Dreams…. | Ch. 3 | KyuMin | GS |

 

.

.

.

.

.

“Nde, Umma. Aku dan Sungmin akan menetap sementara di Seoul. Mengurus perusahaan yang ada disini.”

 

Aku sedikit mencuri pandang ke arah Sungmin yang masih mengayun pelan ayunan yang ada di belakang rumah kami.

 

“Nde, aku sudah  membeli rumah umma. Tenang saja, aku dan Sungmin akan baik-baik saja.”

 

 

“…”

 

 

“Nde, Umma.”

 

Aku menyudahi telfonku dengan Umma dan mendekati Sungmin, membawakan makanannya.

 

Hari ini entah sudah berapa bulan kami mencoba mencari Yesung. Namja itu seakan hilang ditelan ramainya kota Seoul. Sementara aku, seakan hanya menjadi bayangan yang mengikuti kemanapun Sungmin melangkah.

 

Yeoja ini begitu teguh….

 

Sangat teguh hingga sama sekali tak goyah meski aku telah menangis untuknya. Aku yang bodoh atau dia yang terlalu kejam padaku.

 

“Jebal, Min-ah… setidaknya kau harus tetap bertahan.”

 

“Aku hanya mau Yesungie….”

 

.

.

.

.

.

.

Dreams….

 

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : T

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

– Kim Jong Woon a.k.a Yesung

– Other Super Junior member

Pairing : || KYUMIN || slight Yemin

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

Genre : ||Drama || Romance||Fluffy Angst||

Warning : || GS || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||SAD jadi siapn tissue yang banyak J

Summarry : ||Ini bukanlah yang aku inginkan. Seandainya saja kau tahu jika ini menyakitkan, kuharap kau tak akan meninggalkan aku semudah itu. Tapi, mengapa disaat pertemuan itu datang, aku tak bisa bernafas…. aku TERPENJARA…||

Another PRESENT From Me

 

Mini Series

 

~ DREAMS ….~

 

Just KYUMIN

.

.

 

Ini emang terinspirasi and ngikutin film India yang aku sendiri lupa judulnya.

Emang sih, ceritanya klasik banget tapi menurutku…

 

Pengorbanan itu mahal harganya

.

.

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

 

Nikmatilah STORY-nya…. ^_____^

.

.

HAPPY READING

.

.

 

 

Chapter 3

 

.

.

.

.

Cho Kyuhyun POV

.

.

Aku melangkah pelan meninggalkan Sungmin. Meletakkan sarapannya di atas meja yang ada di tepi taman. Membiarkannya merenungi semuanya dalam kesendiriannya.

 

Ia selalu seperti itu. Seakan tak mau sesuatu sekecil apapun mengganggu dunianya. Dan sementara aku disini, selalu saja menjadi seorang yang terasing bahkan di rumahku sendiri.

 

Aku beristri, dan dia cantik. Tak ada yang tak sempurna dalam dirinya. Permainan pianonya, suaranya dan nyanyiannya. Terlebih wajah itu, sebelum pipi tirusnya menghilangkan kecantikannya. Sungguh, dia adalah kepingan keindahan surga untukku.

 

Haruskah aku kembali dan terus merenungi semuanya?

 

Kekalahanku….

 

Bahkan sejak lama sebelum aku memenangkannya. Dan bahkan aku tak pernah menang sekalipun.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Aku mengontrol semua perkerjaanku dari rumah. Tak meninggalkan yeoja ini barang sebentar. Ini karena Sungmin terlihat begitu lemah hingga aku tak kuasa meninggalkannya. Ia selalu diliputi kesedihan dan bahkan kami jarang berbicara meski setiap hari aku bertemu dengannya.

 

Ia memang selalu menyiapkan semuanya untukku. Bahkan termasuk sarapan dan dinner kami. Tapi dia sama sekali tak hidup bersamaku bahkan seperti mati dirumah ini, hidupnya seakan kaku dan tak mempunyai jiwa lagi.

 

Tak sama dengan masakannya yang selalu enak dilidahku, tapi sama sekali tak bisa kutelan. Apakah aku lemah, hingga aku terus menangisimu seperti ini? Aku ingin melepaskanmu, Min-ah. Tapi apakah setelah ini kau akan baik-baik saja?

 

Setelah beberapa bulan mencari, ia semakin putus asa dan melemah. Tubuhnya semakin kurus dan juga kantung mata itu membuat wajah cantiknya terlihat menyedihkan. Aku seperti tak becus mengurusnya, padahal kenyataannya tak seperti itu. Sungguh, aku malang sekali…

 

Aku sama sekali tak mengijinkan siapapun datang ke rumah kami, termasuk Umma dan appa. Aku hanya tak bisa membayangkan bagaimana reaksi mereka jika mengetahui kehidupan yang kami jalani.

 

Pernikahan seperti apa ini….

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Kyu!!!”

 

Lengkingan itu terdengar keras disertai dengan larinya yang cukup cepat. Ia berlari ke arahku dari ruang TV yang ada di ruang tengah.

 

Tap…. tap… tap…

 

“Kyu! dia ada di Seoul. Dia akan concert, Kyu!”

 

Wajah itu terlihat cerah. Dan tangannya memegang kuat lenganku.”Maksudmu?”

 

“Tadi aku melihat liputan tentang artis dan trainee Sme, dan mereka akan mengadakan concert Kyu. kita harus datang dan melihatnya. Kau harus mendapatkan tiketnya, Kyu.”

 

Dan wajah itu penuh harap, meski kulitnya pucat tapi aku bisa melihat setitik kehidupan ada di rautnya. “Baiklah, aku akan dapatkan tiketnya.”

 

Dia mulai menatapku dengan mata itu, mata manjanya yang dulu selalu cerah. “VVIP seat. Ya… ya… ya…” Jebal, Min-ah. Jangan merajuk padaku.

 

“Nde.” Aku hanya bisa mengangguk. Meski rasanya berat, tapi demi kebahagiaanmu Min… untukmu.

 

“Ah… gomawo Kyu…!”

 

Dan dia berlari meninggalkan aku. Langkahnya begitu cepat dan terlihat jelas ia tersenyum sangat cantik. Aku tahu, setelah ini ia akan bersembunyi dikamarnya dan sibuk bermonolog sendiri. Mengatakan betapa rindunya ia pada namja itu…

 

Pada Yesungie-nya yang begitu ia cintai…

 

Ah…. aku sungguh malang.

