PRETTY BOY || Ch. 8/9|| KYUMIN || YAOI

Author: Rainy Heart

Length  : Series

Rated    : T to M

Cast       :

          Cho Kyuhyun

          Lee Sungmin

And other suju member 

Pairing                  : KYUMIN  / YEWOOK / EUNHAE / ZHOURY / SIBUM / KANGTEUK / HANCHUL

Genre                   : Romance / Drama

Warning               : Many Typos, Gag pakek EYD yang baek n bener, bahasa acak-acakan.

Summarry           : “Mencintaimu telah menjadi satu alasan untukku benar-benar menjagamu. Aku tahu aku bukanlah yang terbaik, tapi semua akan kulakukan… untukmu….”

Mianhe FF ne emang rated T to M, jadi yang nunggu kejadian Rate M nya sabar ya…

Happy Reading

 


 

Chapter 8

.

.

Kyumin Side

.

.

“Songsae, boleh aku bertanya ?” kata seorang siswa pada gurunya itu.

“Aku merasa aneh pada Lee Songsae, padahal sudah menjadi desaigner ternama dan sudah terkenal sampai ke luar negeri, tapi masih mengajar di Universitas ini dan menjadi dosen pembimbing kami. Jadi apa sebenarnya keinginan songsaenim, bukankah anda sudah sukses ?”

“Aku hanya sedang menunggu seseorang yang akan kembali untukku, dan membangunkanku hingga aku tahu mimpiku yang sebenarnya ”

“Apakah dia orang yang songsaenim cintai ? Karena sampai sekarang songsae belum juga menikah ?” tanya siswa yang lainnya.

“Bisa dibilang begitu,  mungkin aku memang mencintainya. Yah, meski aku  tak pernah menyatakan cintaku  padanya , yang terpenting  aku tahu dia mencintaiku ”

“Lee Songsae, dimanakah orang yang kau cintai itu ???” tanya siswa itu lagi.

“Entahlah, yang pasti aku tahu dia akan kembali dan menghabiskan hidupnya denganku. ”

 

SUNGMIN POV

.

.

Inilah aku, Lee Sungmin. Dalam enam tahun ini aku telah menjadi seorang dosen pembimbing untuk para calon designer terpilih sebanyak 20 orang. Universitas khusus milik keluarga Kim, ayah Kim Heechul. Dialah yang memintaku untuk mengajar di University Of Art milik keluarganya.

Keluarga Kim adalah keluarga seni, dan Appa Heechul hyung seorang pelukis terkenal yang memiliki berbagai galeri dan meusium ternama di berbagai negara. Umma Heechul hyung adalah seorang wanita karir dengan segudang kesibukan mengelola meusium dan galeri milik suaminya itu.

Heechul hyung mengatakan jika Ummanya itu bukan ibu kandungnya. Appanya menikah lagi setelah Ummanya meninggal karena penyakit kanker merenggut nyawanya. Appanya menikahi seorang wanita cantik yang ditinggal begitu saja oleh suaminya bersama seorang putra kecilnya. Saat itu Heechul hyung berusia 10 tahun, dan anak Ummanya baru 5 tahun.

Aku mengenal Heechul hyung saat aku menjadi salah satu mahasiswa di Universitasnya. Aku, Hyukkie, Hae, Siwonie, Kibumie, Henry dan Wookie kami semua ditarik langsung oleh Hangeng Hyung, wakil dari pemilik Universitas ini yang juga kakak Henry dan teman Yesung hyung. Kami dididik untuk menjadi pembimbing dan artis sesuai dengan keahlian kami.

Hyukkie dan Hae adalah koreografer profesional, Siwonie dan Bummie menjadi aktor terkenal dengan segudang kesibukan. Henry menjadi guru musik dengan spesialisasi biola. Dan Wookie menjadi asisten Heechul hyung yang seorang dosen pembimbing untuk kelas modeling. Karena Heechul hyung orang yang terlalu selektif, sampai sekarang Wookie belum juga lulus dari kelas itu. Karena geram akhirnya Wookie juga mengambil kelas menyanyi untuk menghilangkan stressnya.

Teukki Hyung juga membantu kami semua disini, ia dan Kangin Hyung menjadi kepala administrasi yang mengurus keuangan dan kontrak untuk mahasiswa yang hanya berjumlah kurang dari 200 mahasiswa. Karena sekolah ini adalah sekolah untuk orang-orang pilihan yang akan menjadi artis selanjutnya.

 Teukkie hyung mengurusku dengan baik. Aku merasa lebih cantik dan hidup saat ini. Umma dan Appa juga tenang meninggalkan aku di Korea karena memang sepertinya usaha mereka lebih berhasil di luar negeri. Teukkie hyung dan Kangin hyung mereka sudah menikah di Amerika setahun yang lalu. Aku bahagia akhirnya mereka dapat meresmikan pernikahannya meski dinegara yang begitu jauh.

Dan Hangeng Hyung, wakil dari pemilik sekolah ini. Dia juga calon suami dari Heechul hyung. Hangeng hyung, orang yang sabar dan dangat ramah. Dia juga tampan dan lembut, tidak seperti Heechul hyung yang menurutku mereka itu sangat berbanding terbalik.

Dan aku, seorang desiner muda yang aku rasa aku cukup sukses dalam pekerjaanku. Meski begitu aku tak ingin meninggalkan Heechul hyung, hingga sampai sekarang aku masih membantunya mengajar di Universitasnya, atau lebih mudah jika kita sebut Sekolah Seni.

Aku belum menikah, usiaku masih muda baru 24 tahun dan aku juga sukses. Banyak mahasiswa yang menanyakan padaku mengapa sampai sekarang aku belum juga menikah. Aku hanya bisa menjawab, aku sedang menunggu seseorang yang akan kembali untukku.

