SECRET HEART || CH. 9 || KYUMIN || YAOI ||

SECRET HEART

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

-Cho Kyuhyun   (N)

-Lee Sungmin    (N)

– Kim Heechul    (Y)

-And other SUJU and SHINEE member

Pairing : || KYUMIN || SIBUM || ONKEY || and Other Pairs ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#muehehhehe#

Genre : Romance || Drama || Sad ||Angst||

Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, Genderswitch (Y).||

Summarry : || Aku adalah satu hal yang SEMPURNA. Tapi tak akan ada artinya jika tanpa dirimu disisiku. Aku bukanlah apa-apa ||

Another PRESENT From Me

KYUMIN FF, ditulis dengan seluruh kekuatan Hati dan Pikiranku. Terinspirasi dari drama yang sangat mengena dihatiku. “SECRET GARDEN.”

Disini aku menambahkan pair kesayanganku yang lain “OnKey”, so welcome for Uri Unyu Leader.

Ini hanya terinspirasi dengan drama itu, bukan berarti ceritanya akan sama dengan Secret Garden. Aku membuatnya dengan segenap hati dan cintaku untuk seorang Lee Sungmin #ck… I’m crazy ’bout him#

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

~SECRET HEART~

.

.

HAPPY READING

.

.

Chapter 9

.

.

Key’s House

.

.

Tercium aroma yang sangat mengundang di pagi yang sangat hangat. Dan seorang namja, terpaksa harus bangun ditengah tidur lelapnya. Ia tak mungkin melewatkan sarapan yang sangat istimewa pagi itu. Ini adalah hari libur, dan mereka akan kencan untuk kedua kalinya.

Sedikit berjalan mengendap, ia melangkah menuju dapur. Sumber dari wangi pancake dan juga coklat panas yang terus saja menempel di hidungnya. Ia tersenyum kecil dan menyandarkan tubuhnya disisi kulkas.  Menatap Key yang terus tersenyum dalam kegiatan masaknya. Ia sedikit melirik ke meja makan.

Waffle dengan cream coklat dan juga cherry terlihat sangat sempurna di meja makan mereka.. Kemudian terlihat Key membawa satu nampan berisi pancake havermut saus brokoli. Sarapan yang sangat sempurna, dan Onew tahu jika Key memang yang terbaik.

“Kau selalu saja memikirkan semuanya.”  Onew tersenyum kecil, kemudian dia berjalan mendekati Key. Memeluk tubuh ramping dengan apron merah yang bergambar kucing kecil di sakunya. Menghirup wangi Key dileher putih dan menghisap rasa yang sangat manis untuknya.

“Morning baby…”

“Eum… aku belum selesai dengan sarapan kita. Bisakah tak memelukku seperti ini? Dan eumhhh… hentikan mencium leherku, kau…”

Tapi Onew sudah terlanjur ingin mencicipi sarapan paginya yang istimewa. Sedikit memutar wajah Key, Onew menekan pipi Key dan membuat namja itu mau tak mau menatap Onew dan ia mencuri ciuman kecil dari bibir tipis Key.

“Eum… morning kiss memang selalu manis.” Onew kembali sibuk mencium kecil leher Key, membuat Key sedikit kesal karena acara masaknya terganggu pagi itu.

“Hyung, aku bahkan belum membawa coklatnya kemari. Ayolah lepaskan pelukanmu.”

“Tidak akan.”

Dan dengan susah payah, Key memutar tubuhnya dan berjalan ke dapur. Tentu saja dengan Onew yang masih setia memeluknya dan menempelkan tubuh bagian depannya dengan punggung Key. “Hyung, lepaskan atau coklatmu akan tumpah.”

“Heum, baiklah.”

Akhirnya Onew melepaskan pelukannya karena memang, coklat itu sudah sedikit tumpah dan jatuh di nampan yang dibawa Key. Namun bukan Onew jika ia melepaskan namja  cantik itu begitu saja. Tetap saja Onew melingkarkan lengannya pada pinggang Key dan menyandarkan kepalanya dibahu Key. Berjalan bersama menuju meja makan.

Key merasa ini sudah keterlaluan. Lama-lama ia gemas sendiri dengan sikap Onew. Key meletakkan nampannya dan memutar tubuhnya, membuatnya berhadapan dengan wajah polos tanpa dosa milik Hyungnya itu.

“Onew Hyung, bisa tidak kau tak menempel padaku pagi ini. Ayolah, aku sibuk dan harus membersihkan rumah. Bukankah kita akan jalan-jalan? Dan lihatlah.” Key membenahi kerah piyama kimono Onew. “Kau bahkan belum mandi.”

