Chicken Soup for Our Family || Sekuel Snowdrop ||Ch. 6

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

– Other SUJU and DBSK member.

– Cameo : Jungmo (Trax) as Choi Jungmo.

– Pemeran gak penting : Nenek Lampir a.k.a Yeoja gag jelas

Pairing : KYUMIN and Other Pair

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Tapi, Sungmin selalu dan akan selalu menjadi milikku#plak#ngarep#Sungmin juga milik Kyuppa#

Genre : Romance / Drama/Humor (dikit)

Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, gaje, typo(s), GS for Umma, OC, OOC, EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Summarry : “Hidup ini terdiri dari berbagai rasa dan warna. Manis, asin, terkadang juga asam. Warna merah, putih ataupun kuning, semua warna bercampur menjadi satu. Tersaji dalam sebuah mangkuk kehidupan yang akan terus berjalan dan berakhir pada kebahagiaan. Chicken Soup, satu mangkuk penuh warna, penuh rasa.”

Mianhe, Jika Storynya terasa membosankan. Mianhe juga jika konfliknya sinetron banget… #apadeh# YESUNGdahlah… Dinikmati saja

.

Be Patient with Me please. No Copas/No Bash

.

HAPPY READING

oooCHICKEN SOUP FOR OUR FAMILLYooo

.

Chapter 6

.

.

YeWok X Kim JongKi Side

.

.

“Hilangkan saja appa ! Lebih baik kami semua menghilang dari pada harus terpisah dan kehilangan.”

“Jadi itu maumu ? Anak bodoh !” Raja Peri terbang menjauh sedikit.

Wookie menatap samar pada Yesung dan Jongki, “Saranghae Hyung.” Wookie menjatuhkan tubuhnya pada tubuh Yesung dan memeluk erat namja yang sangat ia cintai itu. “Kita akan selalu bersama. Mianhe baby.” Wookie hanya mengangguk. Kemudian kembali menatap Raja Peri yang tengah bersiap dengan mantranya untuk menghilangkan semua yang ada hadapannya. “Kalian menyedihkan. Jangan pernah menyalahkanku Wookie. Karena kau memang sudah seharusnya hilang dari dunia ini.”

“Terserah Appa, aku tidak peduli.”

Raja Peri sudah mulai memutar tongkatnya. “Terkutuklah kau Putra Mahkota. Bombarda !”

“Expecto Patronum !”

“Andwe !”

“Baby !”

“Mwoya ?”

Semua mata tertuju pada namja kecil yang sudah berdiri diatas kasurnya. “Umma… Appa…”

Wookie dan Yesung memeluk tubuh gemetar Jongki. Ia baru saja melakukannya. “Kau melakukannya baby. Kau bisa…hikss…”

Wookie menangis pelan dan terus menciumi wajah putra satu-satunya itu. Sedangkan Yesung, tengah menatap tajam pada sang Raja yang terlihat masih sangat shock. “Terkejutkah ?”

“Diam kau peri rendahan !” Raja Peri terbang mendekati mereka. Ia menatap tak percaya pada namja Kecil yang kini sudah berhenti menangis itu.

“Umma…”

“Gwenchana baby, gwenchanayo.” Wookie mengusap dan memeluk sayang namja kecil yang terus saja memfokuskan pandangannya pada Raja Peri. “Jahat !”

“Bagaimana bisa ?”

Raja Peri merubah tubuhnya menjadi manusia. Ia melangkah mendekat dan hendak mengusap pipi Jongki. Wookie dan Yesung membiarkannya, tapi tidak dengan Jongki. Anak itu sudah tak menyukai Harabeojinya sendiri.

“Pelgi ! Umma hikss… Jahat, Umma…” Jongki menyembunyikan wajahnya diceruk leher Wookie.

“Wae ?” Raja Peri menatap sedih pada Wookie dan Yesung. Yesung hanya tersenyum sinis dan mengambil Jongki dari pelukan Wookie. Mendudukkannya di pangkuannya dan mencium lembut rambut anaknya itu. “Inilah sesuatu yang tak berharga yang ingin kau bunuh. Bukankah sakit, saat menyadari kau ditolak oleh cucumu sendiri ?”

Raja menggeram marah mendengar ocehan Yesung. Wookie mendekat pada Yesung dan meraih pinggang namja itu. Mencium pucuk kepala Jongki dan mengusapnya pelan. “Dia anakku, Appa. Tentu kau juga tahu jika dia keturunan peri.”

“Dan kau seharusnya sadar, Raja yang terhormat. Membunuh anakmu sendiri hanya akan menyakitimu.”

“Kau ! Peri rendahan ! Beraninya kau bicara seperti itu padaku hah ?” Emosi sang raja meningkat sekarang. Ia menatap garang pada Yesung.

Namun tiba-tiba saja Jongki memalingkan wajahnya dan menatap tajam pada Raja Peri. “Pelgi !” Raja Peri tetap tak bergeming. “Ki bilang… Pelgi !”

