Chicken Soup for Teenage Soul || SEKUEL CSOF || ch. 4||

 

 

Author : rainy hearT

 

Length : Series

 

Rated : T to M

 

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

– Other SUJU and SHINEE member

 

-KyuMin aegya :

~ Cho Sunghyun a.k.a Sungie (N)

~ Cho Minhyun a.k.a Minhyunie (Y)

~ Sandeul b1a4  a.k.a  Cho Kyumin (N)

 

Haehyuk aegya

~ Lee Eunhae a.k.a Junior (N)

 

-Yewook aegya

                ~Kim Jongki a.k.a Kie (N)

 

-Zhoury Aegya

                ~ Jinyoung b1a4 a.k.a Zhoury (N)

 

-Sibum Aegya

                ~ Baro b1a4 a.k.a Sibum                (N)

 

-Jungmo x Leeteuk

~ Gongchan a.k.a Baby Soo (N)

 

– Yeoja Cast (GS)

                ~ Leeteuk            ~ Junsu’ie            ~ Taemin

~ Heechul            ~ Jaejong             ~ Key

 

Pairing : KYUMIN and Other Pair

 

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Tapi Kyuhyun dan Sungmin saling memiliki. Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun

 

Genre : Romance / Family/Humor (dikit)

 

Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, gaje, typo disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

 

Summarry : “Menjadi dewasa adalah IMPIAN. Setelah dewasa karena usia adalah BEBAN. Karena semua yang kita lakukan adalah sebuah bekal, untuk melangkah bersama menuju satu titik KEDEWASAAN. Dimana KEJUJURAN akan menjadi satu tali yang mengikat kebersamaan kita. Raih genggaman tanganku dan kita akan tumbuh bersama.”

.

.

.

.

GAMSAHAE untuk yang selalu setia sama KYUMIN and menanti ff ini.

 

Be Patient with Me please. No Copas/No Bash. Don’t Like Don’t Read.

 

Mianhe, jika ceritanya semakin ngawur dan juga keluar dari KyuMin. Tapi inilah Chicken Soup.

Dimana kebersamaan dan kekeluargaan itu terasa nyata.

 

As a small present for OUR LOVELY AND THE GREATEST COUPLE

Let’s save their love, 13elieve in the name of 7ove….

.

.

HAPPY READING

.

.

CHICKEN SOUP FOR TEENAGE SOUL

.

Chapter 4

.

.

Ep. Hurt or Comfort

.

.

.

Notice me:

 

Ni keterangan Usia and tingkatan kelas mereka.

 

~ Senior High 3rd Grade :  Cho Sunghyun (17), Cho Minhyun (17), Kim Jongki (17), Junior (17), Taemin (15), Key (16), Minho (16), Onew (17).

 

~ Senior High 1st Grade :  Zhoury (15), Sibum (15)

 

~ Primary School  5th grade : Kyumin (10), Baby Soo (11)

 

.

.

.

.

.

.

.

Kyumin baby x Sibumie

.

.

.

“Eoh? Kenapa kita ke game centre?” Sibum menoleh ke arah Kyumin yang duduk disisinya. Saat ini mereka berhenti ditengah jalan. “Bukankah kau bilang kita akan main? Setidaknya jangan ke game centre? Ayolah aku tahu, kau pasti akan mengabaikan aku disana?”

 

Kyumin mempoutkan bibirnya. “Aku ‘kan bilang main. Main itu artinya game centre, aku mau membeli kaset game terbaru. Ayolah, aku sudah mengumpulkan banyak uang dan juga membohongi Mommy. Jebal… antarkan aku kesana?”

 

Puppy eyes mematikan dari seorang anak berumur 10 tahun yang sepertinya akan melakukan apa saja untuk game kesayangannya. Sungmin memang melarang supirnya untuk mengantar Kyumin ke game centre. Alasannya, mudah saja. Karena Kyumin sama seperti Kyuhyun yang akan mengabaikan apa saja demi game. Termasuk dengan jam tambahannya untuk acceleration class.

 

“Tapi Kyumin-ah, aku…”

 

“Ayolah, jebal…” Kyumin menyatukan kedua tangannya dan wajah menggemaskannya di buat begitu kasihan dan melas, hingga akhirnya Sibum menyerah.

 

Sibum menghela nafasnya, ia benar-benar tak bisa menolak Kyumin jika sudah begini. “Baiklah, aku antarkan. Tapi hanya membeli kaset game.”

 

“Nde, tentu saja. Dan setelah itu kau harus mengantarku ke taman bermain. Aku mau ke Lotte World karena Minnie noona akan ke Everland. Dan kita bisa mencoba semua wahana. Wha!!! Aku senang sekali. Eum… hyung…” Kyumin menghentikan ceritanya kemudian merogoh dompet kecil berwarna kuning yang ia bawa.

 

“Lihatlah… “ Kyumin menunjukkan isi dompetnya yang penuh dengan uang recehan. Memang, Sungmin tak memberikan uang lebih, dan karena alasan yang sama. Selalu game saja yang ada di otak Kyumin. Ck…. ck… ck…

 

“Uangku hanya cukup untuk membeli kaset game. Dan kau tahu, aku belum makan. Hikss… aku kasihan sekali.” Kyumin baby berpura-pura menangis. “Padahal, aku sudah meminta uang lebih pada Mommy tapi Mommy bilang aku masih kecil jadi hiksss… aku..”

 

Sibum tersenyum gemas menatap Kyumin. Ia mencubit kecil pipi menggemaskan namja cilik itu. “Haish… ya sudahlah. Jangan berpura-pura menangis seperti itu. Tanpa kau minta pun aku yang akan membayarnya.”

