Chicken Soup Side Story ||KyuMin Love Family|| Part 3||

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

– OC (The baby’s)

– Other SUJU and DBSK member.

Pairing : KYUMIN ||

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Tapi, Sungmin selalu dan akan selalu menjadi milikku#plak#ngarep#Sungmin juga milik Kyuppa#

Genre : Romance / Drama/Humor (dikit)

Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, gaje, TYPO (S), EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, GS.

Summarry : “Hidup ini terdiri dari berbagai rasa dan warna. Manis, asin, terkadang juga asam. Warna merah, putih ataupun kuning, semua warna bercampur menjadi satu. Tersaji dalam sebuah mangkuk kehidupan yang akan terus berjalan dan berakhir pada kebahagiaan. Chicken Soup, satu mangkuk penuh warna, penuh rasa.”

Maafkan author yang Moody ini. Tapi Chicken Soup tetep end di ch. 7

Ini hanya side storynya kehidupan mereka dan akan selalu berganti tiap dua ch.

Be Patient with Me please

.

No Copas No Bash No Flame No Like No Comment No Review

No Money No Honey No Cry No-ngkrong aja dah… .

.

.

JEONGMALL MIANHAMNIDA

.

HAPPY READING

oooCHICKEN SOUP FOR OUR FAMILYooo

Part: LOVE FAMILY 3


.

KyuMin Side

.

.

“Wae chagi?”

Sungmin hanya menggeleng lemah dan kemudian pingsan. “Yah, Minnie.” Kyuhyun mencoba membangunkan Sungmin namun sia-sia saja, karena Sungmin terlalu lelah sekarang. Dengan cepat Kyuhyun mengangkat tubuh Sungmin, membaringkannya dikasur mereka dan segera merapihkan dan menggantikan bajunya yang sedikit basah.

“Ah, bagaimana ini? Aku tak tahu dimana rumah sakit atau siapa dokter di sekitar sini.” Kyuhyun sedikit mengeluh karena ia memang benar-benar panik dan bingung. Segera saja ia menelfon penjaga villa mereka.

“Yeobosseoyo…”

.

.

.

.

Kyuhyun berjalan kesana kemari dengan gelisah. Ia berulangkali berusaha untuk sekedar mengintip ke kamarnya, tentunya lewat lubang kunci yang besarnya tak seberapa itu.

Didalam kamar itu, Sungmin masih pingsan dan terus berkeringat. Untuk beberapa menit sebelum Dokter yang di panggil oleh penjaga villanya datang, tubuh Sungmin terus menggeliat dan ia terus saja mengigau.

Tapi, sekarang ia sudah lebih tenang. Dokter itu kemudian merapihkan peralatan medisnya dan segera keluar dari kamar Kyumin. Kyuhyun sudah bersiap di depan pintu, ia segera menyeret dokter itu dan mendudukkannya dengan tidak sabar.

“Jadi, bagaimana Sungminku?”

“Tenang saja, dia baik.”

“Tapi dia pingsan. Dia tak mungkin baik-baik saja.”

Dokter itu malah tersenyum. Dokter menepuk bahu Kyuhyun dan membenarkan kacamatanya. “Selamat, sepertinya kau akan menjadi Appa.”

“Mwo?”

“Ya, meski ini pertama kalinya aku menemukan kasus seperti ini tapi aku pernah membaca di buku kalau namja juga bisa hamil. Dan dia memang sedang hamil.”

“Mwo, hamil?”

“Iya, dia hamil. Chukkae.”

“Jeongmal?” Kyuhyun masih saja tak percaya. “Kau tak salah bukan? Eum maksudku, dia benar-benar hamil lagi?”

“Lagi?”

“Nde, dulu dia juga pernah hamil dan melahirkan dua anak kembar.”

“Ah, ini sungguh keajaiban. Senang bisa melihat sendiri seorang male pregnant, eum… kau harus menjaganya. Sekarang usia kehamilannya baru 6 minggu. Mungkin setelah ini dia akan mengalami masa yang sedikit sulit, tubuhnya lemah.”

