Chicken Soup Side Story|| JungTeuk || Part 1 || NC 21

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

– Park Jung Soo

– Jungmo (Trax) as Choi Jungmo

– Other SUJU and DBSK member.

Pairing : KYUMIN || JUNGTEUK|| and other pair

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Tapi, Sungmin selalu dan akan selalu menjadi milikku#plak#ngarep#Sungmin juga milik Kyuppa#

Genre : Romance / Drama/Humor (dikit)

Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, gaje, TYPO (S), EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, GS.

Summarry : “Hidup ini terdiri dari berbagai rasa dan warna. Manis, asin, terkadang juga asam. Warna merah, putih ataupun kuning, semua warna bercampur menjadi satu. Tersaji dalam sebuah mangkuk kehidupan yang akan terus berjalan dan berakhir pada kebahagiaan. Chicken Soup, satu mangkuk penuh warna, penuh rasa.”

Maafkan author yang Moody ini. Tapi Chicken Soup tetep end di ch. 7

Ini hanya side storynya kehidupan mereka

Be Patient with Me please

.

No Copas No Bash No Flame No Like No Comment No Review

No Money No Honey No Cry No-ngkrong aja dah… .

.

.

HAPPY READING

oooCHICKEN SOUP FOR OUR FAMILLYooo

SIDE STORY

CHOI JUNGMO X PARK JUNG SOO

KYUMIN SIDE

.

.

“Dimana Umma?”

Sungmin bertanya pada Butler Kim yang sedang asyik mengawasi pelayan lain yang mengurus taman mereka. Sungmin sendiri sedang menggendong Sunghyun yang sedang manja hari itu.

“Molla. Tadi dia mengatakan akan pergi sebentar, dan jika Tuan Muda menanyakan dia hanya berpesan agar tak mengkhawatirkannya.”

“Ummm, arra. Aku akan pergi ke rumah Wookie. Siapkan supir untukku.”

Butler Kim hanya mengangguk dan mencari supir mereka. Sedangkan Sungmin masuk kembali kedalam rumah. Ia menemukan Kyuhyun dan Minhyun yang seakan sedang berkompetisi untuk memenangkan game di PSP mereka masing-masing.

Sungmin hanya mendesah heran melihat kedua makhluk itu. Ia duduk di samping Kyuhyun, sambil tetap memangku Sunghyun yang masih sibuk dengan botol susunya, meski mata cantiknya sudah mengikuti apa saja yang dilihat Sungmin.

Daddy, aku akan ke rumah Wookie. Kau mau ikut?”

Kyuhyun hanya menggeleng satu kali dan kembali menyeringai menatap PSPnya. “Yeiy… lihatlah baby, daddy menang lagi.”

.

Crackkk…

.

“Kya! Kenapa kau lempar begitu saja. Aish… Minhyunie, kalau kalah tidak boleh begitu.” Kyuhyun sedikit kesal saat PSP kelima di tahun keempat usia Minhyun baru saja mencium meja yang terbuat dari marmer. Mengusap pelan PSP itu dan mencoba untuk menyalakannya lagi.

“Ahhh, untunglah masih mau hidup.” Kyuhyun menatap wajah kesal Minhyun yang sangat menggemaskan. Sangat mirip dengan Sungmin. “Ouh, lihat Mommy. Sampai Minhyun pun meniru aegyomu saat kesal. Sangat keterlaluan.”

‘”Terang saja, dia kan anakku.”

Kyuhyun menarik Minhyun ke dalam pangkuannya dan mencubit bibir pouty yang senantiasa manyun (?) kedepan itu. “Wae? Kau kesal karena kalah?”

Minhyun menggeleng. Ia mencubit kecil lengan Kyuhyun. “Iiiiiihhh… Daddy menyebalkan!”

“Awwhhh, sakit.” Kyuhyun menarik kasar lengannya yang melingkar di pinggang Minhyun. Hampir saja ia membalas cubitan Minhyun jika saja Sungmin tak keburu menarik telinganya.

Don’t be a bad daddy, please.”

“Aish… selalu saja aku yang harus mengalah.” Kyuhyun kesal dan memalingkan wajahnya dari Minhyun. Tapi bukan anak evil namanya jika ia hanya diam saja saat kalah dari Kyuhyun. Minhyun masih duduk di pangkuan Kyuhyun. Sedangkan Kyu, sibuk kembali memainkan PSPnya.