 

“Eoh? Jinjja!”

 

Sibum mengangguk dan tersenyum.

 

“Semuanya?”

 

“Nde tentu saja, semuanya. Makananmu, tiketnya dan juga ice cream-mu dan semua yang kau inginkan.”

 

Kedua mata itu berbinar dan dengan cepat Kyumin memeluk Sibum. “Wah… Sibum hyung baik sekali. “Tapi saat menyadari bahwa tubuh Sibum langsung kaku dan diam, kemudian Kyumin menghentikan teriakannya dan dengan cepat melepaskan pelukannya.

 

Wajah menggemaskan Kyumin itu semakin cantik dengan rona merah dan senyuman yang lucu. Hei, biar bagaimanapun dia hanya anak berumur 10 tahun. “Mianhe Hyung, aku hanya terlalu senang.”

 

Sibum hanya tersenyum kemudian mengacak rambut Kyumin. “Gwenchana. Aku senang kau memelukku.” Sibum tersenyum aneh dan mensejajarkan wajahnya  dengan wajah Kyumin. Jantung Kyumin semakin berdetak kencang.

 

“Jangan melihatku seperti itu Hyung, kau membuatku takut…” Kyumin memundurkan wajahnya dan itu malah membuat Sibum semakin memajukan tubuhnya. Kemudian dengan cepat lengan Sibum menahan punggung Kyumin. “Hei, aku mau minta bayaranku dulu sebelum aku menjadi supirmu hari ini.”

 

“Mwo? Bayaran?” Kedua mata Kyumin berubah sendu. Sepertinya ia akan menangis betulan.  Kau kan tahu, aku tak punya uang hyung. Hiksss… huweee….” Kyumin kembali memasang wajah memelasnya dan berpura-pura menangis.

 

Sibum tersenyum dan mengusap rambut hitam Kyumin.   “Tutup matamu.”

 

“Eoh? Tapi hyung…”

 

“Sudah, tutup saja.”

 

Kyumin menutup  kedua matanya dan tiba-tiba Kyumin bisa merasakan sesuatu. Angin yang hangat yang semakin dengat dengannya. Detak jantungnya pun semakin cepat. Dan bertambah cepat saat Kyumin merasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibir mungilnya. Ia membuka kedua matanya dan semakin kaget saat ia melihat mata Sibum menutup dan menikmati ciuman kecilnya…

 

.

Sreeet…

.

 

“Huwa!!!!”Kyumin mendorong Sibum dan berteriak. “Yah! First kiss-ku… waeyo… hikss…. hikss…” Kyumin memasang wajah sedihnya.

 

“Ck… ayolah, kau juga tahu aku suka mencium bibir Mommy dan Daddy-ku.”

 

“Tapi itu first kiss-ku Hyung. Harusnya aku melakukannya dengan Hyung beberapa tahun lagi. Kalau sekarang aku kan masih kecil. Jadi … eum itu…”

 

“Eoh? Ternyata kau mengharapkannya denganku yah? Ayo bilang saja kau menyukaiku…”

 

“Ah, ahni. Itu hanya…”

 

“Hei jangan mencoba mengelak. Kau tadi dengan jelas mengatakannya.”

 

“Yah, tapi bukan seperti ini. Eum maksudku, aku masih kecil dan itu first kiss ku jadi aku…”

 

“Eoh? Hei… ternyata uri magnae juga  nakal ya?” Sibum mencolek pipi Kyumin dan kembali mendekatkan wajahnya. “Ck… bukan begitu. Harusnya ‘kan lebih romantis. Eum, seperti Mommy dan Daddy. Tadi pagi aku melihat mereka berciuman dan kemarin dan kemarinnya lagi. Huh… ciumannya lain, tidak seperti tadi.”

 

“Eoh… nappeun magnae. Kau mengharapkan yang seperti apa???” Sibum sudah semakin mendekati Kyumin dan begitu lenganya kembali melingkar di pinggang namja berumur 10 tahun itu. “Beginikah…?”

 

Bibir Sibum kembali menemukan rasa manis pada bibir Kyumin. Bibir tipis yang terasa kenyal dan juga lembut, manis dan seperti mempunyai daya tarik tersendiri yang membuat Sibum begitu menikmati permainannya pada bibir yang terus menutup itu. Hingga akhirnya ia gemas sendiri, kemudian sedikit melepaskan ciumannya.

 

“Bukalah mulutmu.”

 

“Eoh?” Wajah polos itu sama sekali tak mengerti dengan apa yang akan dilakukan Sibum. Ia masih saja sibuk mengatur jantung dan nafasnya yang semakin sesak.

 

“Aku akan mengajarimu…”

 

“Eum it…emhhh…..hhhmmmmm…eummmmhh…”

 

Sibumie yang pervert tak akan bisa menolak polosnya Kyumin baby yang dibungkus dengan tubuh yang hanya berbeda  20 cm darinya. Salahkan sendiri Kyumin baby tumbuh terlalu cepat hingga fisiknya tak seperti anak 10 tahun lainnya.

 

Dan biarkan Sibum mendapatkan hadiahnya untuk kencan mereka hari ini. Sementara Kyumin, biarkan dia merasakan apa yang di rasakan Minhyunie saat kecil dulu. Huah… first kiss memang ajaib.

.

.

.

.

Seoul International Multischool

.

.

.

.

“Hei, kau kenapa?” Junior merangkul leher Sunghyun yang masih saja diam di dalam kelas. Tadinya Junior akan mengajak Sunghyun untuk ke kantin, tapi sepertinya uri Oppa sedang tak ingin melakukan apapun sekarang.

