Pretty Boy || Ch.3 || KyuMin || Yaoi

Author: Rainy Heart

Length  : Series

Rated    : T to M

Cast       :

          Cho Kyuhyun

          Lee Sungmin

And other suju member 

Pairing                  : KYUMIN  / YEWOOK

Genre                   : Romance / Drama

Warning               : Many Typos, Gag pakek EYD yang baek n bener, bahasa acak-acakan.

Summarry           : “Mencintaimu telah menjadi satu alasan untukku benar-benar menjagamu. Aku tahu aku bukanlah yang terbaik, tapi semua akan kulakukan… untukmu….”

Mianhe jika karakter di FF ini berbeda dengan karakter KYUMIN atau karakter tiap Cast yang sebenarnya, cause saya Cuma author gadungan yang tukang ngarang

So mohon di maafkan

Happy Reading

 

 

Preview Chapter  2

.

.

“Hyung… bagaimana kalau aku suka dengan Kyu, kau marah tidak…?” tanya Wookie.

“Mwo….!!!!”

“Isshhh… tak usah kaget begitu hyung. Katamu kau akan mendukungku untuk melupakan Yesung hyung, jadi ayolah hyung bantu aku.”

“Ahh…. baiklah, yang penting kau senang Wookie-ah” kata Sungmin lalu mengambil sepotong kue dan mencoba memakannya.

Ia melihat Wookie yang tersenyum manis sambil sesekali menceritakan tentang perasaannya pada Kyu. Entah mengapa rasanya Sungmin sangat sulit bernafas saat itu. 

.

.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>   PRETTY BOY   >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

STILL FLASHBACKKKKK…..

 

CHAPTER 3

 

Semakin hari Wookie semakin bersemangat untuk mendekati Kyu, sementara Sungmin masih sibuk dengan KyuHaeHen yang masih saja mengganggunya meski sudah ada Wookie.

Pagi itu seperti biasa, setelah mengantar Wookie ke kelasnya Sungmin selalu diikuti oleh tiga namja yang selalu mengejarnya itu. Seperti tidak ada bosannya meski Sungmin selalu memarahi mereka, mereka tetap saja mengikuti Sungmin kemana-mana.

“Kalian, bisa tidak sih tidak menggangguku. Apa kalian tidak bosan aku marahi setiap hari.” Kata Sungmin lalu menghentikan langkahnya.

Sungmin kemudian berbalik dan menatap tiga namja yang sedang senyum-senyum gaje padanya.

“Hyung… kami itu hanya menyukaimu apa salah…?” tanya Henry dengan wajah imutnya.

“Aigoooo Henry-ah lihatlah dirimu ini. “ kata Sungmin yang menatap henri dari ujung kaki ke ujung kepala. Kemudian dengan gemasnya mencubit pipi Henry yang chubby itu

“kau ini bahkan lebih imut dariku Henry-ah, aku saja sangat gemas padamu. Mengapa kau tak bersama Zhoumi saja sih ? Kau tahu kan dia menyukaimu, kurasa dia lebih cocok untukmu dari pada kau bersamaku.” Kata Sungmin yang lalu dengan semangatnya menyeret Henry hingga secara otomatis Kyu dan Hae mengikutinya ke kelas Sungmin.

Dikelas Sungmin, sudah ada Zhoumi dan Hyukkie yang memang sedang menunggu Sungmin. Melihat Sungmin menyeret Henry dengan senang hati Zhoumi mendekati Sungmin dan Henry.

“Hei Mochi-ah, mengapa kau datang ke kelasku ? Apa kau merindukan aku ?” tanya Zhoumi.

“Eh… enak saja … !!! Siapa juga  yang merindukanmu, aku tadi itu diseret Sungmin hyung kesini. Jika bukan Sungmin hyung yang mengajakku aku juga tak akan sampai ke kelas ini dan bertemu denganmu koala merah  jelek” kata Henry lalu melepaskan tangan Sungmin yang memegangnya dan berjalan keluar kelas.

Zhoumi hanya bisa tersenyum pada Sungmin lalu mengikuti Henry.

Melihat itu Kyu dan Hae langsung mendekati Sungmin lagi.

“Apa kau menyerahkan Henry pada Zhoumi hyung ?” tanya Kyu pada Sungmin.

“Nde… waeyo ?” jawab Sungmin singkat.

Sungmin lalu melihat Hae dan kemudian melihat Hyukkie yang masih mematung duduk di kursinya.

“dan kau juga Hae-ah jangan mengejar-ngejarku terus. Aku sungguh tak nyaman dengan kau yang seperti ini.” Kata Sungmin

“Sungmin-ah, aku hanya menyukaimu apa itu salah. Kau sendiri yang telah membuatku mencintaimu. Aku tahu aku bukanlah orang yang bisa kau andalkan, tapi aku bisa menjadi orang yang terbaik untukmu dan aku akan melakukan apapun yang kau inginkan Sungmin-ah” kata Henry dengan matanya yang memelas itu.

