Dreams…. | Ch. 2 | KyuMin | GS |

.

.

.

.

.

“Hikss…” dan Sungmin tak bisa menahannya. “Bagaimana aku bisa memohon untuk membatalkannya sekarang, terlebih beberapa menit lagi kita akan menikah? Hikss… kau pikir aku ini apa? Barang murahan yang bisa kau beli dengan uangmu?”

 

Sungmin mulai meremas jas Kyuhyun dan memukul dada namja itu.”Jika kau ingin membatalkannya, kenapa tak dari dulu? Hiksss… kenapa juga bukan kemarin? Kenapa baru hari ini? Kenapa? Hikss…. hikkss… kenapa kau masuk dalam hidupku? Kenapa…”

 

Dan sungmin melampiaskan tangis dan kemarahannya pada Kyuhyun. “Aku tak mencintaimu… hiksss… aku membencimu… aku benci padamu… hikss…”

 

Rasanya perasaan dan hati Kyuhyun jatuh seketika. Ia tak mungkin bisa menghentikan ini sekarang, lalu apalagi yang bisa ia lakukan setelah ini? Berharap Sungmin akan menerima pernikahan mereka?

 

Sangat tidak mungkin.

 

Lalu apa yang harus ia lakukan disepanjang sisa hidupnya bersama Sungmin setelah pernikahan ini?

 

“Aku akan membawamu bertemu dengannya.”

 

 

.

.

.

.

.

.

Dreams….

 

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : T

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

– Kim Jong Woon a.k.a Yesung

– Other Super Junior member

Pairing : || KYUMIN || slight Yemin

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

Genre : ||Drama || Romance||Fluffy Angst||

Warning : || GS || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

Summarry : ||Ini bukanlah yang aku inginkan. Seandainya saja kau tahu jika ini menyakitkan, kuharap kau tak akan meninggalkan aku semudah itu. Tapi, mengapa disaat pertemuan itu datang, aku tak bisa bernafas…. aku TERPENJARA…||

Another PRESENT From Me

 

Mini Series

 

~ DREAMS ….~

 

Just KYUMIN

.

.

 

Ini emang terinspirasi and ngikutin film India yang aku sendiri lupa judulnya.

Emang sih, ceritanya klasik banget tapi menurutku…

 

Pengorbanan itu mahal harganya

.

.

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

 

Nikmatilah STORY-nya…. ^_____^

.

.

HAPPY READING

.

.

 

 

Chapter 2

 

.

.

.

.

Lee Sungmin POV

.

.

Rasanya dunia ini begitu tak adil padaku.

 

Bagaimana aku menjawabnya nanti?

 

Yesungie Oppa, neoumu appo…

 

Aku harus menatap altar putih yang sama sekali tak aku inginkan. Dimana disana hanya ada masa depanku yang hitam. Oppa, bagaimana aku menjelaskannya padamu nanti?

 

“Hikss… hiksss…”

 

“Jangan menangis.”

 

Appa…

 

Kenapa hanya bisa meremas tanganku? Cobalah melepaskan aku, Appa.

 

Aku mencoba memohon padamu, appa. Tapi mengapa kau seperti tak punya hati. Tau apa tentang kebahagiaanku? Kau tak tahu betapa aku mencintai Yesungie Oppa, kau keterlaluan padaku Appa.

 

Haruskah aku meraih tangan itu? Tangan namja yang telah memisahkan aku dengan Yesungie Oppa? Haruskah…

 

“Hiks…. hikss… Neomu appo…”

 

Hanya bisa menangis lirih dan sekuat hati menahannya…

 

Inikah yang kau inginkan appa?

 

Kau bahkan tak tahu jika aku lebih memilih mati dari pada harus kehilangan Yesungie Oppa…

.

.

.

Lee Sungmin POV end

.

.

.

.

Kyuhyun mengulurkan tangannya, mencoba meraih tangan lemah Sungmin. Yeoja itu sungguh benar-benar terpukul hingga mungkin jika tergores sedikit saja maka dia akan mati.

 

Meski tertutup cadar, dapat ia lihat dengan jelas. Kyuhyun tahu itu… Sungmin tak pernah berhenti menangis.

 

Suara pendeta itu seperti nyanyian lalu bagi Kyuhyun. Dibenaknya, hanya memikirkan bagaimana caranya untuk membahagiakan yeoja yang akan dinikahinya ini. Namun, masih terlihat jelas bahwa ia memang sudah kalah. Bahkan sebelum perlombaan ini dimulai.

 

“Bersediakah anda Cho Kyuhyun, menerima Lee Sungmin sebagai pasangan hidupmu? Berbakti dan menyayanginya dalam keadaan susah ataupun senang, sehat ataupun sakit, miskin ataupun kaya?”

 

“Nde, saya bersedia.”

 

 

“Bersediakah anda Lee Sungmin, menerima Cho Kyuhyun sebagai pasangan hidupmu? Berbakti dan menyayanginya dalam keadaan susah ataupun senang, sehat ataupun sakit, miskin ataupun kaya?”

 

“Aku….”

 

Suara Sungmin tercekat seakan tak mau keluar. Dan gerakan bibir mungil itu, benar-benar telihat jelas tengah menggumamkan satu nama.

 

“Aku bersedia.”

 

.

.

.

.

.

.

