D.R.A.M.A || KYUMIN|| YAOI|| Ch.11||

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

-Cho Kyuhyun

-Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

-Jo Twins a.k.a Cho Twins

– Other SUJU member

– Woo Sunghyun a.k.a Kevin Woo (U-Kiss)

– Son Dongwoon (Beast)

– OC

Pairing : || KYUMIN ||HANCHUL || JO TWINS||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

Genre : ||Drama || Romance||Humor||

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||twincest||

Summarry : || when tears become priceless, when love become useless, and my life, clueless… To whom i belong’s to… This love, in my hand falling slowly… Got Stronger or just dissapear…||

Another PRESENT From Me

 

D.R.A.M.A

 

Just KYUMIN

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

 

Maafkanlah jika alurnya lambaaaaat banget, mian juga nih kayaknya bakalan panjang kaya sinetron di tipi2 gitu, tapi dimohon

Nikmatilah STORY-nya…. ^_____^

.

.

HAPPY READING

.

.

Chapter 11

.

.

.

.

.

.

.

.

Seoul International High School

.

.

.

.

.

Awal semester selalu menjadi hari yang menyenangkan bukan? Yah, terlebih karena sama sekali tak akan ada jam pelajaran. Hanya diisi perkenalan sekolah dan juga kegiatan olahraga. Terlebih para guru sedang sibuk untuk mengurusi pembagian tugas dan pengaturan jadwal. Maka, jadilah mereka semua hanya lantang luntung tak jelas di kelas barunya.

Tapi sepertinya hal itu tak berlaku bagi Youngmin. Ia masih menyembunyikan wajahnya, menunduk dan menggunakan lengannya sebagai bantalannya hari ini. Ia masih kesal dengan Kwangmin dan sama sekali tak mempedulikan namja itu saat namja kesayangannya mencoba meminta maaf dan terus mengikutinya. Youngmin memilih menyendiri di ruang OSIS saat Kwangmin lemah,hingga namja itu tak bisa menemukannya.  Terus menatap sepatu berwarna kuning hitam kesayangannya. Hei… pikachu colours.

Yah…. dia sangat menyukai sepatunya. Terus menatapnya hingga akhirnya ia merasakan satu tepukan di bahunya. “Hei, kau tak akan terus di sini bukan? Ini sudah sore.”

Youngmin mengangkat wajahnya. Baiklah, he is so damn cute hingga seorang Son Dongwoon harus menelan banyak-banyak salivanya terlebih saat melihat Youngmin mulai mengusap bibir merahnya seakan memastikan tak ada air liur di wajahnya.

Aww…. so sexy…

“Kajja, kita pulang. Aku akan pulang bersamamu.” Youngmin berseru keras dengan semangatnya seakan ia sudah mendapatkan mood-nya kembali.

Youngmin tersenyum senang, jangan lupakan sikap polos dan anehnya. Ia mungkin masih marah dengan Kwangmin, hingga ia sama sekali tak mempedulikan semua tindakannya. Seperti saat ini Youngmin sibuk menggoyang-goyangkan lengan Dongwoon, seakan tengah berusaha membangunkan namja itu dari mimpinya.

“Yah hyung… kajja!!”

Youngmin memasang wajah kesalnya dan juga mulai merajuk yang semakin membuatnya tambah menggemaskan. Sementara Son Dongwoon mulai mengangkat satu tangannya yang lain, berusaha menggapai pipi Youngmin.

“Kajja…..” Oke, merasa diabaikan akhirnya Youngmin menyerah dan ia sedikit mendorong Dongwoon hingga namja itu hampir terjatuh. Tapi jangan lupakan, Dongwoon dengan tubuh sexy atletis tak mungkin bisa jatuh dengan mudah.

.

Brughhh…

.

Dongwoon malah membawa Youngmin untuk jatuh bersamanya dan menimpanya. Meski posisi Youngmin miring, tapi tetap saja membuat jantung Dongwoon berlari cepat. Ia begitu dekat dengan namja yang sudah merebut perhatiannya saat pertama kali ia melihat namja blonde ini.

“Ah… mianhe hyung, aku…”

“Sssstt… biarkan dulu seperti ini, aku…”

“Ahni Hyung, nanti kau merasa sakit. Lagi pula aku berat, jadi…”

Kedua pasang mata itu sama-sama bertemu sehingga sedikit memberikan suasana canggung dan aneh hingga akhirnya…

“Hehehehe….”

Karena sama – sama merasa bertingkah aneh akhirnya mereka berdua malah bersama – sama menertawakan kecanggungannya. Tertawa sejenak untuk kemudian beranjak dari posisi mereka. Youngmin menepuk-nepuk seragamnya yang mungkin kotor dan kemudian meraih tas sekolahnya.

“Gwenchana?” Youngmin bertanya dengan nada khawatir dan juga mata sayunya pada Son Dongwoon.

“It’s Okay. Lagipula akulah yang menarikmu. Kau tidak terluka bukan?”

Youngmin menggeleng pelan dan kemudian tersenyum

“Ya sudah, kajja…”

Dan Dongwoon dengan berani meraih jemari Youngmin, membawanya untuk ikut bersamanya. Sebenarnya Youngmin merasa aneh, karena sejak pertama Dongwoon sangat baik dengannya tapi sangat tak bersahabat dengan Kwangmin. Mereka kini tengah berjalan menyusuri halaman parkiran untuk menuju ke mobil Dongwoon.

“Eum, bolehkah aku bertanya sesuatu?” Youngmin mencoba membuka pembicaraan mereka.

“Tentu.”

