Chicken Soup for Our Family || Ch. 2|| KYUMIN || YAOI

oOOo CHICKEN SOUP FOR OUR FAMILLY oOOo

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : T dulu dah

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

– Other SUJU and DBSK member.

– Cameo : Jungmo (Trax) as Choi Jungmo.

– Pemeran gak penting : Nenek Lampir a.k.a Yeoja gag jelas

Pairing : KYUMIN and Other Pair

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Tapi, Sungmin selalu dan akan selalu menjadi milikku#plak#ngarep#Sungmin juga milik Kyuppa#

Genre : Romance / Drama/Humor (dikit)

Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, gaje, typo disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Summarry : “Hidup ini terdiri dari berbagai rasa dan warna. Manis, asin, terkadang juga asam. Warna merah, putih ataupun kuning, semua warna bercampur menjadi satu. Tersaji dalam sebuah mangkuk kehidupan yang akan terus berjalan dan berakhir pada kebahagiaan. Chicken Soup, satu mangkuk penuh warna, penuh rasa.”

Mianhe jika storynya makin ngawur. Ampe ada yang nanya ni story ampe chap berapa ? Hmmm… author juga gag tahu ampe chap berapa, tapi jika gag berkenan membaca apa lagi ngereview please JUST DON’T READ !

Be Patient with Me please. No Copas/No Bash. Sedikit Penyiksaan buat segerombolan yeoja centil gag jelas.#untukyangSONE,mianhe.#

HAPPY READING

oooCHICKEN SOUP FOR OUR FAMILLYooo

Chapter 2

KyuMin House.

.

“Morning chagi.” Sapa seorang makhluk evil khas dengan seringaiannya. Salahkanlah Sungmin yang sudah terlanjur marah karena kejadian semalam masih terlalu membekas diingatannya. “Hei, mau sampai kapan kau memasang wajah seperti itu ? masih marah eoh ?”

“Ck… kau memang tak berperasaan Kyunie. Bagaimana aku bisa mengurus anak-anak jika sekarang untuk berdiri saja sulit. Kau memang terkadang keterlaluan Kyunie. Awas kalau kau sampai melakukannya lagi.”

Sungmin beranjak dari kasurnya meninggalkan sang pangeran Evil yang masih setia bergumul dengan selimut hangatnya. Senyuman, akh bukan, seringaian selalu saja terukir dibibir tebalnya yang sedikit lecet akibat aktifitas malamnya.

Apa yang sebenarnya terjadi adalah…

‘Mianhe chagi, aku terlalu bersemangat melakukannya.’ Inilah kata hati Kyuhyun sebelum mereka terlelap dalam tidur malam menjelang pagi mereka. Aktifitas yang baru saja selesai dua jam yang lalu.

Sungmin masih setengah mengantuk masuk kedalam kamarnya. Menatap tubuhnya yang sudah tak karuan, sangat berantakkan. Rambut yang seperti tak disisir selama bertahun-tahun dengan cairan aneh yang menempel pada rambutnya. Jangan tanyakan bagaimana cairan itu bisa terbang ke rambutnya.

Apalagi kalau bukan blow job. “Ck… Kyuhyun kau memang benar-benar sudah gila.” Sungmin mengumpat kesal. Tubuh bagian bawahnya benar-benar sakit sekarang. Inilah hari pembalasan Kyuhyun dimana beberapa hari yang lalu ia tak bisa menyentuh Bunny Mingnya karena harus pergi ke luar negeri.

Sungmin segera membersihkan diri dan berbenah. Kini ia sudah berpakaian rapih. Kaus putih dengan gambar kelinci pink yang lucu. Rambut yang sudah wangi dan juga celana pendek hitam yang hanya menutupi sebatas lutut saja.

Segera Sungmin membangunkan kedua makhluk kecil yang masih tertidur. Diusapnya pelan dahi Sunghyun dan dikecupnya lembut. “Chagi, ieronna.” Sungmin berbisik lirih pada telinga Sunghyun.

Sunghyun sangat mudah dibangunkan, hanya dengan seperti itu saja baby berumur tiga tahun lebih itu sudah bangun. “Molning Mom.” Sunghyun langsung menghambur kedalam pelukan Sungmin dan mencium pipi Sungmin.

Aktifitas pagi Sunghyun juga sangat tenang karena dia benar-benar anak penurut.

.

Ceklek…

.

Masuklah seorang makhluk cantik dengan rambut lurus hitamnya. Yeoja cantik dengan senyuman khasnya. “Morning Sungie.”

“Akh… halmeoni.” Sunghyun yang baru memakai handuk saja langsung berlari memeluk Teukki. “Halmeoni… halmeoni.”

