D.R.A.M.A || KYUMIN|| YAOI|| Ch.9||

 

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

-Cho Kyuhyun

-Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

-Jo Twins a.k.a Cho Twins

– Other SUJU member

– OC

Pairing : || KYUMIN ||HANCHUL || JO TWINS||
Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

Genre : ||Drama || Romance||Humor||

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||twincest||

Summarry : || when tears become priceless, when love become useless, and my life, clueless… To whom i belong’s to… This love, in my hand falling slowly… Got Stronger or just dissapear…||

Another PRESENT From Me

D.R.A.M.A

Just KYUMIN

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

 

Maafkanlah jika alurnya lambaaaaat banget, mian juga nih kayaknya bakalan panjang kaya sinetron di tipi2 gitu, tapi dimohon

Nikmatilah STORY-nya…. ^_____^

.

.

HAPPY READING

.

.

Chapter 9

.

.

.

.

Hanchul House

.

.

Siang hari yang biasa saja. Yah, meski semalaman penuh dengan desahan panas dan erotis. Tapi sepertinya bagi Sungmin hari ini adalah hari sialnya. Mungkin juga hari ini akan menjadi hari yang paling ia benci dari semua hari yang ia lalui di rumah keluarga Cho, dari semua hari yang penuh dengan desahan karena percintaan panas mereka.

Salahkanlah, pekerjaan bebas nyonya Cho dan juga suaminya. Hangeng hampir setiap hari bisa ada di rumah jika mereka mau, dan Heechul memang bekerja di rumah. Sedangkan twins, mereka ‘kan liburan. Tak akan ada yang akan menyuruh mereka kembali ke negara bebas itu, malah mungkin saja mereka akan tinggal dan bersekolah di Korea.

Kini seluruh penghuni rumah itu tengah menikmati makan siang mereka. Wajah yang segar tentunya bagi para seme yang baru saja mendapatkan kepuasan mereka, terlebih bagi Hangeng. Ia baru saja menyelesaikan percintaannya pagi tadi.

Dan Heechul seperti tak mengenal lelah, ia menikmati makan siangnya ditemani dengan notebook merah kesayangannya. Sesekali ia tersenyum aneh dan juga terkikik pelan  dan mulai menekan huruf-huruf dan bergumam kecil. Semua namja yang ada di meja itu hanya menatapnya aneh.

Hingga akhirnya Heechul menutup notebook-nya dan kemudianmenatap Sungmin yang duduk tepat dihadapannya. “Ming, bagaimana dengan pernikahan kalian? Bukankah percintaan semalam bisa membuatmu mengakuinya?”

.

Brushhh….

.

Uhhukk… uhhukkk….

.

Menyemburkan makanan yang ada di mulutnya dan kemudian terbatuk, tersedak daging ayam yang mungkin sempat hampir ia telan.

“Gwenchana???”

Sungmin mengangguk pelan dan dengan sigap Kyuhyun mengulurkan air putih padanya. Meski Sungmin enggan menerimanya, tapi mau bagaimana lagi jika ia memang membutuhkannya.

“Awwww… see, you’re two just so cute….” Heechul tersenyum dan menyatukan kedua genggaman tangannya. “Hannie, mereka romantis sekali.”

“Ish….” Sungmin berdecak kesal. Sungguh, ia masih kesal terlebih lagi melihat sikap Heechul membuatnya semakin tak bisa memikirkan jalan terbaik selain berpisah. Tapi sayang, itu tak mungkin terjadi.

“Jadi, kapan kita bisa melakukan konferensi pers? Aku ingin semua orang di Korea tahu, jika novelku yang terbaru ini benar-benar real.”

“Umma!!”

Teriakan serentak itu terdengar jelas dan keras. Cukup mengagetkan Heechul tapi tak cukup untuk menghentikannya. “Wae Kyunie baby? Bukankah kau senang dan bisa berbangga hati. Sungmin akan menerima pernikahan ini dan mengumumkannya pada pers. Bisa kupastikan semua yeoja yang mengincarnya akan mundur, atau jika tidak maka aku sendiri yang akan menendang mereka semua.”

“Yah! Nyonya Cho! Kau ini sebenarnya waras tidak? Mana ada Umma yang tega menikahkan anaknya dengan sesama jenis? Coba kau pikir, apa ada Umma yang senang melihat putranya menjadi gay?”

“Tentu saja ada, dan itu AKU.”

“Yah!” Sungmin sudah hampir kehilangan kesabarannya, tapi ia tak bisa berbicara apapun lagi saat Heechul malah pergi dari tempat itu. Melengang seksi, membiarkan dress merahnya itu bergerak mengikuti lenggokannya.

“Cho Kyuhyun! Aku tak menyukai ini. Ish… kapan kita akan kuliah? Atau aku bisa mati bosan disini.” Sungmin meletakkan kasar pisau dan garpunya. Sudah tak ada selera untuk menikmati makan siangnya. Ia benar-benar tak bisa berfikir benar sekarang.

.

.

.

.

“Aku sempat berfikiran sama dengan Umma. Bukankah apa yang kita nikmati kemarin itu nyata? Kau menikmatinya bukan? Kenapa  hari ini kau seperti ini? Bahkan bisa dibilang ini belum genap sehari, tapi kenapa sikapmu berubah?”


“Hei…” Sungmin menoleh pada Kyuhyun. “ Jangan bersikap konyol. Kau ingin aku menjatuhkan harga diriku eoh? Didepan Cho appa dan Umma-mu yang fantastis itu? Juga dua saengmu yang kontras itu?”

Kyuhyun menatap Sungmin tak mengerti. Sungguh, namja manis di hadapannya itu benar-benar sulit di tebak. “Jadi artinya kau memang menerima pernikahan ini, benar begitu?” Kyuhyun duduk mendekati Sungmin. Menatap dalam pada mata foxy yang terus menatap lurus ke arah kolam renang itu.