“Aku tak akan pergi sebelum memastikan dia mati.” Raja Peri bersiap dengan tongkatnya dan mengarahkannya pada Yesung. “Pelgi !” Jongki terus berteriak. Berdiri didepan Yesung dan membentangkan kedua tangannya seakan menghalangi Raja Peri untuk menyerang appanya. “Jahat ! Pelgi !”

Melihat wajah Jongki yang sudah basah karena menangis itu, akhirnya Raja menurunkan tangannya dan menatap lembut pada wajah tak berdosa yang kini menatapnya penuh kebencian. “Kau jangan melindungi dia, menyingkirlah !”

“Shilo, pelgi ! Umma hiks… appa…” Jongki memutar tubuhnya dan memeluk kuat leher kedua orang tuanya. Raja Peri terdiam menatap keluarga kecil anaknya itu. “Jangan katakan jika aku keterlaluan kali ini. Jangan katakan jika apa yang aku lakukan adalah suatu kesalahan.”

Yesung menatap Raja Peri yang kini berada tak jauh dari mereka. Kemudian ia mengulurkan tangan kanannya, begitu juga Wookie, mengulurkan tangan kirinya. Wookie tersenyum dan seperti mengisyaratkan Raja Peri Untuk meraih tangan mereka. “Appa, aku tahu kau sangat mencintaiku.” Wookie menatap Raja Peri dengan lembut dan mengusap pelan punggung tangannya. seakan mencoba meyakinkan Appanya.

“Kau bisa memeluknya sekarang, kurasa dia juga belum begitu menguasai semua mantranya.” Yesung tersenyum kecil dan membiarkan Raja Peri meraih tangannya. Menariknya pelan, hingga akhirnya Jongki memutar tubuhnya dan menatap penuh kebencian pada namja paruh baya yang kini hampir menangis.

“Jahat ! Appa, Ki takut Appa…”

“Gwenchana baby,” Yesung mengusap rambut basah Jongki dan mencium keningnya. “Semua akan baik-baik saja. Ayo, sapalah harabeojimu.”

“Umma, shilo… jahat !”

“Gwenchana baby,” Wookie memegang tangan Jongki dan mengulurkannya untuk menyambut uluran tangan Raja Peri. “Jongki… mianhe…”

Jongki memang mengulurkan tangannya, namun saat tangan raja peri mendekat padanya, dengan cepat ia menarik tangannya dan duduk memepetkan tubuhnya pada Yesung, seakan meminta Yesung untuk duduk lebih mundur lagi dan lagi.

Perlahan Yesung mengusap bahu Jongki dan berbisik ditelinganya, “Appa punya hadiah untukmu, jadi Jongki harus jadi anak baik.” Tapi Jongki tetap saja menggeleng dan hingga akhirnya tangan Raja Peri sampai pada pipi chubby Jongki.

Meski melihat Jongki yang ketakutan, tapi Raja Peri tetap mengusap pipi Jongki dan mencium keningnya. “Maafkan Harabeoji baby…”

.

.

Jungmo x Teukki Side

.

Teukki menatap wajah Jungmo. Heran. Tentu saja, karena namja paruh baya itu tengah menatap aneh padanya. Teukki menghentikan ocehannya dan…

.

Plakkkk …

.

“Awhhh…”

“Kya ! Apa yang kau bayangkan hah ? Kenapa tersenyum aneh begitu ?” Teukki membentak Jungmo yang memang sedari tadi dreaming. Sedangkan Jungmo hanya bisa tersenyum aneh pada Teukki dan berjanji dalam hati, jika semua yang ia khayalkan tadi akan menjadi kenyataan. “Antarkan aku pulang ke rumah Junsu, ppalli…”

“Ahni, kau akan ikut aku ke rumah anakku. Disana juga ada cucu baruku dan aku belum melihatnya.”

“Hajiman…”

“Pokoknya kau harus ikut denganku. aku tak mau mendengar apapun darimu, nae cheonsa.” Jungmo mengusap pipi Teukki dan menciumnya sekilas. “Kya ! Siapa yang mengijinkanmu menciumku. Michiyeosseo !”

Tapi Jungmo tak peduli pada protesan Teukki, ia seperti sudah terbiasa dengan suara cempreng Teukki yang selalu memarahinya. Ia kembali menjalankan mobilnya menuju rumah Siwon.

.

.

“Appa ? Teukki Ahjumma ?” Sedikit terkejut saat membuka pintu. Sedikit takpercaya juga jika calon istri yang dibawa Jungmo adalah Ummanya Sungmin.

Jungmo meraih paksa tangan Teukki dan menautkan jari mereka. Berjalan masuk ke rumah Sibum. “Kau mengenalnya ?”

“Mommommmommm…” Sebentuk makhluk kecil berjalan pelan mendekati Kibum. Ini hari libur tentu saja playgroupnya libur dan tentu juga sang appa tampan kita libur.