 

Setelah upacara pernikahan   itu selesai, Sungmin terus saja mengurung dirinya. Ia menatap ke sekitar kamarnya yang sekarang terlihat begitu sempit. Mengabaikan riuhnya pesta yang diadakan di rumahnya. Mengabaikan ketukan setiap orang yang mencoba membawanya pergi ke dunia itu.

 

Ia tengah sibuk dengan hidupnya sendiri, sibuk dengan dunianya. Menatap sendu wajah yang seakan begitu lama ia tak melihatnya. Mengusap wajah itu dan kembali menangis lagi.

 

Tak ia pedulikan gaun pengantin yang kusut itu. Cadarnya entah ia buang kemana. Wajahnya yang sungguh tak seperti pengantin lainnya, hingga kedua matanya menggores hitam saat eyeliner itu bercampur dengan air matanya.

 

“Oppa…”

 

Hampir tak terdengar. Suara itu sehalus hembusan nafasnya. Sungmin mencium permukaan datar dan dingin itu. Sebuah foto dengan wajah yang selalu tersenyum untuknya.

 

“Eoteokke Oppa… hiksss….”

 

Dan entah datang dari mana, namja itu tiba-tiba saja sudah berada dikamar Sungmin. Sungmin sama sekali tak berniat menatapnya. Kyuhyun mengunci pintu mereka, kemudian meletakkan satu nampan yang mungkin berisi menu makan malam untuk Sungmin.

 

Bahkan ini sudah tengah malam, namun entahlah… Sungmin sudah merasa kenyang hanya dengan menangis. Baginya ini sudah cukup… semuanya sudah berakhir.

 

Kyuhyun menyingkap poni Sungmin yang menutupi wajahnya. Tanpa kebahagiaan yang seringkali terpancar di wajah pengantin baru. Ini sangat menyedihkan.

 

.

.

.

.

Cho Kyuhyun POV

.

.

.

 

Inikah salahku, Lee Sungmin…

 

Aku melihatnya dengan jelas dan mengapa kau seakan tak mau memaafkan aku? Aku mencintaimu, Lee Sungmin….

 

Aku masuk ke kamarnya dengan satu kunci cadangan milik Kangin appa. Membawa makanan untuknya, aku tahu ia bahkan belum memakan apapun selama 2 hari ini.

 

Apakah ia begitu tersiksa?

 

Aku meletakkan nampan itu di dekatnya. Makanan yang kuharap akan ia sentuh setelah ini. Aku menyentuhnya, menyingkap poni yang sama sekali tak berhasil menyembunyikan kesedihannya.

 

Dan hanya kesedihan yang kulihat. Kumohon, jangan seperti ini padaku… Apakah salah aku mencintaimu?

 

“Aku sudah berjanji padamu, akan membawamu bertemu dengannya. Jadi, bisakah sedikit saja kau menyayangi hidupmu sendiri?”

 

Sungmin, dia hanya menggeleng. Ya Tuhan, inikah hukumanMu? Aku hanya mencintainya, apa ini salah? Aku juga telah menikahinya, apa ini juga satu perbuatan dosa yang sama sekali tak punya kesempatan untuk mendapatkan pengampunan?

 

Aku mengangkat wajah itu. Menghapus garis bening bercampur hitam yang membuatnya terlihat begitu terpuruk. Sangat sakitkah, Min? Ayolah… marahlah padaku, setidaknya itulah suara yang kau keluarkan untukku.

 

“Mianhe…”

 

Dan Sungmin menunjukkan foto itu. Diakah namja yang selalu menang di hatimu? Bahkan sebelum aku masuk di garis start itu? Dia sudah memenangkanmu?

 

“Bawa aku…. aku hanya ingin bertemu dengannya…”

 

Aku tak tahu harus seperti apa sekarang. Haruskah aku bahagia atau merutuki kebodohanku sendiri? Menikahinya adalah satu kebahagiaanku, dimana aku pertama kali jatuh cinta dan melihatnya. Saat melihat senyuman diwajahnya, wajah cantik ini yang telah meluluhkan aku.

 

Dan sekarang aku memilikinya….

 

Memliki tubuh ini sepenuhnya, dan entahlah…

 

Apakah yang harus aku lakukan? Inikah kebodohanku? Aku tak bisa menyakiti diriku sendiri dengan cara seperti ini, tapi Sungmin… Dia menyiksaku lebih dari semua sakit yang pernah aku rasakan sekarang.

 

Melihatnya memohon dengan kedua mata itu, kulit pucatnya, bahkan pakaian pengantin yang masih melekat di tubuhnya…

 

Inikah rasa bersalah itu?

 

Penyesalanku yang seakan tak akan ada habisnya. Bagaimana aku membayar setiap tetesan air matamu? Aku tak bisa melakukannya Min… sama saja dengan membunuh diriku sendiri…

 

“Apakah, kau akan bahagia jika bertemu dengannya?”

 

Dan anggukan itu, senyuman tipis itu…

 

“Aku akan bahagia… aku tak membutuhkan apapun…”

 

Ini sangat menyakitkan, dan aku tak bisa menahannya.

 

Aku melepaskan tanganku dari kedua pipinya. Beranjak cepat dari kamar  itu dan meninggalkannya. Tegakah aku? Kejamkah aku?

 

Apakah dia pikir, hanya dia yang tersiksa….

 

Aku…

 

Disini menangis sendiri tanpa ada yang bisa mengobatinya Min, harus bagaimana aku melakukannya? Harus bagaimana aku mengobati semua perasaanku…

 

.

.

.

.

Cho Kyuhyun POV end

.

