EVERYTIME || KYUMIN || YAOI || ONESHOOT

EVERYTIME

Author : rainy hearT

Length : OneShoot

Rated : T to M

Cast :

-Cho Kyuhyun

-Lee Sungmin

Pairing : || KYUMIN ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

Genre : ||Fluffy Angst || Romance||

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

Summarry : || Setiap detik selalu memikirkanmu, hingga tak ada lagi ruang untuk memikirkan diriku sendiri. Aku dipenjara oleh kepayahanku, yang sama sekali tak bisa bertahan tanpamu.||

 

Another PRESENT From Me

EVERYTIME

Just KYUMIN

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

HAPPY READING

.

.

Kyumin House

.

.

Rumah megah yang begitu luas dengan beribu hamparan keindahan yang siap memukau siapa saja yang datang atau sekedar melintasi rumah megah milik Cho Kyuhyun.

Tak ada seorangpun yang tahu, apa yang tersembunyi di balik pagar besi yang menjulang tinggi yang seakan memenjara siapa saja yang ada di dalam rumah itu.

.

.

“Kumohon, bangunlah Ming….”

Satu rintihan lirih keluar dari bibir merah yang terus saja menciumi wajah pucat yang masih diam tak bergerak barang sedikitpun. Suasana di ruangan itu begitu sepi, hanya ada detak jarum jam yang terdengar nyaring memantul di keempat sisi tembok putih di kamar yang indah itu.

Wallpaper kelinci mungil putih yang ada diantara kumpulan bunga pink dan simbol love yang indah membuat kamar itu terlihat begitu indah dan ceria. Seandainya saja…

.

.

Kyuhyun kembali mengusap pelan dahi dengan kulit pucat yang sama sekali tak tertutupi oleh poni itu. Sungguh, keadaannya biasa saja. Terlihat seperti orang sehat, tanpa slang ataupun masker oksigen. Pakaiannya pun selalu wangi dengan warna ceria. Tapi  jika saja mereka mau melihat lebih dekat, masuk ke dalam kamar itu atau bahkan mau menyelami kesedihan yang terpancar dimata Kyuhyun, mereka akan tahu apa yang terjadi.

“Hikss….”

Kyuhyun tak bisa menahan air matanya lagi, ia sungguh merasa bersalah dan seluruh pikirannya penuh dengan luka. Ia terluka, sama terlukanya dengan Sungmin. Ia kecewa dan bersalah, begitu takutnya hingga tak bisa memaafkan dirinya sendiri meski  Sungmin mungkin sudah memaafkannya.

“Kumohon, Ming…. hukum aku. Ayo pukul aku…”

Aliran air mata itu perlahan keluar dari mata foxy Sungmin yang begitu redup. Biasanya mata itu akan sangat bercahaya dan selalu memancarkan kebahagiaan. Tapi, apa yang terjadi sekarang adalah tubuh dengan mata cantik itu seakan enggan untuk hidup lagi.

Sungmin, seharusnya ia bisa melakukan apapun. Tapi sekarang, ia hanya bisa menangis. Tak pernah ada suara selirih apapun keluar dari bibir merahnya. Tak pernah ada satu cubitan pun yang biasa ia berikan untuk Kyuhyun atau orang lain yang ia sayangi.

Andai saja bisa, Sungmin sudah pasti lebih memilih untuk bunuh diri daripada hidup terpenjara dalam tubuh yang sudah tak ia inginkan lagi. Ia sudah merasa kotor dan hina. Ia menjijikkan…

.

.

Flasback On

.

.

“Eunghhh… lephh…asshhhh… ahhhnnnnn!!!”

Sungmin berteriak keras saat junior Kyuhyun memaksa masuk kedalam single hole-nya. Dan entah, itu untuk yang keberapa kalinya.

“Ming…. ahhhh… nikmathhhh ouhhh…. ouhhh….”

Tubuh Kyuhyun terus bergerak maju mundur dan semakin cepat saat ia mendengar teriakan kenikmatan dan kesakitan dari Sungmin.

“Ahhhh!! Disini? Heuhhhh … uhhhh…. kau nikmat Minghhh….”