Kyuhyun mengangguk pelan. “Nde, tapi baru hari ini dia mual sampai seperti itu. Aku memang sudah curiga saat dia menjadi moody. Terkadang suka memarahiku dan seenaknya.”

“Yah, kau pernah mengalami masa itu. Jadi bersiaplah dan jaga dia baik-baik. Jangan terlalu sering bermain, yah… kau tahu bukan apa yang ku maksud. Sedikit goncangan saja bisa membahayakan terlebih karena tubuhnya lemah.”

“Ah, nde. Baiklah.”

.

.

.

“Jadi, aku hamil lagi Kyu?”

“Nde.” Kyuhyun mengecup sayang pucuk kepala Sungmin. Sesekali ia menusukkan garpunya pada potongan salad buah yang sudah di siram dengan saus coklat. Yah… ngidam pertama Sungmin.

Sungmin menggeliat sedikit, menyamankan posisinya yang kini bersandar dada Kyuhyun. “Eum… Ming, bisakah kau tak begerak-gerak terus?” Kyuhyun sedkit merasa err… entahlah….

“Wae?” Sungmin mendongak. Ia tahu, sebenarnya apa yang dikeluhkan Kyuhyun. Dengan posisi Sungmin yang duduk di pangkuan Kyuhyun membuat junior Kyuhyun terus tertekan oleh tubuh –butt- Sungmin.  Sengaja, yah… Sungmin memang sengaja. Ia tersenyum kecil dan terus saja bergerak seakan ia tengah menggesekkan belahan bokongnya pada junior Kyuhyun yang kini sudah menegang.

“Minghhh… ahnnnn, jangan menggodakuh?”

“Benarkah? Kau tergoda?”

“Ming???”

“Nde, arra. Aku berhenti.”

Kyuhyun menghela nafasnya, ia bisa sedikit lega. Tapi nasib little Cho, bagaimana? Kyuhyun mengusap perut Sungmin. Kemudian mulai menciumi lehernya. “Mingh….Little Cho, need some help.”

“Aish, selesaikan saja sendiri. Bukan urusanku.”

“Ayolah Ming, hanya blowjob juga tak apa?”

Sungmin sedikit memutar tubuhnya dan mendongakkan kepalanya. Menatap wajah memelas Kyuhyun. “Baiklah, tapi setelah ini kau harus menuruti keinginanku?”

“Arra.” Dengan cepat Kyuhyun mengangguk. Ia membuka kaitan celananya dan menurunkan Zippernya. Sedikit menurunkan underwearnya dan mengeluarkan little Cho. Sebenarnya, entah mungkin apa yang ada dipikiran Sungmin. Tapi dia memang sedang ingin menjilati junior Kyuhyun.

“Eum, nae loli…” Sungmin mulai menjilat pelan batang junior Kyuhyun. Mengurut setiap otot yang terlihat jelas pada junior itu. Menusukkan lidahnya untuk menggoda lubang cum Kyuhyun.

Posisi mereka benar-benar nyaman dan tanpa ada gangguan sedikitpun. Hanya berdua di taman belakang villa, di sore hari yang indah dan hangat.

“Ahnnnn… Ming…. jangan menggodakuh….”

Sungmin tersenyum kecil, kemudian dengan cepat ia meraup junior Kyuhyun dan mulai menghisapnya. Sesekali lidah Sungmin tetap menusuk dan menggelitik lubang cum Kyuhyun. Jari pintar Sungmin juga tak kalah lincah, kini mulai memainkan twinsball Kyuhyun dan sedikit meremasnya.

Kyuhyun semakin tergesa dan menurunkan celananya hingga sebatas pahanya. Menekan pelan kepala Sungmin. “Ouhhh…. lebih dalam Ming… ahhh…. “

Sungmin menurutinya. Ia menghisap dalam hingga kepala junior Kyuhyun hampir membuatnya tersedak, kemudian menghisap kuat  hingga menyisakan kepala juniornya saja. Jari tangan Sungmin meralih dari twinsball Kyuhyun dan mulai mengocok batang junior Kyuhyun. Sementara mulut Sungmin sibuk menghisap kepala junior Kyuhyun dengan cepat dan kuat.