 

“Gwenchana. Hanya malas saja, sudah sana. Kalau kau lapar pergi saja menyusul Minnie dan Kie.”

 

Tapi Junior tetap di tempatnya. Ia melepaskan rangkulannya pada leher Sunghyun dan menyandarkan tubuhnya pada meja di pelakangnya. Jadi posisi sekarang, Sunghyun dan Junior saling berhadapan.

 

Junior menatap dalam pada wajah Sunghyun seakan dia tengah mencari tahu apa yang terjadi dengan Hyungya itu. “Hei, apa karena Key? Bagaimana kencanmu kemarin?”

 

“Huah….” Sunghyun mendesah kesal. “Entahlah, mungkin aku saja yang bodoh.”

 

“Eoh? Kenapa bisa begitu?”

.

.

.

Flashback On

.

.

Sunghyun POV

.

.

“Saranghae….”

 

Dengan semua keberanianku, aku mengatakannya pada Key. Dan lihatlah, wajah cantik itu begitu merona merah. Ya Tuhan, inilah keindahan sesungguhnya. “Neomu yepeeo…”

 

Dia masih terdiam, mungkin saja dia sedang memikirkan jawabannya untukku. Tapi aku harus terkejut dan kecewa sekarang, saat aku mulai mencoba mendekatinya dan mencium pipi putihnya lagi.

 

“Ah… ahniya…”

 

Dia memalingkan wajahnya dan menghindariku. Baiklah, aku mungkin tegar tapi untuk pertama kalinya aku menyatakan perasaanku dengan seorang yeoja dan aku ditolak olehnya kurasa itu bukan hal yang baik.

 

Wajah cantik itu menunduk dan tak mau menatapku. Aku sediki menjaga jarak dari Key, mulai mengangkat wajahku dan melihat ke atas. Dedaunan hijau yang terus saja bergerak karena tertiup angin, perlahan seperti membuat kedua mataku semakin perih….

 

“Aku tak bisa Oppa, mianhe…”

 

“Gwenchana Key….” Sesungguhnya aku begitu sakit saat mendengarnya. Aku berharap ini hanya mimpi tapi tak mungkin. Inilah nyata, dan aku merasakan kedua tangan Key menggenggam erat jari tangan kananku. Kedua mata cantik itu menatapku lembut.

 

“Hei, kenapa matamu merah. Jangan menangis Key…”

 

“Ahni, Oppa. Hajiman… aku…”

 

“Sudahlah, aku akan baik-baik saja.”

 

“Ahniya.” Key menggeleng cepat. Kedua mata cantiknya semakin merah dan semakin mulai mengalirkan air matanya. Hatiku lebih sakit jika seperti ini. Key mencoba menghentikan tangisnya. “Seandainya… huksss… Oppa mengatakannya dari dulu, saat aku mengharapkan Oppa mungkin saja aku… hukksss…”

 

“Eoh? Maksudmu?”

 

Key melepaskan genggaman tangannya padaku dan kini mulai sibuk meremas genggaman jarinya sendiri. Aku tahu, dia sedang gelisah. “Waktu itu, aku menunggu Oppa. Berharap saat itu Oppa akan menyatakannya, saat kita hanya berdua waktu perayaan ulang tahun Oppa. Tapi, ternyata Oppa tak mengatakan apapun.”

 

Mata itu menatapku lembut, inikah kesalahanku? “Dari dulu aku selalu menyusahkan Oppa, dan aku selalu menganggap Oppa adalah orang terbaik yang pernah aku kenal. Bahkan rasanya seperti mimpi saat Oppa menciumku di hari ulang tahunmu itu. Tapi mengapa Oppa tak memintaku saat itu?”

 

Keuda matanya menatapku seakan mengintimidasiku. Aku tak mengatakannya, itu karena aku memang bodoh dan tak punya cukup keberanian.“Key, itu karena aku…”

 

“Hikss…. jika Oppa memintaku sekarang, bagaimana aku menjelaskannya pada Jinki?”

 

“Key?” Aku menatapanya. Mencoba mengerti apa maksud dari perkataannya.

 

“Aku dan Jinki Oppa… aku sudah bersamanya. Aku menerimanya…” Aku mengangkat wajahnya dan mengusap air mata yang terus mengalir di pipi tirus yang cantik itu. Ia menghentikan tanganku dan kedua mata kami bertemu.

 

“Aku tak mungkin menyakiti Jinki Oppa, aku …hikss…. mianhe Oppa… hikss…”

.

.

.

.

.

Sunghyun POV end

.

.

.

Flashback Off

.

.

.

.

“Haish, sudahlah. Masih banyak yeoja dan kau bisa memilih satu diantara banyak fansmu itu, atau … Hei… banyak namja tampan yang mengincarmu.”

 

“Mwo?!” Kedua mata Sunghyun langsung terbuka lebar, seakan smeua kesedihannya sudah menguap. “Bilang apa kau? Namja? Yah kau pikir aku gay? Ayolah, aku masih senang melihat yeoja cantik dan sexy…”

 

“Eoh,benarkah?”

 

Junior tertawa kecil dan menepuk bahu Sunghyun. “Kau belum membuktikannya. Ayolah, apa salahnya kalau kau Gay. Bukankah uri bumonim all is namja. Ayolah, jangan menghindari kenyataan itu.”

 

Junior berdiri dari duduknya dan satu tangannya terulur untuk menyeret Sunghyun. “Kajja! Aku tak mau Minhyun ataupun Ming Mommy memarahiku karena anak kesayangannya ini tak terurus dengan baik di sekolah.

 

“Ck… merepotkan. Ya sudahlah, ayo makan.”