“Arggghhhh… lepashhh Kyuhhh…. ahhhh… hentikhaannn!!”

Sungmin mencoba mendorong tubuh Kyuhyun, meski kedua lengannya sudah ditahan dan dicengkeram kuat oleh Kyuhyun, ia tetap terus mencoba untuk melepaskan dirinya. Entah sudah berapa lama ia menangis diantara erangan kenikmatannya yang sungguh bisa di katakan terpaksa itu.

“Ahhhh… saranghae Ming…. akhhh…. aku …Arghhhh!!!!”

Sungmin merasakan hole-nya penuh kembali, dan memang Kyuhyun baru saja menembakkan beribu sel sperma ke dalam hole Sungmin. Dan entah apa yang ada di dalam tubuh dan pikiran Kyuhyun, ia tak pernah lelah dan terus saja mengerjai seluruh tubuh Sungmin.

.

.

.

“Tuan Muda, tak seharusnya anda berbuat seperti itu.”

“Apa maksudmu? Kau hanya seorang kepala pelayan disini, jangan mengaturku.” Kyuhyun menatap tajam pada pelayannya sedari tadi berdiri diluar pintu kamar Sungmin. “Dia milikku. Cho Sungmin itu, dia milikku. Arrasseo?

“Tapi Tuan Muda, kau harus ingat jika dia adalah anak yang dititipkan keluarga Lee pada Tuan besar. Dan kau tak bisa seenaknya memperlakukan dia seperti itu. Kau menyiksanya, dan jika kau tak berhenti melakukan itu maka aku akan segera melaporkanmu pada Tuan besar.”

“Kim Jong Woon! Pelayan tak tahu diri!” Kyuhyun berteriak keras pada Jong Woon. Ia menatapnya tajam .” Katakan, jika kau sudah bosan hidup atau kau sudah tak mencintai istrimu itu. Aku bisa membantumu melenyapkannya.”

Dan Jong Woon hanya bisa menunduk. “Mianhamnida.

“Dengarkan aku baik-baik. Lee Sungmin, dia adalah milikku. Dan dia adalah Cho.” Kyuhyun mengangkat dagu Jong Woon, membuat mata namja itu bertatapan langsung dengan matanya yang masih mengeluarkan hawa penuh kemarahan dan kebencian.

“Mulai detik ini dan sampai kapanpun, jangan mencoba mengaturku. Kau cukup memberinya makan dan menuruti semua keinginannya, tapi tidak jika ia meminta untuk pergi dari kamarnya. Kunci semua jendelanya dan serahkan padaku. Dan ingat…”

Kyuhyun menyeringai menakutkan dan menepuk-nepuk pelan bahu Jong Woon. “Katakan pada Umma dan appa jika dia baik-baik saja di Korea. Mereka tak akan tahu bagaimana keadaannya jika kau tak membocorkannya. Aku tak segan-segan membunuh suami kecil tercintamu itu.”

Dan tubuh Kyuhyun pun berlalu dari hadapan Jong Woon. Perlahan, namja itu masuk ke dalam kamar Sungmin dan menguncinya dari dalam. Menatap miris dan sedih pada Sungmin yang terlihat begitu berantakkan.

Tubuh indah Sungmin tergeletak lemas dengan balutan piyama kimono berwarna ungu yang tersembunyi di balik selimutnya. Pandangan Sungmin jauh menerawang dan terus saja melihat ke atas. Tak ada yang tahu pasti apa yang sedang ia lihat.

“Tuan Muda Lee, makanlah.”

“Letakkan saja disitu.”

Suara Sungmin terdengar lirih dan serak seakan menahan tangis. Dengan perlahan, Jong Woon naik ke kasur Sungmin dan mendekati tubuh lemah itu.

“Seharusnya aku bisa melindungimu, Ming.” Terpancar rasa bersalah yang mendalam di mata Jong Woon. Ia sungguh tak bisa melakukan apapun untuk melindungi orang yang selama ini selalu ada di urutan pertama yang ada dihatinya.

“Sudahlah Hyung.”

“Tapi Ming…”

“Gwenchana.”