“Baiklah kalau begitu ikut aku “ kata Sungmin lalu menyeret Hae ke tempat duduknya dimana sudah ada Hyukkie di sana.

“Kau tahu Hae… Hyukkie sudah menyukaimu sejak tahun pertama kita sekolah disini. Dan kau itu melihatnya saja tidak, aku rasa kau juga baru mengetahui namanya beberapa hari yang lalu.” Kata Sungmin pada Hae yang kini mematung di hadapan Hyukkie.

Lalu Sungmin menepuk bahu hae dan memandangnya.

“Hae-ah… kau adalah sahabat terbaik yang aku miliki sebelum kau berubah dan mencintaiku. Aku merindukan Hae-ku yang dulu yang selalu menjagaku seperti sahabatnya, bukan Hae yang terus mengejarku seperti ini.”

“Tapi aku tak mau hanya jadi sahabatmu Sungmin-ah” kata Hae

“Hae-ah…. selama ini kau hanya melihatku dan tak pernah memperhatikan orang lain, aku rasa kau harus mulai melihat orang lain dan melupakan perasaanmu padaku. Bukankah kau akan melakukan apapun untukku. “  kata Sungmin  lalu mendudukkan Hae di dekat Hyukkie yang masih mematung itu.

“Duduklah disini aku rasa hari ini kita tidak akan ada pelajaran karena memang guru sedang rapat jadi mengobrollah dengan Hyukkie. Baiklah Hyukkie aku serahkan padamu.” Kata Sungmin lalu pergi meninggalkan Hyukkie dan Hae.

“Dan kau Kyu, aku perlu berbicara denganmu.”

Lalu Sungmin pergi meninggalkan kelas diikuti dengan Kyu yang tengah menyeringai evil karena menyangka dialah yang memenangkan Sungmin. Mereka berhenti di taman belakang sekolah dan duduk di bawah pohon di tepi kolam ikan yang ada disana.

“Duduklah Kyu, aku harus mengatakan sesuatu padamu.”

Kyu lalu duduk disisi Sungmin. Sungmin menatap Kyu yang kini juga sedang menatapnya. Untuk sesaat Sungmin lupa akan tujuannya mengajak Kyu ke tempat itu.

 “Aku tahu hyung aku tampan tapi tak usah menatapku begitu.” Kata Kyu yang sukses membuyarkan lamunan Sungmin.

“Aish… sudah aku bilang aku tak menyukaimu. Aku mengajakmu kesini hanya ingin menanyakan tentang perasaanmu pada Wookie”

“Mengapa kau menanyakan itu hyung ?” tanya Kyu.

“Aku menyayangi Wookie seperti adikku sendiri, bukankah kau tahu dia menyukaimu. Apa kau tak melihatnya ? Aku lihat dia begitu bersemangat mendekatimu” tanya Sungmin kemudian menatap Kyu.

“Hyung …. kau juga begitu padaku. Kau tahu aku menyukaimu bahkan aku sangat mencintaimu, apa kau tak melihatnya ?” tanya Kyu balik pada Sungmin.

Kyu lalu menatap Sungmin dan mendekati wajahnya. Dan hal yang sama terjadi lagi pada Sungmin. Seperti terhipnotis oleh Kyu, Sungmin hanya bisa terdiam menatap wajah tampan yang kini begitu dekat dengannya.

Kyu tak menyiakan kesempatan itu, dia merengkuh pinggang Sungmin dan membawanya ke pelukannya tanpa melepaskan matanya dari namja cantik yang masih terdiam menatapnya. Lalu Kyu mendekatkan wajahnya pada Sungmin.

Chu~~

Lagi-lagi Kyu mencium Sungmin dan Sungmin untuk kesekian kalinya Sungmin tak bisa menolak ciuman lembut Kyu. Kyu mencium Sungmin dengan lembut melampiaskan seluruh perasaannya. Ia mengeratkan pelukannya pada pinggang Sungmin dengan satu tangannya dan tangan yang satunya  sibuk membelai leher Sungmin.

Kyu dapat merasakan debaran jantung Sungmin yang kini memang sedang berdetak begitu cepat. Dan Sungmin yang semakin tak bisa menolak Kyu malah melingkarkan lengannya ke leher Kyu dan semakin memperdalam ciuman mereka.

Kyu mencoba menggigit bibir bawah Sungmin dan mengulumnya dengan lembut. Sesekali ia menghisapnya dan menggigitnya lagi.

 Merasakan Sungmin yang tidak menolaknya Kyu kembali  mencoba memasukkan lidahnya kedalam mulut Sungmin. Kyu memainkan lidahnya disana, dan merasakan Sungmin yang kini sedang meremas kuat rambutnya membuatnya yakin Jika namja yang kini sedang ia cium memang mencintainya.

Kyu tetap berkonsentrasi pada ciumannya dan kini ia membuka matanya menatap Sungmin yang masih terpejam menikmati ciuman mereka. Kyu tersenyum dalam hati dan kembali menggerakkan tangan jahilnya untuk mendorong tengkuk Sungmin hingga ciumannya semakin keras, kasar dan panas.