Aku melihat kearah luar kelasku dan menemukan seseorang yang berdiri didepan pintu.

SUNGMIN POV END

.

.

“Hyung, bisa kau keluar sebentar ?” seorang pemuda manis menghampirinya di kelasnya. Sungmin hanya  menganggukkan kepalanya kemudian menatap semua mahasiswanya. “Baiklah, kita akhiri kelas kita siang ini. Jangan lupa kerjakan tugas kalian, aku ingin kalian mengerjakanya dengan sungguh-sungguh”

Para mahasiswa itu berhamburan keluar kelas mereka. Sungmin keluar dari kelasnya dan menghampiri namja manis yang masih menunggunya di depan pintu.” Sungmin Hyung, ini kartu undangan pernikahan Heechul Hyung dan Hangeng Hyung untukmu. Kita diharuskan membawa undangan ini jika datang ke pesta mereka.”

“Nde, arrasseo “ Sungmin mengangguk dan mereka berjalan di koridor sekolah itu.

“Seorang Heechullie yang terkenal sangat galak dan menakutkan akhirnya jatuh dipelukan namja cina yang begitu baik untuknya dan sering disebut cina oleng oleh Chullie Hyung, ” Wookie menghentikan langkahnya dan menatap Sungmin dengan wajah imutnya yang benar-benar sedang mengejek Chullie.  

“Kau tahu hyung ? Mahasiswa disini sangat takut jika harus ke kelas model yang diajar oleh Heechul Hyung. Dia terlalu menakutkan dan galak sekali. Banyak dari mereka yang mengatakan padaku sebenarnya ini kelas model atau kelas tentara. Karena memang Heechul hyung selalu memarahi mereka jika gerakan mereka terlalu kaku atau terlalu lamban atau jalannya salah , inilah… itulah…” Wookie memperagakan cara Chullie memarahi mahasiswanya didepan Sungmin. Sungmin hanya tersenyum kecil melihatnya, ia sudah tahu sifat Chullie memang seperti itu.

“Hangeng Hyung memang hebat, bisa menaklukkan Cinderella masa kini sangat mengerikan dan tak punya perasaan itu. Ckckckckckck…”Wookie menggeleng-gelengkan kepalanya terheran. Dan Sungmin hanya sedikit meringis tak terartikan menatap Wookie.

“Waeyo ? Kenapa kau tersenyum seperti itu hyung ? Ada yang aneh denganku ?” Wookie sibuk melihat dirinya. Bajunya tak salah, kemeja biru muda dengan jacket lengan pendek yang membuatnya semakin terlihat imut. Ia melihat sepatunya, crocs walu deck berwarna blue navy senada dengan jacketnya. Ia melihat celananya, warna coklat yang menyempit ke bawah dan saat ia hendak menengok bagian belakang celananya. Mata cantik Wookie melihat sesuatu yang membuatnya berdegub kencang.

“Sepatu siapa” bisik Wookie lirih. Mata cantiknya terus mengurutkan apa yang ia lihat pelan-pelan. Sepatu hitam mengkilat dengan celana panjang hitam, jas hitam dengan kemeja hitam kemudian dasi merah dan kalung berinisial H. Belum juga Wookie melihat wajahnya, ia sudah menunduk lagi menyembunyikan ketakutannya.

“Ayo angkat kepalamu cantik !!!” perintahnya pada Wookie. Wookie masih saja menundukkan wajahnya. Ia melirik Sungmin yang tersenyum pahit disisinya seakan berkata ‘tolong-dongsaengmu-yang-innocent-ini-dari-cinderella-yang-tak-berperasaan-ini-hyung’.

Karena Wookie tak kunjung mau mengangkat wajahnya, Heechul langsung menundukkan dirinya dan menatap Wookie yang tengah ketakutan. “Awwww !!! Appo Hyung, mianhe . Jeongmal Mianhe hyung !!!” jerit Wookie merasakan telinganya yang ditarik dengan begitu keras dan tak berperasaan oleh sahabat sekaligus dosennya sendiri.

“Aishh, Chullie Hyung sudahlah. Kasihan Wookie, dia ‘kan mengatakan yang sebenarnya mengapa kau harus marah ?”

“Mwo ? Kya ! Sungmin, mengapa malah berganti mengataiku  ?” Heechul berganti hendak memarahi Sungmin namun saat melihat sosok tampan yang berjalan ke arahnya, Heechul langsung memberikan senyuman manisnya.

“Chagiyya, aku tak memarahi mereka kok. Mereka saja yang terus mengejekku” Heechul berkata dengan suara lembutnya yang dibuat-buat dan mendekati pemuda itu. “Tahan emosimu chagie, nanti kau berkerut dan tak cantik lagi bagaimana ? Jangan selalu marah-marah,”

“Nde Hannie.” Heechul menganggukkan kepalanya dan tersenyum lembut pada calon suaminya itu. “Jadi kenapa kau menyusulku kemari ?”

Hangeng menatap Sungmin dan tersenyum padanya. “Aku hanya ingin memastikan kalau Sungmin bisa datang. Dan Wookie kau juga aku undang. Ajaklah Yesungie jika kau mau” Hangeng menatap Chullie dan tersenyum padanya. “Ayo, ikut ke ruanganku. Yang lain sudah menunggu disana. Kami menyiapkan sebuah pesta kecil untuk penyambutan adik Heecul.” Kata Hengeng menatap Wookie dan Sungmin.

