Chicken Soup Side Story ||KyuMin Love Family|| Part 1||

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

– OC (The baby’s)

– Other SUJU and DBSK member.

Pairing : KYUMIN ||

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Tapi, Sungmin selalu dan akan selalu menjadi milikku#plak#ngarep#Sungmin juga milik Kyuppa#

Genre : Romance / Drama/Humor (dikit)

Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, gaje, TYPO (S), EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, GS.

Summarry : “Hidup ini terdiri dari berbagai rasa dan warna. Manis, asin, terkadang juga asam. Warna merah, putih ataupun kuning, semua warna bercampur menjadi satu. Tersaji dalam sebuah mangkuk kehidupan yang akan terus berjalan dan berakhir pada kebahagiaan. Chicken Soup, satu mangkuk penuh warna, penuh rasa.”

Maafkan author yang Moody ini. Tapi Chicken Soup tetep end di ch. 7

Ini hanya side storynya kehidupan mereka dan akan selalu berganti tiap dua ch.

Be Patient with Me please

.

No Copas No Bash No Flame No Like No Comment No Review

No Money No Honey No Cry No-ngkrong aja dah… .

.

.

WARN!

Chap ini akan Full KyuMin and Baby’s side. Ternyata banyak yang minta cuman KyuMin.

.

.

HAPPY READING

oooCHICKEN SOUP FOR OUR FAMILYooo

Part: LOVE FAMILY 1


.

.

KYUMIN SIDE

.

.

Sungmin kembali membenarkan jasnya. “Ah iya, jangan katakan jika kau melihat payudara Chae Ri yang seakan mau keluar itu. Jangan katakan kau menjadi panas karenanya.”

“Yah, kurasa seperti itu.”

Sungmin berhenti dan memutar tubuhnya. “Kau!” Terlihat sedikit kemarahan diwajahnya, dan Kyuhyun tahu jika Sungmin mulai cemburu.

“Tenanglah, aku tak gila dan masih belum gila. Aku mencintaimu, oke.”

“Hhhhh… sebaiknya begitu.”

.

Ceklek…

.

“Annye…”

“Oppa…”

“Kau….”

Yeoja itu berdiri dengan senyuman di wajahnya. “Kau masih ingat denganku?” Yeoja itu menghampiri Sungmin. “Hyorin, Oppa. Park Hyorin. Bunga lily putih kecilmu.”

Sungmin mengangguk dan tersenyum. Sebenarnya ia belum lupa dengan nama itu, hanya saja wajah Hyorin yang semakin cantik membuatnya tak mengenalinya lagi. “Jadi kau sudah kembali?”

“Nde Oppa.” Hyorin mengangguk dan juga sedikit membungkuk dan tersenyum kecil pada Kyuhyun.

Sungmin langsung duduk dikursi dimana seharusnya ia duduk, dan Kyuhyun mengikutinya. Ia duduk disisi Sungmin. Terlihat jelas, gurat kesal karena Sungmin mengenal yeoja itu. Tapi apa boleh buat, inilah pekerjaan.

“Kukuira aku akan rapat dengan pemiliknya langsung untuk membicarakan tentang proyek di Jepang ini.” Hyorin kembali tersenyum. “Tapi berbicara dengan Oppa saja juga sudah lebih dari cukup, dan aku senang bisa bertemu dengan Oppa lagi. Kau semakin tampan.”

Sungmin hanya tersenyum kecil. Ia mengangguk pelan dan sedikit melirik hawa panas dan gelap yang ada disisinya. Kyuhyun, menatap tajam pada Sungmin dan Hyorin.

“Baiklah, kita mulai saja.”

“Nde, Oppa.”

.

.

.

“Gamsahamnida, Sungmin oppa. Kuharap aku akan sering diminta Umma untuk menemuimu. Gamsahamnida Kyuhyun Oppa. Semoga kerja sama ini berjalan lancar.”

Kedua namja itu hanya tersenyum menanggapi Hyorin, hingga tubuh cantik dengan balutan dress biru itu hilang di balik pintu. Kyuhyun kemudian mendekati pintu pertemuan dan menguncinya dari dalam. Sedangkan Sungmin hanya menggeleng pelan. Inilah tingkah kekanakkan Kyuhyun dan dia sudah hafal itu.

