Pretty Boy || Ch.2 || KyuMin || Yaoi

Author: Rainy Heart

Length  : Series

Rated    : T to M

Cast       :

          Cho Kyuhyun

          Lee Sungmin

And other suju member 

Pairing                  : KYUMIN  / slight HaeMiN  / Slight HenMin /Kangteuk / YeWook / Zhoury / Haehyuk

Genre                   : Romance / Drama

Warning               : Many Typos, Gag pakek EYD yang baek n bener, bahasa acak-acakan.

Summarry           : “Mencintaimu telah menjadi satu alasan untukku benar-benar menjagamu. Aku tahu aku bukanlah yang terbaik, tapi semua akan kulakukan… untukmu….”

FF pertama dengan cast KyuMin… i love them too

This is Just as another present from me

THIS FIC JUST FOR YAOI LOVERS

Happy Reading

 

 

Preview Chapter 1

.

.

 

Sungmin tak bisa duduk diam karena ia tak nyaman bersama dengan Kyu yang membuatnya canggung dan terus menyeka keringat dinginnya yang terus keluar.

Kyu yang menyadari hal itu tersenyum kemudian menatap Sungmin sekilas.

“Apakah kau sudah jatuh cinta padaku Hyung…?” tanyanya to nde poin gituh…

“Whattt,……!!!! akhhh… mana mungkin aku jatuh cinta pada namja pervert sepertimu….”

‘Aishhhh…. mengapa aku jadi begini…??? padahal tadi pagi masih biasa saja….’ batin Sungmin.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>   PRETTY BOY   >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

STILL FLASHBACKKKKK…..

 

CHAPTER 2

 

@ di mobil Kyu di depan rumah Sungmin.

 

“Kyu buka pintunya, aku mau keluar Kyu…” kata Sungmin dengan wajah kesalnya.

Karena setiap kali sungmin membuka kunci mobilnya selalu saja dikunci lagi oleh Kyu yang memang jarinya tak lepas dari tombol kunci otomatis itu.

“Aish…. apa sih maumu, apa belum puas menciumku tadi hah…!!! mana di pinggir jalan begitu, memalukan.”

“Tapi kau suka kan hyung, “ kata Kyu dengan senyuman Evilnya yang ia banggakan itu.

“Aishhh…. menyebalkan …!!! Kyu aku mau turun, jadi buka pintunya.”

“Baik, tapi ada syaratnya”

“Apa…???”

“Cium aku hyung”

“Mwooo….!!!!”

“Kalu tak mau ya sudah jangan harap kau bisa keluar dari mobilku”

Sungmin terlihat berfikir. Biar bagaimanapun ia ingin meyakinkan dirinya sendiri kalau dia memang tidak mencintai Kyu. Karena memang jantungnya yang tersud berdegub kencang sudah  tak terkontrol lagi.

‘Ommona…. mengapa aku jadi begini, aishhhh… ini tidak boleh’

Sungmin melihat kearah Kyu yang masih dengan santainya tersenyum dan tangannya tak lepas dari tombol kunci otomatis itu.

‘Tampan, dan menarik . Ahhh…. tidak ini tidak boleh, masa aku menyukai namja yang pervert ga ketulungan seperti dia. Tapi mengapa dia itu ….’

“Hyung… ayo cium aku mengapa hanya terpesona dengan ketampananku saja, jangan takut hyung kau bisa memilikiku hyung. Aku kan sangat menyukaimu”

“Hey…. GR sekali kau, memangnya kau pikir siapa  yang terpesona…?”

Tapi Kyu yang sudah tidak sabar ingin mencium hyungnya lagi malah mendekati Sungmin dan memojokkannya di pintu mobil.

Chu~~

Kyu langsung menciumnya, menekannya lembut dan melumatnya. Tangannya sudah tak memegang tombol lagi, karena sibuk memegang tubuh Sungmin yang seakan terlena dengan ciuman Kyu hingga tak kuasa menolaknya.

“Eungghhhh….”

Sungmin melenguh ketika Kyu menggingit bibir bawahnya dan kini Sungmin malah mengalungkan tangannya ke leher Kyu. Lidah mereka saling bertaut dan mendorong, Kyu tak menyiakan kesempatan ini, ia terus saja berusaha mendominasi.