“Aku hanya merindukanmu. Semalam kau pulang larut sekali, padahal yang seharusnya sibuk itu aku.”

“Mianhe.” Key tersenyum kecil dan mencium bibir Onew. Hanya ciuman kecil dan kemudian melepaskan lengan Onew pada pinggangnya. “Aku harus mengurus pertemuan kecil yang akan dilakukan nyonya Cho dengan klien dari Jepang. Dan aku bahkan belum menemukan tempatnya.”

“Aish…. janda itu keterlaluan. Tidak anaknya, tidak ibunya. Mereka sama saja.”

“Sudahlah, kau mandi dulu. Aku beri waktu 15 menit. Kalau tidak, maka kita batal kencan hari ini.”

“Akh, baiklah. Tunggu aku.”

Onew langsung menuju kamar mereka dan bergegas ke kamar mandi. Meninggalkan Key yang kini sibuk membersihkan dapurnya setelah kegiatan memasak pagi itu. “Heum…. pagi ini indah.”

.

.

.

Ini adalah hari libur dan kini kedua namja itu sedang menikmati liburannya. Onew tersenyum kecil dan sesekali menatap namja yang terlihat sangat manis dengan kemeja pink yang pas ditubuhnya itu. Celana jeans hitam panjang dan juga topi berwarna krem terlihat sempurna untuk Key.

“Kau sangat cantik. Kau indah Key…”

Onew mencium kecil pipi Key dan ciuman itu berhasil membuatnya merona merah. Bagaimana tidak? Key begitu malu. Onew selalu tak tahu tempat jika ingin memanjakannya.

“Hyung, kau mau membuatku malu hah? Kita ini ada ditempat umum.”

Namun Onew seakan tak peduli lagi dengan tatapan aneh dari para pengunjung Everland yang lain mereka baru saja turun dari wahana roller coaster dan mata cantik Key menemukan sesuatu yang menurutnya indah sore itu.

“Bagaimana kalau kita ke European Adventure dan makan disana? Terus aku ingin naik Ferris Wheel.”

Onew melirik Key yang kini tengah memusatkan pandangannya pada satu ferris wheel yang sedikit jauh dari tempat mereka berdiri. “Hei, kau romantis juga.”

Key langsung menghentikan senyumannya dan menyeret Onew. “Sudah. Jangan mencoba menggodaku. Kajja, aku lapar.”

.

.

Other Side

.

.

“Dia adalah cucu dari kakek Park, hyung dari kakekku. Dan aku tahu jika memang ini saatnya kau harus memilihnya. Bukankah kalian sudah dekat, jadi itu mudah saja bagimu untuk bersamanya?  Aku akan pergi.”

“Bukan ini yang ku inginkan noona.” Namja tampan itu menatap halus pada Hye Gyo. “ Dia, bukan dia yang aku inginkan. Aku menginginkanmu. Harus bagaimana lagi aku mengatakannya.”

“Hyunie, dia mencintaimu. Jika awalnya kau sudah bersikap baik dan juga membuatnya jatuh cinta padamu, bukankah ini mudah?”

Kyuhyun terduduk lemas di sebuah kursi di cafe itu. Ia sudah berusaha menjelaskannya terlihat gurat kekecewaan di wajahnya. “Noona, kau tak tahu. Aku mencintaimu.”

Dan diantara kedua orang itu, yang ada kemudian hanya sebuah sunyi. Hingga akhirnya, namja lain masuk ke ruangan di cafe itu dan menemukan mereka berdua. “Noona, aku tak menyalahkanmu. Akulah yang harus pergi.” Namja itu kemudian membungkuk sekilas dan tersenyum pada Hye Gyo.

“Semoga kau bahagia.”

Kemudian hanya wajah datar diantara ketiganya. Dan Hye Gyo hanya bisa diam menatap punggung adiknya itu. “Hyunie, hanya dia yang harus kujaga. Kenapa masih saja aku hanya bisa menyakitinya?”

“Noona, sudah cukup. Dia itu aneh dan juga tak berharga. Sama sekali tak pantas mendapatkan kepedulianmu.”

Kyuhyun mencengkeram bahu Hye Gyo dan memeluknya erat, meski terus saja Hye Gyo mencoba melepaskan pelukan Kyuhyun. Dari kejauhan, terlihat namja itu melepaskan kacamata bodohnya dan mengusap pelan air matanya.

“Semua pekerjaanku selesai. Mungkin sebaiknya aku pergi dari sini.”

Meski ia terlihat kuat dan dengan kasar sudah menghapus air mata bodohnya, tetap saja terlihat gurat kesedihan dalam langkahnya menuju mobil hitamnya. “Kanada, tunggu aku.”

