PRETTY BOY || Ch. 6/9|| KYUMIN || YAOI

Author: Rainy Heart

Length  : Series

Rated    : T to M

Cast       :

          Cho Kyuhyun

          Lee Sungmin

And other suju member 

Pairing                  : KYUMIN  / YEWOOK / EUNHAE / ZHOURY / SIBUM

Genre                   : Romance / Drama / Sad / Limun gag acem / NC

Warning               : Many Typos, Gag pakek EYD yang baek n bener, bahasa acak-acakan.

Summarry           : “Mencintaimu telah menjadi satu alasan untukku benar-benar menjagamu. Aku tahu aku bukanlah yang terbaik, tapi semua akan kulakukan… untukmu….”

Mianhe FF ne emang rated T to M, jadi yang nunggu kejadian Rate M nya sabar ya…

Happy Reading

 

 


 

STILL FLASHBACKKKKK…..

 

CHAPTER 6

.

.

Dikelas Sungmin hanya tersisa Siwonie dan Kibum saja. “Siwon-Ssi, kemana teman-temanmu ?” tanya Shim Songsae yang menatap bangku kosong didepan Siwon.

“Molla, mereka pergi keluar sekolah mungkin. Tak usah dipikirkan Songsae, teruskan saja pelajaranmu” jawab Siwon acuh. Dan Shim Songsae kembali fokus dengan rumusan kimia yang ia tulis di papan tulis.

 Siwon kembali menatap bukunya yang hanya merupakan kedok saja.

‘To : My Lovely Snow White Princess

Kau manis chagiyya, dan rasamu benar-benar manis.

Lalu Siwon menekan ikon Send dan tak lama kemudian ponselnya bergetar dan ia segera membukanya.

From : My Lovely Snow White Princess

                Kau mulai nakal Siwonieku Sayang …

Kau Juga, begitu mengagumkan. Belajar darimana kau ?

Dan Siwon semakin beresemangat menggoda Bummie. Mereka terus saja membahas ‘this and that things’ yang baru saja mereka lakukan. Ya, itulah yang dilakukan Siwon di balik bukunya. Sibuk berkirim pesan dengan Bummie.

.

.

Dikelas Wookie juga hanya ada Wookie seorang. Jung Songsae menanyakannya pada semua siswa yang ada dikelas itu, namun tak ada satupun yang tahu kemana perginya tiga orang namja yang selalu meramaikan sekolah mereka.

‘Hmmm…. seandainya saja Yesungiku bukan guru disini, aku pasti juga sudah berkencan dengannya. Hah, menyebalkan sekali jika harus mendengarkan Jung Songsae membicarakan rumus dan integral yang sungguh aku tak bisa mengerti sama sekali.’ Wookie terus saja membatin dan mencoret buku matematikanya dengan gambar tak jelas. Dia benar-benar bosan.

.

.

HAEHYUK SIDE

.

.

Hae kembali mendekatkan wajahnya pada Hyukkie, hingga membuat Hyukkie memalingkan wajahnya. Namun Hae malah mendekati telinga Hyukkie dan berbisik padanya. “Bagaimana jawabanmu chagiyya ?”

“Nado Saranghae” Hyukkie menjawab malu-malu dan masih memalingkan wajahnya hingga terlihatlah leher putih yang sangat menggoda itu.

“Engh…” Hyukkie kembali melenguh merasakan nikmat di lehernya yang kini tengah dihisap kuat oleh Hae. Setelah yakin hisapannya berbekas maka Hae melepaskan gigitannya pada leher Hyukkie.

“Sebagai tanda bahwa kau adalah milikku, Chagiyya “

Mereka kembali berciuman disana, melampiaskan rasa cinta yang masih terasa panas membakar tubuh mereka. Hae mendorong tubuh Hyukkie hingga menyandar pada pohon itu dan menekannya dengan sedikit keras. Mengigit bibir bawah Hyukkie dan mengulumnya. Dengan lincahnya memasukkan lidahnya dan bergelut dengan lidah Hyukkie.

Hyukkie yang merasa terangsang justru menarik kerah seragam Hae dan memainkan lidahnya. Saling mendorong dan mencoba mendominasi. Hingga tanpa mereka sadari jejak saliva sudah membasahi bibir mereka. Hyukkie yang terpancing semakin kuat menghisap lidah Hae dan sesekali menggigit-gigit kecil lidah itu. membuat Hae merasakan panas yang menyatu dengan tubuhnya.

“Akhh…”

Lenguhan Hae seakan menjadi nyanyian musik klasik ditelinga Hyukkie. Hyukkie terus mencoba mendominasi dan terus mengulum bibir Hae. Ia memainkan lidahnya didalam mulut Hae dan mengabsen semua yang ada didalamnya. Hyukkie terus memainkan lidahnya dan sesekali  menghisap lidah Hae.  # He is the real King Of yadong, ha… ha… ha… #

Dengan pintarnya, lidah Hyukkie turun dan menjilati dagu Hae, menghisapnya dan sedikit menggigitnya. Jilatannya turun ke leher Hae dan menggigit sedikit adam apple Hae, membuat Hae makin menekan kepala Hyukkie untuk merasakan sensasi yang lebih dari Hyukkie.

“Akhh… kau pintar Chagi”

Hae terus menggumamkan lenguhan dan kata – kata memuji pada setiap servis yang diberikan Hyukkie. Dan Hyukkie kembali menghisap kuat leher Hae dan sedikit menggigitnya.”Awww !!!”

Hae sedikit menjerit saat merasakan sakit pada lehernya. Hyukkie menghentikan aksinya dan malah tersenyum pada Hae. Hae menyentuh bekas gigitan Hyukkie dan hasilnya “Kya !!! Berdarah Hyukkie-ah, aishhh kau benar-benar menggigitku.”