Jong Woon terdiam. Ia menatap lembut wajah sayu Sungmin dan mengusap pelan keringat yang masih tersisa setelah percintaan yang melelahkan yang baru saja dialami Sungmin. “Seandainya kau menerimaku dan kita kabur keluar dari rumah ini, mungkin saja keadaanmu tidak akan seperti ini.”

“Mungkin ini memang takdirku. Aku sama sekali tak bisa lari lagi, aku sudah kotor dan begitu menjijikkan. Rasanya menyedihkan, hingga mungkin bumi saja enggan menerimaku.”

Garis bening itu mulai mengukir secercah kepedihan di wajah Sungmin. Air mata yang mengalir tanpa ia sadari hanya memberikan luka bagi siapa saja yang menatapnya.

“Lalu, apa yang akan kau lakukan?” Jong Woon mengusap lembut pipi pucat yang terlihat begitu kurus itu. Mendekati wajah Sungmin dan mencium keningnya. “Kuharap, aku bisa menyelamatkanmu.”

Gwenchana hyung, aku bisa bertahan.” Sungmin memalingkan wajahnya dari tatapan Jong Woon. Meremas kuat kain piyamanya yang tersembunyi di balik selimutnya. Berusaha keras menyembunyikan semua luka yang ia rasakan selama ini.

“Ming… aku harus apa untuk menghentikannya? Dia sudah melewati batas.”

“Entahlah hyung, yang ku tau aku hanya cukup bertahan saja. Mati pun aku tak bisa, dia selalu berhasil menyelamatkanku. Hehehehe…. ini konyol.”

Sungmin hanya bisa tertawa lirih dibalik tangisnya. Sungguh, hatinya begitu perih dan lemah. Ia tak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan Kyuhyun.

.

.

.

“Katakan, kau mencintaiku.”

Kyuhyun berbisik lirih tepat di telinga Sungmin. Sedangkan tangannya kini tengah mengusap pelan dada Sungmin dan mulai memelintir tonjolan berwarna kecoklatan yang membuat Sungmin terus harus bersusah payah menahan desahannya.

“Ayo mendesahlah, dan katakan kau mencintaiku.”

“Aku tidak… ahhhh…. lepaskan aku….”

Sungmin berusaha memberontak dan menghindari semua detail sentuhan Kyuhyun di tubuhnya. Namun tak ada yang bisa ia lakukan selain berteriak karena tangan dan kakinya telah terikat kuat. Kyuhyun memperkosanya.

“Akhhh…!!! Lepaskan aku! Kau gila!”

Tapi Kyuhyun tidak peduli, baginya surga itu adalah menikmati tubuh indah Sungmin. Kyuhyun mulai mengusap pelan setiap inchi kulit putih yang sudah tak tertutupi sehelai benangpun. Menjilati semua rasa yang ada. Dan sesekali menggigit manisnya.

“Eunghhh… Kyuhhh….”

Ya… inilah percintaan yang menyiksa itu. Dimana tubuh sama sekali tak bisa menolak untuk tak berteriak seakan memamerkan perasaan dimana Sungmin sangat menikmati setiap sentuhan Kyuhyun.

Kyuhyun mulai intens menhisap dan menggigit leher Sungmin. Memberinya sedikit jilatan dan tangan bebasnya memelintir nipples Sungmin. Sungmin hanya bisa terus menggelinjang menahan nikmat yang seakan menguar dari dalam tubuhnya.

Dengan sengaja Kyuhyun menggesekkan bagian bawahnya, agar junior mereka saling bersentuhan dan memberikan kenikmatan tersendiri. Dan Kyuhyun tahu satu hal, Sungmin tak akan bisa menolak kenikmatan itu.

“Akhhh… Kyuhhhh… Ouhhhhh… jeballl… henti… khann…”

.

Dan Kyuhyun sudah tuli…

.

“Akhhh… Kyuhhh… akhhhh….”

.

Dan suara inilah yang memang ingin didengar oleh Kyuhyun. Perlahan kyuhyun melepaskan ikatan di kaki Sugmin. Sungmin sekarang sudah lemas dan tak bisa menolak apa yang akan Kyuhyun lakukan pada tubuhnya.