“Kenapa kau tak pernah mengatakan apapun jika kau mengenal seseorang dulu? Yah, selain nenek pendek itu tentunya. Bahkan kukira kau tak punya temnan yeoja, tapi kenapa ada saja yang mengenalmu. Ini menyebalkan.”

Kyuhyun yang kini berdiri begitu dekat dengan Sungmin. Sungmin, menutup tasnya dan mendudukkan Kyuhyun. Kemudian dia duduk di pangkuan Kyuhyun dan mulai mengusap kerah jas Kyuhyun.

“Jangan berfikiran aneh dulu, dia hanya temanku waktu kecil. Dan dia juga pindah sekolah saat tahun pertama junior grade.”

“Chakkammann.” Kyuhyun terlihat berfikir. “Jika dia pindah saat junior, maka kau baru masuk senior?”

Sungmin mengangguk pelan. Dan Kyuhyun mendecih kesal. Ia mendorong Sungmin untuk turun dari pangkuannya. Biar bagaimanapun, Kyuhyun memang masih kecil. Umurnya saja baru akan 21 tahun. Dan salahkanlah kelabilan pikirannya yang terkadang masih suka seenaknya.

Sungmin tetap memeluk Kyuhyun dengan erat. Ia tak mau kesalahpahaman mereka terbawa sampai ke rumah dan dilihat oleh kedua aegyanya. “Hei, ada apa dengan suamiku ini? Kenapa malah mengusirku? Aku sedang ingin bermanja denganmu.”

“Ck… kau tahu, aku sedang kesal? Dan sebaiknya kita tak bermesraan disini, ini kantor.”

Kyuhyun memalingkan wajahnya dan tak mau menatap Sungmin yang sedang memasang aegyonya. Sungmin mencium kecil leher Kyuhyun. Membuat namja itu mati-matian harus menahan diri untuk tidak melenguh karena terus saja Sungmin menghujani wajah dan leher Kyuhyun dengan ciumannya.

“Ayolah Kyu…”

“Ck….” Kyuhyun mendecih kesal. Ia memalingkan wajahnya dari Sungmin. “Dia konyol, dan bahkan berani memujimu didepanku. Lama-lama, aku tak akan mengijinkanmu bekerja dikantor.”

“So?”

“Aku akan menyembunyikanmu dirumah dan akan kulihat untukku sendiri. Orang-orang di luar terlalu berbahaya untukmu.”

Sungmin hanya bisa tersenyum kecil. Ia sudah terlalu hafal dengan tingkah Kyuhyun. Pencemburu berat dan kekanakkan. Sungguh itu hal wajar, karena memang ia harus melindungi bunny Ming yang mungkin, siapa saja akan jatuh hati saat pertama melihatnya.

“Kyu, jangan egois seperti itu.” Sungmin memeluk erat tubuh Kyuhyun dan  menyandarkan kepalanya pada dada Kyuhyun. “Aku hanya mencintaimu.”

Sesaat hanya hening, bahkan Sungmin bisa mendengar detak jam yang masih setia menunjukkan waktu yang hampir mendekati jam makan siang.

“Bagaimana kalau kita makan? Mungkin sedikit bisa mengurangi kekesalanmu.”

Tak ada jawaban. Hanya diam. Kyuhyun masih kesal, bukan karena Sungmin tapi karena yeoja yang tiba-tiba muncul dan  mengganggu pernikahannya. Rasanya semua usaha Kyuhyun belum cukup dengan menyingkirkan Sunny, dan sekarang Hyorin.

.

.

Sungmin asyik memakan steak-nya, sedangkan Kyuhyun ia hanya menyangga dagunya dengan kedua tangannya dan menatap tajam pada yeoja yang asyik menikmati sushinya.

.

Cho Kyuhyun POV

.

‘Bagaimana bisa dia berada disini?’

Bagaimana aku tidak kesal? Susah payah aku memperbaiki moodku sendiri. Mengikuti keinginan Sungmin untuk makan di restoran jepang yang cukup mewah dan ramai dikunjungi semua customer dan juga langganan appa.

Baiklah, ini karena aku juga lapar. Tapi bagaimana bisa….