.

“Cut!”

.

Riuh tepuk tangan menandakan jika syuting hari itu sudah selesai. “Wah ini sangat menyentuh. Apalagi melihat wajahmu yang begitu terluka, aku sampai menahan nafas dan hasratku untuk memukuli si bodoh ini.”

Zhoumi menjitak pelan kepala Kyuhyun dan tersenyum pada Sungmin. Membuat Kyuhyun kesal dan menonjok kecil perut Zhoumi. Namun mata Kyuhyun tak mungkin salah. Seperti ia sudah mengenal Sungmin begitu lama, ia tahu ada yang salah dengan Sungmin.

Sungmin terus saja tersenyum dan berbicara dengan Hye Gyo maupun kru yang lain. Dengan Zhoumi tentunya. Dan Kyuhyun hanya diam.

“Baiklah, sekarang tinggal take untuk epilognya. Kehidupan bahagia Han Ji Eun dan Kim Sung Hyun.” Kangin menatap Sungmin dan menepuk bahunya. “Dan aktingmu yang tadi, sungguh aku ingin menangis dan sangat kesal dengan Kyuhyun, kau keren.”

“Ah, gomawo.” Sungmin membungkuk sekilas. “Aku harus kembali ke dorm. Menyiapkan semua barangku untuk pindah ke hotel. Mungkin  setelah ini aku akan liburan dulu.” Sungmin menatap Zhoumi. “Boleh ‘kan?”

“Nde tentu saja. Aku akan memesankan kamar di hotel yang sama denganku.”

“Ah, Gomawo.”

Zhoumi dan Sungmin pergi dari tempat itu. Urusan mereka sudah selesai dan scene untuk Sungmin sudah habis. Tinggal Kyuhyun dan Hye Gyo yang akan melakukan beberapa scene lagi sebagai epilog kecil dari akhir cerita.

Zhoumi dan Sungmin, tak menyadari tatapan dingin dari mata obsidian yang seakan siap menerkam mereka. Namja itu menggenggam kuat kepalan tangannya, ia sungguh membencinya. Ketika harus bersaing dengan Zhoumi.

“Kyu, kau ditunggu oleh penata riasmu. Dan kau juga harus mengganti pakaianmu.” Suara Hae seperti angin lalu bagi Kyuhyun. Hingga sebuah tepukan di bahu Kyuhyun menyadarkannya. “Kyu…”

“Ah nde…. baiklah.”

Dengan perasaan yang berkecamuk, Kyuhyun melangkah malas menuju satu ruangan kecil di cafe itu. Hanya scene yang sekitar lima menit untuk menutup film yang ia mainkan. Namun scene itu sukses menahannya untuk tetap berada di lokasi dan membiarkan Sungmin bersama dengan Zhoumi sepanjang malam.

“Ah, sial.”

Kyuhyun menggumam lirih saat melihat jam yang melingkar ditangannya. Ini bahkan masih siang. Karena mereka memang take dari dini hari tadi. Mencari suasana yang sangat romantis dan penuh dengan embun pagi. Juga mencari waktu yang tepat di cafe, dan mempersiapkan semuanya.

Sesungguhnya, Kyuhyun sudah tak tahan untuk mengejar Sungmin dan melemparinya dengan begitu banyak pertanyaan. “Ayo Kyu, semuanya sudah menunggumu.” Lagi-lagi, suara Hae memecah pikiran Kyuhyun.

.

.

.

Kyuhyun memandang lemas semua barang bawaannya. Ia sedikit melirik Hae yang juga pada kenyataannya namja itu juga meliriknya. Merea kini sedang duduk di ruang tamu. Sama-sama beristirahat setelah menyelesaikan persiapan pulang mereka dari Jeju.

“Apa?”

“Kenapa melihatku seperti itu? Kau semakin aneh setiap harinya, Kyu.”

“Tahu apa kau ini? Dasar, suka mengada-ada. Sudahlah, lebih baik kau menyiapkan kepulangan kita besok.”

Hae diam. Ia duduk mendekekati Kyuhyun. “Eh, apakah kau tak merasa aneh?” Dan Kyuhyun hanya menanggapi dengan malas. “Aneh, Sungmin terlihat aneh. Katakan padaku, apa yang kau lakukan?”

“Memangnya apa? Aku tak melakukan apapun.”