“Mwo ? Adik ?“ Sungmin dan Wookie. Hangeng menatap Chullie yang tersenyum padanya. “Jinnja !!! Benarkah adikku sudah sampai !!!” Heechulie tersenyum manis dan memeluk Hannie. “Hannie, aku sangat merindukannya. Rasanya lama sekali tak melihat wajah bodohnya yang menyedihkan itu” Heechul menyeringai menakutkan mengingat dongsaengnya.

“Jadi adikmu tidak tinggal bersamamu ?” Sungmin menanyai Heechul yangmasih asyik bergelayut dilengan Hangeng. “Nde, dia anak yang pandai sejak kecil, dan karena itu dia mendapatkan beasiswa dimanapun ia bersekolah. Dan dia selalu memilih sekolah yang jauh dari rumah katanya ia ingin mandiri dan mengurus dirinya sendiri. Kurasa setelah ini dia berencana untuk tinggal di Korea, karena memang sekolahnya sudah selesai” Heechul menjelaskan tentang adiknya panjang lebar.

Mereka terus berjalan ke ruangan Hangeng “Appa tidak datang Hannie ?” Heechul menanyakan Appanya yang memang selalu sibuk. “Chagi, kau ini anaknya masa tanya padaku ? Aku  mana tahu.” Hangeng menjawab dengan senyum yang selalu menghiasi wajah tampannya. Heechullie hanya tersenyum pahit.

“Kau ‘kan tahu Appa itu sangat sibuk dia selalu saja di galeri lukisnya dan tak pernah pulang kerumah. Sepertinya galeri  itu memang sudah menjadi rumahnya dan Umma juga sibuk. Umma sering sekali pergi keluar negeri meski hanya untuk menandatangani kontrak kerja yang entah sampai kapan mereka bisa libur dari pekerjaan itu.”Hangeng menghentikan langkahnya dan menggenggam tangan Heechul. Ia tahu kekasihnya ini selalu kesepian.

“Heenim Chagi, ada aku yang menemanimu. Jangan merasa kau sendiri, karena selalu ada aku untukmu.” Hangeng menatap wajah sendu Heechul. “Aku ingin Appa dan Umma datang pada pernikahan kita. Tapi mengapa mereka  selalu saja sibuk kesana kemari ? “

“Tapi akan ada adikmu juga dirumah, pasti sangat ramai. Kajja, dia dan yang lain pasti menunggu.” Hannie menggenggam tangan Heechul dan berjalan berdampingan. “Memangnya kau mengundang siapa saja hyung ?” tanya Wookie.

“Aku tentu saja mengudang Yesung, dia sahabatku. Dan Siwon dengan Kibum juga datang, mereka sengaja cuti untuk datang ke pesta kita. Anggap saja ini reunian kecil untuk mantan mahasiswa disini. Dan adikku pasti akan membawa namja berambut merah yang sangat tinggi itu.” Hanggeng mencoba mengingat nama kekasih adiknya.” Siapa ya namanya ?”

“Namanya Zhoumi ” jawab Sungmin. “Ah nde, Zhoumi. Aku dengar dari Henry, dia teman sekolahmu ya ?” tanya Hangeng pada Sungmin. “Nde, dulu waktu aku bersekekolah di High School kami berteman dekat. Tapi  Zhoumi, dia memilih melatih calon atlit Taekwondo di sanggar yang ia miliki.” Jelas Sungmin panjang lebar.

“Nah, kita sampai.” Mereka sampai di ruangan Hangeng. “Kami datang !” mereka semua berteriak masuk kedalam ruangan itu.”Kya ! Yesungie hyung, aku merindukanmu !” Wookie langsung memeluk Yesung yang memang sudah membentangkan tangannya bersiap memeluk kekasihnya itu.

“Wookie baby, aku juga sangat merindukanmu. Mianhe jika tugas dari sekolah itu menguras semua waktuku, aku tak bisa menemuimu selama beberapa minggu ini.” Yesung terlihat menyesal karena memang ia sibuk menyiapkan siswa untuk pensi yang akan diadakan di sekolah tempat ia mengajar.

“Sungmin, bagaimana kabarmu ?” Yesung melihat Sungmin dan tersenyum padanya. “Aku baik hyung, “ Sungmin tersenyum dan mengalihkan pandangannya pada sosok yang sedang asyik berbicara dengan Hae. Ia melihat Hyukkie yang duduk menyendiri dan mendekatinya.

“Hyukkie, mengapa melamun begitu. Makanlah, bukankah kau suka strawberry ? Kenapa kue cream strawberry ini dibiarkan saja” tanya Sungmin pada Hyukkie yang memang sedang terdiam dan memandang kosong pada kue yang ada didepannya. “Kau lihat saja Hyung, saat aku datang kesini tadi , Hae terus saja berbicara dan menempel padanya. Seakan dia tak melihat aku yang datang dan menunggunya disini. Aku benci sekali melihatnya.”

“Memangnya dia siapa ?” tanya Sungmin memandangi orang yang kini memang sedang memunggunginya. “Mollayo hyung, mereka terus saja berbicara tanpa ada selesainya.” Hyukkie mencoba menggigit strawberry yang sudah sejak tadi hanya ia pandangi.

“Minnie, bagaimana kabarmu?” tanya Siwonnie yang baru datang menggandeng seorang namja manis disisinya. “Kibumie ? Apa ini kau ?” Sungmin terkejut melihat Kibum yang kini berdiri dihadapannya. Kibum hanya mengangguk dan tersenyum.

“Aishhh ! Selama ini aku melihat Bummie hanya di televisi, ternyata Bummie sekarang lebih manis dan cantik ” kata Sungmin yang memang sudah lama tak melihat Kibum karena Kibum terjun ke dunia perfilman dan menjadi aktor yang terkenal di Korea. Sedangkan Siwon, meski sibuk ia sering mengunjungi Sungmin di universitas ini.