.

.

.

.

.

 

“Hei, jangan menangis lagi chagi…”

 

Leeteuk membawa Sungmin ke dalam pelukannya. Ia mengusap lembut rambut Sungmin berharap Sungmin dapat menenangkan dirinya.

 

“Appa akan sangat marah melihatmu seperti ini. Jangan memikirkan apapun sebelum kau pergi dari sini. Kau tahu, appa sangat membenci kau menangis, Ming. Terlebih menangisi pernikahanmu, jadi Umma mohon… bertahanlah sebentar lagi. Umma tak mau appa-mu mencari Yesungie dan menyiksanya nanti.”

 

Sungmin mengangguk lemah dan mencoba menghentikan tangisnya. Hingga setelah selesai berkemas, Sungmin masih saja tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Meski ia berusaha keras menahan tangisnya, tapi semuanya benar-benar tak bisa ia kendalikan. Garis bening tipis itu tetap saja terlihat, meski sekarang dengan mudah Sungmin mengusapnya dan menyembunyikan kedua mata merahnya di balik kacamata hitam aneh yang benar-benar sukses menutupi kedua matanya.

 

Sungmin menatap datar pada Kyuhyun dan keluarganya yang telah menantinya di lantai bawah. Ia menatap takut pada Kangin yang selalu saja mengintimidasinya dengan kedua mata tajamnya. Bukan appanya yang ia takutkan, tapi… kekejaman Kangin yang benar-benar tak bisa ia hentikan.

 

Kyuhyun meraih koper Sungmin dan membawanya ke mobil. Membiarkan Sungmin mengucapkan selamat tinggal dengan keluarganya.

 

“Umma, mianhe.”

 

Hanya kata itu yang keluar dari mulut Sungmin dan Teukki tahu persis jika Sungmin mungkin akan menangis lagi. Teukki hanya mengangguk pelan dan berusaha menahan tangisnya. Tak pernah ia bayangkan jika ia akan melepas putri satu-satunya dengan perasaan berat dan terluka seperti ini.

 

Melepaskan dengan lemah pelukan Sungmin dan mencium pipi chubby yang selalu basah itu. “Jaga dirimu chagi. Bertahanlah…”

 

Sungmin hanya mengangguk lemah. Jujur, ia pun ragu… apakah ia bisa bertahan dengan semua kebohongan ini?

 

Sungmin beralih, menatap pada Kangin. Entahlah apa yang bisa ia lukiskan dengan perasaannya saat ini. Ia tak tahu, harus membenci atau masih mencintainya. Namja ini, benar-benar melukainya hingga ke dasar yang paling dalam.

 

“Nde, jaga diri kalian.” Kangin kemudian memeluk erat pada tubuh Sungmin. “Chagi, berbahagialah. Dan hiduplah dengan baik bersama Kyuhyun.”

Sungmin hanya mengangguk lemah. Ia mengangkat wajahnya, menatap lurus pada Leeteuk. Satu tangannya membuka sedikit kaca mata hitamnya, seakan menunjukkan pada seseorang jika inilah akhir dari semua perjuangannya. Dan dia…

 

Yeoja itu hanya menggeleng. Kemudian membalikkan tubuhnya. Begitu menyedihkan semua ini, hingga seorang ibu tak sanggup lagi melihat tangis itu.

 

Sungmin memperbaiki dirinya, membiarkan Kangin memberikan ciuman sayang terakhirnya. Sungmin tahu benar, jika Kangin mencintainya melebihi apapun di dunia ini. Tapi untuk saat ini, Sungmin benar-benar membencinya.

 

Kyuhyun meraih tangan Sungmin. Meski pada awalnya Sungmin sempat menolak tangan itu tapi pada akhirnya, ia mau membiarkan tangan Kyuhyun menuntunnya. Kyuhyun langsung membawa Sungmin masuk ke dalam mobil mereka, mobil yang akan membawa mereka ke bandara Incheon.

 

.

.

.

.

 

Kyuhyun kembali menatap Sungmin. Yeoja itu menatap kosong pada tiket mereka. Tiket yang akan membawa Sungmin ke Jepang. Keluarga Kyuhyun yang mengantar mereka sudah pergi dan sekarang hanya tinggal Sungmin dan Kyuhyun yang menunggu penerbangan mereka 1 jam lagi.

 

Kyuhyun beranjak dari kursinya dan duduk mendekati Sungmin. Mencoba meraih dagu yeoja itu tapi sepertinya perlakuan lembutnya percuma, Sungmin menolaknya hanya dengan tatapan dingin mata foxynya. Mata itu penuh dengan genangan air yang bisa saja tumpah kapanpun, bahkan Sungmin sempat lupa. Kapan ia terakhir kali tidak menangis.

 

“Mianhe…”

 

Kyuhyun berucap lirih. Ia hanya bisa bersandar pada kursi yang didudukinya dan kemudian menengadahkan kepalanya. Menatap langit-langit bandara yang begitu tinggi dan penuh dengan lampu yang terang.

 

“Jangan seperti ini.” Kyuhyun kembali berucap lirih. Kemudian menurunkan kembali wajahnya dan mengedarkan pandangannya pada sekitar mereka. “Begitu banyak orang disini, jadi jebal… jangan membuatku terlihat seperti orang yang jahat dimata semua orang.”