“Oppa, coba kau makan sushinya. Ini enak.”

Yeoja itu seenaknya mau menyuapi Sungmin. Dan kini, mata kelinci itu menatapku. Wajahnya benar-benar menggemaskan. Ommo, bagaimana bisa Minnie hyung begitu terlihat cantik jika dibanding dengan yeoja menyebalkan yang ada disisinya.

Dan aku menggeleng, seakan memberinya kode jika aku tak menyukai siapapun melakukan apapun padanya.

“Eum, aku tak makan sushi.” Minnie menggeleng pelan. Dan mulai menikmati steaknya lagi.

“Wah, sayang sekali. Padahal ini enak.”

Dan hanya hening sekarang. Aku mulai bisa menikmati makananku saat yeoja itu benar-benar sibuk dengan ponsel dan makanannya hingga tak mengganggu Sungmin lagi. Tapi, baru saja aku akan menikmati makananku, dia…

“Sungmin oppa, apa kau sudah menikah?”

“Uhhuk…”

Aku dan Sungmin langsung terbatuk. Aish… apakah yeoja gila itu sudah buta? Tak bisa melihat  cincin pernikahan di jari Sungmin?

“Ah itu…”

“Oppa sudah menikah. Ommo, cincin pernikahanmu bagus sekali. Oppa, ini indah.”

Ingin rasanya aku melempar yeoja itu sejauh mungkin. Bagaimana ia berani menggenggam tangan Sungmin dan mengusap cincin pernikahan kami?

Huh…. cukup. Akan memalukan jika aku marah disini sekarang. Lebih baik aku pergi saja. “Aku selesai.”

“Eih… Kyunie, tapi makananmu…”

“Aku sudah selesai. Nikmati semuanya.” Kataku dengan wajah datar dan dingin. Aku menatap tajam pada yeoja yang masih menggenggam tangan Sungmin. Jika bukan karena Appa yang malah lebih memilih berdua dengan Umma, ini tak akan terjadi.

“Kyunie, chakkaman…”

Dan aku tak ingin melihatnya. Tak ingin mendengar apapun, ini menyebalkan sekali. Aku kesal.

.

.

.

Bruk….

Aku melempar kasar tas kerjaku dikasurku, dikamaku. Langsung mengambil stik PS-ku. Hanya ini yang bisa menenangkanku. Aku langsung pulang ke rumah. Tak berniat untuk mengurusi semua pekerjaan appa. Aku sudah mempercayakannya pada orang kepercayaan appa.

Ini menyebalkan sekali, dan kenapa juga Minnie tak menolak saat yeoja jelek itu mengusap tangannya? Bahkan cincin pernikahan kami?

Cukup lama aku bermain PS dan ternyata ini sudah malam. Tadi kudengar suara aegya kami yang mungkin baru pulang dari sekolahnya. Untunglah mereka sudah terbiasa dengan pelayan, jadi tidak terlalu bergantung denganku ataupun Sungmin.

.

.

.

Huh, aku mulai jenuh dan lapar.

.

Tok… tok… tok…

.

“Kyunie…”

Ish, jika sudah seperti ini saja dia peduli dengan perasaanku. Haruskah aku marah dan kesal dulu? Aku tak mau bertemu dengannya, ini menyebalkan sekali. Jika dia berangkat dari kantor sesaat setelah aku pergi pasti dia juga sudah sampai sedari tadi.

Tapi ini, dia baru menemuiku saat malam tiba. Mungkin saja twins juga sudah tidur. Dia menyalakan lampu kamarku. Sedikit meliriknya, setidaknya dia masih perhatian denganku. Ia membawakan makan malamku.

Aku memang lapar. Sarapan gagal, lunch yang berantakkan dan kesal. Aku kesal setengah mati.

“Kyunie, makanlah.”

Ia duduk disisiku. Meletakkan meja kecil itu didepannya dan mulai menata makanan di sendoknya. Menyuapiku.

“Ayo, makan.”

Dan aku tak bergeming, biarkan saja dia tahu kekesalan dan kemarahanku. Tapi mengapa aku merasa ada yang aneh? Eum, bukan apa-apa. Hanya saja, aku merasa Minnie hyung hari ini itu sangat cantik dan tingkat keimutannya itu melebihi batas kewajaran.