“Engh…”

Mendengar lenguhan Sungmin membuat Kyu semakin gila saat itu. Entah bagaimana caranya hingga ciuman mereka bertahan begitu lama dan berubah menjadi panas saat itu. Namun tiba-tiba Sungmin menjauhkan dada Kyu dan melepaskan ciumannya.

“Hei… apa kau mau membunuhku hah ?” tanya Sungmin yang masih ngos-ngosan dan berusaha mengambil nafasnya.

Namun Kyu malah tersenyum nakal dan kembali mendekatkan wajahnya pada Sungmin.

“Aku tahu kau menikmatinya Hyung, dan itu artinya kau mencintaiku…”

“Mwo… !!!! percaya diri sekali kau … !!! 

“Hyung tak usah berteriak begitu. Aku bisa mendengar jantungmu yang terus berdebar itu hyung. Jangan membohongi dirimu sendiri, aku tahu kau mencintaiku.”

“Aishhh…. aku mengajakmu kesini karena ingin menanyakan bagaimana perasaanmu pada Wookie bukan untuk mengetahui bahwa kau mencintaiku.” Kata Sungmin berusaha mengalihkan pandangannya dari Kyu.

Sungmin berusaha mati-matian untuk menahan perasaannya pada Kyu.

“Hyung mengapa kau peduli sekali dengan dia, apa sebegitu berartinya dia untukmu Hyung ?”

Sungmin lalu kembali menatap Kyu yang kini sedang menatapnya.

“Tentu saja dia sangat berarti untukku. Dia itu kan adikku.” Kata Sungmin mengalihkan pandangannya dari wajah Kyu yang kini terlihat sangat marah.

“Jika kau mengajakku kesini hanya untuk menanyakan itu, maaf aku tak mencintai Wookie. Kau tahu kan hyung, aku hanya mencintaimu, apa semua yang aku lakukan padamu kau pikir itu hanya kegilaanku padamu…?”tanya Kyu lagi.

Kyu lalu menggenggam erat tangan Sungmin, meski Sungmin berusaha untuk melepaskannya Kyu tetap menggenggamnya erat dan mengarahkannya ke dada Kyu.

“Rasakan jantungku yang berdetak begitu cepat karenamu hyung, apakah ada alasan lain hingga kau mengira aku hanya main-main denganmu ?”

“Kyu… itu aku…”

Sungmin tak bisa berkata apa-apa, ia tak bisa membohongi hatinya karena ia memang mencintai namja tampan yang sedang merayunya ini.

“Tapi Wookie…. Aisshhh…. kau membuatku gila Cho Kyuhyun “ kata Sungmin yang teringat akan Wookie dan kemudian melepaskan tangan Kyu.

Sungmin kembali menatap kolam ikan di hadapannya, dan mulai melempari batu kedalam kolam itu.

Kyu hanya bisa menatapnya dalam diam. Ia sungguh tak bisa mengerti dengan jalan pikiran Sungmin.

“Kyu… Wookie itu pindah kesini karena ingin melupakan Yesung hyung, kekasih Wookie yang pergi sekolah musik.” Kata Sungmin yang kemudian bercerita tentang Wookie dan Yesung.

“Yesung adalah kekasih Wookie. Wookie sangat senang bersama Yesung, karena Yesung hyung orang yang sangat baik dan dia juga sangat menyayangi Wookie. Tapi karena Yesung hyung mendapatkan beasiswa sekolah musik di luar negeri akhirnya ia memutuskan meninggalkan Wookie dan bersekolah disana.”

“Lalu apa hubungannya denganku ?” tanya Kyu

“Kyu, aku lihat Wookie menyukaimu  jadi aku pikir kau bisa membalas perasaannya.” Kata Sungmin datar.

Sungmin memang sedang menahan nyeri yang tiba-tiba menyerang hatinya mengingat betapa ia menyayangi Wookie.

Tapi Kyu malah menyodorkan ponselnya pada Min.

“Untuk apa kau memberiku ponselmu “ kata Min menerima ponsel Kyu.

“Telfonlah Wookie dan tanyakan perasaannya yang sebenarnya. Jika dia menyukai Yesung hyung dan benar – benar mencintainya seperti apa yang kau katakan tak mungkin dengan mudahnya dia menyukaiku. Bisa saja itu hanya pelampiasan dia saja.” Kata Kyu panjang lebar.

Sungmin terlihat berfikir. Ia memang belum pernah menanyakan kesungguhan Wookie, selama ini memang Wookie masih sering merindukan Yesung dan selalu menyebut nama Yesung jika ia sedang  tertidur.

Sungmin lalu memberikan ponsel itu kembali ke Kyu lalu berdiri. Ia menatap Kyu yang juga ikut berdiri. Ia mendongak sedikit karena Kyu yang memang lebih tinggi darinya, ia menatap Kyu dan tersenyum padanya.

“Baiklah,  aku akan menanyakannya pada Wookie. Aku juga belum pernah menanyakan itu, lagi pula jika ia masih mencintai Yesung hyung bukankah ia seharusnya menunggu Yesung hyung sampai ia pulang ke Korea lagi” kata Sungmin dengan mata cantiknya yang bersinar itu.