Sungmin yang mulai kehabisan nafas lalu memukul bahu Kyu dan mendorongnya menjauh. Kemudian dia menunduk dengan wajah merahnya. Seakan tak berani menatap Kyu yang kini masih tersenyum penuh kemenangan. Sungmin merasakan jantungnya yang tak berhenti berdetak begitu kencang.

“Hyung… kau menyukaiku bukan…???” tanya Kyu

Namun Sungmin hanya diam saja. Ia masih sibuk mengartikan perasaannya sendiri.

“Kau mencintaiku hyung, yakinlah padaku” kata Kyu.

Namun Sungmin malah membuka pintu mobil dan meninggalkan Kyu yang masih tersenyum penuh kemenangan.

‘Kau takkan mampu menolakku Hyung…”

.

.

@ Sungmin House

.

.

“Aishhh… menyebalkan…”

Sungmin yang baru sampai rumah langsung merebahkan tubuhnya di kasur empuknya, serta  mengumpat tak jelas .

“Dia itu mengapa semaunya sendiri sih..??? Mengapa dia melakukan itu padaku coba…? KYA CHO KYUHYUN….!!!! Kau Menyebalkan…!!!”

Sungmin lalu beranjak dari kasurnya dan segera mengganti seragamnya. Tipe orang yang rajin dan rapi. Ia lalu keluar kamar dan sibuk melihat keseluruh rumahnya.

“Kemana Umma…?”

Ia lalu berjalan ke dapur. Lalu melihat memo yang di tempel di kulkas.

‘From. : Sungjin

‘Hyung… aku tinggal di asrama dan supir juga diliburkan jadi hyung membawa mobil sendiri.’

 Saat itu juga telfon di rumahnya berdering dan dengan malas ia mengangkatnya.

“Yeobosseoyeo…..?”

“…”

“Nde Umma baiklah. Kapan Umma akan pulang…?”

“…”

“Mwo…. Wookie…?”

“….”

“Akhhhh … tentu saja aku senang ia akan bersekolah denganku, baiklah.”

Sambungan telfon terputus. Dan Sungmin dengan santainya menghempaskan tubuhnya yang masih terasa lelah sekali itu ke sofa putih dan menyalakan TV di depannya.

Baru beberapa menit ia sudah merasa sedikit ngantuk dan matanya sudah berat. Ia mencoba tidur namun…

Ting tong

.

.

 Ting tong

.

.

Bel rumah yang berbunyi itu terus mengganggu tidurnya, hingga akhirnya dengan mata yang mengantuk itu ia berjalan membukakan pintu.

“Kya….!!!! Wookie kau datang…!!!” teriak Sungmin lalu memeluk erat adik sepupunya itu.

“Hyung…. aku merindukanmu..!!!” teriak Wookie bersemangat. “Aku akan tinggal denganmu hyung, habisnya appa dan umma tak mau aku ikut mereka jadinya aku dilempar kemana-mana begini.” Curhat Wookie dengan wajah memelasnya.

“Tapi kau senang kan akan bersekolah denganku,” Kata Sungmin seraya menoel-noel lengan adik sepupuya yang sangat ia sayangi itu.

“Nde, tentu saja…” Kata Wookie menganggukkan kepalanya.

 “Kau tahu tidak aku sangat senang kau akan satu  sekolah denganku jadinya kan aku mungkin tidak akan dikejar-kejar namja aneh disekolahku mungkin mereka malah akan mengejar-ngejarmu ha… ha…. ha… “ kata Sungmin seraya menyeret Wookie masuk kedalam rumah.

“Sungjin juga tinggal di asrama, dan supir Umma diluburkan karena Umma dan Appa juga pergi keluar kota … biasa urusan bisnis, jadinya hanya kita berdua selama sebulan ini di rumah.”

Sungmin lalu memeluk lagi Wookie dengan eratnya. Ia sangat merindukan adik sepupunya itu. mereka lalu duduk di  sofa putih depan TV itu.

“Namja aneh, maksudmu mereka menyukaimu begitu..?” tanya Wookie yang memang sudah tau ke-aegyeo-an hyungnya itu.

“Nde Wookie, kau tahu kan hyungmu ini orang yang paling manis dan imut satu sekolah hingga namja aneh itu bukannya sibuk mengejar yeoja malah sibuk menggombal padaku tiap hari.”kata Sungmin seraya berjalan ke kulkas dan mengambil jus untuk sepupunya itu.