 

“Yeobosseoyo!”

“….”

 

“Dapatkan untukku, tiket Dream Concert SMe. VVip seat.”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Dan sekarang kami disini. Di kursi paling depan dan nyaman hingga berada sangat dekat dengan trainee dan artis SMe. Kedua matanya terus berbinar dan mencari kearah manapun, sementara aku…

 

Jika boleh memilih, jujur…

 

Aku tak mau dia pergi. Tapi jika dia tak bertemu dengannya, sama saja aku tak bisa menikmati pernikahan kami dan hidup dengan baik bersamanya. Dia akan selalu bersedih dan menangis bersamaku. Tapi jika dia bertemu dengannya…

 

Kurasa juga tak akan berbeda akhirnya. Lalu bagaimana denganku?

 

Keadaanku?

 

Hatiku?

 

Apakah dia akan mempedulikannya?

 

“Huhh…” Aku menghela nafasku, rasanya berat dan sesak. Membuat seluruh isi kepalaku hampir meledak meski hanya memikirkan hal konyol ini.

 

Dan dia menoleh padaku. Oh ayolah… aku hanya bosan dengan acara seperti ini. Lebih baik 5 jam duduk di depan meja kerjaku dan semua pekerjaanku selesai.

 

Mata itu menatap semu padaku. Seperti menatapku tapi tidak menatapku. Ia tersenyum kecil, yah… aku tahu itu bukan senyuman manis. Tapi senyuman miris padaku. “Bosankah?”

 

“Ah, ahni… aku hanya…”

 

“Kau bisa pergi kalau kau mau. Jika aku menemukan Yesungie, maka aku akan pergi langsung bersamanya dan kau bisa hidup tenang setelah ini.”

 

Aku hanya bisa terdiam mendengar perkataannya. Begitu tak berartinyakah aku dimata yeoja ini? Seenaknya dia membuangku dan memperlakukan aku seperti ini, terus menerus dan tak pernah memikirkan bagaimana aku…

 

“Ahni, aku takut kau tak akan bertemu dengannya. Bisa saja dia tak mendaftar menjadi trainee. Dan hei, butuh bertahun hingga mereka bisa concert dan menyanyi di panggung. Jadi tidak mungkin jika dia sudah ada di stage ini.”

 

“Kau meragukan kemampuan Yesungie?”

 

“Ah… aku hanya…”

 

“Heuhh….” dia tertawa sinis. “Kau hanya iri padanya. Dia penyanyi terbaik yang pernah ada. Dan suaranya adalah hal terindah yag pernah aku dengar. Jangan menghakimi orang lain, yang bahkan tak kau kenal sama sekali. Aku begitu mengenalnya. Sangat mengenal Yesungi-ku.”

 

Egoiskah?

 

Dan aku hanya diam sekarang. Tak mampu lagi berkata apapun. Menatapnyapun aku sudah  tak punya tenaga. Yeoja ini kah yang terus aku perjuangkan? Dia bahkan sama sekali tak memiliki satu titik pun untukku.

 

Ah… Ya Tuhan…

 

Kenapa mataku panas sekali?

 

Hati ini seperti disayat dengan ribuan pisau kecil yang hanya menggores, namun berulangkali lebih sakit. Goresan itu merata diseluruh jantungku… meremukkannya dengan begitu mudah. Ini menyedihkan.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Ah… itu dia! Yesungie!”

 

Dia melonjak senang saat salah satu penyanyi solo baru memasuki stage. Kim Jong Won. Namja ini yang selalu menang dimata Sungmin. Namja ini yang sekarang benar-benar menggenggam kuat dunia Sungmin, bahkan meski dia tak melakukan apapun.

 

“Aku akan ke panggung.”

 

.

Sreet…

.

 

Dengan cepat aku meraih lengannya. “Hei, apa kau gila? Kau bisa mengganggu concert ini, dan bisa saja kau diseret keluar oleh penjaga disini.”

 

“Tapi aku harus bertemu dengannya, jebal… lepaskan aku…”

 

“Tetap disini. Dan kita bisa menemuinya di backstage setelah acara selesai.”

 

“Ahniya…” Dia menggeleng cepat dan berusaha berontak dari cengkramanku di lengannya. “Aku harus bertemu dengannya, dia harus melihatku. Jebal…. hikss…. aku harus bertemu dengannya…”

 

“Tidak bisa, tunggulah dulu.”

 

“Ahni! Aku harus membuatnya melihatku. Aku harus kesana!”

 

Dia berteriak padaku. Membuat luruh seluruh tubuhku. Rasanya begitu ringan hingga aku jatuh dengan mudahnya. “Sungmin-ah…” Aku hanya bisa berbicara lirih dan pasrah sekarang. Seluruh tubuhku berdenyut sakit untuknya. “Jebal… aku sudah berjanji akan membuatmu bertemu dengannya, tapi kumohon. Kendalikan dirimu Min, kali ini saja. Aku tak mau kau terluka karena amukan fans yang lain ataupun diseret keluar oleh penjaga. Demi dirimu sendiri, Min…”

 

Dan tubuhnya melemas.

 

Ya Tuhan, haruskah aku memelas seperti ini dulu?

 

“Hikss…. aku ingin bertemu dengannya, Kyu. Ini bahkan sudah lama sekali, dan aku begitu merindukannya. Yesungie…. oppa….hiksss…”

 

Perih melihatmu seperti ini, bahkan perihku tak kurasakan lagi. Berhentilah menangis karena keegoisanku, Min. ”Mianhe…”

 

.

 

.

 

.

 

Dan sekarang kami ada di backstage. Bagaimana bisa kami masuk? Tentu saja karena kuasaku. Siapa yang tak tahu Cho Family Group. Label perusahaan yang menguasai hampir seluruh perusahaan di Seoul dan juga Jepang.

 

“Dia sedang ada di ruangan itu.  Sebentar aku panggilkan.”

 

Salah satu kru menyanggupi permintaanku untuk menemui Yesung. Ya Tuhan… mengapa rasanya berat sekali. Aku tak sanggup lagi.

