Pretty Boy || Ch.5 || KyuMin || Yaoi

Author: Rainy Heart

Length  : Series

Rated    : T to M

Cast       :

          Cho Kyuhyun

          Lee Sungmin

And other suju member 

Pairing                  : KYUMIN  / YEWOOK / EUNHAE / ZHOURY

Genre                   : Romance / Drama

Warning               : Many Typos, Gag pakek EYD yang baek n bener, bahasa acak-acakan.

Summarry           : “Mencintaimu telah menjadi satu alasan untukku benar-benar menjagamu. Aku tahu aku bukanlah yang terbaik, tapi semua akan kulakukan… untukmu….”

Mianhe FF ne emang rated T to M, jadi yang nunggu kejadian Rate M nya sabar ya…

Happy Reading

 

 

Preview Chapter  4

.

.

 Saat itu Sungmin merasa ingin sekali menangis dan merutuki kebodohan Kyu yang terus menatap dingin dan tak mempedulikannya. Hyukkie lalu berbisik pada Sungmin.

“Aku tahu kau mencintainya, kejarlah dia dan jelaskanlah semuanya. Aku yakin dia bisa memahamimu” kata Hyukkie.

Namun Sungmin menatap Hyukkie dengan tajam dan berkata “Aku tak akan melakukannya Hyukkie, aku tak mencintainya “ . 

.

.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>   PRETTY BOY   >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

STILL FLASHBACKKKKK…..

 

CHAPTER 5

.

.

Yewok Side

.

.

Yesungie sedang menunggu Wookie, mereka berjanji untuk makan siang bersama di ruang kerja Yesung. Lama menunggu akhirnya Wookie datang. “Chagi, aku datang.”

Wookie membawa bekal yang ia buat sendiri. “Kimbab ala Wookie !!! Tada !!!” Wookie berteriak senang saat menunjukkan kotak bekal yang ia bawa. “Aku yakin, di luar negeri kau tak menemukan makanan ini. Apalagi yang spesial dan paling enak adalah buatan Wookie.”

Melihat Wookie yang bergitu bersemangat, Yesung tersenyum manis dan segera membuka kotak bekalnya. “Kelihatannya enak “ gumam Yesung saat menatap isi kotak bekal itu.

“Chagi ayo makan !!!” teriak Yesung dan mereka berdua mulai makan. Sesekali Yesung membersihkan nasi yang menempel di bibir Wookie. Pemandangan yang indah.

 

Namun Yesung menghentikan makannya saat ia mengingat satu hal yang mengganjal dihatinya. Ia menatap Wookie yang masih memakan kimbabnya. “Chagi, aku mendengar dari teman-temanmu jika kau sempat mendekati Kyu dan aku lihat kau juga duduk dibelakang Kyu, katakan padaku apa sebenarnya yang terjadi?”

Wookie langsung menghentikan makanya, menatap wajah Yesung dengan ragu-ragu. Ia takut jika Yesungie akan marah dan memutuskannya. Tapi our little innocent wookie tak akan berbohong. Wookie meremas tangannya yang tiba-tiba terasa begitu dingin.

Yesung menggenggam tangan Wookie dan tersenyum padanya. Yesung tahu saat ini Wookie pasti sedang ketakutan.”Chagi, aku hanya bertanya mengapa kau ketakutan begitu ? Katakan padaku aku tak akan marah padamu. Aku bukan anak kecil lagi yang selalu akan marah dan tak mau memahamimu chagi, jadi tenanglah” kata Yesung dengan senyumannya yang sangat manis itu.

Wookie tersenyum pada Yesung dan membalas genggaman tangan Yesung padanya. “Aku hanya ingin membalasmu, karena kau lebih memilih musikmu dari pada aku. Apa kau tak merasakan kalau aku sangat kehilanganmu ? Ketika di bandara saja  kau malah memarahiku. Aku bukan tak mau mengertimu hyung, hanya saja aku belum bisa berpisah denganmu ”

Wookie berusaha keras menahan tangisnya dan menyembunyikan wajahnya, menunduk dalam.

Flasback On

At Incheon International Airport

 

“Hyung, kumohon jangan pergi” pnta Wookie dengan wajahnya yang memerah dan air mata yang terus membasahi pipi tirusnya.

Yesung hanya menghela nafas beratnya dan kembali memegang bahu kurus kekasihnya itu. Menatap wajah Wookie yang sudah sembab. Mengusap air mata di pipi Wookie dan memeluknya. “Chagi kumohon mengertilah, aku hanya bersekolah bukan untuk yang lain. Kumohon jangan begini, kau ini namja jadi kuatlah.”

“Tapi hyung, kumohon jangan pergi.”

“Dua tahun saja. Itu tak lama Wookie-ah, cobalah untuk bertahan tanpaku”

Yesung mendengar pengumuman bahwa penerbangannya sebentar lagi akan berangkat, namun Wookie masih memeluknya dengan erat. “Kumohon Wookie, lepaskan ! Aku harus pergi atau aku akan terlambat”

“Andwe”

“Wookie-ah mengertilah”

“Aku tak mau tau, Hyung. Aku tak mau mengerti ! Kau yang seharusnya mengerti aku ! Jangan pergi ”  Wookie semakin mengeratkan pelukannya.