“Yah, beginilah aku Hyung. Aku begitu sibuk dan hampir tak ada istirahat. Setiap musim selalu saja ada film yang harus aku perankan. Tapi karena Siwonnie mengatakan kita akan reunian kecil, aku ingin datang dan menemui kalian semua.” Kibum tersenyum dengan sangat mematikan hingga membuat Sungmin melting. 

Sungmin mendekati seorang pemuda cantik yang tengah menatapnya sedari tadi.”Teukki hyung “ Sungmin memeluk hyungnya manja. Teukki memang selalu sibuk mengurus artis dan mencarikan job untuk mereka. “Kemana saja hyung ? Kau seperti tak kenal lelah dan tak pernah pulang kerumah. Meski aku tinggal bersamamu, sepertinya aku tinggal dengan Wookie saja”

“Mianhe chagi, kau tahu kan urusan pekerjaanku membuatku tak bisa bernafas” Teukkie membelai lembut rambut Sungmin. “Kangin hyung, boghoshippoyo. Kau ini juga sama dengan Teukkie hyung. Kalian berdua memang terlalu sibuk” Sungmin memeluk Kangin dan mencubit lengannya.

“Nde, mianhe. Tapi setelah ini kami akan sering di universitas. Kami sudah menyelesaikan pekerjaan untuk satu bulan kedepan.” Kangin memeluk pinggang Teukki dan mengecup lehernya. “Aishh, jangan bermesraan didepanku. Kalian membuatku iri” Sungmin mempotkan bibirnya.

“Hyung !!!” Seorang namja imut yang baru datang langsung menghampiri Sungmin. “Aigo ! Henry-ah, jangan memeluk Sungmin begitu. Apa kau lupa kalau kau sedang bersamaku ?” Zhoumi langsung menarik Henry yang memeluk Sungmin erat. “Mimi ge, aku kan sudah beberapa hari ini tidak bertemu Sungmin hyung karena harus mengantar mahasiswa yang mengadakan konser tunggal di China. Apa tak boleh aku memeluknya.”

Henry tetap saja memeluk Sungmin, dan Sungmin  hanya tersenyum canggung menatap Zhoumi. “Arrasseo, meski kau ini kekasihku tetap saja kau suka menempel padanya.” Zhoumi duduk menghempaskan tubuhnya disisi Hyukkie. Sungmin tahu ia kesal.

“Henry, tenangkan Zhoumimu. Dia juga pasti merindukanmu “Sungmin melepaskan pelukan Henry dan menatap Zhoumi yang setia memasang wajah betenya. Dengan malas Henry mendekati Zhoumi dan mengajaknya bicara.

“Mimi ge, due bu xi. Mianhe, aku hanya rindu dengan Sungmin Hyung. Jangan marah nde ?” Henry memandang Zhoumi dengan wajahnya yang menggemaskan dan tak akan sanggup ditolak Zhoumi. “Aish ! Kenapa kau selalu berwajah imut begini, aku tak akan sanggup jika harus terus mendiamkanmu” Hangeng hanya tersenyum melihat tingkah adiknya itu. Dia memandang Zhoumi dan tersenyum padanya “Terima kasih, telah menyempatkan datang. Aku juga senang kau selalu menyayangi dan menjaga adikku yang manja ini.”

“Han gege, aku tidak manja ! “teriak Henry menggembungkan pipinya yang malah mendapat ciuman gratis dari Zhoumi.” Jangan bertingkah begitu didepan orang lain, atau mereka yang tak tahan akan menciummu. Dan aku tak menyukai itu”

“Nde, Arraseo !!” Henry duduk di pangkuan Zhoumi dan sibuk memainkan jarinya didada Zhoumi. Sungmin memandang dengan senyuman manisnya.’Pemandangan yang manis’ batinnya.

Sungmin lalu mengedarkan pandangannya mencari Heecull yang ternyata sedang memeluk erat namja yang sedari tadi berbicara dengan Hae. ‘Mungkin itu adiknya’ batin Sungmin mendekati Heechul Hyung.

“Anak bodoh, aku merindukanmu. Bagaimana bisa kau pergi begitu lama dan baru kembali ? Kau juga selama beberapa tahun terakhir sama sekali tak mengirimiku email atau sekedar pesan singkat. Aku pikir kau sudah mati disana “ Heecul tertawa menjitak adiknya yang sangat ia rindukan itu.

“Mengapa kau malah menuruni sifat Appa yang sangat menyebalkan itu” Heechull terus memarahi adiknya. Hangeng hanya bisa tersenyum melihat tingkah kekasihnya.

“Aku kan hanya bersekolah hyung, jangan memarahiku terus.” Pemuda itu menjawab Heechul dan terlihat Heechul memeluknya lagi.

.

SUNGMIN POV

.

“Aku kan hanya bersekolah hyung, jangan memarahiku terus.”

Suara ini, aku mengenalnya. Aku melangkah mendekatinya, dan berhenti dibelakang adik Heechul hyung. Aku menatap punggungnya yang tepat didepanku, rambutnya yang ikal dan bahunya yang membuatku ingin menyandarkan kepalaku.  Aku menatap Hae yang berhadapan denganku dan adik Heechul hyung. Dia tersenyum penuh arti dan mengangguk padaku. Aku menelan salivaku yang terasa penuh seiring dengan mataku yang perlahan memanas.

‘Ya Tuhan…’ Hatiku bergetar dan jantungku terus berdegub kencang. Aku mencium wangi yang tertinggal diingatanku. Wangi maskulin yang selalu aku rindukan. Otakku mengingat semua memori itu. Kenangan yang sama sekali tak punya nama antara aku dan dia. Tulisan indah yang ia tinggalkan untukku berputar diotakku.