Ia kemudian meletakkannya di depan Wooki dan menatap Wookie intens.

“Hei… kau kesini tidak membawa masalah kan…? “ tanya Sungmin penuh selidik.

“Aku memang tak akan bisa mendapatkannya hyung, dia itu terlalu jauh hingga susah sekali mendapatkannya. Dan selain itu ia sangat keras kepala sepertinya aku akan menyerah saja”

Wookie kemudian meminum jus jeruk yang terasa semakin asam saja. Ia memasang wajah sedihnya.

“Aku berharap dapat melupakan Yesung hyung yang dengan seenaknya malah pergi keluar negeri dan meninggalkan aku di Korea. Dasar dia itu tak punya perasaan.”

“Tenanglah Wookie, disekolahku banyak namja tampan dan mungkin saja salah satunya menarik perhatianmu. Kau tahu kan aku sangat menyayangimu, jadi jangan takut aku pasti akan selalu mendukungmu.”

.

.

@Sekolah

.

.

Terlihatlah pemandangan yang sangat indah. Dua namja imut yang baru turun dari mobil putihnya berjalan dengan wajah yang penuh senyuman itu hingga membuat siapapun segera lemas tak sanggup menahan pancaran keindahan mereka.

“Wookie, karena kau adalah adik kelasku jadi kita tidak satu kelas. Tapi aku akan selalu kekelasmu dan menemanimu, dan nanti akan aku kenalkan pada teman-temanku.” Kata Sungmin saat mengantarkan Wookie ke kelasnya.

Dan ia terhenti saat melihat papan kelas, yang merupakan kelas Kyuhyun, Hae dan Henry. Tiga namja aneh ( menurut Sungmin ) yang selalu mengejar Sungmin.

“Apa kau yakin ini kelasmu, Wookie-ah…?” tanya Sungmin seraya melihat kedalam kelas.

‘Ahhhh… untunglah namja setan itu tidak ada’ batinnya.

“Ini memang kelasku hyung, kata ajhumma ini kelasku.” Kata Wookie dengan wajah polosnya.

“Baiklah, kau masuklah dulu nanti waktu istirahat aku akan kesini. Ingat…. !!! Kau tak boleh pergi dulu jika aku belum kesini, arra…?”

“Nde hyung…”

Wookie langsung masuk ke kelasnya. Seisi kelas memandang dengan mata yang berbeda-beda. Ada yang senang dan ada juga yang menatapnya dengan tatapan aneh.

Seorang namja imut yang baru datang langsung saja menatap Wookie dengan pandangan herannya.

‘Ternyata ada juga yang seimut ini selain Minnie hyung, ‘ batinnya lalu mendudukkan dirinya di depan Wookie.

“Hei… kau anak baru ya…?” tanya namja itu.

“Nde… Kim Ryeowook imnida. Tapi panggil saja Wookie” kata Wookie seraya mengulurkan tangannya pada namja tampan di depannya.

“Henry Lau imnida… “ kata Henry menyambut uluran tangan Wookie. “Kau tahu yang kau duduki itu kursi temanku.”

“Ahh… mianhe, jika aku boleh tahu bangku mana yang masih kosong..?” tanya Wookie

“Tak apa duduk saja disitu, nanti kau akan duduk dengan Hae hyung, biar Kyu yang duduk denganku.” Kata Henry yang lalu sibuk dengan bukunya.

Tak lama kemudian Hae dan Kyu sampai di kelas. Kyu yang merasa kursinya diduduki namja imut yang entah darimana asalnya itu merasa ketenangannya di ganggu. Dia ini memang paling evil.

“Hei… mengapa kau duduk disitu itu kan kursiku” kata Kyu dengan nada angkuhnya. “Sana pindah dari bangkuku.”

Kyu memandang dengan intens namja manis yang sedang memasang wajah ketakutannya itu. Wookie begitu takut melihat Kyu yang datang langsung marah-marah itu. Namun entah mengapa hatinya hangat saat menatap wajah tampan yang masih memandangnya dengan mata tajamnya itu.

‘Yesung hyung… lihatlah aku akan membalasmu. Akan kubuat kau menyesal telah lebih memilih musikmu daripada aku…’ kata Wookie dalam hati.