Yesung yang sedang diburu waktu menarik Wookie dengan keras hingga pelukan Wookie terlepas, “Wookie, aku sungguh harus pergi ! Mengapa kau tak pernah mau mengerti aku ?! Kau ini selalu saja bertingkah kekanakan. Bisakah kau sekali saja menjadi dewasa dan tak memikirkan dirimu sendiri ?! Aishh …” Yesung membentak Wookie dan segera berlari mengejar penerbangannya.

Wookie masih menangis di depan departure gate itu. Sedangkan bayangan Yesung sudah menghilang dan terbang menjauh dari Wookie.

Flashback Off

 

Yesung hanya menghela nafasnya dan tersenyum pada Wookie. Mengangkat dagu Wookie dan mendekatkan wajahnya pada kekasihnya.

“Chagi, aku tak marah denganmu malah aku sangat bersalah telah memarahimu. Kejadian di bandara itu, aku sungguh tak bisa menahan emosiku. Aku hanya tak ingin kau lemah dan terus bergantung padaku. Mianhe chagiyya ”

“Neoumu saranghae hyung, kumohon jangan pergi lagi.”Wookie memeluk pinggang Yesung yang duduk disampingnya. Menyandarkan kepalanya pada dada Yesung. Yesung tersenyum kecil dan mencium pucuk kepala Wookie.

“Aku akan melanjutkan kuliah disini, dan aku sudah mengurus kepindahanku. Jika sekolah ini bisa menerima dan melihat hasil kerja kerasku maka aku akan tetap menjadi guru disini. Kau senang bukan ?”

“Jinja !“ teriak Wookie menatap Yesung dengan mata berbinarnya. Yesung mengangguk dan tersenyum pada Wookie. “Kau senang chagi ?” tanya Yesung seraya memeluk Wookie.

“Nde hyung gomawo,  jeongmal mianhe. Aku telah melakukan hal bodoh seperti itu. Sebenarnya aku tak menyukai Kyu, saat itu aku hanya berusaha melampiaskan kekesalanku saja.”

“Gwenchana Wookie-ah, aku tahu kau akan selalu setia padaku. Ya meski aku cemburu dengan Kyu, kurasa dia juga tak menyukaimu.”

Wookie menganggukkan kepalanya pelan.“ Tiga namja di kelasku, Kyu, Hae Hyung dan Henry mereka semua menyukai Sungmin Hyung. Yang bernama Hae, aku kira kau sudah tahu hyung.”

“Nde, Donghae. Dia hoobae ku saat aku tingkat 3. Dia kecelakaan saat mencoba mengendarai mobilnya sendiri, dulu Sungmin sangat dekat dengan Hae. Tapi sekarang entahlah ” kata Yesung disela makannya.

“Sungmin hyung menjauhi Hae Hyung saat tau Hae hyung menyukainya. Dan juga sepertinya Sungmin Hyung tak menyukai Henry karena Sungmin hyung mengatakan padaku bahwa temannya yang berambut merah itu menyukai Henry. Sementara Kyu, aku tidak tahu hyung.”

“Tapi sepertinya Kyu memang  namja yang di sukai Sungmin. Kau lihat Sungmin pagi tadi, saat dia dan Siwon berpapasan dengan Kyu. Saat melihat Kyu menatapnya dingin, Sungmin langsung diam dan melepaskan tangan Siwon.” Yesung meminum tehnya dan kembali menatap Wookie.

“Aku rasa Kyu sangat mencintai Sungmin, lagi pula jika Kyu marah itu sangat wajar. Tapi aku harap Sungmin segera menyatakan perasaannya” Yesung menatap Wookie yang kini bingung mendengarkan analisa Yesung.

“Memangnya kenapa hyung ? Ada masalah dengan Kyu ?” Wookie mengerjapkan mata cantiknya dan menatap Yesung.

“Bukan masalah chagi, hanya saja ini adalah satu hal yang tak dapat ditolak oleh Kyu karena Kyu sangat menginginkannya. Dan jika Kyu sampai meninggalkan kelasku tadi pagi, itu sangat wajar karena dia pasti sedang bimbang. Hah… sudahlah jangan kau pikirkan.”

“Mwo ?” Wookie masih memasang wajah bingungnya dan Yesung langsung saja asyik menikmati kimbabnya.

.

.

.

.

Seperti biasa jam istirahatpun KyuHaeHen tetap saja harus mengganggu Sungmin. Namun karena Kyu tak kembali kekelasnya, akhirnya Hae dan Henry saja yang kini melangkahkan kakinya ke kelas Sungmin.

Mereka sampai di kelas Sungmin dan mengedarkan pandangannya ke seluruh kelas. Terlihat Sungmin, Hyukkie, Siwon, Kibum dan Zhoumi sedang  makan bersama di sudut belakang kelas. Sibuk dengan snack ringan mereka seraya bercanda. Hae dan Henry mendekati Sungmin dan duduk  di kursi belakang Sungmin.

“Hyung… Kau tahu Kyu membolos kelas Yesung hyung dan tak kembali sampai sekarang ? Apa kau tak mengkhawatirkannya ?” kata Henry dengan wajah imutnya.

“Mengapa memberitahuku ? Apa urusanku hingga aku harus peduli padanya ?” kata Sungmin acuh.

Yang lain hanya bisa menatap wajah Sungmin yang memang tak bisa membohongi sahabatnya, meski ia berbicara begitu paras Sungmin menyiratkan kekhawatiran.

“Hyung, aku tahu kau mengkhawatirkannya jadi simpan egomu sebentar saja dan carilah dia “ kata Hyukkie seraya menepuk bahu Sungmin.

