Chicken Soup for Teenage Soul || SEKUEL CSOF || ch. 3||

 

 

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : T to M

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

– Other SUJU and SHINEE member

-KyuMin aegya :

~ Cho Sunghyun a.k.a Sungie (N)

~ Cho Minhyuna.k.a Minhyunie (Y)

~ Sandeul b1a4  a.k.a  Cho Kyumin (N)

Haehyuk aegya

                ~ Lee Eunhae a.k.a Junior (N)

-Yewook aegya

                ~Kim Jongki a.k.a Kie (N)

 

-Zhoury Aegya

                ~ Jinyoung b1a4 a.k.a Zhoury (N)

 

-Sibum Aegya

                ~ Baro b1a4 a.k.a Sibum                (N)

-Jungmo x Leeteuk

~ Gongchan a.k.a Baby Soo (N)

– Yeoja Cast (GS)

                ~ Leeteuk            ~ Junsu’ie            ~ Taemin

                ~ Heechul            ~ Jaejong             ~ Key

Pairing : KYUMIN and Other Pair

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Tapi Kyuhyun dan Sungmin saling memiliki. Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun

Genre : Romance / Family/Humor (dikit)

Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, gaje, typo disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Summarry : “Menjadi dewasa adalah IMPIAN. Setelah dewasa karena usia adalah BEBAN. Karena semua yang kita lakukan adalah sebuah bekal, untuk melangkah bersama menuju satu titik KEDEWASAAN. Dimana KEJUJURAN akan menjadi satu tali yang mengikat kebersamaan kita. Raih genggaman tanganku dan kita akan tumbuh bersama.”

.

.

.

.

GAMSAHAE untuk yang selalu setia sama KYUMIN and menanti ff ini.

Be Patient with Me please. No Copas/No Bash. Don’t Like Don’t Read.

Mianhe, jika ceritanya semakin ngawur dan juga keluar dari KyuMin. Tapi inilah Chicken Soup.

Dimana kebersamaan dan kekeluargaan itu terasa nyata.

 

As a small present for OUR LOVELY AND THE GREATEST COUPLE

Let’s save their love, 13elieve in the name of 7ove….

.

.

HAPPY READING

.

.

CHICKEN SOUP FOR TEENAGE SOUL

.

Chapter 3

.

.

Ep. A Little Love

.

.

.

Notice me:

 

Ni keterangan Usia and tingkatan kelas mereka.

 

~ Senior High 3rd Grade :  Cho Sunghyun (17), Cho Minhyun (17), Kim Jongki (17), Junior (17), Taemin (15), Key (16), Minho (16), Onew (17).

 

~ Senior High 1st Grade :  Zhoury (15), Sibum (15)

 

~ Primary School  5th grade : Kyumin (10), Baby Soo (11)

 

.

.

.

.

.

.

Seoul International Multischool

.

.

.

.

“Aku, sebenarnya aku kesini untuk meneruskan pembicaraan yang sempat tertunda kemarin.”

 

“Ah… iya, maafkan Minnie atas sikapnya kemarin. Aku tahu dia selalu saja ketus seperti itu padamu, kuharap kau memakluminya.”

 

“Nde oppa.” Taemin tersenyum pahit. Ia kemudian memberanikan diri untuk duduk disisi Jongki, membuat namja itu sedikit kaget dan merasa aneh dengan sikap Taemin kali ini.

 

“Ada apa?”

 

“Eum… sebenarnya aku…”

 

“Apa?”

 

“Aku menyukai Kie Oppa…”

 

Tubuh Kie mematung, ia kemudian tersenyum getir. “Jangan bercanda, sudahlah. Sebaiknya kau segera ke UKS, atau nanti kau akan bertambah sakit.”

 

Taemin hanya menggeleng. “Ahni Oppa.”

 

.

 

Greep…

 

.

 

Ingin sekali kie melepaskan pelukan tiba-tiba Taemin, tapi tubuhnya membeku seketika saat ia merasakan lengan seragamnya basah. Ia menoleh pada Taemin dan menemukan Taemin yang menenggelamkan wajahnya pada lengan seragamnya.

 

“Taeminnie, jebal jangan begini. Aku…”

 

“Padahal aku sangat mencintai Oppa.”

 

“Ah… Hei… jangan seperti ini.” Kie berusaha melepaskan pelukan Taemin tapi, Taemin malah semakin mengeratkan pelukannya.

 

“Hiks…. kenapa Oppa harus selalu dengan Minnie? Padahal aku sudah berusaha menjadi yang terbaik untuk Oppa.” Taemin mengangkat wajahnya dan menatap pada Kie. Ia mengusap kasar air matanya.

 

“Padahal aku sudah berusaha mengejar Oppa.”

 

“Lepaskan aku, Taemin. Ini di perpustakaan.” Dengan berat hati Taemin melepaskan pelukannya. Kemudian ia kembali mengusap kasar air matanya. Ia menatap Kie yang berusaha tak peduli padanya.

 

“Jebal Oppa, jangan marah padaku.”

 

Kie hanya menggeleng. Ia diam dan tak bisa berkata apa-apa. Taemin kemudian menguatkan tubuhnya dan mensejajarkan tingginya dengan Kie. “Aku hanya mencintai Oppa. Aku tahu itu salah, tapi aku … aku tak bisa…Hikss…. kau jahat Oppa…!”

 

Tangan kecil Taemin tiba-tiba memukul-mukul lengan Kie, Kie yang harus masih menjaga statusnya dan juga terus merasa tak enak dengan penjaga perpustakaan akhirnya menyeret Taemin untuk pergi keluar dari perpustakaan.

 

.

.

.

.

.

“Aku pergi ke Jepang untuk mengejar Oppa, tapi sepertinya pilihanku salah.”

 

Taemin menatap penuh melas pada Kie. Kedua matanya nampak bengkak dan juga memerah.masih tersisa garis air mata juga di pipi putihnya. Ia sesekali terisak dan terus meremas ujung rok sekolahnya.