 

Tapi melihat yoja ini. Lee Sungmin yang bahkan namanya masih Lee Sungmin setelah pernikahan kami, pernikahan yang bahkan belum aku daftarkan sama sekali.

 

“Yesungie….”

 

Dia tersenyum manis dan menggenggam kuat kedua tangannya. Dia tersenyum dan menutup kedua matanya seakan tengah berdo’a. Begitu cintanya kau pada pangeranmu itu?

 

Dan jantungku berdetak cepat, sangat cepat. Dia…

 

Sosok itu keluar dengan senyumannya.

 

“Princess…”

 

.

.

.

 

Cho Kyuhyun POV end

 

.

 

.

 

.

 

“Princess…”

 

Sungmin membuka kedua matanya dan mengangkat wajahnya. Ia mengukir senyuman dan kemudian berlari ke arah Yesung yang tengah menunggunya. Namja itu membuka lebar  kedua tangannya dan tersenyum.

 

Menangkap tubuh mungil Sungmin dan memeluknya erat. Yesung hampir saja kehilangan keseimbangan jika dia tak bisa mengontrol dirinya.

 

“Ahahhaaa…. Princess…”

 

“Yesungie, Oppa….bogoshippeo…”

 

Dan Sungmin membiarkan namja itu mencium pipi tirusnya. “Hei, kenapa kau kurus sekali chagi.”

 

Sungmin menggeleng. “Aku hanya terlalu menderita karena jauh darimu. Kau jahat sekali, Oppa.”

 

Dan mata foxy itu  mulai memerah. Ia menenggelamkan wajahnya di dada Yesung dan mulai terisak. Memeluk erat tubuh namja itu. Pelukan itu berlangsung sangat lama. Hingga akhirnya, namja yang lain itu tak sanggup lagi menahan dirinya.

 

Ia tak bisa lagi melihat apa yang ada didepan matanya.

 

Sakitkah?

 

Tentu saja.

 

.

 

 

.

 

.

Lee Sungmin POV

 

.

 

.

 

“Kau kesini dengan siapa, chagi?”

 

“Eum….” Aku harus mengatakan apa? Aku ta tak mungkin mengatakan yang sebenarnya bahwa aku kesini dengan Kyu… “Eoh?”

 

Aku melihat ke arah belakang dan dia tidak ada. Dia…

“Chagi, kau mencari siapa?”

 

“Ah, ahni. Eum… kau sudah selesai ‘kan, Oppa?”

 

“Eum … sebenarnya belum tapi karena aku merindukanmu, aku akan minta ijin dengan manager dan yang lainnya. Tunggu sebentar disini.”

 

Aku mengangguk dan membiarkannya meninggalkan aku. Aku langsung mencarinya, namja itu…

 

Aku bukan tak menghargainya, aku hanya tak ingin menyakitinya terlalu dalam. Memberikan dia harapan yang bahkan tak bisa aku pastikan itu. Aku tak ingin dia semakin terluka.

 

“Mianhe… apa kau melihat Cho Sajangnim disini tadi?” Kru itu hanya mengangguk. “Dimana dia?”

 

“Aku tidak tahu, tapi mungkin saja dia sudah pergi. Mianhe, aku sedang sibuk.”

 

Kyuhyun… aku…

 

“Kajja…”

 

“Ah, nde Oppa.”

 

Aku bersamanya. Sesuai dengan apa yang aku inginkan, dan aku ucapkan. Begitu bertemu dengannya maka aku akan bersamanya dan selalu bersamanya. Tapi bagaimana dengan Kyuhyun, aku…

“Kau kenapa chagi? Kau sakit?”

 

“Ah, ahni.”

 

Kami memasuki mobil yang cukup mewah, dan bahkan aku tak yakin berapa mahal harga mobil ini. “Oppa, kau yakin ini mobilnya?  Mungkin saja kau salah?”

 

Dan dia tersenyum, mengacak rambutku. Mendekatkan wajahnya padaku dan memainkan hidungku. “Dengarkan aku princess. Ini adalah mobil inventaris yang diberikan Manager hyung padaku. Ia tak tega membiarkan aku kesana kemari naik bus dan selalu terlambat, jadi dia meminjamkannya.”

 

Aku hanya mengangguk, dan yah… aku tahu dia pasti sibuk sekali. Dan juga dia telah berhasil menjadi terkenal dan appa…

 

“Bagaimana kau bisa sampai disini chagi?”

 

“Eum… aku membohongi appa dan kabur dari rumah.”

 

“Mwo?”

 

“Nde, Oppa. Appa selalu memaksakan kehendaknya padaku dan aku sudah tak tahan lagi. Aku merindukanmu Oppa. Aku ingin bertemu denganmu, aku tak mau kau jauh lagi, Oppa… aku…hikss… Oppa…. aku merindukanmu sampai aku gila…”

 

Aku merasakan lagi, tubuh hangatnya dan pelukan nyaman itu. Aku tak bisa menahannya, betapa aku ingin menangis bahagia saat melihatnya lagi. “Aku begitu merindukanmu, Oppa. Jebal… hikss… jangan pergi lagi…”

 

“Tenanglah princess, setelah ini kita akan selalu bersama.”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Sekarang aku ada di rumah Yesungie. Entahlah, aku tak yakin ini benar rumahnya. Hanya sebuah apartemen kecil, tapi luas jika hanya Yesungie yang meninggali rumah ini. Aku melihat ke semua arah dan entahlah, aku harus sedih atau senang.

 

“Oppa….hiksss….”

 

Bagaimana aku tak menangis jika ia bahkan masih menyimpan foto bersama kami, tahun pertama saat aku masuk ke junior. Dia lebih tua 2 tahun di atasku dan selalu menjadi sunbae yang baik. Dia yang menjagaku dan begitu lembut memperlakukan aku.

 

“Wae chagi?”

 

Aku mengambil foto itu dan menunjukkan padanya. “Bahkan kau membawa ini? Hikss… oppa…”

 

Dan aku tak bisa menahannya lagi. Memeluknya erat dan aku tak akan pernah melepaskannya lagi. Aku tak akan sanggup jika setelah ini harus kehilangannya. “Hikss… oppa…”

 

“Sudahlah, jangan menangis lagi.” Kedua ibu jarinya mengusap pipiku. Wanginya sudah berbeda, tidak seperti dulu. Dan rambutnya juga…

 

Tapi dia tetaplah Yesungie-ku, namja yang selalu ada dihatiku. Dan wajah ini semakin tampan. “Handsome Oppa…”

 

Dia tersenyum kecil dengan panggilanku. “Kau baru tahu jika aku tampan? Ayolah, princess. Kau tak mungkin jatuh cinta dan tergila-gila padaku jika aku tidak tampan.”