 

.

.

.

 

Sepanjang perjalanan, Junior terus saja merangkulkan lengannya di leher Sunghyun. Tinggi tubuh mereka sama, tapi mengapa sekarang terkesan kalau Junior itu lebih tinggi daripada Sunghyun?

 

“Hei, mereka cocok sekali.”

 

“Wah, setelah kemarin ada pasangan Onkey dan Minkie, bagaimana kalau kita namai mereka. Eum… JunSung couple?”

 

“Ommo!!! Keren sekali. Mereka memang serasi?”

 

Ya, suara-suara itulah yang didengar Junior dan Sunghyun di sepanjang perjalanan mereka hingga menuju ke kantin. Di kantin, Sunghyun pun membiarkan Junior mengambilkan makanan untuknya dan kemudian mereka meninggalkan kantin, menuju ke atap.

 

“Huwa… anginnya sejuk sekali. Kalau begini aku lebih baik tidur dari pada mengikuti jadwal selanjutnya. Hey hyung, bagaimana kalau kita disini saja?”

 

Junior tersenyum dan menoleh pada Sunghyun, menunggu jawaban dari namja itu. Tapi tampaknya, Sunghyun tak menanggapi Junior dan malah sibuk menatap lurus pada wajah tampan didepannya.

 

“Ayolah hyung, aku tahu aku tampan. Tapi jangan melihatku sampai seperti itu.” Jujur, sekarang Junior sedikit kikuk saat mendapati Sunghyun menatapnya intens. Baru kali ini ia melihat Sunghyun menatapnya seperti itu. Seperti menyalurkan hal lain yang ia sama sekali tak bisa mengerti.

 

“Kajja! Kita buktikan!” Sunghyun berdiri dari duduknya dan mendekati Junior

 

“Mwo?”

 

“Apa aku ini gay atau bukan?”

 

“Mwo!!!!?”

 

“Hahahaaahahaa…” Sunghyun tertawa keras. “Ada yang tertipu, ahahhahahaa…”

 

.

Pletak…

.

“Awww… appo! Ya! Kenapa memukul kepalaku, sakit tau?!” Sunghyun mengusap pucuk kepalanya yang dipukul dengan seenaknya oleh Junior.

 

“Ck… kau sendiri yang mempermainkan aku. Padahal aku sudah kaget setengah mati, haish…. Kau ini, membuatku jantungan saja.” Junior mengusap dadanya dan tersenyum canggung. Baginya, kali ini… moment mereka tadi begitu aneh.

 

“Hei, sebegitu sakitkah?”

 

“Ya tentu saja. Kau pikir, tanganmu itu tak sakit saat memukul orang. Aku ini hyungmu, kau tega sekali.” Sunghyun mencibir Junior dengan satu tangannya masih sibuk mengusap pucuk kepalanya. Kemudian Junior mendekati Sunghyun dan mengusap kepala hyung-nya itu.

 

“Mianhe…”

 

Sunghyun mengalihkan wajahnya, hingga sekarang ia berhadapan langsung dengan Junior. Wajah mereka begitu dekat dan karena memang Junior sedikit lebih tinggi, mungkin jadi Sunghyun terkesan sedikit mengangkat wajahnya.

 

Nafas hangat itu menggelitik wajah mereka berdua. Jarak yang terlalu dekat, hingga hidung mereka bahkan hampir saling bersentuhan. “Neomu yeppeo….”

 

.

.

.

.

.

.

 

“Apah??? Kau menciumnya?”

 

Sibum hanya mengangguk tanpa rasa bersalah.

 

“Ya! Tapi dia baru berusia 10 tahun. Dan kau ini, mesum sekali!”

 

“Lie, sudahlah. Jangan di bahas, ‘kan yang penting kami menikmatinya. Hei… tak kusangka bibir Kyumin itu sangat lembut. Hampir seperti bibir mommy, tapi ini lebih lembut.”

 

“Ah, ya Tuhan…. Sibumie, kau sudah gila. Dasar setan pervert.”

 

“Yah! Zhoury…. jangan mengataiku seperti itu. Kau saja yang tak pernah mencium orang, coba kalau kau mencium yeoja. Cobalah, dengan siapapun atau orang yang kau sukai. Rasanya seperti ada semut di perutmu yang terus menggigit apa yang ada di dalamnya.”

 

“Eoh? Kau sudah gila!”

 

“Hehehee… rasanya geli, nyeri dan ngilu tapi aku menyukainya.” Sibum tersenyum dan kemudian ia mengusap sweater yang dipakainya. “Lihat, bahkan sweater yang dipilih Kyumin untukku sangat pas sekali. Bukankah dia pintar, dan warnanya… aku juga menyukainya.”

 

Zhoury hanya menggeleng. “Kau mesum,dan sayangnya Kyumin baby itu masih terlalu kecil. Ck… harusnya aku tak membiarkan setan mesum sepertimu mendekati saeng-ku.”

 

Dan Sibum, seakan tak mendengarkan ocehan Zhoury. Ia terus saja tersenyum dan sesekali mencium aroma Kyumin. Yah, baby kecil itu sudah menyemprotkan parfum kesayangannya ke sweater yang ia berikan pada Sibum.

 

“Huah…. aku tak sabar menunggunya besar nanti…”

.

.

.

.

.

“Hei Kyumin-ah! Jangan tersenyum sendiri seperti itu. Kau mengerikan.” Baby Soo heran sendiri melihat Kyumin yang terus saja tersenyum dan menyentuh bibirnya.

 

Seandainya saja Baby Soo tahu jika Kyumin sedang mengecap rasa itu lagi, rasa manis dan lembut dibibirnya yang bahkan masih begitu melekat sampai sekarang.