Seakan tak mendengarkan pertanyaan Kyuhyun, Sungmin hanya mengubah posisi duduknya. Menyamankan tubuhnya untuk duduk santai di bawah terik matahari di sisi kolam renang yang ada di rumah Kyuhyun. Kemudian mengulurkan tanganya pada Kyuhyun. “Berikan aku jus-nya. Hari ini panas sekali.”

“Bukannya menjawab, malah memperlakukan aku seperti maid-mu. Kau pikir wajah tampanku ini cocok apa? Ambil saja sendiri.” Kyuhyun hampir saja meninggalkan Sungmin jika saja Sungmin tak segera mencegahnya.

“Kau mau dengar jawabanku tidak?” Sungmin tersenyum aneh pada Kyuhyun. Dia sedang ingin bermain dengan namja evil yang kelihatannya sedikit bodoh ini.

Kyuhyun menatap kesal padanya. Ia duduk kembali di kursinya,menatap kosong ke arah depan. “Tapi bukan berarti kau memperlakukan aku seperti itu.”

“Bukankah kau mencintaiku?”

.

Degh….

.

Seperti ada beribu butterfly yang menari diperutnya. Sebenarnya Kyuhyun ingin sekali tersenyum dan memeluk Bunny Ming kesayangannya tapi ia masih mempunyai harga diri, jadi dengan berat hati dan sekuat tenaga ia mencoba menahan dirinya.

“Apakah kau akan memperalatku karena aku mencintaimu? Ck… tak kusangka.”

Sungmin beranjak dari duduknya dan duduk tepat di belakang Kyuhyun, kemudian ia memeluk erat leher namja kesayangannya itu. “Hanya berkorban sedikit saja, Kyunie. Hanya mengambilkan aku jus itu, bukankah itu mudah?”

“Ck…” Kyuhyun mengulurkan tanganya dan meraih jus yang terletak tak jauh dari posisinya. Dan dengan seenaknya, Sungmin hanya mempoutkan bibirnya seakan meminta Kyuhyun untuk meminumkannya.

“Ayolah, kau bisa minum sendiri.”

Sungmin kemudian tersenyum kecil. Ia memutar bahu Kyuhyun dan menyangga dagunya dengan telapak tangannya. Menatap lembut pada Kyuhyun dan tersenyum kecil. “Hanya ingin sedikit romantis. Ayolah bekerja sama denganku, aku juga ingin membuat moment yang manis denganmu.”

Hya!!! Rasanya Kyuhyun ingin terbang sekarang. Betapa perkataan tak manis tapi manis itu benar-benar sukses membuatnya tersenyum. Sedangkan Heechul, ia juga tengah tersenyum melihat moment manis itu. Sesekali memotret mereka.

“Hanie, aku ingin kau membuatkan sketsa mereka untuk sampul novelku. Mereka manis sekali.”

Hangeng melangkah dari kursi kerjanya dan kemudian menyelipkan lengannya di pinggang Heechul. Menghirup wangi bunga yang terus menguar dari tubuh Heechul. “Dengan senang hati yeobo, tapi aku punya satu syarat.”

Heechul merengut aneh. Ia sedikit menoleh pada Hangeng. “Ayolah, tadi pagi saja kau terus menghajarku (?). Kau pikir aku tak capek?”

“Ayolah, kau menikmatinya. Salahmu sendiri selalu berpakaian seksi seperti ini.” Hangeng menghirup wangi punggung Heechul yang terekspose bebas tanpa penutup apapun. “Really hard to ignore you.”

.

.

.

.

“Lee Sungmin imnida.”

Hari ini adalah hari pertama Sungmin kuliah di universitas yang sama dengan Kyuhyun. Ia harus menyesuaikan diri lagi, terlebih dengan kehidupan barunya. Terlebih lagi adalah karena besok ia harus melakukan konferensi pers untuk kejelasan  pernikahannya dengan Kyuhyun, jika tidak maka seorang Cho Heechul akan melakukan segala cara untuk membuatnya secara terpaksa melakukannya.

“Duduk di sisi Jie Eun.”

Yeoja dengan rambut curly cantiknya itu mengangkat tinggi tangan kanannya. “Disini Oppa.” Dan Sungmin membalas dengan senyuman manisnya. Siapapun pasti akan meleleh melihatnya. Terlebih penampilannya kali ini benar-benar terkesan manly meski dengan topi yang sudah menutupi rambut blondenya. Kaus putihnya sama sekali tak bisa menyembunyikan sedikit otot-otot yang menyembul dan terlihat jelas di lengannya.

“Lee Jie Eun imnida.”

“Lee… ah ahni. Cho Sungmin imnida.”

Kyuhyun masih berdiri di posisinya. Menatap kesal pada Sungmin yang kini terlihat asik menebar pesona dan rayuannya. “Haish… sifat playboynya keluar lagi. Benar-benar! Dia memang harusnya aku kunci saja dirumah.”

Khyuhyun sibuk meremas-remas kepalan tangannya. Menatap sengit pada Sungmin, sedangkan namja manis itu sama sekali tak menyadari keberadaan Kyuhyun. Awalnya Kyuhyun berniat untuk memarahi Sungmin, tapi karena masih ada Cha Seonsaeng ia harus menuggu setengah jam lagi sebelum jam kuliah itu selesai. Tapi…

“Kyu oppa!”

Tiba-tiba Kyuhyun dikagetkan oleh satu tepukan di bahunya. “Kya! Haneul!”

Dengan cepat Kyuhyun berlari meninggalkan kelas Sungmin dan segera menuju ke tempat yang paling aman menurutnya. (Read: tempat parkir a.k.a mobilnya sendiri.)