 

“Aku selalu bermimpi bisa bersama Kie oppa, tapi mungkin itu hanya bisa menjadi mimpi. Saat aku pulang dari Jepang dan mendengar kabar kau bersekolah disini, aku langsung mengikutimu. Aku tahu, jika kelas kita juga akan berbeda tapi setidaknya aku masih bisa bertemu denganmu. Rumah lamaku sudah di jual appa, jadi aku tak bisa melihatmu lagi dari jendela rumahku seperti saat Oppa kecil dulu…”

 

“— Tapi saat aku pulang, dan aku melihat foto pertunanganmu itu. Terlebih lagi saat dengan tanpa perasaan Minhyun menunjukkan foto pertunangannya, aku … perasaanku… . Aku memang tak datang pada ulang tahunnya tapi mengapa dia harus dengan wajah sesenang itu dan menunjukkan foto pribadi kalian. Dia sama sekali tak memikirkan perasaanku. Hikss… Oppa…”

 

Kie diam. Ia tak tahu harus berbicara apa. Sama sekali tak terfikirkan olehnya jika keadaannya akan seperti ini. Taemin mendekat pada Kie. Matanya menatap sayu wajah tampan yang beku itu.

 

“Oppa, apa kau tak pernah mencintaiku? Apa kau selalu mencintai Minnie eonni? Apa tak pernah sekalipun kau berfikir untuk memilihku? Oppa… jawab Oppa…”

 

“Aku…” Suara Kie terdengar serak. Ia juga tahu, ini pasti menyakitkan untuk Taemin. Tapi ia tak mungkin mengkhianati Minhyun. “Kau tahu, aku dan Minnie sudah bertunangan. Bahkan sudah lama sekali. Dan kemarin, saat hari ulang tahunnya itu Minnie mengumumkannya pada seluruh siswa dan juga pers. Aku minta maaf, karena Minnie telah menyakitimu.”

 

“Tapi kau tak mencintainya Oppa, kau hanya kasihan padanya.”

 

Kie menggeleng cepat. “Aku tahu, dan aku mencintainya. Aku meyakini Minnie, jadi jangan pernah mengataan hal seperti itu padaku. Kau tak tahu perasaanku sebenarnya.”

 

“Padahal aku sudah berusaha, menjadi lebih pintar dan lebih baik. Menjadi lebih cantik dan juga melompat kelas untuk mengejar Oppa. Padahal aku…”

 

“Sudahlah Taeminnie, kuharap kau tak membuat hubungan ini makin aneh dan kacau. Aku tak ingin membencimu.”

 

“Kalau begitu, kau bisa mencintai aku oppa. Jebal….”

 

“Ahni… mianhe…”

.

.

.

.

.

.

“Eeih, Minnie baby….” Kie terlihat sedikit shock dan canggung saat menemukan Minhyun tengah duduk di kursi yang sedari tadi di dudukinya di perpustakaan.  “Kau sudah lama menunggu?”

 

“Ahni, tadinya aku menunggu di kelas. Tapi kau tak datang-datang. Darimana Kie? Apa ada masalah?”

 

Kie bukan orang yang pandai berbohong dan menyimpan masalah. Jadi dia tak bisa menyembunyikan satu hal pun dari Minhyun. Kie membereskan bukunya dan mengajak Minhyun untuk segera pulang.

 

“Kajja, kita akan ke rumahku bukan?”

 

Minhyun mengangguk yakin dan tersenyum. mengeratkan genggaman tangannya pada Kie.

 

Di mobil, Minhyun merasa aneh dengan kegugupan dang kecanggungan Kie. “Kie, kau bisa berhenti dulu. Sepertinya kau sedang kurang baik. Kita bisa menepi dulu, eum … aku membawa teh bunga chrysanthemum. Kau pasti suka.”

 

“Nde, sepertinya memang seperti itu. Baiklah, kita menepi dulu Baby…”

 

Akhirnya mobil Kie berhenti di area free parking dan dengan cepat Minhyun meraih tas bekal sekolahnya di kursi belakang. Dengan cepat membukanya dan meraih satu termos kecil. “Masih hangat dan juga terasa manis seperti aku. Ayo, minumlah.”

 

Ingin rasanya Kie memakan pipi bulat Minhyun yang bersemu merah itu. “Gomawo, baby.” Kie meraih termos itu dan meminumnya. Setelah perasaannya sedikit tenang, ia meletakkan termosnya ke bottle pocket dan kemudian meraih tangan Minhyun. Mengusap jemarinya dan kemudian menciumnya pelan.

 

“Kie, gwenchana?”

 

Kie mengangkat wajahnya dan menggeleng. “Molla. Rasanya aku sangat merindukanmu.” Kemudian Kie beranjak dari kursinya dan mendekati Minhyun. Sedikit mengangkat tubuh ringan Minhyun dan memangkunya.

 

“Eoh? Kie?”

 

“Biarkan seperti ini dulu Minnie.” Kie menghirup aroma lembut tubuh Minhyun dan melingkarkan lengannya ke pinggang Minhyun. Menciumi tubuh Minhyun, membuat yeoja itu sedikit merinding merasakan perlakuan Jongkie.

 

Hingga akhirnya perlahan Minhyun bisa mencium wangi aneh di tubuh Kie saat ia melingkarkan lengannya pada leher Kie. “Kenapa seperti parfum Taem, Kie?”

 

Kie mengangkat wajahnya kemudian menatap lurus pada mata Minhyun. “Berikan aku satu menit untuk menjelaskannya, dan kau cukup mendengarkan aku. Bisakah?”

 

“Nde.” Minhyun mengangguk dan menyamankan posisinya. Ia memeluk erat leher Kie dan kemudian mendudukkan tubuhnya di antara kaki Kie. “Jangan memangkuku Kie, aku ini berat. Nanti kakimu sakit.”