“Akhhh….. like that. Minghhhh…. ahhhhh…”

Tangan Kyuhyun mulai tak tinggal diam, ia meremas bokong Sungmin dan menyusup kedalam celana piyama Sungmin. Dan jemari itu terus saja bermain di tubuh bagian bawah Sungmin, hingga perlahan menurunkan celana piyamai Sungmin beserta underwearnya dan mulai mengurut (?) junior Sungmin.

Tubuh Sungmin sedikit tersentak saat Kyuhyun mulai mengocok pelan juniornya yang memang sudah menegang. Dan itu membuat Sungmin melepaskan kulumannya, saat Kyuhyun mulai mengocok dengan tempo cepat dan memainkan lubang cum Sungmin dengan jempolnya.

“Ahhhnnn… Kyuhhhh…”

“Wae???”

“Akuhhh….”

Dan tanpa basa basi lagi, Kyuhyun langsung mendorong tubuh Sungmin hingga ia dalam posiis berbaring di kasur piknik mereka. Dengan cepat menarik celana piyama Sungmin dan melebarkan pahanya.

Terlihatlah hole Sungmin yang berwarna pink kemerahan, berkedut seakan memanggil junior Kyuhyun. Dengan tergesa Kyuhyun mulai menghisap junior Sungmin. Kedua tangannya juga tak kalah lincah kini sudah memelintir nipples Sungmin.

“Ahnnn… Kyuhhhh….”

Dan tanpa aba-aba Kyuhyun mulai menusukkan juniornya pada hole Sungmin. Sungmin sedikit meringis menahan sakit. Meski baru tadi malam mereka melakukannya, bukan berarti hole itu menjadi sedikit longgar.

“Minghh…. mianhe…”

“Ahniya…. bergeraklah Kyuhhh… pelan dan kuathhh… akhhh… yeah….”

Kyuhyun mulai menggerakkan juniornya sedikit demi sedikit hingga seluruh junior itu masuk ke dalam hole Sungmin. Kemudian perlahan mulai menggenjotnya. Kaki Sungmin kini sudah melingkar indah di pinggang Kyuhyun.

“Akhhh…. Mingg…..ahhhh….”

“Kyuhhhh…. lebih dalam Kyuhhh…”

Tangan Kyuhyun tetap memainkan junior Sungmin dan menggelitik lubang cumnya. Kyuhyun sedikit mencondongkan tubuhnya kedepan dan tersenyum melihat wajah cantik Sungmin.

“Minghh…. you’re beautiful to me….”

Ndehhh… ahhh….. Kyuhhh… disanahhh… akhhhh!”

Kyuhyun semakin menusuk dalam dan terus menghantam sweet spot di hole Sungmin.  Bibir Kyuhyun menyunggingkan satu senyuman aneh dan kemudian dengan cepat meraup bibir merah Sungmin.

Hari yang indah yang diawali dengan kebahagiaan dan diakhiri dengan kesempurnaan.

“Akhhhhh… Kyuhhhh!!!!”

”Argghhhh Minghhhh… ahhh… ah….”

.

.

.

.

The baby’s side

.

.

“Oppa, Min bocan.”

“Telush?”

“Eum… Monie, oddiega?

“Molla. Cali yuk.”

Dan kedua baby itu meninggalkan mainan mereka. Segera menyusuri seluruh rumah megah milik Choi Jungmo, mencari dimana halmeoni tercinta mereka bersama Jung Soo kecil.

Mereka tersenyum  saat menemukan sang halmeoni tengah berada di taman depan rumah megah itu. Namun langkah Minhyun terhenti saat melihat siapa yang ada bersama dengan halmeoni-nya.

“Monie!!!”Sunghyun berteriak keras dan memeluk kaki Leetuk.

“Nde Sungie Oppa, wae?”

“Ahni,” Sunghyun menggeleng pelan dan kemudian menatap siapa yang sedang berbicara dengan Leeteuk. “Eh Yeye appa?”

“Nde Sungie.” Yesung mengangkat tubuh Sunghyun dan mencium pipinya. Dan dari kejauhan, kedua baby itu sudah saling menatap tajam, sangat lucu dan aneh. Dan seperti terpaksa, Minhyun akhirnya perlahan melangkah mendekati yang lainnya, karena  Leeteuk memang kini tengah menyeret Minhyun untuk bergabung bersama mereka.