Henry yang sudah merasakan aura tak enak dari sahabatnya itu langsuk menarik Kyu ke sisinya. Dan Hae hanya bisa memandang heran kelakuan Kyu yang memang tak pernah baik dengan orang lain.

“Kyu, kau duduklah denganku disini dan biarkan dia dengan Hae Hyung, aku tahu kau tak nyaman dengan orang baru tapi biarkan dia duduk disana. Lagi pula tidak ada bangku kosong lagi, jadi biarkanlah.” Kata Henry mencoba menarik sahabatnya itu untuk duduk di dekatnya.    

“Hae hyung  kau di belakang tidak apa-apa kan… ???” tanya Henry

“Sesukamu lah …” kata Donghae yang kemudian mendudukan dirinya.

Wookie merasa tahu diri, dia lalu mengajak Hae berbicara dan memperkenalkan dirinya.

“Mianhe membuat kalian bad mood pagi-pagi begini, aku Kim Ryeowook  panggil saja Wookie..” kata Wookie seraya mengulurkan tangannya.

“Ah… Hae, Lee Donghae imnida.” Kata Donghae seraya menyambut tangan Wookie dan tersenyum padanya.

“Memangnya kau pindahan dari mana mengapa kau baru pindah pada akhir semester begini..?” tanya Donghae ramah.

“Akhh… aku dari Mokpo, karena Umma dan Appaku harus pindah tugas ke luar negeri dan mereka tidak mengijinkan aku untuk ikut akhirnya aku dititipkan pada Ajhumaku. Lagi pula anak dari Ajhumaku itu juga bersekolah disini.” Jelas Wookie.

“Ah.. begitu ya…”

“Hae … mengapa mereka memanggilmu hyung, bukannya kau satu tingkat dengan kami.” Tanya Wookie yang masih heran.

“Itu karena aku sakit saat tingkat 1 kemarin. Dan sakitku cukup parah karena kecelakaan yang membuatku harus menjalani terapi penuh selama 1 tahun. Jadi aku mengulang lagi tingkat 1 dan bertemu dengan Henry dan Kyu. Mereka sudah seperti saudaraku. Biasanya kami berangkat bersama tapi karena Henry diantar Appanya  tadi pagi jadi aku berangkat dengan Kyu saja.”

Wookie kemudian menatap Kyu yang duduk didepannya. Ia merasakan perasaan aneh saat menatap punggung  Kyu.

‘Hei namja tampan, mengapa kau galak sekali… aku akan buat kau menyukaiku lihat saja nanti’ batin Wookie.

“Dan Kyu itu… mengapa dia seperti itu…? Galak sekali.” Kata Wookie dengan nada lirih, takut Kyu yang ada di depannya akan mendengarkan.

“Dia itu memang begitu, dia dingin dengan orang lain tapi akan lain ceritanya jika kami sudah bertemu dengan orang yang sangat kami cintai itu.” jelas Donghae.

“Orang yang kami cintai…?” Wookie mengulang kata itu dan menatap heran pada Donghae. “Apa kalian mencintai orang yang sama hyung…?” tanya Wookie penasaran.

“Nde… begitulah…”

“Wah… hyungku juga bilang kalau dia dikejar tiga namja aneh disekolahnya,” kata Wookie yang kemudian tersenyum manis pada Donghae.

Donghae menganggukan kepalanya  dan kembali sibuk dengan bukunya.

Kyu hanya mendengus kesal karena mendengar suara berisik dan cempreng di belakangnya.

‘Cih, berisik sekali sih bocah ini. Tidak seperti Sungmin hyung yang manis dan lembut,’ kemudian Kyu malah tersenyum sendiri mengingat kejadian sepulang sekolah kemarin.

Tak lama kemudian Kim  Songsae datang dan memulai pelajaran matematikanya.

.

.

Skip Time

 

Istirahat

.

.

 “Wookie kamu tidak ke kantin…? apa kau belum tahu kantinnya mengapa masih disini…?” tanya Hae yang memang sengaja menunggu Kyu dan Henry yang sedang ke toilet.

Karena tadi pagi mereka belum mengganggu Sungmin gara-gara Kim Songsae yang masuk pada jam pelajaran pertama mereka. Kim  songsae yang terkenal  tidak mengenal kata maaf itu telah dengan teganya memberikan tugas alias PR yang begitu banyak.