“Tuan Muda, mobilnya sudah siap.”

Sungmin menoleh sebentar untuk menjawab butler Kim. “Nde, tunggu sebentar. Aku akan bersiap dulu.”

Baru saja Sungmin hendak berdiri dari duduknya, tiba-tiba…

Mommy! Huwe… Hikssss…hiksss… Daddy jahat !”

Minhyun, anak yang sangat pandai itu sedang berpura-pura menangis sekarang. Ia sungguh tak terima jika harus kalah berkali-kali. “Daddy…Mommy! Daddy … Jahat !”

Kyuhyun mendelik melihat Minhyun yang berpura-pura menangis. “Ahni Minnie, aku tidak melakukan apa-apa.” Tapi pembelaan Kyuhyun hanya berhadiah sebuah deathglare yang sangat mematikan dari Sungmin. “Kya, Kyuhyunie! Masih tidak mau mengaku eoh? Apa yang kau lakukan? Ish… Minhyun sampai menangis seperti ini.” Sungmin menurunkan Sunghyun dari pangkuannya dan memangku Minhyun.

Mengusap pucuk kepalanya dan memutar tubuh Minhyun agar menghadap ke arahnya. “Mana yang sakit baby?”

Minhyun mengusap pipi chubbynya. “Cini Mommy. Di cubit Daddy… Hikss… Daddy jahat …”

Ahniya, aku tidak melakukan apapun. Ish, heh Hyunie sebaiknya jangan berbohong, kau ini kecil- kecil…”

“Huwe… Chu kan Mommy… Daddy jahat.. Hikksss… Jahat…”

“Cup cup cup…” Sungmin mengusap pelan pipi Minhyun dan menciumnya. “Diamlah baby, nanti Daddy akan Mommy hukum. Sekarang Hyunnie mau ikut ke rumah Jongki tidak?”

“Tapi daddy tidak boleh ikut.”

“Heh, kalau daddy tidak ikut, nanti ada yang mengganggu Mommy bagaimana?”

Kyuhyun mencoba bernego. Terakhir dia membiarkan Sungmin pergi sendiri, dia sedang di kerubuti banyak yeoja di toko bunga Yesung. Dan itu membuatnya semakin shock ditambah lagi kedua aegyanya malah asyik sendiri bermain dengan anak Yesung.

“Pokoknya daddy jangan ikut!” Minhyun berteriak kencang, sangat memekakkan telinga. Rupanya, kekalahannya terus menerus itu berhasil membangkitkan setan kecil yang ada di dirinya. “Nde, kita akan pergi dengan oppa saja. Kajja, kita siapkan bekalmu.”

Sungmin menoleh pada Kyuhyun, “Tenanglah daddy, kau bisa menyusul nanti. Jangan merusak mood Hyunie, dia sama sensitifnya denganmu.”

“Tapi Minnie, jika nanti disana…”

Kajja Mommy, jangan bicara dengan Daddy. Hyunie kesal Mom.” Minhyun sudah mencak-mencak di depan tangga. Ia dan Sunghyun sudah berjalan terlebih dahulu menuju kamar mereka, diikuti oleh dua orang pelayan yang menjaganya.

Arra Kyuhyunie, menyusullah nanti.”

“Ish, Minhyun itu anak siapa sih? Menyebalkan sekali.”

“Heh, dia itu anakmu. Apa kau lupa, dia itu sangat mirip denganmu. Pervy daddy, moody, sangat sensitif dan tak mau kalah. Benar-benar mirip denganmu Kyu…”

Mommy!” Minhyun berteriak keras di tengah anak tangga, ia sungguh kesal melihat Mommynya masih terus berbicara dengan Kyuhyun. “Mommyyy…!”

Nde baby, Mommy datang.” Sungmin langsung berdiri dan mengerling sekilas pada Kyuhyun. “Tenanglah Kyunie, saranghae…”

Kyuhyun hanya menatap hampa kepergian Sungmin. Dia mendengus kesal melihat Minhyun yang menggoyangkan pantatnya dari lantai dua, seakan sedang mengejeknya.

“Ish… menyebalkan sekali anak itu. “

.

.

Cho Kyuhyun POV end

.

.

JUNGTEUK SIDE

.

.

“Su-ie.”

“Hmmm…”

“Apa aku cantik?”