“Eum, apa kau menyukaiku?”

Hehehe…. Youngmin memang polos tapi jangan lupakan kalau dia juga anak yang sedikit blak-blakan. Pertanyaan itu langsung membuat langkah mereka berhenti. Dan kembali, Dongwoon harus mengatur detak jantungnya. Ia tak mungkin mengatakannya secepat ini, tapi…

“Eum… kalau kau diam berarti kau memang menyukaiku.”

“Ah, itu… aku…”

“Nah, kalau begitu begini saja. Anggap saja kau menyukaiku.” Kemudian dengan penuh semangat Youngmin merogoh sakunya dan mengambil ponselnya. Menekan beberapa kali layar touchscreen itu hingga akhirnya ia menunjukkan satu foto yang ada di ponselnya.

“Nugu?”

“Ah, bukan siapa-siapa. Hanya bertanya saja. Menurutmu, dia cantik tidak? Bandingkan denganku.”

Meski tak mengenal gambar yang ada di ponsel itu tapi bisa di pastikan Dongwoon terus menatap foto itu. Bahkan dia memastikan dengan teliti,  bahwa yang ada di ponsel Youngmin itu namja atau yeoja.”Neomu yeppeo. Yeoja ini memang cantik…”

“Ah, jeongmal? Kukira kau menyukaiku jadi…”

“Ah,tapi masih lebih cantik dan menggemaskan Cho Youngmin.” Yah, Dongwoon memang terpesona dengan wajah itu. Tapi saat ia melihat raut sedih di wajah Youngmin, ia langsung mengubah pendapatnya.

“Baguslah kalau begitu. Kau, tahu. Ini Kevin Woo dan dia namja. Dan sialnya dia tinggal di rumahku dan lebih menyebalkan lagi, Kwangminnie sepertinya menyukainya.”

“Eh…Kwangminnie?” Nah, sebenarnya inilah yang ingin ditanyakan Dongwoon sejak hari pertama si  kembar itu masuk. “Kelihatannya kalian dekat sekali, eum … apa dia brother complex? Atau…”

“Ck… menurutmu bagaimana?” Yeoungmin kembali bertanya balik pada Dongwoon dan namja itu hanya menggeleng. “Kami bukan brother complex, atau yah… anggap saja begitu. Tapi yang sebenarnya, itu karena dia… kami…”

“Apa?”

Youngmin terlihat berfikir sejenak hingga akhirnya ia tersenyum. “Kami, sudah menikah.”

“What?!”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

“Hei, kenapa kau pintar sekali?” Kyuhyun mendekatkan wajahnya dan kemudian mengusap pipi Sungmin. Wajah Sungmin semakin memerah karena malu. Membuat Kyuhyun semakin gemas pada bunny Ming-nya ini.

“Mwo?” Sungmin bertanya dengan wajah polos tanpa disanya. Jika disaat seperti ini, sosok Sungmin yang galak dan tegas seakan menghilang.

“Ayolah, kau sedang mencari kesempatan untuk berdua saja denganku. Ayo, mengakulah…”

“Ah, kau ini percaya diri sekali!” Sungmin mencoba mendorong tubuh Kyuhyun dan mengalihkan wajahnya dari wajah Kyuhyun yang sudah dipenuhi seringaian mesum. “Aku tidak…”

“Ayolah Cho Sungmin, akui saja kau merindukan Master-mu ini.”

“Ahniya!”

Tapi Kyuhyun tak mempedulikan perlawanan Sungmin. Ia mengabaikan kedua tangan Sungmin yang mencoba mendorongnya, dan semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Sungmin. Semakin dekat hingga akhirnya Sungmin bisa merasakan deru nafas hangat Kyuhyun.

“K-Kyu…”

“Saranghae, Minnie…”

Meski untuk menit pertama Sungmin hanya diam, tapi kemudian ia membentuk senyuman di bibirnya dan mengangguk pelan. “Nado Kyuhh……” Membiarkan Kyuhyun mengecap rasa manis bibir Sungmin. Membuka sedikit bibirnya, memberikan celah untuk Kyuhyun merasakanhangatnya pergulatan lidah itu.” Eeumhhh…..”

Sejujurnya Sungmin mulai menikmati ciuman mereka tapi ia segera tersadar. Ada satu hal yang mengganjal di hatinya hingga membuat Sungmin langsung mendorong tubuh Kyuhyun. “Hei, aku masih kesal denganmu. Aish…aku hampir lupa.”

“Mwo?”

Lihatlah, wajah Kyuhyun yang cengo terlihat sangat lucu. Sungmin segera membenarkan duduknya dan menatap tajam pada Kyuhyun. Sungmin yang sekarang tengah memasang wajah kesalnya terlihat begitu menggemaskan di mata Kyuhyun.

“Kau ini menyebalkan sekali. Bagaimana bisa kau menceritakan semuanya padanya? Dia  bahkan baru saja masuk ke rumahmu. Aish… terlebih dia bukan siapa-siapa untukmu. Kau dengan mudah bergaul dengannya. Kau menyebalkan Kyu. Sepertinya sangat menikmati waktu kalian berdua. Kau pikir aku apa? Hanya penonton yang menikmati drama yang kalian mainkan? Kau pikir aku tak pu…”

Sungmin menghentikan omelannya saat melihat wajah Kyuhyun yang terlihat jelas tengah menahan tawanya. Ia gemas hingga langsung mencubit pinggang namja itu. Hei, moment ini sangat manis.

