Chicken Soup for Teenage Soul || SEKUEL CSOF || ch. 2||

CHICKEN SOUP FOR TEENAGE SOUL

 

 

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : T to M

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

– Other SUJU and SHINEE member

-KyuMin aegya :

~ Cho Sunghyun a.k.a Sungie (N)

~ Cho Minhyuna.k.a Minhyunie (Y)

~ Sandeul b1a4  a.k.a  Cho Kyumin (N)

Haehyuk aegya

                ~ Lee Eunhae a.k.a Junior (N)

-Yewook aegya

                ~Kim Jongki a.k.a Kie (N)

 

-Zhoury Aegya

                ~ Jinyoung b1a4 a.k.a Zhoury (N)

 

-Sibum Aegya

                ~ Baro b1a4 a.k.a Sibum                (N)

-Jungmo x Leeteuk

~ Gongchan a.k.a Baby Soo (N)

– Yeoja Cast (GS)

                ~ Leeteuk            ~ Junsu’ie            ~ Taemin

                ~ Heechul            ~ Jaejong             ~ Key

Pairing : KYUMIN and Other Pair

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Tapi Kyuhyun dan Sungmin saling memiliki. Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun

Genre : Romance / Family/Humor (dikit)

Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, gaje, typo disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Summarry : “Menjadi dewasa adalah IMPIAN. Setelah dewasa karena usia adalah BEBAN. Karena semua yang kita lakukan adalah sebuah bekal, untuk melangkah bersama menuju satu titik KEDEWASAAN. Dimana KEJUJURAN akan menjadi satu tali yang mengikat kebersamaan kita. Raih genggaman tanganku dan kita akan tumbuh bersama.”

.

.

.

.

GAMSAHAE untuk yang selalu setia sama KYUMIN and menanti ff ini.

Be Patient with Me please. No Copas/No Bash. Don’t Like Don’t Read.

Mianhe, jika ceritanya semakin ngawur dan juga keluar dari KyuMin. Tapi inilah Chicken Soup.

Dimana kebersamaan dan kekeluargaan itu terasa nyata.

 

As a small present for OUR LOVELY AND THE GREATEST COUPLE

Let’s save their love, 13elieve in the name of 7ove….

.

.

HAPPY READING

.

.

CHICKEN SOUP FOR TEENAGE SOUL

.

Chapter 2

.

.

Ep. KyuMin secret

.

.

.

Notice me:

 

Ni keterangan Usia and tingkatan kelas mereka.

 

~ Senior High 3rd Grade :  Cho Sunghyun (17), Cho Minhyun (17), Kim Jongki (17), Junior (17), Taemin (15), Key (16), Minho (16), Onew (17).

~ Senior High 1st Grade :  Zhoury (15), Sibum (15)

~ Primary School  5th grade : Kyumin (10), Baby Soo (11)

 

.

.

.

.

.

Seoul International Multischool

.

.

.

Hari ini cerah, tentu saja. Bahkan sangat cerah karena Minhyun sekarang tengah ‘menikmati’ waktunya bersama Kie. Seharusnya, saat ini Kie tengah marah besar dengan Minhyun. Tapi meski seharusnya seperti itu, dia tetap saja tak bisa berlama –lama melakukannya.

Hei… siapa yang bisa tahan untuk marah jika kau disodori pemandangan cantik dengan muka memelas yang sangat menggemaskan seperti itu. Rasanya, jika bisa memilih lebih baik Kie kabur dan bersembunyi di dalam pot besar yang ada di kebun rumahnya.

“Mianhaeyo….”

Suara itu terdengar lirih dan bergetar. Sebentar lagi pasti ada garis basah di pipi chubbynya. Terkadang Kie juga bingung harus berbuat apa dan berlaku bagaimana dengan Minhyun. Yeoja yang amat di cintainya ini, bukan tak bisa menghargai orang lain tapi dia hanya terlalu mencintai seorang Kim Jongkie.

Kie menoleh malas saat Minhyun menarik kecil lengan seragamnya. Sejujurnya ia sudah tak tahan untuk mengusap air mata Minhyun yang sudah keluar cukup deras (?). Yeoja itu menangis dalam diamnya.

“Kie… huksss…. Mian… hukkss…. Kie….”

Sesenggukan dan masih mencoba untuk berbicara. Sangat konyol, dimana Minhyun dengan mudah menangis di depan Kie tapi sangat susah dikendalikan dan seenaknya pada yang lain.

“Aishhh… kau ini…. “

Kie bersusah payah mengendalikan debarannya dan menarik kepala Minhyun untuk bersandar di dadanya. Sebenarnya ia ingin melakukannya sedari tadi tapi sungguh, ia masih takut. Bukan karena tak mencintai Minhyun, tapi ada sesuatu di dalam tubuh Kie yang terus memberontak untuk terbang saat ia mulai bisa mencium wangi strawberry yang menguar dari tubuh Minhyun.

“Mianhe…”

“Sudahlah, tak usah dipikirkan lagi.”

Minhyun mengangkat wajahnya dan menatap Jongki. Sungguh kali ini dia belum percaya pada kemurahan hati Jongkie. Ayolah, mereka sering sekali bertegkar dan konyolnya selalu saja karena masalah yang sama.