“Sebentar baby,” Kibum menggendong Sibum masuk. “Wonie, Appa datang !” Kibum berteriak keras hingga tersengar keselurh penjuru rumah. “Ayo Appa, ahjumma, duduk dulu. Aku akan membuatkan minum dan memanggil Wonie.

Kibum menghilang dari pandangan kedua orang dewasa itu dan heninglah suasana diantara mereka. Teukki sebenarnya kesal dengan kegilaan Jungmo, tapi setelah mengetahui jika menantu Teukki adalah Kibum yang merupakan teman Hae, agaknya sedikit mengurangi ketidaksukaannya saat ini.

“Appa…” Siwon menghampiri mereka dan duduk memangku Sibum. “Ayo, sapa Harabeoji.”

“Ji ! Yeeee ! Ji !” Baby kecil itu bertepuk senang dan menggeliat, terus mencoba turun dari pangkuan Siwon. “Kemari baby, datanglah pada Harabeoji.” Sibum segera turun dan berlari kecil ke pangkuan Jungmo. “Ommo kau tampan baby.”

“Nde, appa. Tampan seperti aku.”

“Hei, kau juga kan anakku, jadi aku lebih tampan.” Jungmo memutar tubuh Sibum dan menunjukknya dengan jemari Sibum. “Ini halmeoni mu.”

“Mwo ?” Teukki dan Siwon sama terkejutnya. “Ish, siapa yang akan menjadi istrimu ?” Teukki mencicit lirih karena gemas dengan tingkah Jungmo dan Sibum yang kini terus saja mencoba memeluk dan mengusap wajah cantik Teukki.

“Jeongmallo appa ?” Jungmo hanya mengangguk. “Benarkah ahjumma akan menjadi istri appa ? Menjadi ibuku dan juga halmeoninya Sibum ?”

“Ahni, itu … Aku…”

“Ah baguslah…” Siwon mendesah pelan dan tersenyum. Sementara Teukki terus berusaha menjelaskan yang sebenarnya pada Siwon. “Siwon, ahjuma tidak akan menggantikan Umma mu, itu semua karena…”

“Ini, tehnya datang.” Kibum meletakkan beberapa cangkir teh hangat dan juga biskuit. Ia membawa satu mangkuk kecil yang berisi bubur bayi. “Come on Sibumie, kau harus makan…”

Sibum menggeleng cepat dan menatap pada Teukki. Ia tersenyum pada Teukki dan sedikit beranjak dari pangkuan Jungmo. “Ppoopppooo…”

“Mwo…?”

“Mianhe ahjumma, tapi Sibum selalu begitu dan selalu saja minta dicium untuk setiap suapannya. Mianhe…”Kibum mendekat dan mencoba menyuapi Sibum. “Poppo Mommy…”

Sibum menggeleng cepat dan menjatuhkan tubuhnya pada Teukki. “Poppo… Poppo…” Sibum merintih dan hampir menangis, hingga dengan terpaksa, -meski dalam hatinya merasa senang- Teukki menciup pipi chubby Sibum, dan dimulailah makan sore bagi baby pervert nan pintar itu.

.

.

“Terima kasih untuk hari ini.” Jungmo mengantar Teukki pulang ke rumahnya sendiri malam itu. “Hmmm,” Teukki hanya mengangguk lemas. Ia berbalik hendak meninggalkan Jungmo, tapi sebuah suara berhasil menhentikan langkahnya.

“Mianhe Choi Jung Soo.”

“Aku bukan Choi.”

“Tapi akan segera menjadi Choi.”

Teukki menghela nafasnya, kesal. Ia berbalik dan menemukan namja itu berdiri begitu dekat dengannya. “Mianhe, karena telah membuatmu marah dan telah menculikmu hari ini.”

“Hhhh… Gwenchana.” Teukki kembali berbalik dan berjalan menjauhi Jungmo.

“Choi Jung Soo, saranghae !” Jungmo berteriak dari kejauhan. Seperti oang gila. “Dasar namja aneh.”

.

.

Hanchul Side

.

.

“Kya ! Ini gila !” Heechul melempar kasar tasnya. Ia menghempaskan kasar tubuhnya di atas kasur kesayangannya. “Ini tehnya, Nyonya.”

“Letakkan di meja saja, dan jangan biarkan Tuan masuk. Arra ?” Titah Heechul yang kemudian beranjak dari kasurnya dan bersiap mengganti bajunya. “Heenim-ah, mianhe aku…”

“Mian Tuan, tapi nyonya tak menginjinkan Tuan besar masuk.” Pelayan itu segera keluar dari kamar Heenchul dan memblok jalan Hangeng. “Kau mau aku pecat ? Atau kau kira, kau bekerja disini itu Heenim yang menggajimu ?”

Pelayan itu hanya menggeleng, “Hajiman, Nyonya Heechul…”

“Sudah bosan bekerja disini ?”