“Baiklah Umma, sepertinya Sunghyun lebih memilih Umma untuk mengurusnya pagi ini. Aku akan membangunkan Minhyun.” Teukkie mengangguk dan membawa Sunghyun kedalam satu ruangan besar penuh dengan baju mereka.

Sungmin mendekati yeoja cantik yang masih bersembunyi dibawah hangatnya selimut tebalnya. Perlahan Sungmin berjalan mendekati Minhyun. Minhyun memang sangat sulit untuk dibangunkan dengan cara biasa, ia harus dibangunkan dengan cara yang lebih istimewa. Cara untuk membangunkan Minhyun adalah…

Sungmin mencium kedua pipi yeoja kecil itu. Dibawanya yeoja itu kedalam kamar Kyuhyun. Melihat sang appa masih sibuk bergumul dalam selimutnya, Sungmin hanya bisa mendengus kesal.

“Ish, Cho Kyuhyun ! Ieronna ! Kenapa kau tidur lagi ? Kau harus membangunkan Minhyun. Kau tahu bukan, dia tidak bisa bangun jika bukan kau yang membangunkannya ? Aku heran, kenapa dia sangat mirip denganmu.”

Kyuhyun menggeliat dibawah selimutnya, tersenyum kecil melihat Sungmin meninggalkan kamarnya. Lalu Kyu duduk dan mengusap lembut pipi chubby yeoja mungil yang masih sibuk dengan mimpinya.

Perlahan Kyuhyun mendekatkan bibirnya pada telinga Minhyun. Perlahan ia mulai menyanyi dengan lembut di telinga yeoja itu. Sedikit senyuman terukir dibibir Minhyun.

Ya, itulah cara membangunkan Minhyun. Hanya dengan mendengar suara nyanyian Kyuhyun maka dia akan bangun. Karena percuma jika Sungmin yang bernyanyi, mau sampai siangpun Minhyun tidak akan bangun.

“Daddy !” Yeoja kecil itu langsung memeluk leher Kyuhyun dan mencium bibir appanya. Entah siapa yang mengajarinya, atau dia memang melakukannya sekehendak hatinya. Minhyun memang terlalu pintar.

.

.

Semuanya sedang menikmati sarapan mereka. Hangeng dan Kyu sudah rapih lengkap dengan jas mereka. Sunghyun dan Minhyun juga sudah rapih dengan seragamnya. Sungmin sibuk menyuapi Sunghyun sarapannya. Sereal. Sedangkan Minhyun, jangan tanyakan makhluk cantik ini.

“Kyu, bisakah kau berhenti mengganggunya sarapan.” Suara Heechul mengiterupsi keasyikan dua orang yang sudah sibuk bermain dengan PSPnya. “Ck… Minhyun sayang, makan dulu. Setelah ini kau boleh bermain lagi.”

“Nde, Moni.” Minhyun memberikan dengan kasar PSPnya pada Kyuhyun. Ia menatap dengan seribu senyuman pada Heechul. “Moni, gamca cudah beli baju untuk Minhyun.” Minhyun berusaha berbicara disela sereal yang sudah masuk kedalam mulut kecilnya.

“Nde, Moni. Gamca.” Sunghyun sedikit membungkuk pada Heechul yang duduk disisinya. “Nde, cheonman. Halmeoni berharap kalian menyukainya.” Kedua baby itu mengangguk dengan semangat.

Setelah selesai sarapan, Hangeng dan Kyu berpamitan untuk pergi ke kantor mereka. Kyu mencium bibir Sungmin didepan anak mereka tanpa ada rasa canggung dan malu. Sebenarnya bukan tak ada yang mengingatkan, tapi dasar Kyu saja yang terlalu pervert.

“Kyuhyun, bisa tidak sih kau tidak menciumku didepan anak-anak ?”

“Tidak.”

Satu kata keluar dari mulut Kyuhyun dan berhasil membungkam Sungmin. Sungmin sudah terlalu lelah terus berdebat dengan Kyuhyun.

Kyu mendekati dua babynya dan berpamitan. Mencium kedua kening babynya dan mengusap lembut rambut mereka. “Jaga Mommy baik-baik ya ? Daddy takut nanti ada ahjumma jelek yang mengganggu Mommy kalian.”

“Ye Daddy… !”

Kedua baby itu berteriak dengan penuh semangat. Sedangkan Hangeng tengah menatap lembut Heechul. “Aku berangkat dulu Heenim. Kalau kau ingin keluar rumah, bawalah supir dan ajak Teukki bersamamu. Mungkin saja Jungmo mengikutimu kemana-mana.”

