Chicken Soup for Our Family || Ch. 5|| KYUMIN || YAOI ||

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

– Other SUJU and DBSK member

– Cameo : Kim Jungmo (Trax) as Choi Jungmo.

– Pemeran gak penting : Nenek Lampir a.k.a Yeoja gag jelas

Pairing : KYUMIN and Other Pair

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Tapi, Sungmin selalu dan akan selalu menjadi milikku#plak#ngarep#Sungmin juga milik Kyuppa#

Genre : Romance / Drama/Humor (dikit)

Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, gaje, typo disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Summarry : “Hidup ini terdiri dari berbagai rasa dan warna. Manis, asin, terkadang juga asam. Warna merah, putih ataupun kuning, semua warna bercampur menjadi satu. Tersaji dalam sebuah mangkuk kehidupan yang akan terus berjalan dan berakhir pada kebahagiaan. Chicken Soup, satu mangkuk penuh warna, penuh rasa.”

.

.

GAMSAHAE untuk yang selalu setia sama KYUMIN and menanti ff ini.

Be Patient with Me please. No Copas/No Bash. Don’t Like Don’t Read.

Mianhe, jika Updatenya cukup lama, Mianhe juga jika ceritanya makin gag jelas .

Silent Reader’s … Hhhh, gag bisa ngomong apa-apa, semoga ajah hatinya tergugah untuk sekedar klik ikon review and menulis sekedarnya. GamsaHae.

.

.

HAPPY READING

.

.

oooCHICKEN SOUP FOR OUR FAMILLYooo

.

.

Chapter 5

.

Jungmo x Teukki Side

.

.

“Nde, aku ini porsi terbaik, tampan, kaya, baik hati dan juga mencintaimu. Kurang apa lagi ?”

“Ommo, Oppa ! Kau jujur sekali. Nde Eonni terima saja, daripada kau selalu sendirian dirumah Heechul eonni, lebih baik kau bersama Jung…”

“Kya, Junsu-ah ! Ishhh…”

Karena kesal, Teukki keluar dari ruangan itu. Dengan cepat Jungmo mengikutinya. Mencoba meraih lengannya untuk menghentikan Teukki. “Kya, chakkaman ! Teukkie-ah Chakk…”

.

Chuu…

.

“Ommo…”

Posisi masih saling diam, mata Teukki menatap tajam pada Jungmo. Namun, bukannya melepaskan ciumannya, tangan Jungmo sudah terulur untuk mengeratkan pelukannya pada Teukki.

“Emmmhhh…” Teukki mulai meronta dan mencoba untuk melepaskan ciuman Jungmo. Hingga akhirnya tepukan di bahu Jungmo megharuskan namja itu menghentikan aksinya.

“Oppa, ishh… !” Junsu menarik pelan tubuh Teukki. Mata cantik Teukki pun sudah menatap tajam pada Jungmo.

“Mianhe.”

“Ah… benar-benar kau !” Teukki sudah kesal setengah mati. Namun ketika ia hendak meninggalkan Jungmo, tangan Junsu menahan kuat tubuhnya dan tersenyum aneh pada Teukki. “Oppa, seharusnya tidak sampai seperti itu kan ? Kau ini tidak sabaran sekali, Oppa.”

“Mwo ?” Teukki menatap tak percaya pada tetangganya yang satu itu. “Kya, Su-ie apa maksudmu…”

“Kurasa kalian perlu berbicara, berdua saja.” Dengan cepat, Junsu mendorong Teukki masuk kedalam mobil Jungmo dan menutup pintunya. ” Ayo, Oppa… Hwaiting !” dan Junsu masih menahan pintu Teukki dengan tubuhnya.

“Ah, nde Su-ie. Gamsahae.” Jungmo langsung masuk kedalam mobil dan mengunci pintunya, sedangkan Teukki sama sekali tak bisa berbuat apapun.

“Hajiman, Junsu-ah. Kya ! Su-ie…”

“Sudahlah, eonni. Pay… Pay…”

Junsu melambaikan tangannya dan tersenyum menatap kepergian mobil Jungmo. Lain lagi dengan Teukki yang seakan baru menjatuhkan diri sendiri kedalam lautan yang dalam. Ia sangat amat kesal sekarang. Untuk sesaat, keduanya hening. Sesekali, masih terlukis senyuman di wajah tampan appa kita yang sempurna ini.

“Mianhe.”

“Diamlah.”

“Jeongmal Mianhe, nae cheonsa.”

“Nae cheonsa ?” Teukki menggeleng tak percaya. “Ish, berhenti bersikap aneh, atau aku akan melompat dari mobilmu.” Teukki menyilangkan kedua lengannya didadanya. Memasang wajah kesalnya, sama sekali tak berniat untuk menanggapi Jungmo baik-baik.

“Nde, mianhe. Tapi jangan melompat, nanti kalau kau mati aku mau menikah dengan siapa.”

“Kya ! Choi Jungmo !”

Jungmo malah tertawa pelan melihat reaksi Teukki. “Ish, kau gila.”

” Memang. ” Jungmo menghela nafasnya dan memulai berbicara serius dengan Teukki. “Aku akan mengajakmu menemui Siwon. Dia pasti senang calon Umma barunya datang mengunjunginya.”

Teukki menghela nafasnya kembali dan menatap tajam pada Jungmo. Ia sungguh kesal, tapi tak tahu juga bagaimana menghentikan Jungmo.”Siapa yang mau menjadi istrimu ? Kau pikir aku mau denganmu ?”