Wookie yang merasa Hae sangat ramah padanya itu lalu dengan semangatnya akan mengenalkan hyungnya pada Hae dan teman-temannya.

“Aku menunggu hyungku, karena tadi dia sudah berjanji akan kesini menemaniku. Aku kan baru jadi belum tahu sekolah ini, dan lagi hyungku itu sangat sayang padaku jadi dia selalu mengkhawatirkan aku. Nanti aku akan mengenalkannya kepadamu “ kata Wookie bersemangat.

“Eh iya kau juga mengapa masih disini, apa menunggu Kyu dan Henry..?” tanya Wookie dengan wajah polosnya.

“Nde, mereka ke toilet sebentar. Tapi nanti  kami tidak ke kantin, kami akan menemui seseorang yang sangat kami cintai…” kata Donghae dengan wajahnya yang penuh bunga itu.

Tak lama kemudian Kyu dan Henry datang. Mereka merapikan rambutnya dan memastikan kalau badan mereka tak bau alias wangi.

“ Bagaimana Hae, aku sudah keren kan…?” tanya Kyu yang narsis itu.

“Nde kau sudah keren. Ayo nanti dia keburu menghilang entah kemana…” kata Hae yang bersiap mengajak kedua chingunya pergi.

Namun mereka menghentikan langkahnya ketika melihat Sungmin and friendsnya itu sedang berdiri dengan cantiknya di depan pintu kelasnya langsung saja 3 pangeran yang cool itu berubah menjadi childish dan manja di depan Sungmin.

Mereka langsung berlari menghampiri Sungmin yang datang bersama Hyukkie dan Zhoumi.

“Akhhh… sebegitu kangennya kah kau denganku hyung, sampai kau datang kesini,” kata Kyu lalu menggandeng lengan Sungmin.

Sungmin memang kini sudah agak tidak nyaman jika harus didekati Kyu, karena entah bagaimana bisa ia terus berdebar tak karuan.

 

“Kyu… mengapa kau selalu seenakmu sendiri,” Kata Sungmin seraya melepaskan tangan Kyu yang seenaknya menggandeng lengannya, “ dan kalian… jangan mendekatiku aku kesini tidak untuk mencari kalian semua tapi aku mencari adikku.”

Henry langsung saja mendekati Sungmin tak mempedulikan Sungmin yang masih kesusahan mencari adiknya karena jalannya di blok oleh tiga namja jahil itu. Sementara Hyukkie dan Zhoumi hanya bisa terkikik melihat Sungmin yang memang pendek dan mungil itu sampai menjinjit-jinjit hanya untuk melihat ke dalam kelas.

“Hyung… jadilah pacarku hyung dan aku pastikan kau akan selalu bahagia, “ kata Henry seraya menyerahkan setangkai mawar merah yang entah dari mana datangnya itu.

“Aishhhh…. aku harus bilang berapa kali padamu Henry-ah, aku tak menyukaimu jadi kuharap mengertilah.” Kata Sungmin lalu mendorong Henry yang masih kaku menahan sakit hatinya yang untuk keberapa kalinya.

Kali ini giliran Hae yang memblok Sungmin. Hae terus menghalangi arah jalan yang Sungmin ambil. Hingga Sungmin menjadi gemas dan kesal.

“Kya… Hae berhentilah bertingkah seperti itu, menyingkirlah dari jalanku,” kata Sungmin

Namun Hae malah mengeluarkan kotak cantik berwarna silver dengan tutupnya yang merupakan kaca transparan

“Ambilah chagiyya…. dan jadilah milikku selamanya…” pinta Hae seraya membuka kotak itu pada Sungmin.

Isinya adalah sebuah kalung dengan liontin bertuliskan ‘Hae Love You’ yang menurut Hae itu sangat indah tapi menurut Sungmin itu sangat kampungan.

“Ishhhh…. aku kan sudah bilang padamu berulang kali jangan panggil aku chagiyya dan jangan sekali-kali memberiku dengan barang-barang seperti ini. Aku sungguh tak bisa membalas perasaanmu Hae-ah… kumohon mengertilah.” Kata Sungmin yang kemudian terus mendorong Hae dan berlari dari kepungan KyuHaeHen itu meniggalkan dua sahabatnya yang setia menunggunya di depan pintu.

Ia lalu melihat ke seluruh kelas, terlihat adiknya yang sedang membereskan bukunya.