Wajah polos Kyuhyun itu hanya mengundang helaan nafas kesal dari Hae. Ia menjitak pelan kepala Kyuhyun. “Aku ini lebih berpengalaman. Meski kau artisku, bukan berarti kau lebih pintar dariku. Sudahlah, aku tahu semuanya. Aku akan pulang besok. “

“Eh? Apa maksudmu? Aku tidak…”

Hae hanya tersenyum kecil dan menepuk bahu Kyuhyun. Ia terlalu dekat dengan Kyuhyun dan tahu pasti apa yang terjadi dengan Kyuhyun. “Bersenang-senanglah dengan Sungmin. Besok kau harus sudah meninggalkan dorm ini, dan aku sudah memesan kamar di hotel yang sama dengan Sungmin.”

Kyuhyun hanya diam, ia menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan Hae. Hae kemudian meraih kantongnya dan memberikan sebuah kunci pas pada Kyuhyun. “Ini kuncinya.”

“Kau!”

“Tak usah berpura-pura marah. Sudahlah, aku akan mengatur ulang semua jadwalmu. Nikmati satu minggu liburanmu.”

Kyuhyun tersenyum menatap punggung Hae yang perlahan mulai menjauh, “Hae-ah… “

“Mwo?”

“Kau yang terbaik.”

“Aku tahu.” Hae tersenyum dan kembali berjalan menuju kamarnya. Disana ia kembali tersenyum kecil saat matanya menemukan sosok lain disana. “Hei…”

“Hei….”

.

.

“Jadi bagaimana? Kau akan kemana selama seminggu ini?”

Hae duduk santai di balkon kamarnya. Ia menatap Hyukkie dan menyeretnya untuk duduk disisinya. Hae mencoba menyusuri kedalam mata Hyukkie. Ia mencari apa yang sebenarnya ada dalam pikiran namja itu.

“Sudahlah, bukankah kita sudah berteman. Kenapa masih sedingin ini denganku?”

“Aku hanya mengkhawatirkan Sungmin hyung.” Mata Hyukkie menerawang melihat kearah langit hitam yang terlihat indah dengan hamparan bintangnya. “Dia lebih murung beberapahari ini.”

“Sudah kuduga, pasti ada yang salah dengan artismu itu.”

Hyukkie memutar tubuhnya, melipat kedua kakinya dan memeluk lututnya. Ia memiringkan kepalanya dan menatap Hae. “Sungmin tak pernah seperti ini sebelumnya. Setelah apa yang terjadi malam itu kukira semuanya akan baik-baik saja. Tapi ternyata malah semakin hari, ia semakin pendiam. Aku tahu, dia mencoba tersenyum. Tapi aku tak bodoh jika tak melihat kesedihannya.”

Hae merangkul bahu Hyukkie dan memeluknya. “Dia akan baik-baik saja. Kurasa mereka berdua memang butuh waktu. Kyu itu memang payah.”

“Heum, dia bukan payah. Dia juga angkuh dan menyebalkan. Bodoh.”

Dan Hae hanya tersenyum. Ia terlalu sibuk mencium wangi Hyukkie. Meski hanya wangi shampo yang terus menguar dari rambutnya yang masih basah tapi tetap saja semua yang ada dalam diri Hae tertarik lebih dalam.

Dan Hyukkie, dia mulai sadar ada yang salah saat itu. “Hei, siapa yang mengijinkanmu memelukku?”

“Biarkan seperti ini Hyukkie, kau wangi sekali.”

Sedikit merinding saat merasakan nafas Hae berhembus di leher dan telinganya. Namun Hyukkie harus bisa menahan semuanya, rasa kesal, emosinya juga perasaan ingin membalas pelukan Hae. Ia tahu, mulai ada yang salah dengan pikirannya.

.

.

.

Kyuhyun menyeret malas kopernya pagi itu. Hae sudah pergi pagi sekali, bahkan sebelum ia bangun. Dan kamar Sungmin juga Hyukkie sudah kosong. Ini memang masih pagi bagi Kyuhyun. Setidaknya jam belum melewati pukul 12 siang. Jadi ini masih pagi.

“Baru juga jam 11, sudah tak ada orang. Keterlaluan.”

Kyuhyun terus mengoceh disepanjang jalan. Jarak dorm ke hotel memang cukup dekat, dan dengan sedikit penyamaran, ia bisa menghindari serbuan fansnya. Ia masih ingin tidur setelah semalaman tak bisa tidur.

Ia terus memikirkan satu hal yang semakin membuatnya gila. Hingga akhirnya ia menemukan hot spring spot. Satu tempat pemandian air panas yang ada di dekat sauna. Ia memutuskannya. “Aku akan kesana.”

Kyuhyun masuk ke dalam lift bersama satu orang bellboy. Ia menuju kamarnya. Masuk kedalam satu kamar yang cukup luas dengan fasilitas yang begitu mewah. Ia segera mengambil bathrobe-nya dan bersiap mandi.