Kyu yang terpesona dengan wajah Sungmin yang merona itu mendorong Sungmin ke pohon yang ada di belakang Sungmin. Menapakkan tangannya yang satu pada pohon itu dan tangan yang satunya memegang dagu Sungmin.

“Aku tahu hyung kau mencintaiku, dan kau juga tahu aku mencintaimu. Jangan membohongi dirimu lagi hyung, katakan kau mencintaiku…” kata Kyu.

Sungmin merasakan tubuhnya memanas dan jantungnya kembali memompa darah dengan cepat keseluruh tubuhnya. Tapi Sungmin masih ragu hingga ia belum bisa menjawab apa-apa saat itu. Ia takut jika Wookie memang benar-benar menyukai Kyu, ia tak mau berebut dengan Wookie.

“Biarkan aku berpikir dulu Kyu, berikan aku waktu…” kata Sungmin lalu mendorong tubuh Kyu.

Dan Kyu dengan cepatnya mendorong Sungmin lagi ke pohon dan menciumnya dengan lembut. Menekannya dan mencoba melumatnya lagi dan Sungmin hanya bisa pasrah. Ia tak bisa membohongi dirinya sendiri yang memang menginginkan ciuman dari namja yang kini sedang memeluknya erat.

Kyu lalu melepaskan ciumannya dan mencium mata kanan dan kiri Sungmin. Sungmin hanya bisa terpaku merasakan kelembutan dari sikap Kyu padanya.

“Hyung… aku akan memberikan waktu untukmu, tapi pada saat itu berikanlah aku jawaban terbaikmu dan teruslah bersama denganku.” Kata Kyu lalu pergi meninggalkan Sungmin.

Sungmin lalu meremas kuat dadanya.

‘Omona… mengapa aku tak bisa menolaknya sama sekali. Aishhh…. Sungmin kau sudah gila sekarang. Bisa-bisanya kau jatuh cinta pada namja evil seperti Kyuhyun’ batin Sungmin.

Sungmin masih terdiam dan duduk di bawah pohon. Jantungnya masih berdetak begitu kencangnya seakan – akan  bisa melompat keluar tubuhnya. Tanpa ia sadari dia tersenyum sendiri di tepi kolam itu.

.

.

Henry x Zhoumi side

.

.

“Aishh… mengapa kau malah mengikutiku sih, apa sebenarnya maumu hah… !!!” bentak Henry imut itu pada Zhoumi saat mereka berhenti di ujung koridor yang memang sepi karena itu adalah koridor menuju gedung yang memang sudah tak terpakai.

Zhoumi hanya tersenyum dan berjalan pelan mendekati Henry yang masih lelah karena berjalan cepat tadi.

“Kau tahu aku sudah lelah berputar-putar terus karena menghindarimu, apa kau tak lelah hah..!!!” bentak Henry lagi.

Kini Henry malah mendekati  Zhoumi dan mendorongnya dengan keras. Tapi karena  Henry yang memang berbadan kecil, dorongan dari Henry itu hanya mampu menggoyangkan tubuh Zhoumi yang masih berdiri tegak di tempatnya semula.

Karena gemas dengan tingkah kekanakan Henry, Zhoumi lalu memegang lengan Henry. Ia lalu menatap mata cantik Henry yang semakin menyipit itu dan menyentil hidungnya.

“Kau itu begitu menggemaskan Henry-ah. Kau tahu tingkahmu tadi semakin menunjukkan kalau kau itu masih kecil. Kau saja sekarang ini masuk kelas dua karena kau lompat kelas, kalau tidak… pasti kau masih  di kelas satu.”

“Kau itu mengataiku masih kecil, aku sudah besar tahu dan cukup besar dibandingakn dengan Sungmin hyung. Bilang saja kau mau membandingkan aku dengan Sungmin Hyung. Bilang saja kau mengaggap aku tak pantas untuknya. Aishhh… kalian berdua sama saja. Mengapa aku selalu dianggap anak kecil.” Kata Henry yang kini malah mempoutkan bibirnya dan menghentakkan kakinya kesal.

“Lihat saja tingkahmu itu, Sungmin hyung saja bilang kau itu pantasnya denganku jadi mengapa tak kita coba saja ?” kata Zhoumi enteng.

“Mwo…!!! nae michieyosseo … Jeongmall Michieyosseo…” kata Henry lalu duduk di tepi lantai koridor itu.

Zhoumi lalu duduk di dekat Henry dan menatapnya kembali.

“Kau tahu Henry-ah… aku sudah menyukaimu sejak pertama kau masuk di sekolah ini, itu artinya sejak setahun yang lalu. Saat aku menemukan kau yang saat itu sedang dibulli oleh para sunbae yang marah karena yeojachingu mereka menyukaimu.” Kata Zhoumi lalu mencoba merengkuh bahu Henry.