“Mianhe, aku terlalu bersemangat “ Hyukkie tersenyum innocent memandang Hae yang menurutnya sangat imut. Hae terus menggerutu tak jelas dan tentu saja Hyukkie tak begitu mempedulikannya. Ia sibuk menatap wajah Hae, hingga akhirnya Hae sadar jika Hyukkie memang tak mendengarkannya.

“Kya !!! Mengapa kau malah terus menatapku seperti itu. Aisshh !!! Aku ini sedang marah Hyukkie-ah. Mengapa kau malah tak mendengarkan aku ?!” Karena kekesalan yang memuncak Hae berdiri dan berjalan cepat menjauhi Hyukkie. Tentu saja dalam hati Hae menginginkan Hyukkie untuk mengikutinya.

Dan benar memang, Hyukkie mengikutinya dengan senyuman gaje yang terus menghiasi wajah cantiknya. Hingga Hae menemukan ide cemerlang dan melangkahkan kakinya ke parkiran. Setibanya disana Hae mencari mobilnya dan membuka pintunya. “Silahkan masuk chagiyya”

“Mwo !!! Memangnya kita mau kemana ? Bukankah gerbang sekolah masih ditutup Hae ? Lagi pula ini belum jam pulang sekolah.”Hae menghela nafasnya dan mendekati Hyukkie yang masih tak mau masuk kedalam mobilnya.

“Gerbang sudah di buka, kau lihat saja. Satpam itu sedang membukanya dan aku dengan senang hati menerobosnya. Lagi pula kita sudah terlambat untuk kembali ke kelas, jadi lebih baik kita pulang dan jalan-jalan saja” Hae mendorong Hyukkie yang masih berdiri untuk masuk ke mobilnya.

Dan dengan semangat Hae menjalankan mobilnya dan menerobos pintu gerbang dengan omelan dari satpam penjaga sekolah ” Kya !!! Mau kemana kalian ?!!! Kembali !!!”

“Ha… ha… ha…”

Tawa mereka meramaikan suasana di mobil Hae. “Kya !!! Kau ini jadi suka membolos sepertiku, jangan salahkan aku jika kau terkena hukuman nanti “

“Aku akan baik-baik saja Hyukkie sayang, tak akan ada yang bisa menghukumku. Kau tenang saja Chagiyya, dan sekarang nikmati perjalanan kita” Hae menggenggam tangan Hyukkie.

“Memang  kita mau kemana ?” Hyukkie yang bingung menatap pada Hae yang terus tersenyum gaje dan tak menjawab pertanyaan Hyukkie. “Kemana Hae-ah ?” Namun lagi-lagi Hae tak menjawab pertanyaan Hyukkie dan malah menepikan mobilnya.

“Nanti kau kan tahu, “ kata Hae kemudian menurunkan jok yang diduduki Hyukkie hingga dalam posisi tertidur dan memberikan boneka Monyet padanya. “Aku tahu suka dengan monyet. Aku sudah membelikan bantal dan boneka monyet untukmu.” Lalu Hae memasang bantal monyet itu pada leher jok yang Hyukkie duduki.

Hae mengambil sebuah kantong besar di jok belakang “Juga piyama dengan motif monyet, handuk dan peralatan mandi. Tak lupa aku juga membelikanmu sandal pantai bergambar monyet ini dan juga baju pantai bergambar monyet. Mengapa ? Karena kita akan kepantai chagi.”

“Hae !!! Kau baik sekali !!!” Hyukkie lalu memeluk Hae dengan erat dan mencium pipinya. Hae tersenyum dan memeluk Hyukkie dengan erat, Hae lalu melepaskan pelukkannya dan menatap Hyukkie lagi.

“Kau tahu chagii di bagasi mobilku, aku sudah menyiapkan banyak makanan dan minuman. Serta tenda dan sebuah kasur lipat. Kita akan camping disana, bagaimana menurutmu Chagiyya ? Ini adalah kencan pertama kita, aku ingin ini menjadi hari yang tak terlupakan. Kajja kita berangkat !!!”  teriak Hae bersemangat.

“Nde !!! Ayo berkemah !!!” Hyukkie berteriak senang. Mereka meluncur ke pantai. Ini memang rencana Hae jika pulang sekolah nanti, tapi rasanya lebih baik jika melakukannya sekarang dan membolos pelajaran membosankan disekolah.

.

.

Zhoury Side

.

.

Henry dapat merasakan hembusan nafas Zhoumi yang tidak teratur itu menerpa wajahnya. Perlahan tapi pasti Henry menutup matanya saat merasakan nafas Zhoumi yang semakin dekat dengannya.

Chu ~~~

 Zhoumi mencium Henry sekilas dan melepasnya. Henry masih terpaku menatap Zhoumi yang sedang tersenyum penuh kemenangan. Henry hanya diam merasakan debaran jantungnya sendiri dan tubuhnya yang sudah memanas.

“Jadi, apa yang kau pikirkan ?” Zhoumi menatap mata sipit Henry yang masih terdiam itu. Zhoumi kembali tersenyum dan mengulurkan lengannya memeluk Henry. Dan Henry hanya terdiam menerima perlakuan dari Zhoumi.

Dengan cepat Zhoumi melepaskan semua kancing seragam Henry dan membantunya duduk. Ia mengambil kaos Kibum. Namun ketika Zhoumi hendak melepaskan seragam Henry, dengan cepat Henry menyilangkan tangannya dan menatap Zhoumi.