“Huh…. siang ini indah.”

.

.

.

Pintu kamar 137 itu masih tertutup rapat. Seorang namja yang ada didalamnya sudah berpakaian rapih dan mungkin ia akan keluar sore ini. Ia membawa satu kamera kecil bersamanya dan bersiap meninggalkan kamar di hotel itu, hingga…

.

Ceklek….

.

“Kau?”

Dia menatap kesal namja yang keluar dari kamar yang ada didepan kamarnya. “Kenapa kau lagi? Apa tak bosan menggangguku di dorm? Dan sekarang kamarmu malah ada didepan kamarku.”

“Hehe, Lee Sungmin. Aku sama sekali tak berniat jika kamarku akan sedekat ini dengan kamarmu. Aku hanya asal pesan. Sudah, kau terlalu percaya diri.”

“Kau gila!”

Sungmin mengumpat kesal menatap punggung Kyuhyun yang semakin lama semakin menjauh. Namun tiba-tiba saja punggung itu berhenti dan Sungmin ikut menghentikan langkahnya.

“Apa lagi kali ini?”

Kyuhyun menyeringai kecil dan menyandarkan tubuhnya pada lorong hotel. “Kau mau kemana?”

“Bukan urusanmu.”

Kyuhyun kembali tersenyum dan kemudian dengan cepat ia menyeret Sungmin untuk ikut bersamanya. “Kajja!”

“Eh, aku tak mau pergi denganmu. Lepaskan aku.”

“Sudah ikut saja.”

“Aku akan menghajarmu.”

“Kau bisa lakukan itu nanti.”

“Cho Kyuhyun!!” Sungmin berteriak kesal, tapi bukannya melepaskan Sungmin Kyuhyun hanya menghentikan langkahnya dan membutar tubuhnya. Ia menarik pinggang Sungmin, membuat jarak mereka sangat dekat.

“Apa kau ingin aku menciummu? Ingat, banyak fansku disini. Bisakah kau diam?”

“B…baiklah.”

“Bagus.” Tapi bukan Kyuhyun jika dia tak bisa menggoda Sungmin. Dengan cepat ia menurunkan wajahnya dan…

.

“Kyu…”

.

Sungmin hanya bisa diam mematung. Seluruh tubuhnya bergetar. “Apa yang kau….”

“Aku bilang tak akan menciummu, bukan berarti aku tak akan melakukan hal lain. Kau manis Ming.”

“Ya!! Bukan berarti kau bebas menjilatku sembarangan!”Sungmin yang mulai mendapatkan kesadarannya segera menghapus jejak saliva dilehernya. “Kurang ajar kau!”

“Apa? Kurang? Baiklah, nanti kita teruskan.”

“Cho Kyuhyun…!!!”

Namun teriakan Sungmin hanya membuahkan kekesalan untuknya sendiri. Kyuhyun sama sekali tak mempedulikannya dan terus menyeret Sungmin untuk ikut bersamanya. Kyuhyun, secretly smilling. Heum, dia suka sekali melihat Sungmin seperti itu. Ekspresi Sungmin, membuatnya semakin gemas dan jatuh hati pada sosok yang terus mengumpatnya di belakangnya.

.

.

Mereka terus berjalan menyusuri jalanan kecil dan berliku di tepi Lautan Jeju hingga akhirnya mereka melihat satu air terjun yang sangat indah. “Lihatlah, bukankah ini indah. Selamat datang di Jeongbang waterfall.”

Dan Sungmin, ia tersenyum dan langsung berlari mendekati air terjun yang mengalir deras. “Ini sempurna. Bagaimana kau tahu jalan untuk kemari?”

“Masalah mudah, ini.” Kyuhyun mengeluarkan satu kertas lebar yang ia lipat menjadi kecil dari dalam jaketnya. “Panduan untuk turis. Peta pulau Jeju.”

“Huh, sudah kuduga. Artis sepertimu mana tahu tempat seperti ini. Untung saja kita tidak tersesat.”

Sungmin menikmati keindahan pemandangan disekitar air terjun. Tak banyak orang disana. Hanya beberapa turis asing yang sedang menikmati pemandangan dan berfoto. Dan Kyuhyun, ia sibuk menikmati pemandangan indah lainnya. Apalagi kalau bukan pemandangan seorang namja yang terus melompat kesana kemari dan terlihat bahagia menendang hamparan pasir putih dan bermain air.