 

“Hei, bisa saja.” Kie mencolek hidung Minhyun dan mencium pipinya. “Baiklah, kita mulai. Dengarkan aku.” Kie menghela nafasnya. “Tadi Taemin menemuiku dan dia menyatakannya.”

 

“Mwo? Bag…”

 

“Hei, dengarkan dulu chagi…”

 

“Haish, oke. Aku mendengarkan.” Minhyun mulai kesal, karena mendengar nama Taemin saja baginya itu sudah menjadi satu masalah.

 

“Dia menyatakan perasaannya padaku, dan dugaanmu benar dia mencintaiku.” Kie menaruh satu jarinya di bibir Minhyun, berisyarat agar Minhyun tak memotong pembicaraannya lagi. “ Percaya padaku baby, aku hanya mencintaimu. Dengarkan aku dulu.”

 

“Ia pergi ke Jepang untuk mengejar kelas kita hingga akhirnya dia bisa satu tingkat dan bahkan satu kelas denganmu. Dia juga sakit hati saat kau selalu menunjukkan foto pribadi itu padanya dan Key. Ayolah, aku tahu kau memang sengaja melakukannya tapi mulai hari ini berhentilah Minnie. Aku sudah memintanya untuk menjauhiku.”

 

Jongkie mengeratkan pelukannya dan menekan tengkuk Minhyun, “Aku hanya mencintaimu, Minnie baby. Percayalah.”

.

Chu~

.

Dan satu ciuman untuk meyakinkan Minhyun jika Kie memang hanya mencintainya. Ciuman yang begitu jujur dan lembut. Kemudian Kie melepaskan bibir Minhyun dan berbisik lirih. “Kau percaya bukan?” Minhyun hanya mengangguk kecil. “Jangan membenci Taemin, baby. Bantu dia untuk melupakan aku.”

 

Minhyun mengeratkan remasannya pada celana seragam Kie. Posisi seperti inilah yang paling di sukai Minhyun. Ia merasa begitu dekat dengan Kie dan menguasai namja itu sepenuhnya. Terlebih saat ia merasakan bibir Kie mulai memanjakan lehernya. Menciumi kulit putihnya dengan lembut dan perlahan.

 

“Eungggghhh… Kie…..”

 

Minhyun menahan beribu butterfly yang terus bergerak-gerak di perutnya. Ia menikmati perasaan itu. Kehangatan pelukan Kie dan perlakuannya. Caranya memanjakan setiap jengkal lehernya hingga ia bisa merasakan sedikit gigitan kecil di kulit bahunya.

 

“Ummhhhhh….”

 

Menggeliat pelan saat tangan Kie mengusap punggungnya. Tubuhnya memanas dan terus terasa sesak di dadanya. Ingin sekali ia melepaskan sesuatu yang begitu tertahan di tubuhnya. Hingga akhirnya kemanjaan itu berakhir dan Kie tersenyum puas menatapnya.

 

“Lihatlah, hasil karyaku. Cukup satu kissmark yang tak terlihat dan menandakan kalau kau milikku.”

 

“Kie….”

 

Tubuh Minhyun kembali menegang saat kedua tangan mungil Kie meraih pipinya. Mata Kie manatap lurus pada bibir merah Minhyun. Perlahan jarak mereka semakin dekat, dan hingga akhirnya Kie bisa mencium aroma cerry yang semakin dekat….

 

“Saranghe….”

 

“Emmppphh….”

.

.

.

.

.

Rumah KyuMin

.

.

.

.

.

Yeoja cantik dengan dress berwarna pink selututnya itu tersenyum sambil menuruni anak tangga di rumahnya. Kemudian ia berhenti dan mencium Sunghyun. “Sungie Oppa, otte? Naneun noumu yeppeo?”

 

Minhyun melenggokkan tubuhnya kesana kemari dan membuat Sunghyun gemas sendiri dengan tingkah Minhyun. Ia menatap jam tangan yang melingkar di pergelangannya. “Ini bahkan masih jam 9 pagi dan kau sudah siap seperti ini, oddie?”

 

Minhyun tersenyum manis dan memainkan jarinya yang memegang topi piknik berwarna krem itu.”Eum… aku akan pergi dengan Kie. Kami akan kencan. Aku senang sekali, oppa!!” Minhyun melonjak kegirangan dan terus tersenyum.

 

Sedangkan Sunghyun, “Mwo?” Ia membelalakkan mata foxynya. “Kau kencan dengan Kie?”

 

Minhyun mengangguk semangat, tapi entah kenapa ia menjadi kesal sendiri melihat wajah Sunghyun. “Kenapa wajah Oppa seperti itu?” Minhyun sedikit menggembungkan pipinya, kemudian ia berjalan lemas menuruni anak tangga dan duduk di sofa yang ada di ruangan itu. “Aku hanya ingin menikmati kencanku, jadi aku tak akan memaafkanmu jika kau menggangguku dan mengikutiku terus.”

 

Sunghyun menghela nafasnya, “Siapa juga yang akan mengikutimu, oppa juga malas mengaturmu lagi karena memang kau ini selalu seenaknya dan tak mau menuruti Oppa.” Suara lirih Sunghyun sedikit menimbulkan rasa bersalah di hati Minhyun.

 

“Mianhe Oppa, aku tahu kau hanya ingin menjagaku. Tapi tenanglah, aku tahu batasannya Oppa. Dan kau tahu ‘kan kalau aku…”

 

“Sangat mencintai Kim Jongkie, hanya begitu mencintai seorang Kim Jongkie. Haish… oppa bosan mendengarnya. Untung saja, Jongkie tumbuh jadi namja yang tampan dan juga baik. Coba kalau dia jelek, aku tak bisa membayangkan bagaimana nantinya kau menyesali perbuatanmu karena  terus-terusan mengejarnya.”