“Dengarkan aku.” Kie menangkup satu pipi Minhyun dan mencium satu pipi yang lainnya. Mengecupnya pelan dan dalam, sedangkan tangannya yang lain menghapus jejak air mata Minhyun.

Kie menutup kedua matanya, kemudian menempelkan pipi chubby-nya untuk menempel dengan pipi basah Minhyun. Mengeratkan pelukannya pada tubuh Minhyun, membuat yeoja itu merasakan semua kasih sayang dan cinta yang ia miliki.

“Kumohon, Minhyunie baby…. aku mencintaimu, hanya mencintaimu…..”

.

.

.

Flashback~ Beberapa jam yang lalu

.

.

.

“Eum, menurutmu jika saja Prince and Princess of School itu Jongkie Oppa dengan Taeminnie sunbae bagaimana?”

“Wah, pasti terlihat bagus. Mereka cocok sekali, Taeminnie sunbae itu pintar dan cantik. Meski dia seumuran dengan kita tapi sudah kelas 3, dan Jongki oppa itu tampan dan menggemaskan sekali.”

 

“Hei, bukankah mereka mirip?”

“Jeongmalyo?”

“Nde, berapa hari ini aku juga melihat Jongkie oppa dan Taem sunbae berdua di kantin. Eum, entahlah mereka berbicara apa tapi terlihat mesra dan serasi.”

“Huwa!!! Bagus sekali, hei bagaimana kalau kita jadi stalker. KieTae shipper, keren yah…. huwaaa!”

Tak  taukah mereka, jika ada yang mendengar percakapan gila dan aneh yang sedari tadi mereka ributkan. Wajah marah bercampur kesal Minhyun sudah tak bisa ditahan lagi.

“Ya! Kie tak akan ikut dalam pemilihan bodoh itu, aku pastikan! Dan ingat, Kie itu milikku!”

“Ah… Mianhe Minnie eonni…. Mianhe…”

“Kya!!! Kabur…!”

Begitulah…

Bukan rahasia lagi jika berapa bulan kedepan adalah perayaan anniversary sekolah mereka, dan sudah pasti akan ada pemilihan Prince and Princess of Shool. Bukan juga 3 yeoja tadi tak tahu hubungan antar sunbae mereka, tapi salahkan saja jika dimata mereka Taemin mungkin lebih cocok dengan Kie.

Minhyun menahan marahnya, berjalan cepat menuju  kantin. Dan benar saja, ia melihat Kie dan Taemin tengah menikmati menu makan siang mereka. Salahkah Minhyun yang tadi langsung menuju ke kelas Sibum untuk menanyakan bagaimana perasaannya setelah menerima sweater dari Kyumin? Hingga ia meninggalkan Kie karena rengekan Kyumin dan sms yang menyebalkan dari saengnya itu?

Minhyun sampai di sisi Kie dan Taem. Sebenarnya ia sudah bersusah payah menahan marahnya, tapi tetap saja tak bisa saat ia melihat ekspresi Taemin. Yeoja itu hanya diam seakan tak peduli dan Minhyun tak bisa menerimanya.

“Kie, kenapa bisa ada disini?”

Belum juga Jongki sempat menjawab, Minhyun sudah menyeretnya untuk berdiri. Menatap tajam pada Taemin. “Kau pintar Taem, tapi sama sekali tak bisa menggunakan otakmu. Ck…. payah sekali.” Minhyun tersenyum sengit.

Ia merasakan Kie berbalik dan  menggenggam tangannya erat, membuat Minhyun mengalihkan tatapannya. “Apa maksudmu Minnie? Jaga bicaramu.”

“Huh!!! Aku, jaga bicaraku? Harusnya dia….” Minhyun menunjuk tepat di wajah Taemin. “Harusnya yeoja pintar ini yang harus menjaga kelakuannya. Aku sudah tenang dia bersekolah di Jepang, tapi kenapa dia harus kembali dan merusak semuanya? Dasar pengganggu!”

“Minnie!”

Jongkie sedikit berteriak dan meremas erat kedua bahu Minhyun. Yeoja itu sama sekali tak bergeming, ia sudah terlanjur marah dan sama sekali tak bisa mengendalikannya. Taemin hanya diam dan menunduk, membuatnya semakin gemas.

“Heh, jangan kau pikir aku tak tahu apa yang ada dikepalamu itu! Kau benar-benar…”

“Minnie! Cukup!”

“Ahni, Kie… aku belum selesai.”

“Aku bilang cukup Minnie, kau dengar!?” Kie kemudian sedikit melengos dari Minhyun. Kemudian menatap pada Taemin. “Mianhe, tapi sepertinya aku harus pergi.”

“Tapi aku…”

“Sudahlah…”

“Kie!”

“Aku bilang sudah dan diamlah, kau ikut saja.”

Minhyun berjalan pelan dan sesekali berlari kecil. Perasaanya campur aduk tak jelas, antara kesal dan marah. Ia benar-benar merasa seperti terbuang dan sendiri, dimana orang yang dicintainya malah sepertinya lebih memperhatikan perasaan Taemin.