“Hei , aku hanya mau membantumu. Dari tadi kau pasti kedinginan.” Zhoumi bertindak sabar dan menurukan lengan Henry yang masih disilangkan di depan dadanya. “Aish, Henry-ah aku hanya mau membantumu. Aku tak ingin kau sakit. Bersikap dewasalah sedikit jangan kekanakkan seperti itu”

Zhoumi memang tak tahan dengan sifat keras kepala Henry, ia sungguh gemas pada Henry. Akhirnya ia memaksa dan mendorong tubuh Henry hingga mereka posisi mereka bisa dibilang rawan.Tubuh Zhoumi menindih tubuh mungil Henry yang dingin karena terus memakai baju basah. Mata mereka saling bertemu dan menatap dalam diam.

Zhoumi dapat merasakan detak jantung Henry yang begitu cepat seiring dengan degub jantungnya yang terus memompa darahnya hingga ia merasakan panas mengalir keseluruh tubuhnya. Zhoumi kembali mendekatkan wajahnya dan melihat bibir merah yang sudah membiru karena kedinginan itu.

Henry menutup matanya, seakan terbuai oleh nafas hangat Zhoumi dan akhirnya bibir mereka bertemu dan menyatu dalam kehangatan siang hari yang mendung dan gelap itu. Zhoumi terus menekan bibir Henry  dan melumatnya dengan lembut dan hati-hati.

Bibir biru itu kini berangsur berubah menjadi merah hingga menghasilkan buliran keringat di pelipis dan leher Henry. Zhoumi tahu, tubuh Henry kini sudah memanas. Ia terus menekan dan melumat bibir yang masih senantiasa diam dan menutup itu.

Meski Henry tak merespon, ia juga tak menolak ciuman Zhoumi. Malah ia menikmatinya dan menutup matanya. Henry hanya tak tahu bagaimana caranya berciuman. Poor Innocent Henry#Plakkk#

Dengan pelan Zhoumi mengulum bibir merah itu dan sedikit menggigitnya hingga Henry merasakan agak sakit di bibirnya dan membuka sedikit mulutnya. Dengan leluasa Zhoumi memasukkan lidahnya. Menjelajahi semua isi mulut Henry. Sesekali menjilati bibir merah itu dan meninggalkan jejak salivanya di bibir Henry.

Tangan Zhoumi tengah menggenggam kuat kedua tangan Henry, dan merasakan betapa Henry ingin menggelinjang hebat karena sensasi yang diterimanya atas ciuman dari Zhoumi.

“Enghh” Lenguhan Henry itu membangkitkan sesuatu yang tertidur dalam diri Zhoumi. Sungguh Zhoumi tak berniat melakukan ini sebelumnya, namun sesuatu didalam dirinya mendorong begitu kuat hingga ia harus menuntaskannya.

Kembali dengan pintarnya Zhoumi menggerakkan lidahnya dan bergelut dengan lidah Henry yang sudah bermain di mulut Zhoumi. Henry kini tengah menikmati ciumannya dan sesekali menghisap bibir bawah Zhoumi. Ia sudah mulai pandai.#Kekekekekeke#

Zhoumi yang tak mau kalah langsung saja menekan kuat pada tubuh mungil itu dan memperdalam ciumannya. Ia mengulum kuat bibir Henry dan tak membiarkan Henry untuk mencuri nafas sedikitpun. Ciuman panas dan menyesakkan itu terus berlanjut dan Zhoumi kembali menjilati bibir Henry dengan rakusnya. Saat merasakan nafas Henry yang sudah melemah, Zhoumi tahu jika Henry sudah kehabisan nafasnya dan kini ia sibuk menurunkan ciumannya dari bibir merah itu ke leher putih Henry.

Henry menggenggam tangan Zhoumi semakin erat dan menggerakkan tubuhnya yang benar-benar terasa geli. Tubuh Henry menggelinjang hebat merasakan sensasi yang baru ia rasakan saat itu. Kepalanya tak kalah kuatnya menengok ke kanan dan kekiri dan bibirnya ia gigit untuk menahan teriakannya yang ingin keluar.

Melihat itu Zhoumi malah semakin asyik menjilati leher Henry dan menciumnya. Menghisap spot di pangkal leher Henry. “Engh” Henry kembali mengeluarkan suaranya saat hisapan Zhoumi memberikan rangsangan nikmat keseluruh tubuhnya. #authorjantungan#

Jilatan Zhoumi terus turun ke bahu putih yang meminta di manjakan itu. Zhoumi melepaskan tangannya dari cengkraman Henry dan menyingkap seragam Henry yang mengganggu kerjanya.  Ia menghisap kuat bahu Henry dan meninggalkan kissmark dimana-mana.

Jilatan itu terus turun dan semakin turun hingga menemukan sebuah titik kecil berwarna merah yang dengan semangatnya Zhoumi menghisap dan mengemutnya (?). Tangannya tak tinggal diam dan ikut mengerjai nipple Henry yang satunya. Lidah nakal itu terus menjilat dan terkadang menekan nipple Henry yang sudah memerah.

“Enghhh”

Henry terus melenguh dan kini mencengkeram erat rambut Zhoumi seraya menekannya untuk memperdalam hisapannya pada nipple Henry. Merasa nipple Henry itu sudah agak berasa getir, Zhoumi berpindah ke nipple yang satunya. Dengan nafsunya ia mengemut nipple itu dan menjilatinya. Menekannya kuat dengan idah pintarnya. Tangannya sibuk memainkan nipple Henry yang satunya.