 

“Ish…” Aku mencubit kecil pinggangnya dan see…

 

.

Chu~

.

 

Dia mencium pipiku sebagai imbalannya.

 

“Sudahlah, jangan menangis lagi. Sekarang ayo kita makan. Aku tahu kau pasti lapar.” Dia membawaku ke meja makan. Menyantap bersama makanan yang kami beli tadi.

 

“Chagi, makanlah yang banyak. Kau terlihat kurus.”

 

“Aku harus bagaimana,Oppa. Kau pergi tanpa kabar dan membuatku hampir mati. Aku tak enak makan ataupun tidur. Aku takut sesuatu terjadi padamu.

 

“Hei, chagi. Harusnya yang khawatir itu aku. Kau sendiri di Seoul, dan  kau tak punya siapa-siapa disini. Bagaimana kau bisa bertahan di Seoul?”

 

“Eum… aku… Aku bekerja. Aku bekerja mengajar anak-anak di kindergarten bermain musik, yah…. sesuai impianku.”

 

“Eum… baguslah.”

 

Aku hanya mengangguk canggung.

 

.

 

.

 

.

 

Berbohong seperti ini bukanlah diriku. Terlebih berbohong pada Yesungie, aku mencintainya dan akumembohonginya. Kenapa aku jadi seperti ini?

 

Sebelumnya aku tak pernah berbohong, bahkan pada orang lain sekalipun. Tapi hari ini aku sudah berbohong begitu banyak hal, pada Yesungie. Seharusnya aku menceritakan yang sebenarnya. Tapi bagaimana nanti? Apa dia akan menerimanya?

 

Aku tak bisa membayangkan, wajah tampan ini marah padaku.

 

Suara lembut ini, mungkin saja membentakku. Aku sama sekali tak akan sanggup jika nantinya akan seperti itu.

 

Bertemu dengannya, seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan untukku. Dan aku ingin selalu bersamanya. Dialah hidupku dan jiwaku. Dialah nafasku…

 

“Hei…”

 

Sapaan lirihnya menyadarkan lamunanku yang terus menatapnya.

 

“Kau belum tidur chagi? Ayolah, besok aku masih ada jadwal sebelum aku bisa meminta libur. Jadi malam ini, temani aku tidur. Aku merindukanmu, sangat merindukanmu.” Lengan itu menarik tubuhku. Memelukku posesif dan membiarkan aku menjadikan lengannya sebagai bantalan kepalaku.

 

“Oppa, aku malu. Eum, tanganmu juga bisa saja sakit. Jadi…”

 

“Biarkan sedekat ini, chagi. Aku begitu merindukanmu.” Dia mengusap lembut rambutku. Menyingkirkan poniku dan menciumnya. mencium lembut keningku, membuat seluruh tubuhku kembali bergetar lembut. Ciuman itu begitu lama, dan memenjaraku.

 

Yang bisa kulakukan hanya meremas kuat piyama lembutnya. Meremas tepat di kerah bajunya dan mulai meresapi perasaan ini. Perasaannya yang mengalir penuh di tubuhku. Merasakan bibir lembut itu yang menyesap penuh manisku.

 

Gigitan-gigitan lembut itu…

 

“Eumhhh…”

 

Begitu dalam ciuman ini dan memabukkanku. Tapi… mengapa rasanya tak seperti dulu? Ciuman ini masih memabukkan aku, tapi rasanya begitu berbeda. Meski aku mengikuti permainannya tapi…

 

.

Cpk…

.

 

Dia melepaskan ciumannya. “Kenapa chagi? Sepertinya ada yang kau pikirkan?”

 

“Ahni. Aku tak memikirkan apapun. Hanya saja, aku begitu merindukanmu sampai tak bisa memikirkan hal lain lagi.”

 

“Tapi, kau seperti tak menyukainya. Mianhe, aku hanya terlalu merindukan bibirmu, juga tubuhmu, wangimu dan desahanmu…Awwww… Yah! Appo!”

 

Aku mencubit pinggangnya. “ Neo jeongmall… Ish…”

 

Aku sungguh malu, meski kami hanya melakukan deep kiss dan pelukan tapi tetap saja perkataannya begitu mesum. Sebenarnya darimana dia belajar menggombal seperti itu?

 

.

 

.

 

Lee Sungmin POV end

 

.

 

.

 

.

 

Dan malam ini, mereka berpelukan erat. Saling memiliki dan menikmati dinginnya malam, hangatnya pelukan mereka. Di apartemen kecil tapi sederhana itu… dan itulah kebahagiaan sempurna, setidaknya menurut seorang Lee Sungmin.

 

Tapi bagaimana pandangan kita jika melihat namja ini? Dia terpuruk dan terlihat menyedihkan.

 

Namja tampan ini tidak mabuk, tidak juag berada di pub atau bar. Hanya duduk diam di kamar yang begitu indah dan wangi. Kamar yang penuh dengan warna pink yang lembut, begitu banyak beruang dan juga satu anjing kecil dengan bulu cantik yang berwarna putih.

 

“Princess, apa kau merindukan Sungmin?”

 

Dia bermonolog sendiri sambil berjongkok dan mengusap lembut anjing kesayangan Sungmin. Ia menggeleng dan kemudian beranjak dari tempatnya tadi. Membuka kabinet pakaian Sungmin, menarik pintunya. Dan ia mengusap pakaian Sungmin satu per satu. Hingga ia terhenti pada satu baju yang berwarna hitam. Dress yang begitu cantik, dan dress yang sama yang membuatnya jatuh hati pada Lee Sungmin.

 

Ia mengeluarkan dress itu kemudian meletakkannya di atas kasur Sungmin. Yeah, mereka tidur di kamar yang berbeda, dan ini mengingatkan Kyuhyun.

 

Namja itu, Cho Kyuhyun mengusap lembut dress Sungmin. Hingga akhirnya ia tak tahan lagi dan menjatuhkan tubuhnya memeluk dress itu. Ia berusaha menahannya dan berusaha untuk tak terus merutuki semuanya.