 

”Hyung, aku tak sabar ingin cepat besar.”

 

“Wae? Sekarang saja kau sudah lebih tinggi dariku. Bukankah kau sudha tumbuh dengan cepat?”

 

Kyumin menggeleng. “Aku memang tinggi tapi aku masih di primarry. Tahun besok aku harus bisa langsung ikut ujian agar aku bisa masuk ke junior, lalu aku akan masuk senior dan bersama-sama berkuliah dengan Sibum hyung.”

 

Kyumin bersemangat menceritakan obsesi kecilnya, sementara Jung Soo baby hanya menatapnya heran. “Yah, terserahmu sajalah. Aku tidak takut kau saingi terus. Tapi apa umurmu tak terlalu muda Kyumin-ah.”

 

“Eoh…?” Wajah menggemaskan itu lagi. Benar-benar membuat Baby Soo gemas dan mencubit pipi tembem Kyumin.

 

“Kau masih 10 tahun, saengie…..”

 

Baby Soo kemudian tertawa dan menepuk-nepuk pucuk kepala Kyumin. Sementara Kyumin hanya mempoutkan bibirnya. Kali ini, ia sedang kesal dengan hyungnya itu.

 

.

.

.

.

.

.

 

“Hyung…” Sungmin berujar lirih dan mendekati Yesung yang berusaha mengumpulkan butiran salju yang sudah mulai turun tadi pagi ke dalam satu pot kecil yang berisi sedikit tanah dan juga bunga snowdrop kering.

 

“Mianhe hyung…” Sungmin kembali berujar lirih. Ia merasa sangat bersalah saat mengetahui kenyataannya. Meski ia tak marah dengan Kyuhyun, tapi ia juga tak bisa membiarkan Yesung menderita ditengah kebahagiaan mereka bersama Kyumin.

 

“Mian….”

 

“Sudahlah Ming.” Yesung menghentikan kegiatannya dan kemudian menyimpan pot itu kembali di tempat semulai. Di tepi jendela kamarnya. Berharap keajaiban akan menghampiri mereka.

 

“Tapi hyung, ini salahku. Seandainya saja aku tidak keguguran sat itu, pasti…’

 

“Wookie saja tak mempermasalahkan itu. Biarkan saja, mungkin inilah jalan kami.” Yesung mencoba tegar, sedangkan Sungmin semakin menggenggam kuat tangan Kyuhyun yang memeluk pinggangnya.

 

Sungmin mendongakkan wajahnya sedikit dan menatap Kyuhyun. Terlihat jelas jika mata foxy itu sedikit mengeluarkan bercak kemerahan, dan Kyuhyun tahu itu. Sungmin akan menangis sebentar lagi.

 

“Hyung, mianhe… aku…”

 

“Wookie akan kembali. Tenanglah…” Yesung berujar dengan nada datarnya. Ia menatap Sungmin dan Kyuhyun. “Hentikan perasaan bersalah kalian dan kunjungilah baby yang meninggal itu. Biar bagaimanapun, dia juga aegi kalian.”

 

“Tapi bagaimana bisa Wookie kembali? Kau bahkan tak punya kekuatan sihir lagi, atau Raja peri datang dan akan menghidupkannya?” Sungmin bertanya penuh semangat dan meninggalkan pelukan Kyuhyun. Ia memegang pot bunga yang selama bertahun masih tetap utuh seperti dulu saat pertama kali ia menanam bunga snowdrop.

 

“Aku masih mengingatnya, saat aku menemukan bunga ini sendirian di tepi jendelaku. Hiks…. aku tak tahu jika dia akan menjadi peri penolongku.” Sungmin menoleh pada Yesung dan mendekap erat pot itu.

 

“Jebal, katakan apa yang bisa aku lakukan. Aku akan melakukannya, asalkan bisa mengembalikan Wookie. Hikss…. aku merindukannya hyung..”

 

Kyuhyun mendekati Sungmin dan membimbingnya untuk menyandarkan tubuhnya pada dada Kyuhyun. Dan Sungmin masih memeluk erat pot yang sudah terlihat tua itu.

 

Yesung mencoba tersenyum. Ia meraih pot yang ada di tangan Sungmin dan kembali meletakkannya di tepi jendelanya hingga pot itu mendapatkan tetesan salju yang dingin. “Sebentar lagi, saat Kie tepat berumur 17 tahun, maka dia akan bertemu dengan raja peri.”

 

“Jadi selama ini, raja peri tak mengetahuinya?” Kyuhyun bertanya pada Yesung.

 

Yesung menggeleng. “Raja peri tak tahu, jika Wookie sedang tertidur lama sekali. Bahkan Kie juga tak mengetahui kekuatannya. Kekuatan itu hanya akan muncul jika ada peri disekitarnya, atau jika ia dalam bahaya. Kie bahkan tak mengetahui mantranya dan hanya raja peri yang bisa membangkitkan kekuatannya.”

 

“Berapa hari lagi  Kie akan 17 tahun?”

 

“Satu minggu lagi.” Yesung berujar lirih dan kemudian menatap Kyuhyun. “Tapi, ada satu syarat.”

 

“Mwo?”

 

“Biarkan Kie menjadi peri dan pergi ke dunia peri.”

 

“Mwo?!”

.

.

.

.

.

.

Sungmin dan Kyuhyun sampai dirumah sakit dimana Kyuhyun selalu meletakkan sarung tangan kecil dengan warna dan juga hiasan yang  cantik.