Henry kali ini diam saja sama sekali tak menolak perlakuan Zhoumi. Memang dulu Henry selalu menjadi bulan-bulanan namja yang tak suka padanya. Karena Henry yang baru masuk di sekolah itu langsung menjadi idola yeoja di sekolahnya hingga para namja yang tak suka padanya terus saja menjahilinya.

.

.

Flashback

 .

.

“Hei kau… !!! Kemari kau … !!! “ teriak beberapa sunbae yang memang tak menyukai Henry.

Mereka lalu memojokkan Henry yang baru beberapa hari masuk ke sekolah itu. Mereka mendorong Henry keras hingga terjatuh ke lantai.

“Aaaww… Appo…” kata Henry seraya mengusap sikunya yang tadi ia gunakan untuk menahan tubuhnya agar tak terjatuh mengenai tanah. Ia tak mau mengotori seragam barunya.

“Dasar kau anak manja, baru masuk ke sekolah ini saja kau sudah berani menantang kami ya…!!!” teriak salah satu Sunbae.

“Apa yang aku lakukan pada kalian hah …? Aku tak melakukan apapun kalian tahu itu, yeoja itu saja yang terus mengejarku. Apa kalian tak bisa melihatnya, mengapa menyalahkan aku ?” kata Henry agak membentak karena kesal terus di bully oleh para Sunbae.

Salah satu Sunbae yang telah merasa sangat marah lalu berjongkok di hadapan Henry yang masih terduduk di posisinya tadi. Sunbae itu lalu menccengkeram kerah baju Henry dan menariknya kuat.

“Lepaskan dia…” kata Zhoumi yang tak sengaja lewat disana dan melihat Henry.

Zhoumi yang memang diketahui sebagai ketua Club Taekwondo itu lalu berjalan mendekati segerombolan Sunbae yang merupakan teman seangkatannya dan menatap mereka semua.

“Kalian selalu  bertindak semau kalian. Apa kalian tak melihat, yeojachingu kalian saja yang selalu kecentilan dan mengganggunya. Pergi sana jangan ganggu dia lagi, jika aku sampai melihat kalian melakukannya jangan harap kalian bisa melihat bintang yang akan bersinar pada malam hari nanti.” Kata Zhoumi seraya menatap tajam pada semua Sunbae yang sedang mengeroyok Henry.

Para Sunbae itu langsung berlari ketakutan mendengar ancaman Zhoumi dan meninggalkan Henry dan Zhoumi disana.

“Hei… mengapa kau lemah sekali menjadi namja hah…?” kata Zhoumi lalu memberikan sapu tangannya pada Henry.

“Bersihkan lukamu dan kembalilah ke kelas.” Kata Zhoumi sekilas lalu ia pergi meninggalkan Henry.

.

.

Flashback End

.

.

“Ya… saat itu aku berterima kasih sekali padamu kau sudah menolongku” kata Henry lalu menundukkan wajahnya.

“Kau tahu aku selalu melihatmu dalam bayangan yang selalu saja berputar diotakku. Aku pikir aku tak akan menyukai namja kekanakkan sepertimu. Dulu aku sempat menyukai Sungmin namun saat aku melihatmu aku merasakan yang lebih dari yang aku rasakan pada Sungmin.” Kata Zhoumi lalu menatap Henry.

Henry hanya terdiam menatap Zhoumi, ia tak tahu harus berkata apa.

“Kau juga Henry-ah. Jika kau hanya ikut-ikutan dengan temanmu yang menyukai Sungmin ada baiknya kau mulai memikirkannya lagi. Rasakan dengan hatimu jangan dengan keinginanmu.”

Kemudian Zhoumi dengan cepat mendekatkan wajahnya pada wajah Henry yang kini langsung memerah menatap Zhoumi yang begitu dekat dengannya. Zhoumi menatap mata sipit Henry yang kini sedang menatapnya. Henry hanya terdiam mencoba mengartikan detak jantungnya yang kini berpacu dengan desiran darahnya.

Chu~

Zhoumi mencium Henry saat itu juga. Henry yang terkejut dengan apa yang Zhoumi lakukan hanya terdiam kaku tak tahu harus berbuat apa. Ia juga sama sekali belum pernah berciuman dengan Yeoja apa lagi dengan seorang namja.

Zhoumi yang merasa tak ada respon dari Henry langsung menghentikan ciumannya dan  menjauhkan tubuhnya dari Henry. Ia lalu duduk diam memandang tak tentu. Henry yang masih kaget itu hanya terdiam malu.

“Baiklah, aku akan meninggalkanmu. Pikirkan baik-baik apa yang aku katakan Mochi-ah” kata Zhoumi lalu meninggalkan Henry disana.

Sepeninggal Zhoumi, Henry masih duduk diam disana. Ia tak ingin kemana-mana saat itu. ia terlalu sibuk mengartikan perkataan Zhoumi. Memang selama ini ia hanya sangat mengagumi Sungmin karena menurutnya Sungmin itu sempurna.

‘Apa aku hanya menyukaimu saja hyung, mengapa aku tak berdebar saat didekatmu hyung. Sungmin hyung… mengapa kau malah mengatakan aku cocok dengan Zhoumi’ batin Henry.