“Wookie chagi….!!!” teriak Sungmin yang langsung menghampiri adikknya itu.

Hyukkie yang kini masih meperhatikan Hae dengan detailnya. Ia terus saja menatap Hae yang berwajah kecewa saat melihat kalungnya yang sudah dengan susah payah ia buat untuk Sungmin.

Dan Zhoumi malah sibuk mengganggu Henry yang masih kecewa karena untuk kesekian kalinya ia di tolak Sungmin. Melihat Sungmin yang malah sibuk dengan Wookie, dengan cepatnya Zhoumi langsung saja menyeret Henry keluar dari kelas itu.

.

.

Henry x Zhoumi side

.

.

“Kya… kenapa menarikku begitu aku kan sedang menunggu Sungmin hyung yang masih sibuk dengan Wookie…” kata Henry yang kesal berusaha melepaskan tangannya namun ia tak bisa karena memang Zhoumi mencengkram erat tangan Henry.

Zhoumi yang tidak peduli dengan rengekan Henry itu terus menyeretnya hingga sampai di UKS. Ia kemudian mendudukkan Henry di kursi dekat ranjang UKS yang ia duduki. Henry yang memang takut pada Zhoumi yang nota bene adalah ketua club taekwondo di sekolah itu dan juga pastinya postur tubuh Zhoumi lebih besar darinya membuatnya diam menunduk.

Meski Zhoumi tidak pernah berbuat yang aneh – aneh padanya selama ini tetap saja ia ketakutan melihat Zhoumi yang malah diam dan terus menatapnya.

“ Kau itu tidak pantas untuk Sungmin hyung … kau tahu tidak.” Kata Zhoumi datar berusaha menyembunyikan debaran jantungnya.

“Apa urusanmu mengapa berkata seperti itu.” kata Henry berusaha menghilangkan ketakutannya.

Henry begitu marah dengan Zhoumi yang entah bagaimana bisa dengan seenaknya menghinanya.

“Ya… karena kau ini terlalu imut, Mochi-ah,” Kata Zhoumi yang kemudian turun dari ranjang UKS yang di dudukinya tadi dan berlutut di hadapan Henry.

Henry yang heran dengan tingkah Zhoumi hanya bisa menatap aneh kepada Zhoumi. Kemudian dengan cepatnya Zhoumi mendekatkan wajahnya ke wajah Henry.

Henry yang kaget terus memundurkan kepalanya hingga mentok (?) ke tembok. Kemudian Zhoumi menatap intens wajah imut yang setengah ketakutan di depannya itu.

Dan saat itu mata mereka bertemu membuat Henry blussing dan salah tingkah. Tak terasa juga jantungnya berdetak lebih cepat.

 

“Kau tahu, aku sudah menyukaimu dari dulu dan aku merasa kau memang pantasnya denganku jadi mengapa membuang waktumu dan berebut dengan kedua temanmu itu.”

“Hei…. jika kau hanya akan mengatakan itu, maaf saja aku tak menyukaimu…?” kata Henry dengan nada gemetarnya.

 Ia lalu mendorong Zhoumi sekuat tenaganya dan berlari meninggalkan Zhoumi yang masih tersenyum evil di dalam UKS.

‘Baiklah…. jika kau tak percaya, bisa ku pastikan kalau kau akan jatuh cinta padaku’ batinnya lalu pergi keluar UKS.

.

.

Hae x Hyukkie  side

.

.

Hae yang merasa di tatap oleh Hyukkie kini berganti menatap Hyukkie hingga membuat Hyukkie blusshing ketika mata mereka saling bertemu.

“Hei…. teman Sungmin hyung, mengapa menatapku begitu…?” tanya Hae yang masih patah hati itu.

“Ahh…. itu karena aku kasihan saja denganmu.” Jawab Hyukkie malu-malu.

“Siapa namamu…?”

“Lee Hyukjae imnida, tapi panggil Hyukkie saja…” seraya membungkukkan badannya.

Hae hanya mengangguk-angguk. Ia yang menyadari Henry telah menghilang kemudian menatap Kyu yang kini malah sibuk dengan Sungmin  dan Wookie.

“Haaah….. aku ditolak lagi….” kata Hae seraya memandang kalungnya itu.

“Ehmmm … Hae-ah, kau bisa bercerita denganku,  karena kulihat kau butuh teman. Mungkin kau mau berbagi ceritamu denganku,” kata Hyukkie selembut mungkin.