Aku masih mengingat setiap detail kata-kata yang ia tuliskan. Menggores sedikit demi sedikit hatiku. Aku yang lemah dan terpuruk karena tahu ia meninggalkanku. Aku yang takut menghadapi hidupku tanpa dia di hadapanku.’Benarkah ini kau ?’ Aku terus membatin berdiri mematung dibelakangnya.

Dialah pegangan hatiku, aku kehilangan arahku saat tahu aku harus berjalan sendiri tanpanya disisiku. Tanpa aku sadari rasa dingin mengalir di pipiku. Pandanganku mengabur dengan airmata yang menghiasi sedihku. Aku benar-benar merindukannya.

 

“Jadi sekolahmu di Jepang sudah selesai ?” Heechul hyung kembali bertanya pada adiknya. “Nde, aku sudah selesai, dan aku akan tinggal di Korea. Umma memintaku untuk membantu Appa mengurus galeri dan meusiumnya. Tapi aku akan tetap menjalankan profesiku Hyung”

“Jadi kau akan tetap menjadi seorang dokter?”

“Nde Hyung, aku ingin melindungi semua orang dari rasa sakit yang mendalam. Sakit yang hampir merenggut hidupnya. Aku ingin mereka sembuh dan kembali pada keluarga mereka dengan senyumannya.”

‘Rasa sakit yang mendalam ?’kata itu terngiang di otakku seakan menyadarkan kesalahanku. Aku telah menyakitinya. Aku sungguh telah menyakiti hatinya. Aku merasa  takkan sanggup menemuinya. Aku melangkah menjauhi dia. Aku tak ingin dia melihatku. Rasa pahit ini terlalu dalam dan menyiksaku. Aku tak sanggup menemuinya.

Aku memalingkan tubuhku, menahan tangisku. Aku tak melihat apapun disekelilingku selain pintu keluar yang terasa begitu jauh dari hadapanku. Dengan yakin aku berlari dan meninggalkan ruangan Han gege. Aku tak sanggup menemuinya. ‘Aku tak ingin menyakitinya.’

Aku terus berlari dan menangis tanpa bisa aku hentikan. Aku ingin menemuinya namun hatiku tak akan sanggup jika ia hanya akan terluka karenaku. ‘Kyu… Mianhe’

SUNGMIN POV end

 

Trap…

.

Trap…

.

Sungmin terus berlari tak tentu arah, hingga ia tak tahu dimana ia berada. Ia masuk ke sebuah ruangan dengan dinding putih yang bersih dan masih berbau cat. Ruangan yang lengkap dengan sofa tamu dan meja kerja serta kulkas kecil dan toilet pribadi. Sungmin menutup pintu itu dan menyandarkan tubuhnya pada pintu. Ia jatuh terduduk dan masih menangis. Meringkuk dengan lemah dan terjatuh ke lantai, ia tak sanggup menopang tubuhnya sendiri.

‘Mianhe, Kyu’ Sungmin terus meminta maaf dalam hatinya. Meski ia sangat merindukannya ia tak mungkin menemui Kyu. Ia tak mau menyakiti hati Kyu lebih dari itu. Sungmin yang lelah terus menangis akhirnya tertidur dengan wajah yang sayu dan air mata yang masih setia membasahi pipinya.

.

.

KYUHYUN POV

.

.

“Anak bodoh, aku merindukanmu. Bagaimana bisa kau pergi begitu lama dan baru kembali ? Kau juga sama sekali tak mengirimiku email atau sekedar pesan singkat. Mengapa kau malah menuruni sifat Appa yang sangat menyebalkan itu” Heechull hyung terus memarahiku.

Tak sengaja aku melihat Hae hyung yang menatap tanpa arti pada arah di belakangku. Aku merasakan tubuhku hangat dan memanas. Jantungku kembali berdegub kencang. Hembusan nafasnya dapat aku rasakan menerpa punggungku.

“Aku kan hanya bersekolah hyung, jangan memarahiku terus.” Aku berusaha menjawab Heechul hyung sedatar mungkin. “Jadi sekolahmu di Jepang sudah selesai ?”

“Nde, aku sudah selesai, dan aku akan tinggal di Korea. Umma memintaku untuk membantu Appa mengurus galeri dan meusiumnya. Tapi aku akan tetap menjalankan profesiku Hyung” Aku mengangguk yakin pada hyungku. “Jadi kau akan tetap menjadi seorang dokter?” tanyanya lagi.

“Nde Hyung, aku ingin melindungi semua orang dari rasa sakit yang mendalam. Sakit yang hampir merenggut hidupnya. Aku ingin mereka sembuh dan kembali pada keluarga mereka dengan senyumannya.” Aku menutup mataku, merasakan rasa sakit yang berdesir di hatiku.

Aku bisa merasakan kehadirannya di belakangku. Aku membuka mataku dan menatap Hae Hyung. Dia menggelengkan kepalanya. Aku menatap hyungku dan Han hyung. Mereka hanya balik menatapku dengan senyum pahit. Aku beranikan diri menoleh kebelakangku. Ia telah menghilang entah kemana, berlari lagi meninggalkanku.

“Mengapa dia suka sekali membuat aku mengejarnya hyung ?” Heechul hyung memelukku dengan erat. Dialah sandaranku selama ini. Aku selalu mengatakan padanya agar menjaga Sungmin hyung untukku. Karena permintaanku jugalah Sungmin hyung bersekolah di Universitas ini.