Kini Henry sibuk menatap foto Sungmin yang ada di ponselnya. Memang Sungmin merupakan namja terpopuler diseluruh sekolah. Jadi tak heran siapapun dengan mudah mendapatkan fotonya.

“Hah…. aku perlu menyegarkan kepalaku, rasanya berat sekali seperti membeku.” Kata Henri kemudian berjalan kembali kekelasnya.

.

.

Haehyuk Side

.

.

Donghae yang ditinggalkan Sungmin kini hanya duduk diam di dekat Hyukkie. Hyukkie berusaha mengajaknya bicara. Ia tak mau menyiakan kesempatan yang Sungmin berikan padanya. Tapi melihat Hae yang sibuk berdiam diri akhirnya Hyukkie menyerah

“Mianhe Hae-ah… jika kau merasa malas berada disini kau bisa kembali kekelasmu.” Kata Hyukkie dengan wajah dinginnya.

Lalu Hyukkie meninggalkan Hae dikelasnya dan berjalan ke gerbang luar sekolah yang hanya berjarak beberapa meter dari kelasnya.  Hae yang baru sadar jika Hyukkie sudah menghilang dari  kelasnya langsung berlari keluar.

Hae melihat Hyukkie yang sedang mengendap-endap di dinding pagar sekolah mereka. Melihat itu Hae tersenyum dan berlari mendekati Hyukkie.

Hyukkie yang melihat Hae langsung menghentikan aksinya yang ingin kabur keluar sekolah itu.

“Hei, apakah kau suka sekali membolos hingga terus saja berusaha pergi keluar sekolah ?” tanya Hae yang kini bersandar di dinding pagar itu.

“Haishhh… aku kan bosan lagi pula kalau mereka rapat kenapa kita tidak dipulangkan saja sih, malah memberikan tugas yang begitu banyak. Aku bosan Hae-ah, sekali-kali dihukum tak mengerjakan tugas kan tak apa. Lagipula juga bukan Cuma aku yang tak mengerjakan tugas itu.”

“Hah… kau ini kenapa pemalas sekali. Aku kira kau orang yang lembut seperti…”

“Sungmin Hyung” kata Hyukkie memotong perkataan Hae.

“Nde… habisnya saat pertemuan pertama kita itu kau terlihat lembut dan sopan.” Kata Hae.

Mereka lalu duduk di atas rumput dan bersandar pada dinding pagar sekolah itu.

“Hah… itu hanya pura-pura saja. Aku memang mengikuti Sungmin hyung yang selalu manis itu, karena aku dengar kau menyukainya. Tapi saat aku menceritakan itu di depan  Sungmin hyung dia malah menertawakan aku.” Kata Zhoumi.

“Memang kau bilang apa padanya,”

“ Ya aku hanya bilang jika kau menyukai Sungmin hyun …. jadi aku harus menjadi seperti Sungmin hyung agar kau bisa menyukai aku.” Kata Hyukkie terus terang dan blak-blakkan

“Hei … kau ini terus terang sekali ya…? Aku saja harus menyiapkan sesuatu atau paling tidak kata-kata manis jika harus menyatakan perasaanku pada Sungmin Hyung.”

“Memang kau begitu menyukainya ya ?“ tanya Hyukkie

“Nde… begitulah. Dia itu orang yang sangat perhatian padaku saat aku membutuhkan teman dia  selalu ada untukku. Tapi setelah aku menyatakan perasaanku dia malah terus menjauhiku. Kau dengar sendiri kan dia tak suka jika aku menyukainya.”

“Bagaimana jika kau menuruti kata-kata Sungmin hyung dan mulai menyukai aku”

“Mwo….!!!”

“Aish… mengapa ekspresimu begitu. Memangnya aku tak cukup baik untukmu apa?” tanya Hyukkie seraya memelototi Hae.

Hae yang menatap wajah lucu Hyukkie hanya bisa menahan tawanya. Tapi gagal dan akhirnya tertawa terbahak-bahak.

“Aish… lihatlah Hyukkie kau itu lucu sekali. Ha… ha… ha…”

“Heh… tak usah mengataiku jika tak menyukaiku. Mengapa harus menertawakan aku.” Kata Hyukkie lalu berdiri dan bersiap memanjat dinding sekolah yang hanya setinggi 2 meter itu.

.

.

Hup

.

.

Dengan sekali lompatan Hyukkie sudah berhasil mencapai atas pagar dan bersiap turun.

“Hae, aku pergi dulu ya…” kata Hyukkie lalu ia melompat turun.

“Heh… kenapa aku ditinggalkan…” teriak Hae dari dalam sekolah dan ia mengikuti Hyukkie melompat pagar keluar sekolah.

Diluar ternyata Hyukkie sedang duduk di halte yang tidak jauh dari sekolahnya. Hae lalu berjalan mendekatinya.