“Ayo, kita ke taman dan duduk disana.” Kemudian Leeteuk sedikit memutar tubuhnya dan menatap pelayannya. “Bawakan kami makanan dan minuman, kau tahu kan? Yang biasanya.”

Pelayan itu hanya mengangguk dan kemudian pergi meninggalkan mereka. “Kajja.” Sebenarnya, Minhyun ingin kabur dari acara duduk santai menikmati sore mereka, tapi bagaimana bisa ia menolak saat tangannya kini sudah digenggam erat oleh Teukki.

Minhyun berusaha melengos setiap ia bertemu pandang dengan Jongki. Ia masih merasa kesal dan juga sedikit membenci Jongki saat ia teringat kembali kejadian di sekolah pagi tadi.

“Nah,Sungie duduklah bersama Monnie dan baby Soo.” Leeteuk menurunkan Jung Soo kecil dari gendonganya dan membiarkan baby itu mulai merangkak dan menepuk kepala Sunghyun.

“Yeye appa, kemali ada apa cih?” Selidik Minhyun. Kini ia tengah memberanikan diri, menatap tajam pada Jongki. “Wae ‘ga bawa Kie Umma ajah? Wae bawa Kie jahat kecinih?”

“Eh, Kie jahat?” Yesung menatap pada Jongki. “Kau jahat dengan Min?”

Jongkie menggeleng kecil. Rambut lurusnya itu bergerak kesana kemari. Wajahnya memerah terkena panas, sangat menggemaskan. “Ahni, Kie ga jahat. Min chu jahat…”

“Ahni! Kie jahat!”

“Min! Jahat!”

“Kie!”

“Min!”

“Haish! Sudahlah, kalian membuat baby Soo takut.” Satu usapan lembut di punggung Minhyun menghentikan teriakan yang keluar dari mulut Jongkie dan Minhyun. “Ck… ada apa cih sebenarnya? Kalian marahan eoh?” Leeteuk dengan nada sedikit menggoda, ia mencubit kecil pipi Minhyun.

“Ish…. molla!” Minhyun menghentakkan kakinya. Ia kesal, kemudian pergi kembali masuk ke dalam rumah. Menuju tempat permainannya tadi, meninggalkan Leeteuk dan yang lainnya.

“Jadi, ada apa dengan Minhyun. Little Kie?”

Jongki sedikit menunduk, ia meremas-remas tangannya. Suara dan usapan tangan Yesung di punggungnya agaknya sedikit membuatnya takut. “Ayolah, masa dengan Appa kau tak mau bercerita juga?”

“Hahhhhh….” Sunghyun menghela nafasnya. “Dengelin Chunnie yah…” Sunghyun berdiri diantara yang lainnya. Ia merapihkan bajunya dan membungkuk sedikit didepan semuanya. “Jadi, celitanya tuh Min malah cama Kie.”

“Jimman, Kie kan ga calah. Min celalu ajah malah-malah, Kie kan takut.”

“Kie, Min malah-malah ‘kan dah biashah, kayak ga ngelti ajah cih…” Sunghyun menggeleng pelan dan duduk di depan Jongkie. “Yeye appa, Monnie, Soo baby… Min chu cuma keshel abishnyah Kie main telus cama Tetem cama Mino. Lupa deh cama Min, camah Cunnie camah Niol juga lupa. Low lupa cama Chunie cih ga papa, Chunnie kan cuek ajah, tapi low camah Min…”

Kedua orang dewasa itu hanya bisa ber-sweatdrop ria mendengar pengakuan Sunghyun. “Jadi hanya karena Kie main sama Taemin dan Minho?” Yesung mempertegas.

Sunghyun menggangguk, dan kemudian menatap Jongkie yang kini lebih terlihat seperti orang ketakutan. “Kie, jangan gitchu cama Min. Kan kacian… Min juga jadi malah juga cama Chunnie, manah Min juga jadi ga cuka makan. Coba deh bayangin, maca Chunnie diculuh makan makanannya Min telus. Kan Chunnie dah pull (read:full=kenyang), ntal Chunnie ndut gimanah?”