Kyuhyun sibuk melihat Sungmin. Dan untuk kali ini, mereka terlihat benar-benar akrab. Kyuhyun sedang duduk di salah satu batu , hingga akhirnya hari sudah menjelang sore dan Sungmin berjalan mendekatinya.

“Sudah puas bermainnya?”

“Sebenarnya belum, tapi aku lapar.”

“Baiklah kita makan.” Kyuhyun segera beranjak dari duduknya dan langkahnya terhenti saat Sungmin menahan tangannya. “Apa?”

“Aku ingin masak saja, kita pulang ke hotel.”

“Baiklah.”

Namun semua ternyata tak sesuai rencana. Kyuhyun dan Sungmin, kembali berjalan menuju hotel dan sayangnya ditengah perjalanan hujan turun dengan deras. Membuat mereka harus berteduh ditengah rimbunnya pepohonan yang ada disana.

.

.

Hari sudah mulai gelap, tapi hujan tetap saja tak berhenti. Sungmin sudah mulai kedinginan dan juga sangat lapar. “Kyu, kenapa hujannya tak berhenti.”

Sungmin menggumam lirih, ia sungguh kedinginan dan lapar. Kyuhyun hanya melirik pada Sungmin yang memang duduk disampinya. Dan mata Kyuhyun menemukan cahaya terang dikegelapan sore hari yang tak jauh dari posisi mereka.

“Lihatlah, mungkin kita bisa menginap disana.”

Mereka berjalan pelan dan dengan sisa tenaganya, Sungmin berusaha mengikuti langkah Kyuhyun. Dan mereka sampai didepan sebuah rumah kecil dengan pintu kayu, yang sepertinya rumah itu sangat tua.

“Annyeong! Apakah ada orang?”

Dan tak lama, setelah Kyuhyun mengetuk rumah itu seorang nenek tua keluar dari rumahnya. Tersenyum pada mereka dan mempersilahkan mereka untuk masuk.

“Silahkan masuk, aku akan membuatkan kalian minuman hangat.” Kemudian nenek itu keluar dari sebuah kamar kecil. “Meski rumahku kecil, tapi aku punya kamar kosong dan pakaian yang mungkin bisa kalian pakai, akan sangat dingin jika kalian terus memakai pakaian basahmu. Kamarnya yang ada disana.”

“Gomawo, aku akan membayar semua kebaikan nenek.”

Sungmin menyikut Kyuhyun dan menatapnya tajam. “Apa-apaan kau?” Kemudian ia tersenyum pada nenek itu. “Gomawo Halmeoni. Maaf sudah merepotkan.” Nenek itu hanya mengagguk kecil dan tersenyum pada Sungmin.

Dan nenek itu kemudian pergi ke satu dapur kecil. Tanpa Kyuhyun ataupun Sungmin sadari, Nenek itu tersenyum dan berhenti menatap satu rak arak bunga buatannya sendiri.

“Aku akan mengujinya pada kalian. Selamat datang.”

Nenek itu tersenyum dan memutar tubuhnya, menatap punggung Sungmin dan Kyuhyun yang semakin lama semakin menjauh. Nenek yang begitu misterius dan aneh. Kemudian dia melangkah menuju dapur dan mulai menyiapkan makan malam.

.

.

Kibum House

.

.

“Apa yang kau lakukan dirumahku.” Kibum menatap tenda kecil di belakang Siwon. Ia menghela nafasnya dan membenarkan kacamatanya. “Tak ada yang menginginkanmu disini. Bawa pergi semua kekonyolanmu.”

Kibum hendak masuk kedalam rumahnya. Namun saat ia memasukkan kode kunci rumahnya yang baru, lengan Siwon memeluknya dengan erat dari belakang. Namja itu menghembuskan nafas hangatnya ke leher Kibum.

“Jebal, aku merindukanmu. Biarkan aku menjelaskan dulu semuanya padamu?”

.

Kim Kibum POV

.

Aku baru saja pulang dari Busan. Dua hari disana benar-benar menguras tenagaku. Mengurus perusahaan Harabeoji setelah Heechul Noona menyerah dan lebih memilih mengurus butiknya.

Aku tak marah lagi dengan Heechul Noona. Aku tahu, dia sudah berusaha memberikan yang terbaik untukku, tapi rasanya… semua ini tetap saja…

Aku hanya bisa menatap kesal pada namja yang duduk di tangga depan rumahku. Melihat tenda bodohnya dan juga kompor kecil yang ada di depan tendanya. Apa dia pikir halaman rumahku ini lapangan? Seenaknya saja berkemah didepan rumahku.