 

Tak menyesali apa yang terjadi dan juga tak membenci Sungmin. Tapi ternyata, dia hanya satu namja lemah yang begitu rapu dan bahkan tak bisa bangkit dari keterpurukannya.

 

.

 

.

 

.

 

Cho Kyuhyun POV

 

.

 

.

 

“Mengapa kau lakukan ini padaku, Min-ah… hiksss….”

 

Aku harus melakukan apalagi untuk mempertahankannya? Bahkan dia bukan milikku sebelum ataupun sesudah ini. Dia meninggalkan aku sesuka hatinya dan semudah itu.

 

Apakah aku tak pernah mempunyai satu kesempatan saja untuk mencintainya?

 

Aku disini, hanya bisa sendiri duduk didalam kegelapanku sendiri. Dan dia, apakah dia pernah memikirkan bagaimana aku. Dia selalu menyingkirkan aku, bahkan sebelum aku bisa masuk. Lalu bagaimana aku bisa bertahan.

 

“Lee Sungmin! Pabbo yeoja!! Hikss… kau bodoh sekali…!”

 

Aku tahu tak ada artinya berteriak dan memukuli dressnya. Tapi aku tak tahu lagi harus seperti apa mengatasi semua perasaan ini.

 

“Aku kecewa Min… sangat kecewa padamu. Bagaimana bisa kau menghancurkan hidupku sampai seperti ini? Sama sekali tak pernah memikirkan bagaimana aku, dan selalu saja egois… hikss…. Sungmin…. hikss… aku harus bagaimana Min….”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Aku terbangun karena matahari yang menyilaukan wajahku, tapi kuharap ini bukanlah mimpi. Aku mencium bau masakannya. “Jam 10. Aish… aku terlalu lama tidur.”

 

Kepalaku rasanya berat dan … konyol. Aku ingin tertawa saat menyadari tadi malam aku menangis tersedu deperti yeoja, sungguh payah.

 

“Makanlah, ini sarapanmu.”

 

“Sungmin.”

 

“Nde, ini aku. Kau pikir siapa?”

 

Ini benar-benar dia, ini bukan mimpi. Tubuh ini berada tepat didepanku dan membawa sarapan untukku…

 

“Kau kembali, aku ta…”

 

“Jangan senang dulu. Aku hanya mengambil pakaianku dan segera pindah ke tempat Yesungie Oppa.”

 

“Mwo?! Bagaimana bisa kau melakukannya? Kau tak bisa seperti itu?!”

“Bukankah aku sudah bilang, jika aku akan pergi dengan Yesungie jika aku bisa bertemu dengannya. Bukankah ini sudah jelas jadi jangan mempertanyakannya lagi. Sudah minggir dan makan saja sarapanmu. Dan, ommona…!”

 

Dia melihat ke arah dress yang mungkin sedikit sobek karena aku meremasnya untuk melampiaskan kesalku kemarin.

 

“Bagaimana bisa ini seperti ini? Apa yang kau lakukan pada bajuku?” Dia berusaha  memeriksa dress itu, tapi memang dasarnya dress itu sudah sedikit rusak karena kemarahanku kemarin. “Apa yang kau lakukan Tuan Cho! Kau bahkan tak tahu apa-apa tentang aku, kenapa kau berani melakukan ini? Aku tak pernah menyentuh sedikitpun barang-barangmu, tapi kenapa kau merusaknya?”

 

“Hei, hanya sebuah dress. Aku bisa membelikanmu yang baru, bahkan bisa sama persis deng….”

 

“Yah! Jangan kau pikir aku mau dengan uangmu! Aku tak sudi barang yang diberikan Yesungie harus berganti dengan apa yang kau berikan. Kau tak tahu bagaimana Yesungie membelikan ini untukku. Bagaimana bisa kau merusaknya, kau… hikksss…. bagaimana bisa kau menghancurkan hidupu? Menggangguku terus menerus! Apa kau tak bisa berhenti huh? Hiksss… hiksss…. mianhe… Oppa…!”

 

Dan dia memeluk dress itu.

 

Apakah harga diriku dan hatiku tak seberapa di banding pakaian itu? Kenapa dia benar-benar memandangku sebelah mata. Aku mencoba melangkah dan mendekatinya. Mencoba menyentuh bahunya, tapi…

 

“Jangan mendekat! Kau penjahat! Hiksss… kau mengambil semua kebahagiaanku! Yesungie dan juga masa depanku! Yesungi dan juga pernikahanku! Kau… hikss… kau jahat sekali Kyu… kau jahat…. hikss…”

 

Aku membiarkannya memukul dadaku, terus menerus hingga aku merasakan sesak. Bukan karena sakit tapi ini karena Sungmin.

 

“Kau tak seharusnya terus menyalahkan aku, Min. Bagaimana bisa kau terus menutup mata padaku, suamimu sendiri? Bagaimana bisa kau sama sekali tak menganggap dan bahkan sama sekali tak mengingatku? Setelah semua yang kulakukan untukmu? Mempertemukanmu dengannya…”

 

“Yah! Jangan membodohiku! Kau juga yang memisahkan aku dari Yesungie, apa kau lupa? Kau membuat appa buta dengan uangmu, apa kau juga tak mengingatnya… kau jahat Tuan Cho, kau begitu jahat dan aku sangat membencimu! Aku membencimu Tuan Cho hikss…. kau menjijikkan! Kau menyebalkan! Kau sampah dan  aku membencimu! Hiksss… Cho Kyuhyun… aku membencimu… hiksss… kenapa kau lakukan ini padaku…”

 

Aku emmbiarkannya melampiaskan semua kemarahannya padaku. Membiarkannya terus memukulku tanpa bisa berbuat apapun. “Sungmin, jika kau ingin kita berpisah maka aku akan melepaskanmu. Lagi pula pernikahan ini hanya disaksikan oleh Tuhan. Aku belum mendaftarkannya, tapi…”

 

Mengapa air mata ini keluar, sementara aku tak bisa mengusapnya. Aku tak mungkin membiarkan yeoja ini terus menertawakan aku karena aku menangis didepannya. Tapi…

 

”Hikss…” aku tak kuasa lagi menahan sakitku. “Harus kau tahu Ming, hikss…. aku bahkan mencintaimu lebih dari diriku sendiri. Hikss…. dan kau sama sekali tak pernah mempunyai mata atau hati untuk melihatku. Tapi apa… aku sama sekali tak pernah mengeluh padamu Ming, aku tak pernah berteriak apapun, tentang perasaanku….”