Apalagi sekarang. Ia sudah wangi dan wangi itu seperti wangi Minhyun. Bahkan dia memakai piyama yang sungguh kekanakkan dan sedikit kecil ditubuhnya. Minnie hyung itu bukan gemuk tapi…. errr…

“Wae? Ada yang salah?” Dia mulai memperhatikan tubuhnya. “Kurasa tidak ada yang salah, Kyunie. Kenapa kau melihatku seperti itu?”

“Aneh.” Aku menerima suapannya dan kembali menatapnya. Memperhatikan tiap lekuk tubuh mungilnya, dan entahlah mengapa ia terlihat sangat menggemaskan. “Kenapa hari ini kau cantik sekali? Mungkin, aku akan mempertimbangkan lagi keinginanku untuk menyimpanmu dirumah. Kurasa itu keputusan yang tepat.”

“Kyu….”

Minnie mem-poutkan bibirnya, dan aku tersenyum kecil kemudian menciumnya. “Jangan seperti tadi lagi. Kau membuatku kesal, Ming.”

“Mianhe.” Dia kembali menyiapkan suapan berikutnya untukku. Aku mematikan TV dan PS ku. Sepertinya memang ada yang aneh dengan Sungmin. “Eum… Kyu….”

“Huh…. wae?”

Dia sedikit mengaduk sup yang ia bawakan untukku dan memakannya sendiri. Sepertinya memang ada yang aneh dengannya. Dia menghela nafasnya dan berangsur mendekatiku. Menyandarkan tubuhnya didadaku dan mulai memelukku erat.

“Aku… eum… Bagaimana ya mengatakannya?”

“Wae?” Harus sabar.

“Aku, entahlah. Yang jelas jika aku melihat yeoja  cantik, terkadang rasanya benci tapi juga aku ingin mereka memperlakukanku dengan baik.”

“Seperti yeoja je…”

“Bukan itu Kyu. Ini berbeda. Maksudku, aku ingin mereka memperhatikanku. Dan memujiku, menyanjungku atau apa sajalah. Aku ingin mereka tahu dan berfikiran jika aku adalah yang terbaik dan termanis.”

Kemudian dia melepaskan pelukannya dan menatapku. Ia melihat tubuhnya sendiri. “Apakah aku terlihat gemuk?”

“Ahni, hanya saja piyama itu kekecilan untukmu.”

Minnie kembali diam. Entahlah, sebenarnya ada apa.

“Kyuh…”

“Heum…”

“Bagaimana jika aku hamil?”

“Eih????”

.

Cho Kyuhyun POV end

.

.

.

The Baby’s

.

.

Pagi yang indah diawali dengan melihat tingkah aneh kedua orang tua mereka. Sebenarnya, itu adalah keromantisan kedua orang tua dari baby’s yang mungil ini. Tapi, otak kecil mereka belum sampai ketaraf itu.

“Mom, cepelti biaca yah. Bekal Min yang banyak.”

“Eeum…” Sungmin mengangguk dan segera menambahkan chicken dan juga fish stick.  “Minhyunie, apa mau dikasih ke Jongki lagi?”

“Ndeh.” Minhyun mengangguk cepat. “Mom, min mau loti cama keju juga. Telus pake ham.”

“Eih???” Sungmin menatap tak percaya pada Minhyun. Ia bingung, untuk apa makanan sebanyak itu.

Minhyun hanya mengangguk yakin dan tersenyum. Menunjukkan gigi kelincinya yang tersusun rapi.

“Hyunie, kau sedang tidak akan menyuruh semua temanmu menghabiskan bekalmu bukan?”

“Ahni Mom…”

“Nde Mom.” Sunghyun yang sedari tadi diam, akhirnya angkat bicara. Dan tentu saja ia masih sibuk menikmati susu dan biskuit paginya. “Min chu kacih ke Kie, telus Mino, telus Tetem. Tapi low Juniol cama Oppa minta ga dikacih Mom. Min, pelit.”

“Minhyunie….” Sungmin sedikit melirik. “Apa maksudnya?”