Akhirnya pelayan itu hanya bisa mengalah dan menyingkir dari pintu. Membiarkan namja berkacamata itu masuk, ” Tinggalkan ruangan kami. dan kuharap kalian menjauh. Mungkin membersihkan taman belakang atau sekedar jalan-jalan. Jangan kembali sebelum aku menelfon butler Kim. Arra ?”

Pelayan itu hanya mengangguk dan secepat kilat menghilang dari pandangan Hangeng. Hangeng menutup pintunya. Ia mengedarkan pandangannya dan tak menemukan sosok Heechul. Hingga dengan cepat ia berkesimpulan jika istri tercantiknya itu tengah mandi. Hangeng segera duduk di kasurnya. Pandangannya tertuju pada teh hijau milik Heechul.

“Apakah kau masih bisa marah, yeobo ?”

Hangeng mengambil satu botol aneh dan meneteskan beberapa tetes cairan yang ada di botol itu kedalam gelas teh Heechul. Dan segera ia keluar dari kamar Heechul. Menyunggingkan senyuman aneh. ‘Got ‘cha baby.’

.

.

“Pelayan ! Buatkan aku pasta saus jamur !” Heechul berteriak dari dalam kamarnya. Dan dengan cepat Hangeng masuk ke dalam kamar mereka dan menguncinya.

Ia menemukan Heechul yang tengah duduk didepan meja riasnya dan menyisir rambut panjangnya. Hangeng berjalan ke arahnya, meletakkan kedua tangannya di bahu Heechul. Menatap pada pantulan bayangan mereka di cemin.

“Neomu yeppeoso.” Hangeng tersenyum menatap pantulan wajah cantik dicermin itu, meski tak juga ia pungkiri ada sedikit ketakutan didalam hatinya, mengingat senyuman dan tatapan sengit dari istrinya itu masih belum hilang.

“Shikkuro. Pergi dari sini. Aku tak ingin kau mengganggu kesenanganku.”

“Mianhe yeobo.” Hangeng melingkarkan lengannya dileher Heechul dan menciu telinganya. “Aku benar-benar tak bermaksud melakukannya.”

“Menyingkirlah. Ishhh…” Heechul melepaskan kasar lengan Hangeng dan berjalan menuju bed mereka. Ia mengambil salah satu koleksi majalah fashionnya dan mulai meminum tehnya. “Kenapa malah mengikutiku terus ?” Heechul mendesah kesal.

Kini Hangeng duduk di tepi kasur dan memangku kedua kaki Heechul. Memijatnya pelan. “Mianhe yeobo…”

“Kali ini tak termaafkan, Tuan Cho Hangeng yang sangat egois dan menyebalkan.”

“Tapi aku benar-benar tak tahu jika Tuan Park akan memintaku bertemu terus.”

“Iya, dan kau terus saja berbisnis dengannya.” Heechul menatapnya tajam dan membanting kasar majalahnya. “Kau pikir, aku hanya cukup hidup dengan uangmu ? Apa tidak bisa, kita menikmati liburan yang benar- benar bisa kusebut liburan tanpa embel-embel bisnis.”

Heechul tersenyum meremehkan dan menyilangkan kedua lengannya di dadanya. Sedikit menonjolkan belahan dada yang memang dapat dilihat jelas di balik balutan piyama kimononya.

Hangeng bersusah payah menahan hasratnya. Untuk kali ini, ia harus sabar dulu. “Mianhe. Tadinya aku juga berencana untuk benar-benar liburan tapi…”

“Tapi kau malah mengusrus bisnismu dengan Park jelek yang menyebalkan itu. Kenapa juga dia harus ada di China ? Kenapa juga dia harus bertemu denganmu. Haishhhh… menyebalkan !” Heechul meneguk habis tehnya. Menurutnya, teh itu dapat menenangkan pikirannya. Dan tak pernah terlintas jika akan ada sesuatu di dalam teh itu.

Perlahan ia menggeliat dan merasa panas. Sudah hapal dengan tingkah Hangeng, Heechul menatap penuh selidik pada suaminya yang masih setia memijit kakinya. “Apa yang kau masukkan dalam tehku.”

“Ahni, memasukkan apa ? Kau kan lihat, aku baru masuk.”

“Hhhhh… jangan ahhh bohong Hanniehhh…” Heechul berusaha keras tetap berbicara dengan nada kesalnya yang malah semakin terdengar seksi karena desahan erotis yang keluar bersama setiap perkataan Heechul.

“Hhhhh… Hannie… akuhhh…” Secepat kilat, Heechul melingkarkan lengannya di leher Hangeng dan langsung menyambar bibir namja itu. Menciumnya penuh nafsu yang sangat menuntut untuk segera dituntaskan.

Hangeng sendiri tidak tinggal diam. Ia menarik tubuh Heechul semakin dekat ke pelukannya dan mengusap pelan punggungnya, menekan tengkuknya memperdalam ciuman mereka.

Tangan Hangeng yang lain sudah menurunkan sedikit demi sedikit baju Kimono Heechul dan terlihatlah bahu putih yang siap untuk digigit. Hangeng terus menurunkan dan menarik ikatan kimono Heechul dan terlihatlah payudara yang masih terlihat segar dengan ukuran yang besar itu sudah menengang.