 

“… Dan bahkan kau melupakanku karena namja itu sudah ada padamu, bahkan kau tak mengucapkan apapun meski sekedar terima kasih… jadi huksss…. kau pikir aku tak pernah merasakan sakit? Mencintaimu adalah salah satu rasa sakitku Min, kau tak pernah melihatku lalu aku harus bagaimana untuk memenangkanmu Min.”

 

“Kyu, aku…”

 

“Huks…. kau bahkan tak punya mata untuk melihatku Min. Hukss…. huksss… haruskah aku memohon dan berlutut padamu Min… atau berteriak pada semua orang jika aku adalah pengantin yang sama sekali tak pernah menikah, kau tak mencintaiku Min… tak pernah melihatku, lalu aku harus apa… huksss…. kau… hukkss…. kau tak pernah mengerti Min…. tak pernah… Kau bahkan bu…”

 

Ya Tuhan, jika ini mimpi maka biarkan aku tetap tidur hingga esok hari atau esoknya lagi.

 

Aku tak ingin kehilangan perasaan ini…

 

Bibir lembut ini…

 

Hukss…. Sungmin-ah…. so much i love you… so deep is my pain…

 

Just guess, how many more time that i can survive, Min…. huksss… please… stand by me….

 

 

.                                                                                                                                                                                                      

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

TBC

.

.

.

.

Huweeee…!!!! #mewek # TT___TT

 

Aku nangis nulis ini. Makanya low banyak typo abaikan ajah, nikmati storynya#plak#

 

Udahlah ga banyak ngomong, aku mo nyari tissue dulu… Bye…

 

Review ya???

 

Saranghae nae lovely reader….

133 thoughts on “Dreams…. | Ch. 3 | KyuMin | GS |

  1. td ciuman pha bkn hah???moga iia eah
    nyesek jg karakter kyuppa d sni,kasihan hti.a skt truz d siksa hiks hiks hiks aq jd ikutan nangis
    umin oppa jahat bgt sumpeh tak berperasaan,egois dn menyebalkan huh

  2. wawawa tisu…tisu… sedih banget kasian kyu tp salut ma author punya ide cerita yg bagus walau diangkat dari film india, jalan ceritanya bagus cerita sedihnya masih menngalir dan menyentuh hati aku sbgai pembaca bs merasakan sedihnya, tp tolong jangan terlalu kelamaan sedihnya dan buat kyu nggak terlalu naif dengan selalu mengalah.buat kyu sedikit egois yang juga ingin memiliki sebagai manusia biasa yg memiliki segala kekurangan dan ego. munculkan sikap evil kyu disaat yg tepat buat uming terpesona dngan kyu. dan aku tunggu ch selanjutnya, semangat terus ya aku doakan semoga selalu menemukan ide ide baru….

  3. Hiks hiks..kyuppa kenapa hidupmu begitu menyedihkan??
    Ming jahat bnget,gak tega aku sama kyuppa hiks
    Hiks lanjut thor hiks..hiks *mewek di pojokan*

  4. kyu oppa yg sbar yya.. hiks… ming gag maksud gtu kok hiks… tunjukkan pesonamu oppa hiks… *ngetik smbil nangis*
    eonnie, d tunggu chap selanjutnya yya hiks hiks

  5. Hieaaa huwaaa sedih amat nasibmu kyu..g tega lht kyu kyak gtu.. Ming knp kau tega ma kyu..knp cm yesung aj yg ad dpikiranmu..kshan kyu ming..tega kali kau ming..lnjuuuuut eonni

  6. *ikutan mewek

    g tw musti ngomong ap. . .
    Serba salah. .
    Mw bela kyu. .ming jga sdih. .mw bela ming. . Kyu sengsara. . .aish. .
    Bgung. . .
    Lanjut eonni. . .
    Updet c4 ya. . .hehe

  7. huwwee T.T
    Banjir air mata nih mbaca’a,apalagi pnderitaan kyu..
    Nyesek bgt..

    Ming jgn siksa kyu terus dong,kasiaann…

    Kirain prtemuan yemin gak bakal scepat ini,biar kyumin dket dl gt..

    Kyu yang sabar ya..

  8. akh kenapa kyuhyun begitu menderita
    eon kenapa tangisan kyuhyun mesti huks ???
    kayak ff 2min klo taemin nangis deh
    lanjutkan chap 4🙂 bikin kyumin dong kyumin🙂

  9. Huweee….. Aku bacanya sambil nangis…
    Ficnya benar” keren deh, menyayat hati…
    Lanjut…. Lanjut… Lanjut….
    Nggak sabar nunggu next chap..🙂

  10. komentx aq rapel yaa yg chap 2 n 3 skaligus…
    jujur, nyesek bacax… kasiaaaaaannnn bgt kyu, pdhl biasax minnie yg jdi phak yg tersakiti tpi skrg giliran kyu…. tpi ceritax daebak dech… lanjut ne… kyu… hwaiting…

  11. kasihan banget kyu oppa. min eomma jaht bgt sih. g sdar ya klu kyu appa itu udah berkorban banyak,lanjut thor !! keren gila bikin orang mewek ni crita

  12. Aku blm baca ffa unni yg ini dri chap 1… Tpi.. Aku mau baca soalnya sedih banget kyknya… Aku ngga punya kta” lain lagi… Aku tkunya dibilang konyol atw alasan klasik…
    Jdi… Unni,,, lanjutkan….😀

  13. hueee airmataku gak mau berhenti. Hiks.hiks. Kasian kyu. Dia buat aku aja onnie. Bagian sad nya kerasa banget onnie, jadi merasa seperti menonton langsung.