Lalu Zhoumi meneruskan jilatannya keperut Henry yang rata tanpa otot itu. Zhoumi kembali menjilatinya dan memainkan lidahnya di pusar Henry. Tangannya tak kalah pintar, kini sedang membuka ikat pinggang Henry dan menurunkan zippernya. Jilatan itu terus turun ke selangkangan Henry dan Zhoumi sedikit mengangkat kepalanya dan tersenyum saat melihat Junior Henry yang sudah menegang.

Zhoumi menurunkan celana itu dan melepaskannya sekaligus. Hingga terbebaslah junior Henry yang berukuran lumayan itu dengan sedikit cairan precum di kepalanya. Zhoumi langsung saja menjilatinya dengan gerakan pelan dan eksotisnya.

“Eunghhh”

Henry melenguh dan meremas hebat kasur dibawahnya. Ia melengkungkan punggungnya menahan sensasi yang ia rasakan. Ia begitu menikmati itu. Seluruh tubuh Henry terasa panas dan menegang. Ia sungguh menikmatinya.

Zhoumi dengan segera memasukkan junior Henry kedalam mulutnya dan menghisapnya dengan pelan dan teratur. Ia menaik turunkan kepalanya dengan pelan. Zhoumi memainkan lidahnya diujung kepala Junior Henry. Menghisapnya kuat dengan gerakan yang pelan. Sungguh membuat Henry yang begitu imut menjadi panas.

Henry terus menggerakkan tubuhnya menggelinjang hebat karena hisapan kuat dari Zhoumi yang lama kelamaan semakin terasa nikmat. Dan sebentar saja Henry merasakan juniornya berkedut akan mengeluarkan isinya.

“Akuhhh keluarhhh”

Henry mengeluarkan cairannya dalam mulut Zhoumi dan Zhoumi dengan senang hati berbagi.

Ia mendekati Henry dan menciumnya menyalurkan cairan Henry hingga Henry bisa merasakan cairannya sendiri. Mata Henry melebar ketika merasakan cairan itu. Zhoumi menjauhkan wajahnya dan tersenyum puas diatas tubuh Henry.

“Telanlah, jangan menahannya dimulutmu. Itulah cairanmu. Kau tahu rasanya manis dan menggoda sepertimu” kata Zhoumi seraya membuka kancing bajunya. Dengan terpaksa Henry menelannya ‘Rasanya aneh, tapi enak. Tidak buruk juga’ batin Henry.

Kini tubuhnya sudah terasa hangat. Dan ia baru sadar bahwa ia telah digarap oleh Zhoumi. “Kya !!! Mengapa kau melepaskan seragammu ?! Apa yang akan kau lakukan ?!” Henry terus mencoba menghentikan gerakan Zhoumi yang kini sedang membuka celananya.

“Kau telah melakukannya padaku, kau jahat Hyung.” Henry menangis sesenggukan. Ia seperti perawan yang habis diperkosa. Namun kata-kata Zhoumi langsung membuatnya diam seketika. “Bukankah kau menikmatinya. Jadi jangan mengatakan aku memaksamu atau memperkosamu. Kau lihat sendiri siapa yang menikmatinya. Kau merasakannya Henry-ah.”

Zhoumi lalu menindih Henry kembali hingga badan mereka saling menyentuh dan merasakan kulit masing-masing. Zhoumi mendorong celananya dengan kakinya hingga terlepas dan menyisakan boxernya.  Zhoumi  kembali mencium Henry dan mengulum bibir itu.

Henry yang memang merasa sudah kalah kali ini mengikuti permainan Zhoumi. Ia membalas ciuman Zhoumi dan memainkan lidahnya mencoba mendominasi ciuman mereka. Hingga akhirnya tangan Zhoumi mengangkat tubuh Henry dan mendudukkan dirinya di pangkuan Henry.

Henry lalu dengan cepat menarik kakinya dan menurunkan tubuh Zhoumi hingga duduk di kasur dan Henry berdiri dengan lututnya. Henry mendominasi ciuman itu dan menghisap kuat lidah Zhoumi. Ia kemudian menjilat telinga Zhoumi dan memainkan lidahnya disana. Sesekali menggigit kecil telinga Zhoumi hingga Zhoumi semakin mengeratkan pelukannya ke tubuh Henry yang sudah penuh dengan keringat. 

Henry terus saja terbuai dan memberikan servis pada Zhoumi. Meski tak terucap kata ‘Saranghae’ namun ia tahu, ia telah jatuh cinta dan menyerah pada Zhoumi. Henry kembali menjilat leher Zhoumi dan menghisapnya kuat meninggalkan kissmark  di sana. Zhoumi hanya mengerang tertahan dan mengeratkan pelukannya pada tubuh Henry.

Henry yang seakan menjadi sangat pintar dengan nakalnya menunduk dan memainkan lidahnya pada nipple Zhoumi. Ia menekan dan menggodanya dengan menjilat kecil pada lidah itu. Henry tersenyum dalam hati dan terus melakukan kerjanya.

Tangan Henry tak memilin nipple Zhoumi, tapi malah menyusup kedalam boxer Zhoumi dan mulai meremas sesuatu yang menegang disana. “Ahhh…” erangan Zhoumi  tak tertahan lagi. Ia sungguh ingin menjerit merasakan remasan tangan mungil Henry pada juniornya.

Seluruh tubuh Zhoumi menegang dan terasa panas. Henry mendorong tubuh Zhoumi hingga tertidur dengan posisi Henry on top. Henry duduk di  perut Zhoumi dan membelakangi wajah Zhoumi hingga ia dengan bebas menurunkan boxer Zhoumi.