“Biarlah Ming, Hyunie hanya sedang mencari perhatian.” Kyuhyun menyela pertengkaran atau perdebatan kecil yang mungkin sebentar lagi akan terjadi antara mereka Ming dan Minhyunie.

Dan Minhyunie, setan kecil yang jahil itu hanya menjulurkan lidahnya. Mengejek pada kekalahan Sunghyun.

“Daddy, jjang!” Minhyun memberikan jempolnya pada Kyuhyun dan kemudian memeluk tubuh jangkung itu dengan erat. Sedangkang Sunghyun hanya menggeleng, baginya ini bukan permasalahan yang patut diributkan.

.

.

.

“Baiklah, Mommy akan menjemput kalian nanti. Belajar yang baik ya, by honey…”

“Bye….”

Kedua baby itu berteriak sambil melambaikan kedua tangannya pada Sungmin. Kemudian saat mobil Sungmin menghilang, mereka berdua bergegas masuk ke kelasnya.

“Oppa, kenapa bilang cama Mommy cih?”

“Yah, Min pelit cih cama Oppa. Low cama Kie ajah, Min baik.”

Kedua baby kecil itu kemudian diam. Min mengedarkan pandangannya, dan matanya tertuju pada satu sudut dimana saat ia melihatnya, ia langsung menghentakkan kakinya kesal. “Kie…..!” Minhyunie kemudian berlari cepat menuju kelasnya.

.

.

“Molning, Min…”

Minhyun menoleh ke sampingnya.sudah ada sepupunya yang tengah asyik menjilati ‘ice cream strawberry kepagian’-nya itu.

“Ne, Niol.” Min kembali menatap Jongki. “Cunnie Oppa, wae Kie cuka cama Tetem. Dia ‘kan macih kecil? Jelek tchu…”

Sunghyun hanya menggeleng. “Min, ‘kan Min yang jahatin Kie. Cuka malah-malah, teliak-teliak cama Kie.”

“Yah!!! Kie bikin kesheeellll Oppa.” Minhyun lalu berjalan mendekati Jongki, Taemin dan Minho. Entah sejak kapan, anak peri itu menjadi dekat dengan 2Min. “Kie…” Minhyun memanggil dengan nada lirih.

“Eum…”

“Min bawa bekal banyak deh. Nanti makan cama Min yah.”

“Eum.” Jongki hanya mengagguk kecil dan kembali meneruskan kegiatan melihat buku bergambarnya bersama 2Min. “Eih, esh cleam. Eumh… conce ga pelnah kacih esh cleam.”

“Iya. Eum, coba low dikacih. Eum, shitta.”

“Nde…. shitta….” Taemin ikut mengagguk dan tersenyum.

Kemudian mereka bertiga seakan mengacuhkan Minhyun dan mulai sibuk dengan dunia mereka sendiri.

“Kie…” Minhyun, sebenarnya ia kesal tapi tak bisa berbuat apa-apa. Sunghyun dan junior menuntun Min menjauh dari Jongki.

“Ujimahhh, main cama oppa.”

“Cama ceng juga.”

Dan Minhyun, meski kelas belum dimulai ia sudah ingin pulang ke rumahnya. Penggabungan anak K1 dengan ruangan training playgroup adalah satu mimpi buruk untuknya.

“Kie….”

.

.

.

KYUMIN Side  

.

Kyuhyun mendekati Sungmin, setelah selesai membersihkan tubuhnya dan langsung mengusap perut Sungmin. “Ada aegya-ku…. kau hamil chagi, bukankah itu bagus?”

“Aku ‘kan hanya bilang, jika. Bukan berarti aku sudah hamil, Kyu.”

Senyuman yang semula memancar dari wajah Kyuhyun langsung hilang. Ia menatap tak percaya, jika Ming memang tidak hamil.

“Kita ‘kan belum memekrisakannya?” Kyuhyun sedikit berkelit. “Pasti Kim ahjussi juga akan mengatakan jika kau hamil. Besok aku akan membatalkan semua rapat, dan kita akan menemui Kim ahjussi.”

“Ahni, tidak usah Kyuhyunie. Nanti juga kalau aku benar-benar hamil pasti aku akan merasakan tanda-tandanya.”