 

Dan Sungmin hanya diam. Ia sama sekali tak berniat menanggapi ucapan Kyuhyun. Matanya tetap terpaku pada tiket berwarna putih itu. Tanpa tahu apa yang sebenarnya ia pikirkan. Air matanya kembali menggantung tanpa bisa ia luapkan. Ia sudah lelah.

 

Kehilangan kesabaran.

 

Itulah yang dirasakan Kyuhyun. Ia tak bisa terus berdiri di tempat yang sama. Seperti berada di satu jembatan kecil yang mungkin hanya selebar jengkalan kakinya. Ia tak siap untuk jatuh dan kalah sekarang. Ia pun tak bisa melepasnya begitu saja. Kyuhyun menahan semua perihnya dan meyakinkan dirinya sendiri.

 

“Kajja.”

 

Kyuhyun meraih tangan Sungmin. Dengan cepat menarik trolli koper mereka dan keluar dari bandara. Sementara Sungmin, hanya menatap heran pada Kyuhyun. Dan meski Sungmin berusaha melepaskan cengkraman tangan Kyuhyun, tapi tetap saja ia tak bisa. Kyuhyun berhenti di gate dan segera menyetop taksi.

 

“Antar aku ke Renaissance Seoul Hotel.”

 

Sungmin melepas lemah tangannya yang sedari tadi sibuk berusaha untuk melepas tangan Kyuhyun dari pergelangan tangannya. Menatap tak percaya pada namja yang sudah mencoba terlihat kuat di matanya itu.

 

“Wae? Kenapa melihatku seperti itu?”

 

“Kyuh…”

 

Suara lirih itu, akhirnya keluar dari mulut Sungmin.

 

Ya… meski hanya suara seperti itu, sudah cukup untuk Kyuhyun. “Aku sudah berjanji Min, aku akan membawamu untuk bertemu dengannya.”

 

Dan inilah, senyuman pertama Sungmin. Senyuman yang sama dengan yang pernah dilihat Kyuhyun saat pesta itu. Dimana Sungmin terlihat begitu cantik dan murni…

 

“Gomawo, Kyu…”

.

.

.

.

.

 

Kyuhyun mengajak Sungmin untuk menikmati makan malam mereka di satu restoran kecil. Seperti keinginan Sungmin. Dan hanya dengan memakan ramyun hangat itu, cukup untuk membuat perasaan Sungmin lebih lega. Meski perlahan, Sungmin masih mencoba memakan makanan kesukannya itu.

 

Sungmin masih mengingat dengan jelas, saat dimana Yesung meminta dengan manja dan mengatakan jika ia kelaparan.

 

‘Aku akan mati sekarang juga, ayolah… aku ingin ramyun. Aku lapar.’

 

Sungmin tersenyum simpul, memberikan pesona kecilnya pada Kyuhyun. Mata foxy itu menerawang jauh mengingat kenangannya. Menatap ramai-nya jalanan kota Seoul hingga satu titik menarik perhatiannya.

 

“Ikuti, seleksi SMEnt yang akan berakhir 2 hari lagi. Kajja! Hwaiting!”

 

Sungmin bukan tidak tahu acara itu. Ia menatap ke arah Kyuhyun dan kemudian meletakkan sumpitnya. “Kau tahu acara itu?”

 

Kyuhyun hanya mengangguk.

 

“Bisakah kau antar aku kesana?”

 

Meski dengan berat hati, Kyuhyun kembali mengangguk. “Selesaikan makanmu. Malam ini kita beristirahat dan besok aku akan menyewa mobil untuk membawamu kesana.”

 

Sungmin kembali tersenyum kecil, ini begitu indah. Andai saja ia tersenyum untuk Kyuhyun… pasti namja ini tak akan merasa beban ini begitu berat.

 

.

.

.

 

Sementara di kejauhan, namja tampan dengan gitar di yang selalu menemaninya. Ia duduk tenang setelah menikmati ramyunnya. Menatap penuh senyuman pada formulir yang ia isi. “Besok aku harus mendaftar. Nae sarang princess… tunggu aku.”

 

Kemudian namja itu merapihkan semua kertas lainnya. Kertas berisi not-not yang telah ia rangkai dengan indah. Melangkah yakin meninggalkan tempat duduknya.

 

Padahal jika ia bisa merasakannya. Mereka begitu dekat, tapi sayangnya Yesung hanya melangkah dan terus tersenyum yakin. Membayangkan bagaimana ia akan membahagiakan Sungmin nanti.

 

Dan Sungmin, ia tengah sibuk tersenyum sambil mengaduk ramennya. Membayangkan bahwa besok ia akan bertemu dengan Yesungie. Sementara Kyuhyun, ia seakan tak pernah lelah terus memukul dadanya yang sedikit terasa sesak. Mengalihkan pandangannya dan menatap jauh ke jalanan.

 

Padahal, jika mereka bisa merasakannya…

 

Jika memang mereka mempunyai ikatan itu, Sungmin pasti bisa merasakannya.

 

.

.

.

.

 

“Baiklah, kita berhenti disini.”

 

Mereka berhenti didepan gedung megah yang ada di Apku Jung, tempat dimana terdapat gedung utama SM.

 

“Kita bisa melihat banyak artis didaerah ini. Mungkin saja salah satu diantara mereka adalah orang yang kau cari.”

 

“Bukankah kau tahu persis bagaimana wajahnya?” Sungmin menatap lembut pada Kyuhyun. Entahlah, ia yang tak bersemangat ataukah ia merasa sedikit berputus asa. “Kau harus membantuku mencarinya.”