Merasa perlu pendekatan lebih, Jungmo menepikan mobilnya, dan mengunci otomatis semua pintunya dan mendekatkan tubuhnya pada Teukki. Menatap lembut wajah cantik Teukki dan tersenyum. “Aku dan kau sama saja, Teukki-ah. Bukankah begitu ?”

“Apa maksudmu, menyingkirlah. Jangan dekat-dekat.”

Jungmo kembali menyandarkan punggungnya pada sandaran jok kemudinya. Diam sejenak dan berfikir. “Aku hanya kesepian ? Apakah itu salah ?”

Jungmo berhenti dan terus menghela nafasnya. Sedangkan Teukki, sama sekali masih tak berminat meski untuk sekedar mendengarkan curahan hati Jungmo.

“Dan kurasa kau juga kesepian, Choi Jung Soo.”

“Ahniya. Aku tidak kesepian, dan jangan memanggilku Choi. Namaku masih Park dan tak akan diganti dengan Choi.” Teukki yang kesal akhirnya sedikit memutar tubuhnya dan menghadap Jungmo sekarang. “Mianhe Jungmo-ssi. Tapi kuharap kau menghentikan semuanya.”

“Bibirmu manis.” Jungmo tersenyum dan menatap dalam pada Teukki.

“Shikkeuro ! Dan jangan mengingatkan aku akan hal itu. Memalukan !”

Tapi Jungmo malah semakin berniat memancing Teukki. Menatap wajah Teukki yang sudah memerah, tanpa disadarinya, tangannya sudah terulur untuk mengusap pipi Teukki. “Apa yang…”

“Sshhh, diamlah. Biarkan aku menatapmu dulu.”

“Kau ! Lepaskan, jangan sentuh aku.” Teukki menarik paksa tangan Jungmo dari pipinya. Ia menatap kesal pada Jungmo. “Hentikan Jungmo-ssi. Aku akan berteriak kalau kau terus melakukan kegilaan anehmu padaku. Dan lebih baik sekarang antarkan aku kembali ke toko Junsu. Kya ! Cepatlah kau…”

Entahlah, Teukki berbicara apalagi. Jungmo sama sekali tak tertarik untuk mendengarkannya. Ia lebih tertarik untuk menatap wajah kesal Teukki yang malah terlihat semakin cantik. Rambut Teukki yang jatuh lurus di bahunya, menambah kesan cantik dimata Jungmo. Jangan lupakan lesung pipi kecil disudut bibirnya yang sesekali terlihat.

“Niga neomu yeppeoseo, niga jeongmal johaejo.” Jungmo menggumam lirih.

“Kya ! Apa-apaan kau !”

Teukki memundurkan tubuhnya saat tanpa Jungmo sadari ia semakin memajukan tubuhnya mendekati Teukki. “Apa yang kau emmhh…”

Ciuman yang sebenarnya baru dimulai. Bukannya Teukki tak memberontak, tapi tenaganya seakan tak ada arti dibanding kuatnya jemari Jungmo yang menekan tengkuknya. Lengan Jungmo sudah terulur untuk memeluk pinggang Teukki.

Bersyukurlah, karena seatbelt sama sekali tak terpasang di tubuh Teukki, hingga dengan mudah Jungmo sudah memeluk erat tubuh itu dan terus memperdalam ciumannya.

“Emmhhh… Lep… Ahhh…emmhhh…”

Teukki yang berusaha untuk berbicara disela ciumannya malah seakan memberi akses bebas untuk lidah Jungmo masuk dan bergelut di ruang hangat Teukki. Deru nafas mereka sudah memburu. Namun Jungmo sama sekali tak berniat untuk melepaskan ciumannya.

Dimulailah french kiss yang basah dan penuh saliva. Teukki masih tak membalas ciuman Jungmo, namun kini ia juga tak melawannya. Sesekali mencuri udara dalam ciuman mereka dan semakin terhanyut. Mata Jungmo terbuka dan menatap mata Teukki yang masih menutup, seakan menikmati ciuman Jungmo.

Perlahan, Jungmo mengangkat tubuhnya dan duduk berbagi jok dengan Teukki. Hingga saat dirasa duduknya sudah nyaman, dengan mudah tangan Jungmo yang lain memencet tombol otomatis hingga sandaran jok yang diduduki mereka perlahan turun seiring dengan tubuh Teukki dan Jungmo yang perlahan berbaring. “Emmmhhh…”

.

.

HaeHyuk Side

.

.

“Mereka sudah tidur ?”

Hyukkie hanya mengangguk. Ia melangkah mendekati Hae, memeluknya dari belakang. Meletakkan dagunya pada bahu Hae, menghembuskan nafas hangatnya menerpa leher putih yang sedikit ternoda karena kissmark sisa kemarin malam yang belum hilang. “Hae-ah.”

“Hmmm…”

“Hari ini masih Valentine bukan ?”

“Nde, waeyo ?” Hae memutar tubuhnya, memegang lengan Hyukkie yang masih melingkar di pinggangnya. Wajah tampan itu tersenyum menatap wajah cantik dihadapannya sudah ditekuk berlipat-lipat. “Hei, kenapa seperti ini ? Ada yang salah, hmmm ?”

“Ish…” Hyukkie melepaskan pelukannya, lebih memilih menyilangkan kedua lengannya didadanya.

Hae hanya tersenyum melihat Hyukkie. Ia sama sekali tak mengerti. “Hei, kau kenapa ? Apa ada yang salah ?”