Ia mengikuti langkah Kie yang menyeretnya kekelasnya. Kemudian meninggalkannya sejenak di depan pintu. “Tunggu disitu, arrasseo!” Minhyun hanya mengangguk patuh sambil memainkan ujuk roknya. Melihat Kie yang berbicara singkat pada Sunghyun dan juga Junior. Kemudian kembali ia diseret oleh Kie menuju ke arah belakang sekolah. Tepat di bawah pohon apel yang kini sudah mulai menggugurkan daunnya.

Menariknya untuk duduk diatas rumput dan bersandar pada pohon itu. Menatap kedua mata Minhyun yang seakan tengah mengintimidasinya dengan tatapan aneh (?).”Jadi, apa yang ada dipikiranmu?”

“Kie, aku tidak bersalah. Aku hanya menyelamatkan apa yang menjadi milikku.”

“Minhyunie, kau memang tidak bersalah. Tapi apa yang kau lakukan tadi benar-benar tak bisa dimaklumi. Kau tahu, kau terlihat seperti monster seram menakutkan? Kau mengerikan baby.”

Minhyun menggeleng kecil. Ia menatap dalam pada Jongkie, sementara Kie malah membuang wajahnya. Ia memang tengah kesal dengan Minhyun. “Seharusnya kau bisa menjaga emosimu, jangan hanya karena melihat aku dan Taemin makan bersama kau langsung marah-marah.”

“Yah! Ini bukan salahku, kau saja yang tak peka.” Minhyun sedikit bergerak ke arah yang di tatap Kie. Mengunci pandangan namja itu.  “Kie, Taem itu ingin merebutmu dariku. Aku tahu Kie, bisa kupastikan itu.”

“Minnie, jangan berpikiran aneh. Dia yeoja yang baik dan juga manis. Lagi pula dia tak mungkin berfikiran seperti itu.”

“Oh, jadi begitu? Kau lebih membelanya? Kie, kau seharusnya bisa melihatnya. Dia menyukaimu, dan aku tak akan membiarkan dia mendekatimu. Kenapa dia harus kembali ke Korea? Aku harap dia di Jepang saja, kalau perlu selamanya.”

“Minnie! Kenapa kau berbicara seperti itu? Ada apa denganmu eoh?”

“Kie, Taem itu…”

“Kau selalu saja berfikiran buruk tentangnya. Sebenarnya apa yang kau takutkan? Aku?” Kie menunjuk dirinya,  “Kita? Iya? Bukankah kita sudah bertunangan Minnie, apa yang kau takutkan?”

Minhyun meremas gemas genggaman tangan mungilnya. Menatap gemas pada Jongkie yang seakan tak peduli pada kemarahannya. “Kau! Selalu saja! Menganggap mudah, S-E-M-U-A-N-Y-A. Tak terkecuali. Semuanya kau anggap mudah terlebih jika itu Taemin. Kau bahkan selalu membelanya dimanapun. Meski dia yang bersalah tapi kau selalu menganggapnya benar dan aku yang salah. Kadang aku berfikir, sebenarnya kau mencintaiku atau tidak.”

“Minnie…” Jongkie menatap tak percaya pada Minhyun. “Bagaimana bisa kau berfikiran seperti itu?”

“Kau pikir aku apa? Aku boneka? Tak punya perasaan dan selalu saja bisa kau salahkan.”

“Kau yang bersalah dalam masalah ini. Aku bukan menyalahkanmu tapi kau terlalu berlebihan. Tak seharusnya…”

“Kie!”

“Dengarkan aku, dan jangan berteriak padaku. Kau harus belajar menghargai orang lain. Kau selalu saja kasar pada setiap yeoja yang mendekatiku, bukan aku tak suka Minnie. Tapi kau keterlaluan.”

Minhyun semakin bertambah kesal. Ia mendorong Jongkie hingga sedikit terbatuk saat punggungnya menabrak batang pohon cukup keras. “Kau menyebalkan Kie, kenapa aku terus yang salah? Taem itu ingin merebutmu.”

Jongkie sekarang sudah tak bisa mengendalikan dirinya lagi. Dari pada memarahi Minhyun terus menerus, akhirnya ia lebih memilih berdiri. Menatap pada Minhyun yang masih mengeluarkan aura kemarahan di wajahnya. “Kau pikirkan baik-baik Minnie, aku lelah terus bertengkar hanya karena masalah ini.”

“Kie! Yah!!! Kie….”

“Jangan berteriak padaku.” Kie berjalan pelan hingga akhirnya Minhyun sama-sama beranjak dari duduknya dan menghalangi jalan Kie.

“Kie, aku hanya mempertahankan apa yang menjadi milikku.”

“Tapi tidak seperti ini, kau selalu saja berlebihan.”

“Tapi Kie, Taem…”

“Sudahlah, jika kau masih ingin marah maka marahlah disini. Berteriaklah sesukamu.” Jongkie membuang wajahnya dan berkata dengan nada yang begitu dingin. Minhyun mulai kesal dan lemas. Sekarang malah berbalik, menjadi Kie yang mengacuhkannya.