“Aku tak mengkhawatirkannya, sama sekali tak peduli padanya. Aishhh !!!” Sungmin memukul meja karena geram.

Sungmin melampiaskan semua kekesalannya pada Kyu. Ia tak marah pada Hyukkie, hanya mengumpat kebodohan Kyu.

“Aishhh !!! Paboya Kyunie” gumam Sungmin.

Ia pergi meninggalkan sahabatnya dan juga Hae dan Henry. Mereka tersenyum melihat Sungmin yang akhirnya luluh juga dan pergi mencari Kyu.

.

.

HAEHYUK SIDE

.

.

Setelah kepergian Sungmin, Hae dan Henry tetap tinggal di kelas Sungmin. Hyukkie melihat Hae yang kini duduk disisinya, menatap dengan penuh tanda tanya. Merasa diperhatikan, Hae menghentikan acara makan snacknya dan berganti menatap Hyukkie. Seperti maling yang ketahuan mencuri, Hae langsung senyum-senyum gaje pada Hyukkie.

“Mengapa kau tak mengejar Sungmin Hyung ? Mengapa malah bergabung dengan kami ?” Hyukkie bertanya dengan wajahnya yang begitu menggemaskan menurut Donghae.

Donghae tersenyum dan menghapus remahan roti di sudut bibir Hyukkie.

Hyukkie langsung terdiam kaku, tubuhnya terasa dingin dan menegang. “ Apa yang kau lakukan ?” Hyukkie lalu mengusap bekas yang tadi di pegang oleh Hae.

Melihat itu Hae kembali mengusap sudut bibir Hyukkie, dan lagi – lagi Hyukkie mengusapnya berharap jika bekasnya menghilang. Teman-teman Hyukkie hanya tersenyum melihat tingkah dua orang itu.

“Kya ! Mengapa kau suka sekali menggodaku ? Ishh …” Hyukkie menghentakkan kakinya kesal dan berjalan keluar kelas. Dengan semangat, Hae mengikutinya.

Hyukkie berjalan ke taman dan mendudukkan dirinya di bawah pohon yang terasa begitu nyaman. Berusaha menutup matanya untuk sekedar menikmati semilir angin yang tiba-tiba berhembus meniup lembut poninya.

Hae masih berdiri di hadapan Hyukkie dan menatapnya. Melihat Hyukkie yang malah menutup matanya, Hae  lalu berjongkok di sisi Hyukkie dan meniup poni Hyukkie. Ya, angin itu adalah tiupan nakal Hae yang berusaha membangunkan Hyukkie.

Merasa usahanya sia-sia dan Hyukkie malah semakin menikmati istirahatnya, Hae menyandarkan tubuhnya pada pohon yang sama dan duduk di sisi Hyukkie, meletakkan kepalanya di bahu Hyukkie.

Merasa ada yang aneh, Hyukkie membuka matanya dan melihat ke arah kanannya.”Kya… Hae-ah, tak bisakah kau tak menggangguku?  Aku memang menyukaimu tapi aku tak mau jika kau terus menggangguku begini, kan sudah kubilang ja…”

“Jantungmu bekerja dua kali lipat jika ada aku didekatmu. Hyukkie, aku sudah berulang kali mendengarnya.” Lanjut Hae kemudian dengan cepat meraih tangan Hyukkie dan menggenggamnya erat.

Meski Hyukkie sebal dengan tingkah Hae, namun ia membiarkan kepala Hae tetap bersandar di bahunya. Tak bisa ia pungkiri memang, jika jantungnya sedang bekerja dua kali lipat sekarang.

Dengan pelan Hae mendekatkan tangan Hyukkie kedadanya, masih menutup matanya. Hae tersenyum dalam diamnya.

Hyukkie semakin tak mengerti dengan sikap Hae yang kini berubah manis padanya. Dan saat tangan Hyukkie sampai di dada Hae, barulah Hyukkie mengerti. Ia menengok Hae yang masih memejamkan matanya. Hyukkie tersenyum dan kembali memejamkan matanya.

Mereka sama – sama memejamkan mata, mencoba mendalami apa yang mereka rasakan.

“Hyukkie, kalau begini  terasa lebih romantis bukan ?” Hae masih menggenggam erat tangan Hyukkie dan mendekatkannya dengan jantung Hae. Hingga Hyukkie dapat merasakan detak jantung Hae yang kini sudah melebihi batas.

“Nde “ Hyukkie menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum.

“Jadi kau sudah mengerti kan?”Hae membuka matanya, menatap Hyukkie yang masih setia memejamkan matanya dan hanya menganggukkan kepalanya. “Kalau begitu jangan menyuruhku mengejar Sungmin hyung lagi.”

“Bukankah aku sudah memintamu untuk berhenti ?” Hae membalikkan badanya hingga menghadap Hyukkie. Tangan Hyukkie masih setia merasakan detak jantung Hae di dada hae.” Hingga aku tak perlu lagi mengejarmu Hyukkie, jadi jangan sekali-kali kau menyuruhku untuk mengejar seseorang karena aku sudah lelah dan ingin berhenti.”

Hae mendekatkan wajahnya ke wajah cantik Hyukkie yang masih tersenyum dan memejamkan matanya. “Saranghae Hyukkie-ah…” Hae mencium Hyukkie dengan tiba-tiba.

Hyukkie langsung membuka matanya dan meski ia sangat kaget menerima perlakuan Hae, namun melihat Hae yang menutup mata akhirnya ia menikmati ciuman Hae. Hyukkie menekan tengkuk Hae untuk memperdalam ciumannya.