“Nope, lupakan saja.” Hyukkie sudah kesal sekarang. Ia lebih memilih masuk kedalam kamarnya dan tidur, daripada mendekati Hae dan terus berharap namja itu mengerti keinginannya.

Hae berjalan pelan menyunggingkan senyumannya menatap Hyukki dari kejauhan. Hae duduk di tepi bed mereka. Menatap Hyukkie yang memunggungi Hae tentunya. Hae berbaring disisi Hyukkie dan menatap punggungnya, sebenarnya ia tahu apa yang diinginkan Hyukkie. Hae mengusap pelan bahu Hyukkie. “Hyukkie-ah…”

“Menjauh dariku ikan !”

Hae tertawa mendengar nada kesal dalam kata-kata Hyukkie. Semakin berniat menggodanya. Perlahan Hae mendekatkan tubuhnya pada Hyukkie, meniupkan nafas hangatnya pada telinga Hyukkie.

Hyukkie merinding merasakan nafas Hae. “Stop it, fishy !” Makin terdengar nada marah dan kesal pada Hae.

Tapi tak ada kata berhenti untuk pervert Hae mode On. Tangan nakal Hae mulai nakal menyusup kedalam baju piyama Hyukkie dan mengusap pelan bahunya. “Stop it ! Fishy !” Tapi Hae sama sekali tak berniat menghentikan aksinya. Kekerasan hati Hyukkie yang masih memunggunginya membuat Hae semakin bersemangat memancing Hyukki.

Jemari Hae, semakin lincah bergerak hingga akhirnya menemukan satu tonjolan yang langsung membuat Hyukkie menatapnya tajam saat Hae menjepit dan memainkan tonjolan itu.

“Wae ?” Hae bertanya dengan wajah menggoda dan innocentnya. “Kau ! Sebaiknya hentikan !” Hyukkie menarik kasar tangan Hae dari dalam piyamanya dan kembali memunggungi Hae.

“Aish, jinjja.” Hae mulai menunjukkan kekesalannya. Ia kembali menopang tubuhnya dengan satu tangannya dan berbisik pelan ditelinga Hyukkie. “Katakan padaku ? Jangan seperti ini ?”

“Let me sleep, please.”

“Hyukkie-ah.”

“Fishy,” Hyukkie menatap tajam pada Hae. “Just let me sleep.”

“Arra. Kalau marah begitu lebih baik aku pergi saja.” Hae beranjak dari kasurnya dan meraih jaketnya. “Aku pergi.”

.

Blammm…

.

Pintu ditarik keras dan hanya menyisakan Hyukkie yang semakin kesal diruangan itu.

.

Lee Hyukjae Side

.

“Arggghhh…”

Hyukkie berteriak keras melampiaskan kekesalannya. Ia beranjak dari kasurnya dan hanya berjalan bolak-balik dikamar. “Stupid Fishy !” Mengacak rambutnya frustasi, rupanya dia benar-benar kesal sekarang.

“Haishh…!” Hyukkie kembali menghela nafasnya. Menatap kearah foto pernikahan mereka. Didalam benaknya, hanya memikirkan kesialan dan kekesalannya hari ini.

Sejujurnya, hanya masalah sepele yang terjadi pada Hyukkie. Hanya masalah Valentine, dan Hyukkie sangat menunggu hari ini. Tahun kemarin saja, Hae tak memberikan apapun pada Hyukkie karena memang ia sibuk bekerja dan melupakan hari itu. Tapi tahun ini, Hae tak mungkin lupa, bahkan Hyukkie sendiri sudah memastikan Hae mengingatnya. Sebenarnya, Hyukkie pun tak menginginkan macam-macam. Hanya sekedar mengucapkan sayang atau perkataan romantis lain saja sudah cukup baginya.

“Arggghhh… Ikan jelek.”

Hyukkie menunjuk kesal wajah tampan Hae yang tersenyum dalam foto pernikahan mereka. Foto pernikahan yang cukup besar berada di dinding kamar tepat diatas bed mereka. “Ah, lihatlah pandanganmu itu, Ikan. Kau seperti mau memakanku saja.” Hyukkie menunjuk tepat di hidung Hae. Ia sudah berdiri diatas kasurnya. Menatap tajam pada wajah Hae yang memang menatap penuh arti pada Hyukkie. “Ish… memangnya kalau sudah menikah tidak boleh mengharapkan hadiah Valentine apa ?”

Hyukkie berhenti sebentar dan duduk diatas bednya. “Kyuhyun saja mengajak Sungmin ke Paris. Akh, menyenangkan sekali. Tapi kau, mengucapkan Happy Valentine saja tidak. Atau sekedar memberikan sebatang coklat pun tidak.”

Hyukkie membaringkan tubuhnya di kasurnya. Perlahan ia menangis lirih. Anchovy kita yang satu ini memang mudah sekali menangis. “Kau jahat Fishy.” Hyukkie menutup wajahnya dengan bantalnya. Ia benar-benar kesal dan jengkel.

Hyukkie sibuk menangis lirih, sesekali dia menghentakkan kesal kakinya dan meremas kuat bantal yang sudah menjadi pelampiasan kekesalannya. Tanpa ia ketahui sama sekali, jika teriakan Hyukie dan setiap pernyataan kekesalannya didengar jelas oleh namja yang kini menyeringai aneh diluar pintu kamar mereka.

Perlahan pintu kamar mereka terbuka, tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Siapa lagi yang membukanya, kalau bukan namja yang baru saja dimaki-maki Hyukki. Hae, menyembulkan kepalanya terlebih dahulu, memastikan keadaan Hyukkie. Ia menatap tubuh Hyukkie yang sepertinya sudah tertidur pulas, terlihat dari pergerakan dadanya yang teratur.