“Eum…. abisnyah Min jahat cih. Min cuka malahin Kie.” Jongkie mencoba membela diri. Ia juga tak mau sepenuhnya disalahkan

“Ah… Kie, kayak ga tau Min ajah. Min ‘kan cuka malah-malah, mending deh low camah Kie celing dipeluk-peluk. Low cama Chunie, malah celingnya Chunnie diculuh-culuh telus. Oppa, ambil ni, ambil chu, oppa cinih, oppa cituhhh… Ishhh…. “

Yesung dan Leeteuk hanya tertawa kecil mendengar percakapan curhat antar kedua baby yang kini sudah hampir menginjak usia 6 tahun. Sungguh, mereka sangat lancar berfikir. Sayangnya kemampuan berbicara mereka masih dibawah jangkauan, ‘neoumu kyeopta.’

.

.

.

Kini Yesung dan Leeteuk tengah duduk santai di ruang tamu, sedangkan baby Soo sudah menikmati tidurnya di sore yang hangat itu. Ketiga baby yang lain tengah berkumpul dikamar twins setelah mereka mandi.

“Jadi kau mau menjodohkan mereka?”

“Nde, ahjumma. Eum… bagaimana menurutmu?”

Leteuk mengangguk kecil. “Aku suka, tapi lihat bagaimana Kyu dan Ming dulu. Akh, kita akan jadi keluarga. Ini sangat bagus, terlebih sepertinya Min sangat menyukai Jongkie.”

“Nde… aku kan tampan, jadi aegya-ku juga sudah pasti tampan.”

Leeteuk menggeleng kecil, dan setelah itu mereka hanya terlibat pembicaraan kecil seputar pekerjaan dan toko bunga mereka.

.

.

.

.

“Min-ah… Mianhe.” Jongkie, kini sudah berbalut piyama bermotif kelinci berwarna biru. Hasil pinjaman dari Sunghyun. Ia duduk mendekati Minhyun yang tegah asyik bermain PSP-nya. Sedangkan Sunghyun sendiri, ia asyik berguling-guling kesana kemari diatas bed besar mereka  seraya membuka buku cerita bergambar bunny yang sangat menggemaskan.

“Min…. dengel ga cih?”

Jongkie kembali menarik-narik baju Minhyun. Minhyun sama sekali tak peduli, untuknya kali ini dan saat ini permainan di PSP nya lebih penting dari apapun. Jongkie kini sudah kesal, karena Min yang marah secara terang-terangan, Yesung menyuruhnya untuk meminta maaf.

‘Ish…. low bukan appa yang nyuluh, Kie juga malesh. Min nyebelin.’ Setidaknya ini yang ada di batin Jongkie.

.

Sret…

.

“Kya…!!! Kie!”

“Ish… makanah dengelin Kie dulu. Kie chu mo mincha maaph….”

“Ya udah, min maapin. Cinih pecepe Min, balikin!” Minhyun menarik paksa PSP-nya yang sempat berada di tangan Minhyun. Dan kemudian, ia hanya bisa menatap horor pada layar yang menunjukkan tulisan ‘GAME OVER’ itu. “Chu…. Min kalah kan… aishhhh… “

Jongkie sedikit berjengit mundur saat Minhyun menatapnya tajam. Meski Jongki punya kekuatan sihir, tapi bukan berarti ia bisa menggunakannya seenaknya. Ia hanya bisa menggunakannya saat ia benar-benar tedesak, bukan dalam keadaan seperti ini.

“Kie, liat kan! Min kalah!”

“M-mian….”

“Ishhh….. Kie emang yah…. nyebelin! Ga dicekolah, di lumah celaluh ajah ganggu Min. Bica ga cih, Kie chu kaya Oppa. Cayang camah Min, maca cih Kie lebih cayang Tetem… hiksss…”

.

Prak…

.

Minhyun melempar kasar PSP-nya dan kemudian menangis kecil, ia perlahan naik keranjang bersama mereka dan memeluk Sunghyun. “Hikss… Oppa…. Min ga temenan camah Kie… Kie jahatin Min telus. Hikss…..”