“Nde Hanie.” Heechul memberikan senyuman manisnya. Dan ia mendapat satu ciuman dikeningnya. Aku akan berusaha pulang cepat. Saranghae.”

“Nde, nado saranghae.

.

Begitulah kira-kira aktifitas pagi mereka. Keluarga besar yang hangat dan harmonis.

.

.

SKIP TIME

Blue Shappire Playgroup and Kindergarten

.

.

Disinilah semua baby itu bertemu. Sibum masuk ke playgroup bersama teman babynya. Sedangkan Minhyun, Sunghyun, Eunhae Junior dan Jongki masuk di Kelas K-0. Kindergarten tingkat nol.

“Kenapa kau terlihat sedih Wookie ? Gwenchana ?” Sungmin menatap Ryewook yang tengah memasang wajah bimbangnya. Hyukkie hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Sungmin.

Wookie menghela nafasnya dan menatap dalam pada dua sahabatnya itu. Ada sebersit keraguan apakah dua namja cantik didepannya ini akan mempercayai ceritanya jika ia mengatakannya ? “Aku akan menceritakan satu hal pada kalian. Jangan menganggap ceritaku ini dongeng karena aku memang benar-benar nyata.”

Wookie berhenti sejenak dan menatap ragu pada dua sahabatnya itu. “Tapi apa kalian akan tetap menerimaku dan juga keluarga kecil kami diantara kalian ?”

Satu pertanyaan itu memberikan seribu tanya dalam benak Sungmin dan Hyukkie. Memangnya ada apa sebenarnya ?

Ketiga namja cantik itu sedang duduk melingkar di salah satu ruang VIP cafe langganan mereka. Cafe yang berada tepat didepan Blue Shappire.

“Kumohon, kalian harus mempercayai aku. Aku sebenarnya adalah…” Wookie menatap kearah Sungmin dan Hyukkie bergantian. “Aku sebenarnya seorang peri.”

“Mwo ?”

.

.

Dikantor Hae

.

“Sajangnim, ada seseorang yang ingin menemui anda.” Sekertaris Hae masuk dan meletakkan file yang Hae minta padanya tadi. Sekalian mengatakan, kalau diluar ada seseorang yang mencarinya.

“Siapa ?”

“Namanya Im Yoona. Saya sudah memintanya untuk pergi saja, karena Sajangnim sibuk tapi dia tetap memaksa untuk masuk. Dia…”

“Hae, aku datang…”

Bagai hantu, seorang Im Yoona datang, langsung menerobos masuk dan menabrak sekertaris Hae. Hae hanya bisa menghela nafas herannya. Ia menahan kemarahannya dan menyuruh sekterarisnya untuk keluar. Setelah yeoja itu keluar, Hae menatap heran pada Yoona.

“Darimana kau tahu aku bekerja disini ?”

“Pokoknya aku tahu saja semua tentangmu. Juga tentang namja jelek istrimu itu. Aku tahu semuanya termasuk kemarahan Jae Umma atas pernikahanmu dulu.”

Hae sudah menggeram marah menatap wajah Yoona. Rasanya tangannya sudah gatal dan sangat ingin menampar pipi yeoja menyebalkan itu. “Kau tak berhak memanggilnya Umma. Dia bukan ibumu, dan kau sebaiknya pergi dari sini. Aku muak melihatmu Im Yoona.”

“Jae Umma, dia ibuku. Apa kau lupa, dia begitu menyayangiku. Dan sedikit meminta saja padanya, maka dia akan menyuruhmu bercerai dari namja aneh itu. Kau tak seharusnya bersamanya Hae.”

.

Plak…

.

Sebuah tamparan mendarat mulus menghiasi pipi Yoona. Hae sudah sangat marah kali ini. Ia meraih telfon kantornya. “Ji Hyun, suruh pengawalku menyeret yeoja ini keluar dari ruanganku. Jangan biarkan dia masuk kedalam gedung ini lagi.”

“Kya ! Hae, kau tidak seharusnya melakukan ini padaku. Kau keterlaluan.”

“Aku tak ingin mendengar mulut kotormu itu menghina Hyukkie terus-terusan. Asal kau tahu, Hyukki seribu kali lebih baik darimu.” Tak lama datanglah dua orang namja dengan tubuh besarnya langsung memegang lengan kanan dan kiri Yoona.

“Mianhe Noona, tapi kau harus meninggalkan ruangan ini.

“Kya ! Lepaskan aku ! Kya !” Yoona masih mencoba memberontak dalam kepungan dua namja bertubuh besar itu. “Kya ! Hae, kau tidak bisa melakukan ini padaku. Akan aku adukan pada Jae Umma. Awas saja kau Hae.”