Ia jatuh terduduk dan menunduk. “Baiklah, aku yang salah…” Minhyun bergumam lirih. Jongkie ikut berjongkok didepan Minhyun dan  mencoba melihat bagaimana wajah yeoja-nya itu. Ternyata, Minhyun masih bisa menyembunyikan kekesalannya. Ia masih mencoba untuk tersenyum. “Gwenchana, aku memang selalu disalahkan.”

“Aku hanya ingin kau bisa mengendalikan dirimu, dan jangan selalu berfikir buruk Minnie. Aku pergi dulu, pikirkanlah kesalahanmu hari ini.”

“Kie…”

“Jangan menemuiku dulu kalau kau masih mengerikan seperti tadi.”

“Ahni Kie, aku tidak mengerikan.” Minhyun menarik lengan Kie dan membuat namja itu duduk di hadpannya. “Aku cantik, iya kan? Bahkan lebih cantik dari Taem aneh itu.”

“Minnie…”

“Ya, baiklah-baiklah. Dia cantik tapi aku lebih cantik, dan kau milikku.”

Kie menghela nafasnya. “ Bukan ini yang aku inginkan Minnie, kau harus bisa mengontrol kemarahanmu.”

“Haish, baiklah-baiklah. Mianhe….”

“Ck… tak akan semudah itu. Kau pikir aku akan memaafkanmu dengan mudah? Ini pertengkaran yang sama dan selalu saja berulang dan terus berulang. Kau akan melakukannya lagi, selalu seenaknya dan membentak Taemin lagi.”

“Tapi memang dia…”

“Minnie…”

“Aish… baiklah. Mianhe…”

Tapi Kie malah membuang wajahnya dan memasang wajah tak peduli pada Minhyun. Biarpun bagaimana Minhyun merengek, Kie tetap saja tak mempedulikannya.

.

.

.

Flashback Off

.

.

.

“Hahaha…. jadi karena itu? Kau memarahi Taemin?”

Minhyun mengangguk pelan. Kemudian Kie mencium keningnya dan mengusap pelan kedua pipinya. “Jangan dengarkan orang lain, cukup dengarkan aku saja. Atau aku akan benar-benar meninggalkanmu jika kau masih berfikiran aneh-aneh.”

“Kya!!! Kie!!!”

.

.

.

.

.

.

Dan biarkanlah mereka menikmati waktu mereka di siang hari yang cerah namun dingin itu. Biarkanlah, mereka tak melihat satu yeoja yang bersembunyi jauh di balik tempat mereka. Menatap penuh kesedihan.

“Padahal, aku sudah bersusah payah. Terus belajar dan mengejarnya, tapi…” Yeoja itu berjalan pelan dan meninggalkan tempatnya tadi. Terus berjalan menunduk dan menggumam kecil. “Padahal, aku ingin bersama Kie oppa. Padahal aku sudah berusaha, padahal…”

“Hei…”

Tepukan di bahunya seakan menyadarkannya dari lamunannya. Ia mengangkat wajahnya dan tersenyum canggung. “Hei…”

“Sudahlah, jangan dipikirkan lagi.” Berjalan beriringan menuju ke kelas Taemin. “Bukankah aku sudah mengatakannya dari dulu, meski kau berusaha masih saja akan sulit karena mereka tak akan pernah terpisah. “

“Tapi aku mencintai Kie….” Yeoja itu bergumam pelan, berusaha mengusap air mata yang sedikit membasahi sudut mata cantiknya.

.

.

.

.

.

.

Rumah KyuMin

.

.

.

.

Kyuhyun tengah menatap Kyumin dan Soo baby yang bermain di taman rumahnya. Melihat namja kecil itu terus mengejar sepeda hyungnya. Berlarian cepat kesana kemari dan terkadang mendorong sepeda Soo baby hingga terjatuh.

Tertawa bersama dan mulai  lagi bermain. Ia tersenyum melihat Sungmin yang datang menghampiri mereka. Membawakan satu nampan berisi minuman dingin dan juga biskuit dan cake untuk saeng dan aegi-nya.

“Daddy!!!!”

Kyumin melihat ke atas dan melambai pada Kyuhyun. Ia tersenyum senang dan menyodorkan jusnya. “Mashitta!”

Kyuhyun hanya mengangguk dan tersenyum. Sungmin memanggilnya untuk bergabung dengan mereka. Tapi ia menggeleng cepat. “Ahni, aku harus mempersiapkan bahan rapat untuk besok!” Kyuhyun berteriak cukup keras dan kemudian melemparkan cium jauh untuk Sungmin. Lalu ia menghilang di balik tirai jendela yang kini sudah tertutup.

Ia duduk di meja kerjanya. Mengamati ruang kerja yang ada di rumahnya. Foto kelulusan saat mereka di senior high terpampang jelas. Menampilkan wajah penuh senyuman, hingga ia mulai mengeluarkan raut sedihya saat melihat wajah yang benar-benar ia rindukan.

“Mianhe, aku telah membunuhmu…”

.

.

.

.

Flashback On

.

.

.

Kyuhyun POV

.

.

.

.

“Wookie, aku tak tahu harus membalas apa atas semua kebaikanmu.”

Wookie hanya tersenyum kecil. Aku tahu pasti tubuhnya sudah melemah. Meski dia masih terlihat segar, tapi entahlah. Mungkin karena raut wajah Yesung sama sekali tak menunjukkan jika ia sedang biasa saja.