Bersyukurlah Kyuhyun memasang kaca film yang benar-benar tebal hingga keberadaannya tak dapat dilihat oleh Haneul. Dengan cepat ia meraih ponselnya dan menelfon. “Umma….” Kyuhyun berbisik lirih.

‘Nde, waeyo baby.’

“Umma, kenapa kau tak segera menyingkirkan Haneul. Ayolah, aku tak suka dia terus mengganggu hidupku. Bukankah selama ini kau menyingkirkan yang lain? Kenapa kau menyisakan monster itu?”

‘Ck… lagi pula, dia hanya yeoja yang suka bertingkah aneh dan suka mengejarmu kemana-mana. Dia hanya mengidolakan Kyunie aegi umma yang tampan ini.’

“Yah! Umma! Kau tak tahu saja, dia itu nekat Umma. Bahkan naked di depanku saja dia pernah hampir melakukannya. Benar-benar mengerikan!”

Tak terdengar suara sahutan dari Heechul, membuat Kyuhyun harus memutar otaknya berulang kali dan terus mencari ide untuk memaksa Heechul membantunya.

“Ayolah, Umma. Aku hanya percaya padamu, dan kau bisa melakukannya dengan sangat baik dan sempurna. Ayolah, umma.”

‘Eum, temui Umma sekarang di cafe dekat kampusmu.’

.

.

.

.

“Kwangie, kau yakin kita akan sekolah disini?”

Youngmin menggenggam kuat lengan Kwangmin. Hari ini mereka berkunjung ke sekolah yang mungkin beberapa hari lagi akan menjadi sekolah mereka. Tapi tampaknya Youngmin kurang menyukai sekolah barunya.

“Wae Hyung? Kau suka bukan? Ini sekolah paling modern dan canggih di Seoul. Kau bisa tambah pintar jika sekolah disini.”

Youngmin mempotkan bibirnya. Ia melepaskan genggaman tangannya pada lengan Kwangmin. “Kau mengejekku atau menyadari kalau kau itu bodoh? Kau tahu bukan kalau aku ini pintar? Sekali pinta maka tetap saja pintar. Bahkan lebih pintar dari Kyu hyung dan juga jauh lebih pintar darimu Kwangie.”

“Nde… nde… baiklah, kau memang pintar.” Kwangmin tak meneruskan pertengkaran kecil mereka karena bisa saja Youngmin yang akhirnya kalah dan menjauhinya. Bisa-bisa ia menjadi duda sementara karena diacuhkan uke tercintanya.

“Eum, Kwangie kalau boleh jujur aku tak suka dengan sekolah ini.”

Kwangmin menghentikan langkahnya dan menyeret Youngmin untuk duduk bersamanya. “Memangnya kenapa? Kulihat semua fasilitasnya lengkap. Dan juga kegiatan ekstra dan jam tambahannya juga teratur dan rapi. Bahkan sekolah ini memiliki predikat terbaik di Korea.”

“Kau lihat arah sana. Arah lurus di depan kita.” Youngmin berbisik lirih ditelinga Kwangmin. Kwangmin hanya mengangguk mengerti. “Dia sepertinya melihat ke arahku terus sedari tadi.”

“Hei, jangan berfikiran terlalu jauh hyung. Bisa saja dia ketua Kesiswaan atau juga ketua kedisiplinan. Atau bisa juga  anggota administrasi sekolah yang mengurus kepindahan kita.”

“Ahni, memang terlihat seperti itu. Tapi sepertinya dia menyukaiku.”

Ingin rasanya Kwangmin tertawa keras dan mengusap lembut rambut blonde Hyung tercintanya. Tapi ia mengurungkannya dan kini hanya mengusap kedua bahu Youngmin. “Kau milikku, dan hanya akan bersamaku. Tenanglah Hyung… kau tahu bukan, aku bisa melakukan apapun untuk mempertahankanmu?”

Youngmin mengangguk pelan dan tersenyum. Ingin rasanya Kwangmin melumat bibir pink kemerahan yang terlihat sangat manis dan basah itu. Tapi belum juga ia berhasil mencium Hyungnya, hidungnya sudah mencium wangi parfum yang cukup menyengat disekitarnya.

Kwangmin dan Youngmin mengernyit heran saat ia melihat namja yang tadi ditunjuk Youngmin kini sudah ada di depan mereka. “Annyeong…” Namja itu tersenyum ramah dan membungkukkan tubuhnya. “Aku ketua Kesiswaan di sekolah ini.”

“Ah, ne. Kami siswa baru, dan hari ini akan melihat-lihat dulu bagaimana keadaan sekolah baru kami.” Youngmin mengangguk hormat dengan nada bicara lembut dan sopan. Namja itu mengulurkan tangan kanannya, mengajak Youngmin untuk menjawab uluran tangannya. “Dongwoon imnida. Salam kenal…” Namja itu menebarkan senyumannya dan sedikit mendekat kepada Youngmin. “Pretty boy…”

“Mwo? Kau…”

“Nde… nado bangapta…!”

Kwangmin menoleh pada Youngmin yang kini tersenyum kecil dan hendak mengulurkan tangannya. Dengan sigap ia menahan tangan itu. “Hei, apa maksudmu dengan pretty boy itu? Kau mau cari masalah denganku!?”

Tapi namja itu hanya tersenyum kecil dan memasukkan kedua tangannya ke saku celananya. “Hah…. ternyata kau protektif sekali. Kulihat kalian mirip, tapi menurutku dia memang lebih baik dan jauh lebih manis darimu.”

“Yah! Kau mau ca….!”

“Sudah Kwangie,kita pulang saja. Kau membuatku takut.” Youngmin mencengkeram erat lengan Kwangmin yang hampir melayangkan tamparannya pada Dongwoon. Memperlihatkan wajah takutnya dan sedikit menarik lengan Kwangmin.