“Tapi Ming, kau terlihat sedikit gemuk, juga tambah sehat. Makanmu juga sedikit banyak. Mungkin saja bukan? ”

“Hei, kau ini sedang memujiku atau apa. Aku tidak gemuk, hanya piyamanya saja kekecilan.”

Sesaat hening, hingga Ming kembali mengingat sesuatu. “Kyunie, kulihat akhir-akhir ini Minhyunie seperti tidak senang. Tadi saja dia hanya makan sedikit sekali, aku takut dia akan sakit nanti.”

Kyuhyun sedikit berdiri dari kasurnya dan mendekati bed kecil dengan yeoja mungil diatasnya. “Nde chagi, Minhyunie terlihat sedikit kurus. Kau lupa memberi vitamin?”

“Ahni, aku selalu memberikannya.” Sungmin ikut mendekati bed baby mereka. “Sunghyunie terlihat lebih sehat,dia oppa yang kuat.”

“Dan kurasa memberi satu dongsaeng lagi masih bisa. Sunghyunie akan menjaganya dengan baik.”

“Eh…” Sungmin sedikit mendelik menatap Kyuhyun. “Sudahlah jangan dibahas. Aku sedang tak ingin bicara tentang kehamilan.”

“Hei, bagaimana kalau kita mengunjungi Yesung hyung.”

“Untuk?”

“Memintanya menyihirmu, agar kau hamil.”

“Ck….” Sungmin mulai kesal dengan pembicaraan Kyuhyun. Entahlah, tapi moodnya seringkali berubah. Kadang senang, kadang aneh, kadang ingin marah. “Berhenti bicara tentang kehamilan. Menjaga Minhyunie saja aku tidak bisa.”

Sungmin kembali duduk dikasur mereka. Ia mengambil foto kedua aegyanya ulang tahun ke-5 twins yang dirayakan di sekolahnya. “Lihatlah, Minhyun dan Sunghyun. Bahkan Sungie lebih terlihat sehat dan gemuk. Padahal, dia memakan apa saja yang ia suka. Aku bahkan jarang sekali memberi vitamin untuknya, tapi dia sangat sehat. Juga jarang sakit.”

“Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan.” Kyuhyun mendekat ke Sungmin dan membawanya dalam pelukannya. Sedikit mencium wangi rambut Sungmin. “Aku mencintaimu, kau sudah melakukan yang terbaik. Itu sudah cukup.”

Kyuhyun memeluk Sungmin dengan erat, terus mengusap punggungnya seakan tengah menidurkan baby Min yang sangat lucu. “Kyuhyunie, aku ingin jalan-jalan. Hanya kita berdua.”

“Eih? Kenapa tiba-tiba seperti itu?”

“Ahni, hanya ingin saja. Aku sedang ingin besamamu, dan memikirkan liburan Umma dan Appa ke Nami membuatku ingin kesana lagi.”

“Hei, kau masih mengingatnya?”

“Tentu saja.”

Seulas senyuman terukir diwajah Kyuhyun. Menurutnya Sungmin memang sedang sangat manja sekarang. Tapi bukan masalah, malah merupakan satu kebahagiaan tersendiri untuk Kyuhyun. “Bagaimana dengan twins?”

“Eum, kalau dititipkan ke Hyukkie bagaimana?”

“Atau ke Teuk Umma saja? Biarkan mereka berkenalan Jung Soo.”

Sungmin tertawa kecil. “Ah, Jungmo appa itu benar-benar payah. Memberi nama anak mereka saja Jung Soo. Benar-benar tidak kreatif. Untung saja marganya Choi, kalau bermarga Park maka namanya akan sama dengan nama Umma.”

“Nde.” Kyuhyun tersenyum kecil dan mencium pucuk kepala Sungmin. “Dan Jung Soo benar-benar cantik, tapi kau lebih cantik.”

“Nde Kyu, dia yeoja mungil yang menggemaskan.”

“Bagaimana kalau kita juga membuatnya?” Kyuhyun memulai lagi menggoda Sungmin.

Tapi Sungmin memang sedang tidak mood untuk memikirkan apapun sekarang. Rasa lelahnya semakin menyerang, membuatnya ingin segera pergi liburan. “Ah, kenapa membicarakan itu lagi. Sebaiknya kita tidur, besok selesaikan pekerjaan dan akhir pekan kita pergi ke pulau Nami.”