Aku sungguh kesal dengannya, sampai sekarang. Masih segar dalam ingatanku, saat ia terus memaksa Heechul noona untuk melakukan hal menjijikkan itu. Dia tak pernah memikirkan bagaimana perasaanku. Meski akhirnya Heechul Noona tak melayaninya, tetap saja aku membenci namja bodoh ini.

Wajahnya yang tampan dan kesuksesannya sama sekali tak membutakanku. Aku semakin membencinya. Masih segar dalam ingatanku, kejadian lima tahun lalu. Dimana Heechul Noona memaksanya untukmembujukku agar aku tak pergi keluar negeri.

Mengapa harus Heechul noona? Mengapa dia tak mencegahku dengan keinginannya sendiri? Aku benar-benar membencinya. Sangat sulit untukku ketika mengingat semua ejekannya padaku. Aku tahu aku aneh, konyol dan bahkan menjijikkan.

Aku hanya tak mau orang lain berteman denganku hanya karena aku keren atau tampan. Aku kaya atau bahkan karena uangku banyak dan mobilku bagus. Aku lebih suka kesekolah naik sepeda dan menyembunyikan diriku.

Banyak antara mereka yang menanyakan kebenaran bahwa aku dan Heechul Noona adalah saudara. Heechul Noona, dia cantik, sexy dan anggun. Sangat berkelas dan juga pintar. Dia baik pada semua orang meski terkadang galak dan tegas. Dia primadona di sekolahku.

Dan hal yang terpenting, dia menyayangiku.

Aku sadar, aku tak membencinya. Dia yang menjauhiku hingga aku pun malas berdekatan dengannya. Semua karena Choi Siwon. Namja itu sungguh merusak persaudaraan kami.

Huh…. dan namja ini sekarang mengikutiku kemana-mana. Apa tak ada hal lain yang bisa ia lakukan selain menggangguku?

“Berhenti mengikutiku, aku mau mandi.”

“Oh, baiklah. Aku akan menunggumu.”

Huh…. lihatlah wajah tampan yang terlihat bodoh itu. Aku tahu, aku sudah melukainya. Tapi ini belum seberapa dibanding semua perlakuan dan perkataannya padaku. Semua kemunafikannya didepan Heechul noona. Berteman denganku hanya untuk menarik hati Heechul Noona.

Meski sudah berkali-kali meminta maaf, aku tetap tak bisa memaafkannya. Pernah aku mencobanya satu kali. Memberinya kesempatan. Saat terakhir itu, saat hari kelulusan Heechul Noona. Saat dimana Heechul noona akan berangkat ke Paris.

Saat dimana Siwon mungkin mulai merasakan perasaannya padaku setelah dua tahun Heechul Noona mengajukan permohonan ke sekolah untuk mendapatkan beasiswa ke Paris. Masuk ke sekolah Fashion yang ternama memang tidak mudah.

Heechul Noona, dia memang dua tingkat diatas kami. Perpisahan itu berjalan dengan biasa saja. Hingga akhirnya saat pulang dari bandara, ia memaksaku untuk mengikutinya.

.

Flashback Off

.

“Untuk apa kita kemari? Kita sudah selesai dan aku akan pulang ke rumah harabeoji-ku.”

“Bummie… Cobalah denganku.”

Wajah memelasnya membuatku mengingat semua kebaikan Noona, hingga akhirnya aku menuruti keinginannya. Mencoba memaafkannya. Mungkin setelah kepergian Heechul noona dia akan sedikit berubah.

.

.

Ini adalah kencan pertama kami, setelah mungkin tiga bulan lebih aku mengacuhkannya. Sungguh sulit memulai hubungan dengan orang yang sempat kau benci. Aku mulai menerimanya.

Membiarkannya masuk kedalam hidupku. Meski aku tetap mengacuhkannya. Dan hingga pada pertengahan tahun kedua sekolah kami, dan hubungan kami yang memang sudah cukup baik. Aku sudah mulai membuka diri padanya. Satu hal buruk terjadi saat itu.

Sore itu adalah sore yang indah dengan puluhan bahkan ribuan kelopak bunga yang menghiasi taman kota yang menjadi tempat pertemuan kami. Seperti biasa, aku selalu datang terlambat dalam kencan aneh ini.

Meski kuakui aku senang, tapi bukan berarti aku bisa memperlakukannya dengan baik. Dia bahkan tak pernah menciumku. Apakah perasaannya itu sungguh-sungguh atau hanya untuk menyenangkan Heechul noona? Tak ada yang tahu.

Aku terus berjalan menuju salah satu meja di taman itu. Meja dengan dua kursi panjang yang saling berhadapan. Membawa satu tas kecil berisi camilan buatanku sendiri. Aku ingin sedikit memperlakukannya dengan baik.