Henry mengulum junior Zhoumi yang sudah memanggil untuk dimanjakan. Junior yang belum menegang sempurna itu terasa semakin membesar dan penuh di mulut mungil Henry. Henry terus memberikan blow jobnya dan menghisap kuat Junior Zhoumi. Henry yang nakal mulai menjilati pucuk junior itu dan bermain dikepala junior Zhoumi dan tangan nakalnya sibuk mengocok pelan junior itu.

Zhoumi merasa tubuhnya semakin memanas. Maka ia menarik  kaki Henry dan Henry mengangkat sedikit tubuhnya hingga terciptalah posisi 69 dengan Henry on top. Namun bukan junior Henry yang akan dimanjakan. Zhoumi dengan menahan nikmat yang ia rasakan pada juniornya, mengulum jarinya dan mentrust satu jari kedalam hole Henry.

Henry langsung mengangkat kepalanya dan menahan tubuhnya dengan lututn dan tangannya “Sakit Hyung” rintih Henry tertahan. Namun tangan pintar Zhoumi malah bermain dengan junior Henry. Zhoumi mendudukkan dirinya dan berkonsentrasi dengan kocokannya. Begitu terdengar lenguhan kenikmatan Henry, Zhoumi langsung memasukkan lagi sedikit demi sdikit jarinya hingga masuk seluruhnya.

Henry mengerang kesakitan, namun Zhoumi terus saja sibuk memaju mundurkan jarinya hingga masuk semua dan ketika merasa Henry mulai rileks, Zhoumi mempercepat temponya dan kemudian menyentakkan jarinya hingga menyentuh spot yang ia cari.

“Ahh…!!!” Henry mengerang kenikmatan saat spot itu terus saja dikenai oleh Zhoumi. Zhoumi sedikit memutar jarinya dan ketika sudah agak longgar, Zhoumi langsung memasukkan jari keduanya tanpa melupakan kocokannya pada junior Henry.

Meski Henry mengerang kesakitan, Zhoumi tak peduli ia terus mencoba memasukkan dan menggerakkan perlahan jarinya hingga masuk seluruhnya. Dengan cepat ia menyentakkan jarinya yang terjepit dinding sempit Henry dan saat ia mengenai spot itu, Henry kembali mengerang nikmat. Zhoumi terus bergerak pelan dan teratur untuk menyilangkan kedua jarinya hingga hole Henry makin melebar.

Dan dengan cepat ia menahan tubuhnya dengan lututnya dan memposisikan juniornya yang masih tegang itu kedepan Hole Henry. Zhoumi melepas jarinya cepat dan kemudian mentrust juniornya.

“Ahhhh !!!” Henry menjerit keras saat  junior Zhoumi memaksa masuk kedalam lubang sempit miliknya. Ia menangis menahan sakitnya. Namun salahkanlah posisi Henry yang menungging itu menyebabkan Zhoumi tak melihat bagaimana Henry menangis dan menahan perih itu.

Zhoumi terus mencoba memasukkan juniornya dan akhirnya dengan susah payah junior itu dapat masuk semua. Zhoumi mendiamkannya sebentar dan ketika merasakan hole Henry tak menegang lagi, Zhoumi langsung menggerakkan juniornya. Perlahan dengan pelan dan teratur, hingga lama kelamaan ia menambah kecepatannya dan sodokan itu terasa makin dalam. Zhoumi menarik juniornya hingga tersisa hanya sedikit ujungnya dan dengan cepat menghentakkan masuk juniornya itu.

“Ahhh!!!” kembali Henry berteriak  “Ahh…!!!” dan melenguh antara nikmat dan sakit yang berkecamuk pada hole sempitnya. Zhoumi terus melakukan gerakan maju mundurnya dengan cepat dan terus mengenai spot semsitive Henry.

Henry terus mengerang nikmat merasakan gerakan Zhoumi dan kocokan pada juniornya. Sebentar saja ia sudah merasakan ia akan keluar lagi. “Akuhh ingin keluar ahhh”  Henry mengeluarkan cairannya di matras itu dan mengotori tangan Zhoumi. Dengan senang hati Zhoumi menjilat tangannya dan merasakan cairan Henry.

“Ahhh” Henry melenguh lagi saat Zhoumi menyodok keras spot didalam tubuhnya yang terasa hingga keperutnya. Henry merasakan tubuhnya kembali menegang dan menggelinjang hebat menahan rasa geli yang diberikan Zhoumi.

Zhoumi yang mulai merasakan juniornya menegang hebat langsung mentrust dalam dan cepat hingga Henry terus berteriak “Zhoumi Hyung!!!! Akhhhh !!! Aku akan keluar lagi ahhh!!!”

“Akuhh juga chagiya…”

Mereka keluar bersamaan, Henry langsung menjatuhkan dirinya ke matrass. Lututnya sudah lemas tak kuat menahan tubuhnya. Holenya terasa penuh dengan cairan Zhoumi. Nafasnya berat dan tubuhnya benar-benar panas.

Sedangkan Zhoumi langsung menarik  juniornya dan duduk menahan badannya dengan tangannya. Ia benar-benar lelah. Keringat dan nafas yang memburu menyatu dengan debaran jantungnya.

Ia kemudian mendekati Henry dan menidurkan tubuhnya di sisi Henry yang masih menelungkup menghadap matras. Merasakan Zhoumi disisinya Henry kemudian tersenyum dan menatap Zhoumi.

“Tolong bantu aku membalikkan tubuhku, aku sudah lemas sekali” pinta Henry dan dengan senang hati Zhoumi akan membantunya. Henry masih bernafas dengan cepat hingga dadanya naik turun. Dan ia menengok ke samping dan melihat Zhoumi yang tersenyum padanya.

