SECRET HEART || KYUMIN FF || CH. 15/20 || YAOI |

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

-Cho Kyuhyun   (N)

-Lee Sungmin    (N)

– Kim Heechul    (Y)

-And other SUJU and SHINEE member

Pairing : || KYUMIN || SIBUM || ONKEY || and Other Pairs ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#muehehhehe#

Genre : Romance || Drama || Sad ||Angst||

Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, Genderswitch (Y).||

Summarry : || Aku adalah satu hal yang SEMPURNA. Tapi tak akan ada artinya jika tanpa dirimu disisiku. Aku bukanlah apa-apa ||

Another PRESENT From Me

KYUMIN FF, ditulis dengan seluruh kekuatan Hati dan Pikiranku. Terinspirasi dari drama yang sangat mengena dihatiku. “SECRET GARDEN.”

Disini aku menambahkan pair kesayanganku yang lain “OnKey”, so welcome for Uri Unyu Leader.

Ini hanya terinspirasi dengan drama itu, bukan berarti ceritanya akan sama dengan Secret Garden. Aku membuatnya dengan segenap hati dan cintaku untuk seorang Lee Sungmin #ck… I’m crazy ’bout him#

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

~SECRET HEART~

.

.

HAPPY READING

.

.

Chapter 15

.

.

.

.

“Lee Jinki?” Yeoja itu mengernyit heran menatap dua  namja yang saling berpegangan tangan di depannya. “Bagaimana bisa kau melakukan ini pada Umma?” Yeoja itu menatap tajam pada Key.

“Kau pikir kau ini siapa? Apa kau pikir kau bisa memberiku keturunan dan menjadikannya penerus keluarga Lee? Kau pikir kau bisa?”

Key semakin menunduk dan menyembunyikan wajahnya. Onew menggenggam kuat tangan Key. Ia sungguh tak bisa bertahan melihat ketakutan Key didepan Ummanya. “Tenanglah…” Onew berujar lirih.

“Hajiman, hyung. Aku…”

“Jangan berbisik didepanku!”

Sedikit teriakan dari nyonya Lee dan itu sanggup membuat Key melepaskan genggaman tangan Onew. Ia mulai gelisah dan duduk tak nyaman di depan nyonya Lee. Matanya terus menatap ke bawah  dan kedua tangannya sibuk meremas ujung kemeja panjangnya.

Keringat mulai keluar dari tubuhnya. “Kau pikir kau bisa apa hah?!”

“Aku….” Key tercekat. Ia memang tak bisa melakukan apapun untuk membela dirinya dan juga hubungannya.

“Jawab!” Nyonya Lee membentak Key. Ia begitu geram dengan kediaman Key. Dan akhirnya Key mengangkat wajahnya dan mulai membuka suaranya.

“Aku memang tak bisa melakukan apapun Nyonya Lee.” Key mencoba menghilangka gelisahnya dan meyakinkan dirinya sendiri. “Tapi, aku yakin aku yang paling  pantas untuk Jinki Hyung.”

Nyonya Lee tertawa keras. Ia tertawa seperti tanpa etika. Terbahak hingga kemudian ia berhenti tertawa dan menatap sinis pada Key. “Kau bilang pantas!”
.

Brak…

.

Nyonya Lee menggebrak meja kemudian berdiri. “Apa kau sudah gila!? Kau pikir kau siapa? Hanya seorang namja lemah yang bergantung pada Jinki-ku.” Ia berjalan menjauhi meja tamu yang ada di rumahnya. Kemudian berhenti di depan foto pernikahan yang sepertinya sudah agak lama terpasang di dinding rumahnya. “Lihat, ini foto pernikahanku. Aku dengan susah payah menjadi menantu di keluarga Lee dan melahirkan satu-satunya penerus, dari satu-satunya putra di keluarga Lee.”

Nyonya Lee mendekati Key dan memegang bahunya, kemudian perlahan meremasnya gemas membuat tubuh Key semakin dingin dan tegang. “Kau pikir, aku akan membiarkanmu meski kau sudah berhasil menjadi menantuku nanti? Kau pikir aku sudah gila, membuang hasil usahaku selama ini?”

“Umma, cukup.” Onew yang tak tahan dengan Nyonya Lee kemudian ikut berdiri dan memegang lengannya. “Jangan kasar dengan Key. Kau tak tahu susahnya aku mendapatkannya.”

“Bukan aku Jinki! Tapi kau yang tak tahu susahnya aku mengaturmu! Appamu sudah meninggal dan perusahaan, aku yang mengurus. Kau pikir jika aku mati nanti, siapa yang akan mengurusnya. Aku membiarkanmu bekerja bukan berarti kau bisa melepaskan tanggung jawabmu.”

“Tapi Umma, aku…”

“Haish,sudahlah. Besok kau harus sudah menyerahkan surat pengunduran dirimu disana atau jika tidak, aku akan memberikan perusahaan kita kepada Departemen Sosial. Kau puas!”

Dan Nyonya Lee kemudian berjalan cepat meninggalkan Key dan Onew. Onew tak berusaha menghentikan Ummanya. Ia tahu, ini semua akan sia-sia. Yang ia lakukan sekarang adalah memeluk erat tubuh Key. Tubuh namja ini sudah bergetar hebat.