Junsu terhenti seketika dari kegiatannya. Fokus menatap yeoja yang tengah menyemprot tanaman di tokonya. “Menurutmu?”

Molla.”

Wae? Bertanya seperti itu. Seperti bukan dirimu saja eonni.”

Teukki menghentikan kegiatannya. Duduk di satu kursi customer di hadapan Junsu dan mulai merangkai buket bunga. Terdiam sejenak dan fokus menatap pada bunga yang ia rangkai.

“Sangat menyebalkan Su-ie. Dia terus saja mengikutiku seperti tak punya rasa lelah. Sebenarnya apa yang dia inginkan?”

Oppa?”

Teukki hanya mengangguk pelan, ia sudah teralalu lelah untuk , melakukan hal lain. Tapi tidak dengan Junsu. Ia terlalu bersemangat menjadikan Teukki sebagai istri Jungmo.

Eonni, satu hal yang perlu kau tahu. Oppa itu sangat baik. Meski dia itu menyebalkan dan terkadang sedikit mesum, tapi dia sangat baik Eonni. Sering melakukan bazaar untuk amal, menyumbang kemana-mana, mendirikan panti asuhan dan mendukung semua yang berhubungan dengan sosial.”

Teukki menghela nafasnya, terlebih lagi saat mengingat satu kenyataan jika memang Junsu adalah salah satu orang yang paling bersemangat untuk menjodohkannya dengan Jungmo. “Kau ini, itu memang karena kau niat sekali menjodohkanku dengannya.”

Junsu hanya tersenyum kecil, kembali merangkai buket bunga di hadapannya. Teukki, terus berfikir sekarang. Entah apa yang harus ia lakukan atas Jungmo. Dan saat itulah, lonceng pintu toko berbunyi dan nampaklah namja yang sedari pagi membuat pikiran Teukki galau (?) muncul dengan senyumannya.

Membawa satu kotak bekal makan siang dengan senyuman yang selalu terpancar dari wajah tampannya. Ia seenaknya menyeret Teukki untuk duduk di sofa di ruangan itu dan membukakan bekal makan siangnya.

Kajja, makan. Aku tahu kau pasti lapar. Kemarilah Su-ie, kita makan bersama.”

Ahniya oppa. Aku harus pulang sebentar dan menemani Chunie di rumah. Mungkin toko akan aku tutup jadi santai saja Oppa.” Junsu mengambil tasnya dan menghampiri Teukki. Berbisik lirih ditelinganya.

Eonni, hwaiting!

Dan Teukki hanya bisa menatap horor pada Junsu. Sesungguhnya ia bisa saja pergi meninggalkan Jungmo, tapi ia masih punya hati dan rasa kasihan saat melihat kesungguhan Jungmo yang terus saja tanpa lelah mengikutinya selama beberapa bulan ini.

“Kau suka pastanya?”

Teukki hanya mengangguk pelan. Dan Jungmo mulai memakan pastanya. Sambil sesekali tetap memperhatikan Teukki. Jungmo mengusap bekas saus pasta di bibir Teukki dan menjilatnya didepan Teukki tanpa rasa malu.

“Apa-apaan kau ini? Seperti anak muda saja.”

Jungmo hanya tersenyum kecil dan menuangkan minum untuk Teukki. “Memang masih muda kan? Kau saja masih cantik dan aku masih tampan seperti 20 tahun yang lalu.”

Teukki hanya bisa tersenyum kecil melihat kenarsisan Jungmo. “Gomawo.” Menerima uluran air putih dari Jungmo dan menyelesaikan makan siangnya.

.

.

Hari sudah semakin sore dan entah sengaja atau tidak, Su-ie mengunci toko bunganya dari luar dan tak kembali hingga petang menjelang. “Aish, kenapa Junsu melakukan ini? Apa yang ada dipikirannya? Bahkan menjawab telfonku saja tidak.”

“Mungkin dia ingin kita saling mengenal lagi, yeobo.”

Mwo? Yeobo? Aish, jangan bermimpi.”

Teukki terus saja menekan-nekan ponselnya. Mencoba menghubungi Junsu. Tapi sayang, bukan tak sengaja Junsu melakukannya, dan Junsu tak akan pernah mengangkat telfon Teukki. Bahkan Junsu sudah menghubungi Sungmin dan butler Kim, mengatakan jika Teukki akan menginap dirumahnya.