“Awww… yah… appo!! Yah Ming…. ahh…..” Kyuhyun mengaduh sambil mengusap bekas yang di cubit Sungmin. “Kau jahat sekali. Nappeun namja.”

“Nugu? Yang jahat itu kau. Kau menyebalkan sekali! Kalau aku ingat-ingat kau bahkan tak pernah memberikan apapun untukku selain cincin bodoh ini. Malah mungkin ini cincin yang di beli Umma. Tapi apa, kau selalu memberikan semuanya untuk namja genit itu!”

“Ming bukannya aku tak mau mem…”

“Apa? Kau menyebalkan Cho Kyuhyun! Apa harus aku kabur dulu eoh?” Wajah Sungmin yang benar-benar tengah kesal semakin membuat Kyuhyun gemas. Dia malah sibuk menatap wajah itu dari pada mendengarkan Sungmin. “Dan itu, apa? Kau memberinya bajumu, haish…. lalu padaku kau tidak memberi apa-apa.”

.

Plukk…

.

Sungmin memukul bahu Kyuhyun. “Kau jahat sekali. Nappeun!!! Kenapa malah tak mendengarkanku? Kau menyebalkan!” Sungmin terus memukul bahu namja itu dan kemudian terus mencubit  kecil pinggangnya.

“Ahha…haha… haa… Yah, Ming berhenti! Yah…!”

Kyuhyun berteriak gemas. Tapi sepertinya Sungmin tak berniat menghentikan cubitannya hingga terpaksa Kyuhyun harus memegang kedua bahu namja manis itu dan menciumnya sekilas.

“Hei, berhenti chagi.”

“Eoh? Mwo? Berhenti? Hehehe…. kau pikir kau siapa. Menyebalkan, kau namja yang palig menyebalkan, kau selalu seenaknya, tak pernah menganggapku. Kau hanya…”

Kyuhyun menyentuhkan jari telunjuknya pada bibir Sungmin, berharap bibir itu akan diam sejenak. “Ming kau cerewet sekali.”

Sungmin mendengus kesal dan menyandarkan punggungnya ke sofa. “Kau menyebalkan, Kyu.” Menggumam lirih dan menatap langit-langit rumah lama itu.

Dan sekarang berganti Kyuhyun yang memulai aksinya. Ia mengungkung Sungmin dengan kedua tangannya dan kini wajah mereka saling berhadapan. Kyuhyun mendekatkan wajahnya dengan wajang Sungmin.

Meski malam ini mereka hanya ditemani cahaya lampu yang redup, tapi Kyuhyun masih bisa melihat bagaimana tegangnya wajah Sungmin. Kyuhyun tersenyum dan mengusap pipi Sungmin dengan punggung tangannya.

“Baiklah, jadi kau menyalahkanku?”

Sungmin mengangguk lemah dan kemudian memalingkan wajahnya dari Kyuhyun.

Kyuhyun semakin mendekati Sungmin, kemudian menyelipkan lengannya ke belakang punggung Sungmin dan memeluk namja itu. Awalnya sungmin ingin menolak, tapi perlakuan lembut Kyuhyun seakan bisa meluluhkannya. Terlebih saat jemari tangan Kyuhyun yang lain mulai mengusap lembut leher dan tengkuknya. Jemari itu meremas lembut rambut blonde Sungmin.

“Aku mencintaimu Ming, dan aku selalu berusaha mengungkapkannya.” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan sekarang wajah mereka begitu dekat, bahkan hidung mereka hampir bersentuhan. “Kau cemburu karena aku baik dengan Kevin?”

Sungmin mengangguk.

“Heum,coba pikirkan. Tapi jangan marah dulu padaku. Kau terlalu senang menutupi perasaanmu Ming. Apa kau lupa, kau pernah memukuli aku sampai aku hampir mati.”

“Eoh? Itu… aku…” Mengingat saat itu membuat Sungmin merasa bersalah. Ia menunduk dan meremas kerah belakang Kyuhyun. “Mianhe…”

“Baiklah, anggap saja kau tak pernah melakukannya. Dan aku juga sudah melupakannya Ming, gwenchana. Aku hanya ingin kau berubah Ming, aku tak mau sesuatu yang tak aku inginkan mungkin akan terjadi nanti.”

“Kyu…” Sungmin memanggil lirih nama namja itu. Ia mengangkat wajah sendunya. Tidak… Sungmin tidak menangis, dia bukan namja yang mudah menangis. Dia hanya kesal. “Aku hanya… eum mungkin belum bisa.”

Sungmin membiarkan lengannya tetap di bahu Kyuhyun, dan dengan mudah dia memainkan rambut belakang Kyuhyun. Meremasnya sesekali dan mencoba menatap mata Kyuhyun.

“Kau tahu bukan, eum … dulu aku playboy. Yah, yeoja-ku banyak Kyu. Dan rasanya aneh saat aku menjadi Uk… ah… lupakan saja lah.”

“Hehehee….” Kyuhyun tertawa kecil dan mencubit gemas pipi chubby Sungmin. “Apa salahnya menjadi Uke? Kau cantik Ming…”

Jika biasanya mungkin Sungmin akan menyumpahi Kyuhyun dan mengumpatnya macam-macam tapi sekarang dia mulai tersipu. Pipi itu semakin memerah.

“Heum… jangan mendekati Kevin lagi. Aku tak menyukainya.” Sungmin menatap Kyuhyun. Tatapan memaksa dan angkuhnya. “Dia terus saja menempel padamu. Terlebih Umma sepertinya sangat menyukainya.”

“Yah, Umma memang mengenal Kevin sejak dia kecil. Bahkan mungkin jika Umma tak bertemu denganmu, dia akan menjodohkan aku dengan Kevin.”