“Baiklah.”

Kyuhyun membawa Sungmin kedalam pelukan hangatnya, tanpa ada percintaan penuh nafsu malam itu. Melalui malam dengan damai dan saling melengkapi.

‘Hangat…’

Sungmin tersenyum, mencium aroma tubuh Kyuhyun yang semakin menggoda hatinya. Ia menyamankan posisinya dan memeluk erat tubuh itu. ‘Saranghae.’

.

.

.

.

.

“Moonie!!!”

Minhyun berteriak senang dan langsung berlari ke pelukan Teukki. Teukki hanya tersenyum kecil dan membawa yeoja mungil dan namja yang terlihat cuek itu ke pelukan besarnya. Mencium pucuk kepala meraka dan sedikit mencubit kecil hidung mungilnya.

“Bagaimana kabar kalian? Sungie,Minhyunie, bagaimana sekolah kalian?”

“Huh…. Hyunie malesh cekolah Mooni.”

“Nde, Moonie. Cunnie ugha malesh.”

Sunghyun dan Minhyun langsung memeluk erat Teukki, membuat yeoja cantik itu sedikit bingung dengan tingkah kedua baby mungilnya. “Waeyo baby?” Tapi kedua baby mungil itu hanya diam dan mencoba naik ke kursi dan duduk disisi Teukki.

“Minnie, kenapa bisa seperti ini. Apakah ada masalah?”

“Molla Umma.” Sungmin langsung duduk disisi Teukki dan  mengusap kepala Minhyun. “Minhyunie terlihat kurus. Dia jarang makan banyak Umma. Padahal dia selalu meminta membawa bekal yang banyak ke sekolah, tapi saat pulang bekalnya masih tersisa banyak sekali.”

“Eum, jadi ada yang salah denganmu baby Minhyunie.”

“Molla Moonie… Min kesheeellll….”

Teukki tersenyum kecil dan mengusap kepala Minhyun dan Sunghyun. Tinggalkanlah mereka disini, dan kaubisa pergi liburan. Umma jamin, Minhyun akan makan banyak. “Iya kan baby Min?”

“Eum…” Minhyun mengangguk pelan, kemudian menatap pada Sungmin dan Kyuhyun. “Daddy.. mo libulan kemana cih?”

“Iyah… Kok Cunnie cama Min ga diajak?”

“Eum…” Kyuhyun terlihat berfikir sejenak. Kemudian ia menyunggingkan senyuman anehnya. “Dady mau bikin saeng untuk kalian?”

“Eh…?! Kyuhyunie…” Sungmin mengernyitkan dahinya, kemudian sedikit mencubit pinggang Kyuhyun.

“Aww… Ming, sakit.”

“Kau ini, sudah kukatakan jangan bicarakan tentang saeng atau hamil. Aku ‘kan hanya mengatakan jika aku hamil, bukan berarti aku ingin hamil sungguhan. Huh…. kau menyebalkan, sebaiknya kita ba…”

“Mom… ceng….” Suara Sunghyun menginterupsi kemarahan dan kekesalan Sungmin. Dan dengan polosnya namja kecil itu turun dari kursi dan mendekati Sungmin. “Eum ceng chu baby kechil ‘kan Mom. Eum, cepelti  Shoo baby….”

“Nde Sungie, seperti baby Jung Soo.” Kyuhyun mengangkat Sunghyun ke pangkuannya dan mencium pipinya. “Aegya daddy ini memang pintar. Eum, Sungie bisa jaga saeng Sungie nanti ‘kan?”

“Eum….” Sunhyun mengangguk yakin. “Chunnie pashti jaga ceng…. yeay…. Min, kitcha puna ceng… holee….”

“Eum….” Minhyun hanya mengangguk lemas kemudian memeluk leher Teukki.

“Aish… kalian sama saja dengan daddy….” Sungmin bangkit dari duduknya dan mencium Teukki, dan twins. “Mommy pergi dulu, be a good baby oke…”

“Nde Mommy, bye…”

“Mommy, jangn lupa nanti bawa ceng yang bannaaakkk cekalih…!” Sunghyun memberikan sepuluh jarinya. “Cepuluh Mommy… Nde daddy, cepuluh.”