Hae berjalan mendekat pada Hyukkie, mengusap rambut Hyukkie yang sedikit basah dan perlahan mengangkat bantal yang menutupi wajah Hyukkie. “Eih…” Hae terkejut seketika. Speechless.

“Mwoya ?”

Hae tersenyum innocent saat menemukan kenyataan bahwa Hyukkie masih terjaga. “Kenapa ada disini ? Katanya kau mau pergi ? Just go away !” Hyukkie kembali menutup wajahnya dengan bantal. Dan kembali, Hae mengangkat bantal itu dan membuangnya menjauh dari jangkauan Hyukkie.

“Ahni. Aku hanya menggodamu tadi. Sudahlah Hyukkie-ah.” Hyukkie mendudukkan tubuhnya bersandar pada sandaran kasur mereka dan menatap tajam pada Hae.

“Aku hanya bercanda tadi. Kenapa menganggap serius ?”

“Kau tak terlihat bercanda sama sekali Hae. Berhenti mengganggu tidurku, dan jika kau ingin pergi, cepat menyingkir sekarang.” Hyukkie mendorong pelan tubuh Hae. Rasanya ia sudah benar-benar kesal dan air matanya ikut pula jatuh perlahan, membasahi kembali pipinya yang tadi sempat mengering.

Tapi Hae tak tinggal diam, dia menangkap kedua lengan Hyukkie dan membawanya kedalam pelukan hangatnya. “Mianhe.” Hae mengusap punggung Hyukkie dan sesekali mencium leher putih Hyukkie.

Hae merogoh sakunya dan meletakkan satu kotak yang dibungkus dengan kertas kado pada genggaman tangan Hyukkie.

Hyukkie melepaskan pelukan Hae, menatap penuh tanya. “Happy Valentine nae anchovy. Mianhe jika aku berlebihan menggodamu hari ini. Semoga kau menyukainya.”

Hyukkie membuka kotak itu, “Hmmm… not bad.” Ia tersenyum sekilas dan memeluk Hae. “Gamsahae Fishy.”

Hae terlihat berfikir. “Errr, bisakah berhenti memanggilku Fishy, atau Ikan. Aku lebih nyaman dipanggil yeobo atau chagiya.”

Hyukkie tersenyum sekilas, dan tertawa melihat wajah polos Hae. “Nde, yeobo. Dan kau, kuharap kau tak memanggilku anchovy lagi. Kurasa, aku tak sekurus ikan teri. Kenapa kau suka sekali memanggilku begitu ?”

Hyukkie memeluk Hae, pelukan erat menyalurkan cinta mereka. “Terima kasih untuk hadiahnya. Kurasa akan bagus di ponselku.”

Hae mengangguk. “Hmmm, aku tahu kau terkadang melupakan dimana ponselmu dan kuharap jika kau memasang gantungan itu maka kau tak akan begitu sering menghilangkan ponselmu.”

Hyukkie memukul pelan bahu Hae. “Kau ini, seperti mengatakan kalau aku sudah semakin tua dan pelupa.”

Hae hanya tersenyum dan memeluk kembali tubuh Hyukkie. Menghembuskan nafasnya di leher Hyukkie membuat namja ini sedikit merinding dan terbuai sekarang.

“Can I start it now ?”

Hyukkie hanya mengangguk pelan. Dan Hae, perlahan mencium kecil leher Hyukkie hingga menghisapnya kuat dan perlahan penjatuhkan diri mereka berbaring diatas king size bed mereka.

.

Beberapa menit kemudian, hanya terdengar desahan dan erangan yang seakan menggema di seluruh ruangan di apartemen itu. Untunglah, ketiga baby itu sudah terlalu lelah bermain hingga mereka sama sekali tak terganggu dengan suara aneh yang sedikit ekstrim ditelinga mereka.

“Ahhh… Deeper… Aaasshhhh Hae aaahhh…”

.

.

.

HaeHyuk x Baby Side

Next Morning

.

.

Are you sleeping, are you sleeping

Little Min, Little Min

Lovely daddy is coming, your daddy is coming

Come wake up, come wake up

.

Pagi itu sudah terdengar nyanyian khas untuk membangunkan yeoja mungil yang masih lelap tertidur. Disisi namja dewasa itu sudah ada dua baby yang sudah rapi. Ketiga namja itu menatap lurus pada satu yeoja mungil nan cantik yang masih tertidur pulas. Memeluk erat PSPnya. Entah bagaimana, barang nista itu selalu menemani Minhyun tertidur. Kesepian, karena kedua orang tuanya yang malah asyik honeymoon seakan tak memikirkan bagaimana si kembar di rumah.

Perlahan, tubuh mungil itu menggeliat. Ia membuka matanya, tidak menangis hanya diam. Bingung karena wajah yang dicarinya untuk kedua kalinya tidak ada. Jika kemarin Teukki dengan mudah menenangkan Minhyun, tapi kali ini, Hae sama sekali tak tahu harus bagaimana.