 

“Mwo!?” Minhyun menatap tak percaya pada Sunghyun. “Apa maksud Oppa? Kalian ini chingu, kenapa Oppa tega sekali berkata seperti itu?”

 

“Yah, Oppa hanya tak bisa membayangkan bagaimana hidupmu jika semakin kita besar , kau menemukan kenyataan kalau Kie itu jelek. Kau pasti membuangnya.”

 

“Kya!  Oppa!” Minhyun sudah gemas dan mulai memukul pelan lengan Sunghyun. “Awas saja Oppa, aku tak akan merestuimu dengan Key jika kau seperti ini.”

 

Mata Sunghyun memebalak lebar, ia menoleh heran pada Minhyun. “Eih? Dari mana kau tahu?”

 

Minhyun menyeringai kecil. “Pokoknya aku tahu saja, lagi pula hari ini kau juga akan kencan dengan Key ‘kan? Ayo mengaku saja Oppa…”

 

Wajah Sunghyun sudah memerah, dan bertambah gerah ketika Minhyun mulai memperhatikan penampilannya. “Oppa-ku terlihat manis…” Sunghyun memang terlihat manis. Jeans putih yang di padu dengan kemeja berwarna biru tua, juga topi yang ia pakai. Hei… ini baru awal musim dingin dan cuaca sedang bersahabat sekali.

 

Kemudian pandangan kedua twins itu mengarah ke satu namja yang baru saja keluar dari kamar utama di rumah itu. “Hei, pagi sekali kalian sudah rapih begini. Oddie?” Sungmin mendekat dan membiarkan Minhyun menyeretnya, kemudian membiarkan putri kesayangannya itu bergelayut manja di lengannya.

 

“Eum, Mom hari ini adalah hari libur.”

 

“So…?”

 

“Aku akan kencan dengan Kie, dan sebentar lagi dia datang.”

 

Sungmin menoleh pada Minhyun. “Aku akan menyuruh Sungie untuk ikut bersamamu.”

 

“Ah, ahni Mom. Ayolah, aku sudah besar. Boleh yah Mom…. ayolah, jeball…”

 

“Tapi Minnie baby, kau….”

 

“Jeball Mommy, aku hanya pergi ke taman bermain dan supermall appa. Berbelanja dan makan siang, sudah Mom. Aku akan pulang sore hari. Otte?”

 

Wajah memelas Minhyun benar-benar bisa membuat Sungmin luluh. Untung saja Kie tak seperti Kyuhyun dulu yang sangat pervert dan seenaknya hingga membuat Sungmin hamil di usia muda. “Aish, baiklah. Pulang sore, oke. Sore itu artinya sore baby, tak lebih dari jam 8 malam.”

 

“Ahhh!!!! Mommy jjang, saranghae…”

 

Minhyun memekik senang dan memeluk erat tubuh Sungmin. Kemudian Minhyun segera melepaskan pelukannya saat ia mendengar suara mobil Kie berhenti didepan rumahnya. “Annyeong Min Umma….” Kie membungkuk sopan, dan tak ketinggalan juga wajah imut menggemaskan dengan pipi chubbyna itu.

 

“Annyeong, Kie. Baiklah, aku sudah mengijinkan Minhyun. Tapi bawa dia pulang sebelum jam 8, atau…”

 

“Atau Minhyunie akan berubah menjadi katak jika kau tak membawanya pulang tepat waktu … hahahaha…” Sunghyun tertawa senang, ia sungguh senang bisa sedikit menggoda Minhyun.

 

“Kya! Oppa! Awas kau, kalau kau berani  menjelekkanku lagi maka aku akan segera mem…”

 

“Eits… jangan Minnie. Mianhe, oppa hanya bercanda. Sudah sana kalian berangkat saja.” Sunghyun menepuk bahu Kie. “Jaga dia baik-baik, kalau perlu kau boleh memarahinya sekali-kali.” Minhyun merengut kesal mendengar perkataan Sunghyun, ia sedikit teringat pertengkaran kecilnya tempo hari dengan Kie.

 

“Hahahhaa…” Terdengar tawa ringan di balik penderitaan Minhyun. Namun seakan semua kesalnya hilang saat Kie menggenggam erat tangannya dan berpamitan dengan Sungmin.

 

“Umma, kami pergi dulu.”

 

“Nde, Kie. Awas, jangan pulang terlalu malam.”

 

Jongkie mengangguk yakin. “Nde, Min Umma. Pasti.”

 

Sungmin mengantar mereka hingga ke pintu depan dan melihat mobil Kie sudah mulai jalan sedikit demi sedikit.

 

“Mom! Aku pergi, bye!”

 

Minhyun berteriak keras sambil melambaikan tangannya. Ini hari minggu dan wajar jika Minhyun ingin berkencan. Sedangkan di dalam, Sunghyun masih sibuk permain dengan ponselnya. Hingga ia berhenti berkirim pesan dan kemudian menatap Sungmin yang kembali ke tampatnya.

 

“Apakah Kie aman bersama Minnie, Mom?” Sunghyun tersenyum aneh dan menggeleng pelan. Sedangkan Sungmin hanya menyikapinya dengan ringan. “Menurutmu bagaimana?”

 

“Molla. Minhyunie selalu saja menyusahkan Kie dan terkadang sifat keturunan dari Halmeoni itu benar-benar merepotkan. Shoppaholic, dan pantas saja dia cocok jika dengan Key. Mereka berdua penggila Shopping.”

 

“Ah, biarlah. Untung saja dia yeoja, shopping just one of ordinary.”

 

Sunghyun kemudian meraih ponselnya saat ponsel itu terus bergetar kembali.

 

From: Cutie Key

 

‘Aku sudah siap, kau bisa menjemputku di rumah. Aku tunggu Oppa.’