“Tolong , aku dingin selimuti aku” pintanya manja. Dan lagi-lagi Zhoumi mengambil selimut yang sudah terlempar begitu jauh karena aksi mereka tadi dan menyelimuti tubuhnya dan tubuh Henry. Mereka kemudian sama-sama diam dan saling menatap.

“Aku tahu kau sudah mencintaiku, gomawo Henry-ah. Wo ai ni, Saranghae Henry-ah.” Kata Zhoumi lalu mengecup lembut dahi Henry.

“Nado Saranghae, Mimi ge”

“Mwo !!! Mimi Ge ?!!” Zhoumi menatap Henry yang sedang tersenyum begitu menggemaskan.

“Nde, Mimi ge. Aku akan memanggilmu begitu bukankah terdengar lebih romantis”

Zhoumi mengangguk pelan dan memeluk Henry. Mereka kemudian terdiam dan tak lama setelah itu terdengarlah deru nafas yang teratur.

Mereka tertidur, dan sekali lagi UKS itu menjadi saksi yang diam membisu atas cinta baru yang mewarnai FF author #kekekekeke#.

.

.

Yewok x Kyumin Side

.

.

Wookie pulang bersama Yesungie. Namun mereka tak langsung ke rumah Sungmin tapi ke apartemen Yesung. Wookie akan membantu Yesung berbelanja untuk mengisi apartemen barunya.

“Hyung aku pinjam bajumu ya, aku tak mau memakai seragam seperti ini”

“Ambilah di koperku, aku belum membereskannya chagi. Nanti kau akan membantuku kan ?” Kata Yesung.

“Nde, Hyung” Wookie mengangguk dan sibuk mencari baju yang pas untuknya.

 Yesung sedang sibuk mencari dompetnya. Ia sudah memutari seluruh ruangan, inilah salah satu sifat Yesungie. Dia pelupa tingkat akut stadium 4.

“Kau mencari apa Hyung ?” Wookie yang sudah bosan melihat kekasihnya itu berputar-putar terus akhirnya buka mulut. “Dompetku. Aku mencari dompetku” Yesung menjawab sekenanya dan terus mencari dompetnya.

“Disakumu ada tidak hyung ?” Yesung hanya menggeleng. “Di kamarmu ?” Yesung lagi – lagi menggeleng. “Kau sudah berganti baju belum hyung ?” Yesungie mengangguk. Kemudian Wookie masuk kedalam kamar Yesung dan mendekati box pakaian kotor yang terletak  didekat sebuah mesin cuci. Ia mencari celana Yesung yang baru dipakai tadi.

“Aku sudah mencari disaku celana itu Wookie baby, tapi tetap tak ketemu”. Namun Wookie tak mengindahkan perkataan Yesung dan kini membalik box itu dan terlihatlah sebuah benda berbentuk persegi dan lipatan dua, berwarna hijau putih dengan motif garis.

Melihat Wookie menemukannya, Yesung hanya senyum gaje menggaruk rambutnya yang sama sekali tak terasa gatal. “Aku memang tak salah memilihmu Wookie baby” Yesung lelu mendekat pada Wookie dan memeluknya.

Wookie melangkah ke ruang tamu dan mengambil tasnya. Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil dan memberikannya pada Yesungie. “Mwo ?” Yesung membuka kotak itu dan ia tersenyum. “Pakaikan padaku Wookie chagi, aku tahu kau senang memiliki namjachingu setampan aku”

“Aishh… kau ini hyung, norak sekali. Ini hanya hadiah untuk kedatanganmu. Sebenarnya ingin aku berikan kemarin tapi tak sempat.” Wookie memasangkan kalung rantai lembut dengan liontin salib yang mengiasinya.

“Aku ingin kau selalu dilindungi Hyung, karena tanpamu aku tak akan bisa melanjutkan hidupku.” Yesung tersenyum mendengar kata manis dari Wookie. Ia memeluk Wookie erat dan mencium sekilas bibir itu.

“Kajja Hyung, kita berangkat. Aku juga akan berbelanja banyak bahan makanan. Aku ingin memasak makan malam yang enak dan kita bisa mengundang Sungmin Hyung untuk makan bersama kita.”

“Nde, Kajja Wookie baby “

Mereka meluncur ke supermarket dan kembali pada malam hari. Mereka sibuk memasak dan akhirnya makan malam istimewa mereka siap.  “Hyung aku akan menelfon Sungmin Hyung” Wookie menekan tombol satu di ponselnya yang menghubungkan langsung dengan ponsel Sungmin. Namun ponsel itu hanya bergetar lemah didalam tas Sungmin yang terdapat didalam kelas kosong.

Wookie terus mencoba menghubungi Sungmin. Namun Yesung menghentikannya dan mengambil ponsel Wookie. “Mungkin saja Sungmin sedang bersama Kyu, jangan ganggu Wookie baby”

“Nde, mungkin kau benar hyung”

.

 .

Malam Harinya pukul 23.00 KST

.

.

“Hyung aku lelah, antarkan aku pulang ya. Aku ingin membawakan makanan ini untuk Sungmin Hyung”

Sebenarnya Yesung tak mau Wookie pulang dan ia ingin Wookie menginap di apartemennya. Wookie terlihat lelah setelah membantunya seharian ini. Namun salahkanlah Wookie yang terlalu menyayangi Sungmin, ia tak akan bisa jika belum memastikan Sungmin baik-baik saja.

Mereka sampai didepan rumah Sungmin.”Mengapa lampunya masih mati hyung ?”

Yesungie hanya menggelengkan kepalanya dan mereka berjalan ke pintu.”Maih terkunci” Wookie lalu mengambil kunci cadangannya di dalam tasnya dan membuka pintu. Menyalakan seluruh lampunya dan mencari Sungmin diseluruh sudut rumah.