“Ish… kali ini kau selamat. Tapi awas saja!”

Kwangmin meraih pinggang Youngmin dan membawanya untuk bergegas meninggalkan sekolah itu. “Benar ‘kan apa kataku, dia pasti menyukaiku.” Youngmin bergumam kecil sambil membuka pintu mobilnya.

Sedangkan Kwangmin, ia menginjak kasar pedal gas mobilnya membuat mobil mereka dengan cepat meninggalkan area sekolah itu. “Ish… aku jadi malas bersekolah disini.”

Youngmin mengusap bahu Kwangmin dan kemudian melingkarkan lengannya di pinggang Kwangmin, kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Kwangmin. “Katanya kau akan menjagaku dan selalu bersamaku. Jika ada Kwangie, aku percaya dimanapun aku berada pasti Kwangie selalu ada dan menjagaku.”

Kwangmin tersenyum kecil dan mata mereka bertemu, hanya ada senyuman. Tak perlu ada kata-kata lagi. Sebenarnya Kwangmin seringkali berfikir, hyung-nya yang manis ini pasti punya gumpalan kecil diotaknya yang kadang membuatnya menjadi pintar tapi tak jarang juga ia memperlihatkan sikap babo-nya.

.

.

.

.

.

“Bagaimana, kau terima atau tidak?”

Heechul tengah mengajukan satu persyaratan kecil untuk pengusiran Haneul, yeoja yang terus saja mengikuti Kyuhyun kemana-mana. Lagi-lagi Kyuhyun hanya bisa mengaduk kopinya, memukulkan sendoknya dan memainkannya.

Ting…. ting…

“Ayo jawab. Umma banyak urusan, setelah ini jika kau setuju maka umma akan segera menghubunginya. Ayolah ini hanya main-main.”

“Tapi Umma, aku benar-benar mencintai Sungmin. Mana mungkin aku tega bersikap seperti itu padanya.”

Heechul mendekat pada Kyuhyun dan memeluk bahunya. “Kyunie chagiyya, dengarkan Umma. Kau lihat sendiri bukan, dia masih menjaga harga dirinya. Dia selalu kesal didepan Umma jika sudah menyangkut kejelasan perasaanya. Baiklah, ini mungkin seru jika di novel Umma. Tapi Umma ingin Sungmin sedikit mengejarmu, ayolah bekerja sama sedikit demi kelangsungan little Cho-mu itu.”

Kyuhyun menatap melas pada Heechul. “Apa aku begitu kasihannya ya?”

“Bukan begitu chagi. Kau pasti senang bukan, jika Sungmin mengatakan dia mencintaimu kapan saja kau mau? Bukan hanya menyebut namamu saat kalian bercinta saja. Ayolah, itu sangat membosankan.”

Kyuhyun mengangguk mengerti. “Memang sih, tadi saja aku sempat berbicara padanya sebelum berangkat ke kampus. Dan dia bilang, memang dia sengaja tak mau terlalu menunjukkannya pada Umma dan Appa. Sebenarnya aku sih tidak apa-apa, tapi mengapa rasanya seperti dia mempermainkan aku.”

“Nah, itu kau meyadarinya. Eum… tunggu sebentar. Umma punya sesuatu yang mungkin bisa membuatmu sedikit mempertimbangkannya.” Heechul segera beranjak dari sisi Kyuhyun dan segera mengambil notebook yang selalu ia bawa kemana-mana itu. Mengutak atiknya sebentar dan ia tersenyum kecil.

“Lihat….” Heechul menunjukkannya pada Kyuhyun. “Dia sangat cantik bukan? Pintar, berkelas, sopan dan kaya. Dia anak kenalan Umma di Amerika. Karena besok liburan, dan dia juga sedang mengosongkan jadwalnya jadi Umma sengaja meminta bantuannya. Tapi kalau kau tak mau bekerja sama ya sudah, kita batalkan saja.”

Kyuhyun terlihat berfikir sebentar. Ia berulang kali berganti menatap pada Heechul dan ke arah layar notebook merah itu. “Asalkan Umma menyingkirkan Haneul.”

“Nde, kau tenang saja. Aku akan bicara dengan dosenmu agar dia mau merekomendasikan Haneul untuk ikut pertukaran pelajar ke luar negeri, dan aku pastikan dia tak akan menolaknya.” Heechul menyeringai kecil.”Otte?”

“Haish… Umma selalu saja begitu. Semua demi novel Umma. Ck… ck…”

“Ayolah, hanya sedikit bermain drama. Umma janji, Sungmin tak akan menangisimu. Mungkin saja dia hanya akan sedikit kehilanganmu. Bukankah bagus, jadi dia bisa berterus terang tentang perasaannya. Ini demi best seller Umma, ayolah.“

Kyuhyun kembali menghela nafasnya. “Haish, baiklah-baiklah….”

“Ah!!! Jeongmal!” Heechul melonjak senang dan segera memeluk Kyuhyun. “Nae Kyuhyunie yang terbaik. Saranghae!”

“Ish, Umma kau berlebihan.”

Untung saja mereka sedang berada di ruang tertutp, ruang VIP. Jika tidak maka Kyuhyun sudah disangka gigolo yang melayani tante-tante cantik dan kaya.

“Aku kembali ke kampus dulu Umma, takutnya Sungmin akan kembali ke sifat aslinya dan terus menebar pesonanya kemana-mana.”

“Nde…”

.

Chup…

.

“Jaljayo!”

Yah begitulah, seorang anak mommy yang benar-benar seutuhnya dan sepenuhnya harus hidup berdasarkan garis yang sudah di buat oleh Heechul. Setelah kepergian Kyuhyun, Heechul segera meraih ponselnya.