Perlahan Kyuhyun menaikkan kaki Sungmin ke bahunya dan dengan sekali hentakkan, Kyuhyun memasukkan juniornya ke single hole Sungmin. Dan Sungmin, hanya bisa menangis tertahan sambil meremas kuat seprei yang sudah berantakkan.

Ia tak bisa melakukan apapun. Jika saja bisa…

Sungmin ingin mengatakannya dengan lembut.

Bukan dengan cara menjijikkan dan mengotori dirinya seperti ini…

Dalam benak Sungmin, selalu hanya ada satu pertanyaan yang mungkin akan ia bawa sampai mati…

‘Inikah cinta itu?’

.

.

.

.

“Apa maksudmu?” Kyuhyun langsung mengalihkan perhatiannya dari begitu banyak dokumen di atas meja kerjanya. Ia segera menutup telfonnya dan berlari cepat menuju parkiran mobilnya. Pikirannya sudah kalut dan ia ingin segera sampai di rumah.

.

Brak…

.

Kyuhyun membanting keras  pintu utama rumahnya kemudian berlari cepat menuju kamar Sungmin. Ia menemukan  pria tua memakai jubah putih khas dokternya tengah merapikan peralatan medisnya. Ia membiarkan dokter itu melangkah mendekatinya, sementara ia berdiri canggung di pintu, menatap tubuh lemah Sungmin.

“Apa yang terjadi?”

Kyuhyun bertanya dengan wajah datarnya. Matanya tetap fokus menatap Sungmin.

“Dia tertekan. Hanya depresi, tapi kuharap dia baik-baik saja.” Kemudian dokter itu menepuk bahu Kyuhyun. “Aku dokter keluarga ini, aku tahu bagaimana dan seperti apa kau mencintainya. Hargailah dia seperti manusia, aku tahu kau ingin memilikinya tapi jiwanya begitu tertekan.”

“Apa maksudmu?”

“Kau bisa lihat sendiri.”

.

.

Dan sejak saat itulah, Sungmin seakan seperti mayat hidup. Ia tak memiliki apapun selain mata yang terbuka dan menangis, bahkan untuk makan saja Sungmin harus menggunakan suntikan cairan dan hanya memakan bubur.

Jiwa Sungmin terperangkap dalam tubuh lemah yang perlahan menjadi kurus tak berdaya. Siapapun, akan merasa iba melihatnya.

“Bangunlah Chagi… maafkan aku…”

Kyuhyun kembali berbisik lirih. Entahlah, ini sudah keberapa kalinya ia mengucapkan maaf dan kembali hanya air mata yang di hadiahkan Sungmin padanya.

“Hiksss…. Kumohon Ming…”

Kyuhyun tak kuasa lagi menahan air matanya. Ini terlalu menyakitkan untuknya, meski sejujurnya ia tahu bahwa ia yang menyebabkan ini semua tapi sungguh ia hanya ingin memiliki Sungmin seutuhnya.

“Apa yang harus kulakukan Ming… Jeball… ppali ieronna…”

Suara Kyuhyun perlahan hilang bersama tangisnya. Nafasnya begitu berat dan inilah yang terjadi setiap harinya. Dimana Kyuhyun akan menangis dan tetap memeluk tubuh Sungmin dalam tidurnya.

Tak ada lagi percintaan yang menyiksa itu, yang ada hanya kepedihan. Tak ada lagi cinta yang memaksa itu, yang tersisa hanya penyesalan.

Sungmin bukan tak ingin bicara, ia sangat ingin malah. Ia ingin menggerakkan tubuhnya, sangat ingin mengusap pipi pucat Kyuhyun. Entah sejak kapan, tapi perasaan itu memang ada.

Dia memang mencintai Kyuhyun, tapi bukan seperti cara Kyuhyun mencintainya. Cinta yang ia miliki adalah satu sisi kelembutan dimana hanya ada cinta dan kasih sayang dalam setiap sentuhannya. Bukan hanya seks dan kenikmatan yang selalu memuaskan jiwa Kyuhyun.

Sungmin, bukan ia tak memaafkan Kyuhyun. Ini bukan salahnya, jika tubuhnya sendiri sudah enggan bergerak meski hanya untuk mengusap lembut rambut Kyuhyun. Mencoba menenangkan  namja yang semakin terlihat kurus setiap harinya itu.