.

.

.

.

Saat ini, entah mengapa Seoul begitu panas. Hingga Wookie tak bisa lagi menyihir salju. Setiap kepingan salju itu akan langsung mencair. Sungguh, aku tak bisa memaafkan diriku sendiri selama Wookie masih belum bisa dihidupkan.

Ini baru 3 tahun setelah pertunangan Jongkie dan Minhyun. Bukankah aku sangat jahat? Mengambil Wookie dari bocah seusia Kyumin. Meski ini demi Kyumin tapi aku…

Saat ini aku semakin terpuruk, dan tak bisa mempertanggungjawabkan semuanya. Tak bisa menyalahkan orang lain karena pada dasarnya akulah yang bersalah. Jika saja aku tak lengah dan bisa menjaga Sungmin saat itu.

Aku masih melihat Yesung menatap kosong pada pot bunga snowdrop yang sudah kering. Dia benar-benar terlihat seperti mayat hidup. Dan aku tak bisa membantu apapun selain terus mendukungnya dan menjaga Jongki.

Membawa namja mungil itu dan Yesung untuk menginap di rumah kami sesering mungkin, dan membuatnya kembali ceria. Aku tahu, ini salahku dan aku tak bisa melakukan hal yang lebih baik dari ini.

Bahkan Yesung tak marah padaku….

Ini semakin membuatku dihantui rasa bersalah…

.

.

.

.

.

Aku kembali menggenggam sarung tangan dengan hiasan bola kecil yang terlihat manis. Aku selalu bisa membayangkannya. Baby kecil kami yang seharusnya lahir tanpa membebani orang lain, aku sungguh mengharapkanmu.

Dan tahun ini salju kembali datang. Kenapa salju itu tak datang saat dulu? Dimana Wookie benar-benar membutuhkannya. Sekarang, meski ada badai salju-pun mungkin tak akan bisa merubah keadaan.

Dan Yesung, tak pernah memintaku untuk jujur tapi aku selalu merasa bersalah. Saat ini, hanya satu yang terus membebaniku. Bagaimana aku akan mengatakannya pada Sungmin? Mengatakan kenyataan jika Kyumin adalah anak hasil sihir dari Wookie.

Meski sama dengan twins, tapi jika itu Hyunmin… maka dia benar-benar anak kami. Dan Sungmin pasti akan kecewa. Ya Tuhan, aku harus apa? Bagaimana aku mengatakannya? Apakah dia bisa menerimanya?

.

.

.

.

.
Flashback Off

.

.

.

“Kyuh….”

 

Sungmin masih tersenyum manis selama ini. Ia membawa nampan berisi kopi dan cookies bersamanya. Dia selalu tersenyum untukku, meski aku tahu dia pasti tahu apa yang terjadi denganku.

“Memikirkan apa?”

Aku hanya menggeleng dan mengikuti langkahnya. Meninggalkan meja kerjaku dan duduk bersamanya. Meraih bahunya dan mencium keningnya. Dia benar-benar candu bagiku.

“Minhyunie sepertinya tak bisa dikendalikan lagi. Tadi siang, dia memarahi Taemin dan selalu saja hanya karena kecemburuannya.”

“Ya, tentu saja. Dia hanya menjaga yang menjadi miliknya.”

“Ck…” Dia mempoutkan bibirnya, memaksaku untuk menciumnya. Merasakan manisnya yang bisa menenangkanku. Menghisapnya pelan, sekedar untuk menenangkanku.

“Eumhhhh… Kyuhhh….” Dia mendorongku pelan, mengusap dadaku dan kemudian memelukku. Menyandarkan kepalanya didadaku. “Jantungmu berdebar cepat sekali.”

“Nde…”

“Ada apa Kyuh?”

Inilah… satu pertanyaan yang terus saja menjadikan beban untukku. Apakah memang aku harus jujur sekarang?

“Kyuh, sebenarnya aku pernah melihatmu. Kau pergi ke rumah sakit itu.” Dan mata itu menatapku dalam, menuntut semua penjelasan dariku. Jantungku semakin berdenyut sakit. Aku tak ingin seperti ini.

Apakah salah, jika aku hanya ingin melindungi Sungmin?

“Katakan padaku Kyu, apa yang kau lakukan di taman rumah sakit itu?”

“Aku… itu…”

Ya Tuhan, aku tak sanggup. Melihatnya harus terus mengintimidasiku. Mencari kebenaran  dari hal yang mungkin saja bisa membuatnya tertekan sendiri.

“Katakan Kyu? Atau memang benar, kau menemui salah satu dokter yang ada disana? Aku dengar disana banyak dokter baru yang can…”

“Ahni, Ming.”

“Lalu?”

Dia kembali menatapku. Dan aku hanya bisa menghela nafasku, menyiapkan diriku dan menenangkan debaran jantung ketakutanku. “Dengarkan aku Ming…”

Lama aku hanya bisa terdiam, sama sekali tak bisa mengatakan barang sedikitpun. Aku tahu dia mulai kesal, tapi aku benar-benar tak bisa… aku…

“Kyuh…”

“Akh, mianhe tapi aku…”

“Apa? Kau tak bisa jujur? Begitu? Atau memang kau sudah mulai bosan dan ingin mencari yang baru? Iya?”