 

Sungmin segera turun dari mobil Kyuhyun. Ia menyusuri jalanan di sepanjang Apku Jung itu. Sempat beberapa kali memberhentikan orang yang melintasinya, berharap itu adalah Yesungie. Sementara Kyuhyun, hanya berdiam diri di mobilnya. Ia tak mungkin membantu Sungmin lebih dari ini. Ia akan menyakiti dirinya sendiri.

 

Tapi Kyuhyun kemudian beranjak dari posisi nyamannya di dalam mobil. Ia melihat Sungmin yang bersusah payah melompat kecil untuk melihat di antara kerumunan orang yang tegah bertepuk tangan di pinggir jalan.

 

Pengamen jalanan.

 

Bagaimana bisa Kyuhyun tak memikirkan sampai kesitu? “Aish… Lee Sungmin.” Kyuhyun segera menyusul Sungmin dan membantunya menerobos kerumunan itu.

 

“Yah, bukan Yesungie.” Sungmin menghela nafas kesalnya. Ia mulai lelah. Mereka akhirnya keluar dari kerumunan itu dan berjalan kembali menuju mobil mereka. Sungmin langsung duduk lemas di dalam mobil. “Bagaimana ini? Bahkan kota Seoul sangat luas, bagaimana aku bisa menemukannya?”

 

“Mungkin saja dia sudah mendaftar jadi sudah tidak disini lagi. Kita bisa menyusuri setiap jalanan Seoul dan mencari setiap pengamen jalanan. Mungkin saja dia melakukan pekerjaan itu.”

 

“Eoh? Aku tadi hanya penasaran, siapa yang bernyanyi. Jadi tidak mungkin jika Yesung Oppa menjadi  penyanyi jalanan. Dia tidak akan melakukan pekerjaan itu. Suaranya adalah hal terindah yang pernah aku dengar. Untuk apa dia melakukan pekerjaan itu.”

 

Sungmin mencibir Kyuhyun, ia sungguh tak terima jika Yesung memang benar-benar melakukan hal itu. “Kau harus mengantarku untuk bertemu dengannya. Kau sudah berjanji, Kyu.”

 

“Haish…. arrasseo.”

 

.

.

.

.

 

“Kau yakin dia ada disini?”

 

Kyuhyun hanya menggidikkan bahunya kemudian menggeleng, membuat Sungmin semakin kesal dibuatnya.

 

“Entahlah, yang jelas aku sudah lapar. Kau bilang dia suka makan ramyun jadi seharusnya dia pasti akan mengunjungi toko penjual ramyun. Ayolah, aku hanya ingin makan dulu.”

 

Dengan tak sabar, Kyuhyun masuk ke dalam toko itu kemudian memesan 2 mangkuk ramyun. Ia memilih kursi yang sedikit tersembunyi disudut, sibuk menatap Sungmin yang masih berjalan melihat ke sekitar toko.

 

Sungmin tak pernah berputus asa, ia harus menemukan Yesung.

 

“Silahkan pesanan anda.”

 

Kyuhyun hanya mengangguk, kemudian beranjak dari duduknya dan dengan sedikit pemaksaan ia menyeret Sungmin untuk ikut duduk  bersamanya. “Makan dulu, dan kita akan mencarinya lagi.”

 

“Tapi Kyu, ini sudah hampir malam. Akan semakin sulit untuk menemukannya, Kyu. Aku…”

 

“Makanlah Min.”

 

“Tapi Kyu, kita harus…”

“Aku bilang makan! Apa kau mau mati kelaparan sebelum bertemu dengannya? Kita bahkan belum memakan apapun dari pagi tadi. Kau pikir aku tidak lelah mengikutimu kemana-mana?”

 

Sungmin sedikit mengkerut. Jujur, ia takut pada Kyuhyun yang tengah membentaknya tadi. Mata itu begitu dingin dan tajam.

 

“Mianhe, aku tidak ber…”

 

“Gwenchana.”

 

Ming kemudian diam. Ia mencoba memakan dengan pelan ramyun itu. Tapi tetap saja rasanya asin dan perih. Sungmin berusaha keras menahan tangisnya, tapi tetap saja tangisan itu keluar.

 

Kyuhyun menatapnya sekilas, ia benar-benar sudah tak bisa menahannya lagi sekarang.

 

“Aish, jinjja!”

 

Kyuhyun meletakkan sumpitnya. Kemudian menaruh beberapa lembar uang di atas meja dan menyeret Sungmin untuk ikut bersamanya. Tak mempedulikan Sungmin yang masih berusaha memakan ramennya, Kyuhyun tetap membawa Sungmin untuk keluar dari toko itu.

 

Kemudian memasukkan dengan kasar Sungmin ke dalam mobilnya. Dengan segera Kyuhyun masuk dan duduk di jok kemudi dan menjalankan mobil itu.

 

“Kyu…”

 

Sungmin mencoba membuka suaranya meski dengan nada bergetar. Tapi kemudian ia menunduk lagi dan mencoba menahan aitr matanya.

 

“Aku hanya ingin kau makan Min. Apa ini sulit untukmu? Bagaimana bisa kita menemukannya jika kau seperti ini? Kau membuatku kecewa Min.”

 

“Hikss…..”  akhirnya isakan itu lolos juga dari mulut Sungmin. Ia mulai menangis lirih dan terus bersusah payah menyembunyikan air matanya. Tapi tetap saja, garis bening itu ada dipipinya.