Jungmo, yang sebal melihat Teukki terus saja memainkan ponselnya akhirnya merebut ponsel Teukki dan menyimpannya di sakunya. “Percuma saja, kurasa Junsu memang sengaja melakukan ini.”

“Ish, bagaimana bisa dia melakukan ini padaku. Dan Sungmin, kenapa dia sama sekali tak mengkhawatirkan aku. Menjawab telfonku saja tidak.”

Jungmo duduk mendekati Teukki, dan otomatis membuat Teukki sedikit bergeser dan menatap horor padanya.

“Apa yang mau kau lakukan? Jangan dekat-dekat.”

Tapi Jungmo hanya tersenyum dan mengendurkan ikatan dasinya. Teukki semakin ketakutan dan memundurkan tubuhnya. “Ish, jangan macam-macam.”

“Macam-macam apa?” Dan Jungmo melepaskan jasnya dan memasangkannya pada bahu Teukki. “Malam ini cukup dingin, dan mungkin saja kita akan menginap disini. Aku hanya tak ingin kau sakit dan kedinginan yeobo.

Wajah Teukki merona merah, dan ia hanya bisa menunduk menyembunyikan wajahnya. Tangan Jungmo terulur untuk mengangkat dagu Teukki dan menatap lekat wajah cantiknya.

“Aku tak pernah menyadarinya, jika kau bisa secantik ini. Kau sangat cantik Choi Jung Soo.”

Teukki menyingkirkan tangan Jungmo dari dagunya dan sedikit menjauh dari Jungmo. “Aku bukan Choi, margaku masih Park.”

“Tenanglah, jika kau setuju besok kita akan mengurus surat pernikahan kita dan segera membuat resepsi mewah. Kau bisa mengundang semua sahabatmu dan juga keluargamu. Aku akan mengatur semuanya untukmu. Apapun Teukki aku akan…”

“Ssstt… diamlah.” Jari telunjuk Teukki di bibirnya seakan mengisyaratkan Jungmo untuk benar-benar diam sekarang. “Aku tak akan menikah denganmu, mengertilah. Bukan saatnya untukku bersenang-senang, aku sudah terlalu tua untuk itu.”

Tapi Jungmo, semakin mendekati Teukki dan mencengkeram kedua pergelangan Teukki dengan satu tangannya. “Apa yang akan kau lakukan?” Teukki mencoba melepaskan tangannya dan melawan Jungmo, tapi sepertinya usahanya sia-sia dan Jungmo malah semakin mendekatkan wajahnya pada Teukki.

Tangan Jungmo terulur untuk mengusap lembut pipi Teukki dan telunjuknya bermain di bibir Teukki. Teukki sudah mencioba menghindar, tapi sialnya Teukki sudah terkunci dan punggungnya pun sudah menabrak dinding di ruangan itu, menyebabkan ia tak bisa menghindari Jungmo.

“Wajahmu terlalu indah Teukki. Akan sangat egois jika kau hanya menikmatinya sendiri, menikahlah denganku. Aku akan memberikan semua yang kau inginkan, kebahagiaan dan tentunya aku akan selalu ada untukmu.”

Wajah Teukki semakin merona merah, ia berusaha melawan Jungmo. Dan akhirnya ia bisa berdiri dan melangkah menjauhi Jungmo. Dengan cepat, Jungmo mengikuti langkah Teukki menuju ketengah tanaman bunga lily kuning yang terlihat sangat cantik di sisi kanan dan kiri jalan kecil di yang ada di toko Junsu itu.

“Aku tak ingin, kau menyesal nantinya jika menikah denganku?”

Teukki bergumam lirih, tapi masih bisa di dengar oleh Jungmo. Jungmo menarik lengan Teukki dan menghentikan langkahnya. Menarik sedikit tubuh Teukki kedalam pelukannya dan memutar Tubuh Teukki.

Mengangkat dagu wajah cantik itu dan menatap lekat kedalam mata Teukki. “Meski untuk pertama kalinya aku hanya main-main denganmu, tapi sungguh untuk saat sekarang ini aku benar-benar mencintaimu. Tak akan ada kata menyesal dalam hidupku saat aku memutuskan untuk memilihmu.”

Jungmo, menangkupkan kedua telapak tangannya pada pipi Teukki dan mencium sekilas bibir merah Teukki. Teukki yang sedikit shock, hanya bisa mundur dan mendorong pelan tubuh Jungmo. Ingatannya kembali berputar pada saat-saat kebersamaannya dengan Kangin.