“Eih… mwoya?” Sunghyun hanya berkedip bingung, menatap Minhyun yang sudah menangis terisak pelan. “Cudah, nanti Shoo baby banun. Dia ‘kan balu ajah bubu.” Sunghyun kemudian memeluk Minhyun dan menepuk-nepuk punggungnya.

“Wae Oppa, Kie celalu ajah jahat cama Min… hikss… wae…”

Sementara keadaan Jongkie terlihat sangat mengenaskan. Ia ingin memeluk, tapi memeluk siapa. Lagi, kali ini ia mungkin saja akan disalahkan. Jongki sudah meremas kuat ujung kemeja piyamanya, menutup rapat bibir dan kedua matanya. Menahan tangis yang seakan ingin meledak dari bibir dan mata hitamnya itu.

Namun, sepertinya pertahanan Jongkie tak lama karena sebentar saja sudah terdengar suara…”Hiksss… Min-ah….. Mianhe…. Hikss….hikss….”

Nah, jika sudah sama-sama menangis seperti ini, apa yang harus dilakukan Sunghyun? Ia tak mungkin beranjak dari posisinya dan membiarkan Minhyun menjerit keras seakan memanggil seisi rumah?

Lalu bagaimana ia mendiamkan Jongkie yang Kini juga terisak. Sunghyun hanya bisa menggeleng. Ia juga tak tahu harus berbuat apa.

Perlahan Jongkie mendekat pada Minhyun dan Sunghyun. Ia mengulurkan kedua tangannya. Membukanya lebar, seakan meminta seseorang untuk memeluknya.

“Min-ah…”

“Heumm… Hikss…. hikss….”

“Cinih, Kie peluk?”

“Shireo…” Minhyun menggeleng pelan di pelukan Sunghyun. Ia masih trauma dan sakit hati, mungkin. CK… ck…. bisa ajah nih para baby#plak#

“Jebal Min… kalo ga Kie bakal nangis lagi nih… hikss…. Kie kan juga pengen dipeluk…”

“Ya cudah deh….” Minhyun menghela nafasnya. Iaturun dari ranjang mereka ddengan wajah yang sembab tapi tetap saja tak bisa menyembunyikan raut merah yang cantik di wajah Minhyun.

“Cinih… cepetan, Kie udah pegel nih begini telus.”

.

Greep…

.

“Min-ah… Mianhe….”

.

.

.

KYUMIN SIDE

.

.

“Kyu…. aku ingin blonde hair.”

“Eh???” Kyuhyun sedikit menoleh pada Sungmin. “Kau yakin?”

“Nde Kyu….” Sungmin mengangguk cepat dan tersenyum kecil. Aku lihat tadi banyak orang dengan blonde hair. Sepertinya bagus, aku ingin.”

“Baiklah, tapi setelah kita sampai kerumah.”

“Tapi Kyu, aku ingin sekarang.”

“Min, kita sedang di jalan. Dan aku juga harus konsentrasi menyetir, apa kau tak merindukan twins?”

“Baiklah, setelah kita pulang. Berjanjilah kau akan mengantarku kesalon, aku ingin blonde hair.”

“Ne Ming baby…”

Mereka kembali berkonsentrasi pada perjalanan mereka. Sesekali Sungmin akan bernyanyi kecil, mengikuti setiap lagu yang menemani mereka. Perjalanan yang cukup lama dan jauh, hingga akhirnya mereka tiba di seoul pada pagi dini hari. Kyuhyun sudah sangat lelah, sedangkan Sungmin masih tertidur nyaman di mobil mereka.

“Baiklah, mungkin aku harus membawanya ke hotel. Terlalu lelah untuk ke rumah hari ini.” Kyuhyun melihat kesekitarnya. Ini bahkan masih di pagi dini hari, jadi belum ada satupun hotel yang bisa ia kunjungi. Kyuhyun kemudian berjalan sedikit menuju ke pinggiran kota Seoul, hingga ia menemukan satu penginapan dengan salon yang tepat berada diseberang jalan penginapan itu.