“Aku takut hyung….”

.

.

.

.

.

“Key, gwenchana?”

“Nde.” Key menggeliat pelan dan mencoba untuk membuka kedua matanya.

Sepulang dari rumah Onew, Key terus saja diam. Sekarang pun dia masih diam dan mungkin tak makan sejak siang tadi. Sungmin menemukan Key terbaring lemah di sofa yang ada di ruang tamunya saat ia baru saja pulang dari jadwalnya.

“Wae Key?”

Key mengangkat tubuhnya dan mencoba duduk, kemudian ia memeluk erat tubuh Sungmin. “Hyung…..” Ia menangis lirih melampiaskan semua perasaannya. “Kenapa ini sangat sulit?”

“Waeyo? Masalah Jinki?”

Key menangguk. “Jika aku dan Onew hyung tak bisa meneruskan semua ini, akan lebih baik jika aku tak mengenalnya dari dulu Hyung.”

Sungmin menangkap kedua pipi tirus Key dan mengusapnya pelan. “Wae? Ada masalah dengan pertemuanmu?” Key mengangguk pelan. “Dia tak menerimamu?” Key mengangguk lagi, kemudian memeluk erat tubuh Sungmin.

“Hanya karena aku tak bisa hamil, hukss…. apa dia pikir aku yeoja sampai bisa hamil? Meski ada pria hamil tapi itu bukan aku hyung, lalu aku harus bagaimana? Huksss….”

“Sudahlah Key.”

Sungmin menepuk pelan punggung Key dan menciumi pucuk kepalanya. Menenangkannya.

Tapi kalau boleh ia jujur, ia juga sama dengan Key. Mempertanyakan bagaimana Nyonya Cho akan menerima mereka. Menerima hubungannya dengan Kyuhyun.

Meski hubungan Siwon dengan Kibum, script writer-nya itu berjalan lancar tapi, apakah ceritanya akan sama dengan kisah seorang hallyu star dengan seorang new comer yang sama sekali tak mempunyai latar belakang yang cukup layak untuk standart Nyonya Cho?

.

.

.

.

.

.

“Ah, lelahnya…”

Sungmin turun dari mobilnya dan segera menuju ke lokasi syuting MV yang akan ia perankan. Sudah ada beberapa orang kru yang sedang mempersiapkan lokasi dan juga beberapa stylish yang tengah sibuk dengan satu yeoja.

“Annyeong….”

“Ah, Sungmin-ssi.”

Yeoja yang di sapa Sungmin itu kemudian tersenyum dan menatapnya dari cermin yang ada di hadapannya.

“Aku senang bisa berakting dengan sunbae, mohon bantuannya.” Sungmin membungkukkan tubuhnya dan tersenyum.

“Ahni, aku yang seharusnya senang bisa berakting dengamu. Kau tahu, aku menyukai semua film-mu. Kau hebat, Sungmin-ssi.”

“Ah, gamsahanida.” Sungmin membungkukkan lagi tubuhnya. Ia mengangguk kecil saat seorang stylish memintanya untuk duduk disisi Taehe. “Eum, aku melihat sunbae selama ini hanya melalui layar kaca. Tak menyangka jika aslinya lebih cantik.”

“Ah, bisa saja….”

Yah, begitulah. Seorang Sungmin seakan menjadi sosok lain jika bertemu orang lain. Seandainya Sungmin tahu, jika Kyuhyun mengikutinya hingga ke lokasi syuting di Pulau Nami mungkin saja Sungmin tak akan bersikap seramah itu. Kyuhyun melepaskan dengan kasar kacamata hitamnya.

“Lihatlah Hyung, dia itu genit sekali. Kenapa bisa-bisanya bercanda seperti itu dengan Taehe? Apa maksudnya?”

“Hei, itu hanya profesionalitas. Bersyukur saja kau bisa kesini, padahal kau banyak jadwal. Aku harus mengatur ulang semua jadwal yang kau obrak-abrik. Ck… ini akan memperlambat peluncuran album barumu.”

“Hah, sudahlah. Kajja, kita kembali ke mobilku dulu. Aku ingin kembali ke hotel dan tidur. Aku kesal hyung.”

“Eih, jangan sekarang.” Hae menahan tangan Kyuhyun yang mencoba menyeretnya. Ia kemudian menunjuk ke satu arah “ Itu lihatah. Ayolah Kyu, aku baru melihat Hyukkie.”

“Yah! Kau tadi melarangku dan terus mengajakku pergi, sekarang malah ingin disini. Ppalli, Hae hyung! Atau aku tak akan mematuhi semua jadwalmu lagi”

Hae mengacak frustasi rambutnya. Padahal ia juga sebenarnya sudah sangat berharap bisa bertemu dengan Hyukkie, tapi sepertinya ia harus menghentikan niatannya itu.

.

.

.

.

.

.

“CUT!” Kangin dan kru yang lain bertepuk tangan, “Wah, kalian bagus sekali. Semoga, ini menjadi hadiah yang baik untuk mengawali karir Lee Sungmin” Kangin berseru senang. Bagaimana tidak, ia mendapat plus jika bisa semakin mempopulerkan nama Sungmin.