“Daddy…” Minhyun menatap pada Hae yang membungkuk dan mencium keningnya. “Poppo Hae Daddy…”

“Shillo… Nae daddy… Hikss… Daddy hikss…”

Oke, yeoja itu sudah mulai menitikkan air matanya. Evil kecil yang cengeng. Tak seperti Sunghyun yang seakan biasa dan tak merasa kehilangan sedikitpun. Minhyun kecil beranjak dan memeluk Sunghyun. “Cungie oppa, daddy … Min mau daddy, Oppa…”

Lucu sekali. Melihat baby kecil itu saling berpelukan. Dan sayangnya tak butuh waktu lama hingga akhirnya kedua baby itu menangis. “Hikss Mommy… Daddy…”

Eunhae hanya diam, jujur ia ingin ikut menangis, tapi Hae sudah meletakkan satu jari telunjuk di mulutnya, seakan mengisyaratkan agar ia tidak menangis.

“Ssshhh, gwenchana baby. Ada Hae daddy disini. Okkay…” Hae mengusap pucuk kepala dua baby itu. “Daddy, mommy… Huwee…”

Bukan diam, tapi malah tambah keras menangis, hingga Mommy kita yang sibuk di dapur bergegas berlari menuju kamar anak-anak yang serba kuning dan coklat itu.

“Waeyo baby ?” Hyukkie memangku Minhyun dan mengusap air matanya. “Daddy… Hikss… Daddy…”

“Sshh, daddy akan pulang kalau Minhyun dan Sunghyun jadi anak baik.” Hyukkie mengusap pelan rambut Sunghyun yang kini duduk dipangkuan Hae sebelah kanan. Dan Eunhae di sebelah kirinya.

“Jiman, daddy…”

“Gwenchana baby. Kalau menangis, nanti tidak Mommy ajak ke Lotte World. Minhyun mau ikut kan ?” Minhyun mengangguk pelan. Perlahan ia pun menghentikan tangisannya meski sesekali masih sesenggukan.

“Sunghyun juga mau ikut kan ?” Sunghyun mengangguk pelan. Hyukkie mengusap lembut pipi Chubby Minhyun dan Sunghyun. “Gwenchana. Nanti Mommy akan ajak kalian ke Lotte World kalau jadi anak baik. Hmmm… Minhyun, sebaiknya kau mandi dulu. Kajja…” Minhyun diam dalam pelukan Hyukkie. Mereka berjalan pelan menuju bathtub kecil di kamar itu. “Hae, can you please just bring the baby’s out ?”

“Yes yeobo.” Hae menurunkan Eunhae dan Sunghyun dari pangkuannya. “Hae daddy, Cungie lapal.”

“Junior juga ?”

Eunhae hanya mengangguk. “Arra, kita cari makanan di bawah. “Cucu daddy.” Sunghyun mengerucutkan bibirnya. “Cungie lapal, mau cucu daddy.”

“Junior juga susu ?”

Kembali namja kecil itu hanya mengagguk dan menggandeng tangan Sunghyun. “Hhhh, kajja kita buat.” Kini dua baby itu berjalan cepat mengikuti Hae. Namun ketika sibuk menuang bubuk susu dan mengocok botolnya, ujung baju Hae ditarik pelan oleh Eunhae. “Wae baby ?”

“Daddy, Ming Mommy cama Kyu daddy kemana cih ?”

“Ehm,” Hae berfikir sejenak. Ia harus benar-benar hati-hati untuk menjawab setiap pertanyaan baby yang terkadang tak ada selesainya. “Honeymoon.”

“Mooon ?” Alis Eunhae dan Sunghyun naik seakan mengatakan mereka baru mendengar kata-kata itu. “Moon itchu apah daddy ?” tanya Eunhae penuh selidik.

“Ini baby.” Hae memberikan botol itu pada kedua baby yang terus mengikuti Hae hingga akhirnya mereka bertiga duduk di ruang bermain Eunhae. “Honeymoon itu apa ya ?”

Eunhae dan Sunghyun sibuk mengemut dot botol mereka. Sedang Hae sibuk memikirkan jawaban dari pertanyaan Eunhae. “Mooon apah dady ?”

“Honeymoon itu bulan madu.”

“Laan ?”

“Dhu ?”

Kedua baby itu saling menatap. Sekali lagi , kata-kata yang baru didengar oleh mereka sama sekali tak tertangkap artinya sedikitpun.

“Ya, bulan madu.”

“Jangan mengajari baby yang tidak-tidak, Hae.” Hyukkie datang dan menurunkan Minhyun disana. “Disini dulu. Mommy ambil sarapan kalian.”

Hyukkie kembali menghilang ke dapur. Menyisakan Hae yang masih mendapatkan tatapan penuh tanya dan selidik dari kedua baby itu. “Mwoya oppa ?” Suara Minhyun menginterupsi acara menyedot susu Sunghyun. Dengan cepat Minhyun menarik botol susu itu dan menyedotnya pelan. “Ish, Min. Cucu oppa.” Minhyun hanya tersenyum kecil, dan sama sekali tak berniat mengembalikan botol itu. “Hae daddy Lan dhu apah cih ?” Sunghyun bertanya penuh harap, agar Hae mau menjawab dengan benar dan bisa ditangkap otak kecilnya.

“Ya bulan madu, Sungie.”

“Mwoya daddy ? Lan dhu itchu apah ?” Eunhae ikut melepas dotnya dan kini sibuk menatap fokus pada Hae. Sedikit merasa kesal karena Hae belum menjawab sesuai keinginanya. Minhyun menatap pada Eunhae, melepaskan dot-nya.

“Lan dhu ?” Minhyun menggumam kecil, dan ikut juga menatap Hae. Kemudian menatap Sunghyun. “Oppa, lan dhu apah ?”

“Molla.” Sunghyun mengangkat kedua bahunya dan menggeleng cepat.