Ini adalah ciuman pertama bagi Hyukkie dan Hae. Meski begitu, seakan mereka sudah terbiasa melakukannya lidah mereka saling mendorong dan mendominasi. Bermain dengan saliva dan menciptakan suara kecipak halus yang menjadi nyanyian lembut bagi keduanya.

Hae menghisap bibir bawah Hyukkie dan melumatnya dengan keras namun lembut. Mencoba merasakan panas yang kini menjalar disekujur tubuhnya.

“Engh…” Hyukkie melenguh kecil dan mencoba mengatur nafasnya. Ia belum ingin menuntaskan ciuman itu. Hyukkie kembali menekan tengkuk Hae hingga membuat Hae semakin dalam menghisap bibir Hyukkie yang kini sudah semakin merah.

Mereka melepaskan ciumannya dengan segera saat merasakan nafas yang memburu. Hae menatap Hyukkie yang kini masih sibuk mengatur nafasnya dengan wajah memerah dan jantungnya yang begitu keras berdetak.

Hae kembali mendekatkan wajahnya pada Hyukkie, hingga membuat Hyukkie memalingkan wajahnya. Namun Hae malah mendekati telinga Hyukkie dan berbisik padanya. “Bagaimana jawabanmu chagiyya ?”

“Nado Saranghae” Hyukkie menjawab malu-malu dan masih memalingkan wajahnya hingga terlihatlah leher putih yang sangat menggoda itu.

“Engh…” Hyukkie kembali melenguh merasakan nikmat di lehernya yang kini tengah dihisap kuat oleh Hae. Setelah yakin hisapannya berbekas maka Hae melepaskan gigitannya pada leher Hyukkie.

“Sebagai tanda bahwa kau adalah milikku, Chagiyya “

Mereka kembali berciuman disana, melampiaskan rasa cinta yang masih terasa panas membakar tubuh mereka.

.

.

Zhoury Side

.

.

“Hae sudah pergi mengikuti Hyukkie, jadi kenapa kau masih disini ?” Zhoumi berbisik di telinga Henry. “Kau mengusirku ?!” bentak Henry dengan pipi yang ia gembungkan. Sungguh menggemaskan.

SiBum couple hanya tersenyum gaje melihat tingkah Henry yang menggemaskan.

Henry membalikkan badannya dan berdiri. Ia berhenti sebentar kemudian menengok Zhoumi yang masih menatapnya dengan senyuman nakal yang menghiasi wajah Zhoumi.

“Dasar tak punya perasaan, menyebalkan !” Henry menghentakkan kakinya seperti yeoja yang sedang marah dan berjalan cepat meninggalkan kelas Zhoumi.

“Ini kunci UKS kami, mungkin saja kau ingin bermain sebentar disana. Tapi ingat jangan menyentuh barang-barang Kibum, chagiyyaku ini sangat tidak suka PSnya disentuh orang lain” Siwon memberikan kunci UKS pada Zhoumi.

“Arrasseo” Zhoumi meraih kunci itu dan berlari mencari jejak Henry. Sibum Couple menikmati kesendirian mereka di kelas itu karena memang saat istirahat begini semua anak sudah keluar berhamburan pergi ke kantin.

Mata Zhoumi berputar mencari hilangnya Henry. Ia berjalan menyusuri koridor sekolah, menuju kantin, ruang musik sampai toilet. Meski namanya toilet, tapi ini adalah international school dengan fasilitas kebersihan seperti hotel bintang lima. Toilet selalu wangi dan bersih, tak sedikit siswa yang malah menghabiskan waktu istirahatnya di toilet seperti sahabat Zhoumi yang satu ini.

Kim Key Bum terlihat sibuk dengan dandanannya. Sesekali menggerak-gerakkan pipi dan bibirnya. Zhoumi tersenyum heran melihatnya. “Key, apakah kau melihat Henry ?”

“Mwo ? Nugu ? Henry ? “ Key yang bingung tak mengenal Henry.

“Aish, makanya yang kau lihat itu jangan Jinki terus.” Zhoumi mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto Henry.

Key tersenyum dan menunjuk pintu toilet paling ujung. Zhoumi lalu mendekati pintu itu dan mengetuknya.

Tok… Tok… Tok…

“Aku tahu kau didalam” Zhoumi berbicara sambil terus mengetuk pintu toilet itu. Henry yang memang ada didalam sana hanya diam menahan kekesalannya pada Zhoumi.

Akhirnya Zhoumi menggunakan akal jahilnya untuk memaksa Henry keluar. Dengan pintarnya Zhoumi membuang bunga yang terletak di pinggiran wastafel dan menggunakan vasnya berbentuk gelas yang cukup besar itu. Menampung airnya.

Byurrr

“Kya !!! Zhoumi hyung !!!” teriak Henry yang sukses terkena siraman air dari Zhoumi. Dengan terpaksa ia membuka pintu toilet itu dan mendekati Zhoumi.

Henry menatap tajam pada Zhomi dan menggembungkan pipi chubbynya. Bukannya merasa bersalah, Zhoumi malah terpaku melihat Henry yang basah kuyup itu. “Aigo… kau menggemaskan sekali Henry-ah” Zhoumi lalu mencubit pipi Henry.”Dan jua sexy”bisiknya lirih.

“Aish, kau itu selalu menyusahkan aku. Jika begini bagaimana aku akan kembali kekelasku ? Kau Menyebalkan !!!” teriak Henry kemudian berjalan meninggalkan toilet.