Sejujurnya mereka sama saja. Menyiksa diri sendiri demi kepentingan ego masing-masing. Dan kembali pertanyaan itu tersirat di pikiran dan hati Sungmin.

‘Inikah cinta itu?’

.

.

Flashback Off

.

.

Kyuhyun mengusap lembut setiap inchi kulit Sungmin dengan handuk hangatnya. Inilah hal lain yang bisa Kyuhyun lakukan. Ia begitu telaten dan lembut merawat Sungmin. Mengeringkan tubuh Sungmin dan memakaikan pakaian bersih pada tubuh Sungmin.

Bersyukurlah, jika tubuh Sungmin bisa menerima dengan baik setiap suntikan gizi dan vitamin di tubuhnya. Meski sulit, Sungmin juga masih bisa menelan semua makanannya. Dan Kyuhyun melakukannya dengan baik.

Kini Kyuhyun tengah mengunyah makanan Sungmin, dan perlahan ia mulai mendekatkan wajahnya. Kyuhyun mencengkeram lembut kedua sisi pipi Sungmin, sedikit memaksa agar bibir pucat itu mau terbuka. Dan dengan lembut, dengan ciumannya, Kyuhyun menyalurkan makanna itu kedalam tubuh Sungmin.

Inilah, satu hal yang membuat pertahanan dan kekerasan hati Sungmin luntur. Ia tahu, Kyuhyun sangat mencintainya. Dan inilah yang ia inginkan dari dulu. Bukan paksaan dan juga kekerasan saat setiap kali Kyuhyun memaksanya untuk bercinta.

Bukti cinta itu bukan hanya make love, tapi how to make a real love. Softly, touchly and tenderly with a gentle and smooth love. With a thousand kisses that slowly make you fly…

.

.

“Mianhe…” Kyuhyun berujar lirih sembari menggenggang kuat tangan Sungmin.

“Maaf? Semudah itu?”

“Sudahlah yeobo, lebih baik kita merawat Sungmin.”

“Cho Hangeng! Jangan melarangku untuk menghukum anak tak tahu diri ini! Bagaimana bisa dia menyiksa Sungmin sampai seperti ini? Apa-apaan kau anak bodoh!?”

Heechul berjalan cepat mendekati Kyuhyun dan segera memaksa tubuh itu untuk menjauh dari Sungmin. “Cepat jauhi dia, aku khawatir nanti lama kelamaan kau akan membunuhnya! Kau tak layak di sebut manusia, aku benci memiliki anak sepertimu.”

“Heenim, berhentilah.”

“Diam kau! Hannie, ini karena kau terlalu memanjakan Kyuhyun. Ini semua salahmu! Ck… menyingkir dari Sungmin kau bodoh hikss…. “ dan teriakan Heechul diakhiri dengan tangis yang tak terbendung lagi.

“Menyingkir! Aku benci padamu!” Heechul mendorong kuat tubuh Kyuhyun. Ia kemudian memeluk erat kedua bahu Sungmin dan menciumi wajah pucat yang kini memerah itu. Entah apa yang ada dipikiran Sungmin, tak ada seorangpun yang tahu.

“Hikss…. Mianhe chagi… Maafkan Umma….”

Hangeng hanya bisa mengusap pelan punggung Heechul, berusaha menenagkan yeoja yang semakin menangis dalam dan terus menerus menyalahkan dirinya.

Kyuhyun, ia tak tahan lagi. Dan ia berfikir dan terus berfikir bahwa ini adalah salahnya. Ia tak bisa berbuat apapun untuk membuat Sungmin kembali seperti semula. Dan ia hanya bisa melakukan ini…

.

Prang…

.

Kyuhyun memecahkan lampu kristal di kamar Sungmin. Dan dengan cepat mengambil pecahannya. “Ming…. hikss…. aku tahu, aku…”

“Kyu, apa yang akan kau lakukan?”

“ Jangan mendekat!” Kyuhyun berteriak saat Jong Woon berlari masuk ke kamar Sungmin dan hendak merebut pecahan kaca itu. Kyuhyun menatap iba pada Sungmin dan kedua orang tuanya, juga ada Jong Woon.