“Masih mengingat suamimu?”

Teukki menatap tak percaya pada Jungmo. Bagaimana bisa namja itu tahu apa yang ada dipikirannya? Dan Teukki hanya bisa mengangguk pelan, menikmati pelukan Jungmo yang terasa hangat di tubuhnya.

Tangan Jungmo mengusap lembut punggung Teukki, sesekali mengecup lembut pucuk kepalanya. “Aku akan menjagamu, lebih baik dari semua orang yang pernah ada di hatimu.”

Teukki hanya diam, ia menangis lirih. Entah apa yang ia tangisi, yang terasa dihatinya hanya buliran hangat dan juga perih bersamaan. Disiksa rasa pengkhianatan atas Kangin, jika dia menyetujui untuk menikah dengan Jungmo.

Teukki tersentak dan melepaskan pelukan Jungmo. Menundukkan wajahnya, “Mianhe.” Teukkie, kembali berjalan dan duduk di sofa. Menyembunyikan wajahnya dan terus menangis lirih, merasa bersalah pada Kangin. Merasa mengkhianati suaminya yang telah lama meninggal.

Jungmo berjalan pelan dan menyingkap rambut pendek Teukki yang menutupi wajahnya. Menangkupkan kedua pipinya seakan memaksa Teukki untuk menatapnya. Cahaya lampu yang redup seakan membuat ruangan itu terasa begitu romantis sekarang.

Wangi bunga menyeruak dengan warna cantik begitu banyak buket bunga yang terangkai indah di sekeliling ruangan itu menambah keromantisan mereka.

“Aku sama sepertimu yeobo? Bukankah aku sudah berulang kali mengatakannya?”

“Aku… tapi jika aku… hiks…”

Jungmo, merengkuh Teukki dalam pelukannya. Mengusap pelan punggungnya dan terus menciumi pucuk kepalanya. Menghirup wangi rambut Teukki dan membelainya.

“Aku akan mengkhianati Kangin. Aku bukan pengkhianat, aku tak seharusnya begini. Lepaskan… hiksss… jangan memelukku… lepaskannn…”

“Aku mencintaimu Teukki. Bahkan mungkin lebih dari cinta ku pada istriku dulu. Kita sama, dan aku hanya ingin kau lebih bahagia. Bukankah jika berdua itu lebih baik? Kurasa kau juga tak akan nyaman terus menerus tinggal di rumah Chullie.”

Perkataan Jungmo, mengena benar di hati Teukki. Sudah lama, ia berfikir untuk pindah kerumah lamanya dan mengurus rumah lamanya sendiri. Sedikit mengobati kerinduannya pada Kangin, dan juga karena semakin lama ia merasa menjadi beban di keluarga Heechul.

“Tidurlah, kurasa kau lelah dengan perasaanmu. Aku akan menjagamu Teukki.”

Teukki tak menyahut sekalipun. Hanya diam dan mengangguk kecil. Dalam pikirannya sesungguhnya ia juga lelah dan ingin istirahat, tak ingin memikirkan desakan Jungmo atau sekedar merindukan Kangin. Ia ingin melupakan semua untuk sesaat.

.

.

Jungmo memangku kepala Teukki dan tetap terjaga. Mengusap pelan poni Teukki dan sesekali menunduk untuk mencium dahinya.

“Kau sempurna Teukki. Aku akan membahagiakanmu, percayalah padaku.”

Dan untuk sepanjang malam itu, ia terus terjaga hanya untuk terus mengagumi wajah cantik yang tertidur pulas di pangkuannya. Jemarinya meraih jari Teukki dan menautkannya. Sesekali mengangkat tangan Teukki dan mengecup punggung tangannya.

.

.

KYUMIN SIDE

.

.

Daddy...”

Sunghyun menarik jari kelingking Kyuhyun dan menunjuk pada satu arah didepannya. Kyuhyun hanya tersenyum menatap arah yang di tunjuk Sunghyun dan mencium pucuk kepala Sunghyun. Dengan senang hati, Kyuhyun menggendong putranya itu ke atas bahunya dan mengajaknya berjalan-jalan di departement store miliknya.

Mommy, kau lapar tidak? Kurasa anak-anak butuh snack siang mereka.”

Terlihat Minhyun yang sudah lemas mengikuti langkah Sungmin dan Kyuhyun. Sedangkan Sunghyun, sibuk menikmati pemandangan yang terlihat lebih indah menurutnya dari atas bahu Kyuhyun.