 

Sunghyun tersenyum menerima pesan dari Key.  Dengan takut, takut ia menatap Sungmin dan mencoba meminta ijin sekarang. “Mommy, bisakah aku …”

 

“Nde, pergilah.”  Sungmin langsung tersenyum kecil saat melihat ekspressi wajah Sunghyun.

 

“Umma, kau yang terbaik. Saranghae!” Sunghyun langsung memeluk Sungmin sekilas kemudian meraih kunci mobilnya dan tersenyum sepanjang perjalanan ke pintu. Sedangkan Sungmin hanya bisa menggeleng kecil, kemudian berjalan ke dapurnya.

 

“Ini hari minggu, dan Kyunie belum bangun, baby Kyumin juga mungkin saja masih tidur. Pasti sangat melelahkan untuknya, saat mengikuti tambahan pelajaran untuk acceleration class 1 tingkat. Aku tahu, dia pasti ingin mengejar Sibum.” Sungmin sibuk bergumam kecil.

 

Sebuah ide terlintas di fikiran Sungmin saat ia melihat satu kotak berisi coffe hitam. “Eum, mungkin saja aku bisa mengganggu tidurnya.”

 

Sungmin membuatkan kopi hitam dan sandwich untuk sarapan Kyuhyun, kemudian ia berjalan pelan ke kamarnya. Tersenyum saat ia menemukan wajah damai Kyuhyun yang masih bergelut nyaman dengan selimutnya.

 

“Kyunie…..” Sungmin memanggilnya lirih dan mengusap pelan pipi Kyuhyun yang terlihat chubby dan merona merah alami. “Tampan sekali…”

 

.

Chup~

.

 

Satu ciuman kecil di bibir Kyuhyun untuk membangunkannya. Tapi sepertinya Kyuhyun yang memang sudah sedikit terbangun itu menginginkan lebih. Ia menarik pinggang Sungmin dan membawanya ke pelukannya, hingga akhirnya sekarang tubuh Sungmin berada di atas tubuhnya.

 

“Kyunie, kau mengerjaiku eoh? Kenapa pura-pura tidur?”

 

Kyuhyun tersenyum kecil dan sedikit menekan tengkuk Sungmin, kemudian memainkan hidung Sungmin dengan telunjuknya. “Hanya ingin cara yang manis dan hangat untuk menikmati pagi ini. Lagi pula ini hari minggu yeobo.”

 

Sungmin hanya bisa tertawa heran mendengar ocehan pagi Kyuhyun. “Humh…. ya sudah, lepaskan aku. Kyumin baby masih di rumah, dan aku tak menutup pintunya.” Sungmin melihat ke arah pintu kamar mereka dan dengan cepat Kyuhyun menyambar pipi chubbynya.

 

“Ish… dasar pervert…”

 

“Biarkan saja, kau ini kan milikku. Istriku tercinta, saranghae….”

 

Sungmin memalingkan wajahnya dan menatap Kyuhyun kembali. Ia mendalami mata Kyuhyun dan tersenyum, “Kau sangat tampan.” Kemudian ia mencium kecil pipi Kyuhyun membuat Kyuhyun terus berharap lebih dan ingin lebih. Tapi baru saja Kyuhyun akan mencium dalam pada bibir Sungmin, tiba – tiba…

 

“Ya!!! Mommy!!!!!”

 

“Ck…mengganggu saja.” Kyuhyun menggerutu pelan dan kemudian membiarkan Sungmin beranjak dari atas tubuhnya.

 

“Daddy, Mommy! Kalian tega sekali membiarkan aku sendirian dan malah asik sendiri seperti itu menyebalkan.” Kyumin menggerutu dan mengabaikan tangan Sungmin yang terulur. Dia malah ikut menjatuhkan tubuhnya di kasur besar itu. Mendekat pada Kyuhyun.

 

“Kyumin, mianhe. Tadi juga mommy baru akan membangunkan daddymu.” Sungmin mengusap pelan bahu Kyumin dan kemudian merentangkan kedua lengannya. “Come on baby, let me hug you… Mianhe.”

 

Masih dengan mempoutkan bibirnya, Kyumin mendekat pada Sungmin. “Dasar setan kecil, mengganggu saja.”

 

“Ssst…” Sungmin menyatukan telunjukknya dengan bibirnya, meminta Kyuhyun untuk diam dan tak terus memasang wajah kesalnya. Tapi sepertinya Kyuhyun memang tak bisa menerima keberadaan Kyumin yang mengganggu mereka.

 

“Hei, Kyumin-ah.”

 

“Mwo?” Kyumin menyandarkan tubuhnya pada Sungmin dan memainkan kakinya yang menindih tubuh Kyuhyun. Menatap tanpa rasa bersalah pada Kyuhyun dan dengan nyamannya melingkarkan lengan Sungmin pada tubuhnya.

 

Hei, bagaimana Kyuhyun tidak kesal melihat Kyumin. Namja kecil itu terlalu cepat tumbuh untuk anak seusianya. Tubuhnya juga lebih tinggi jika di banding anak 10 tahun lainnya, dan wajahnya itu…. it’s almost Sungmin’s face.

 

“Jangan melakukan aegyo Mommy itu padaku, aku tak akan terpengaruh.” Kyuhyun menyeringai kecil. “Katakan, apa lagi sekarang? Tumben sekali hari libur begini kau masih dirumah, biasanya kau sudah meminta supir Kim untuk mengantarmu ke rumah Baby Soo.”

 

“Eum, itu karena aku … eum….”

 

Kyumin baby bertingkah aneh. Wajahnya bingung dan sudah memerah. Sungmin memutar tubuh Kyumin dan mengacak pelan rambutnya. “Wae baby? Kau ingin pergi kemana?”

 

“Aku ada janji dengan Sibum hyungie.”

 

“Mwo?!” Kyuhyun dan Sungmin berteriak heran. Bagi mereka, Kyumin itu masih kecil dan bagaimana bisa anak sekecil itu sudah menyukai  orang lain terlebih lagi itu namja.