“Untung kau belum menghilang, kenapa meninggalkan aku ? Bukannya Sungmin hyung sudah menitipkan aku padamu, seenaknya saja meninggalkan aku

“Kya…. Hae-ah, bisakah kau tidak membawa nama Sungmin Hyung disetiap apa yang kau lakukan. Seakan kau ini memang hidup hanya untuknya. Jika kau menyukainya masuk saja kesekolah lagi dan temui dia tak usah mengikutiku “ kata Hyukkie yang kemudian berjalan meninggalkan Hae.

“ Kya … !!! tunggu aku Hyukkie-ah “ teriak Hae.

Namun Hyukkie malah berlari dan mau tak mau Hae mengikutinya hingga ia lelah dan berhenti di sebuah bangku yang terdapat di bawah pohon di pinggir jalan.

“Hah… hah… hah… “ deru nafas Hae sampai terdengar. Ia sangat kelelahan mengejar Hyukkie yang terus berlari tadi.

“Ahh… kau mau membunuhku ya, mengapah hah… larimu itu cepat sekali sih” kata Hae lalu duduk di sisi Hyukkie.

“Siapa suruh kau mengikuti aku, aku kan tak memintamu untuk mengikuti aku.”

Lalu Hyukkie melihat ada sebuah supermarket kecil. Ia lalu masuk kesana dan lagi-lagi Hae terus mengikutinya.

“Aishh…. kenapa kau mengikutiku lagi sih. Jika kau tak menyukaiku jangan mengikutiku terus, kau itu hanya menambah berat kerja jantungku tau. Nanti umurku bisa berkurang setengahnya lagi…”

“Mwo…? Bicara apa kau ini ada-ada saja. Bagaimana bisa berkurang setengah ?” kata Hae yang sibuk mencari air mineral.

“Ya karena jantungku itu bekerja dua kali lipat lebih cepat jika kau terus didekatku begini, apa kau tak memikirkannya. Aisshhhh menyebalkan”

Lalu Hyukkie mengambil sebotol juz strawberry dan membayarnya di kasir lalu keluar dari supermarket itu.

Karena antriannya agak panjang, Hae yang sedari tadi sibuk memilih kini harus antri dan ketika ia keluar dari supermarket Hyukkie sudah berjalan jauh di depannya.

“Aishhh… dia itu berjalannya cepat sekali sih,”

Akhirnya hae kembali berlari dan mengejar Hyukkie.

“Kya Hyukkie-ah… tunggu aku…!!!” teriak Hae.

Hyukkie akhirnya menghentikan langkahnya dan menengok kebelakang. Dia melihat Hae yang sedang berjongkok di tepi jalan. Hyukkie lalu berjalan mendekati Hae.

“Kau kenapa Hae-ah…” kata Hyukkie ketika mendekati Hae dan melihat Hae yang menunduk menyembunyikan wajahnya.

Karena khawatir lalu Hyukkie membawanya ke tepi jalan yang teduh dan mendudukkannya di trotoar.

“Hae-ah… kenapa diam saja ?”

Hae tetap diam tak mau mengangkat wajahnya apa lagi berbicara.

“Hae-ah… mianhe, aku tak bermaksud meninggalkanmu tadi.” Kata Hyukkie yang merasa bersalah.

Namun Hae tetap diam dan masih dalam posisinya semula. Hyukkie lalu berjongkok dan berusaha mendongakkan wajah Hae.

“Bwaaa……!!!!” teriak Hae seraya mengangkat wajahnya yang sukses membuat Hyukkie terjengkang dan menjadi bahan tertawaan Hae.

“Aish… kau menertawakan aku. Menyebalkan sekali…” kata Hyukkie lalu berdiri lagi.

“Jangan meninggalkan aku di pinggir jalan begini Hyukkie-ah. Aku lelah terus berlari dan mengejar seseorang. Jadi berhentilah untukku, hingga aku tak usah lagi mengejarmu.” Kata Hae lalu memasukkan tangan Hyukkie kedalam saku celananya dan berjalan lagi.

Hyukkie hanya bisa menahan kegirangannya dan terus tersenyum.

.

.

Sungmin Side

.

.

Setelah menemui Kyu, Sungmin langsung pergi ke kelas Kyu. Karena melihat Kyu tak ada ia langsung masuk dan menemukan Wookie sedang menatap foto di dompetnya.

“Siapa Wookie-ah ?” tanya Sungmin yang lalu duduk di sisi Wookie.

“Mwo ?” tanya Wookie tak mengerti seraya menutup dompetnya dan menyimpanya.

Sungmin lalu men gambil dompet Wookie dan melihat foto yang ada di dalamnya. Lalu tersenyum dan menatap Wookie.

“Hei… katakan yang sebenarnya padaku. Apa kau masih mencintai Yesung hyung dan merindukannya hingga kau membawa fotonya yang sudah kusut begini kemana-mana.”

“Aish… hyung aku kan hanya punya satu foto itu. Kau tahu kan Yesung hyung tak suka aku menyimpan fotonya, katanya cukup dengan mengingat wajahnya saja. Kau kan tahu hyung kalau Yesung hyung itu memang sedikit aneh dan menyebalkan.”