Arra Kyu Daddy, kita ke food court dulu. Kurasa Minhyun juga sudah lemas.” Sungmin menggendong Minhyun dan menatap Sunghyun yang masih duduk nyaman di bahu Kyuhyun.

“Baby, kau tidak takut?”

Sunghyun menggeleng kecil dan secepat kilat ia menarik pelan jari Kyuhyun yang memegangi tubuhnya. Kyuhyun menurunkan Sunghyun dan menggendongnya. “Wae? Kau lapar?”

“Eummm…” Sunghyun mengangguk. ” Lapal daddy. Tapi Chunnie mau itchu.”

Sunghyun menunjuk satu sudut yang memajang bermacam-macam alat musik di etalasenya. “Kau mau kesana?” Sunghyun hanya mengangguk. “Minnie, mungkin kita bisa kesana sebentar. Entahlah, tapi sepertinya Sunghyun menginginkan sesuatu yang ada didalam sana.”

“Tapi baby, jangan terlalu lama. Ini waktunya snack untukmu.”

“Eum… ” Sunghyun mengangguk kecil mengiyakan Sungmin. Mereka masuk kedalam toko alat musik itu. Dan Sunghyun langsung minta di turunkan dari gendongan Kyuhyun. Segera berlari menuju satu set drum kecil dan duduk di kursinya.

Daddy, Chunnie mau main ini?”

Kyuhyun menatap pelayan di toko itu, dan pelayan itu mengangguk mengiyakan Sunghyun. Dan mulailah suara ribut itu memenuhi isi toko.

“Jedukkk… jeduk… cesss… jeduk… jeduk…cetar…”

“Baby… eum baby…” Kyuhyun mencoba menghentikan Sunghyun. Tapi sepertinya Sunghyun masih asyik memukulkan stiknya hingga akhirnya Kyuhyun terpaksa menggendong Sunghyun.

Kyuhyun mencubit kecil hidung Sunghyun dan dan mencium pipinya. “Hei, bagaimana bisa kau memukul sekeras itu?” Kyuhyun mengusap pelan perut Sunghyun.

“Ahhhaahahaha… daddy… ahhahahha…”

Sunghyun menggelinjang geli dan terus tertawa. “Ini adalah hukumanmu karena hampir membuat semuanya tuli baby.”

Jiman Daddy, ichu…”

Jari telunjuk Sunghyun menunjuk pada satu set drum kecil, seakan tak rela jika ia harus melepaskan mainan barunya. Kyuhyun mengambil stik yang sempat terjatuh dan memberikannya pada Sunghyun.

Arra, baby. Daddy akan memberikannya untukmu.”

“Kyu, tapi ini terlalu mahal dan Sunghyun…”

Gwenchana Minnie.”

Cincha? Untuk Chunie…”

“Eum…” Kyuhyun mengangguk pelan mengiyakan putranya. “Tapi, sekarang kita makan dulu. Perut kecilmu ini pasti lapar.”

Nde Daddy, Chunnie lapal.”

Sunghyun memeluk leher Kyuhyun dan menciumi wajahnya. “Hamsha Daddy. Hamsha Mommy.” Dan Minhyun, tersenyum menatap Sunghyun. “Oppa, halus janji tidak belisik nanti?”

“Nde Hyunie.”

“Baiklah, pelayan tolong kirim ke rumah keluarga Cho. Jika kau tak tahu alamatnya, tanya managermu. Pembayarannya akan ku transfer segera.”

“Nde Tuan Cho. Terima kasih dan selamat datang kembali.”

Pelayan itu membungkuk hormat. Dan keluarga kecil Kyuhyun berjalan pelan menuju salah satu restoran kecil di sudut lantai dua itu.

.

.

Uri aegya sudah tidur?”

“Eum…”

Sungmin mengangguk pelan dan berdiri di sisi Kyuhyun. Memberikan satu cangkir coklat hangat pada Kyuhyun. Dan saat menerima coklat itu, Kyuhyun sedikit tersenyum kecil mengingat kenangan mereka.

“Kenapa melihatku seperti itu Kyu?”

Kyuhyun hanya menggeleng pelan dan memeluk pinggang Sungmin. Mereka kini berada di balkon kamar Kyuhyun, bersama menatap gelapnya langit tanpa bintang dengan angin dingin yang terus berhembus menerpa kulit mereka.