“Akhhh…. iya, mungkin sebaiknya begitu… Kajja” kata Hae seraya menarik tangan Hyukkie menuju kantin sekolah.

Mereka lalu duduk di sudut yang sepi dan terhindar dari pandangan orang. Hae lalu membeli dua softdrink dan kembali duduk bersama Hyukkie.

“Mianhe… tapi aku sedang tidak mood bercerita apapun kali ini, aku sedang patah hati.” Kata Hae memandangi lagi kotak kalung yang ingin ia berikan pada Sungmin.

“Tidak apa-apa, mungkin dengan begini saja bisa mengubah moodmu. Memangnya kau sangat menyukai Sungmin hyung  ya…?” tanya Hyukkie.

“Ya… begitulah, aku menyukainya sejak kami kelas satu, saat aku kecelakaan dan harus terapi penuh Sungmin selalu menjagaku, dia itu baik sekali. Tapi saat dia tahu aku menyukainya dia malah menjauhiku…” kata Hae dengan wajah sedihnya.

“Ah… iya, Sungmin hyung pernah bercerita padaku kalau kau kecelakaan saat belajar membawa mobil sendiri.” Kata Hyukkie dengan penuh semangat.

Meski ia agak sakit ketika tahu Hae masih sangat mencintai Sungmin, tapi dia berusaha sebaik dan semanis mungkin dihadapan Hae.

“Benarkah dia menceritakan tentangku padamu…?” tanya Hae agak bersemangat.

“Nde, tentu saja dan katanya lagi kau harus mengulang kelas itulah sebabnya kau sekarang satu tingkat di bawah kami bersama Kyu dan Henry Mochi itu.”

“Hei … Mochi katamu, sebutan apa itu…?” kata Hae yang terkikik mendengar cerita Hyukkie.

“Kau tahu tidak, Zhoumi temanku itu menyukai Henry. Dan kata Zhoumi, Henry itu begitu menggemaskan dan bulat seperti mochi. Dan mereka juga sama – sama keturunan China jadi aku rasa mereka memang cocok.”

Mereka terus bercerita dan tertawa, hingga membolos pelajaran berikutnya karena memang Hae sedang malas dan lebih suka melupakan kejadian penolakan Sungmin pagi tadi dengan cara membolos pelajaran bersama Hyukkie.

“Kau yakin akan membolos dan menemaniku…?” tanya Hae dengan ragu-ragu.

“Tentu saja, lagi pula setelah ini pelajarannya sangat membosankan jadi bagaimana kalau kita pergi ke Lotte World pasti sangat menyenangkan dan bisa membuatmu melupakan kejadian tadi.” Kata Hykkie bersemangat

“Ah… kau benar baiklah ayo membolos….!!!”

.

.

Kyu x Min x Wookie  side

.

.

“Wookie chagi….!!!” teriak Sungmin yang langsung menghampiri adikknya itu.

Ia lalu duduk di depan adiknya yang sudah memasag wajah imutnya itu. Kemudian Wookie mengeluarkan bekal yang ia bawa. Karena memang mereka tidak terlalu lapar jadi hanya membawa satu kotak yang isinya Cuma kue saja.

Kyu yang memang sudah ditinggal temannya itu menatap Sungmin dan Wookie dengan tatapan evilnya. Ia lalu mendekati Sungmin dan Wookie kemudian duduk di sisi Sungmin.

“Minnie…. sejak  kapan kau jadi suka ke kelasku, apa karena ada bocah yang berisik dan cerewet ini…” kata Kyu memandang Wookie yang sedang makan kuenya hingga ia tersedak.

Uhhukkk…

Uhhhukk…

“Wookie-ah gwencahana….?” tanya Sungmin seraya memberikan minuman pada adiknya itu.

Sungmin lalu menatap Kyu dengan mata cantiknya, “Kau mengapa mengatai adikku begitu, dia ini orang yang paling aku sayangi tahu jadi tak ada satu orangpun yang boleh menjelek-jelekkannya apalagi di depanku, Arraa….” kata Sungmin.

Tapi Kyu malah dengan santainya mengambil satu kue dan menyumpal mulut Sungmin dengan kue itu.

“Hyung diamlah, jangan berisik terus kau merusak pemandanganku jika berwajah begitu.” Kata Kyu menggombal.