“Ahni, Ming. Aku tidak seperti itu. Untukku hanya perlu kau, Ming. Aku hanya membutuhkanmu, bukan yang lain.”

 

“Lalu, kenapa tak bisa mengatakannya? Apakah rahasia itu lebih penting dari pernikahan kita? Atau kau malah ingin menikah lagi?”

“Ming, aku tidak…”

“Aku hanya memintamu untuk jujur Kyu. Ini bukan setahun dua tahun kita menikah. Tak bisakah kau percaya padaku?”

Aku meraihnya dalam pelukanku. Aku mulai menangis. Seumur hidupku, inilah perasaan paling buruk yang  pernah terjadi padaku. Perasaan bersalah yang sungguh benar-benar bisa mengalahkan keegoisanku.

“Sebenarnya, aku kesana …. aku…”

“Kyu….”

“Aku mengunjungi baby kita.” Aku hanya bisa mengusap kedua bahunya. Aku tahu, dia pasti meragukannya.

“Apa maksudmu?”

“Eum, itu sebenarnya…” Haish… kenapa ini begitu sulit. “Eum Ming, berjanjilah setelah ini kau tak akan menjauhiku? Kau akan selalu bersamaku.”

“Kenapa Kyu? Hanya mengatakannya saja, apa ini sangat berat? Dan siapa baby kita? Atau jangan-jangan Kyumin itu kembar?”

“Ahni, dia tidak kembar. Hanya saja ini….” Aku melepas pelukannya. Lalu menatap foto Wookie yang tengah tersenyum di foto pernikahan kami. “Sebenarnya, akulah yang membunuh Wookie dan baby kita.”

“Mwo?”

“_ Wookie menyelamatkanmu saat kecelakaan itu Ming. Dan meski pada awalnya aku sempat melupakan kekuatan perinya tapi ternyata malah dia yang mengingatku dan menawarkan bantuannya padaku. Saat itu aku tak bisa memikirkan apapun._”

“_Keadaanmu makin memburuk Ming, dan kita kehilangan aegya kita saat itu, dan kau juga lemah bahkan rahimmu harus diangkat dari tubuhmu. Aku benar-benar takut, aku tak bisa menghadapinya. Membayangkan kesedihanmu saja, sudah bisa membunuhku. Tapi Wookie datang dan memastikan semuanya baik-baik saja, hingga akhirnya sekarang ini malah dia yang harus meninggalkan kita. Awalnya, aku tak pernah berfikir jika sihir itu bisa melemahkannya._”

“Jangan katakan jika dia meninggal saat badai panas 7 tahun yang lalu itu?”

Dan aku hanya bisa mengangguk. Bisa kulihat jelas jika ada tumpukan air mata yang mungkin sebentar lagi akan jatuh di pipi cantiknya.

“Kyuh, bagaimana bisa kau menyembunyikannya? Hiksss…. kau tega sekali…” Dia mengambil bingkai yang ku pegang dan memeluknya erat. Mulai menangis dalam dan aku sama sekali tak bisa menahannya lagi.

Kami hanya bisa menangis lagi sekarang, setidaknya perasaanku lebih baik. “Mianhe Ming… aku hanya ingin kau bahagia…”

“Hikss…. Kyuhh…. Hiksss…”

.

.

.

.

Cho Kyuhyun POV end

.

.

.

Seoul International Multischool

.

.

.

.

Namja tampan itu terlihat serius dengan bukunya. Hari ini sepeti biasa, penuh dengan tugas penelitian. Terpaksa, ia harus melarang Minhyun mengganggunya hari ini meski sebenarnya ia sangat merindukan Minhyun.

Drrrrt…. drrrrt…

Ponsel di sakunya bergetar pelan. Ia tersenyum kecil saat melihat caller ID di layar ponselnya.

“ Nde Minnie baby.”

‘Kie, kau sudah berjanji. Jadi tak boleh berbohong. Hari ini aku ada kelas memasak, aku ingin kita makan bersama di rumahmu nanti sore. Aku kangen Yeye appa.’

“Nde, tentu saja. Aku akan bicara dengan Sungie nanti, dan kita bisa pulang bersama. Otte?”

‘Kie!!!’

“Ndeh…”

‘Saranghae…. ‘

Plip….

Dan sambungan telfon mereka terputus. Minhyun mematikannya. Selalu saja seperti itu, dan kini yang tersisa hanya rona merah di pipi Jongki. Baiklah, dia mungkin sudah dewasa dan tampan. Terlebih pintar dan ramah tapi terkadang ia bisa bersikap konyol dan aneh. Sungguh menggemaskan.

Dan apakah itu, kelebihan dan kekurangannya yang membuat setiap yeoja rela bertaruh apapun demi mendapatkan perhatiannya? Meski mereka tahu jika sunbae mereka ini sudah ada yang memiliki.

Seperti saat ini, namja tampan ini tengah tersenyum dengan pipi yang memerah. Ia menatap layar di ponselnya. Hari yang indah jika kalian terus saja bisa menatap foto pertunangan kalian. Romantis dan juga cantik. Tak membutuhkan apapun, hanya Minhyun. Dan itu sudah tertulis jelas di dalam hidup Jongkie.