 

“Hei, kau masih kecil. Sekolah saja yang benar, jangan macam-macam.”

 

“But daddy, Minnie noona saja sudah bertunangan sejak kecil. Kenapa aku tidak? Aku hanya mau main dengan Sibum hyungie, ayolah daddy?” Kemudian puppy eyes itu menatap Sungmin. Mata penuh melas dan harap. “Jebal mommy, aku janji nilaiku akan baik semua. Aku juga akan lulus tes itu, jebal Mommy. Ini hari libur pertama di musim dingin, pasti sangat ramai. Sebelum kau memberiku banyak pelajaran tambahan Mommy.”

 

“Ah, lihatlah anak kecil ini sudah pandai bicara.” Sungmin memeluk erat Kyumin. “Kau benar-benar menyukainya eoh?” Dan dengan nada mengoda Sungmin menoel pipi chubby Kyumin.

 

“Nde, Mommy. So, boleh ya Daddy… please…”

 

Kyuhyun menatap Sungmin, dan yang ada dia hanya menemukan helaan nafas pada wajah bingung Sungmin. “So, bagaimana Daddy? Kita ijinkan tidak ya?” Sungmin memainkan matanya dan menatap Kyuhyun. Seakan tahu apa bonus yang akan ia dapatkan, Kyuhyun hanya tersenyum kecil.

.

.

.

.

Sibum House

.

.

.

“Kau yakin akan pergi dengannya?”

 

“Uhum….” Sibum mengangguk dan tersenyum menatap Kibum dan Siwon. Sedangkan kedua namja itu hanya tersenyum miris. “Ayolah Mommy, aku hanya pergi dengan Kyumin, kenapa sampai pusing begitu?”

 

“Bagaimana Mommy tidak pusing, kau ini kan pervert dari kecil.” Kibum bergumam malas.

 

“Mwo?”

 

“Hahahahaha…” Siwon tak bisa menahan tawanya saat Sibum menatap kesal pada Kibum. “Nde, memang kau pervert. Sampai sebesar ini saja masih suka menggangguku tidur.” Siwon mencubit kecil hidung Sibum dan mengiyakan ucapan Kibum. “Tak bisa melihatku senang saja.”

 

“Mianhe daddy, tapi kalau diijinkan sekali ini saja aku janji tak akan mengganggu kalian lagi. Meski aku belum rela, daddy menguasai mommy sepenuhnya.” Sibum mengeratkan pelukannya pada Kibum dan hendak mencium bibir Kibum, tapi…

 

“Eits…. termasuk berhenti mencium Mommy-mu. Dia ini milikku, jadi hanya daddy yang boleh menciumnya.” Siwon menahan tubuh Sibum dan hal itu makin membuat Kibum menggeleng heran.

 

“Haish, kalian berdua ini sama saja. Dasar pervert.” Kibum memasang wajah dinginnya. Kemudian memeluk ringan pada Sibum dan mengusap punggungnya. “Gwenchana baby, kau mengganggu mommy tidur juga tidak apa-apa.”

 

“Ah, mommy memang baik. Tidak seperti daddy, pelit. Wleeee….” Sibum menjulurkan lidahnya. Kemudian mencium pipi dan bibir Kibum. Yah, hanya ciuman ringan tapi tetap saja kebiasaan Sibum sejak kecil itu membuat Siwon gemas sendiri.

 

“Ah, sudahlah. Sana pergi saja, mungkin Kyumin sudah menunggumu.” Siwon seakan mengusir Sibum, ia memberikan kunci mobil kesayangannya. “ Ini bonus untukmu, mobil kesayangan daddy. Tapi janji, kau akan menjaga Kyumin. Ingat, meski fisiknya tak seperti anak 10 tahun, tapi dia masih kecil.”

 

“Nde, tenang saja daddy.” Sibum mencium bibir Kibum sekilas dan memeluk hangat pada Siwon. “Thanks daddy, aku pergi dulu.”

 

“Hei, jangan suka menciumnya!” Siwon berteriak keras dan Sibum hanya mengangguk dan melambaikan tangannya. Sedikit melompat senang dalam langkahnya hingga kemudian bayangannya menghilang di balik pintu utama rumah itu.

 

Dan sekarang, Kibum bisa mersakan hawa aneh yang ada disekitarnya begitu Sibum pergi dari ruangan itu. “Wae? Kenapa menatapku seperti itu?” Kibum sedikit menjauhi Siwon. Tatapan mata lapar itu seakan siap menerkamnya.

 

“Aku senang, Sibum pergi dan tak mengganggu kita. Aku perlu melemaskan ototku ini, kau tahu aku masih kuat. Mungkin beberapa ronde di pagi hari dan kita lanjutkan sore nanti, otte?”

 

“Mwo? Apa maksudmu? Eum…. aku ada janji dengan klien. Ah, aku juga ada pertemuan siang ini aku… ahhh…. Wonie…. yahhhh….”

.

.

.

.

At Everland

.

.

.

“Ini, untukmu” Kie menyodorkan satu ice cream strawberry untuk Minhyun dan meraih tangannya untuk duduk bersama di salah satu kursi yang di sediakan untuk pengunjung. Mereka baru saja menaiki roller coaster dan beberapa wahana yang lain. Dan mungkin sekarang Minhyun sudah terlihat lelah. Wajah cantiknya sedikit pucat. “Tanganmu dingin baby….”

 

Kie menatap intens pada wajah Minhyun. “Kau pucat baby, gwenchana?” Kie mengusap dahi Minhyun yang sedikit berkeringat. Memang tidak seperti biasanya, Minhyun juga memakan dengan malas ice cream yang diberikan Kie. “Apa ice cream-nya tidak enak baby?”

 

“Ahni, bukan begitu. Hanya saja…” Suara Minhyun terdengar lemah dan lirih, Kie tahu persis apa yang terjadi dengan Minhyun. Ia segera meraih ice cream Minhyun dan membuangnya.