“Ouhhhh… Hannie…ahhhhssss… lebih ahhh…”

Heechul melenguh dan melepaskan ciuman mereka. Hangeng meremas kuat payudaranya. Dan menghisap kasar nipplenya. Perlahan Hangeng menari tubuh Heechul dan menidurkannya. Secepat kilat menindihnya dan mencium kasar seluruh kulit di tubuh putih itu.

“Hannn… ahhhh… ouuhhhh Hannie… akkhhhhh…”

Hangeng terus menghisap dan memainkan nipple Heechul. Sementara tangannya sudah bergreliya dan menekan klitoris Heechul. Memainkan dan mencubitinya. Membuat tubuh Heechul langsung menggelinjang kuat. Menahan semua sensasi yang diterima tubuhnya.

“Ouhhh Hannie masukkan sajah… ahhhh… jangan… ahhhh … oouuuhhh… “

Dengan tergesa-gesa, Hangeng melepas cepat kaitan ikat pinggangnya dan menurunkan sedikit cemana dan underwearnya, membebaskan Little Cho yang sudah sangat merindukan pasangannya.

“Ahhhhh… Hannie… ahhhh … terusss… ahhahhhh…”

“Ouhhh kau nikmat Heehee… ouhhh… sangat nikmathhh… ahhhh…”

.

.

Paris, Perancis.

KyuMin Side

.

.

“Memangnya kotor kenapa ?” Pikiran Sungmin yang mulai mengerti dengan maksud pervert Kyuhyun, kini malah sengaja membalik keadaan dan menggoda Kyuhyun.

“Ya kotor chagi,” Kyuhyun kembali duduk di kasur setelah meletakkan mantel Sungmin. “So, shall we start ?”

Sungmin hanya mengangguk pelan dan bergumam lirih tapi masih bisa didengar oleh Kyuhyun. “Starting what ?” Sungmin melirik nakal pada Kyuhyun. Jemarinya sudah berjalan di selangkangan Kyuhyun mencoba menarik sesuatu yang masih tidur untuk segera bangun dan menuntaskan semuanya.

“Ming, aku tau kau mengerti maksudku. Dan sebaiknya jangan menggodaku karena aku bisa menghajarmu sangat keras nanti.”

Tapi Sungmin malah menggeleng imut dan kemudian meremas pelan junior Kyuhyun. Ia mendekatkan tubuhnya pada Kyuhyun dan menjilat sekilas liang telinga Kyuhyun. “Aku mau yang pelan tapi euhhhh…” Sungmin menggigit pelan bibir bawahnya seakan menggoda Evil yang ada didalam diri Kyuhyun untuk bangkit. Kyuhyun tersenyum dan menggeleng tak percaya, “Aku akan bayar pajakku, Kyuhyunie.”

Lengan Sungmin melingkar indah di leher Kyuhyun. Kyuhyun mengangkat sedikit tubuh Sungmin dan membaringkannya di tengah kasur. Mengusap pipi chubby Sungmin dan menciuminya ringan. Hingga akhirnya ciumannya berhenti di mulut Sungmin dan dengan cepat Kyuhyun menyusupkan lidahnya, mencari satu rasa yang selalu menjadi candu untuknya.

.

.

Pagi yang indah di Paris. Seakan sinar mataharinya tak mengganggu sama sekali, kedua namja itu masih bergumul di bawah hangatnya selimut mereka. Menutupi tubuh yang masih naked dan menempel satu sama lain. Perlahan Kyuhyun mmebuka matanya dan menemukan wajah cantik yang masih tertidur pulas disisinya. Junior yang masih tertanam sempurna di hole Sungmin, seakan mempermudah apa yang ingin ia lakukan pagi ini.

“Let’s do morning sex baby…”

Kyuhyun mulai menjilat bibir Sungmin dan melumatnya pelan. Menaikkan kedua kaki Sungmin pada bahunya dan memijat junior yang masih tertidur. ‘Ah, hanya menatapmu saja little Cho sudah bangun.’ Memang, junior Kyuhyun tengah menegang kembali.

Perlahan lidah Kyuhyun menjelajah di dada Sungmin. Menekan dan menghisap kecil nipple yang masid sangat merah hasil percintaannya semalam. Tangan Kyuhyun meremas dada kiri Sungmin, sedangkan lidahnya terus menghisap kuat nipple Sungmin.

“Eummhhhh…” Sungmin mulai melenguh pelan dan membuka matanya. “Kyuhh… apa yang… ahhhhh Kyuhhh…”

Perlahan Kyuhyun menggerakkan tubuhnya dan melumat kasar nipple Sungmin. Menekan dan menghisapnya terus menerus. Tangan Kyuhyun sudah mengocok junior Sungmin seiring dengan genjotannya yang cepat dan dalam.