Kyuhyun meniup pelan telinga Sungmin dan menggigit kecil daun telinganya. Sungmin terus menggelinjang geli dan sesekali menaikkan bahunya mencoba menghindari tiupan Kyuhyun.

“Hei, ada apa? Kenapa tiba-tiba kau seperti mengingat semua kebiasaan pervert-mu Kyunie?”

Kyuhyun mengambil cangkir coklat Sungmin dan meletakkannya di meja di sudut balkon mereka. Kedua lengan Kyuhyun memeluk erat tubuh Sungmin. Melesakkan kepalanya ke ceruk leher Sungmin dan mencium kecil leher putih itu.

“Kyuhhh… gelihhh… ahhhsssshhh… “

Sungmin melenguh pelan saat jari Kyuhyun memelintir nipplenya yang masih tersembunyi dengan baik di balik kaos lengan panjangnya. Mendengar lenguhan Sungmin, Kyuhyun semakin bersemangat untuk menggoda Sungmin.

“Kyuhhh… apa yang ahhhh… Kyuhhh…”

Sungmin kembali melenguh saat jari pintar Kyuhyun meremas pelan juniornya. Kyuhyun menyeringai dalam hati dan mencium ringan leher Sungmin.

“Kyuhhh…”

“Nde Minnie, aku horny sekarang.”

.

.

JUNGTEUK SIDE

.

.

“Ahhh…”

Teukki sedikit terlonjak saat merasakan ia tidak tidur di kasurnya. Terkejut, saat membuka matanya dan menemukan Jungmo yang tertidur pulas dengan posisi duduknya yang sepertinya tak cukup nyaman untuknya.

Teukki mengambil satu bantal sofa dan perlahan merebahkan tubuh Jungmo. Tapi sayang, namja itu malah terbangun dan membawa Teukki untuk terpaksa ikut berbaring bersamanya dengan posisi Teukki yang seakan menindihnya.

“Jungmo aku… kita… seharusnya kita…eummmmhhhhh…”

Teukki melenguh saat seenaknya Jungmo menekan tengkuk Teukki dan menciumnya lembut. Meraba pelan punggung Teukki dan mengusap kulit putihnya. Menyusup kedalam pakaian Teukki dan mengusap lembut kulitnya.

Tangan Teukkie mencengkeram erat baju Jungmo, berusaha mendorong tubuh namja itu, tapi seakan percuma. Jungmo semakin mengeratkan pelukannya dan secara tak langsung bagian privat mereka saling bergesekan sekarang.

“Ahhh…”

“Ouhhh…”

Mereka berdua sama-sama melenguh saat Teukki terus saja berusaha bergerak dan malah tak sengaja terus menggesek privat Jungmo. Jungmo, menyudahi ciuman ringannya dan mengusap jejak saliva di bibir Teukki.

“Bibirmu sangat manis Teukki. Bahkan aku menginginkannya lagi dan lagi sekarang.”

“Jungmo, kita seharusnya… kita…”

“Shhh… aku tak ingin mendengar penolakan lagi. Setidaknya berikan aku kesempatan untuk membahagiakanmu Teukki.”

Jungmo, dengan sangat lihai memutar tubuh mereka dan kini Teukki berada di bawahnya. Sedikit menekan tubuh Teukki dan dengan telunjukknya menyusuri setiap detail wajah Teukki. Mencium pelan pipinya dan bibir merah Teukki.

“Betapa aku sangat ingin merasakannya lagi yeobo.”

“Ap-pa maksudmu akuhhh…”

“Shhh… kita hanya akan bermain sebentar. Aku ingin sekali ini saja kau menerimaku. Jika setelah ini kau muak dan membenciku, maka aku akan senang hati pergi dari hidupmu.”

“Jungmo…”

“Aku berjanji Teukki, percayalah.”

Dan di pagi yang masih begitu gelap dan dingin itu, namja tampan ini memulai petualangannya. Menyusuri setiap inchi kulit Teukki dengan lidahnya. Jungmo mendekati telinga Teukki dan berbisik lirih, “Mendesahlah karena suaramu begitu indah yeobo.”