Masih penasaran, Minhyun kemudian menatap Eunhae, “Juniol, lan dhu apah ?”

Bukannya menjawab, tapi karena Eunhae juga bingung, jadi Eunhae hanya mengarahkan dagunya pada Hae, “Tchu Daddy tau.”

Minhyun menatap Hae, “Hae daddy, lan dhu apah ?”

“Apa ya Min ?” Hae berfikir sejenak. ‘Hhh, mati aku sekarang.’ Hae tak kunjung menjawab, sedangkan baby kecil yang cantik itu sudah sedikit jengah dan kesal sekarang.

“Hae daddy, Lan Dhu appppahhh ?” Okey, baby Min sudah mulai kesal karena pertanyaannya tak kunjung dijawab.

“Mwoya Hae Daddy ?” Minhyun bertanya pelan dan dengan nada kesal yang terdengar jelas.

“Ya bulan madu, Min.”

“Shitta ?”

“Tentu saja enak. Sudahlah jangan dibahas lagi.”

“Ish, Hae daddy jahat. Ga mau jawab.” Minhyun mempoutkan bibirnya dan menunjukkan wajah kesalnya. “Qie Mommy, Hae daddy jahat.” Secepat kilat Minhyun berlari menuju Hyukkie didapur.

“Wae baby ?” Hyukkie menatap Minhyun penuh tanya. Dia sudah selesai menyiapkan sarapannya dan bersiap membawanya ke ruang bermain. “Hae daddy jahat.”

“Memang kenapa ?”

“Ga mau jawab Min.”

“Memang Min tanya apa ?”

“Lan dhu.”

“Lan dhu ?” Hyukkie mengernyit heran. “Landu itu apa ?”

“Molla Mom, Hae daddy tau.”

“Baik, kita tanya Hae daddy. Kajja.”

Hyukkie berjalan mendekati ruang bermain. Dari kejauhan, dia sudah menegur pelan Hae. “Apa yang kau ajarkan, pervy daddy ?”

“Mereka bertanya kemana Kyuhyun dan Sungmin pergi, dan aku menjawab honeymoon. Dan mereka kembali bertanya tentang honeymoon dan aku menjawab bulan madu. Dan mereka terus bertanya dan aku tak benar-benar tidak tahu harus menjawab apa sekarang.”

Hyukkie meletakkan nampan yang penuh dengan mangkuk kecil di atas sebuah meja rendah di tepi karpet di ruangan itu. “Sudah, jangan tanyakan lagi Min.”

“Jiman Mom, Lan Dhu itcu appah ?”

Hyukkie berfikir sejenak dan tersenyum. “Mmm, makanan yang manis dan enak. Seperti sereal sarapan kalian.”

Hae mendudukkan Sunghyun dan Eunhae di dekat meja. Kedua baby namja itu sudah sibuk memakan sereal mereka, sedangkan Minhyun masih diam menatap mangkok serealnya. Honey stars yang memang terasa semakin manis dengan susu vanilla. “Makanlah Min.” Minhyun hanya menggeleng menanggapi Hyukkie. Perlahan Hyukkie mengusap rambut Minhyun. “Kenapa lagi ?”

“Mooon itcu Lan dhu. Maca cepelti calapan Min. Low begitchu, Daddy dan Mommy tidak halus pelgi kan ?” Okey, baby Min ini terlalu pintar dan jenius juga pervert karena menuruni langsung sifat Kyuhyun. Membuat kedua namja dewasa yang ada disana hanya bisa bersweat-drop ria mendengarkan hasil analisa Minhyun. Hyukkie dan Hae hanya saling menatap dan kemudian tersenyum dan menggeleng heran.

“Hhhh, bukankah dia terlalu pintar. Aku jadi ingat Kyuhyun waktu kecil dulu. Dia jenius.” Hae menggumam lirih mengusap rambut Minhyun yang kini sudah mulai memakan serealnya.

Minhyun kembali menggumam. “Moon itchu lan dhu. Landhu itu celeal calapan Min. Manis. Maca iya, Daddy cama Mommy beli celeal ?”

Hhhh… abaikan analisa anak pintar yang satu ini. Lihatlah pada dua namja dewasa yang semakin heran melihat Minhyun yang terus memikirkan arti Bulan Madu.

.

KyuMin Side

Paris, Perancis

.

“Neomu yeppeoyo.”

Kyuhyun membenarkan tampilan Sungmin sembari menunggu taksi lewat. Menatap kembali wajah cantik Sungmin yang terlihat semakin menggemaskan dengan ugg boot berwarna merah gelap, syal putih yang melingkar cantik dilehernya sangat sempurna untuk menutupi hasil karya Kyuhyun belakangan ini.

Beanies berwarna putih yang menutup telinganya hingga poninya terlihat mencuat sedikit, “Aish… kau menggemaskan sekali Minnie.” Kyuhyun mencium sekilas bibir plump Sungmin yang sudah berwarna kemerahan karena menahan dinginnya winter di Paris.

“Ish, ini pinggir jalan Kyu. Aku malu.”

“Hmmm, gwenchana. Biar saja. ” Kyuhyun kemudian menyetop taxi yang lewat di depan mereka. “Take us to Champ Elysee.”

“Yes Sir.”

.

.

“Ini dimana Kyunie ?”

Mata Sungmin mengerjap penuh semangat menatap pemandangan sepanjang jalan Champ Elysee. Kyuhyun dan Sungmin kini tengah berjalan bersama menikmati pemandangan yang bisa dibilang begitu indah, dengan lampu kota yang terang menyinari seluruh sudut di tempat itu.