“Aishhh…. kajja Wookie kita pergi saja jangan makan disini, merusak suasana saja…”

Sungmin lalu menarik Wookie menuju taman belakang sekolah. Ia kemudian duduk di kursi di samping kolam. Wookie yang memang sudah penasaran dari tadi akhirnya memberanikan bertanya pada hyungnya yang manis itu.

“Hyung, apakah mereka bertiga yang kau sebut namja aneh…?” tanya Wookie

“Akhh… iya Hae, Henry, dan Kyu pabbo itu  mereka terus saja menggangguku.”

“Apakah kau memang tak menyukai mereka, maksudku salah satu dari mereka kan tidak mungkin kau suka ketiganya.”

“Wookie sayang, kau tahu yang bernama Henry itu…?”

Wookie menggangguk imut.

“Nah … dia itu disukai temanku yang berambut merah namanya Zhoumi, jadi aku tak mungkin rebutan dengan Zhoumi dan lagi pula aku juga tidak menyukai Henry.”

“Oh… terus…”

“Dan kau tahu yang bernama Hae itu…?”

“Nde hyung, aku pikir dia orang yang baik juga sangat ramah padaku, apakah kau tidak menyukainya…?” tanya Wookie

“Aku tak menyukainya Wookie-ah. Dulu memang aku berpikiran aku menyukainya karena aku terus menjaganya saat ia harus terapi di rumah sakit. Tapi ketika ia menyatakan perasaannya padaku aku tak merasa senang atau berdebar atau apapun itu.” Kata Sungmin lalu meletakkan tangannya di dadanya.

“ Aku merasa biasa saja, jadi sejak saat itu aku tak lagi dekat dengannya. Aku tak mau menyakitinya terus dan akhirnya sekarang ia malah berteman dengan Kyu dan Henry yang terus mengejarku dan menyatakan cintanya padaku sampai – sampai aku bosan mendengarnya.” Kata Sungmin lagi.

“Dan Kyu… bagaimana dengannya” tanya Wookie

“Akhh…. kau sudah mengenal Kyu ya, dia itu yang paling evil diantara mereka bertiga. Dia benar – benar evil.” Kata Sungmin seraya mengingat – ingat kejadian kemarin sore.

Tapi tak dapat ia sangkali, hatinya bergetar saat mengingat apa yang Kyu lakukan padanya.

“Hyung… bagaimana kalau aku suka dengan Kyu, kau marah tidak…?” tanya Wookie.

“Mwo….!!!!”

“Isshhh… tak usah kaget begitu hyung. Katamu kau akan mendukungku untuk melupakan Yesung hyung, jadi ayolah hyung bantu aku.”

“Ahh…. baiklah, yang penting kau senang Wookie-ah” kata Sungmin lalu mengambil sepotong kue dan mencoba memakannya.

Ia melihat Wookie yang tersenyum manis sambil sesekali menceritakan tentang perasaannya pada Kyu. Entah mengapa rasanya Sungmin sangat sulit bernafas saat itu. 

.

.

.

.

TEBECE,,,,,,

18 thoughts on “Pretty Boy || Ch.2 || KyuMin || Yaoi

  1. Pembukaan cerita dikasih kissuan KyuMin.. Kyaaa kyaaa >///<
    akhir'a HaeHen dibawa HyukMi, jadi Sungmin gak ribet lagi wkwkwk
    ntar nyesel loh Min kalo Kyu dikasih ke Wookie~
    lanjut ke part 3 ^^

  2. Nah kan.
    Uri Bunny Sungmin jngan sampe nyesel iiaa relain Kyu buat Wookie.
    Lagian itu kenapa jga sii kepala besar itu pergi tinggalin wookie.
    aish jinjja.
    next part.

  3. aishhhhhh,
    minnie gmna sich??
    udah tau kau suka sama kyuhyun, tpi knpa d’pendam???
    kau akan menyesal nanti minnie?? kalau wookie b’hasil mndapat’n kyuhyun bagaimana??
    apa kau rela?? lebih baik jujur….

  4. Ooh NO!!!
    jadi cinta segitiga?
    sementara sungmin pasti akan mengalah sama wookie
    Sementara dia jg blm sadar sama perasaan dia sendiri
    pleaseee kyuhyun tetep ngejaga cintanya buat minnie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s