“Ahhhhhssshhh …” Sungmin mendesis pelan merasakan junior Kyuhyun yang memenuhi holenya.

“Uhhhh… Minnn kau selalu nikmat… ahhhh… ahhhh…”

“Uhh Kyuhhhh… deeper… akkhhhhh theree ! Ouhhh… ini nikmat terus Kyuhhh… “

Sungmin terus berteriak meracau tak jelas. Ia meremas kuat bantalnya dan tubuhnya semakin menggelinjang tak jelas karena mendapatkan tiga servis di titik sensitifnya.

“Ahhhh … Kyuhhh…”

“Nde Minnie… ahhh… kau …uhhhh…”

“Aku hampir sam… ahhhh … “

“Bersama Minnhhhh…”

Kyuhyun mempercepat genjotannya dan semakin menusuk dalam hole Sungmin. Jempolnya telah menutup ujung junior Sungmin , menahan Sungmin untuk cum duluan.

“Please… ahhh Kkyuhhh…”

“Brsama Min… ahhh… ahh… sebentar ahhhh…”

“Kyuhhhh… ahhhsss… Kyuhhhhh… please…ahhh…”

“Minaa…ahhhhhsss…aaahhhh… ahhh… ahhh…”

Kyuhyun menembakkan spermanya untuk keberapa kalinya di hole Sungmin. Sedangkan cairan Sungmin sudah menyebar entah kemana saja. Nafas keduanya terasa berat dan sesak. Saling bertatapan dan juga tersenyum. Kyuhyun mendekati wajah Sungmin dan menciumnya.

“Ahhhhh… “

Sungmin sedikit mendesah saat junior Kyuhyun ikut bergerak. “Mau lagi eoh ?”

Sungmin menggeleng pelan. Tapi, tidak dengan Kyuhyun. Inilah saat yang benar-benar ia tunggu, bercinta dengan Sungmin setiap hari. Kyuhyun memulai lagi ronde baru di pagi itu. Menggerakka pelan juniornya yang asih ada didalam hole Sungmin.

“Kyuhhh, aku lelahh… please… ahhhh… Kyuhhh…”

“Kau lelah ? Jika lelah, nikmati saja. Biarkan aku yang bekerja.”

.

Love U More, Love U More, Love U More
Nae mam soge inneun neol
Love U More, Love U More
Ne sumgyeori nae mamsoge inneun geol

.

Bunyi tone ponsel Sungmin terdengar keras dan sedikit mengganggu percintaan kedua namja ini. Kyuhyun masih sibuk mencium Sungmin dan menggenjot cepat juniornya di dalam hole Sungmin. Sedangkan namja itu berusaha meraih ponselnya yang terletak di atas meja lampu tidur yang cukup jauh dari jangkauan tangannya. “Kyuhhh, ada telp… ahhhh…” Sungmin mendesah pelan, dan kesusahan bernafas sekarang.

“Biarkan saja Min… uhhhh aku selalu kecanduan tubuhmu… ahhh…” Kyuhyun terus menghisap kuat bibir Sungmin dan menyusupkan kembali lidahnya .Terus menggenjot kuat dan menusuk dalam mencari sweet spot Sungmin.

“Eummhhh ahhhh…” Meski melenguh, tapi Sungmin tetap berusaha menjangkau ponselnya. Akhirnya, dengan sedikit bergerak Sungmin bisa mendapatkan ponsel itu. ‘Donghae ?’ Sungmin membatin saat menatap layar pada ponselnya.

Perlaha ia mendorong dada Kyuhyun dan menjauhkan bibir mereka. “Waeyo ahhh … hahhhhhh… hhhh …?” Desah Kyuhyun kecewa saat kesenangannya pada bibir Sungmin dihentikan begitu saja oleh Sungmin. “Hae menelfonku. Ahhh… berhenti dulu Kyuhhh… Mungkin ada masalah di rumah, atau…hhhh…” Seperti tak peduli kyuhyun tetap saja menggenjot kasar hole Sungmin.

‘Yeobbosseoyo.’

“Nde Hae, ahhhh…waeyohhh uhhhh… ?”

‘Aku tahu ini mengganggu kalian tapi aku rasa kalian perlu tahu.’

Sedikit khawatir mendengar nada bicara Hae yang memang seperti orang ketakutan. “Memangnya ahhhh… ada apa ? Kyuhhh please… hentikan dulu… ahhh…”

‘Minhyun,’ Hae menghentikan kata-katanya sekilas. ‘Dia hilang.’

“Mwo ?” Sungmin sedikit berteriak tak percaya. Membuat Kyuhyun yang sedari tadi terus menggenjot hole Sungmin menghentikan kegiatannya. Ia segera meraih ponsel Sungmin yang merosot jatuh begitu saja di kasur.

“Hae Hyung, kau masih disana ?”

‘Nde, mianhe Kyu. Aku dan Hyukkie sudah berusaha sebaik mungkin dan mencarinya kemana-mana. Tapi dia tetap tak kami temukan.’