Suara Yoona ikut menghilang seiring dengan menghilangnya wajah itu dibalik pintu. Menyisakan Hae yang sudah kesal setengah mati. “Ck… Yeoja itu benar-benar merepotkan. Sangat menyesal kenapa dulu aku bisa berpacaran dengannya dulu.”

Hae duduk lemas dan mengambil ponselnya. Mencari satu nama sebagai penyelamatnya.

“Yeobosseoyo Appa.”

“…”

“Ahni. Gwenchana. Aku hanya ingin meminta appa menasehati Umma.”

“…”

“Yoona sudah mulai menghasut Umma. Aku tak mau Umma kembali membenci Hyukkie. Jangan biarkan Umma bertemu dengan Yoona. Yeoja itu sangat berbahaya.

“…”

“Nde Appa. Gamsahae.”

.

Pliip…

.

Hae mematikan sambungannya dan tersenyum miris. “Lebih baik aku menjemput Hyukkie.” Ia melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Pukul 14.00 KST. “Pasti kelas Junior sudah selesai.”

Hae meraih kunci mobilnya dan langsung keluar dari kantornya. “Aku pulang dulu. Semua pekerjaan sudah beres bukan ?”

“Nde, sajangnim.”

“Kalau begitu, jika ada yang mencariku lagi, terutama yeoja tadi langsung suruh kembali pulang saja. Dan jika pekerjaan kalian sudah selesai, pulanglah.”

“Nde Sajangnim.”

Hae melenggang pergi menuju parkiran di luar gedung kantornya. Menuju mobil audi putih miliknya.

.

.

Heechul x Leeteuk Side

.

.

Dua yeoja ini tengah menikmati perawatan rambut di salon langganan Heechul jika bukan karena Hangeng yang meminta Heechul untuk selalu pergi bersama Teukki, mungkin sekarang Teukki sudah asyik mengurus dan membersihkan rumah lamanya.

Dengan sudah payah Heechul membujuk Teukkie agar mau ikut bersamanya ke salon. Tempat yang begitu membosankan bagi Teukki namun surga bagi Heechul.

“Kau tahu, mengapa Hangeng memintaku juga mengajakmu ?”

“Ahni, waeyo ?”

Heechul menatap Teukki lewat kaca yang ada didepannya. “Karena Jungmo. Choi Jungmo.”

“Maksudmu ? Choi Jungmo siapa Heenim ?”

Heechul sedikit meneggakkan tubuhnya dan menatap langsung Teukki. “Dia calon tunanganku yang aku ceritakan dulu.”

“Akh, jadi dia namja Choi yang akan dijodohkan oleh appamu. Hmm, Choi Jungmo.”

“Nde Teukki. Dan kau tahu, karena istri Jungmo sudah meninggal, ia jadi mengejar-ngejar aku sekarang.”

“Jeongmall ?”

“Nde, dia te…”

“Kenapa membicarakan aku terang-terangan begitu Heenim.”

Heechul menatap bayangan pantulan seorang namja di cermin yang ada didepannya. “Choi Jungmo !” Heechul langsung menoleh dan menatap tajam pada namja yang sudah berdiri dengan pose tampannya di belakang Heechul. “Bisa-bisanya kau kesini ?”

Jungmo berjalan mendekati Heechul. “Heenim chagi, aku kan sudah mengatakannya padamu. Aku mau kau menjadi ibu dari Siwon, itu artinya aku mau kau menjadi istriku. Ayolah, aku akan memanjakanmu melebihi semua yang Hangeng berikan padamu.”

“Heh, dasar kau sudah gila. Jangan mengikutiku terus dan mengkhayal kalau aku akan jadi istrimu. Aku tidak akan pernah menjadi istrimu. Ingat itu !”

Namun seperti sudah tuli, Jungmo malah mengusap pipi Heechul. Dengan cepat Heechul menghempaskan tangan itu dari pipinya dan menjauh dari Jungmo. “Jangan coba-coba menyentuhku dasar kau namja mesum. Pergi kau !”

Teuuki tidak tinggal diam. Dia menatap tajam pada Jungmo dan menutupi jalan bagi Jungmo untuk mendekati Heechul. “Jangan ganggu dia, kau bisa mencari yeoja lain. Dia sudah berkeluarga. Kulihat kau cukup berwibawa Choi Jungmo-ssi. Jadi, jangan jatuhkan harga dirimu sendiri.”

Namun yang didapat Teukki bukan sebuah kemunduran Jungmo namun seringaian dari Jungmo. Jungmo menatap Teukki tajam dan tersenyum. “Kalau Heenim tak mau, bagaimana kalau kau saja ?”