Aku memandang sahabat Sungmin hyung yang lain. Henry mendekatiku dan menepuk bahuku. Hae hyung turun dari meja yang didudukinya sedari tadi dan mengusap kepalaku. Aku melihat mereka berdua. Dan aku tersenyum yakin. Melangkahkan kakiku mencarinya.

Aku terus berlari menyusuri setiap ruangan di Universitas ini. Meski hanya memiliki murid yang sedikit, namun sekolah ini cukup besar dengan berbagai jurusan yang memang memerlukan ruang bebas dan luas. Aku terus berlari mencari jejaknya.

‘Kumohon hyung, berhentilah memintaku mengejarmu terus. Apa kau tak lelah terus berlari dan menjauhi aku.’ Aku terus merutuki kebodohan Sungmin Hyung yang entah sekarang ada dimana. Aku membuka ruangan yang bertuliskan SUNGMIN’S ROOM.

Aku melangkahkan kakiku masuk ke ruangan itu. Ruangan bercat pink soft dengan laptop berwarna pink dan meja kayu berwarna putih. Terdapat foto Sungmin Hyung bersama yang lain saat wisuda mereka. Aku duduk dikursi kecil miliknya. Memejamkan mataku merasakan tenangnya hatiku begitu dekat denganya saat ini.

Aku membuka laci kerjanya. Map pink dengan berbagai model dan rancangan jas dan tuxedo. Entah mengapa aku merasa dia membuatnya untukku. Karena terdapat tulisan kecil disetiap sudut kertas rancangan itu. ‘Kyunie’

‘Nama panggilan yang cukup manis untukku.’ Aku kembali membuka lemari kerjanya yang memang tak terkunci. Hanya terdapat beberapa map kerja, sample kain dan beberapa foto model yang memakai baju rancangannya.

Aku berdiri dan beralih ke lemari kecil disudut ruangannya. ‘Sepertinya kaca itu bergambar’ batinku menatap lemari itu dari kejauhan. Lemari yang hanya setinggi lututku dengan kaca diatasnya. Lemari yang terlihat seperti meja kecil berwarna putih. Aku duduk di bantal yang ada di depan lemari itu, menatap intens pada kertas yang ada disana.

Guratan pensil yang membentuk wajah tampan yang tersimpan dengan baik dibawah kaca itu. Aku tersenyum yakin melihatnya. Memang Sungmin hyung tak memiliki fotoku sama sekali, salahkan saja dia yang terlalu menjaga harga dirnya.

Aku mengalihkan pandanganku menatap kertas yang lusuh dan berwarna kuning gading disisi sketsa wajahku. Itulah suratku yang aku berikan pada Sungmin hyung. ‘Ternyata kau menyimpannya dengan sangat baik hyung. Apa kau sering menangisinya hingga tulisan di suratku kabur tak jelas begini ?  Pantas saja kau menyimpannya disini’

Aku mengembangkan senyumku dan berdiri menatap wajahku di atas meja itu. Dengan yakin aku melangkahkan kakiku mengikuti hatiku keluar dari ruangan Sungmin hyung. Aku menutup mataku menghirup wangi yang mungkin masih tertinggal di ruangan Sungmin Hyung. Aku menutup pintu ruangan Sungmin hyung dan memalingkan tubuhku. Mataku menatap penuh pada ruangan berpintu hitam yang tertutup.

‘Itu adalah ruangan baruku.’ Ruangan itu adalah ruangan direktur pemilik sekolah ini. Appa memberikan tanggung jawab pengurusan sekolah ini padaku karena Heechul hyung tak mau direpotkan dengan urusan yang seperti ini. Meski ruangan itu adalah ruangan lama, tapi aku tak apa ditempatkan diruangan itu karena berhadapan langsung dengan ruangan Sungmin hyung yang hanya berjarak 2 meter didepan ruanganku. Hanya terpisah taman kecil yang membentang di tengah gedung ini.

Aku menerobos taman itu dan melangkahkan kakiku keruanganku sendiri. ‘Mengapa pintu ini tertutup ?’ Aku mencoba mendorong pintu yang terasa agak berat. Seperti ada orang yang menahannya dari dalam. Aku terus mendorong pelan hingga pintu itu terbuka sedikit dan kurasa cukup untuk tubuh kurusku ini bisa masuk.

Aku melihat seseorang yang malah sedang tertidur dengan manisnya didepan pintu. “Pantas saja pintu ini berat hyung, mengapa kau malah tidur di ruanganku seperti itu. Mengapa kau selalu menyusahkan dirimu sendiri ?” gumamku lalu mengangkat tubuh mungil orang yang aku sayangi ini ke sofa dan terus menatapnya.

Wajahnya masih cantik dan manis seperti dulu. Pipinya yang chubby masih basah dan lengket. “Kau menangisi apa hyung ?” tanyaku pada sosok yang masih tertidur itu. “Mengapa kau suka sekali menangisiku dibelakangku ?”

Aku mendekati wajah cantiknya, mencium kelopak mata kanan dan kirinya yang masih menutup itu. Tapi rasanya hatiku tak akan kuat menunggu sampai ia benar-benar bangun. Aku sungguh merindukan bibir pink yang manis ini. 

KHYUHYUN POV end

.

.

Kyu terus mendekati wajah Sungmin yang masih terpejam itu. Ia menatap intens pada bibir Sungmin, dengan pelan tapi pasti Kyu mencium Sungmin. Menekannya lembut dan sedikit menjilatnya membuat bibir pink itu basah dan sedikit memerah. Kyu melumat bibir bawah Sungmin dengan pelan dan sedikit menggigitnya. Melihat bibir Sungmin yang sedikit membuka, Kyu langsung menjilatnya dan memasukkan lidahnya menyusuri seluruh mulut Sungmin.