Zhoumi terus saja mengikuti kemana perginya Henry. Henry yang bingung tak tahu kemana akhirnya berhenti dan membalikkan tubuhnya, kembali menatap Zhoumi.

“Tanggung jawab dengan diriku, kalau aku sakit bagaimana ?” Henry mengamati seluruh tubuhnya yang basah gara-gara Zhoumi.

Zhoumi sedikit membungkuk, mensejajarkan wajahnya dengan wajah Henry. “Salahmu sendiri tak mau keluar dari toilet”. Zhoumi kemudian menyeret Henry agar mengikuti langkahnya.

“Aishh ! Kenapa berputar-putar terus ? Sebenarnya kau mau membawaku kemana ?” Henry terus saja protes karena memang Zhoumi tidak begitu hafal dimana letak UKS lama itu. Setelah hampir setengah jam berputar akhirnya Zhoumi bisa tersenyum lega.

“Hah… ketemu juga akhirnya ! “ Zhoumi membuka kunci pintu itu dan memawa Henry masuk kesana. Henry sudah ketakutan, memikirkan apa yang akan dilakukan Zhoumi padanya.

“Apa yang akan kau lakukan ? Kenapa membawaku kesini ? Lagipula ini sudah bel masuk, sebaiknya aku kembali kekelasku saja.”   Henry membalikkan tubuhnya dan mencoba membuka pintunya. ‘Terkunci’

“Tada !” Zhoumi mengayunkan kunci itu di hadapannya, kemudian menyeret Henry dan mendudukkannya di matrass. Zhoumi membuka lemari di bawah meja dan menemukan kaos Kibum disana.

“Pakailah ini ! Hanya ada kaos saja, kuharap kau tak kedinginan.” Zhoumi melemparkan kaos itu ke Henry. Namun Henry masih tak bergeming dan tak menyentuh kaos itu.

“Aku bilang pakai saja, itu milik Kibumie. Aku rasa dia tak akan marah jika kau memakainya. ” Kemudian Zhoumi duduk di sisi Henry. Henry masih saja tak bergeming dan hanya menatap kaos itu.

“Isshhh ! Mengapa hanya kau lihat begitu kaosnya ? Pakai saja nanti kau sakit “ Zhoumi mulai gemas dengan Henry yang masih diam saja. Akhirnya Henry membuka suaranya, “Aku tak mau kau melihatku hyung, jadi berbaliklah dan jangan menoleh jika aku belum selesai.”

“Kya ! Herny-ah, kau pikir aku ini apa ? Kita sama-sama namja mengapa harus malu ? Lagipula sebentar lagi kau akan menjadi namjachinguku ?” Zhoumi mendekatkan tubuhnya pada Henry.

“Mwo !!! Apa kau sedang bermimpi hyung ? Siapa yang akan menjadi namjachingumu ? “ Henry mengalihkan pandangannya dan berjalan ke arah meja itu dan mengambil selimut. Sesungguhnya ia kedinginan, dengan cuaca mendung di luar sana sudah pasti suhu tubuh Henry makin terasa dingin.

Henry membungkus tubuhnya dan tiduran di matrass itu. Sementara Zhoumi sibuk memperhatikan Henry hingga akhirnya ia tiduran di sisi Henry dan menghadapkan tubuhnya pada Henry yang kini sedang membelakanginya.

Zhoumi meniup telinga Henry. Henry menggerakkan sedikit kepalanya dan kemudian kembali tenang. Zhoumi melakukannya lagi dan kali ini Henry yang geram akhirnya membalikkan tubuhnya hingga posisi mereka saling berhadapan kini.

Zhoumi mengembangkan senyumnya, dan Henry yang kaget saat menemukan wajah Zhoumi yang begitu dekat dengannya hanya bisa terdiam.

Jantung mereka berpacu begitu cepat. Suasana hening itu berubah menjadi ramai dengan kerasnya debaran jantung keduanya. Hembusan nafas yang lirihpun terdengar karena berderu dengan kerasnya. Henry merasakan wajahnya memanas.

Henry dapat merasakan hembusan nafas Zhoumi yang tidak teratur itu menerpa wajahnya. Perlahan tapi pasti Henry menutup matanya saat merasakan nafas Zhoumi yang semakin dekat dengannya.

Chu ~~~

 Zhoumi mencium Henry sekilas dan melepasnya. Henry masih terpaku menatap Zhoumi yang sedang tersenyum penuh kemenangan. Henry hanya diam merasakan debaran jantungnya sendiri dan tubuhnya yang sudah memanas.

.

.

KYUMIN SIDE

.

.

Kyu tetap tak kembali ke kelas. Dia masih berada di atap sekolah. Di atap begitu menyenangkan dan menenangkan. Atap sekolah itu telah disulap menjadi sebuah taman yang sangat cantik dengan berbagai macam bunga dan air mancur yang berisi ikan kecil dikolamnya.

Kyu duduk menyandarkan tubuhnya pada sebuah batu besar yang berada di sisi kolam ikan. Memandang kosong dan merasakan angin yang berhembus dilehernya, tak lama ia sudah terlelap.

 Pikirannya begitu berat. Tertekan dengan Sungmin dan perasaannya sendiri.

Sungmin berjalan kesana kemari dan tak terasa waktu istirahat sebentar lagi habis. Namun Sungmin masih belum menemukan keberadaan Kyu. Akhirnya kaki mungil Sungmin melangkah dengan ragu naik ke atap sekolah.