“Hei, mana boleh begitu? Dia sudah membuatku meninggalkan semua yeojaku. Seenaknya saja, aku tak akan membiarkan itu terjadi.”

“So, kau mau melakukan konferensi pers?”

Sungmin menatap tak mengerti dan penuh tanya. “Maksudmu, aku harus mengumumkan pernikahan ini?”

“Bukan kau saja Ming. Kita. Kita akan melakukan konferensi pers.”

Sungmin menggeleng dan tertawa meremehkan. “Sebenarnya apa mau Umma? Apa pentingnya konferensi bodoh itu?”

“Bagi Umma, itu penting. Kalau biasanya mereka terinspirasi dengan kisah nyata, tapi Umma menginginkan kisahnya-lah yang menjadi nyata. Memaksakan alur dan cerita itu sesuai dengan apa yang dia inginkan.”

“Ck… Umma mengerikan.” Dan Sungmin kembali menggeleng. “Dan aku tak akan pernah melakukan konferensi itu, aku masih punya harga diri. Setidaknya… baiklah aku menjadi uke untukmu tapi bukan dalam artian aku harus mengumumkannya  pada pers.”

Kyuhyun hanya tersenyum kecil dan merapikan poni Sungmin. “Heuh…sudahlah, lupakan saja Ming. Kau lelah dan butuh tidur.

Sungmin mengangguk kecil, kemudian membiarkan Kyuhyun membaringkan tubuhnya. Saling berpelukan erat di sofa yang pas-pasan itu. Malam ini dingin, tapi Sungmin merasa hangat…

.

.

.

.

.

Hanchul House

.

.

.

.

.

.

Kamar Hanchul = Kamar kerja

.

.

.

Hari ini matahari bersinar sangat cerah, bahkan pada dini hari yang kebanyakan orang masih sibuk dengan mimpinya. Tapi tidak dengan Heechul. Pagi-pagi sekali dia sudah memanggil Kyuhyun dan Kevin.

Yah, Kyuhyun langsung pulang kerumah dan meninggalkan Sungmin di rumah lama itu sendirian. Sesungguhnya, Kyuhyun pun tak ingin meninggalkan namja itu. Tapi sayangnya, kekuasaan Cho Heechul benar-benar tak terbantahkan. Kyuhyun lebih memilih menuruti yeoja itu dari pada dia harus menjadi piatu karena umma-nya mengancam akan bunuh diri.

See…. nobody can do such a things like she can do…

Kyuhyun menghampiri Kevin yang sudah duduk di depan meja kerja Heechul yang berada tepat di sudut kamar. Terlihat jelas juga, jika Hangeng malah masih sibuk dengan mimpinya sementara Ummanya sudah rapih, wangi dan sexy pagi itu.

Heechul segera menyingkirkan notebook merahnya dan kemudian duduk anggun di kursi kerjanya. Yeoja cantik itu mengetuk-ngetukkan jarinya ke atas tumpukkan buku tebal yang ada di mejanya. Mata tajamnya menatap lurus pada dua namja yang ada didepannya.

“Karena kau sudah datang, maka Umma tak akan berlama-lama lagi. Waktu kita makin sedikit dan umma juga sudah menyelesaikan buku itu.” Heechul sedikit memutar pandangannya ke arah Hangeng, memastikan namja itu masih tidur.

“Novel terakhir Umma dan akan menjadi the greatest one dengan sketsa kalian di covernya. Jadi, jangan menganggap remeh konfrensi itu. Bagimu dan Sungmin mungkin hal bodoh itu tak penting. Tapi bagi Umma, itu adalah satu pembuktian jika Umma adalah penulis terbaik. Terlebih disaat banyak orang mungkin menentang hubungan sejenis, Umma malah semakin terkenal bernaung di bawah hubungan itu. Tak semua orang memahami cinta itu seperti pemahaman Umma.”

“Sungmin tetap menolaknya.” Kyuhyun berbicara tanpa melihat Heechul pandangannya memang menatap ke satu buku yang mungkin merupakan salah satu dari ribuan eksemplar yang siap di kirim ke beberapa negara. “Sudahlah Umma, tak akan ada yang mempertanyakan itu.”

“Hei, bagaimana bisa semudah itu kau mengatakannya? Ini bukan sekedar bisnis dan uang. Tapi ini tentang sebuah ketetapan dan kesetiaan. Umma akan selalu menjaga kesetiaan umma untuk setiap karya Umma.selalu menjaga ketetapan dan kejujuran untuk setiap apa yang umma tulis.”

Heechul kemudian menghentikan bicaranya dan menapakkan kedua tangannya pada tepi meja itu. Jadi, bagaimana?” Heechul menatap Kevin dan Kyuhyun bergantian. Kedua mata cantik itu seakan begitu memaksa Kevin, menatap lama pada namja cantik yang sekarang menatap takut-takut pada Heechul. “Ayo, jawab.”

Kedua namja itu hanya saling menatap bingung dan melempar gelengan satu sama lain. Namja cantik itu hanya memberikan ekspresi datar dan bingung ditambah dengan perasaan cemas yang terlihat jelas di wajahnya.

“Ayo, jawab. Ck… kenapa jadi lembek begini?”

Yeoja itu, berbalut dress berwarna merah. Yah, seperti biasanya. Selalu terkesan glamour dan sexy. Yeoja itu, Heechul… sedikit menaikkan tali yang turun dari bahunya. Membenarkan dress-nya dan beranjak dari duduknya. Matanya mengintimidasi namja berambut coklat ikal yang terus saja menunduk. Mengangkat dagu namja itu, membuatnya menatap lurus padanya.