 

“Ming…” Kyuhyun memeluk Sungmin setelah mereka meletakkan dua pasang sarung tangan di sudut taman itu. “Mianhe…”

 

“Gwenchana.” Sungmin menggumam pelan dan memejamkan kedua matanya. Mencoba merasakan hangat dan lembutnya perlakuan Kyuhyun padanya. Dan disela perasaan itu, ia mencoba mencari satu titik dimana ia menemukan cahaya kecil.

 

Perlahan … dan Sungmin tak bisa menahan perasaannya lagi.

 

“Kau tak marah padaku bukan?”

 

“Tentu saja aku marah, tapi untuk apa marah sekarang Kyu. Bukankah ini juga kesalahanku? Aku yang tak bisa menjaganya. “ Sungmin berujar lirih dengan suaranya yang sudah sedikit bergetar, hingga akhirnya, “Hikss….”

 

Tangis Sungmin mulai jatuh. Ia meremas kuat lengan Kyuhyun yang berada di pinggangnya. Kemudian memutar tubuhnya  untuk berhadapan dengan Kyuhyun. Memeluk tubuh namja itu dengan erat dan menangis sesak.

 

“Seharusnya ini tak terjadi jika aku…. hikss…. Kyunie aku….”

 

“Sudahlah Ming… jangan menyalahkan dirimu sendiri…”

 

Sungmin menggeleng dalam pelukan Kyuhyun. Kyuhyun meraih pucuk kepala Sungmin dan menciumnya  dengan lembut.

 

“Ahni Kyuh…. aku yang bersalah. Kau begitu mencintaiku hikss… dan aegya kita. Bahkan kau sudah … hikss… Kyunie….” Sungmin terus menangis.

 

Sungmin menggeleng cepat dan terus meremas kuat mantel Kyuhyun. “Kau bahkan sudah memberinya nama. Hyunmin-ah… hiksss…. mianhe….” Tubuhnya bergetar hebat, melampiaskan semua perasaannya. Ia mencintai Kyuhyun, mencintai semua aegyanya dan mencintai Wookie.

 

Sungmin sedikit menoleh ke samping, dimana kedua pasang sarung tangan mungil itu terlihat indah diatas tumpukan salju. Ia terus menggeleng cepat dan menutupmulutnya dengan satu tangannya. Mencoba menahan sesak dan tangisnya.

 

Ingin rasanya Sungmin berteriak kesal, tapi ia tak bisa mengeluarkannya. Ia menyesali semuanya, kesalahannya dan kebodohannya… dan juga Wookie…

 

“Wookie… hikss… karena aku… Kyuhhh…. bagaimana aku bisa menebusnya hikss…..”

 

“Sudahlah Ming…”

 

Dan kyuhyun mencoba tegar meski dalam hatinya ia sungguh menyesali semuanya. Terlebih lagi dengan apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Bagaimana ia bisa membiarkan putri kecilnya menderita…

.

.

.

.

.

.

Jongkie baru saja pulang dari sekolahnya saat ia menemukan Yesung tengah kembali mengumpulkan salju dan menumpuknya di sekitar snowdrop yang kering itu.

 

“Appa? Apa yang kau lakukan?”

 

“Hanya mendinginkan pot ini. Saljunya sudah mulai mencair.” Memang aneh, karena setiap salju itu pasti berubah menjadi air dengan cepat di sekitar snowdrop.

 

“Appa….” Kie meletakkan tasnya dan memeluk Yesung dari belakang, hingga akhirnya Yesung tersenyum dan menoleh kemudian memutar tubuhnya menatap Kie.

 

“Waeyo??? Sepertinya kau sedang manja sekali.”

 

Kie menggeleng cepat. Kemudian dia tersenyum. “Ahni, hanya merindukan appa yang dulu. Appa yang memelihara ddangkko brothers saat aku kecil, appa yang selalu ceria dan selalu saja berbicara tanpa henti. Appaku yang tampan… dan juga menyayangiku…”

 

Yesung meletakkan pot itu dan kemudian memeluk balik Jongkie dan menepuk punggungnya. “Kau sudah besar Kie, jadi kau bisa mencari seseorang yang bisa menyayangimu setiap hari. Appa ‘kan bukan Umma yang selalu cerewet  padamu, memasak untukmu dan bahkan memakaikan seragammu.”

 

“Akhirnya….” Kie menggumam pelan dan tersenyum. Ia kemudian  menyeret Yesung untuk duduk bersamanya. “Appa…. aku merindukan Umma…”

 

Yesung menghela nafasnya dan kemudian merangkul bahu putranya, menepuk-nepuknya pelan. “Kau pikir aku tak merindukannya…”

 

“Aku tahu kau merindukan Umma, bahkan kau selalu melakukan apa yang Umma lakukan.”

 

“Hehehee…. “ Yesung tertawa lirih. “Benarkah?”

 

“Nde….” Kie mengangguk pelan dan melihat pot yang kini berada di tepi jendela kamar Yesung. “Kau menaruh salju di pot itu sama seperti apa yang dilakukan Umma dulu. Dan sebenarnya aku ingin menanyakannya.”

 

“Mwo?”

 

“Untuk apa kau melakukan itu appa? Bukankah itu hanya tanaman kering, jika appa mau kita punya banyak snowdrop di kebun belakang atau di taman depan rumah.”

 

Yesung tertawa aneh dan menggeleng. “Kau tak tahu Kie…”

 

“Apa?” Kie mengernyit heran dan menatap Yesung. “Apa yang aku tak tahu?”

 

“Di bunga snowdrop itu, ada peri…. dan itu Ummamu…”

 

“Mwo?!”