“Engh”

Lenguhan Sungmin terdengar pelan dan Kyu menatap mata cantik yang kini tengah melihatnya dengan pandangan terkejut. Seakan tak peduli, Kyu menutup matanya dan kembali mencium Sungmin yang sudah terbangun itu. Memainkan lidahnya dengan pelan dan menjilat lembut bibir Sungmin. Kyu mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil Sungmin.

Jantung sungmin berdegub dengan kencang dan rasanya ia tak ingin melepaskan namja tampan yang kini tengah memeluknya dengan erat. Pelan tapi pasti Sungmin membalas ciuman Kyu. Menekan tengkuk Kyu dengan jari mungilnya yang bermain dan meremas erat rambut Kyu.

Deru nafas mereka memburu ingin segera menuntaskan ciumannya. Namun Kyu masih menghisap dan terus menjilat bibir mungil Sungmin. Ia menjilat bibir luar Sungmin untuk memberi Sungmin kesempatan bernafas dan kembali menyerang bibir lembut itu.

Sungmin merasa tubuhnya memanas dan erangan demi erangan lirih ia teriakkan merasakan ciuman Kyu yang kini tengah membakarnya. Kyu beralih ke leher Sungmin dan menjilatnya, mencium dengan kasar dan keras. Menghisapnya dengan kuat, membuat nafas Sungmin semakin memburu dan nafsunya semakin memuncak.

“Ahhh, Kyu…”

Ada rasa dalam perut Sungmin yang menggelitiknya. Sungmin terus menekan kepala Kyu agar Kyu memperdalam hisapannya. Dengan senang hati, Kyu terus menghisap leher Sungmin. Menghiasi leher putih itu dengan bercak merah yang ada dimana-mana.

Kyu menghentikan aksinya dan menatap Sungmin. Nafasnya masih berderu hebat dan berpacu dengan jantungnya yang terus berdetak. Sungmin berusaha mengambil nafas dalam hingga dadanya naik turun tak karuan.

Kyu menyeringai evil dan menjilat bibir Sungmin. “Katakan padaku hyung, apa kau merindukanku ?”

“Mwo ?!” Sungmin terkejut dan langsung diam. Ia langsung menurunkan lengannya yang melingkar di leher Kyu. Sungmin duduk menjauhi Kyu. Menyembunyikan wajahnya.

“Apa kau masih akan bersikap seperti dulu hyung ? “ Kyu duduk disisinya dan menyilangkan lengannya. Menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa. Ada rasa pengap memenuhi dadanya.

“Aku– aku merindukanmu” jawab Sungmin lirih ia menunduk dan masih malu menyembunyikan wajahnya.

“Aku tak mendengar apapun hyung, apa kau memang sedang mengujiku lagi atau kau ingin aku membawa wanita jepang yang sangat cantik dan memamerkannya padamu ? Kulihat kau sama sekali tak berubah.” Kyu meraih ponselnya

Kyu mencoba mencari nomor seseorang namun dengan cepat Sungmin menyambar ponsel itu. Kemudian Sungmin menatap Kyu malu-malu. Kyu mendekatkan wajahnya kembali pada Sungmin. “Katakan lebih keras hyung ! Atau kau memang ingin aku mencari wanita jepang ?” Kyu merebut ponselnya dari Sungmin dengan cepat Sungmin mengambilnya kembali.

 “Aku merindukanmu !” teriak Sungmin malu-malu. Kyu menyeringai evil dan mendekati wajah Sungmin yang masih menunduk itu. Kyu mengangkat dagu Sungmin dan tersenyum padanya. Mencium pipi Sungmin yang chubby dan sedikit menjilatnya. “Kudengar kau begitu terpuruk saat aku pergi “

Perkataan Kyu membuat Sungmin mati kutu. Ia sungguh malu mengingat betapa terpuruknya ia saat itu. “Katakan padaku hyung, mengapa kau begitu ?” Kyu mendesak Sungmin. Ia terus menjilati leher Sungmin.

“Ennngh… “ Sungmin tak kuasa untuk tak mendesah ketika Kyu kembali menghisap kuat lehernya. “Katakan padaku hyung, atau kau akan tersiksa lebih dari ini” Kyu sedikit meremas junior Sungmin.

Membuat Sungmin yang masih setia menutup mulutnya terpaksa harus menggigit kuat bibirnya. Tangannya seakan tak kuasa untuk menghentikan aksi Kyu yang masih saja asyik meremas junior Sungmin. “Akuhh , itu kar… ahh … renahh ahhh Kyu hentikan ahhh” tangan Kyu sudah membuka zipper celana Sungmin dan menyusup kedalamnya. Meremas junior Sungmin yang terus menegang.

.

.

HANGENG ROOMS

HYUKKIE X HAE SIDE

.

.

Hae mendekati Hyukkie yang tengah memajang wajah betenya. Hyukkie memang benar-benar tak tahu jika yang  berbicara dengan Hae dari tadi adalah Kyu. Tapi tetap saja Hyukkie merasa marah dan tak diperhatikan. “Hyukkie chagie, mengapa masih mendiamkan aku ? Aku hanya merindukan Kyu dan ingin menemaninya saja tadi, mengapa malah kau jadi marah begini ?”

“Ah, sudahlah tak usah dipikirkan. Mungkin aku hanya butuh waktu untuk sendiri dulu. “ Hyukkie meninggalkan ruangan itu dan berjalan ke ruangan pribadinya. Ruangan yang dikelilingi kaca di keempat sisinya.