“Maafkan aku. Ini salahku … hiksss… Appa, Umma… apa aku salah mengartikan cintaku? Aku sungguh mencintainya…”

“Kyu, letakkan dulu pecahan itu. Kita bisa membicarakannya baik-baik.”

“Ahni , Appa. Aku tahu, aku pantas mendapatkan ini. Hanya satu yang aku inginkan, kumohon Ming….” Kyuhyun menatap Sungmin. Tatapan memelas penuh harap dengan bola mata yang sudah memerah dan genggaman tangan yang sudah mengeluarkan tetesan darah.

“Maafkan aku…. biarkan aku mendengarmu Ming… bicaralah… katakan kau mencintaiku.”

Suasana hening dan hanya ada deru nafas Kyuhyun yang terengah-engah terdengar jelas di ruangan itu.

“Ming… aku akan mati dengan tenang. Kumohon, bangunlah dan maafkan aku…”

Namun tetap saja tubuh Sungmin tak melakukan apapun. Tubuh itu hanya diam dan menangis pelan. Sungmin tak bisa mengontrol tubuhnya sendiri meski ia sungguh ingin menjawab Kyuhyun.

.

.

Lee Sungmin POV

.

.

“Ahni , Appa. Aku tahu, aku pantas mendapatkan ini. Hanya satu yang aku inginkan, kumohon Ming….”

Tatapan itu, sungguh membuatku lebih terluka lagi. Entahlah, siapa yang sesungguhnya bersalah dalam perasaan kami. Tapi yang kutahu hanya tubuhku yang tak bisa menerima semuanya.

“Maafkan aku…. biarkan aku mendengarmu Ming… bicaralah… katakan kau mencintaiku.”

Sungguh, aku mencintaimu Kyu. Melebihi apapun. Aku ingin meneriakkannya, tapi aku sama sekali tak bisa berbuat apapun.

“Ming… aku akan mati dengan tenang. Kumohon, bangunlah dan maafkan aku…”

Kumohon Kyu, jangan bodoh. Ini bukanlah akhir dari semuanya. Ya Tuhan, aku mohon sekali ini saja dengarkanlah aku. Aku tak ingin ia mati. Aku tahu semua ini salah, dan aku adalah pendosa yang kotor dan menjijikkan di matamu. Tapi Tuhan, kumohon dengarkanlah aku.

Aku mencintainya.

“Ming…”

Kyuhyun semakin mendekatkan pecahan kaca kristal itu pada pergelangan tangannya, ayolah aku harus bangun sekarang juga. Bagaimana ini?

Tangan bodoh!

Kaki Bodoh!

Mulut bodoh!

Tak adakah hal bodoh lainnya yang lebih bisa kau lakukan selain diam dan tak mendengarkan keinginanku. Ayolah, kumohon bergeraklah.

Ahniya….

“Baiklah, aku memang pendosa Ming….”

.

Sreett…

.

Tes…

.

Dan darah itu mulai mengalir pelan dari pergelangan tangan Kyuhyun. Ahniya… Kyuhhh…. kumohon…. Ya Tuhan, sekali ini saja. Biarkanlah aku mencintai dan menjaganya sepenuh hatiku Tuhan… kumohon…

Harus bagaimana lagi aku memaksa tubuhku. Aku melihat Kyu sudah jatuh dilantai dengan banyak darah di sekitar tubuhnya. Ini bahkan lebih menyakitkan dari saat ia memperkosaku. Aku lebih suka dia tertawa dan melenguh nikmat di atasku dari pada melihatnya harus mengerang kesakitan.

“Kyuhhh!!”

Dan akhirnya aku bisa berteriak.

“Ming?”

Suara serak Kyuhyun seakan menjawab semua do’aku.

“Saranghae Kyuhhh…. “

“Ming….”

Dan aku hanya bisa melihatnya mencoba menggapai tubuhku, hingga akhirnya saat aku bisa meraih jemarinya yang sudah penuh dengan darah ia malah menjatuhkan tubuhnya dan menutup matanya.

Apakah ini kegelapan itu?

Aku tak mau ada disini.

.