 

Kie terlonjak kaget dan menatap tak percaya pada Yesung. Ia tertawa kecil meremehkan perkataan Yesung. “Appa, kau bohong padaku. Ck… aku bukan anak kecil yang bisa kau tipu, appa. Aku ini sudah besar, pintar dan tampan. Ayolah, jangan main-main. Umma sudah meninggal dan tak mungkin ada di bunga itu.”

 

“Kenapa kau tak percaya padaku? Apa aku terlihat sedang berbohong sekarang?” Yesung menatap lurus pada kedua mata Kie. Ia bisa melihat bayangannya di mata Kie. Mereka benar-benar mirip.

“Kau putraku, jadi untuk apa berbohong.”

 

“Ck… appa… kau ja…”

 

“Bagaimana jika aku katakan, Umma-mu bisa hidup lagi.”

 

“Eoh?” Kie menghentikan gelengannya dan menatap serius pada Yesung.

 

Yesung hanya mengangguk dan kemudian tersenyum. “Bagaimana jika Umma hidup lagi? Kau senang bukan?”

 

Kie mengangguk. “Tapi apa mungkin.” Wajah kie berubah menjadi sedih. Ia menyadari jika itu tidak mungkin, tapi Yesung mencoba untuk terus meyakinkan Kie.

 

“Tentu mungkin, karena kau yang akan menghidupkan Umma-mu kembali.”

 

“Mwoya?”

 

“Nde….”Yesung mengangguk pelan disertai dengan senyuman dan usapan di punggung Kie.

 

“Apa maksud Appa?”

 

“Kau punya kekuatan peri.”

 

“Ahniya. Di dunia ini mana ada peri, Appa.”

 

Yesung mendekati Kie dan memeluknya erat. “Cukup lama aku berdo’a pada Tuhan, meski aku dulu seorang peri tapi aku percaya Tuhan itu ada. Aku telah memintanya untuk membuatmu lebih cepat dewasa.”

 

“Yah… Appa, jangan bicara yang aneh seperti itu.”

 

“Kau bilang kau ingin melihat Umma lagi bukan?”

 

“Eih? Bisakah?” Kie menggeleng tak percaya. “Ayolah appa, jangan bercanda….”

 

Yesung hampir tak bisa menahan air matanya. Ia telah gagal untuk menjadi tegar tanpa Wookie. “Hidupkanlah salju untuk Ummamu, dan dia akan kembali.”

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

 

Huwa…. udah gaje, lama pula update-nya. Maafkanlah….

 

Buat yang tanya umur, dimohon untuk baca notice di atas. Tuh dah ada keterangan cast and umur mereka sendiri-sendiri.

 

Gimana lanjutannya? Aneh? Gaje?

 

Kkk… sorry for typo…

 

Mind to RCL?

 

GAMSAHAMNIDA

^____^

50 thoughts on “Chicken Soup for Teenage Soul || SEKUEL CSOF || ch. 4||

  1. chap ini gak ad celotehan minhyun. . .kangen deh
    nyesek paz adegan kie ama yeppa huwee kasihan d tinggal wookppa
    apa nnt baby soo sma zhoury ea?

  2. Wow, Junior X Sunghyun??
    Aku dukung 0 aku dukung..
    Tapi, siapa yang jadi Uke dan yang jadi Seme??
    Kalo-kalo Sunghyun jadi Uke juga, Gen Sungmin terlalu banyak diturunkan dari Sungmin donk..
    Andweeee..
    Kyu nya kan pervert, ko anaknya jadi Uke semua..

  3. Wow, Junior X Sunghyun??
    Aku dukung 0 aku dukung..
    Tapi, siapa yang jadi Uke dan yang jadi Seme??
    Kalo-kalo Sunghyun jadi Uke juga, DNA nya terlalu banyak diturunkan dari Sungmin donk..
    Andweeee..
    Kyu nya kan pervert, ko anaknya jadi Uke semua..

  4. sebelumnya aq mnta mav nih,,,
    karna d komen sblumnya (chap3) aq nulisnya Kyumin sma Zhoury,,,
    mianhe y chingu ^^ aq lupa2 inget soalnya,,,
    ternyata Kyumin sma Sibum hehehee

    kyaa,,, Kyumin,,, kyumin,,, bilang ja mnta dtraktir,,, pke acra pura2 nangis,,,
    hadeuh,,, sibum pengertian bgt sih,,,
    omo,,, apa itu?? ckckck,, Sibum,,, kyumin ntu masih kecil,,
    aigoo,,, sibum bner2 pervert,,,, klo smpe Ming tau,,, bakalan diceramahain abis2an tuh,,,
    jkkkekekeee

    hiks, hiks, kasian bgt sih uri Sungie oppa,,,
    baru pertama kali nyatain cnta eh malah pertama kli ntu jg ngerasaain patah hati,,
    yg sbar ya Sunghyunnie,,,
    OMO,,,,, apa yg terjadi tuh sma mereka berdua??? -JuSung-
    jgn,,jgn,,,,,,,

    yesungie oppa,,, yg sbar ya,,, aku yakin wookie oppa bakal blik lg kok,,,
    aq yakin raja peri pasti ngebantuin kalian,,,
    dan,,, tunggu,,, itu syaratnya apa??
    Kie mesti pergi ke dunia peri???
    lalu klo itu terjadi Min gmn??

    hue,,,, sungguh mati aku jadi penasaran,,,, *dangdut mode on* #plakk *oke abaikan,,,
    cepat dilanjut ya chingu,,,, ^^

    Fighting ^^

  5. Sibum, kyumin kn masih kecil, knpa maen cium2 aja,, ckck
    , muehehehe, bguslah nae sunghyunie gk jadi sama key,, tapi knapa sama junior,??
    , klo kie jadi peri terus pergi ke kerajaan peri,, nanti hbungan.y sama minhyun gmana,???
    , dan knapa gak ada part kie sama minhyun,??