“Nde, pasti. Dua puluh juga akan Daddy bawa.”Kyuhyun tak bisa menahan senyumannya, terlebih meihat wajah masam Sungmin semakin membuatnya bersemangat menggoda Sungmin. Ia langsung berpamitan dengan semuanya dan segera menyusul Sungmin di mobilnya.

Kyuhyun masuk kedalam mobil dan langsung menyalakan mesinnya. Ia sedikit melirik Sungmin. “Sudahlah, jangan memberikan wajah masam begitu. Kita kan mau second honeymoon, masa seperti ini?”

“Kau yang memulai Tuan Cho. Aku masih memikirkan Minhyun dan juga masih payah menjadi Mommy, bukannya menyegarkan otak nanti malah menambah masalah. Sebaiknya batalkan saja liburannya. Kau membuatku kesal.”

“Eh… jangan. Arra, kita tak akan membahasnya lagi.”

“Janji, jika kau melanggar maka aku akan langsung pulang. Aku tak mau mendengar kau me….eumhhhhh Kyuhhh….”

Ciuman dadakan yang terkesan menuntut itu sukses menghentikan ocehan Sungmin. Kyuhyun tersenyum dalam ciumannya. Ia semakin menarik leher Sungmin dan mulai mengusap punggungnya.

“Eummmhhhh… emhhh….”

Sungmin melenguh pelan saat Kyuhyun menghisap kuat bibirnya. Dan jemari Kyuhyun sedikit menekan nipplenya. “Eumhhhh….” Sungmin mulai terpancing, namun Kyuhyun malah melepaskan ciuman mereka.

Sedikit terbuai tapi Kyuhyun cukup bisa menahannya. “Kita akan menyimpannya di Pulau Nami…. “ Kyuhyun mengusap bibir Sungmin dan menciumnya sekilas. “Kajja…! Berangkat!”

Sungmin hanya tersenyum kecil. Jantungnya masih berdebar kencang, rasa yang sama setiap kali mereka bercinta.

.

.

.

2BeecON…

.

.

ooOOoo CHICKEN SOUP FOR OUR FAMILLY ooOOoo

.

Bagaimana??? Lanjutkah??? Mianhe jika garing… kkkk

.

KYUMIN IS REAL

.

Gomawo untuk yang sudah review di chap sebelumnya.

Big Hug and Kiss for my lovely reader di side story sebelumnya

19 thoughts on “Chicken Soup Side Story ||KyuMin Love Family|| Part 1||

  1. aduh,, baby kyu pake acara cemburu..
    kyu slalu deh klo mau keluar ma umin si twins di titipin hehehhee..
    haehyuk hwaiting #eh??
    aduh yang mau bikin saeng buat twins.. hahahahha.. xDD
    ak lanjut ya eon..

    gomapta..

  2. Sosweet seperti biasa, kyumin itu pasangan romatis bgt >< pake cemburu2 aw aw baby baby mereka jug g klh lucu😦 apa lagi kalau udah ngomong, cadel bgt lucuuu wkwk lanjut baca yah eonn ^^

  3. sunghyun kaya lebih muda TT mirip banget sama mommy #eh? Okay jangan lupakan fakta kalau aku juga pengen atau maksa jadi anaknya kyumin *evillaugh

  4. Keluarga yg harmonis!
    Jd teuki nikah am jungmo ya? Berarti jungmo benar2 cinta ya am teuki eomma gk gangguin chullie eomma lagi.

    Wah ini kyu, berharap banget umin hamil. Tp ya juga ya, umin manja gitu. Jgn2 benar lg hamil.

  5. tu KyuMin couple prasaan dri kmarin2 second honeymoon mulu deh,hehehehe mreka mang psangan yg romantis n so sweet bnget dah..

    ksihan Minhyunie di usia’y yg msih belia alias msih anak2 hrus merasakan skit’y rsa cemburu, lagian Jongkie anak’y gak tegas plin plan deh dah gitu gak peka lgi kan ksihan Minhyunie tuh…ayo Minhyunie Hwaiting… ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s