 

“Jangan katakan kau akan berhenti sekarang. Buang rasa khawatirmu jauh-jauh, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun menjauhkan tangan Heechul dari dagunya. Ia kemudian menyilangkan kedua tangannya dan menyandarkan tubuhnya pada kursi yang ia duduki. Menghela nafasnya.

“Umma, apa ini tak terlalu berlebihan?”

Heechul tertawa sinis. “Ayolah, ini hanya permainan.”

“Tapi Umma, perasaanku bukan main-main.”

“Cho Kyuhyun, dengarkan aku.” Heechul mendudukkan tubuhnya di atas  meja dan menghadap tepat di depan Kyuhyun. Mengusap lembut pipi namja itu yang sudah sedikit chubby.

“Ini yang terakhir dan Umma bisa pastikan, Sungmin tak akan meninggalkanmu. Ayolah,buang pikiran bodohmu dan ketakutanmu itu. Apa kau mau terus kalah dari Uke-mu itu? Haish, konyol sekali.”

Heechul melepaskan tangannya dari pipi Kyuhyun dan kemudian menatap lembut pada namja yang lain. “Kevinie, kau siap bukan?”

Dengan berat hati, Kevin mengangguk. “Tapi, kau harus menjelaskan pada Kibum hyungie jika ini hanya main-main. Atau dia akan memutuskanku.” Kevin mem-poutkan bibirnya.

“Tenanglah, Kibum kesayangamu itu akan mengerti. Aku akan mengaturnya.”

“Tapi Umma, aku tak bisa…”

Heechul menunjukkan satu jari telunjukknya pada Kyuhyun yang artinya dia sudah tak emnerima protes aapun lagi. “Ck… diam dan kalian pergilah. Siapkan barang-barang kalian dan berangkat dengan supir Kim. Tiket ada di tangannya, sisanya Umma yang akan mengaturnya.”

“Hajiman, aku…”

“Tidak ada penolakan Cho Kyuhyun, atau besok kau akan menemukan appamu menjadi duda karena lebih baik aku mati dari pada harus menanggung penyesalan dan malu karena novel terakhirku akan sangat mengecewakan.”

“Yah… baiklah. Terserah Umma saja, tapi jika Sungmin menjauhiku, kau harus bertanggug jawab.”

Heechul segera tersenyum… ah ahni. Lebih tepatnya meneyeringai. “Itu urusanku, kau tenang saja…”

.

.

.

.

.

.

Sungmin melenguh, bangun dari tidurnya. Ia masih tidur di rumah lama halmeoni-nya. Merasakan angin dingin yang mulai menyapa melalui jendela. Sedikit memicingkan mata foxy-nya saat sinar matahari mulai menghangatkan wajahnya, masuk ke dalam ruangan dingin itu.

“Kyuh…”

Sungmin melihat ke sekitarnya. Masih jelas dalam ingatannya jika semalam, Kyuhyun memeluknya erat. Tapi pagi ini, bahkan mantel Kyuhyun pun tak ia temukan. Hal ini membuat Sungmin semakin gelisah.

“Haish, baiklah. Mungkin dia sudah pulang, atau ada kuliah.”

Yah… Sungmin mencoba berfikir positif. Senyumnya terkembang  dan ia segera beranjak dari posisinya yang sedari tadi masih tidur di sofa. Ia melangkah gontai menuju ke luar rumah halmeoninya.

Sungmin menghela nafasnya lemas. “Yah, mobilku??? Aish…” Ia harus berjalan sedikit jauh dari kompleks perumahan itu.

.

.

.

Lee Sungmin POV

.

.

.

“Aku pulang!!!”

Aku memasuki pintu utama Rumah Keluarga Cho. And see… siapa yang menyambutku? Nyonya Cho terhormat yang selalu berbalut gaun merah. Aish…. sexy…

“Kau masih ingat pulang?”

Ck… dia menyebalkan sekali. Harusnya aku yang marah, tapi kenapa sekarang malah kesannya dia yang marah. Nyonya itu berjalan pelan dari tangga atas hingga ke bawah. Mengherankan, diusianya yang tak muda lagi, dia masih tahan memakai sepatu high heels yang mungkin lebih dari 10 cm.

“Tentu saja masih ingat.”

“Jadi kau menganggap ini rumahmu?”

Oke, pertanyaan itu cukup membuatku ‘teriritasi’ sekarang. Mata tajam itu mengintimidasiku dan senyuman bibir merahnya, benar-benar menakutkan. Aku mengacuhkannya dan lebih memilih melepaskan lelahku dengan duduk di kursi tamu. Mengangguk saat  pelayan Jung membawakan minuman untukku.

“Bukankah kau tak menyetujui Konferensi Pers, itu sama saja kau tak menyetujui pernikahan ini.” Nyonya Cho duduk di dekatku dan begitu dekat hingga aku bisa mencium wanginya. “Jadi namamu tetap Lee Sungmin, dan soal kau masih disini aku memaafkannya. Anggap saja kau hanya teman Kyuhyun yang tak punya rumah menumpang tidur disini.” Nyonya Cho memutar bola matanya dan menyeringai kembali. “Apakah yang seperti ini yang kau inginkan? Anggapan bodoh ini, eoh?”