Krieettt…

Sungmin membuka pintu atap sekolah itu dan mata cantiknya menemukan sosok yang sangat ia khawatirkan. Ia melangkahkan kakinya sepelan mungkin agar tak menimbulkan suara.

Ia sampai di depan Kyu dan mendudukkan dirinya di lantai yang dingin. Cuaca yang mendung membuat udara terasa dingin dan sejuk. Sungmin menatap wajah tampan yang masih terlelap di hadapannya, terlihat sangat nyaman dan tenang.

Sungmin mendekatkan wajahnya dengan wajah Kyu. Mencoba menyimpan setiap detailnya dalam memorinya. Wajah yang tenang seperti tanpa dosa yang sangat ia rindukan. Perasaan bersalah berkecamuk di dalam hatinya.

Chu ~

Sungmin mengecup bibir kering yang masih diam itu. Hanya menempelkannya dan melepaskannya lagi. Meski hanya sekejap, itulah limpahan perasaan Sungmin.Betapa ia ingin mengakui perasaannya namun sungguh hatinya tak sanggup jika harus mengalahkan egonya.

Sungmin terus mengusap pipi pucat yang dingin itu.  Melihat Kyu yang menyandarkan kepalanya pada batu besar dengan hati-hati Sungmin mendudukkan dirinya di sisi Kyu dan menyandarkan kepala Kyu pada bahunya.

Untuk sesaat, Sungmin merasakan angin dingin yang menyejukkan hatinya. Jantungnya yang terus memompa darahnya begitu cepat seakan ikut menjadi dingin saat merasakan hangat nafas Kyu berhembus di leher Sungmin.

“Mengapa aku tak bisa untuk tak peduli padamu, Kyu ?” Sungmin memandang Kyu. “Kau terlalu berharga untukku, jangan sakiti dirimu sendiri dan mendiamkan aku Kyu. Apa kau sudah bosan menggangguku ?”

Dengan hati yang tenang, akhirnya Sungmin ikut tertidur. Pemandangan yang indah disiang hari yang sejuk.

“Engh “ lenguhan Sungmin yang akhirnya terbangun.

Ia langsung melihat ke sekitarnya saat tak menemukan Kyu di sisinya. Hari masih sore dan langit senantiasa mendung namun tak juga turun hujan.

“Mencariku Hyung ? “

Muncullah Kyu dengan senyuman evilnya dan membawa sekotak pizza dan 2 kaleng coke. Kyu berjalan mendekati Sungmin dan duduk di depannya.“Aku tahu kau merindukanku.”

“Aku tak merindukanmu” Sungmin menyangkalinya dengan cepat. Memalingkan wajah cantiknya dari Kyu.

Kyu hanya tersenyum evil dan menatap Sungmin. “Jadi untuk apa kau mencariku jika tak merindukanku ? Apa kau ingin menjelaskan siapa namja itu ? Atau kau sudah menyiapkan jawabanmu atas hatiku ?”

“Ahni…” Sungmin menjawab lirih dan menundukkan wajahnya.

“Jadi, kau masih lebih memilih egomu hyung ? Atau kau memang terlalu angkuh untuk mengakui bahwa kau memang mencintai aku ?! ” Kyu kemudian duduk diam mencoba menghentikan amarahnya yang ingin meledak sedari tadi.

Hingga Kyu lebih memilih menutup matanya mencoba menelan semua rasa pahit di hatinya. Sungmin memandang Kyu dalam diam, tak ingin berkata apapun. Perasaannya sedang berkecamuk antara ragu dan takut.

Kyu menghela nafasnya dan menatap Sungmin. Sesaat mata mereka saling bertemu. “Jangan melihatku seperti itu, jika nantinya kau hanya akan menjatuhkan aku Hyung” Kyu lalu membuka kaleng cokenya dan memberikannya pada Sungmin.

Sungmin mencoba menghentikan debaran jantungnya. Berusaha bersikap sebiasa mungkin pada Kyu.“Mengapa tak membangunkan aku ? “ tanya Sungmin dengan suara datarnya.

“Aku tak ingin mengganggu tidurmu. Makanlah, aku tahu kau pasti lapar “ Kyu mengambil sepotong pizza dan memakannya.

Namun Sungmin tetap tak menyentuh pizza itu, didadanya masih ada setumpuk pertanyaan yang membuatnya tak ingin melakukan apapun.

“Mengapa kau meninggalkan kelas Yesung hyung ? Apa kau tak suka dengannya ?” Sungmin memulai dengan pertanyaan aneh yang sangat bertentangan dengan hatinya.

“Itu adalah urusanku, kau tak perlu tahu hyung. Lagipula untuk apa kau mempedulikan aku ? Bukankah kau sendiri yang mengatakan pada semua orang bahwa kau tak peduli padaku?” Kyu menghentikan makannya dan melempar Pizza itu kembali ke kotaknya. Menelan sedikit coke untuk melegakan perasaannya.

“Kyu…”

“Untuk apa kau menyakitiku dengan mengatakan kau tak peduli padaku ? Sedangkan kenyataannya kau malah kesini dan menemaniku. Kau terlalu naif hyung”

“Kyu aku tak bermaksud begitu, aku …” Sungmin tak bisa melanjutkan kata-katanya. Ia dirundung rasa bersalah. Namun mengapa sangat sulit mengatakan yang sebenarnya ia rasakan.