“Jebal, Umma… Appa… selamatkan Kyunie….”

.

.

.

Apakah yang bisa aku berikan pada Tuhan? Apakah nyawaku saja cukup? Apa yang bisa aku berikan padanya untuk cinta ini?

.

.

Aku berjalan cepat menuju satu ruangan di rumah sakit yang cukup terkenal di Seoul. Berlari cepat dari toko Cake di sebelah rumah sakit dan membawa cake kesukaan Kyuhyun. Nanti sore dia sudah boleh pulang dan aku akan merayakannya.

Heenim Umma dan Hangeng appa sudah pergi ke Jepang lagi. Mereka selalu saja sibuk. Dan ah, Jong Woon hyung, dia menemani Wookie untuk pergi berbelanja. Memasak untuk merayakan kepulangan Kyuhyun.

Bukankah hari ini indah?

Sangat cerah…

.

.

.

.

“Kyu… aku datang….”

Dan wajah itu tersenyum padaku. Wajah tampannya bersinar indah. Dia sungguh tampan dan tentu saja lebih terlihat seperti malaikan betulan jika seperti ini.

“Aku membawa cake untukmu.” Aku membuka kotak cake itu dan meletakkannya di atas meja tamu di ruang rawat Kyuhyun. “Karena kau akan pulang nanti sore, jadi ayo kita buat perayaan selamat tinggal untuk ruangan ini.”

Dan dia kembali tersenyum. “Kyu… kau tampan. Saranghae…”

“Nde… nado saranghaeyo.”

Hei, kenapa suaranya canggung begitu? Apa ada yang salah dengannya? “Kyu? Gwenchana?”

Nde, gwenchana…” dan dia kembali tersenyum. “Ming….” dia membawaku kedalam pelukan hangatnya. Tubuhnya wangi dan hangat. Yah meski hanya berbalut pakaian rumah sakit dan diselimuti bau obat-obatan, tapi bagiku dia selalu sexy. Ups…

“Biarkanlah seperti ini dulu Ming…. “

Dia memelukku erat dan aku hanya bisa mengangguk. Dan bisa kurasakan jemarinya mengusap punggungku. Bibirnya memanjakanku dengan ciuman lembutnya di leherku. Sedikit memancing gairahku.

“Aku minta maaf Ming, atas semuanya.”

“Sudahlah Kyunie, semuanya sudah berlalu.”

“Tapi tetap saja, mungkin aku sudah merendahkanmu dan melukaimu hingga kedasar. Aku sungguh tak tahu bagaimana caranya Ming. Aku hanya ingin menunjukkan cintaku.”

Aku melepaskan pelukannya. Menangkup kedua pipi yang mulai berisi itu dan mencium kecil pipi kanan dan kirinya. “Aku mencintaimu, dan biarkanlah aku yang akan mengajarimu.”

“Ming….”

Dan sungguh, aku baru tahu jika tuan muda Cho ini sangat polos dan juga sedikit bodoh. Wajahnya sangat menggemaskan. Kurasa sekali-kali aku akan menjadi seme-nya.

“Let me kiss you….”

Dan itu adalah perkataan terakhirku, sebelum aku membawanya ke permainanku yang lembut dan juga penuh dengan cinta. Membimbing tangannya untuk meraba setiap jengkal tubuhku. Menarik hasratnya untuk menciumku….

“Kyuhhh….”

.

.

.

Setiap kali aku memikirkanmu, hanya cinta yang ada didalamnya…

Setiap kali aku menyebut namamu, yang ada hanya detak jantung yang terus berdegub kencang…

 Dan saat aku melihatmu, yang bisa kulakukan hanya menjatuhkan diriku padamu…

Cinta itu lembut, seperti cintaku padamu…

Kyuhyun-ah… Saranghae….

.

.

Lee Sungmin POV end.

.

.

FIN

.

.

.

Persembahan kecil untuk MY LOVELY AND AWSOME COUPLE.

Cho Kyuhyun and Lee Sungmin…

Please, keep our faith hardly just like how they keep their love for all of us….

Their love just too sweet and effortless…

Mind To Comment and Like?