Sebenarnya aku ingin menjawab semua pernyataannya. Tapi entahlah, aku tak bisa membantahnya. Rasanya semua yang dikatakannya pantas dan benar, dan memang aku belum mengakui pernihakan kami didepannya. Tapi apakah butuh pengakuan jika kami bisa menunjukkannya, yah… meski untuk kami sendiri. Entahlah, aku mungkin bodoh atau tak mengerti tapi… Dadaku sesak.

Biar bagaimanapun, aku sedikit sudah terbiasa dengan nama Cho Sungmin. Memang aku tak mau melakukan Konferensi Pers itu, ayolah itu hanya keinginan konyol nyonya Cho yang begitu nyentrik dan seenaknya. Aku mungkin juga mengidolakannya, tapi tak menyangka jika dia akan seekstrim ini.

“Kalau kau pulang dan berharap kau akan menemukanKyuhyun, maka kau sudah kalah. Dia tak ada di rumah.”

Aku mengerutkan keningku, aku tak mengerti. Dan kali ini aku menatapnya balik. “Apa maksudmu? Semalam dia memang bersamaku dan saat aku bangun dia sudah tak ada. Harusnya dia sudah di rumah.”

“Hahahhaa….hehehehe…”

Nyonya Cho aneh ini tertawa seenaknya. Sungguh mengerikan, terlebih lagi mata itu menatapku tajam. Mengapa ada orang semengerikan ini???

“Kau terlambat.” Suara datar dan dingin itu semakin membuatku tak mengerti dengan jalan pikirannya.

“Mwo? Maksudmu?”

Dia memainkan bola matanya dan tersenyum sinis. “Dia pergi ke Jeju, bersama dengan Kevin.”

“Mwo? Bagaimana bisa? Hei, tadi malam dia masih bersamaku jadi kau jangan menipuku. Dia juga berjanji akan menjauhi namja itu.”

Dia tertawa aneh dan kemudian mengambil satu map yang sedari tadi memang terletak di atas meja. Mulai membukanya dan memberikan surat itu padaku. “Kalau kau terus berfikiran seperti itu, maka kau salah. Mungkin saja dia hanya ingin membahagiakanmu karena ini.”

“Apa ini?”

“Baca saja sendiri.” Dia kembali menyeringai dan mulai sibuk memainkan kukunya. Ya ampun, dia menyeramkan.

Aku meraih kertas-kertas file itu. “Mwo?” Entahlah, aku harus terkejut atau bagaimana. Tapi rasanya ini…

.

Brak…

.

Aku membanting file tadi ke atas meja hingga jus yang di bawa pelayan Jung tumpah membasahi kertas file itu. “Apa maksudmu!? Kenapa dengan ini huh?”

“Hahahhaha…!!! Apa maksudku? Kau masih menanyakan itu?” Nyonya Cho yang terhormat ini benar-benar menyebalkan dan membuatku stress.

“Bukankah kau tak mengakui pernikahan ini? Bagiku mudah saja. Tinggal buat surat perceraian dan aku bisa menikahkan Kyuhyun dengan Kevin. Dia bahkan lebih muda dan lebih penurut dari pada kau. Terlebih sikapmu yang sepertinya tak bisa berubah dan kau juga sama sekali tak punya sopan santun padaku. Kau pikir aku akan selamanya mendiamkanmu dna bersabar padamu? Ck… sayang sekali. Kau salah pilih orang untuk kau ajak bermain.”

“Mwo?! Menikah?” Aku benar-benar kesal. Apa maksudnya? “Hei! Kau pikir ini hanya main-main? Kau pikir pernikahanku kemarin itu hanya bagian dari novel bodohmu itu?”

“Bukankah kau tak mengakui pernikahan ini? Lagi pula publik masih mempertanyakan kebenaran pernikahan kalian. Bagiku ini mudah, karena memang pada awalnya pernikahan kalian hanya untuk project untuk novel. Jadi tinggal mengganti pemainnya saja.”

“Mwo? Seenaknya saja. Kau tak bisa melakukan ini padaku.”

“Hehehe…. “ Dia memijat pelan bahuku, membuatku mati-matian menahan keinginanku untuk segera memukulinya. Dia sangat menyebalkan. “Kau boleh membasahi surat itu, atau bahkan membakarnya. Aku masih punya banyak copy surat itu dan semuanya sudah di tanda tangani oleh Kyuhyun.”

Sebenarnya aku tak percaya. Karena baru tadi malam Kyuhyun terasa begitu dekat dneganku tapi…

Aku membuka perlembar file yang sudah basah itu. Bahkan tulisannya sudah mengabur tapi aku maish bisa mleihatnya dengan jelas….

Kyuhyun menandatanganinya.

“Apa maksud semua ini? Kyuhyun tak mungkin melakukanya.”

“Terserah kau saja, mau percaya atau tidak.”

Aku sekarang benar-benar marah dan merasa di permainkan. Seenaknya saja keluarga ini menginjak-injak namaku terlebih lagi meremehkan keluargaku. “Apa hanya karena konferensi itu? Eoh? Dipikiranmu hanya ada novel dan novel?”

Aku tertawa miris melihat yeoja ini. “Kau pikir kau Tuhan yang bisa mengatur semuanya? Kau pikir kau siapa? Kau pikir aku tak punya perasaan? Haruskah aku berteriak didepanmu sekarang jika aku mencintai Kyuhyun? Iyakah?”

“Ck…. sepertinya percuma.” Dia menatap jam yang terus berjalan di depanku. “Kyuhyun akan menikah dengan Kevin di Jeju. Bukankah itu romantis? Dan akan ada konferensi pers langsung disana.”

“Mwo?”

“Mungkin 3 jam lagi semuanya selesai.”