Zhoumi melihat Sungmin dan Taehe dari kejauhan, kemudian mendekat pada Sungmin dan menepuk bahunya. “Hei! Chukkae! Kalian bagus sekali.”

“Ah, ini karena Sungmin-ssi sangat hebat. Jadi tidak selalu NG dan pembuatan MV ini berjalan cepat.”

“Nah, karena besok masih ada satu scene lagi di tempat lain jadi kalian harus beristirahat cukup.”

Zhoumi tersenyum menatap Taehe dan juga Sungmin. Kemudian manajer  Taehe menjemput yeoja itu dan mereka berdua langsung pergi dari lokasi syuting, meninggalkan Zhoumi dan Sungmin.

“Bagaimana kalau kita makan? Aku yang akan mentraktirmu.”

“Eoh, tapi bagaimana dengan Hyukkie? Dia…”

“Aku akan makan sendiri hyung. Aku menunggumu di hotel.” Hyukkie yang baru saja datang kemudian menyerahkan mantel Sungmin dan merapihkan tas kerjanya. “Aku masih banyak tugas dan mempersiapkan keperluanmu untuk besok. Lagi pula perjalanan tadi cukup membuatku lelah. Aku butuh tidur.”

.

.

.

.

.

Hyukkie berjalan lemas setelah turun dari parkiran di hotel tempat mereka menginap. Tapi…

.

Greep…

.

“Hwa!!!!”

Hyukkie berteriak keras saat ia merasakan seseorang memeluknya dari belakang namun sebuah tangan segera menutupi mulutnya dan dengan segera tubuh yang memeluknya itu membalik tubuh Hyukkie.

“Kau!” Hyukkie mengumpat kesal saat melihat wajah namja yang sudah mengagetkannya tadi. “Hya! Bagaimana bisa kau ada disini?”

“Hei, apa tak merindukanku? Kita lama sekali tak bertemu, padahal Kyuhyun dan Sungmin saja sering bertemu. Tapi kenapa menemuimu susah sekali.” Hae bertingkah seperti anak kecil dan memeluk erat pinggang Hyukkie, sedikit menariknya agar namja itu tak mengelak dari kedekatan tubuh mereka. Kajja, ke kamarku saja. Aku merindukanmu.”

“Eh, lepas. Jangan tarik-tarik. Yah! Dasar mesum! Lepas!”

.

.

.

.

.

Hyukkie merengut kesal. Ia duduk menyilangkan kedua kakinya dan juga menyilangkan ke dua tangannya di dadanya. Bola mata cantiknya menatap malas namja yang terus saja berjalan kesana-kemari di depannya.

“Hei, bisakah kau berhenti! Namja aneh! Untuk apa kau membawaku kemari? Aku masih banyak pekerjaan.”

Hae berhenti dari kegiatannya dan kemudian menoleh  pada Hyukkie. Ia tersenyum dan memasang wajah berfikirnya yang begitu polos. Ck… tak terlihat seperti seorang seme.

“Chagi… aku tahu  kau sibuk dan kita sama, aku juga sibuk. Aku hanya sedang berfikir, karena banyak hal yang ingin aku lakukan denganmu makanya aku bingung. Sebaiknya hal apa dulu yang aku lakukan.”

Hyukkie memutar bola matanya kesal. “Hei, chagi?” Ia mencoba membenarkan pendengarannya dengan memainkan jari kelingkingnya di lubang telinganya. “Siapa yang kau panggil chagi? Ck… kau sudah gila. Sudahlah, aku tak menyukai namja aku masih straight.”

“Kata siapa?” Hae langsung mendekati Hyukkie dan semakin mendekatkan jarak wajahnya dengan wajah Hyukkie. Kedua pipi Hyukkie terasa memerah dan mulai merona merah. Ia menutup kedua matanya, menahan rasa canggung dan aneh karena kedekatannya ini.

“Kau hanya tak menyadarinya, Chagie. Sudahlah, jangan jual mahal. Tak usah memasang gengsimu itu, bilang saja kalau kau juga…”

Hae mendekatkan wajahnya pada Hyukkie, membisikkannya dengan lirih “… Mencintaiku…” Tersenyum kecil dan menangkap pipi Hyukkie dengan satu tangannya. Menghipnotis namja itu untuk masuk dalam perangkapnya.

Merasakan manis dan lembutnya bibir itu….

“Eumhh….”

Merasakan perasaan hangat dan menggelitik di perutnya…

“Ahhhmmm….”

Meremas erat rambut halus itu, melampiaskan perasaannya yang seakan meledak di dalam tubuhnya…

.

.

.

.

.

.

.

“Haish membosankan sekali.” Kyuhyun menggumam lirih dan kemudian beranjak dari kasurnya. Ia meraih kacamata hitam dan topinya kemudian keluar dari kamar hotel tempat ia menginap.

Kyuhyun berhenti sejenak di meja resepsionis dan menanyakan tentang Lee Sungmin. “Apa artis yang bernama Lee Sungmin sudah kembali?”

“Belum, dia belum kembali tuan.”

Kyuhyun hanya mengangguk, kemudian meninggalkan hotel itu meski hanya untuk sekedar jalan-jalan. Pulau Nami yang sepi dan sejuk, sangat tenang. Kyuhyun bersiul sepanjang jalannya. Sesekali ia mengeratkan syal dan juga membenarkan topinya saat ia melihat beberapa yeoja yang mulai berbisik di belakangnya.