“Jadi katakan padaku, apa kau masih mencintainya…” tanya Sungmin lagi seraya meletakkan dompet Wookie.

“Nde… tentu saja aku masih mencintainya Hyung”

“Lalu kenapa kau mendekati Kyu ?” tanya Sungmin lagi.

“Itu aku hanya ingin membalas Yesung hyung saat ia pulang nanti. Aku ingin dia tahu kalau dia harus bangga mempunyai kekasih sepertiku yang bisa dengan mudah mendapatkan penggantinya.”

“Jadi kau hanya memanfaatkan Kyu saja ?” tanya Sungmin yang sudah agak tenang mendengar jawaban Wookie.

“Aku tidak memanfaatkannya hyung, hanya meminta bantuan saja darinya. Tapi jika ia benar-benar menyukaiku aku rasa juga tak masalah “ kata Wookie lalu tersenyum

“Hah… kau mau Yesungie mengetahuinya dan berubah membencimu. Mana ponselmu ?”

“Untuk apa “ kata Wookie lalu memberikan ponselnya.

“Aku sudah tanya berapa nomor ponsel Yesungie pada Ummanya, aku harap dia mengangkatnya”

Lalu Sungmin menelfon Yesung. Wookie hanya menatapnya dengan pandangan tak percaya.

“Hyung… jika dia tak mau mengangkat telfonku bagaimana ?” tanya Wookie khawatir.

Beberapa menit menunggu ternyata telfon itu tidak diangkat. Wookie yang tadinya sudah bersemangat kini malah kembali bersedih.

“Mianhe Wookie-ah… aku kira Yesungie akan mengangkatnya. “ kata Sungmin.

Sungmin lalu memeluk Wookie dan menepuk punggungnya mencoba menenangkan adiknya itu.

I Need Your Love Love Love
Neoui du nuneul bomyeonseo yaksokhae
Nigyeoteseo neoman saranghalraeman jikilge
Baby Need Your Love Love Love
Neoui sarang hanaro nan chungbunhae
Modeungeoseul da ilheodo
Neomaneun jeoldae nohchijin aneulgeoya
You Are My Everything My Love

Tiba-tiba saja ponsel Wookie berbunyi. Dengan semangat Wookie mengangkatnya.

“Annyeonghaeseoyo… “ terdengar suara yang sangat Wookie rindukan dari seberang sana.

Namun Wookie yang masih sangat kaget hanya diam saja.

“Ya… Wookie-ah…” teriak Yesung di telfon.

Sampai- sampai Sungmin yang didekat Wookie juga tersenyum karena Wookie hanya terdiam. Mendengar teriakan Yesung akhirnya Sungmin menepuk bahu adiknya menyadarkannya untuk berbicara.

“Nde Hyung… mianhe tadi aku hanya terlalu senang mendengar suaramu.”

“Gwencahan chagiya… maaf aku tadi tak langsung mengangkat telfonmu, tadi aku sedang ada dikelas.

 

“Mianhe hyung jika tadi mengganggumu.”

“Nde, bagaimana kau di sana ? Maafkan aku sempat memerahimu saat di bandara kemarin.”

“Nde … hyung, aku memaafkanmu kok. Mianhe baru menelfonmu sekarang. Kau tahu karena kau pergi aku jadi bersekolah di sekolah Sungmin hyung, ah… orang tuaku juga dipindah tugaskan jadinya aku juga tinggal bersama Sungmin Hyung “

“Wah, bagus sekali… berarti kau bersekolah di Seoul International High School ?” tanya Yesungie.

“Nde hyung, aku bersekolah disini, Waeyo…?”

“Kau tahu aku akan ke korea, mungkin 2 atau 3 hari lagi. Aku akan menjadi guru tamu di sekolahmu. Jadi tunggu aku ya…”

“Jeongmall… !!!” teriak Wookie kegirangan.

“Nde… tunggulah aku, aku akan kembali ke kelasku dulu. Neomu saranghaeyo chagiyya…”kata Yesungie lalu menutup telfonnya.

Wookie langsung memeluk Sungmin dan berteriak kegirangan.

“Hyung…. Yesungie ku akan pulang ke korea dan menjadi guru tamu di sekolah ini Hyung… ahhh aku bahagia sekali.”

Sungmin tersenyum dan melepaskan pelukan Wookie. Ia lalu menatap Wookie dan tersenyum manis padanya.

“Jadi, masih berniat dengan Kyu dan menjalankan rencanamu ?”

“Ah… tentu saja tidak Hyung… aku sangat mencintai Yesung Hyung…” kata Wookie kemudian kembali memeluk Sungmin.

Dari kejauhan terlihat Kyu yang sedang tersenyum melihat Sungmin dan Wookie. Kemudian mata cantik Sungmin menemukan wajah tampan Kyu yang  sedang menatapnya.

Kemudian Sungmin tersenyum manis pada Kyu dan menganggukkan kepalanya seakan berkata ‘gomawo’.

TEBECE,,,,,,

18 thoughts on “Pretty Boy || Ch.3 || KyuMin || Yaoi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s