“Mwo?! KAU?!”

Dia hanya tersenyum licik. Aku benar-benar membencinya.

“Ku pikir kau cukup pintar, tapi ternyata kau bodoh sekali. Kau tak pernah mencoba mematuhi peraturanku. Kau seperti tak mengingatnya, aku Cho Heechul… TAK TERBANTAHKAN!”

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC….

.

.

.

Gimana? Feelnya dapet ga? Aish… moodku masih berantakkan tapi i’ll try my best.

Semoga tidak mengecewakan dan jika kurang nyetrum sebaiknya bacanya sambil megang kabel…😀

Maaf juga jika MUNGKIN ini akan end di ch. 13 dan jika memang masih dalam bulan puasa, maka aku akan memberikan ch. 14 spesial NC tapi setelah lebaran…. Otte?

Semoga bisa menikmati, dan untuk story yang lain jangan tanyakan kapan aku akan update karena mood berantakkan. Untuk yang double read di FFn, mian… mulai postingan ch. besok aku resmi hiatus dari sana.

.

.

Big Hug and Kiss to all my lovely reviewer

Sorry for typo, kebiasaan ga diedit lagi. Mind to Left any words???

 

Review please….

89 thoughts on “D.R.A.M.A || KYUMIN|| YAOI|| Ch.11||

  1. bentar. ketawa dulu yaa …
    hahahahaahahahaahaaaaa😀

    sumpah. tu Sungmin sexy abissss😀

    dan apa ini beneran sudah mau ending??
    kan konflik Jo twins belum kelar ..

    gimana kalau untuk Jo twins dibuat side storynya ajja😉

    keep writting ne chingu🙂

  2. Eonnie…
    gomen chap kmarin aq gk gk ksi comment un
    ahh, kenapa Heechul jahat bgt un? kenapa Sungmin jadi kasihan bgt. eonnie, sbenerny aq lbh suka klo heechul aja yg kalah un. kasian minnie.. gmn kalo minnie ninggalin kyu aja un. biar heechul dan kyu nyesel trus ngejar sungmin lagi. huhu… kasian bgt liat minnie digituin. tp terserah eonnie aja dink. Aku tunggu chap selanjutnya yah ^^

  3. salah minppa jg che gak mw ngadain konpers kn jd gni. . . .ribet d paksa pula tp moga nyadar klo kehilangan kyuppa jd lbh penting
    sadar ming. . . .chulie oppa emang daebak
    lanjut chingu!

  4. ya ampun,chulie nympe segitu’a ngarep min mw konfrensi pers..
    Nyampe ngancem bunuh diri lg,hhe..

    Aduuuh min,nurut ja sm chulie eomma ,daripada ntar disuruh pisah sm evil kyu.

    Emg deh,,
    chulie gak ada yang bs nglawan..
    ‘HEECHUL TAK TERBANTAHKAN’..
    Hhe..

    Oke deh,jd 14 chap ya chingu..

  5. Gaun merah itu heechul ya? Sexy free and taken lah *?* kkkkk
    Chapt depan ming mau konferensi pers kan? Ya ya ya? Uh ga sabar pengen baca chapter depan >,< semangat ya author😉

  6. wow ………… kayaknya tanduk heenim keluar hahaha kasihan umin , masak gara2 g mau konferensi pers jadi kyak gini lalu kmana kyu huaaaaa bner2 pnasaran

  7. Huahh,,,
    Heenim amma smakin sadis
    Hihihi,,kasian umin kebakaran jenggot dipermainkan heenim
    Makin penasaran apa yg bakal dlakuin umin dan heenim selanjutnya
    Cepat updatr ya chingu hwaiting

  8. wa heenim jahat banget, tp sifat itu memang cocok sm heenim, entar kyuming buat akhir bahagia aja ya n cp 14 nya gak papa habis lebaran dan semangat terus ya aku dukung penuh untuk semua karyamu semangat ya….

  9. gyaaaah
    chulli evilnya ganass😄
    jd merinding😄

    hn, apa Sungmin akan patuh?

    gak sabbbaar nunggu selanjutnya~
    gak sabar nunggu NC special jg eon😄

  10. Heechul kok jahat banget yah..kan kasian Ming…😦
    Kyu juga nurut Aja….
    Hufftt…
    Nggak sabar nunggu next chapter ny…
    Cepat update yah chingu…^^

  11. Baca chap ini yg pas bagian terakhirnya saya jadi ngebayangin kalo saya jadi minppa pasti nyesek banget #plak
    Lanjuuut chingu!! ^^ setiap chap selalu aja bikin saya penasaran dan tambah penasaran
    Semangat terus chingu, 화이팅!!! ^^

  12. Chullie kejaaaaaaam!! #cipokHan” #plakk
    Tptptptp ming jg keras kpala bgt, tp itu pst berat jg sih buat dy.. dy jd uke aja msh ada prdebatan batin(?) Gtu, pdhl udh cnta sm kyu.
    Bkin ming kabur aja eon, biar chullie jg nyesel n gg mksain bgt tiap khndak.a, bkin c kyu kalang kabut nyariin ming kkkkkk, tp nnti ming nglakuin preskon jg sm kyu, dgn kmauan sndiri, tnpa pksaan .