Sedangkan yeoja yang sedari tadi memperhatikannya, sepertinya sudah mulai sesak dan ingin segera menuntaskannya. Perlahan ia mendekati Jongkie dan duduk di kursi tepat di hadapan Kie.  Menyiapkan dirinya dan mengatur detak jantung yang terus saja berlomba dengan desiran darah di tubuhnya.

“Kie Oppa…”

“Eih, hei. Sedang apa disini? Bukankah kalian ada kelas memasak?”

“Nde. Seharusnya, tapi tadi aku sedikit sakit dan kepalaku pusing sekali.”

“Lalu, kenapa kau malah disini Taeminnie?” Jongkie meletakkan buku dan ponselnya. Melepaskan kacamatannya dan menatap iba pada Taemin. “Harusnya kau ke UKS kalau kau benar-benar sakit. Atau kau ingin pulang? Kau bisa memakai mobilku.”

Dan inilah salah satu hal yang sedikit tak disukai Minhyun dan Taemin. Jongkie terkadang polos? Atau babo? Atau terlalu baik? Atau aneh? Entahlah…

 

‘Padahal, aku ingin Kie oppa mengantarku.’ Taemin merutuki kebodohan Kie, tapi hanya dalam hatinya. Ia tahu, Kie memang selalu jujur dan tulus dari hatinya. “Kie oppa, aku tak bisa menyetir. Bukankah aku sedang sakit? Bagaimana nanti jika aku malah tabrakan? Bukankah malah menjadi masalah?”

“Ah … benar juga. Nanti mobilku rusak, dan Yeye appa bisa memarahiku.”

Ingin rasanya Taemin mencubit pipi Jongkie. Ia benar-benar gemas pada namja itu.”Sudahlah, aku juga tak ingin pulang. Tadi aku ingin ke UKS tapi aku melihat Oppa dari jalan seberang. Jadi aku ke sini saja, mungkin oppa butuh teman.”

“Ahni, aku sedang mengumpulkan sumber untuk penelitianku. Kau tahu bukan, Han seonsaeng benar-benar ketat dan tepat waktu. Jadi aku harus bergegas.” Kie kembali sibuk membolak-balik buku di depannya.

Sebenarnya ia sudah mulai merasa heran, terlebih saat ia mendapati Taemin tengah menatapnya. Meski ia hanya melirik, tapi dengan jelas Kie bisa melihat mata Taemin yang terus tertuju padanya. Akhirnya ia menutup bukunya, “Ada apa? Kenapa kau masih disini?”

“Aku, sebenarnya aku kesini untuk meneruskan pembicaraan yang sempat tertunda kemarin.”

“Ah… iya, maafkan Minnie atas sikapnya kemarin. Aku tahu dia selalu saja ketus seperti itu padamu, kuharap kau memakluminya.”

“Nde oppa.” Taemin tersenyum pahit. Ia kemudian memberanikan diri untuk duduk disisi Jongki, membuat namja itu sedikit kaget dan merasa aneh dengan sikap Taemin kali ini.

“Ada apa?”

“Eum… sebenarnya aku…”

“Apa?”

“Aku menyukai Kie Oppa…”

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

 

Huwa…. udah gaje, lama pula update-nya. Maafkanlah…. author sok sibuk inih emang lagi banyak kerjaan.

Yosh… dinikmati ajalah…..

 

Gimana lanjutannya? Aneh? Gaje?

 

Kkk… sorry for typo…

 

Mind to RCL?

 

GAMSAHAMNIDA

^____^

42 thoughts on “Chicken Soup for Teenage Soul || SEKUEL CSOF || ch. 2||

  1. akhirny update…
    tmbh gemes ma minhyun …
    nyblin bgt taemin tuh..untung kie hny mencintai minhyun…
    kira2 taemin ntar ma cp y?smgt eon lnjt critany…

  2. Huahh. . Trnyata Kyumin baby hsil dri sihirnya wookppa, udh nebak sih sbnarnya xD

    tuh Minhyunie cmburuan yah sma taem😀

  3. lebih banyak KieHyun moment >////< mereka terlalu romantis u,u dan akhirnya….Kyuhyun jujur juga sama Sungmin…. Eonni, aku mau Kyumin-Sibum moment lagi dong….. ^^

  4. aigo, akhirnya stlah lama daddy kyu ungkap juga rahasia itu, mommy jgn sedih, dan jgn mrah sama daddy,

    aigo, minhyun sumpah gemes banget ni sama minhyun, apa lagi adegan minhyun sama kie~

    taemin jgn ganggu kie oppa, mnding taem sama minho oppa *eh

    ditunggu chap selanjutnya eonni^^

  5. kie sma minhyun romantis bgtsss aa.aah jd ingin deh. . .tp sebel sma taemin huh perusak hubungan cih
    oowh jd gtu toh crita.a wookppa bsa meninggal ya sdh jg tp mw gmna lg?yg sabar aj ea

  6. aigo minhyun sama kie so sweet >\\<
    taem sama minho aja.. biar gak ganggu kie lagi..