“Yobosseoyo! Ah, Miss Woo… annyeong!”

“….”

“Nde, aku ada sedikit pekerjaan untuk putramu. Eum, bagaimana mengatakannya yah. Tapi aku pastikan dia akan menyukai pekerjaannya. Apalagi dia ‘kan membantuku, ayolah demi novel terbaruku.”

“….”

“Ah… jeongmal! Ah gomawo…!”

“…”

“Nde, tenang saja. Aku bisa pastikan itu, nde…. annyeong.”

Heechul tersenyum evil. Ia menatap pada layar notebooknya. Menatap gemas pada foto seorang namja dengan kecantikan di luar batasnya. “Neomu yeppeo, pantas lah untuk saingan nae lovely Sungminnie….”

.

.

.

.

.

.

Sesampainya di sekolah, Kyuhyun dikejutkan dengan pemandangan yang sama sekali tak membuatnya senang. Sungmin tengah membiarkan yeoja yang tadi duduk bersamanya itu bergelayut manja di lengannya. Terus tersenyum dan tertawa kecil seakan mereka pasangan yang benar-benar bahagia.

“Cih… benar-benar keterlaluan.” Kyuhyun segera masuk ke mobilnya dan mulai membuntuti Sungmin. Sepanjang perjalanan, selalu saja banyak umpatan-umpatan yang ia koarkan karena melihat tingkah yeoja yang sok cantik itu.

“Cih, tingkah yeoja itu benar-benar kampungan. Seperti tak pernah naik mobil mewah saja.” Bugatti Veyron 16.6 Grand Sport Vitesse, mobil mahal yang baru saja di beli oleh Cho Hangeng dengan harga fantastis itu melaju cepat di jalanan sepi kota Seoul. Kyuhyun sedikit harus mengerahkan kemahirannya untuk mengendarai Lamborghini Gallardo berwarna hijau kesayangannya.

Mereka berhenti tepat di sebuah supermall yang cukup padat pengunjung. Kyuhyun selalu mengikuti Sungmin, sesekali bersembunyi saat Sungmin berusaha menoleh ke arahnya. Hingga akhirnya Sungmin dan Jie Eun masuk ke dalam satu toko.

Cukup lama Kyuhyun bersembunyi dan mengawasi Sungmin, hingga akhirnya…

“Ming oppa!”

Yeoja sexy dengan kemeja putih dan hotpans-nya itu berjalan cepat saat melihat sosok Sungmin dari kejauhan. Sedangkan Kyuhyun hanya diam dan terus mengintip Sungmin dan Jie Eun dari balik salah satu boneka teddy bear besar yang ada di toko pernak-pernik serba pink itu.

“Eh, Eve…” Sungmin tersenyum canggung. Ia sungguh tak menyangka bertemu dengan mantan (read: maybe) kekasihnya yang mungkin belum ia putuskan itu. “Ada apa? Tumben kau kesini?”

“Ya! Ming Oppa! Jadi ini yang kau lakukan  huh? Kenapa tak menemuiku malah kau bersama yeoja kurus ini? Apa yang kau lihat darinya, Oppa?” Eve menatap tajam pada Jie Eun yang kini meremas erat lengan Sungmin.

“Lepaskan Ming Oppa! Kau yeoja tak tahu diri! Punya apa kau, sampai kau berani mengganggunya? Pergi sana atau aku akan menyeretmu dengan tanganku sendiri!”

“Nde! Mianhe eonni…” Jie Eun bergegas meninggalkan Sungmin yang sepertinya akan segera berperang  dengan Eve. Jie Eun sesekali menoleh kebelakang, dan berusaha menyeka air matanya. Sedangkan di tempat persembunyiannya, Kyuhyun tengah tersenyum iblis sekarang.

“Hahahhaa…. ada gunanya juga Sungmin mempunyai yeoja chingu sok seksi itu.”

Sungmin segera meraih bahu Eve dan mendorongnya pelan, membawanya keluar dari toko itu. Kemudian mereka berhenti tepat di sisi Kyuhyun dan hanya terhalang kaca etalase, tapi untunglah Kyuhyun bisa menyembunyikan dirinya hingga Sungmin tak menyadari keberadaannya.

“Eve, bagaimana bisa kau sampai disini?”

Eve memutar bola matanya kesal. Ia menyilangkan kedua lengannya di depan dadanya. Membuat pemandangan indah itu terpampang jelas di depan Sungmin. Terlebih lagi kemeja yang di pakai Eve benar-benar jauh dari kata layak pandang. So…. sexy.

“Kau ini menyebalkan Oppa. Tidak di kampus lama, di kampus baru kau juga seperti itu. Kukira setelah pernikahan bodohmu kau bisa mencintai satu orang saja. Jika kau masih ingin mencari yeoja, kenapa tak ke tempatku saja. Kenapa harus yeoja kurus dan rata begitu? Seleramu benar-benar buruk dan menjatuhkan pamorku. Memalukan!”

“Eoh??” Sungmin mendelik tak mengerti. “Apa kau sedang cemburu sekarang?” Eve mengelengkan kepalanya pelan. “Atau kau sudah bisa menerima pernikahanku? Kenapa berbicara seperti itu?”

Eve memutar tubuhnya dan menghadap Sungmin. Mengusap pipi chubby mantan namja-nya. “Aku tak apa sekarang Oppa. Gwenchana, lagi pula aku sudah menyelidiki tentang suamimu itu. Ternyata dia orang yang pintar dan benar-benar hebat. Mungkin aku akan mengejarnya jika aku tak mengenalmu lebih dulu.”

“Yah! Eve!”