 

Kyuhyun menggeleng tak percaya. Ia tersenyum miris dan kecewa, kemudian menepikan mobilnya. Memukul pelan stir kemudinya.

 

“Haish…. kebodohan apa lagi yang aku perbuat sekarang. Ya Tuhan….”

 

Kyuhyun mengeluh dan hanya menyebut Tuhan sebagai sandarannya. Ia tak tahu harus melakukan apa lagi sekarang.

 

“Jika kau hanya akan menangis di depanku, kenapa kau mengatakan bersedia saat itu Ming?! Aku sudah memberimu kesempatan untuk menolak pernikahan ini, tapi kenapa kau menerimanya?”

 

Kyuhyun meraih kedua pipi Sungmin dengan satu tangannya. “Lihat aku Ming, aku sama menyedihkannya denganmu. Bahkan aku lebih menyedihkan, tapi apa… aku mencoba tegar bersamamu Ming. Aku menurutimu, tapi kumohon… jangan seperti ini…”

 

“Kyuhh….aku hikkss… aku hanya…..”

 

“Aku sudah berjanji untuk membawamu bertemu dengannya Min, tapi kumohon jangan seperti ini… Jebal Min…”

 

Tubuh Sungmin terasa kaku.  Terlebih saat melihat Kyuhyun mulai menangis untuknya. Perasaan bersalah itu mulai ada…

 

Kyuhyun melepaskan lemas tangannya dari pipi Sungmin, kemudian mengusap kasar air matanya. “Lihatlah, aku bahkan menangis untukmu. Bukankah aku namja yang bodoh? Paboya namja! Dan kau adalah Lee Sungmin dan tetap menjadi Lee Sungmin.”

 

Kyuhyun mencengkeram kedua lengan Sungmin. “Bukankah aku tak menyentuhmu sedikitpun. Jadi jebal Min, jangan seperti ini. Aku hanya ingin menjagamu, sebelum aku menyerah untuk memilikimu. Aku tak ingin hanya memberikan siksaan dan luka untukmu Min.”

 

“Kyuh… aku… hikss… mianhe Kyuh…”

 

“Aku menikahimu Min, untuk membuatmu bahagia. Meski aku tahu sekarang semua apa yang aku lakukan adalah kesalahan. Tapi Min, setidaknya bantulah aku memperbaikinya. Dan jangan menyiksa dirimu lagi Min… hikss… jebal Min… “

 

Beginikah isi hati Cho Kyuhyun.

 

Sakitkah ini?

 

Lalu bagaimana dengan sakitku?

 

Lee Sungmin yang tetap menjadi lee Sungmin bahkan setelah pernikahannya.

 

Lee Sungmin yang tetap menginginkan Kim Jong Woon bahkan setelah pernikahannya.

 

“Mianhe Kyu, aku menyakitimu…”

 

Kyuhyun mengangguk. “Nde, kau menyakitiku Ming. Menyakitiku begitu dalam, hingga aku…”

 

Kyuhyun tak bisa meneruskan perkataannya. Tubuhnya terasa dingin dan seluruhnya berhenti bekerja. Tubunya terkejut hingga merasa kaku dan berat.

 

Menerima pelukan Sungmin dan usapan lembut itu untuknya. Ia tak tahu harus bagaimana, haruskah menangis atau tertawa?

 

“Maaf Kyu, jebal… jeongmall mianhe…”

 

Kyuhyun diam dan membiarkan Sungmin menenangkannya dengan pelukannya. Membuat satu nada yang bermain indah di telinganya mulai terdengar lagi. Nada yang belum pernah ia dengar sama sekali. Seperti lonceng yang berbunyi di hatinya.

 

Sanggupkah Sungmin memungkirinya…

 

Suara itu…

 

Alunan nada itu…

 

.

.

.

.

 

“Aku mau ramyun yang pedas!”

 

Dan sekali lagi, namja itu datang ke toko dimana mereka makan tadi. Seandainya saja Sungmin bisa menikmati makannya, mungkin saja…

 

“Aku akan menjadi hebat untukmu, Princess…”

 

Yesung tersenyum menatap foto Sungmin yang ada di ponselnya. Seandainya saja Yesung bisa melakukannya, maka ia akan mengabari Sungmin. Tapi entahlah, saat Yesung mencoba menelfon Sungmin maka hanya ada suara operator yang menjawab panggilannya.

 

“Aku merindukan ramyun buatanmu, chagi….”

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

Otte?  Bagus atw aneh? Gimana KyuMin momentnya? Berasa ga?

 

Eum, angst-nya gimana? Sedih ga?

 

Pasti kurang sedih…

 

Huah, sedikit ga tega ma umin, jadi ga bisa low angst banget. Hehehe….

 

Review ya???

 

Saranghae nae lovely reader….

112 thoughts on “Dreams…. | Ch. 2 | KyuMin | GS |

  1. Huweee sedih amat..ksihan ming tpi aq lbh ksihan ma kyu..sabar ya kyu emang susah buat dpetin hati ming..butuh pengorbanan..ming cepatlah cintai kyu..kshan kyu..lnjuuuuut eonni bner sedoh bcanya..