Hingga akhirnya, tanpa aku tahu…

Tanpa aku mengetahui kebohongan dan kemunafikannya…

Aku berhenti ditampatku berdiri saat ini. Menatap bayangan seorang yeoja cantik dengan rambut coklatnya yang begitu indah, dan aku sangat mengenal sosok itu. Meski tak bisa kudengar apa yang mereka bicarakan, tapi aku bisa melihat senyuman kebahagiaan di mata Siwon.

Aku menjatuhkan tasku, tak sengaja aku melakukannya dan itu berhasil mengundang perhatian mereka. Aku segera lari dan meninggalkan mereka.

“Bummie, berhenti! Dengarkan aku dulu!”

Kudengar suara Heechul Noona berteriak memanggilku. Dan hari itu juga aku memutuskan untuk mengambil penerbangan malam dan pergi ke Kanada. Menenangkan diriku disana.

.

Flashback Off

.

Aku keluar dari kamar mandi dan dia masih ada disana. Aku sungguh benci melihatnya menatapku seperti itu. Seakan ia siap memakanku dan menghabisiku sekarang juga.

“Kenapa melihatku seperti itu? Jika memang tak begitu penting, kau pulang saja aku tak butuh kau untuk ada disini.”

Namun ia sama sekali tak bergeming, bahkan berkedip pun tidak. Dia ini benar-benar mengesalkan. Aku berjalan menuju dapurku. Membuat sekedar kopi hangat untuk tamu yang sangat tak kuinginkan itu.

.

KimKibum POV end

.

Choi Siwon POV

.

Apakah dia mau menggodaku? Dengan kaos yang sangat kebesaran baginya itu, juga dengan memakai boxer pendek yang seakan tenggelam oleh panjang kaosnya. Dia sangat ….

Entahlah, jika seperti ini aku tak akan bisa mengontrol diriku lagi. Ada sesuatu yang begitu terasa panas dan bergejolak dalam tubuhku. Ada sesuatu yang seakan membakarku saat melihatnya dari jarak yang sangat dekat seperti ini.

Keringat mulai mengalir dari seluruh tubuhku. Ada satu bagian yang mulai terasa sesak saat melihat kulitnya terekspose jelas dibalik kaosnya itu. Tak ada kacamata bodoh atau laptopnya itu. Yang ada hanya rambut basah, wajah sempurna dan bibir yang seakan terus memanggilku untuk menciumnya.

Ibu jari Kibum terus mengusap bibirnya. Ekspresi yang sebenarnya biasa saja saat kau sedang memperhatikan berita yang ada di TV di depanmu. Namun menjadi tidak biasa saat aku bisa melihat betapa merahnya bibir itu. Sesekali ia menggumam kecil menanggapi berita dan sesekali juga ia bergerak untuk menyamankan duduknya.

Ini sungguh berlebihan untukku, dan aku…

“Ehmmm…”

“Apa?”

Dia menoleh padaku dan aku semakin salah tingkah. Seluruh wajahku terasa memanas saat wajah dinginnya itu terus menghadapku. “Kau ini kalau tak niat bicara, diam saja dan nikmati kopimu. Aku tak suka acara menonton beritaku terganggu.”

Dan aku sudah tak tahan lagi sekarang. Aku….

“Huh…. Wonnie, apa yang… eumhhhh…..”

Deru nafasku memburu saat aku berhasil memaksanya untuk masuk dalam rengkuhan kedua lenganku. Semakin memburu saat aku memaksa untuk merasakan bibir yang sangat ….

“Eumhhh….”

.

.

.

2bEEcON

Bagaimana kelanjutannya? Mianhe jika Updatenya lama banget. GamsaHAE untuk yang tetap setia menanti FF ini.

Gamsahae udah bersama author and all pure couple. Especially KYUMIN

22 thoughts on “SECRET HEART || CH. 9 || KYUMIN || YAOI ||

  1. aku readers baru! mw cment dri part awal mpe 9 dlu X)

    min! dah mlakukan ‘itu’ tetep aj jutek! tpi sukan kn wkwkwk

    wah wah,, jng2 nanti mrk brtukar tbuh >>>

  2. Ohhh….jadi drama yang di mainin KyuMin berdasarkan kisah nyata Sibum toh
    Emm,ga kisah nyata juga kyk’ny
    Soalnya kyk’e Kibum salah paham yang pas di taman…nexttt

  3. Itu nenek sihir yak? Hihi serem nih, kyumin mau diapain?? Nah, suka bgt onkey ch ini😀
    zhou kapan ktemu si mochi kak? Ishh bummie msih angkuh aja __-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s