Ia tak mau penyamaranya diketahui publik, meski tetap saja akan ketahuan. Kyuhyun memasuki salah  satu resort dan segera duduk di salah satu kursi yang ada disana. Menatap ke hamparan rumput dan juga pepohonan. Sudah banyak daun yang gugur.

“Mianhe, anda mau pesan apa?” Seorang pelayan mendekati Kyuhyun.

“Eum, aku ingin … eoh? Chakkaman.” Kyuhyun tersenyum saat matanya menemukan satu pemandangan yang cukup aneh dan menarik perhatiannya. Ia menyeringai kecil. “Eum… aku akan kesana, berikan aku menu yang sama dengan yang dimakan mereka.”

“Tapi, meja itu…”

Belum sempat pelayan itu membantah, Kyuhyun sudah beranjak dari tempatnya menuju tempat yang cukup jauh dari tempat duduknya tadi. Menuju ke tepi bangunan itu dan duduk di sisi namja manis yang tadinya sedang menikmati teh-nya.

.

Pluk…

.

Satu tepukan di bahu Zhoumi membuat namja itu menoleh dan menatap wajah namja yang tersembunyi  di balik topi dan kacamatanya itu. “Eoh? Kyu?”

“Hai Hyung, Jo Myuk Hyung! Lama tak bertemu.” Dengan wajah tanpa dosanya, Kyuhyun menepuk bahu Zhoumi dan tersenyum aneh.  Kemudian ia mendekati Sungmin dan langsung duduk disisinya. Tak mempedulikan tatapan heran dari Sungmin yang masih menggeliat tak nyaman karena Kyuhyun merangkul bahunya terlalu erat.

“ Apa yang kau lakukan disini? Bukankah  kau produser? Kenapa bisa sampai kemari?” Kyuhyun bertanya dengan seenaknya dan sesekali mengambil anggur dari salad buah yang sedang dimakan Sungmin.

“Apa kau lupa? Sungmin itu artisku, jadi wajar saja kalau aku mengawasinya. Lagipula, harusnya kau tak  berada disini. Bukankah kau seharusnya ke studio untuk rekaman album barumu?”

“Kyu?” Sungmin mengernyit heran dan menatap tajam pada Kyuhyun. “Jadi apa yang kau lakukan disini?”

“Eum, itu…” Kyuhyun bingung. Ia tak mungkin mengatakan jika ia membuntuti Sungmin. Sungmin akan marah besar karena Kyuhyun tahu pasti, Sungmin tak suka di ganggu saat ia bekerja.

“Apa? Membuntutiku?”

Kyuhyun menggaruk tengkuknya yang sama sekali tak gatal. Ia bingung, terlebih saat Sungmin mulai memperlihatkan kekesalannya. “Itu…”

“Lepaskan tanganmu!”

“Ming, aku…”

“Ayo lepaskan tanganmu!” Sungmin menggeram lirih. Ia mengintimidasi wajah polos Kyuhyun dengan seringaian tajam dari mata foxynya.

“Tapi Ming, aku hanya…”

“Haish…” Sungmin melepas paksa lengan Kyuhyun kemudian dengan cepat menyeret Kyuhyun ke satu sudut di ruangan resort itu. Sudut yang cukup sepi dan tak terlihat oleh pengunjung yang lain.

Sungmin mendorong Kyuhyun hingga namja itu tersudut di pojok yang tak terlihat. “Kau tahu bukan, aku tak suka kau mengikutiku? Kau punya jadwal sendiri Kyu, dan kau harus menyelesaikannya.”

Namun Kyuhyun yang memang tak bisa menghilangkan sifat evilnya, malah melingkarkan lengannya untuk mengikat Sungmin semakin dekat dengannya. “Aku hanya mengkhawatirkanmu. Kau tahu, Kim Taehe itu cantik bahkan mungkin setingkat dengan Hye Gyo dan kau begitu menyukai Hye Gyo, jadi mana mungkin aku tak khawatir saat tahu kau akan syuting dengan Taehe.”

“Ck… konyol. Lepaskan tanganmu! Kau mau kita menjadi skandal?! Lepas.” Sungmi mencoba melepaskan lengan Kyuhyun yang mulai mengusap pinggang nya. Kyuhyun malah menyeringai dan mencium kecil pipi Sungmin.

“Ahni. Aku akan melepasnya kalau malam ini kau tidur di kamarku.”

“Mwo?” Sungmin mendelik kaget.

“Aku menginap di hotel yang sama, bahkan kamarku ada di depan kamarmu.”

“Mwo?! Kau ini benar-benar…”

.

Chup….

.

Satu kecupan singkat di bibir Sungmin. “Aku akan menunggumu.” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan kemudian menyeret Sungmin untuk kembali ketempat mereka tadi. Ia mendudukkan Sungmin kemudian menyeringai menatap Zhoumi yang masih santai mengaduk kopinya. “Aku titip bunny-ku Hyung. Awas saja kalau kau menyentuhnya.”