  2. Yahhhh author kenapa gini dah?
    Uminnya terlalu lebaylah..
    Kasian & tersiksa sih iya tapi ga gitu juga jatohnya umin malah egois & kyu jadi yg paling menderita disini
    Terus klo yemin ketemu mo ngapain? Umin mo balikan lagi sama yeye? Ebuset kok jadi makin jahat uminnya ya sama kyu

  3. hiks2….q gak tega ma kyuppa eon….:(
    knp pengorbananya begitu besar bwt umin…yah,,,,,namanya jg cinta…
    chap ni bner2 bsa bwt q terharu😦
    lanjut ne eon…next chap. banyakin kyumin moment ne…n kalau bisa si umin gak ktemu2 ma yesung,hehe…
    gumawo!!!!hwaiting!!!!

  4. sch unnie kaga tega sama sch umma mira mah malah kaga tega leat sch appa

    aigoo baru x ne mira leat da ff yang buat sch kyu begitu menderita biasa na kyu menderita tp kaga kyk gini x
    *hug appa

    appa mira satu lagi ne yang semangat yahk jadi orank ketiga na
    nyahahhahahaha
    *kibar bendera perang dengan kyu

    i waiting next chap(^_^)

  5. kyu kasian bgt T.T
    emg si min kasian,tp kyu lbh kasian,nyampe si evil nangis gt.
    Min jgn pikirin diri sndiri ya,cb pikirin gmn prasaan kyu..

  6. waaa sedih banget kasian kyu makan ati terus, uming agak kekanakan sedihnya udah terasa tar ch depan jangan buat terlalu sad ya buat kyu, buat kyu bisa nampilin sisi evilnya dan buat moment romantis kyumin. ayo lanjutin terus, ceritanya makin keren semangat terus ya…

  7. yahhh..authorssi..knpa aku jdinya kasian sma kyu yah..tumben loh..biasanya aku seneng banget kalo sikyupil dsiksa..lahh sekarang..ga’ tega gitu..apa lgi sma kata2nya..ya’ ampun..ngejlebb banget gitu di ati’ ya’,,,,

    Lanjutt athorssi..update kilat ne’….

    Daebak ffmu…

  8. haaaah~ biasanya aku suka” aja klo kyu d siksa, tpi entah knpa klo dsni aku mlah rada nyesek, jadi bingung mau bela kyu ato ming *galau tingkat dewa*

    lanjut eon~~~ :p

  9. Sumpah aku kasian bgt disini sama kyu, tega kamu ming sama kyu ga liat apa dia juga menderita, bagus thor ceritanya aku bisa menghayati banget. ASAP ya buat chap depan ^^

  10. ah aku sekarang inget
    cerita ini emang mirip film india
    bagus rainy-shi
    lanjutkan ya…
    aku suka sama ff yg hati kyu nya disiksa hehehe
    semangat rainy-shi

  11. huaaaa…. kyu appa tersiksa lahir batin niihh… tp gpp deh, skali2 biar appa yg tersiksa. biasanya di ff lain, min eomma yg slalu tersiksa…
    eiihh., itu yg adegan di dlm mobil kayanya cukup membiktikan perasaannya eomma yg mulai terbuka buat appa…
    trus yeye ahjussi gmana??? #plakk *seenaknya aja manggil yesung, ahjussi* hihihi

  12. huaaa! di sini semua menderita T.T kasian sama umin, kasian juga sama kyu, kasian juga sama yeye T.T fiuuh~~
    klo aja umin ketemu sama kyu lebih awal, mungkin gk akan begini😦
    chingu, munculin wookie aja biar dia sama abang yeye, trus kyumin bersatu ya?ya?
    lanjuuut! update kilat yaaa ^^hehehehe

  13. Nyesek liat kyuppa nangis..
    buat ming pula..
    huaaa,bunny ming..
    look at kyuppa..

    authorsshi, munculin wookie dunk.. Buat yeye,biar yeye sama wookie..
    update kilat yah?

    fighting!!^o^

  14. aish ngegalau
    pengen milih kyuhyun atau yesung ???
    udah deh sungmin sama aku aja dari pada kacau nih hati #digetok vitamin
    uwaaa aku mau moment apa yah kyumin ? yemin ? atau yekyu
    uwaaa pusinggg 7 keliling
    kyumin atau yemin ?
    keluarin aja wookienya biar yewook
    di tunggu chap selanjutnya

  15. ah yemin memang tidak jodoh😦

    walaupun sedih mesti liat yesung sakit hati nantinya tapi aku tetep mendukung kyuhyun. karena sungmin hanya punya kyu,jadi yesung sama aku aja *plak
    haha

    nanti bakal jadi kyumin kan? terus ntr yeye jadi sama yg laen gak?
    pensaraaaan

  16. Nangis bacanya yang pas di mobil itu looh (-̩̩-̩̩_-̩̩-̩̩)
    Aku ngerasa yang jahat itu sungmin😦
    Kasian kyuhyun oppa

    Kalo sungmin gak mau nerima, sama aku aja kyu oppa hhe #plak
    Gak deh, kyu tetap sama sungmin hihi :p

  17. OMG, nyeseg gitu bacanya.
    Duh Min, nyerah aja, kamu tu emang jodohnya Kyu mu diapain juga…

    Btw, aku baru tau ni dari film India. ^^
    Baca note author di atas. Pantes klise ceritanya, tapi karena deskripsi luar biasa dari Rainy jadi beda rasanya… Mengharu biru gini. Hukz….

    Jadi pengen tau gimana caranya Min ‘jatuh’ ke Kyu. Kaena awalnya gini. Huhuhu…
    Saya mau lanjut baca chap 3 dulu….