64 thoughts on “EVERYTIME || KYUMIN || YAOI || ONESHOOT

  1. Yesung sebenarnya suka ma sungmin? Tp punya istri, Ryeowook? Uhuhu aku ga ngerti…
    Kyuhyun tegaaa benerrr…untung ja sungmin ternyata suka. Jd sblumnya mrk emang sama2 suka ya? ^^
    Sekueell… Beneran yah ada? Hehehe

  2. AH sungminnie kasian kyuhyun jahat #tapikasianjugasih
    ugh sedihuntung angst setengah jadi heheheheee
    sekuelnya aku tunggu dan jangan angst okk

  3. awalnya aku ragu mau baca ff yg angst gara2 parno takut kebawa sampai mimpi tapi akhirnya aku baca juga
    dan author selamat anda berhasil membuat saya mewek,,,,
    doain yah eonni nih ff ga’ kebawa ke mimpi
    banyak yg usul sekuel aku juga usul skuel eonni tapi jangan angst yah
    keep writing^^

  4. huft… untung happy ending… memang cinta tu ga bisa d paksain, cinta tu muncul dri hati n ga ad seorng pun yg berhak memaksakan cinta…

  5. Saya pembaca baru. Salam kenal ^^
    Apa disini isinya FF KyuMin?
    Jadi sebenernya Sungmin itu kenapa? Terlalu tertekan sampai akhirnya jadi seperti itu? O.o
    Pada akhirnya apa yang dilakukan Kyu berhasil membuat Sungmin kembali dan untungnya Kyu gak meninggal karna usahanya untuk bunuh diri :’)

  6. AAAAA KYUMIN :” akhirnya ming bisa bilang apa yg dia rasain :”
    hepi hepi ending (?) Eh iya, aku reader baru. aku pertama baca ff kamu di ffn. dan aku suka :3 대박 !

  7. sedh pz bgian kyu mu bunh dri. .cinta kyu bgtu besr sma umin.
    dan akhr’a umin bsa mencintai kyu dn mengajrkan cinta yg penh kelmbtn. . .
    kern ff’a fell’a dpt bgd

  8. awalnya q benci ma kyu opa karna ksar ma ming opa…
    tpi smuanya trbyar dngan prngorbanan kyu opa bwt ming opa…
    aigoo…
    knp gx dari awal jah x kyuopa lembut ma ming opa…tpi klo gx gitu gx da konfliknya n gx seru dpng..
    he…
    #abaikan
    eoni da sequelnya kah?
    pnsaran nih…

    but eoni cerita nya bagus sama sekali jrang…bhkan baru x ni q baca cerita kyumin kyk gini..
    biasa q kan sering bca kyumin ff he…
    kms sejati…😀
    gomawo dah d bolehin baca ff mu…
    bay2…
    q mw baca ff mu yg lainnya…
    jaljayo eoni..

    #bow

  9. huwaaaaaa,,,,,,,
    pertama q sebl ma sungie oppa hiks, tega benr! pdhl kan dya dah punya wookie,,,,, apa wookie cuma d jdiin plampiasanny ja krna g bs daptin minnie????????

    kedua q kesl ma kyu,,,,, kok minnie ampe d siksa kyk gitu ampe lumpuh hiks,,,,,

    and trakhir q senng smuany happy ending, mskpun q msh ragu sm prasaanny sungie oppa k wookie

  10. Idk actually, this so crazy but kyu you is the best. You just cant show your love with good way. And you know my comment is random right ?!
    Haha sukasuka umin terlalu baik hati *peluk umin* *disate kyu* tapi gapapa yang penting saling mencintai🙂 *asekasek
    KyuMin Is More Than REAL !

  11. keren banget eon.. tapi aku sampe merinding bacanya.. pas kyuppa mau bunuh diri dengan ngiris tangannya.. haahhh.. untung ajah kyuppa gak mati.. nanti minppa sama siapa dong.. dan emang yaa.. semua FF yang pake pairing KYUMIN.. pasti selalu HAPPY ENDING.. DAEBAKKK..

  12. ugh. . eonni emg paling jago klo bkin fic hurt. . . T.T

    eonni. . . . .bleh minta pw bwad ficnot suitable for children. .
    jebal. . . . . * . *

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s