    Oya onnie, aku bole minta pw drama chap 14 gak? Kemaren aku uda mention onnie tapi belum dibalas. Akun twitter aku @LailaSutari .
    Sebelumnya gomawo onnie

  14. Huweee TTT.TTT
    nangis baca chap yg ini…huhuhu
    Kyu ksian bngett sihh…:'(

    .
    .lanjut unn ! jeballl….update kilat *maksa* #plakkkk

  15. hikkss…
    kyu baik banget karakternya di sini, berkorban apa pun buat kebahagiaan min walaupun dia sendiri menderita.
    yemin biasku tapi kalo kyu tersiksa ampe segitunya ga tega juga. di satu sisi aku pengen kyumin tapi di sisi lain yemin.
    next chap ditunggu dan jangan lama2!

  16. Huweeeeee (╥_╥)
    Nangis lagi bacanya hiks

    Kenapa kyuhyun oppa tersiksa banget……
    Udah cukup dong sungmin nyakitin kyuhyun
    Nyesek sendiri bacanya

    Lanjut😀

  17. Eooniiiiiiiiiiie! Aq nangis lo baca part ini. Huuuweee nasib kyu tragis amat, mana biasq jd org ketiganya lg. Ck ck ck, jangan jht dong bang yeye,biarin dah mrka berdua ya ya! Bang yeye ma aku aja #plak digampar clouds.eonnie knp smsq gak dbls. Huwee kutemeni eonie nangis# husap ingus

  18. huuuwwweee…nyeseeekk bgt pas kyunie nangis!!!
    Skt bgt kl g prnh dianggp am org yg qt cintai,hiks
    inspirasiny dr film india??
    Ky’ny q prnh lht deh,kl g slh jdulny Hum Dil De Cukke Sanam
    maaf deh kl slah
    hehehehehe

  19. Aku selalu suka Picnya di tiap chapter, huhuhu…
    Aslinya aku jarang baca Kyumin GS, di ffnet juga jarang banget.
    Tapi yang ini boleh lah… ^^

    Sungmin yang innocent, naif, dan impulsif. Susah menyalahkanya. Kyu juga. Harus lebih tegar lagi. Hummm….

    Jadi bingung ni. Ga kebayang cerita selanjutnya, gimana masa depan yang win win solution buat mereka…
    #kebawa cerita

    Okeh, aku mau lanjut ke chap 4….

  20. upil, kasian bgt. Jujur disini umin sedikit keterlaluan. Thor, buat umin sadar, kalo kyu itu jodohnya. Dan yesung adalah jodohku*dilepargranat.

  21. eonni aku loncat ke chap ini ya.
    chao sebelumnya di protek. nanti aku minta pwnya x)

    huh, aku aku nangis TT
    kyu, sedih liat Kyu disini. hiks
    ya ampun.
    kuat ya Kyu!

  22. ampuunnn lahhh….
    nyesek banget ini….
    siksaan batin lebih sakit daripada siksaan fiisik… hiks…
    okee, disini Min rada nyebelin….
    cinta siih cinta yaaa…. tapi jangan terlalu nyakitin kyu juga kali….
    kamu jahat Min! kamu jahat…!!! *oke, abaikan yg satu ini*
    onnie daebak euy…!!!!!!!!
    chapter ini feel-nya dpt bgt!!! ^^

  23. Aigoo sungguh menyedihkan dirimu kyu *plakk*
    kasian kyupil nya , min kejam banget kao
    kyu itu the perfect guy in the world stlah appa ku😀
    eon pendapatku kalo kyu nangis jgan pkek “hukks hukks ” ya kliatan gk gentle lo ._.v
    mending nangis smbil diem aja biar tmbah kerasa hurt nya
    klo pendapat ku sih geto
    eon boleh mnta nope ? Mau mnta pass nya yg chap 4 *puppy eyes*

  24. kyu…kau menderita sekali…..sesakit itukah kyu???
    tak dihiraukan memang sangt sakit…..
    #huwaaaaa malah curhat😦

    dan sepertinya min juga ada rasa kali sama kyu,,tapi dia belum menyadarinya …buktinya pas dia ciuman sama yeye ada yang beda kan,,,dia merasa bersalah sam kyu…#sotoy..xD

    aku langsung terbang ke next ch>>>>>>>>>>

  25. minnie tega amat ya ama kyu.
    Kyu udah ngelakuin berbagai cara buat ngebantu ming ketemu sma yesung,tp apa yg kyu dpt??
    Cuman rasa sakit yg kyu dapat.

    Minnie cobalah lihat kearah seorg cho kyuhyun walau hanya sebentar.

    Di chapter ini aku kasihan bgt sma kyu,sabar ya kyunnie.
    >___<

  26. Daebak !
    kyuppa~huweee#nangis d pelukan kyu#
    aku tau flm india ny ,tp kya nya crita ny g sama y ?ato mang bkn yg aku maksud ?yg aku tau jdul ny Dadkhan !
    tp sumpah ni epep daebak >.< !

  27. wah thor aq bru bca dri ffn tpi aq bru tau kalau author pindah ke sini…
    aq penasaran ni sama kelanjutan’y moment kyumin… itu benaran minpi kyu atau itu kenyaraan… penasaran…
    boleh minta PW’y gak thor…,~chapter 4,5 n sekuel nya gak …

  28. kyu perjuangkan lah cinta mu insyaallah allah akan menyatukan kalian!*kok ky pengajian?* ming aku tunggu saat kau terpesona pada kyu huahaha….

  29. annyeong author.. aulia ibnida..
    aku reader baru disini..
    ohiya, ff ini bikin nyeeeseeeeekkkkk bgttt
    baru kali ini baca ff yg. kyu nya tersiksa..
    dpttt bgt..
    mianhae thor.. aku baru komen di part ini..
    saking serius baca jd lupa komen hehehe
    aku boleh minta pw gak? hehe

  30. Okesip. Air mata makin deras ngalirnya TToTT
    Kyuhyun ~~ TToTT
    Aku suka kalo dia menderita, tp bukan menderita yg kayak gini. Aku maunya dia menderita karna gak tahan sama pesona Ming yg terlalu memikat..
    Bukan penderitaan yg sebenernya seperti ini..
    Hah.baca ini sambil dengar lagu Bittersweet beneran buat air mata gak berhenti ngalir😥
    Emosi di FF ini kuat banget. Nyampe ke pembaca :”

  31. Aish jinjja.
    Di part 2 g bisa tulis komentar. >_<
    Jadi di sini iiaa aku komentnya.

    Huwaaaaaaaaaaaa. T.T
    kasihan bget Kyuhyun.
    Authur jebal jngan bikin Kyuhyun menderita lagi. T.T
    next part deh.