Sungguh, Kyuhyun benar-benar hanya memikirkan Sungmin dan ingin membahagiakannya. Kyuhyun kemudian menepuk pelan bahu Sungmin. “Ming… ieronna…” Berali-kali ia melakukannya, dan kemudian mencuri morning kissnya. Sedikit melumat bibir Sungmin dan memeluknya erat.

Perlahan karena sesak di tubuhnya, akhirnya Sungmin sedikit membuka matanya dan mulai menggeliat. “Kyuhh…. sesak….”

Kyuhyun hanya tersenyum kecil dan mencium puncak kepala Sungmin. “Bunny-ku yang sedang tidur ini begitu menggemaskan, hingga aku tak bisa melepaskannya.

Sungmin hanya tersenyum kecil dan mencubit gemas pinggang Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum kecil sambil mengusap pinggangnya. “Ouchhh… appo…. hahahhaha…”

“Ah, sudahlah. Kita harus tidur dulu Kyu, aku tak mau kau terlalu lelah dan terus menyetir.”

“Nde, kita cari penginapan.”

.

.

.

“Selamat datang!!!”

Pelayan di salon itu menyambut ramah pada kedua tamunya. Tentu saja sedikit bersikap genit dan centil, sungguh Kyuhyun hanya bisa menggeleng dan mengusap pelan punggung Sungmin.

“Jadi siapa yang akan kami service?”

“Eum… aku ingn blonde hair…”

“Ah, baiklah.” Satu pelayan itu kemudian melangkah ke meja yang sedikit jauh dari Sungmin, mengambil beberapa sample warna.”Silahkan memilih, dan aku pastikan kau akan menyukai hasil pekerjaan kami.”

“Aku mau yang ini,” Sungmin kemudian menoleh pada Kyuhyun. Menunjukkan pilihannya, “Otte Kyu?”

“Boleh, itu juga bagus.”

.

.

.

Proses pewarnaan rambut itu berlangsung cukup lama hingga mengundang lelah dan kantuk Kyuhyun. Ia yang memang belum tidur, memaksakan tubuhnya untuk sekedar tidur dalam posisi duduk dengan kepala mendongak bersandar pada sandaran sofa.

Sungguh sangat tidak nyaman tapi tetap saja Kyuhyun tertidur. Ia sama sekali tak menyadari bahaya apa yang mungkin tengah menantinya.  Sementara Sungmin, masih sibuk menatap pantulan wajahnya dicermin tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya pada Kyuhyun.

Kini terlihatlah seorang yeoja tengah berdiri dari kejauhan, sudah sejak lama ia memperhatikan Kyuhyun. Terlihat jelas senyuman kecil yang terpatri diwajah yeoja itu. Ia kemudian melangkah mendekat ketika melihat Kyuhyun yang sudah tertidur.

Yeoja itu kemudian berhenti di sisi Kyuhyun dan mulai menatapi wajah tampan itu. Dan entah, yeoja itu mendapat kekuatan dari mana hingga ia meberanikan diri untuk melakukan hal gila pada Kyuhyun. Yeoja itu menatap intens pada wajah Kyuhyun, hingga lama kelamaan tubuhnya semakin condong ke bawah seakan hendak mencium Kyuhyun.

Semakin dekat dan …

Lebih dekat lagi…

Hingga yeoja itu bisa merasakan nafas Kyuhyun yang berhembus dipipinya. Yeoja itu tersenyum kecil, hendak mencuri ciuman Kyuhyun tapi akhirnya…

.

Pranggg….

.

Terdengar bunyi benda terjatuh dan pecah.wajah cantik Sungmin sudah berubah menjadi raut sedih dan mulai terisak. Ia mengepalkan kuat kedua tangannya. Dan mulai menangis kecil.

“Hiksss…. Kyuhhh….”

Kyuhyun yang kaget segera membuka maranya, namun saat ia menemukan wajah yeoja yang cukup dikenalnya, ia segera bangun dari posisinya. Kemudian menatap tajam pada yeoja yang berada didekatnya. Bertanya dengan penuh selidik dan aura kebencian saat  ia tak menemukan Sungmin lagi di salon itu. “Kemana Sungmin?”