Melihat ekspresi kemarahan Sungmin, sama sekali tak membuat yeoja ini takut. Malah Eve semakin gemas dengan Sungmin. “Aku hanya baru menyadari, ternyata Oppa memang manis sekali dan cocok sebagai Uke.”

“Mwoya? Yah, apa maksudmu!!? Kau sudah gila!”

Ingin rasanya Kyuhyun tertawa terbahak sekarang, ia sudah bersusah  payah menahan tawanya dari balik boneka besar itu. Terlebih saat melihat ekspresi Sungmin yang benar-benar menggemaskan saat ini.

“Yah, setidaknya Kyuhyun itu lebih baik dari yeoja tadi. Bahkan yeoja yang kau bawa itu tak pantas jika dibandingkan dengan semua ex-mu itu. Sudah kurus dan kucel begitu, kampungan dan kuno. Kau mengambilnya dari panti asuhan apa? Ck… aku benar-benar kesal Oppa. Harusnya kau mencari yeoja yang setidaknya lebih sexy dan lebih kaya dariku, kenapa harus yeoja yang lebih jelek dari pembantuku di rumah?”

“Huhhh….” Sungmin hanya bisa menghela nafasnya saat Eve menghentikan omelannya. “Dulu saja, kau menangis dan merengek padaku. Tapi sekarang kau malah mendukung pernikahanku.”

“Aku hanya melihat sosok lain pada Kyuhyun, lagi pula tubuhnya itu sepertinya sangat sexy dan hebat jika di…”

“Yah!!! Eve!”

“So what? Bukankah kau tak pernah mau melakukan lebih selain kissing denganku. Bahkan menyentuh leherku pun kau tak pernah. Ish….” Eve yang kesal dengan Sungmin kemudian berjalan cepat dan meninggalkan Sungmin yang kini tengah mendapat tatapan aneh dari beberapa pengunjung supermall itu.

.

.

.

.

.

“Ini gila.” Sungmin melempar ke sembarang arah kedua sepatunya dan kemudian menjatuhkan tubuhnya di kasur nyaman Kyuhyun. Setelah pertengkaran konyol itu, ia langsung pulang. Benar-benar payah, penutup dari hari pertama kuliahnya itu benar-benar membuatnya kesal setengah mati.

“Seenaknya saja Eve mengatakannya. Enak saja! Dia pikir aku seperti yeoja eoh? Lalu selama ini bagaimana dia melihatku? Uke! Uke! Dia pikir aku suka dengan posisiku?!”

Sungmin sibuk bergumam sendiri. Kemudian membalikkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamar yang kini sudah terlihat berbeda dari pagi tadi. “Ck… Konyol!”

Sungmin menggeleng dan menatap tak percaya pada pemandangan di atasnya. Menatapnya aneh, “Perbuatan siapa lagi kalau bukan Nyonya Cho. Bagaimana bisa dia memasang foto pernikahan di atas sana?? Dia memang gila dan fantastis. Sangat mengagumkan.”

Jujur dilubuk hatinya, Sungmin sebenarnya selalu mengidolakan penulis kesayangannya. “Sexy dan cantik. Kaya, terlebih dengan pakaian mewah dan juga… eoh…” Sungmin terperanjat dari posisinya. “Apa memang aku ini gay?” Sungmin bergumam sendiri. Ia sempat mengingat sedikit kepingan masa lalunya. Dimana ia sering dikelilingi yeoja dan bahkan ada yang hampir naked di depannya.

“Aku bahkan tak terangsang saat melihat tubuh mereka. Juniorku…. “ Sungmin mulai memikirkannya. Mungkin sebentar lagi dia akan berteriak histeris saat menyadari tentang kenyataan yang sebenarnya dari tubuhnya sendiri.

“Ah!!!! Andwe!!!!?”

.

.

.

.

Acara makan malam kali ini terasa istimewa, dan juga menimbulkan banyak pertanyaan di benak Sungmin. Satu yeoja cantik yang dikenal dengan nama Heechulie sang novelis nyentrik itu tengah bercanda ria dengan orang baru.

Namja cantik yang benar-benar cantik, hingga sesekali Youngmin harus mencubit paha Kwangmin saat saeng kesayangannya itu terus fokus menatap namja di hadapannya.

“Nah, karena semua sudah ada disini aku akan memperkenalkan aegi dari teman Umma. Dia ini seorang top model dan juga artis pendatang baru yang baru saja memulai karirnya di Amerika. Dia sedang liburan di Korea dan karena Umma ingin dia tinggal bersama kita maka mulai hari ini dan selama masa cutinya dia akan tinggal di rumah kita, otte?”

Heechul menatap satu per satu aegya-nya tak terkecuali Sungmin. Tak ada reaksi yang mengejutkan, hanya saja sedikit ringisan kecil dari Kwangmin yang terus saja di cubiti oleh Youngmin.

“Eum, bukankah dia punya saudara disini Umma? Kenapa harus tinggal bersama kita?” Kyuhyun membuka suaranya dan sedikit melirik pada Sungmin. Memastikan bagaimana reaksi Sungmin. Tapi sepertinya namja itu sama sekali tak peduli dan malah asyik menyantap menu makan malamnya.

Haish…. keterlaluan.’ Kyuhyun hanya bisa membatin menatap reaksi Sungmin.

“Karena umma ingin dia tinggal bersama kita!” Heechul mengusap bahu namja itu dan tersenyum ramah padanya. “Ayo perkenalkan dirimu.”

“Annyeong, Kevin imnida….”

.

.

.

TBC….

Ada yang masih mau FF ini ga yah? Eum low kira2 dah pada bosen, pengennnya nih epep end-nya ch. Berapa?

Review ya…..

.

.

Big Hug and Kiss to all my lovely reviewer

Sorry for typo, kebiasaan ga diedit lagi. Mind to Left any words???