Dan Kyuhyun pergi dari resort itu. Meninggalkan Sungmin yang masih mengumpat kesal dan juga Zhoumi yang terus tersenyum aneh. Tapi sayang, tak ada yang menyadari kehadiran seseorang di resort itu. Yah, seorang stalker  dan pencari berita yang benar-benar gila.

“I got it!”

Wartawan itu tersenyum melihat hasil jepretan kameranya. Ia kemudian beranjak dari tempatnya berdiri tadi. Tak akan ada yang menyangka jika di balik lipatan tirai bambu tempat Sungmin memojokkan Kyuhyun, akan ada wartawan gila itu.

“Sempurna.” Menyeringai licik, kemudian segera berlari dari tempatnya bersembunyi. Mengambil mobilnya, mungkin saja ia akan segera menuju kantornya. “My bonus…. i got ‘cha…”

.

.

.

.

.

“Huh… kau ini selalu saja.” Sungmin berjalan kesal dan membiarkan Kyuhyun terus memeluknya dari belakang. Mengusap pinggang Sungmin dan terus mencium kecil leher putih itu.

Sekarang memang mereka berdua sedang berada di kamar Kyuhyun. Sungmin memang selalu menepati janjinya pada Kyuhyun.

“Sudah Kyu, kau ini… ck, berlebihan.”  Sungmin menggeliat dan melepaskan lengan Kyuhyun kemudian mendudukkan tubuhnya di kasur Kyuhyun. Ia masih gelisah, sesekali melihat Kyuhyun dan kemudian diam lagi.

“Waeyo? Gwenchana…?” Kyuhyun mendekati Sungmin dan menariknya dengan lengannya hingga Sungmin kini dalam posisi berbaring dan Kyuhyun berada di atasnya, menopang tubuhnya dengan lengannya.

Sungmin memainkan jemarinya untuk mengusap kerah Kyuhyun. Memainkan kancing piyama namja itu dan kedua matanya terus menatap Kyuhyun. “Aku ingin bicara serius denganmu.”

“Apa?”

“Eum, itu masalah kita. Hubungan kita.” Sungmin diam sejenak, ia mencoba menenangkan dirinya. “Kemarin, Key baru saja dari rumah Jinki. Dan kau tahu, Jinki Umma tak bisa menerima Key karena dia tak bisa memberikan keturunan untuk Jinki. Aku…”

“Kau memikirkan itu?” Kyuhyun mengusap anak rambut Sungmin dan menatap kedua mata foxy yang terlihat khawatir itu. Sementara itu Sungmin hanya mengangguk. “ Sudahlah jangan dipikirkan, itu akan menjadi urusanku.”

“Tapi, Nyonya Cho… bagaimana jika dia…”

“Hei…” Kyuhyun mencolek hidung Sungmin dan mencium hidung mungil itu. “ Jangan dipikirkan. Itu akan menjadi urusanku. Lagipula, sebentar lagi kau akan ada casting untuk film besar. Kau tak boleh melewatkannya.”

“Kyu…” Sungmin bergumam lembut, kemudian ia tersenyum kecil dan menangguk. “Saranghae…”

“Nado… saranghaeyo.” Kyuhyun melesakkan wajahnya ke ceruk leher Sungmin dan menghirup wangi namja manis itu. “Selalu wangi vanilla…” Bergumam lirih sambil mencium kulit putih itu.

Membiarkan Sungmin meremas rambut ikalnya untuk melepaskan kerinduan mereka. Kedua tangan Kyuhyun pun tak tinggal diam. Satu tangannya mengusap seluruh tubuh Sungmin sedangkan satu tangan yang lain, menggenggam kuat jemari Sungmin seakan saling berbagi kepercayaan.

Ini semua akan terlewati, dengan begitu cepat dan mudah….

.

.

.

.

.

.

.

“Cut! Ya! Tinggal satu scene lagi. Ini akan jadi endingnya. Eum, disini nanti Taehe akan berekspresi sesedih mungkin dan Sungmin akan memeluknya, ending yang manis. Sebuah kebahagiaan yang di balut tangis karena rasa tak  percaya akan keajaiban yang telah datang pada mereka.”

“Tapi hyung, Sungmin…”

“Ck… Kyu! Jangan mengganggu syutingnya. Bukankah kau sudah berjanji?” Zhoumi menghentikan Kyuhyun yang berusaha menghentikan scene terakhir dari MV itu. Sebenarnya sudah sedari tadi Kyuhyun ingin menghentikan syuting MV itu, tapi Sungmin memerankan semua dengan baik dan bahkan sangat baik hingga tak pernah NG dan selalu saja selesai dengan cepat.

Tapi bukan berarti Kyuhyun senang dengan hasil itu, ia malah semakin kesal saat Sungmin beradegan mesra dengan Taehe. “Ck…. menyebalkan.”

Kyuhyun meninggalkan lokasi syuting itu dan melangkah cepat menuju mobilnya. ”Kyu! Kau mau kemana?!” Teriakan Hae pun tak diindahkan oleh Kyuhyun.

Kyuhyun masuk kedalam mobilnya. Ia duduk dengan kesal. “Haish… tadi pegangan tangan, pegang pipi terus sekarang pelukan… Yah!!! Dia pikir Sungmin itu milik siapa? Aish! Menyebalkan sekali.”

.

Tukk… tuk… tukk….

.