“Apa maksudmu ?”

‘Minhyun, dia hilang.’

.

Pliipp

.

Kyuhyun mematikan segera ponselnya. “Tenanglah Minnie, kita akan pulang hari ini juga.” Kyuhyun mengusap halus rambut Sungmin dan mencium pipi basahnya. Sungmin masih menangis lirih. Memikirkan betapa egoisnya mereka meninggalkan kedua aegyanya di rumah.

.

.

Sepanjang perjalanan, Sungmin terus saja diam. Ia mencoba kuat dan tak menangis. “Aku namja…” Sungmin menggumam lirih. Semakin merapatkan tubuhnya pada Kyu. Kyu hanya tersenyum miris dan terus menciumi pucuk rambut Sungmin. “Aku tak akan menangis Kyu…” Sungmin kembali menggumam lirih. Meremas pelan kemeja Kyuhyun dan perlahan membasahi kemeja itu dengan air matanya yang tak sanggup ia bendung lagi.

“Uljimma … Tak boleh benangis Minnie, kau namja. Dan namja tak boleh menangis.”

Sungmin menggeleng pelan, masih menenggelamkan wajahnya pada Kyuhyun. “Aku tidak menangis… Hiks… Minhyun…”

Sungmin menengadah dan menatap pada mata obsidian Kyuhyun yang seakan menghanyutkan segala perasaannya. Tangannya terulur untuk mengusap pipinya. “Minhyunie… Dia sakit …”

Kyuhyun mengangguk kecil dan berusaha keras menahan air matanya yang seakan tak bisa ia bendung lagi. “Minhyunie sakit Kyu. Bagaimana jika dia kedinginan ? Bagaimana jika dia diculik dan bagaimana jika…”

Perkataan Sungmin terhenti saat satu jari Kyuhyun menempel dan mengusap lembut bibirnya. Menciumnya sekilas. Ciuman untuk menenangkan, ciuman yang tak menuntut dan memaksa. Jemari Kyuhyun mengusap pelan sisa air mata yang kini sudah berhenti dan perlahan mengering.

Kyuhyun mengecup pelan kening Sungmin dan tersenyum hambar padanya. “Tenanglah. Minhyunie akan baik-baik saja.”

.

.

Korea, Rumah Keluarga Cho

.

.

Mobil hitam itu memasuki halaman luas di Rumah Kyuhyun. Berhenti didepan pintu dan keluarlah dua namja yang masuk dengan tergesa-gesa. Kyuhyun dan Sungmin sampai di Korea siang hari pada keesokan harinya. Mereka segera masuk dan menemukan kedua orang tua Kyuhyun tengah menikmati makan siang mereka.

“Kalian sudah pulang ?”

“Nde Umma. Appa Hae hyung kemari ?”

“Ahni, wae Kyu ?” Heechul menatap kearah Sungmin. “Minnie, kau baik-baik saja chagi ? Kenapa wajahmu sepucat ini ?” Heechul mengusap sayang pipi Sungmin dan mendudukkannya di bangku didekat kursinya. “Makanlah dulu.”

Heechul mengambilkan makanan untuk Sungmin, namun tangannya di tahan oleh Kyu. Kyu menatap sedih kedua orang tuanya, dan hal itu sukses menghentikan kegiatan Heechul dan Hangeng.

“Apa ada masalah ? Tumben sekali kau menanyakan Hae. Atau masalah dikantor dan semua kontrakmu itu ?”

Kyuhyun menggeleng lemah. Ia menatap Sungmin, mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan dingin Sungmin. “Minhyun hilang, dia diculik.”

“Mwo ?”

.

.

KyuMin side

.

Dan disinilah mereka berdua. Kedua namja itu terus berputar mengelilingi Lotte World. Kyuhyun, ia sudah menelfon Hae dan menanyakan kejadian yang sebenarnya. Dengan penuh rasa kekhawatiran, segera saja Kyuhyun dan Sungmin langsung pergi menuju Lotte World. Berharap dapat menemukan sosok mungil Minhyun diantara beribu pengunjung disana.

“Istirahat dulu Minnie, aku lihat kau semakin pucat.”

“Ahni, gwenchana.”

“Tapi Minnie…”

“Kyuhyun ! Kau tak tau perasannku, jadi diamlah !” Emosi Sungmin langsung naik. Ia benar-benar stress dan sangat takut sekarang. “Penculik itu, mereka tak sekalipun memberi kabar atau sekedar meminta uang tebusan. Aku terus berfikir Kyuhyunie.”

Kyuhyun merengkuh tubuh Sungmin kedalam pelukannya. Sungmin menangis pelan tanpa suara, hanya ucapan ungkapan kekhawatirannya yang semakin terdengar menyayat hati Kyuhyun. “Seandainya kita membawa mereka Kyuhyunie…hikkss…”

“Mianhe Minnie, aku…”

“Ahni, ini bukan salahmu. Seandainya saja penculik itu meminta uang, semua akan lebih baik. Tapi ini, mereka…hiksss… Minhyunie sakit Kyu…”

Masih segar dalam ingatan Kyuhyun, pernyataan dokter Kim padanya dan juga pada Sungmin.