 

Kemudian segera menarik Minhyun untuk keluar dari Everland dan membeli coklat panas. “Ini minumlah dulu. Cuacanya dingin, tunggu disini aku akan mengambil mobilku.” Kie kemudian meninggalkan Minhyun sebentar untuk mengambil mobilnya yang cukup jauh dari tempat Minhyun berdiri sekarang.

 

“Kajja, masuk. Aku akan menyalakan penghangatnya.”

 

Kie menuntun Minhyun untuk duduk di jok belakang. Mereka beristirahat di salah satu sudut free parking yang ada di Everland. “Nah, tenanglah. Penghangatnya sudah aku nyalakan.” Kie melepas jaketnya dan memakaikannya pada Minhyun. “Seharusnya aku tak mengajakmu main, baby.”

 

“Kie…. hiksss….” tubuh Minhyun bergetar dan dingin. Dia benar-benar kedinginan. “Mianhe, aku menghancurkan kencan kita.”

 

“Gwenchana baby, sudahlah jangan menangis.” Kie meraih cangkir coklat minhyun dan meletakannya di bottle pocket yang ada di mobilnya kemudian meraih beberapa tissue dan terus menyeka keringat dingin yang keluar di dahi Minhyun. Kemudian mengusap pelan air mata yang sedikit membasahi pipi chubby itu.

 

“Mian chagi, aku lupa kalau ini hampir musim dingin.

 

Minhyun hanya menggeleng dan kemudian ia menjulurkan kedua lengannya dan memeluk erat tubuh Kie. Jantung mereka sama-sama berdetak kencang. “Kie….hangat…”

.

.

.

Food Court at Shopping Centre

.

.

.

“Kau lelah?”

 

“Nde.”

 

“Apa sebaiknya kita pulang aja, atau kau masih ingin ke tempat lain?”

 

“Ah, ahni.”

 

Sunghyun tersenyum kecil kemudian ia mengulurkan tangannya. Menangkap pipi Key dan mengusap sisa saus yang ada di bibir Key. Perlakuan Sunghyun membuat Key mematung. Sungguh, ia tak menyangka akan seperti ini.

 

“Oppa, kenapa kau sangat baik padaku? Harusnya kau tak perlu membayar semuanya, aku punya uang kok.”

 

“Hanya belanjaan kecil, gwenchana.”

 

Sebenarnya Key sudah merasa tak nyaman, terlebih karena Sunghyun sepertinya terlalu memanjakan dan sangat baik padanya. Seakan ia bisa menangkap satu kesimpulan dari semua kebaikan Sunghyun.

 

Dan Key lebih terkejut lagi, saat Sunghyun kemudian menarik genggaman tangannya dan mengusap punggung tangannya. Ingin rasanya Key melepaskannya tapi, wajah Sunghyun dan kebaikannya membuat Key tak tega untuk melakukannya.

 

“Bolehkah aku mengatakannya, Key?”

 

“Eum?” Key mengangguk kecil. Ia seperti tak sadar jika Sunghyun sudah kehilangan kontrol atas dirinya beberapa detik yang lalu. Jantung Sunghyun sudah berdebar cepat, apalagi berada dalam jarak sedekat ini dengan Key.

 

“Kau cantik….” Wajah key merona merah dan itu semakin membuat Sunghyun tak tahan ingin menciumnya. “Eum, lebih baik kita ke tempatku, aku yakin kau akan menyukainya.”

 

Tiba-tiba Sunghyun melepaskan tangan Key kemudian merogoh kantungnya, mengeluarkan beberapa lembar uang dan segara menarik tangan Key untuk mengikutinya. Segera masuk ke mobil hitamnya dan pergi dari SSC itu.

.

.

.

.

.

Kini Sunghyun dan Key sudah berada di tempat yang lebih tenang dan indah di sore hari itu. Hamparan air bening dan juga angin yang cukup dingin, menemani mereka yang masih asyik duduk di atas rumput yang begitu nyaman. Berlindung di bawah pohon besar dan menatap hamparan air danau yang luas dan indah.

 

“Key, kau suka?”

 

“Nde, Oppa. Disini bagus sekali.”

 

Sunghyun mencoba menenangkan dirinya sendiri, entah dia gugup atau bagaimana tapi rasanya jantungnya sudah siap keluar. “Kau tahu Key, aku sudah bosan sekarang.” Sunghyun menatap wajah Key dan itu membuat Key juga menatapnya. Menatap tak mengerti pada Sunghyun.

 

“Bosan disini, atau kau bosan karena menemaniku shopping?”

 

“Ah, bukan begitu. Aku hanya bosan menjadi temanmu.”

 

Perkataan Sunghyun membuat raut kecewa terlihat jelas di wajah Key. “Mianhe Oppa, jika aku selalu menyusahkan Oppa. Kau tahu ‘kan, aku memang begini adanya. Cerewet dan suka menyuruh orang sembarangan, aku…”

 

Key tak sanggup untuk meneruskan kata-katanya. Ia langsung diam saat jari telunjuk Sunghyun berada di bibirnya seakan memintanya untuk berhenti berbicara yang sama sekali tak penting.

 

Kemudian, ia masih harus dikejutkan lagi dengan usapan lembut jemari Sunghyun di pipinya. Kemudian perlahan Sunghyun membawa wajahnya untuk semakin mendekati Key. Semakin dekat dan mencium pipi Key.

 

Tubuh Key terasa kaku dan seakan dingin menjalar ke seluruh tubuhnya. Ia tak bisa berkata apa-apa lagi, dan semakin diam saat Sunghyun mencium kedua kelopakmata cantiknya. Key terus memejamkan matanya, seakan mencari jawaban yang sebenarnya ia inginkan.

 

“Saranghae….”

 

.