Kyuhyun melirik ke pintu mobilnya. Zhoumi tengah mengetuk kaca mobil itu, berusaha untuk berbicara pada Kyuhyun. Ia menoleh dengan kesal dan kemudian menurunkan kaca mobilnya.

“Mwo? Aku sedang ingin sendiri, jadi jangan menggangguku.”

Zhoumi tertawa pelan. Ia sungguh gemas dengan sikap Kyuhyun yang memang terlihat kekanakkan. Waj a hkesal Kyuhyun itu, sama sekali tak cocok dengan sikap evil-nya. “Sudahlah. Itu hanya acting jadi jangan terlalu kau pikirkan.”

“Hei! Kau ‘kan juga tahu, kalau Sungmin itu milikku. Bagaimana bisa kau membiarkannya berakting dengan Taehe?”

Zhoumi hanya terkekeh kemudian mengusap kecil kepala Kyuhyun. “Hei…Kyunie, dengarkan Hyungmu ini. Mungkin untuk sekarang kau memang memiliki Sungmin, tapi bisa saja dia bosan denganmu karena kau itu cerewet dan manja. Dan saat itu aku akan siap untuk menggantikanmu.”

“Mwo?! Yah! Hyung! Apa-apaan kau? Benar-benar mau cari masalah denganku yah!?”

Zhoumi hanya tersenyum dan kemudian berdiri tegak di samping mobil Kyuhyun. “Kita akan buktikan. Aku rela menjadi gay, meski hanya untuk mencintai Sungmin saja. Dia sangat berharga, Kyu. Dan kau akan menyesal jika menyakitinya, karena saat itu aku akan mengambilnya darimu.”

Zhoumi berjalan pelan meninggalkan Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun masih mengumpat kesal di dalam mobilnya. Di kejauhan, ia dapat melihat jelas jika Sungmin tengah berpelukan dengan Taehe. Tak lama kemudian para kru dan juga Kangin bertepuk tangan, tandanya syuting sudah selesai.

Kyuhyun akhirnya bisa bernafas lega, saat ia melihat Sungmin berlari menuju ke mobilnya. Namja manis itu tersenyum kemudian dengan cepat masuk ke dalam mobil Kyuhyun.

Hosshhh… hoshhh…

Dengan nafas yang masih terengah, Sungmin kemudian mencoba tersenyum pada Kyuhyun lagi. “Kajja! Kita pergi dari sini, biar Hae dan Hyukkie yang mengurus semuanya. Kita ke Seoul bersama.”

Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan, di usapnya punggung tangan Sungmin dengan lembut. “Pasti chagi, kau akan selalu bersamaku.”

.

.

.

.

.

“Cih! Apa-apaan ini?” Yeoja cantik itu membanting kasar satu majalah yang terkenal sering menggosipkan banyak artis terkenal, dan kini yang menjadi korban adalah putranya satu-satunya.

“Cepat siapkan supir untukku. Aku harus ke perusahaan.”

Pelayan itu hanya mengangguk dan kemudian segera menuju ke luar ruangan Nyonya besarnya. “Dia sudah gila! Benar-benar gila! Bagaimana bisa dia menjatuhkan dirinya seperti itu?”

Nyonya Cho berjalan cepat ke luar ruangan pribadinya, tapi langkahnya terhenti saat melihat seorang yeoja cantik yang menunggunya di ruang tamu. Dia hampir saja melupakan kedatangan yeoja itu.

“Ah, mianhe. Mungkin kau menunggu terlalu lama.” Nyonya Cho mencoba duduk dengan tenang. Ia memang terkesan elegan dan mewah terlebih wajah cantiknya sangat bisa menutupi usianya yang sudah semakin tua.

“Gwenchana. Aku senang, akhirnya bisa bertemu dengan Cho Umma.”

Nyonya Cho tersenyum kemudian beranjak dari duduknya dan mendekati yeoja itu. Memeluknya erat. “Aku senang kau kembali, Ji Won.”

“Nde…”

“Aku akan segera mengaturnya….”

Nyonya Cho tersenyum cantik dan mengusap pipi Ji Won. Sedangkan yeoja itu menatap lembut ke dua mata Nyonya Cho.  Entahlah, apa yang mereka rencanakan.

.

.

.

.

.

.

.

 Siwon membanting kasar majalah itu di meja kerjanya. Kemudian ia menatap Jinki. Asisten yang sudah bekerja padanya selama bertahun-tahun bahkan sejak pertama ia menginjakkan kaki di CnC entertainment.

“Kau masih ingin mengundurkan diri? Bahkan di situasi separah ini?”

“Sebenarnya ini bukan keinginanku.” Onew mendekat pada Siwon, kemudian berdiri di sisi atasannya. Sedikit bergumam lirih. “Aku punya alasan sendiri sampai aku harus mengundurkan diri.”

“Aku tak mau tahu. Kau tak aku ijinkan mundur sebelum semua masalah teratasi dan juga aku menemukan penggantimu.”

“Tapi, bagaimana dengan…”

“Ck… masalah apa sebenarnya?” Siwon memutar bola matanya. Ia kesal. Ia berdiri dan berjalan mendekati Onew membuat namja itu semakin mundur dan berjalan mundur hingga tubuhnya jatuh terjengkang di atas sofa.