.

.

Flashback On

.

.

“Mianhe, tapi kalian benar-benar harus bisa menerimanya.”

“Memangnya apa, ahjussie ?”

Dr. Kim terdiam sejenak, mengambil data hasil pemeriksaan Minhyun. “Aku sudah memeriksa catatan kesehatannya akhir-akhir ini. Dan bisa ku pastikan, dia mengidap asma dan alergi dingin.”

“Maksud Dokter ?” Sungmin menatap Dr. Kim penuh tanya. “Minhyun, dia …”

“Tenang saja, Minhyun akan baik-baik saja jika kalian menjaganya. Ia boleh memakan ice cream atau pun makanann dingin lain dengan jarak jauh. Jangan teralalu sering. Dan yang terpenting, jangan biarkan dia kedinginan. Aku belum mengetahui pastinya, apa yang akan terjadi padanya jika dia kedinginan. Tapi mungkin akan buruk dan berdampak pada asmanya.”

.

.

Flashback Off

.

Seketika mata Sungmin membulat saat melihat anak kecil seumuran Minhyun sedang berdiri ditengah kerumunan banyak orang. Sungmin berlari menghampirinya, “Minhyun-nie…” Sungmin terdiam saat menyadari anak itu bukan Minhyun. Kyuhyun yang berlari dibelakang Sungmin hanya bisa merengkuhnya ke dalam pelukannya. “Sudahlah Minnnie.”

Sungmin menggeleng cepat, “Kita harus menemukannya Kyuhyunie, Minhyun sakit. Bagaimana jika dia… Aku.. hikss…”

“Sudahlah, polisi dan Hae Hyung juga membantu kita. Tenanglah Minnie.” Kyuhyun menuntun Sungmin untuk duduk di salah satu kursi di taman Lotte World. Mengusap air mata yang terus jatuh. Menggenggam tangan dinginnya, “Kau kedinginan Minnie. Bagaimana kalau kita makan dulu, kau belum mak…”

“Ahni, aku tak akan makan sebelum Minhyun ditemukan. Bagaimana aku bisa makan enak sedangkan putri kita entah bagaimana nasibnya.” Sungmin mulai menangis dan menatap dalam pada Kyuhyun. Menyatukan kedua tangannya, dan memohon, ” Jebal Kyuhyunie, hikkss… aku ingin Minhyun… Jeball…”

Kyuhyun hanya bisa tersenyum pahit dan merengkuh Sungmin kedalam pelukannya. Menangis bersama di tengah taman itu. “Kita akan menemukannya. Kuatkan hatimu Minnie, berdo’alah semoga Minhyun baik-baik saja.”

.

.

Other Side

.

.

“Kya ! Ish anak nakal. Bisakah kau berhenti berlarian kesana kemari dirumahku ?”

Baby kecil itu menggeleng cepat. Dua orang yeoja dewasa itu hanya bisa menghela nafas kesalnya melihat satu yeoja mungil yang diketahui bernama Minhyun memberantakkan kamar mereka.

“Eonni, kenapa kau malah menculiknya. Bodoh.”

“Diamlah ! Aku juga mana tahu jika orang suruhanku malah menculik bayi yang salah.”

“Asal kau tahu eonni, bayi kecil ini lebih menyebalkan dari bayi yang seharusnya kau culik.”

Kedua yeoja itu kembali diam dan hanya bisa bersweatdrop ria melihat Minhyun mengacak-acak kabinet pakaiannya. “Hhhh, anak ini benar-benar tak bisa diatur. Aku lelah mengurusnya. Sudahlah, biarkan saja dia mengacak-acak semua isi kamar kita.

.

.

.

Te to de Be to de Ce

.

.

###CHICKEN SOUP FOR OUR FAMILLY###

.

Mianhe Jika ceritanya makin berantakkan, ya… dinikmati sajalah, author udah pasrah…

Notice :

Perbedaan waktu antara Korea dan Perancis adalah 8 jam. Jika Perancis sudah jam 07.00 pagi, maka di Korea sudah jam 15.00 atau jam 3 sore waktu KST. Dan flight dari Perancis ke Korea, 11 jam menggunakan penerbangan khusus (tanpa transit).

.

KYUMIN IS REAL.

.

10 thoughts on “Chicken Soup for Our Family || Sekuel Snowdrop ||Ch. 6

  1. Jongki.. pinter amat.. tapi tapi..
    appanya wookie jahat amat hueeee,,, TToTT

    HanChuuuuuuuuullllllllllllll…. >.<
    Han appa pake ramuan apaan tuh?? cepet bgt reaksinya..

    waduh sungmin pasti kepikiran Minhyun tuh??

    eon eon, aku tekan link chap 5 kok yang keluar chap 7. jadi loncat deh bacanya =..=

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s