    akhirnya kyu jujur juga sama ming, semoga ming gak marah sama kyu.. amin ^^
    lanjjuuutt thor^^

  7. Ugh tuh kan makanya aku bilang ada yang enggak beres
    dan apa itu si taemin,,,
    eon awas aja yah kalau si kie milih taem #udahngasahsamurai
    yosh minhyun beraksilah bikin taem tahu diri
    okk aku tunggu chap selanjutnya

  8. hua,,, akhirnya update jg,,,,,
    aigooo,,,, KieHyun apa MinKie ya? aish,, lupakan,,,
    yg penting momen mereka berdua bkin greget,,, kadang nybelin, kadg lucu, kdg so sweet,,,

    ah,,, akhirnya si Kyu bsa jujur jg sma ming,,,
    moga ming gak marah n nyalahin Kyu ya,,,
    toh selama ini Kyu jg udah mnderita gra2 nyimpe tuh rhasi slam bertahun2,,,

    aigoo,,, taemin nembak Kie??
    apa jwban Kie?? pnasaran,,,,
    trus,, kira2 klo mang Minhyun gak tau apa Kie bkal crta ya??
    aish,,, sudahlah terserah author,,
    kan dy yg bkin,,,

    oke deh,, kebanyakn komen pgel jg nih tgn gra2 ngetik,,
    dtunggu next part na author,,,
    aza aza,, FIGHTING ^^

    hidup KyuMin,, hidup MinKie or KieHyun (what everlah),, hidup KyuRy (Kyumin Zhoury),
    heh? tinggal atu lagi,, itu si sulung Sunghyun,, sma sypa dia?? sma Key kah???

  9. Minhyun emang kayak kyu banget… posesif abis…
    aku selalu keinget pic jongkie yang di teaser…
    emang keren banget…
    pantesan minhyun cinta banget…hehe

    akhirnya kyu jujur….

    lanjut2… makin seru…

    sunghyun dunk.. penasaran ama kisah si ‘kalem’ sunghyun…^^

  10. hadooohhhh,,,
    Minhyun ma Kie kok ada nae baby Taem ditengah-tengah mereka sihh ??

    jangan dong,,,
    ini mana guardian angel Minho nya??

    tapi lucu juga sihh hubungan mereka,,

    ditunggu couple-couple lainnya🙂

    dan tolong sampaiin ma Kie untuk ngidupin Wookie umma lagi ^^v

  11. Aku telat bacanya ==’

    Minhyun benar-benar refleksi dari sosok Kyuhyun😀
    Berusaha mempertahankan miliknya dengan cara apapun. Like father, like daughter!😄

    Akhirnya Kyuhyun jujur ke Sungmin masalah Wookie, apa Sungmin bisa memaafkan Kyu?😦
    Wookie memang terlalu baik ;-(

    Lama-lama aku makin kesel sama perannya Taemin, dia kok ngotot buat deketin Jongki sih?:/
    Gak sadar apa kalau semua usaha dia itu bakal sia-sia. Aish~
    Di chapter ini gak ada Sunghyun & Junior😦

  12. Adoh eonnnnnni :”””( lega yah kyu udh kasih tau rahasia itu ke sungmin, tinggal tunggu gimana repon ming selanjutnya :””” lanjut eonnnnn ^^

  13. akhir2 ini q jarang buka blog eon ! jd ketinggalan deh huhh . gara2 kerja di marahin terus sama bos #curhat #plak

    hehe
    nah si tetem udah nyatain cinta wahh kalau minhyun tau baraya eh salah bahaya denk hehehe

  14. g tw mw kmentar apa tntang kyumin household*ikut puyeng* kie yg sbar y punya pcar posesif lw prlu minta tips ma ming umma yg lbih brpngalaman mnghadapi posesifx kyu appa haha. taemin nkat bgt nembak kie jlas2 kiehyun tak trpisahkan. eh bneran itu wjahx taemin, kliatan dwasa bgt g kayak wktu school rock, dsana ksanx lbih imut.

  15. kaya.a aku melewatkan 1chapter dimn ming tertabrak -_-

    Minhyun posesif kaya Kyu .. hahahahaha
    tapi knp sunghyun jarang nongol(?) ya ..

  16. woww ternyata bneran taemin suka sama kie, wajar aja minhyun smp mencak2(?) gtu sama taemin. . aigoo kyu akhirnya jujur jg sm ming,

  17. kok komenku ga masuk ya? apa jadi spam! huweee ~ padahal aku selalu komen di setiap chap .. tapi kenapa ga masuk semua T.T

  18. ini ya thor jujur banget dari awal snowdrop,terus CSFOF,side story yang paling dapet feel nya itu yang ini, sumpah aku mau nangis dan entah perasaanku aja,kisah minhyun sama kie lebih manis dari kyumin dulu…soalnya ini ga terlalu mature…haaaa daebak aku suka banget yang ini!

  19. Kyaaaaa d’sini cinta segitiga,,,,minhyun yang pencemburu, kie yang gak peka and taemin yang pantang menyarah,,,kombinasi yang sulit,,,kl bt kyumin, akhir’a ming tahu jg kbenaran’a,,,,tp jngan mrah sama kyu donk ming,,,,,,

    ### daebak eonn🙂 ####

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s