Review please….

99 thoughts on “D.R.A.M.A || KYUMIN|| YAOI|| Ch.9||

  1. Waaaaaa ming siap2 saingan lu datang..jaga kyunie baik2.. Biat ming cmburu chingu..pasti seruuuu… Aq g prnh bosen ma ff chingu..blasan chap pun aq ikuti..dtnggu next chap chingu

  2. Wahh.. Minppa lucu dblang uke ma mntan’a:-P
    Kyak’a chap dpn bkalan tmbh sru ne, g sbar nggu chap dpn, cpt update y oen;-)
    Gmn klo end’a d antra chap 15-20 z oen kyk snowdropp gt??

  3. hwa. . .kevin ada juga ternyta. .
    wah mkin rumit ternyata ksah cnta kyumin. .

    eon Q bca dri awl smpai chap 9
    ksah cnta kyumin yg sangat bertlak belakng sft msing2
    tpi aku suka ktka ming mendsah hebt karna kyu. . .

    lanjutkan eon. .

  4. waahhhh… saingn min dtg… hehehehe
    jdi pnasaran apa rencana heenim n kyu brhasil yaa?! pa nt mlh agal total… heheheee
    lanjut za eon, chap berapa pun aq tunggu… asal update kilat… hehehehee

  5. Lanjut dong chingu,,
    Aku suka sama jalan ceritanya,,heheh
    Umin yg keras kepala dan kyukyu yg terlalu lugu??
    Dtggu lanjutannyaa
    Hwaiting

  6. Kirain ming sama eve udh ngelakuin yg iya² trnyta mereka belum melakukannya *smirk*

    daebak, heenim mah ada² aja idenya buat kyumin, pake datangkan kevil lagi, ayo henim ajumma buat ming cmburu, kasina kyuppa tersakiti mulu *lol*

    ditunggu chap selanjutnya eonni^^
    Fighting!

  7. suka kyumin moment di pinggir kolam renang ,
    So sweet..

    Aish,,chulie emg gak ada dua’a deh.
    Pasti ada aja ide yg mncul demi melancarkan novel’a..

    Wah kevin yg jd saingan’a min..

    Q msh tguin ni ff kok,,End’a di chap 13-15 aja..

  8. waah acra cemburuan bru akn d mulai. . hehe
    aq suka kta” eve tadi. .gokil bgt. .malah dukung kyuppa kowh hahaha
    lanjut thor!

  9. min jangan keras kpala trus dong kapan moment romntisnya bareng kyu kalau gitu
    hayoo ada pengganggu dateng tu gmn tu si min
    FF ini seru chingu heeeem lanjut sampai ch 15 hahaha lanjud lanjud lanjud

  10. ampe min blng cnta ke kyu bru blh ending
    min udh kyk jdiin kyu pmbntu aja..
    sbernya aku kyu yg ngjar2 min
    hehehe
    aku ska liat kyu ssah (d lmpar sparkyu)
    di tnggu lnjutannya

  11. Huwaaaaaaa seru thorrr ,,, aku ketawa ngakak pas denger eve malah muji kyuhyun😀 hahaha ….
    Sungmin emang udah takdirnya sama kyuhyun😀 ,,, huwaaaa ada kevin u-kiss omg !!!!! I like him

  12. Jadi bingung sama peran Eve di sini ‘-‘
    Jangan-jangan dia nanti jadi fujoshi kayak Heenim!? O.o
    Eve baru sadar kalau Ming itu mukanya uke banget?😀

    Astaga~ Ming mikirnya ekstrim banget! -..-
    Dia baru sadar kalau ‘tubuhnya’ gak bereaksi apapun ngelihat cewek dengan dandanan se-vulgar Eve atau Heenim? Ckck, saya turut prihatin. (ditelen Ming)
    Jadi sekarang Ming bakal bersaing sama Kevin?😀
    Apa setelah ini Ming bakal ngakuin perasaannya? Aku tunggu chapter 10-nya😉

  13. hadah ga kebayang law pny mertua kyk heechul(~_~”)

    mau mpe chap berapa pun ending na ga masalah kuk
    hehehhehe

    busyet dah cantik mamad tu cowo kyk bule(*_*)

    hmmm ngomong2 kevin tu sapa yahk???
    *oke boleh tabok mira sekarang juga

    i waiting next chap(/^_^)/

  14. Lanjuuut,, lanjuuuuut!!!

    Aish, ming itu knp ksan.a mlh kya plin pan bgtu y?? Trs gengsian bgt. Pdhl udh cnta sm c kuyu. Dan c kuyun jg bnr” kasian kkkkk
    #bahagia tak trkira #eh

    Cpet d lanjut y eon. Sma yg secret heart jg, d tnggu next chap.a ^^

  15. annyeong saya hijrah dr ffn ke sini hehe ^^
    jujur ini ff udah aku tunggu2 dikiria udah ga bakal update, ternyata dipindah disini.
    Foto kevin kenapa cantik banget disituuuu -_-
    kevin jadi orang ke-3 dihubungan kyuminkah??

  16. KEVIN??? U-KISS??? Yaaayyy gasabarrr!! Lanjut eoooonnn!!! Pasti mereka lagi rencanain buat bikin sungmin cemburu yaaahhh yaaahh gasabarrr ><

  17. ahahaha apalagi tuh rencana heechul ma kyu >.<
    aaa suka deh thor..
    nggak bosen kok, habisnya min kekeh banget disini😀
    terserah author mo sampe berapa chap🙂
    lanjuuuut gogogo🙂

  18. eonnie.. si kevin itu cm pura2 jd sainganny sungmin kan? jangan biarin dia suka kyu beneran yah… gk rela. ah klo perlu tmbahin namja lain yg suka ama min juga donk eonnie🙂
    aq msh suka fic ini. tmbh suka. klopun eonnie bkin lbh dr 20chap jga gk bkal bosen un😀

  19. wah ada saingan baru yg gak kalah imut nih, pasti makin seru. Aku belum bosen kok onnie. Masi penasaran sama ide2 gila heenim umma.