Hyukkie menyalakan musiknya, melepaskan kemejanya dan mulai ber-dancing untuk menghilangkan kekesalannya. Hae yang mengikuti Hyukkie menghentikan langkahnya di depan pintu dan menatap Hyukkie. Ia membiarkan Hyukkie terus menari dan hingga akhirnya Hyukkie lelah. Hyukkie langsung tidur terlentang untuk mengeluarkan keringat yang terus saja mengalir diseluruh tubuhnya. Tangannya meraih remote dan mematikan musiknya. Kini hanya terdengar suara hembusan nafas Hyukkie yang begitu cepat.

Hae berjalan dan duduk disisi Hyukkie. Memandang kaca yang memantulkan bayangan dirinya. “Lihatlah Hyukkie, di sana !” tangan Hae menunjuk pada kaca itu. “Aku tak mau melihat wajah jelek yang selalu saja membuatku sakit hati.” Hyukkie memalingkan wajahnya ke samping, tak mau menatap kaca yang memantulkan wajah tampan kekasihnya.

Dengan sedikit memaksa akhirnya Hae mendudukkan Hyukkie dan memaksanya menatap kaca itu. “Aku tak mau melihatnya !” Hyukkie membentak Hae. “Kau itu selalu saja, jika tidak dengan Sungmin malah dengan Kyu. Kalau sudah bersama mereka pasti kau lupa padaku jadi mengapa sekarang seakan peduli ? Pergi saja !”

“Hae mendekati bayangan Hyukkie yang terpantul dikaca dan menyentuh pipi Hyukkie. “Wajah cantik yang selalu marah ini terlihat lebih manis jika diam dan tersenyum padaku” Hae mengajak berbicara bayangan wajah Hyukkie yang senantiasa menyiratkan kekesalan itu. Hae tersenyum dan mencium pipi bayangan Hyukkie.

“Karena orang yang asli tak mau aku dekati, jadi aku cium bayangannya saja. Dia tak pernah menganggap aku benar-benar mencintainya selama lima tahun ini,” kata Hae dengan wajah sedihnya. Kemudian Hae mengeluarkan sesuatu yang sedari tadi digenggamnya.

Hae mendekatkan kalung itu pada leher Hyukkie yang saat itu Hyukkie memang tidak memakai baju alias topless. “Terlihat cantik bukan ?” Hae tersenyum pada Hyukkie yang kini tersenyum menatap tingkah kekanakan Hae.

 Hae tersenyum dan mendekati Hyukkie. “Tetaplah sehat untukku, aku berharap Tuhan selalu menjagamu. Dibelakang salib ini sudah aku ukirkan nama kita ‘HaeHyuK’.” Ia memasangkan kalung salib bermata biru itu pada leher Hyukkie. Hyukkie terus blushing merasakan nafas Hae yang berhembus didadanya.

Hae menatap Hyukkie dan mencium bibirnya sekilas. “Hyukkie chagi, jangan mengatakan aku tak memperhatikanmu. Apalagi menyinggung tentang Sungmin. Aku sungguh tak lagi mencintainya. Bukankah aku sudah mengatakan berulangkali padamu bahwa aku hanya menganggapnya teman sekarang.”

Hae meraih tangan Hyukkie dan menaruh sebuah kotak kecil pada genggaman Hyukkie.”Jika kau tak percaya padaku jangan terima ini dan buanglah. Tapi jika kau percaya dengan hatiku dan cintaku, pakailah ini dan datanglah memelukku. “ kata Hae kemudian berdiri berjalan mundur beberapa langkah dan menutup matanya.

Hyukkie terus saja tersenyum melihat tingkah Hae. Ia membuka kotak kecil itu dan terlihatlah cincin putih dengan mata biru senada dengan kalung yang diberikan Hae. Di bagian dalam cincin itu juga tertulis ‘Haehyuk’. ‘Aishh, mengapa kau selalu begitu manis hingga aku tak dapat menolakmu Hae-ah’ Hyukkie membatin dan memakai cincin itu. Ia memakai kembali kemejanya dan mendekati Hae yang masih menutup matanya.

Hyukkie mencium pipi Hae dan kemudian memainkan lengannya yang melingkar memutari pinggang Hae. Hyukkie terus berjalan memutar mengelilingi pinggang Hae. Hyukkie menghentikan kegiatannya dan menatap wajah Hae yang datar tanpa senyuman. ‘Mengapa wajahmu tegang begitu ? Apa kau begitu takut kehilangan aku ?’ batin Hyukkie.

.

Grepp

.

Hyukkie memeluknya dengan erat. Hae membuka matanya tersenyum mendapati kekasihnya sedang memeluknya. Ia mengangkat tubuh Hyukkie dan berputar bersamanya. Ia tersenyum bahagia dan terus tertawa.

“Ah, hentikan Hae. Aku pusing” Hae menghentikan putarannya dan memandang wajah Hyukkie yang sudah memerah. “Seharusnya, ini lebih romantis jika saja kau tak marah dan ngambek terus padaku. Percayalah aku hanya mencintaimu Hyukkie, jadilah milikku selamanya dan menikahlah denganku” pinta Hae seraya memeluk dan menatap wajah Hyukkie yang sudah merona hebat.

Hyukkie hanya mengangguk dan tersenyum. “Neomu Saranghae Hyukkie-ah” kata Hae lalu mencium Hyukkie. Mengeratkan pelukan mereka dan saling menekan memperdalam ciumannya. Hae menjilat bibir Hyukkie dan dengan pintarnya menelusupkan lidahnya kedalam mulut Hyukkie.

 .

.

.

TEBECE,,,,,,

 

Mianhe, buat yang req lemon KangTeuk. Author gag tega ma Teukki Angel #kekekeke#

9 thoughts on “PRETTY BOY || Ch. 8/9|| KYUMIN || YAOI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s