    O.y, d tnggu bgt chapter spesial NC.aaaaaaaaa hhehehe
    #otakmesumwiebener”udahGakSabar

    Ok deh, d tnggu jg apdetan ff.a yg lain. Ttep smangat nulis y, n mudah”an mood.a mmbaik hhe, n dpt bnyk inspirasi buat lnjutin ff” eonnie.. Hwaitiiiing!! ^^

  13. aigo~ heenim seraam~
    takut liat heenim marah² bgtu,
    aish, ming udh ikuti aja kemauan heenim, dari pada jdi santapan heebum, mnding ikutin aja *plaak*

    ayo eonni semanggat~
    ditunggu chap selanjutnya eonni, makasih juga pwnya iya eon ;;)

  14. Heenim eomma!!! Kesian sungmin di bodoin mulu~ kyu nurut ajayah wkwkwk lagian sungmin apa susahnya sih cuman ngumumin doang elah-_- gengsi~ lanjut eonnn!! Bikin sungmin cemburu buta,,,

  15. OMONAAA foto heeppa dahsyat banget. Kagak nahan liatnya. Gila sexy abis.
    Memang ya heechul itu dimana saja dan kapan saja emang luar biasa gokil. Setuju banget dengan kalimat yg terakhir ‘heechul TAK TERBANTAHKAN’

  16. heechul memang bner2 daebak
    mengatur permainan dg sngt rapi dan sempurna
    smpai2 sungmin di buat kesal dg heechul
    memang yeoja yg nyentrik bgt
    aqu ska kta trkhr yg di kluarkan heechul
    “Heechul Tak Terbantahkan”
    smpai2 hangeng di buat bertekuk lutut

  17. ish asli baca chap ini bikin kekesalan ku bertambah
    aku pengen ngebejek-bejek da tuh si heechul.
    untung cuman fanfic
    gimana sungmin ?
    mau nyerah ?
    jangan dong pertahankan gengsi mu orang kyuhyun emang cinta sama kamu #hahahaaa ngajak sesat
    oke berlabu ke chap selanjutnya

  18. it’s scary…
    Cho Heechul yg menakutkan..
    Cara apapun akan dilakukan demi kesenangannya sendiri & tanpa memikirkan akibatnya suatu saat nanti…
    Tapi itu juga demi kebahagiaan Kyu & Ming..
    Jadi aku dukung aja apapun rencana-nya,, asalkan KyuMin tidak dikorbankan & akhirnya malah berpisah…
    Aku nggak mau…

    Dan untuk Ming..
    Ayo Ming!
    Susul Kyu sekarang juga!!
    Sebelum kau terlambat & menyesal pada akhirnya…
    Semangat Ming!
    Kejar & perjuangkan cinta-mu itu!!
    Ayo! Ayoo!! Ayooo!!!^^

  19. Awalnya aku suka sama karakter heenim yang kayak gitu
    Tapi gara-gara chap ini, malah jadi sebel~
    Kejam banget, padahal cuma gara-gara novel sampe segitunya..
    Kasian kan Sungminnya😥

    “Ming oppa mangat yah, pertahanin Kyu oppa!”

  20. Huahahahahaha, itu heechul? Hahahahaha gak nyangkaa😄 ,itu bikin sendiri pict nya? tinggal 2 chap lagi nih yang belum dibaca, *bayangin heechulia lagi ah,wkwkwk* ,bye

  21. sebel banget ma rencana heecul yg mempermainkan cinta kyumin demi sebuah novel..
    min sama heecul dua2nya keras kepala cocok bgt.. moga ming mw mengalah demi cinta mereka…

  22. Ayo min cpet hentikan heechul atw kau akan bner2 khlangan kyu… Heechul yg tak terbantahkan haha, Heechul bner2 bsa mlakukan apa za spaya keinginanx trcapai.

  23. wiehk,, Cho HeeChul emng kejam ,, *pletak

    kasian ming di jadi.n bahan novel ky gitu,, ming jg punya perasaan CHO HEECHUL #gag usah pke capslock jg kalee *lol

    #pasang poto KyuMin di tengah lapangan golf *opps ,, gag nymbung cyinn

  24. aku rasa heechul seperti.. terobsesi? Kupikir kelakuan heechul tidak sesuai dengan titel ibu. Tapi bagian kyuhyun-sungmin aku merasakan kemanisan mereka berdua

  25. Ya ampun, nyesek banget. Perasaan Sungmin dipermainkan😦
    Walaupun hanya pura”, tapi itu menyakitkan, terutama utk ku😦
    Nyesek😦

    Lanjut »»

  26. kkkk~ youngmin msih aj kesel ama kwangmin xD kkk
    wah wah, skr dongwoo ud tau kalo jo twins ud nikah, lalu gmna reaksinya tar tu?? kkkk xD
    ah ah, tyt itu toh rencana chul,, gud gud xD
    apakah ming bkal goyah??
    smoga aj ming ngerubah keputusannya xD
    aaaa seruuu xD
    next ah xDD

  27. Tpi itu cma trik yg dimainin heechullie kan, , ,
    Mengerikan amat yahh, , ,
    Moga aja ming sadar trus langsung nyusul kyu deh

  28. Chul koq kesannya kejam dan egois y;(#byurrrrDiCeburinHangengKeGot
    Ookeyyy…kita liad perjuangan Mingg mempertahankan cintenyaaa,*jiahhhh x_x
    Lanjut bacaaa

  29. heecul uma jahat…
    kasian ming opa ..
    q gx tega bacanya jg…
    gmna nasib ming opa yah???
    truz ci kembar jo gmna nasibnya yah???
    sdh mw ending ..
    deg2an jdnya…
    eoni jngan sad ending yah..
    #bow

  30. Cho Heechul tak terbantahkan…
    Hohohohoho….
    Sangat otoriter yah…
    Tp kesannya…ayo mainkan…n kamu akan kalah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s