  20. em bosen sich enggak cuma klo bs jangan sampe lebih dari 12ch biar ceritanya tetap bagus n gak jd terlalu panjang, juga biar tetap berasa sampe akhir. oya makasik udah diizinin baca karyanya

  21. Ayo kyu buat ming merasakan cemburu… Ikuti aja drama chullie eomma kan buat kebaikan rumah tangga mu… Hehehehehe.. Ayooo ming jgn cari2 yeoja2 centil lagi… Lanjut.. Lanjut.. Please lanjutttt penasaran ma apa yg ∂К∂π dibuat kevin buat ming cemburu🙂

  22. Subhanalloh cantiknya dirimu kevin!!
    Ah,, ini SANGAT bagus,, seolah” unni yg jdi heenchul oppa di ff ini!! Krn kyumin hrs ngikutin jln crita ff unni tpi mau sepanjang sinetron indonesia yang b’belit n gg mutu(?) ff unni lbh asik tuh… Unni andaikan aq produser film aq bkln jdiin ff unni jdi skenarionya n pke kyumin sbg main castnya psti keren ya un,,!!
    Aish,, prinsip 3D nya kambuh

  23. aduh ternyata drama udah tamat🙂
    ketinggalan dari chap 9 nih
    uwaaa itu kevin so cute
    aduh heechul ada-ada aja,,,
    gimana reaksi sungmin di chap depan
    aku mau langsung ke chap 10🙂

  24. Youngmin kalah pamor dari Kevin di mata Kwangmin ?
    Apa itu mungkin ?

    Sungmin baru menyadari nya ?
    Ternyata dia sama saja sepertiku
    .

    .

    agak lola *eh

    apa yang akan dilakukan Kyu dan Kevin
    lebih baik di baca dulu u,U

  25. kkkk~
    Kevin??
    W.O.W
    Dia kan unyu…
    Klo dibandingin sama Ming,, err… agak sulit memilihnya…
    Yooo!!!
    Demi Cinta-mu Kyu!
    Sedikit menggoda Ming nggak apa-apa…
    Tes seberapa tulus Ming mencitaimu…
    Fighting!!!^^

  26. Heechul eomma emang daebak…!!!😀😀

    Kyaaa..!!!! Kyaaa…!!! aaaaa…. ada kekev’oppa…😀😀
    Hohoho,, mian thor aq ga bisa coment byk2,, pnsran sma si kekev..
    Pengen liat KyuVin moment ^__^ *d’pasungSungmin*

  27. haghag hag hag ~~ lucu si eve itu ;;

    wah,, drama bnr” dimulai ,, ayo siapkan popcorn *pletak

    aku ttp nunggu bls.n mu thor *nunggu dikasih PW😄 ,, kaya.a author sibuk smpe tdk mmbls sms ku *nangis dipojokan bareng twins

  28. Ming sudah mengenali gejala-gejala kalau dia Gay nih, hehehe…

    Kyu and his Mad Mom will ‘lil play about Sungmin’s feel. It’s gonna be fun, isn’t it?

    Go, go, go..!

  29. Youngmin emang slalu ngegemesin.

    Aigoo. Heechul. Tw dh dari mana si kyu dpt gen evil.
    Evil’a emang ga tanggung2.

    Keep write, eon~

  30. Aigoo!! Aigoo!!
    Heechul omma benar” pandai (y)

    Gimana ya kisah selanjutnya?
    Jadi penasaran, Sungmin bakal bereaksi seperti apa.
    Next Chapter »»

  31. Huwaaaa
    ide yang bagus tuh xD
    buat ming cemburu n ngakuin perasaannya xD kkkk
    ah, bagus2, tyt si eve itu dy malah ngedukung pernikahan kyumin, good job xD
    eoh? jdi kevin yg bkal bantu buat ming jealous?? kkkk
    ah, gag sbar liat reaksi ming tar kalo kevin ud dekat2 ama kyu xD kkkk~
    next ah xD

    ps : author sii ><'''
    n dri chap ini pula, hehehe
    soalnya sblumnya ak bca d ffn :3 tpi name q d ffn sama koq, hehehe

  32. Aigooo, , ,ngekek sma masa lalu’y ming,bnr aja ga pernah ngejamah eve klo liat cwe bugil aja ga “bngun”
    Kkkkkk
    Emng dsar uke tulen yahh, , ,cwe sesexy eve aja dianggurin

  33. Hoo ada kevin o.o
    Ayo ming jangan mau kalah , kamu lebih seksi dan imut koo walau kevin cantiikk😄
    Aih semoga sungmin segera sadar dengam posisi ukenya dan menerima dengam lapang dada …
    Jadi penasaran chap berikutnyaaa.. :3

  34. kevin cantik jg yaaa tp dia ga seimut sungmin,,menurutku lohh^^v
    waaa jgn sampe kevin atopun kyu jatuh cinta beneran. andwae!!
    ato malah kevinnya yg jatuh cinta sama ming?? hihihi

  35. waduh bkalan da sesuatu nih..
    coz hecul uma punya rencana bwt ming opa…
    aigoo…
    pasti bakal tambah seru..
    eoni ni ff sungguh sesuatu..
    gx sabar baca kelanjutannya..
    next capater…
    #bow

  36. hiks aku bacanya lompat nih dari chapter 4 langsung chapter 9, aku minta passwordnya dong author buat semua chapter yang di password.
    hua kayaknya seru nih heechul menghadirkan saingan buat sungmin haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s