tak enak saat melihat tatapan menggoda dari Key.” Yah baiklah…. errr… dengan sedikit bantuan Umma.”

Key langsung duduk di karpet itu dan menyantap salah satu menunya. “Wah dagingnya enak, kau memang serba bisa.”

Onew dan Key memulai acara makan malam mereka. Hanya ditemani dengan perbincangan kecil tentang kenangan mereka. Banyak hal yang terlewati oleh Key.

Setelah makan malam itu, Key membereskannya dan menyimpannya dalam satu tas kecil. Ia kemudian menemani Onew. Yang tengah membereskan isi tenda. “Kita akan tidur disini.”

“Nde, tentu saja. Tenang saja, aku sudah meminta penjaga taman agar malam ini tak mengijinkan orang lain datang ke taman. Jadi kau bisa bebas mengenang taman ini. Kemarilah…”

Onew mengulurkan tangannya dan duduk di sisi Onew. Ia sempat tertawa kecil saat mengingat kekonyolannya di sekolah. “Jadi, kau sudah tahu kalau aku Key yang tinggal di sebelah kanan rumahmu dulu?”

“Nde, tentu saja.”

“Dan kau tak mengatakan apapun, malah bersikap sok kenal dan membenciku.”

Onew tersenyum hingga matanya menyipit. “Karena kau genit sekali, pakaianmu juga berbeda dengan siswa lain terlebih kau suka tersenyum aneh pada setiap namja yang menggodamu. Kau genit sekali.”

“Ish… itu ‘kan hanya iseng saja Hyung. Karena aku bosan, dan jika mengganggumu hanya membuatku malu sendiri.”

Onew mengulurkan tangannya dan menyibakkan rambut Key ke belakang telinganya. “Aku suka wajah malumu, terlebih wjah kesalmu. Kau tak pernah berubah Key…”

Mata itu saling mengunci pandangan satu sama lain. Berharap dalam dan terus berharap. Mencoba mencari apa yang sesungguhnya ingin mereka temukan. “Kau bahkan masih secantik saat kecil dulu.”

.

Deghh….

.

“Kau selalu manis seperti dulu, Key…”

Key sedikit memundurkan tubuhnya dan sementara itu Onew malah semakin mendekat. Jarak yang sudah hampir tak ada membuat debaran jantung Key terdengar semakin jelas dan keras.

“Bahkan sejak dulu, aku ingin melakukan ini…” Onew mengulurkan tangannya dan mengusap lembut pipi Key yang sudah merona merah.

“Hyung… ehmmm… itu…”

“Wae?”

Key sudah tak tahu harus berkata seperti apa, tapi ia sungguh tak tahan dalam posisi seperti ini, “Eum… itu… aku…”

“Kenapa? Eum… apakah terlalu mengejutkan atau…”

“Ahni, aku hanya… eum…”

“Wae Key…”

Suara mendesah itu benar-benar membuat Key bertamba merinding, tapi ia tak bisa menahannya lagi. “Mianhe hyung! Aku harus ketoilet…!”

Key segera beranjak dari duduknya dan berlari cepat menuju toilet umum yang ada di taman bermain itu. “Yah! Key… kau merusak semuanya!”

“Mianhe hyung, tapi aku tak bisa menahannya lagi!”

“Ishhh…”

Dan sekarang hanya tertinggal Onew yang tersenyum tak jelas didepan tenda sambil menggaruk tengkuknya. “Kau tetap konyol Key… hahhaa… saranghae…”

.

.

.

.

END

rcl…..

31 thoughts on “When Rabbit and Fox Falling In love|| OnKey||YAOI|| OS

  1. Salto di tempat akhirnya nemu ff onkey soalnya sekarang kabanyakan pair utamanya itu 2min……
    Penasaran sama chapter berikutnya chinguu ^^
    Penasaran sama masa lalunya onkey….
    Onkey deh lanjut chingu!!! ^^

  2. kkkk~
    ada aja nih Key…
    lagi romantis-romantisan,, eh malah mendadak pengen ke toilet…
    kkkk~
    ini ff baru yaa eon??
    pertama kali aku liat judulnya,, aku kira main cast-nya itu KyuMin…
    eh,, ternyata OnKey toh…
    tp ini ff lucu…
    Ayo lanjut…^^

  3. Wahahahah, ngakak baca flashback-nya, onkey kiyuuuuuuuuuuuuuut banget! jadi pengen cipok #slap
    aaaaaaaaaaaah disini ada onkey ternyata…
    ceritanya sederhana dan manisss
    suka banget pas Jinki ternyata ngabulin permintaan Key kecil dulu ^0^/
    dan ituuu….
    itu tadi kirain mau cipok2, taunya si key kebelet pipis T___________T aigooo

    btw, rainy hearT ada di FFn yak?
    kaya pernah inget gitu namanya…

  4. Ahhaahaha(?)
    Ternyata mereka teman sepermainan pas masih kecil😄 #ribet
    Manis manis gula ahhhh😄
    Suka banget ahh pas di ruangan olahraga itu ,yakin aja pasti Onyu cuman malu(?) ngakuin kalo dia bener bener ngasih air mineral asli dari gunung kidul buat Key :’)
    Aishhh endingnya lawaq😄

  5. hahaha~ Si jinki bisa aja ah.. maklum bang rubah milikmu itukan memang nakal nan genit #digetokkii

    SUASANA ROMANCE HANCUR GARA2 SI EMAK KEBELET PIPIS LMAO..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s