“Champ Elysee dan Kita akan berbelanja disini ?”

Sungmin hanya mengangguk imut. Ia semakin bersemangat melihat indahnya pemandangan pada etalase toko barang bermerk di sepanjang jalan itu. Hingga akhirnya, matanya tertuju pada satu shopping centre ternama dan pandangan Sungmin lurus menatap pada sebuah mantel hangat berwarna merah. Langkahnya terhenti, menarik pelan lengan jaket Kyuhyun.

“Waeyo Minnie ?”

Sungmin berfikir sejenak. Kemudian ia menggeleng. “Ahniya.”

“Kau mau sesuatu ?”

“Ahni.” Sungmin menggeleng cepat dan kemudian mengajak Kyuhun untuk berjalan lagi. Tapi tampaknya Kyuhyun mengerti dengan keinginan Sungmin. “Tapi Kyu…”

“Gwenchana.” Kyuhyun menarik Sungmin untuk masuk ke salah satu toko dengan merk yang cukup mahal. “Welcome to Burberry Shopping center.”

“Tapi Kyu, disini mahal sekali dan aku…”

“Gwenchana Minnie, lagipula kita juga harus membeli oleh-oleh untuk twins dan juga Umma dan Appa. Dan kurasa Teukki Umma pasti mengharapkan oleh-oleh istimewa dari kita.”

“Tapi Kyu…”

Jari telunjuk Kyuhyun sudah berada di bibir Sungmin yang menandakan bahwa ia tak menerima protes lagi. “Kau tidak perlu memikirkan apapun. Ini honeymoon kita, jadi nikmatilah. Dan aku tahu, kau pasti sangat menginginkan mantel merah itu.”

Mata cantik Sungmin sudah memerah karena terharu, ia melompat sedikit dan memeluk Kyuhyun di dalam toko itu tanpa rasa malu sedikitpun. “Gomawo Kyuhyunie…”

“Nde, cheonman chagi.” Kyuhyun melepaskan pelukan Sungmin dan mengusap pelan pipi chubbynya. “Kajja, kita lihat mantel hangat barumu.”

“Hhhh, aku tak tahu harus membayar apa untuk membalasmu.”

“Cukup bercinta denganku setiap malam.” Perkataan Kyuhyun sukses mendapat lirikan imut (?) dari Sungmin. “Aku sedikit merasa tak enak saat aku sudah horny tapi kau malah tak mau hingga aku harus main single.”

“Mworago ? Ishh… Dasar pervert.”

“But you love me.”

“Nde, sayangnya begitu.”

Kyuhyun dan Sungmin saling menatap dan tersenyum. “Aku sangat mencintaimu Minnie.”

“Nde, nado saranghae.”

“Can I help you ?”

“Absolutely yes. I wanna try this one…”

.

.

“Jadi, mana pajaknya ?”

“Pajak ?” Mata Sungmin mengerjap imut. Kini mereka baru saja sampai dirumah dan ini sudah malam. Mungkin di waktu negara Korea, lebih malam. “Pajak apa Kyuhyunie ? Ah nde, besok aku ingin menelfon anak-anak. Aish, aku merindukan mereka.”

“Nde, aku juga merindukan mereka.” Kyuhyun duduk mendekati Sungmin yang tengah duduk di tengah bed mereka dan menatap mantel merah yang baru dibelikan oleh Kyuhyun. “Ini sangat mahal Kyu ?”

“Hhmmmm… Gwenchana.”

“Tapi ini terlalu mahal. Bahkan, jika aku bekerja bertahun-tahun belum tentu bisa membeli mantel ini.” Sungmin mengusap lembut mantelnya. Dan Kyuhyun hanya bisa tersenyum menatap Sungmin.

“Kalau kau ingin nyaman memakai mantel itu, sebaiknya bayar pajak dulu.”

“Tapi Kyu, aku tak pernah membayar pajak ? Memang bayar pajak mantel ini dimana ? Di kantor perpajakan ? Kantor perdagangan, atau malah ditokonya ?”

“Ck… Nae Sungmin benar-benar polos. Kau hanya perlu bayar pajak disini bersamaku.”

“Mwo ?” Sungmin semakin tak mengerti. Dan Kyuhyun mulai membereskan belanjaan yang baru saja dilihat kembali oleh Sungmin. Termasuk mantel baru Sungmin. “Eh, mau dikemanakan Kyunie ?”

Kyuhyun meletakkan mantel baru Sungmin di atas sofa yang ada di depan bed mereka. “Mantelmu bisa kotor nanti, jika tetap berada diatas kasur.”

“Memangnya kotor kenapa ?” Pikiran Sungmin yang mulai mengerti dengan maksud pervert Kyuhyun, kini malah sengaja membalik keadaan dan menggoda Kyuhyun.

“Ya kotor chagi,” Kyuhyun kembali duduk di kasur setelah meletakkan mantel Sungmin. “So, shall we start ?”

Sungmin hanya mengangguk pelan dan bergumam lirih tapi masih bisa didengar oleh Kyuhyun. “Starting what ?” Sungmin melirik nakal pada Kyuhyun. Jemarinya sudah berjalan di selangkangan Kyuhyun mencoba menarik sesuatu yang masih tidur untuk segera bangun dan menuntaskan semuanya.

“Ming, aku tau kau mengerti maksudku. Dan sebaiknya jangan menggodaku karena aku bisa menghajarmu sangat keras nanti.”