  18. ah iyaaa,,, kaya pilem india,,, apa ya judulnya. tp kayanya ceritanya mirip. cuma membayangkan dengan versi kyumin jd kpkiran kyumin ikut nari2 india, heee…
    hmm.. disini kyu blm trlalu sengsara ky d chap 3 ya (loncat aq bacanya…).

  19. huwaaaa author pinter banget bikin cerita T^T
    jadi ikutan galau sma nangis bombay kayak kyuuu
    evilKyu yg sabar yaw T^T
    pasti ntar umin sma kamu kok T^T
    KYUMIN HWAITING!!!!!!!!!!!
    author lanjutin yaw

  20. kasian bgt kyupil disini. Dia datengnya g tepat bgt sh. Tp dia g salah, ming jg g salah, ye jg g, kangin pun g salah.*lah terus yg salah sapa? Ya authornya lah*plakkk#
    thanks pwnya yh, mf bru baca sekarang.

  21. ,kasian bnget kyuppa , T_T
    ,awal” emng agak aneh ,biasanya kyuppa yg jhat sma ming & bkin ming mnderita ,
    ,tpi skrang keadaan nya terbalik ,mskipun kyuppa kesan nya jahat krna misahin ming sma yesungie ,
    ,tpi ttep ajah kyuppa yg mnderita krna ming gx bisa lupain yesungie & kyuppa hrus berkorban demi ming , >.<

  22. huaaa….
    Kasihan kyunnie.
    Disini bukan cuman ming yg tersakiti,tp kyu juga tersakiti.

    ming tak lu2h kah hatimu melihat kyu mengorbankan perasaannya??

    Sini kyu oppa aku peluk.
    #dirajam ming oppa.😛

  23. Kyuhyun. Aku benar-benar tidak tega chingu melihatnya seperti itu. Sangat miris. Yeah walaupun terkadang aku mengharapkan fanfic yang didalamnya Kyuhyun harus menderita (efek fanfic yang Kyuhyunnya selingkuh dari Ming)
    Dan untuk Yesung, entahlah aku bingung.
    lalu untuk KyuMin momentnnya, aku benar-benar speechless -_-

  24. Duh..kelewat nyesek baca ini😥
    KyuMin sama-sama terluka TToTT
    Hah..Yesung-ah, temukanlah kebahagiaanmu dan yah aku harap itu bukan Sungmin..
    Biarkan Sungmin dan Kyu merajut kisah mereka sendiri :’)
    Rasanya ikutan sakit baca KyuMin moment. Moment mereka berdua justru nyakitin banget..
    Ah..rasanya pengen teriak. Bingung mau nyalahin siapa?😦

  25. tdi.a aku bingung
    udah pernah baca, tp end nya ga pernah baca
    akhirnya ternyata baca ffn
    bagus ff nya
    mereka sama” tersiksa d sni
    malah kyu yg akan lebih tersiksa #plaak

  26. Semuanya terluka.. Huweeee…

    Semoga next chap semua bisa lebih baik lagi. Kyu, kasian banget kamu nak..

    Ming, jangan egois dong. Pikirin Kyu juga..

  27. kasian kyu.. minnie tega banget sama kyu.
    minnie kan tau dari kangin appa kalo kyu suka ama minnie tapi minnie malah gitu.
    mudah mudahan next chap muncul wookie. buar yesung ama wookie dan ga ganggu rumah tangga kyumin lagi terutama ga ganggu pikirannya minnie.
    lanjut baca..

  28. This so hurt….
    Kasian kyu malah jadi yang lebh tersakiti karena sikap umin…..

    Huhuhuhu

    Kenapa begitu jahat kalo udh berurusan tetang cinta……

  29. Нϊккss²…-(-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡ )- kyu….
    Tp umin jg kshan dy jg sakit… Нϊккss²…-(-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡ )-

    Gmn ini… Umin ВĿ:(м mncintai kyu… Kshn kyu… Tp umin cnta ϐ᪪ngέέtt ma yesung….

    Jgn siksa kyumin… Нϊккss²…-(-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡ )-

  30. hiks2……..disini kasian kyuppa…..
    knpa sh umin kmu milih yesung????nggak liat kesungguhan cinta kyu yaw….
    jgn pisahin kyumin ne eon….
    lanjut dulu…..🙂

  31. aku jd di lema, kyumin sama2 tersakiti.. yesungie blm tahu kn kalo ming udh nikah? akhirnya kyu jujur jg dgn perasaannya. hwaiting kyunnie

  32. hiks kasian kyu ya. ming kok tega ya kalo emang gak mau nikah ama kyu kenapa jwb bersedia padahal kyu kan kasih ming kesempatan utk batalkan. gak tega nih lihat kyu jd pingin nangis

  33. Cerita nya makin sedih, disini aku kasian ma kyu nya, kyu kayak gak di anggep ma min… kasin kyu…..
    Baca chap selanjut nya ah…
    Keep hwaigthing…..🙂

  34. ko aku kasian sama kyuhyun nya ya? mungkin aku terlalu cinta pasangan kyuhyun dan sungmin jadi aku ngerasa yang sakit kyuhyun.
    ahh yesung dan sungmin ang ga jodoh padahal deket tapi ga ketemu.

  35. Egoism sungmin sangat tinggi, dia membuat seolah-olah dia satu-satunya dan yg paling menderita, padahal kalau aja mau ‘noleh’ dia juga bakal liat gimana sakit & tulusnya kyu untuk min *pengen jewer karakter min*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s