 

 

 

 

 

 

 

 

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

 

Huwa…. udah gaje, lama pula update-nya. Maafkanlah…. author sok sibuk inih emang lagi banyak kerjaan.

Yosh… dinikmati ajalah…..

 

Gimana lanjutannya? Aneh? Gaje?

 

Kkk… sorry for typo…

 

Mind to RCL?

 

GAMSAHAMNIDA

^____^

43 thoughts on “Chicken Soup for Teenage Soul || SEKUEL CSOF || ch. 3||

  1. huaaaah
    uda tebece ajaah
    seru bgd eon,bnerbner teenage dream
    g sbar nggu sunghyun diterima kgak ma key
    minhyun unyuunyu,lucu deh,dri rumah cemungudcemungud*korban iklan*,ampe tman brmain tepar
    kekekek
    kie benerbener hrus extra sabar ma minnie,–

  2. aigo, mereka smua kyeopta bgt, malu² ni *smirk*
    aigo, taemin sana jauh² dri kieoppa, kie cuma punya minhyun~
    makin gemes ni eon, sama baby²
    ditunggu chap selanjutnya eon^^

  3. Omo ~ Minhyun-Kie bikin envy tingkat dewa nih >///<
    i need more Kyumin-Sibum moment please :"
    Sunghyun….bukannya dia sama EunHae? kenapa sama Key? hiks
    Onew ~ istrimu selingkuh….hiks :"

  4. hahahaaahaaaa…😀

    maaf maaf..

    saya ngakak duluan liat pict nya MinKie,,,
    kayak Sungmin selingkuh ma yesung sihhh😀

    next kecannya Sibum ma Kyumin kan ^^v

    kecil-kecil udah kencan ajja tuh bocah ^^v

    trus Wookie ma kekuatannya Kie belum terungkap kan ini ^^v

    okkay,,
    ditunggu updatenya,,
    untuk Drama ma Secret Heart nya jugaa🙂

  5. Eccciiiiieeeee~ kie setia bgt!!!!!! Sumpah salut sama kie, mampu bertahan selama itu sama minie yg sifatnya epil gituh xD kyumin momentnya kurang nih eonnnn :3 hehehehehe eonnnnni fighting!!!! ♥

  6. wah….moment kie dan minhyun-nya manisss…sukaaaa..

    kyu masih aja ya…pervertnya ga hilang2 jg…
    kyumin momentnya dunk…banyakin di chap depan..!!

    kyumin baby kencan…!
    tuh anak masih kecil udah tau jatuh cinta…hehe
    aku cuma berdoa mudah2an sibum bisa menahan ke-pervert-annya..

    sunghyun…ga nyangka dia dengan key…
    padahal kukira dengan junior…

    junior gimana dunk??

    lanjut ya..!
    asap

    hwaiting!!

  7. Demiiiiii aku demen banget *nunjukGambardiatas … Huaaaa berasa ngeliat yewook . But Kyumin OTP mutlak kekekekke😀 … Demen banget ama tingkah minhyun biarpun kelewat manja … I like it😉

  8. Demiiiiii aku demen banget *nunjukGambardiatas … Huaaaa berasa ngeliat yemin . But Kyumin OTP mutlak kekekekke😀 … Demen banget ama tingkah minhyun biarpun kelewat manja … I like it😉

  9. Kyaa~
    Akhirnya update juga~ gomawo eonni^^
    Minhyun – Jongkie moment >///<
    Klo kyumin sma sibum, yang jadi seme siapa? —
    Ditunggu ne lanjutannya~

    Eonni, fighting~!

  10. uwaaahhh udah updet ternyata🙂
    untung aja kie milik minhyun
    klo milin taem udah aku bantai da
    tapi kasian juga sih si taem
    yosh lanjut chap depan di tunggu🙂

  11. kyaaa eonnie aku ketinggalan baca ! huikkss #plak / pdhal dr kemarin udah nunggu ! eh malah ketinggalan update #pundung ///

    ck aku ngerasa minhyun seperti sungmin dengan kepribadian kyuhyun #kan emang anaknya / hahaha

  12. Sukaaaaaaaa bngt deh liat pasngan jongki n minhyun so sweet bngt mereka, apalagi pas minhyun sakit jongki perhatian bngt deh jd iri😦

    Kira2 key terima ga ya cintanya sunghyun??????

    Huwahhhhh makin penasaran deh
    Lanjut baca ah😀

  13. hwaaaa minhyun ama jongkie makin mesra… aih si pervert sibum awas aja ngapa2in kyumin…. penasaran,, key nrima sunghyun g ya, kalo iya onew mau dkemanain^^

  14. yah anak2 kencan smw , para ortux yg senang dtnggal brdua d rmah haha. kencan kiehyun g smpurna karna hyun sakit tp mrka nyaman satu sma lain. kencan seungkey walaupun sempurna tp key kyakx g nyaman ma seunghyun. trus kncanx sikyu gmna y? next

  15. kie sma minhyunie so sweet dehhh, ,
    kyumin baby masih kecil udah mau pacaran ckckckk
    eunmm kira kira key jawabnya apa ya? Next chap

  16. percakapan kel.bahagia tuh @kamarCho ..
    ming emng mommy yang baik ,,
    MinHyun,SungHyun normal ..
    haha,jadi KyuMin nih yg ikut jejak Daddy sm Mommy nya …

  17. Hhmmmmm,,,ternyata jongkie pervert juga ya,,,gk nyangka,,,threeple date: minhyun~kie,,sunghyun~key,,kyumin~sibum,,,,,,,jadi pengen,,,q sama kyu oppa aja dech:D *d’gantung ming d’pohon bayam*

    ###l’njut eonn:) ###

  18. kie jjangg…hehehe..tuhh bar pa yg d blg minhyun klo taemin it naksir sm kie tp kie mlah marah sm minhyun…tp untungx kie biar babo2 bgtu orgx setia smpe mati..hhhaha..kerennn..lnjut..lnjut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s