Tapi Sungmin malah menggeleng imut dan kemudian meremas pelan junior Kyuhyun. Ia mendekatkan tubuhnya pada Kyuhyun dan menjilat sekilas liang telinga Kyuhyun. “Aku mau yang pelan tapi euhhhh…”

.

YeWook Side

.

.

“Apakah cara ini akan berhasil baby ?”

“Molla.” Mata Wookie beralih dari Yesung dan kini menatap pada wajah menggemaskan yang sudah tertidur pulas. “Aku akan merindukanmu dan Jongki.” Wookie duduk disisi bed kecil Jongki dan mengusap pelan dahinya. “Aku takut, jika nanti appa akan mengetahui siasat kita.”

Yesung berjalan pelan mendekati Wookie. Bersama, mereka berdua menatap pada wajah damai Jongki. “Aku akan menjaganya, baby. Tenanglah.” Tangan Yesung terulur perlahan meraih tubuh lemah Wookie kedalam pelukan hangatnya malam itu. “Berusahalah sebaik mungkin baby.”

“Ahni.” Wookie tersentak pelan. “Aku akan ke Kerajaan Peri.”

“Kau tak boleh kesana ? Nanti bisa-bisa kau tak kembali dengan selamat, atau …” Yesung tertunduk dan melepaskan pegangannya pada bahu Wokkie, “Kau malah tak kan kembali lagi.”

“Hajiman, Appa itu sangat kuat. Dan dia bisa saja mengetahui rencana kita. Bagaimana jika dia marah dan malah membunuh kita semua.”

“Tapi baby…”

“Ada yang merindukanku ?”

Suara itu sukses membuat Wookie dan Yesung berhenti dari perdebatan mereka dan menatap pada sumber suara. Binar cahaya ungu yang kembali datang dan terbang semakin mendekat pada mereka.

“Appa…”

“Nde Ryewook. Putra Mahkota Kerajaan Peri. Kau sudah memutuskannya bukan ?”

Wookie berjalan pelan mendekati cahaya itu. Perlahan, mata cantiknya sudah memerah seakan ia siap untuk menangis sekarang juga. “Aku tak bisa memilih Appa.”

Raja Peri terlihat berfikir, ia diam sejenak hingga akhirnya ia tersenyum aneh dan menatap pada Yesung dan Jongki. “Jika kuhanguskan mereka, makan pilihannya akan mudah.”

“Andwe ! Appa ! Mana boleh kau membunuh mereka. Dia suamiku dan itu anakku. Meski lahir dari sihir tapi dia anakku.”

Seperti tak mengindahkan penolakan Wookie, raja peri semakin terbang mendekati Yesung dan Jongki. “Kau, peri rendahan tak tahu diri. Beraninya mempengaruhi pikiran putra mahkota hingga ia menjadi manusia dan bertingkah aneh sekarang. Kurasa lebih baik kau dilenyapkan secepatnya.”

Sebelum sempat Raja Peri mengucapkan mantranya, Wookie sudah menghalangi jalan sinar tongkat Raja Peri. “Jebal Appa, mengertilah.”

“Apa kau sedang mencoba membujukku, Putra Mahkota ?”

Wookie mengangguk pelan. “Tapi sayang, aku tak bisa menerima pembantahan apapun atas semua yang memang seharusnya aku lakukan.”

“Andwe !” Wookie berteriak keras dan mendorong Raja Peri hingga sinar itu mengenai pintu dan hilanglah pintu itu dari tempatnya. “Appa, jebal. Hentikan.”

“Kau ! Beraninya kau menghancurkan mantraku ! Menyingkir dari hadapanku atau kau akan kuhilangkan juga !”

“Hilangkan saja appa ! Lebih baik kami semua menghilang dari pada harus terpisah dan kehilangan.”

“Jadi itu maumu ? Anak bodoh !” Raja Peri terbang menjauh sedikit.

Wookie menatap samar pada Yesung dan Jongki, “Saranghae Hyung.” Wookie menjatuhkan tubuhnya pada tubuh Yesung dan memeluk erat namja yang sangat ia cintai itu. “Kita akan selalu bersama. Mianhe baby.” Wookie hanya mengangguk. Kemudian kembali menatap Raja Peri yang tengah bersiap dengan mantranya untuk menghilangkan semua yang ada hadapannya. “Kalian menyedihkan. Jangan pernah menyalahkanku Wookie. Karena kau memang sudah seharusnya hilang dari dunia ini.”

“Terserah Appa, aku tidak peduli.”

Raja Peri sudah mulai memutar tongkatnya. “Terkutuklah kau Putra Mahkota. Bombarda !”

“Expecto Patronum !”

“Andwe !”

“Baby !”

“Mwoya !”

.

.

.

Te to de Be to de Ce

.

.

~~~CHICKEN SOUP FOR OUR FAMILLY~~~

.

.

Mianhe jika storynya makin garing. Mianhe juga jika scene baby-nya dikit. Mianhe lagi low Yewook and Kyuminnya kurang, janji deh besok aku banyakin. Mianhe juga karena ni FF udah kaya koran ajah, panjang bener… semoga yang baca pada gag bosen

.

8 thoughts on “Chicken Soup for Our Family || Ch. 5|| KYUMIN || YAOI ||

  1. Para baby bnr” sangat m’nggemaskan~~
    ad min yg jenius, jail jg prvrt, sungie yg plos mnggmaskan, junior yg 11,12 ma min, jngki yg incent,,
    waahhh,, bnr ska q ma krktr mrka,,:-D
    oeni bnr” daebakk,,
    smangatz oeni;-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s