“Hahahha… lihatlah. Kau konyol, ck… sangtae. Aku tak akan menemukan asisten sekonyol dan seaneh dirimu lagi. Ayolah, bukankah aku membayarmu cukup tinggi? Kau juga nyaman bekerja disini, jadi pikirkan alasan yang tepat untuk mengundurkan diri.”

Onew membenarkan posisinya dan mencoba duduk. Ia memungut ponselnya dan sedikit mengusap kepalanya saat tak sengaja membentur sudut meja. Ia sedikit melirik Siwon yang masih terkekeh geli melihat tingkah aneh Onew.

“Kau sungguh langka. Hahaahaha….”

“Sudahlah sajangnim, kau membuatku malu.” Onew mencibir  lirih. “Biar begini pun kau masih membutuhkan aku.”

Siwon mencoba mengehentikan tawanya. “Jadi bagaimana keputusanmu?”

“Aku tetap harus mengundurkan diri, jika tidak Umma akan memberikan perusahaan ke Departemen Sosial. Aku tak mungkin membiarkan Umma melakukannya.”

Sekarang situasi sangat serius bagi mereka berdua. Siwon sibuk memikirkan caranya untuk menyelesaikan masalah Kyuhyun dan juga menahan asistennya. Ia kemudian tersenyum saat ia menemukan satu cara yang cukup jitu baginya.

“Apa nama perusahaanmu?”

“Chinese TOFU…”

“Mwo? Bwahahhaaa….” Siwon tertawa keras, hingga ia merasakan perutnya sakit. “Hehehheee… ya ampun, hanya perusahaan pembuatan tahu?” Onew mengangguk. “Hahahhaa….. kau membuatku sakit perut.”

“Hei sajangnim, kenapa sepertinya nama perusahaanku itu lucu sekali eoh? Itu hanya nama perusahaan pembuatan tahu. Kenapa tertawa sampai seperti itu?”

“Padahal aku kira perusahaanmu adalah perusahaan besar hingga mungkin aku akan mengeluarkan banyak uang untuk membelinya.”

“Eoh?” Onew menoleh pada Siwon. “Apa maksudmu? Kau mau membelinya?”

“Nde, aku beli saja. Tapi tentu setelah itu menjadi milikmu, dan tentu saja aku akan membeli dengan harga yang pantas sesuai dengan omset  dan keuntungan yang aku dapat.”

“Haish…. selalu saja dengan uang. Kau pikir Umma akan menjualnya padamu.”

Onew menatap tak yakin pada Siwon. Tapi namja tampan itu malah membenarkan jasnya dan menepuk-nepuk dada bidangnya. “Lihatlah, sajangnim-mu ini tampan dan berkelas. Tak ada yang bisa menolakku.”

Onew hanya menggeleng. Ia tahu sebagaimana gila dan narsisnya atasannya yang tampan ini. Sedikit bersyukur, karena ini artinya tak ada lagi penghalang untuk hubungannya dengan Key.

.

.

.

.

.

Kyuhyun memainkan kunci mobilnya, sambil berjalan santai menuju ke ruangannya. Ia terus tersenyum mengingat ciuman hangat yang ia lakukan di depan rumah Sungmin sebelum namja mungil itu menyuruhnya untuk pulang.

Tapi saat ia membuka pintunya, ia harus dikejutkan dengan dua orang yeoja yang tengah duduk cantik di sofa tamu yang ada di ruangan itu.

“Umma?” Kyuhyun mengernyit menatap yeoja itu, kemudian pandangannya beralih pada yeoja yang tersenyum cantik disebelah Umma-nya. “Nuguya?”

“Masa kau lupa dengannya?” Kyuhyun hanya menggeleng dan kemudian duduk di sisi Nyonya Cho. “Dia Ha Jiwonie. Dia anak dari seorang anggota di parlemen. Dulu kalian bahkan satu kelas saat primary. Tapi Jiwon harus pindah ke Kanada karena appanya di tugaskan di sana dan sekarang ia sudah kembali.”

“Untuk apa dia kembali?” Kyuhyun menanggapi dengan malas semua perkataan nyonya Cho.

“Dia kembali karena memang dia baru memulai karirnya di Korea. Dia lulusan terbaik sekolah seni di Kanada dan mulai besok akan ada di bawah manajemen Siwon.”

“Mwo? Maksud Umma, dia akan menjadi artis?”

“Nde, dia model terkenal di Kanada dan dengan kedatangan Ji won Umma harap itu bisa membersihkan namamu.”

“Eoh? Apa maksud Umma?”

“Sudahlah, lebih baik kalian bicara berdua saja karena Umma harus mengurus hal lain. Dan ingat, kalian harus segera melakukan konferensi pers.”

“Untuk apa? Bukankah tak ada masalah. Lagi pula peluncuran albumku masih lama.” Kyuhyun melepaskan jaketnya, membuang gerah dan perasaan sedikit kesal karena Nyonya Cho selalu mengaturnya.

Nyonya Cho kemudian tersenyum kecil dan mengusap bahu Kyuhyun. “Bukan untukmu, tapi untuk memperkenalkan Ha Jiwon.”

“Untuk apa Umma? Kalau memperkenalkan dia, ya harus dia sendiri yang konpress. Kenapa aku harus ikut?”