“Hyung, Sungmin Hyung tidak ada.” Wookie menangis memeluk Yesung yang sedang mencari Sungmin dibelakang rumah. “Kemana Sungmin Hyung?”

Wookie terus menangis dan mencoba menanyakannya pada sahabat Sungmin Hyung.

“Yeobosseoyo, Siwon hyung.

“…”

“Apa kau bersama Sungmin Hyung ?”

“…”

“Nde Gomawo hyung”

Wookie menutup telfonnya dan menatap Yesungie“Siwon hyung mengatakan kalau  Sungmin hyung pergi mencari Kyu, aku yakin mereka pasti disekolah. Ayo hyung, perasaanku sudah tak enak. Aku harus menemukan Sungmin Hyung”

Mereka menuju sekolah dan masuk setelah mendapat kunci dari penjaga sekolah. Namun sayang lift tak bisa dihidupkan hingga mereka harus berjalan naik turun tangga untuk mencari sungmin.

 

“Hyung !!!” Wookie dan Yesung mencari Sungmin ke seluruh penjuru sekolah. “Aish ! Kemana Sungmin hyung ? Kita harus menemukannya Hyung, kumohon kita harus menemukannya” Wookie mulai terisak.

Ini sudah jam 01.00 KST. Dini hari yang sepi dan dingin. Mereka sudah mencari Sungmin ke seluruh penjuru sekolah. Hujan baru berhenti tengah malam tadi. Wookie sungguh ketakutan saat ini.

Wookie sudah menelfon teman Sungmin yang lain. Mereka juga mengatakan jika Sungmin mengejar Kyu. Namun Kyu sedang di rumahnya, mempersiapkan keberangkatannya. “Hyung, bagaimana jika kita telfon Kyu ? Mungkin dia tahu dimana Sungmin Hyung”

“Jangan Wookie, Kyu sedang mempersiapkan dirinya. Dia akan berangkat besok pagi. Jangan beritahu dia. Kajja kita cari Sungmin lagi.” Yesung kembali menyeret langkahnya diikuti dengan Wookie dibelakangnya.

.

Trap

.                                      

Trap

.

Mereka mencari dalam gelap meniti anak tangga yang begitu banyak , hingga akhirnya menemukan sebuah pintu menuju atap sekolah. Dengan ragu mereka melangkahkan kakinya dan mendekati pintu itu.

.

Kriet

.

Yesung dan Wookie masuk ke atap sekolah itu. Mereka menyinari setiap sudut di taman itu, hingga mata Wookie berhenti dan terpaku menatap hyungnya yang terkapar tak sadarkan diri di lantai taman.

“Hyung !!! Ieronna !!!” teriak Wookie dengan kuatnya mengguncang tubuh Sungmin. Yesungie langsung mendekat dan berusaha merasakan denyut nadi Sungmin.

“Kajja Wookie, dia masih hidup.” Yesung menggendong Sungmin dan mereka turun ke lantai dasar. Sungguh perjalanan yang melelahkan saat lift sekolah sedang tak berfungsi .

“Hyung, biar aku gantikan Hyung.”

“Tidak, aku bisa membawanya sampai ke bawah” dengan susah payah Yesung akhirnya bisa membawa Sungmin turun dari atap yang setinggi 5 lantai itu. Mereka langsung menuju rumah sakit.

.

.

“Dia tidak apa-apa, untung kalian cepat membawanya kesini. Dia mungkin hanya akan demam. Tapi aku rasa dia sedikit tertekan dan badannya lemah sekali. Aku sudah memberikannya suntikan obat tidur, jadi mungkin dia akan tidur cukup lama. Jangan mengganggunya dengan pikiran yang berat jika ia sudah bangun.”

“Nde Dok, terima kasih”

Dokter itu menganggukkan kepalanya dan meninggalkan ruangan Sungmin. Wookie terus menangis di sisi Sungmin dan Yesung hanya bisa menatap miris pada sahabatnya itu. Sungmin yang pucat dan lemah.

“Apa kita akan tetap merahasiakannya dari Kyu, Hyung ?” Wookie menatap Yesungie yang terlihat berfikir keras. Yesungie berjalan agak menjauhi Wookie dan mengambil ponselnya.

“Kyu datanglah ke rumah sakit terdekat dari sekolah, aku menunggumu di kamar 501” Yesung langsung mematikan ponselnya.

Kyu yang memang tadi sedang tidur dan belum benar-benar sadar hanya mengerjapkan matanya. ‘Apa tadi mimpi ? Sepertinya memang tadi Yesung Hyung menelfonku’ Kyu membatin dan tak merasakan bahwa ia memang sedang menggenggam ponselnya hingga ponsel itu malah jatuh dari kasurnya.. Kyu mendudukkaan dirinya dan  segera beranjak dari kasurnya. Ia terduduk di kursi belajarnya dan menatap foto Sungmin.

Ia tahu ia tak akan sanggup melihat Sungmin lagi, terlalu menyakitkan untuknya. Lalu ia mengambil secarik kertas dan menuliskan perasaannya disana. Ia tak datang ke rumah sakit. Menganggap telfon Yesung hanyalah mimpi baginya.

.

.

“Hyung, kenapa Kyu tak kesini ? Apa dia tak mengkhawatirkan Sungmin Hyung ? Dia itu benar-benar keterlaluan hyung !!!” Wookie mengguncangkan tubuh Yesung. Ia sangat kesal dengan kelakuan Kyu yang tak mempedulikan Hyungnya.