  32. Huweee.. Nangis baca chap ini..

    Ming kenapa semakin egois?? Kyunya nyesek banget tuh..

    Ughh, ga kebayang namja kuat macam Kyu malah menangis hebat untuk seorang yang egois seperti Ming (dalam FF aja Ming nya egois).. Huweee..

  33. kasian kyu.. minnie lihat pengorbanan kyu.
    kasih wookie buat yesung. biar yesung ga ganggu kyumin terutama pikiran kyumin.
    aigooo kya kya kyaaa itu minnie nyium kyu?
    aishh lanjut lanjut hahahha
    hwaiting!!! ^^9

    oh iya gimana caranya aku bisa dapetin pw?

  34. Huhuhuhu…..
    Uminnya egois, mikirin diri sendiri, g pernah mau tau apa yang d rasain sama kyu…..
    Huhuhuhu…..

    Ini begitu menyakitkan….😦

  35. Ўªãª ampun min… Di part ini kmu jht ϐ᪪ngέέtt…. Kyu ksh smua yg kmu mnta tp kmu buang dy gt ja stlah kmu ktu yesung…
    Нϊккss²…-(-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡ )- Нϊккss²…-(-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡ )- kyu… (-̩̩̩-̩̩-̩̩̩-̩̩___-̩̩-̩̩̩-̩̩-̩̩̩) kyu…..

    Ɑ̤̥̈̊ƥɑ̤̈̊ umin sdh mlai mnctai kyu?? Ato hny skdar prsaan kshan aja… Ўªãª Tuhan smoga prasaan cnta… Kshan kyu ĸªL̲̅σ dy hrs ϑî tnggal umin…

  36. haduh2….umin jahat…kasian tuh kyuppa,udh bela2in nganter eh mlah dilupain gitu aja…cckckckckck…
    bner2 chap yg mnyedihkan eon….tp di akhir2 bner2 buat q penasaran,itu umin yg nyium dulu ya??????awwwwwwwwwwwww……jd pgn tau kelanjutannya🙂
    daebak eon….

  37. Kenapa begini…huaaaaT^T# lap ingus
    kasihan kyu, author kyumin kpan nyatux q udah gk kuat liat kyumin kyak gini. Daebak dh karya mu thor, q bner2 ikut hanyut(?) ma ceritax

  38. ympun ff ini berhasil bkin aku nangiss T.T
    jebal ming, lihatlah kyu sedikit aja, ga bisa bayangin pasti kyu sakit bgt
    heumm cho kyu jd melow bgt dy, fighting kyu!!

  39. aduh sungmin jd egois pdhal kyuhyun dach mau repot2 buat nganter n beliin tiket buat sungmin….
    pa sungmin g bs liat ketulusan cinta dr kyuhyun y…..

  40. Ikkhhh lama2 knpa jadi kesel ma sungmin,,,kesannya dia tuh egois bnget,gak mikirin perasaan kyu,,,,padahal kyuhyun dah rela bantuin cari yesung,,tapi knpa sifat sungmin seperti gak tau trima kasih,,,,

    hehe knpa ak jadi ksel sendiri,,,,

    lanjuuuutttttttt

  41. Aku nangis baca part ini.
    Sedih banget.
    Huwaaaaa kyu kesiksa banget,,
    Knp min setega itu eoh.
    Nyesek, miris,, huwaaaa aku nangis.
    Semoga baca next chapter lebih cerah.

  42. HuweeeeeeT_T d’sini kyu benar2 jadi yang tersakitiT__T ming ayolah cepat sadar bahwa kau tlah mnyakiti kyu terus menurus benar2 kecewa dgn sikap egoisnya ming>,<

  43. so damn…
    Sungmin-ah…. so much i
    love you… so deep is my pain…
    Just guess, how many more time that
    i can survive, Min…. huksss…
    please… stand by me….
    kyaaaaaaaa
    password part 4 nya gimana? uu

  44. Gyaah malang nasib mu bang!!#lirik kyuhyun
    ming,!kau terlampau menyakiti kyuhyun ku.
    Thor,chap ne terlampau menguras emosiku. Cius deh..lanjut ya

  45. Sedih bacanya😦
    pengorbanannya kereng bgt, mudah mudahan sungmin bisa nerima suaminya, tp dilain sisi yesung juga kasian😦
    lanjut baca🙂

  46. (╥ ﹏ ╥) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) knp Kyu mkin menyedihkan….. Knp Ming jhat bgt d sini (╥ ﹏ ╥). Next…….

  47. huah.. kasiannya hidup kyu >__< entah knapa kau begitu membenci sifat ming. dia benar2 err– begitulah. membuatku malas saja dengannya. entah kenapa ming itu kyak gak berkarakter banget. dan selalu bikin aku jengkel. ukh~ ming pabbo..

  48. Chap ini nyesek bgt….. hiks…
    Ampe nanggis baca nya… sebener nya sblm comment td aku dah baca cerita ini sampe chap 3 ini tp gak enak mau langsung comment di chap ini jd aq comment di prolog dulu.. heh mian thor….
    Lanjut baca chap 4 ah…
    Keep hwaithing…..🙂

  49. ini feel nya dapet bgt.,, berusaha ga nangis.,, #ni bulan puasa.,,
    Kyu kasian.,, ming bener2 tega.,, awas ntar nyesel lho ming.,, TT

  50. kasihan kyuhyunnya😥
    pengen deh peluk dia, biar ngga sdih dibuat nangis umin ;(
    smoga chapter depan hbungan mereka membaik. Hwaiting onnie!

  51. Huweee… Kasian banget si Kyu Oppa cintanya bertepuk sebelah tangan😦
    Ming sadarlah apakah kau tak tersentuh sedikit pun perasaanmu kepadanya ??
    Kasian Kyu Oppa😥 Oppa Fighting🙂

    Lanjutttt ^^

  52. sungmin makin keterlaluan ! egois bgt !
    begitu udah ketemu yesung kyu ditinggal !
    gatau terima kasih padahal kyu yg udah nemuin ming sama yesung !

  53. Makin kasihan sama kyuhyun..
    Seharusnya kan ming terima kasih sama kyuhyun..
    Kalo nggak karna kyuhyun pasti nggak bakalan ketemu sama yesung..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s