Nyonya Cho menyeringai kecil dan mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun, hingga kini ia berhenti tepat di sisi telinga Kyuhyun. Sedikit berbisik, “Karena dia calon istrimu.”

“Mwo?!”

.

.

.

.

.

.

2bEEcON

.

Bagaimana kelanjutannya? Tambah menyimpang dari Secret Garden.

 

Haish… biarlah. Jujur, feel untuk ff ini kayak dah ilang karena tanggapan yang cenderung ilang dari readerdeul. Mianhe jika lanjutannya mengecewakan.

 

Gamsahae udah bersama author and all pure couple. Especially KYUMIN

.

.

Big Hug and Thank’s for my Lovely readers

.

Untuk Chap ini, mind to RnR…

GamsaHAE ^_^

.

32 thoughts on “SECRET HEART || KYUMIN FF || CH. 15/20 || YAOI |

  1. OMG,,, jadi Kyu ngikutin mingmpe ke pulau Nami,,,
    ckckck,, posesive nya uri Kyunnie,,,

    wait,,, sebenernya hae udah jadian blm sam hyukkie??
    seingetku mereka blm jadiankan?? bener gak??

    aigooo,,, KyuMin dlm bhaya nih,,,
    and,,, itu,,, apalgi coba??? hadeuh,,, yg sbar ya KyuMin,,,
    semoga kalian berakhir happy,,,

    sepertinya masalah OnKey mulai ada jalan terang nih,,,

    oke,, ditunggu next chap na chingu ^^
    fighting ^^

  2. “Chinnes TOFU …”

    hahahahahaaahahaaaaa😀
    *ikut ngakak ma Siwon

    oke okee🙂

    OnKey kayaknya udh klir nihh,,
    SiBum juga kayaknya kemaren itu juga udah kan yaa🙂

    lalu tinggal Kyumin nih ….

    hhhhmmmmmmmm….

    Konflik konflik konflik …
    jangan buat Ming-pa nangis bombay yaaa🙂

  3. konflik baru mulai pd bermunculan..
    Kya’a yg tenang2 aja cm wonppa ma haeyuk.

    Kyu dijodohin?
    Wah pst zhoumi bakal nyoba ngrebut min..

  4. apa? apa? KyuHyun dengan JiWon? andwae!! hiks….
    Umma Jinki sama Kyuhyun kejam yaaa…
    tapi wajar sih. mana ada ibu yang mau anaknya jadi gay😦

  5. Andwaaaaaaae!!! Apa ituuuu??
    #nunjuk kalimat terakhir

    Skrang kyumin jg dpet msalah yg serupa sm onkey n sibum (dulu)
    . D sini kyumin moment.a sdikiit, next chap tmbahin y eon xD
    Mudah”an ntu ibu”.a g brtindak lbh jauh lg n cpet”.ngerestuin kyumin sm onkey.

    Trs itu, mimi bneran suka sm ming y??!! *0*b

    Haehyuk jg maniiis, unyuk nggemesiiin..pdhl udh cnta jg tuh sm hae *sotoy

    Lanjuut eon, apdeT ASAAAAP!! Hwaiting!! 0^0

  6. gubrak!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    huahhhh sejak kapan unnie kesayangan mira jd orank ke 3 di hubungan kyumin
    kyk na mira harus cepat ngubungi nae oppa biar cepat mencegah unnie ne

    busyet dah tu nama perusahan ga da yang lbh bgus lagi yahk(~_~)
    *ditendang unnie

    ck narsis na hyukkie tertular oleh siwon(==”)

    i waiting next chap(/^_^)/

  7. umma2 nya para seme kjam..gak ada yang stju anaknya pnya namjachingu
    ckckck
    mlah kyu mw di jdohin lg, awas ya law kyu trima trus bkin umin nangis

    di tnggu lnjutannya

  8. Makin penasaran sama ending cerita ini. Kjadi geregetan ngeliat onkey yg nggak di setujuin sama nyonya lee. Lanjut terus chingu!!! ^^ 화이팅!!! ^^

  9. Konflik baru~konflik baru~
    Moga moga g buat ming menggalau biru(?)

    Thor,emg y ntar g ad male pregnant y gtu???(Ngarep)mweheheheeh..

    I always nunggu trus lo yah…

  10. Ya ampun, di Chapter ini banyak banget masalah.
    Sampe yg baca ikut pusing.
    Semoga endingnya menyenangkan alias Happy Ending🙂

    Next ->

  11. wach kyuhyun nekat bgt ampe nyikutin sungmin ke pulau Nami, zhoumi beneran suka ma sungmin y??
    wach saingan berat tuch buat kyuhyun hehehe :0
    eh ortu kyuhyun g suka y ma hub kyumin😦
    knapa kyuhyun djodohin???😦

    lanjut min

  12. Knpa, haehyuk momentnya sdikit??? Tpi, nggak apa deh yg pnting tetep ada haehyuk moment.😀 bru, ada konflik di hbungan kyumin smoga mreka bsa ngatasin.

  13. konflik yang sesungguhnya baru dimulai..jengjengjengjeng~
    next!

    chingu tetap semangat menulis ya
    (^,^)9 aku selalu suka dan
    menunggu karya-karya chingu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s