Tapi teuki masih diam hingga akhirnya Jungmo dengan sengaja meremas kuat dada Teukki dan menghisap kuat sensitif spot yang ada di leher Teukki,

“Ahhhh… uuuuhhhh… ssshhhhh…ahhhhhh…”

Teukki melenguh pelan dan menjambak kuat rambut Jungmo. melampiaskan perasaan nikmat yang menyusup kedalam tubuhnya.

Tangan Jungmo menyusup dan menaikkan kaki Teukki, dan secara langsung menaikkan rok dress Teukki. Terlihatlah underwear berwarna hitam yang sangat menggoda bagi Jungmo.

Jungmo menyusupkan jarinya dan memainkannya di vagina Teukki, mencari klitorisnya dan menekan-nekannya. Sesekai mencubitnya kecil memberi rangsangan pada tubuh Teukki.

“Ahhhhssss… ahhhh…”

“Teruslah melenguh untukku yeobo.

Dan Jungmo menurunkan kepalanya, meniup pelan vagina Teukki. Menurunkan underwearnya dan menjilat pelan klitoris Teukkie, membuat Teukki menggelinjang hebat sekarang.

“Ouhhh … Jungmo … uuhhhh…”

Seluruh tubuh Teukki rasanya panas dan mulai terbakar sekarang. Dengan cepat Jungmo membuka kaitan ikat pinggangnya dan mengeluarkan juniornya yang sudah terasa sangat sesak di balik celananya.

Jungmo mengocok juniornya sekilas dan terus menjilat klitoris Teukki. Membersihkan cairannya dan sesekali lidahnya menyusup nakal di liang vagina Teukkie.

“Ahhh… jangan menggodakuh ahhh…”

Jungmo mengangkat wajahnya dan menyeringai menatap Teukki. “Impatient eoh?” dan dengan sekali gerakan Jungmo menarik kedua kaki Teukki untuk melingkar di pinggangnya dan …

.

Jleb…

.

“Ouhhhhh…!”

“Ahhhhh… hangat sekali yeobo… ahhhhhsssshhh …”

“Ahhh… cepatlah… ouhhhh… ahhhh…”

Teukkie meremas kuat rambut Jungmo, melampiaskan rasa nikmat yang lama tak di rasakannya. Dan jungmo terus saja menggenjot juniornya dengan cepat dan brutal. Mencium bibir Teukki dan menghisap kuat bibirnya.

Saling bertukar saliva dan memainkan lidah, bergelut mencoba mendominasi ciuman mereka, dan Jungmo masih setia menggenjot cepat liang vagina Teukki. Teukki melepaskan ciumannya saat Jungmo menusuk tepat di sensitif spotnya.

“Oauhhh… there… ouhhh faster … faster...”

Tubuh Teukki menggelinjang hebat, dan tangan Jungmo sengaja memberi kenikmatan lebih. Meremas kuat dada Teukkie dan jari tangan yang satunya memainkan Klitoris Teukki.

“Oauhhh… akuhhh akhhhhssss…”

“Nde, keluarkan saja yeoboh… ahhhh… ahhh…”

Dan Teukki orgasme untuk pertama kalinya sepanjang beberapa tahun ini. Tubuhnya masih berguncang hebat saat dengan sengaja Jungmo menggenjot cepat dan dalam juniornya pada liang vagina Teukki.

“Ahhhh… aakuhhh… ahhh Teukkiiii…”

Jungmo berteriak keras dan menembakkan spermanya kedalam rahim Teukki. Semakin melesakkan dalam juniornya dan ambruk di atas tubuh Teukki dengan nafas yang tersengal dan berat.

Jungmo mencium kecil leher Teukki dan berbisik di telinganya, “Bukankah kau juga merindukan perasaan ini?”

“Itu… aku…ahhhh… jangan bergerak… ahhhhnnnn…”

Teukkie melenguh pelan saat Jungmo sengaja menggerakkan kecil juniornya yang masih hangat di dalam liang Teukki. Jungmo menaikkan dress Teukki dan mencium nipple pink kecoklatan Teukki.

“Jungmo akuhhh… asshhhhh…”

.

.

Te to de Be to de Ce

13 thoughts on “Chicken Soup Side Story|| JungTeuk || Part 1 || NC 21

  1. buahaha😀
    evil minhyun ><
    cuteeee^^
    oenni keren yg baby side.nya^^
    mianhae sy gk snggup bwt bca scene nc kalau yg melakukan bkn kyumin ._.v
    jd maaf sy hax bs comen utk kyumin side dan baby's side sja..hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s