Kyu menatap Sungmin. Mereka diam dan hanya saling menatap. Untuk kesekian kalinya ada angin dingin yang menerpa hati Sungmin. Sungguh ia telah kalah kali ini. Kyu mendekatkan wajahnya pada Sungmin. Menatap mata hitam yang sangat cantik, hidung mungil yang lucu dan pipi chubby yang merona. Mata kyu terpatri dalam bibir pink yang sangat menggodanya.

Kyu menciumnya lembut dan menekannya lirih. Sungmin tak sanggup lagi menolak ciuman itu. Meski ia belum membalasnya tapi ia sama sekali tak menolak ciuman Kyu. Kyu mengulum lembut bibir bawah Sungmin. Sedikit menghisapnya dan terus menjilati bibir Sungmin. Memasukkan lidahnya kedalam mulut manis Sungmin. Mencoba merasakan semua yang ada di dalam sana.

“Engh…”

Lenguhan tertahan Sungmin membuat Kyu semakin menggila. Dia menekan tengkuk Sungmin dan terus menjilati biir Sungmin. Menghisapnya dengan lembut dan memasukkan lidahnya. Saling bergelut bertukar saliva. Saling mendorong dan menghisap. Sungmin merespon ciuman Kyu dengan sangat pintar. Mengikuti permainan lidah Kyu dan memeluk leher Kyu.

Hingga dadanya terasa sesak dan Sungmin menghentikan ciuman mereka. Sebuah senyuman evil merekah saat melihat wajah yang merona merah di hadapannya. Sungmin dengan susah payah mengambil nafas lalu melepaskan pelukannya pada leher Kyu.  Kembali Sungmin menatap Kyu yang masih tersenyum padanya.

Kyu menyeringai evil dan kembali mendekati Sungmin. “Aku tahu kau mencintaiku Hyung” bisik Kyu pada telinga Sungmin dan ia langsung menjilat telinga Sungmin dan memainkan lidahnya dengan lincah. Lidah itu terus menjalar dan menjilat leher kanan Sungmin. Mengecap manisnya leher putih itu hingga ia menghisapnya dan menimbulkan bercak merah.

Sungmin hanya diam menikmati perlakuan Kyu. Dia melingkarkan lengannya pada pinggang kurus Kyu dan mengeratkan pelukan itu. Semakin mengeratkannya saat ia merasakan dalamnya hisapan yang diberikan Kyu pada lehernya. Kyu semakin menggila dan menghisap leher putih itu dan muncullah banyak kissmark dileher Sungmin.

Kyu mendorong Sungmin bersandar kebatu dan terus menciumi leher Sungmin. Pekerjaannya tak hanya sampai disitu. Kyu membuka kancing seragam Sungmin dan nampaklah dada putih bersih yang sangat menggoda. Kyu segera menjilatinya.

Kyu memberikan butterfly Kiss dimana-mana dan terus menghisapnya. Tangan nakal Kyu tak kalah lincahnya, kini tengah meremas Junior Sungmin dengan pintarnya.

“Enghh” Sungmin melenguh dalam kenikmatan yang berlipat saat Kyu menghisap nipple Sungmin. Ia memainkan lidahnya dan sesekali menggigit kecil nipple mungil itu. Tangannya masih senantiasa meremas junior Sungmin yang sudah menegang.

Dan Sungmin semakin menggila, ia berbalik menyerang Kyu dan kini menyambar leher Kyu. Membuat tanda kemerahan disana dengan menghisap kuat dan menggigitnya. Sungmin menekan leher Kyu untuk mendalamkan hisapan dan jilatannya.

Kyu semakin meremas junior Sungmin dan itu membuat Sungmin melenguh tertahan dan menggigit kecil leher Kyu. Namun tiba-tiba Kyu menghentikan aksinya. Hal itu membuat Sungmin sadar dan segera memundurkan tubuhnya.

Juniornya yang sudah menegang memberikan rasa sakit dan pegal pada bagian itu. Dan dengan cepat Sungmin mengancingkan bajunya. “Mianhe Kyu” Sungmin menunduk dan berucap lirih.

Kyu tersenyum pada  Sungmin dan berdiri, memandang lapangan yang terdapat di bawah dari atas atap yang hanya berjarak 5 lantai itu.Sungmin mendekati Kyu dan menyandarkan punggungnya pada jalinan besi  pengaman atap itu.

“Apa kau masih tak mau mengakuinya hyung ? Setelah kita melakukan sejauh itu kau masih tak mau mengatakannya ?” Kyu masih menanyakan hal yang sama. Meski ia sudah berulang kali berciuman dengan Sungmin dan bahkan tadi melakukan hal yang lebih dari itu, namun ia belum pernah mendengar kata-kata dari Sungmin bahwa Sungmin mencintainya.

Sungmin hanya diam. Ia tak sedang memikirkan apapun. Hanya diam tak tahu harus berkata apa.

“Jadi untuk apa kau membalas ciumanku jika kau tak merasakannya hyung ? Kau pikir aku hanya butuh perlakuanmu yang kadang acuh padaku ? Atau kau pikir aku hanya butuh balasan untuk setiap ciumanku ? Cinta itu juga butuh diucapkan hyung, bukan hanya tak terlihat seperti ini.”

Sungmin merasa jantungnya berdegub kencang saat itu, ia segera mencoba mengalihkan pembicaraan.“Apa yang kau lakukan di sini ? Mengapa tak kembali ke kelasmu ?” tanya Sungmin tanpa memandang Kyu yang ada di sisinya.