Wookie jatuh terduduk dan menangis. Ia sungguh tak tega melihat Sungmin yang terbaring lemah dan pucat hanya karena Kyu. “Aku membenci Kyu !!! Mengapa dia melakukan ini pada Sungmin Hyung ? Memangnya dia pikir dia siapa hyung ?”

Wookie terus mengumpat Kyu dalam pelukan Yesung. Yesung yang tak tahu harus berbuat apa hanya bisa terus menciumi puncak kepala Wookie, agar ia tenang dan menjaga emosinya. “Ssshhh… Uljima Chagiyya, tenanglah. Tenangkan dirimu chagi, Sungmin membutuhkan kita. Jadi kuharap kau bisa sedikit menahan emosimu”

“Aku harus menemui Kyu yang bodoh itu Hyung !!!” Wookie meronta dalam pelukan Yesung. Ia sungguh marah dengan kebodohan Sungmin dan Kyu. “Dia tidak boleh meninggalkan Sungmin hyung dalam keadaan seperti ini Hyung, dia tidak boleh berbuat seperti ini pada Hyungku.”

“Tenanglah chagi, aku akan menelfonnya kembali. Mungkin dia masih ada dirumah” Yesung melihat jam yang berdetak di dinding kamar dingin itu. Pukul 09.15 KST, sedangkan penerbangan Kyu pukul 10.00 KST

.

.

Baby Need Your Love Love Love
Neoui sarang hanaro nan chungbunhae
Modeungeoseul da ilheodo
Neomaneun jeoldae nohchijin aneulgeoya
You Are My Everything My Love
Naegen neomani boyeo
Jaggu niga saenggakna
Eonjena naneun useulsu isseo
You Are My Everything My Heart

Terdengar tone ponsel Kyu yang berbunyi nyaring di kamar Kyu. Kyu yang sedang sibuk menata barangnya di mobil tak mendengar suara ponsel itu.

“Chagi, dia tidak mengangkat telfonnya. Dasar anak bodoh, memangnya kemana sih ?” Yesung terus mengumpat – umpat tak jelas. Dia memang sudah menelfon lebih dari 5 kali dan belum juga diangkat.

“Hyung coba telfon lagi hyung, kumohon “ Wookie memandang Yesungie dengan wajah tirusnya yang kini ikut pucat karena tertekan memikirkan Sungmin

“Arrasseo” Kembali Yesung menelfon Kyu.

.

.

Kyu yang memang melupakan surat yang telah dibuatnya untuk Sungmin, akhirnya kembali lagi kedalam kamarnya. Ia mendengar tone ponselnya berbunyi.”Aishh !!! Paboya Kyu, kau hampir melupakan ponselmu”

“Nde Kim  Songsaenim, waeyo”

“…”

“Mwo !!! Arrasseo”

Kyu langsung menutup telfonnya dan menyambar suratnya untuk Sungmin. Ia segera berlari ke mobilnya dan menuju ke rumah sakit di dekat sekolahnya.

.

.

Kriet…

.

Kyu melangkahkan kakinya lemas, ketika mata coklatnya menemukan tubuh mungil yang tertidur lemah di kasur rumah sakit itu. Ia tak mempedulikan ocehan Wookie yang seakan tak terdengar oleh telinganya. Telinganya tertutup dan hanya mendengar Sungmin.

Kyu bisa mendengar detak jantung yang lemah dari Sungmin, dan helaan nafas yang berat. Kyu jatuh bersimpuh pada lututnya dan menggenggam tangan Sungmin.  Ia membelai pipi lembut yang pucat itu. mengecup tangan dingin Sungmin yang masih berkerut akibat kehujanan selama berjam-jam kemarin.

‘Mengapa kau menyiksa dirimu sendiri Hyung ? Apa begitu berat jika harus jujur atas perasaanmu sendiri ?’ Kyu membatin dan menatap mata Sungmin yang masih terpejam. Namun ia sudah berjanji akan memberikan waktu bagi Sungmin untuk benar-benar memikirkan semuanya baik-baik.

Kyu mencium kening Sungmin dan kembali mengusap pipi yang pucat itu. Ia kemudian merogoh sakunya dan mengeluarkan selembar kertas. Ia menyelipkannya di genggaman Sungmin. Sekali lagi Kyu menangis, meratapi kebodohan dan keegoisan Sungmin. Kyu berjalan menjauhi Sungmin dan menemui Wookie dan Yesung.

“Mianhe Wookie-ah, aku harus tetap pergi. Aku harap kepergianku dapat membuat Sungmin Hyung sadar dan mengerti. Kim Songsae, aku titipkan Sungmin Hyung padamu” Kyu meninggalkan kamar itu dengan langkahnya yang lemah. Ia tak sanggup lagi untuk berbalik dan melihat Sungmin. Ia tahu ini akan sangat berat untuknya, namun inilah yang terbaik saat ini, hingga Sungmin bisa menyadari kesalahannya satu hari nanti.

.

.

.

TEBECE,,,,,,

12 thoughts on “PRETTY BOY || Ch. 6/9|| KYUMIN || YAOI

  1. eonni apa yang akan kau lakukan dengan kyumin..kenapa semua sakit gini..aku sampe nangs eonn…
    nyesek bangt kyumin…ming juga msih ego juga..tapi kyu kau juga tak peka akan ming..
    kenapa harus diucapkan kalo cinta sudah terlihat kyu..
    kau menyiksa ming da dirimu sendiri,,,,
    tsk!!!!!!
    aku harap ming baik2 aj …

  2. ya ampun ini happy ending kan😦
    huaaaa kyu tega ninggalin minnie kamu? huaaa kyu jahat huaaa T___T
    zhory ga tau tempat ya? di uks sekolah masa? ya tuhan *tepok jidat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s