Yeoja itu hanya tersenyum kecil dan kemudian memilih duduk disisi Kyuhyun. “Molla, dia hanya menjatuhkan kopimu dan kemudian berlari. Kenapa kau mengkhawatirkannya, bukankah dia itu hanya chingumu?”

Keparahan Kyuhyun meledak, sungguh ia ingin sekali memukuli yeoja yag menurutnya sangat menjijikan itu. “Ck..Kau akan membayarnya mahal, Nonna Park.”

“Aish… membayar apa? Harusnya kau yang membayarku, kita hapir berciuman. Dan lagi pula kenapa kau harus begitu peduli dengan namja aneh dan cengeng seperti dia?”

“Ish, itu bukan urusanmu. Dan lagi pula kau salah besar. Dia bukan Chinguku, tapi dia istriku.”

“Mwo? Tapi Kyu, dia namja.”

“Ish… bukan urusanmu!” Kyuhyun segera menyambar kunci mobilnya. “Aku menyesal membawa Sungmin ke tempatmu. Jika aku tahu salon ini milikmu maka aku tak akan pernah membawanya kesini, cih…. Dan ingat  apa yang akan kau lakukan tadi padaku, kau akan membayarnya mahal Dara!”

“Tapi itu bukan salahku, aku hanya….”

“Ish, terserah! Kau menjijikkan!”

Dan secepat kilat Kyuhyun menghilang dari pandangan Dara. Segera berlari keluar salon. Melihat ke sekitar salon yang masih terlihat sepi. Ia terus berjalan kecil melihat kebeberapa toko dan juga penginapan lain disekitar salon, dan dia harus berusaha keras untuk mencari kemana perginya Sungmin.

 Merasa tak ada titik terang, Kyuhyun mulai meraih stir mobilnya dan melaju pelan sambil tetap melihat ke sekitarnya, biar bagaimanapun Sungmin tak tahu daerah Seoul. Ia sudah terbiasa pergi dengan supir. Dan hal itu semakin membuat Kyuhyun takut.

“Aish…. ayolah! Kemana kau chagi?”

Kyuhyun menoleh kesana kemari, terlihat jelas raut khawatir dan gelisah diwajahnya. Ia kemudian turun dari mobilnya dan lebih memilih berjalan kaki lagi. Mulai bertanya pada orang yang lalu lalang menghalang jalannya. Dan bahkan hari ini sudah cukup panas, matahari sudah naik dan Kyuhyun masih belum menemukan Sungmin.

”Ish… ini semua karena Dara. Awas saja, jika Sungmin tak bisa aku temukan akan kupastikan dia juga akan hilang.”

Kyuhyun meremas kuat ponselnya. Ia sungguh gelisah dan takut. Ia terus berjalan menyusuri pinggiran kota Seoul, melihat kesegala sudut. Mencoba terus mencari dimana Sungmin.

.

.

“Chagiyya….”

.

.

.

“Hikss…. Kyuhhhh…”

.

.

.

.

TBC~

.

.

ooOOoo CHICKEN SOUP FOR OUR FAMILLY ooOOoo

.

Bagaimana??? Lanjutkah??? Mianhe jika semakin garinggggzzz….. Saranghae all!!!

No edited, so sorry for Typo’s

KYUMIN IS REAL

.

Gomawo untuk yang sudah review di chap sebelumnya.

22 thoughts on “Chicken Soup Side Story ||KyuMin Love Family|| Part 3||

  1. aduh cinta para babby..
    kyaaa~ lucunya.. hahahha..

    waahh.. kyuhyun menghadapi masa ngidam lagi nih.
    itu yeojya yg mau cium kyu itu park – dara, sandara park kah??

    aduhh umin klo lagi hamil sensitif bgt,.,

    pengen liat heenim hamil.. #glundungan~

  2. woah……
    gra2 itu umin jdi khlangan ank nya,wooki jdi khlangan nyawanya, and yeye jdi khlangan jiwa nya.
    parah akh……
    kyu kmu……
    ck…drku gk bsa brkta2 lg.

  3. kenapa aku malah pengen nangis ya baca bag.yg terakhir .. sakit banget , kalo KyuMin bahagia trus ada ulet bulu(?) ganggu mereka .. ishh~ menyebalkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s