Kyu menghela nafas dan meminum cokenya. Membalikkan tubuhnya menghadap Sungmin.

“Hyung, apa kau sedang berusaha untuk membunuh hatiku ? “ Kyu diam sejenak. Menutup matanya yang terasa perih. “Kau berhasil melakukannya, Hyung” Kyu lalu mendudukkan dirinya dan kembali meminum cokenya.

Sungmin hanya diam membisu, tak ingin berbicara sedikitpun.

“Jika kau ingin aku berhenti, maka aku sudah berhenti hyung. Aku akan meninggalkanmu dan kuharap kau akan sadar dan merindukan aku. Jika tidak maka semua ini memang tak ada artinya di matamu, hyung” kata Kyu lalu berdiri membelakangi Sungmin.

Kyu meremas sedikit dadanya, menahan sakit atas keangkuhan dan keegoisan Sungmin.

“Mianhe hyung, besok aku akan pergi. Aku sudah memutuskannya, akan mengikuti program beasiswa di Jepang. Kuharap kau tak kehilangan aku” perlahan Kyu melangkahkan kakinya pelan.

Sungmin merasa tubuhnya melemah dan semua yang ada disekitarnya tiba-tiba menjauh. Sisi hatinya sungguh tak rela jika Kyu akan meninggalkannya. Sungmin berlari mengejar Kyu yang masih berjalan di hadapannya.

.

Greep …

.

Sungmin memeluk Kyu dari belakang, menyandarkan kepalanya pada punggung orang yang sangat ia cintai.

Sungmin tak berkata apapun hanya diam dan menangis. Ia tak ingin menghentikan Kyu untuk tak pergi, tak juga ingin mengatakan jika ia telah jatuh cinta pada Kyu.

Kyu menggenggam tangan mungil Sungmin dan menutup matanya. Menahan semua rasa yang berkecamuk didadanya.

“Aku tak akan meminta penjelasanmu, Hyung. Hanya perlu kau tahu apapun yang akan kau lakukan, aku akan tetap mencintaimu. Meski aku pergi, kuharap jika aku kembali nanti kau akan mengatakan bahwa kau mencintaiku.”

“Kyu… aku… “

“Sudahlah hyung tak usah memaksakan dirimu.” Kyu lalu membalikkan tubuhnya dan mengusap pucuk kepala Sungmin dan menciumnya.

“Maaf jika kali ini aku yang akan menjadi orang yang mementingkan diriku sendiri Hyung. Aku sudah lelah untuk selalu mengharap kau akan merubah egomu.” Kyu menundukkan wajahnya dan mencium bibir Sungmin. Sedikit menekannya dan melumatnya dengan lembut.

Meski Kyu sedang menciumnya, Sungmin tetap saja menangis. Kyu tetap menghisap bibir Sungmin yang kini telah basah dengan air matanya. Kyu memasukkan lidahnya dan menjelajahi semua yang ada di dalam mulut Sungmin. Mencoba menyimpan semua dengan baik di otaknya. Menyimpan perasaan yang ia rasakan, menyimpan semua perih atas keegoisan Sungmin padanya.

Kyu melepaskan ciumannya dan mengecup kelopak mata kanan dan kiri Sungmin. Mengecup kedua pipi chubby itu. Mengecup dahi Sungmin. Cukup lama dia mengecup dahi Sungmin, berharap bisa menenangkan Sungmin.

Kyu mendekati telinga Sungmin dan berbisik lirih padanya. “Saranghae…” lalu Kyu kembali membalikkan badannya. Menutup matanya menahan tangis yang ingin keluar.

Kyu melepaskan pelukan Sungmin dan berjalan semakin menjauhi Sungmin hingga dengan cepat menghilang dari pandangan Sungmin.

Sungmin memandang kosong, sosok itu sudah pergi meninggalkannya. Tak terasa tangis terus mengalir dipipi Sungmin hingga akhirnya gerimis turun membasahi tubuhnya.

Sungmin tak sanggup lagi berdiri, dia jatuh terduduk dan terus merutuki keegoisannya. Menangis meremas dadanya yang terasa begitu sakit dan pilu. “Saranghe Kyu… jeongmall saranghanika ….” bisik Sungmin lirih dalam tangisnya.

.

.

.

TEBECE,,,,,,

 

I LOVE WALKIN’ IN THE RAIN BECAUSE NO ONE KNOWS I’M CRYING…

 

Haruskah author lanjutkan Zhoury ??? Buat yang menunggu Kyumin, author belum siap membuang mahkota innocent Sungmin, sabar ya sedikit demi sedikit mbuangnya okeh #kekekeke#plakkk#

Jeongmall mianhe…

16 thoughts on “Pretty Boy || Ch.5 || KyuMin || Yaoi

  1. yaah minppa knp sich??tinggal ngucap nado saranghae aj susah bgt kan kasihan kyuppa yg ud lelah menunggu en ngejar tp gak ad balasan
    moga dgn kepergian kyuppa mmbwt minppa sadar
    next chap d tunggu!

  2. Penyesalan memang datang belakangan. Suasana yg romantis malas jadi sedih gini, tapi aku suka yang sedih”.🙂
    Kasian sama KyuMin😦
    Yang satu ego gak ketulungan, yg satunya kayak gitu.
    Oke oke, lanjut🙂

  3. aku belum baca chap 4 nya thor, boleh minta pw nya kan?
    ming kenapa mesti mentingin ego sih -_-
    aku sedih bacanya thor😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s