    , d tnggu next chap,,

  6. aduhh…
    Sibum pervert abiss kayak appa nya nih..

    kencannya Minkie mana nihh??

    truss itu seme nya junior apa Sunghyun???
    Junior ajja yaaa..🙂

    dan plisss jangan biarkan Kie jadi peri dan nunggalin Min baby🙂

    yesung gak seegois itu kann ??

  7. SiBum-Kyumin sweet banget nget nget ;A; makasih eonni :3 1stKiss KyuMin sepertinya manissssss banget. aku jadi envy ;A;
    JunSung couple ~ cepat-cepatlah membuat moment yang indah :3
    KieHyun ~ apa mereka akan dipisahkan? hiks semoga Raja peri lebih bijaksana, dan wookie kembali lagi :”

  8. aigo, junior udh pandai yaa, main* sma sunghyun,
    aigo, sibum pervert, baby kyumin lagi lope* ni ya sama sibum😀

    sedih liat adegan yeppa sama kie~
    wokppa cepaat kembali, kasian suami dan anakmu~😦

    eonni, enggak buat zhoury sama baby soo pacaran juga?
    Kkk^^
    ditunggu chap selanjutnya eonni,, Fighting^^

  9. aishh mian eonnie q baca’a telat terus ! aku merasa bukan reader yg baik hiks

    yah curhat’a itu aja sih ! karna kesibukan di smk jd susah buat pegang internet !!!

    kalau kie kembali kedunia peri berarti pisah dengan minhyun donk lalu lalu lalu wookie balik ga eon ! aduhhh kok aku g conect gini ya ! belum makan sih #plak #puasa woooyyy
    hahaha

  10. Unni,, knp sih unni bsa bwt crita yg dri edisi snowdrop trus csfof(?) dn trs b’lanjut skrg dan knp critanya itu nyambung trus?? !!!
    Aq ngga bsa comentt banyak” unni,, you are the best of the best
    unni lanjut

    maaf aq bru bka ff unni lgi dan cma di ff ini aq review krn emg ini ff yg bru aq bca udh ya un,, salam kyumin

  11. hyaa….
    SibumxKyumin…
    masih kecil juga udah kissiu kissiu aja #aduin Ming mommy#
    kalo di couple ini Sibum yg jd seme nya ya??
    aduh mereka unyu-unyu bgt…

    Sunghyun di tolak Key??
    Omoo… demi apa Sunghyun di tolak…
    kasihan…

    eih?? Kie harus ke dunia peri gituh??
    pisah masa Minhyunnie??
    andwee…
    mereka udah cocok bgt…
    kasian kalo di pisahin…
    huhuhu

  12. Annyeong onnie~
    aku reader baru di sini
    mian aku langsung baca, hehehe..

    part 1-4 aku langsung komen di sini aja ya?

    ceritanya keseluruhan keren, eon
    minhyun bener-bener mirip kyu
    sibum masih kecil udah pervert, ckckck
    kie mo ke dunia peri, semoga gak terlalu lama, gak tega misahin mereka

  13. cerita.a tambah menarik….. kasiah keluarga jongwoon… mg tar g ada lagi pengorbanan2 yg haru biru… jd g tega ngebayanginnya hehehheheh…….
    oh kyumin oh sibum…… remaja tanggung yg “pemberani?” hehhehehehe

  14. Aduh baru pulang ke dunia ffn udah updet banyak🙂
    ketinggalan banyak chap nih
    kayaknya para baby yaoi nih kec kiemin
    hahahaaa bagus dong jadiin yaoi aja semua #sebar virus fujoshi
    mau minta pw buat chap depan yah

  15. kasian yesung ditinggal wookie…
    moga aja kie emang bisa balikin wookie lagi,,,
    tapi ntar minhyun gimana kalo kie musti pergi ke dunia peri???
    ckck

  16. Yeppa yg sbr ya pasti kie bkalan bsa bwa wo0kie kembali,,sibum ma kyumin astaga tuh b0cah2 mkin pervet aja,,knpa ga ada minhyun di chap ini,,kngen ma bwelnya,,

  17. Whattttttttt
    Apa itu yg sunghyun n junior lakuin?????
    Waduh2 gmna sih hehehehehehe

    Jd nasib hubungan jongki n minhyun gmna dong?

    Smoga semuanya lancar deh😦

  18. gilaaaaaaaaa!!! first date french kiss second date make out 3rd date make love haha dsar sibum raja pervert, kyuminx pasrah pula. mslah para ortu bkin stres, lhat za klanjutanx gmna. junseung mulai saling lirik hehe. y dah lah seung ma jun za. key jg dah ma onew kan. tp ksian seung jd krban php key, lw key dah ma onew knapa mw kencan ma seung. seung kan ja brhrap.

  19. hahaaa sibum bener2 mesum, kasiat tuh kyumin baby masih kecil ckckckkk
    eoh,?? Kalau kie ke dunia peri bakal kembali lg gak? Kasian minhyunie nya

  20. Pertama q mau ngucapin slamat bt baby kyumin yg dah first kiss’a,,,kayak’a dari ke-6 orang yg kencan, cuman sunghyun aja yg sad ending y eonn,,,bt ming jangan terlalu sedih, baby hyunmin pasti sekarang dah bahagia d’sana and wookyie pasti bsa hidup lagi,,y kan eonn?????? Hwaiting:),,,,,,,,,,,,,,,

    ####l’njut eonn #

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s