“Mwo…?”
.

.

Baby’s Side

.

.

Kedua baby kembar itu tengah menatap tajam pada satu titik. Jongki dan Eunhae sudah pulang ke rumahnya. Sedangkan si kembar ?

Sunghyun dan Minhyun, duduk diatas ayunan yang terdapat didepan kelas mereka. Untung saja langit sedang bersahabat dan tak sepanas hari biasanya.

Mata cantik Minhyun yang basanya berkonsentrasi penuh pada PSP digenggamannya kini sibuk menatap tajam pada yeoja yang sedang berbicara dengan Mommynya. Sesekali Minhyun menatap Sunghyun yang sedang bersusah payah menahan air matanya yang sudah hampir keluar.

“Sungmin Oppa, aku tak menyangka bisa bertemu denganmu disini ? Lama tak bertemu.”

Yah, kira-kira begitu suara cempreng yang didengar oleh kedua bocah itu. Minhyun, dengan kepintarannya yang melebihi batas itu, segera saja memikirkan hal pintar yang bisa memisahkan Mommynya dari yeoja pendek yang begitu centil itu.

“Nde, Sunny. Lama tak bertemu.”

“Oppa, kenapa kau malah menikah dengan namja itu ? Dengan aku juga bisa, kenapa harus dengan namja itu ? Namja sombong dan sangat menyebalkan. Lihatlah, sekarang kau bukannya ke kantor malah sibuk mengurus dua baby ini.”

Bukannya tak menyadari, Sungmin sudah bisa merasakan tanpa melihat, betapa tajamnya tatapan mata Kyuhyun yang menurun langsung pada Minhyun. “Aku senang mengurus mereka. Mereka kan aegyaku. Jadi tidak ada salahnya bukan.”

Minhyun dengan langkah kecilnya turun dari ayunannya. Dengan sudah payah ia berjinjit hingga tangannya meraih tas kecil milik Sungmin yang tergeletak diatas meja. Sungmin hanya sesekali melirik. Ia merasa tak enak jika mengacuhkan yeoja yang terus saja berbicara seperti radio rusak saja.

Minhyun mencari benda persegi panjang yang memang sangat ia butuhkan sekarang. Ponsel. Dengan pintar ia menyodorkan pada Sungmin. “Mom, Daddy…”

Satu kata itu langsung berbuah senyuman dari Sungmin. Ia memang sudah tak enak terus berbicara dengan Sunny. “Nde baby, kita telfon Daddy.”

Sunghyun ikut turun dari ayunannya dan kemudian menatap lagi pada Sunny, tutor barunya. “Ini Mommy-ku. Conce tidak boleh dekat Mommy.” Perkataan Sunghyun berbuah seringaian khas Kyuhyun dari bibir Minhyun. “Good oppa.”

Sunny dan Sungmin hanya bisa menatap heran pada Minhyun dan Sunghyun. “Oppa, kedua aegyamu memang pandai.”

“Aku tahu, karena Kyu memang jenius.” Sungmin langsung tersenyum saat mendengar suara yang sangat ia ingat. Langsung saja di speakernya.

“Nde Minnie Mommy, waeyo ? Miss me huh ?”

“Daddy !” teriak si kembar bersamaan. Mereka langsung merebut ponsel Sungmin dan mengadu pada Kyuhyun.

“Nde baby, waeyo ?”

“Daddy, Min mau pulang. Conce ganggu Mommy telus.”

“Jeongmall ?”

“Nde Daddy. Cuni conce bicala telus. Cungie lapal Daddy.”

“Mwo ! Sunny ?” Sedikit nada kemarahan terdengar disudut Kyuhyun. “Arraseo baby, Daddy jemput sekarang.” Minhyun langsung menyerahkan ponselnya pada Sungmin. “Mom, cudah.” Minhyun langsung menyeringai.

“Ehm, oppa.”

“Nde Sunny.” Ekspresi Sungmin sungguh sulit ditebak. Wajahnya menyiratkan rasa tak enak pada Sunny namun hatinya sedang melompat senang karena sebentar lagi terbebas dari yeoja yang baru saja terus berbicara tanpa henti selama dua jam lebih. Telinga mana yang kuat mendengarkannya.

Sunghyun mendekati Sungmin dan seperti merengek minta di pangku. “Mom, Cungie capek. Mau tidul. Kalau cungi tidul, mau makan dulu. Mom, cu…cu…” Sungmin langsung menidurkan Sunghyun di pangkuannya dan memberikan satu botol susu untuknya.

Sedangkan Minhyun, mendekati Sunny dan meminta duduk di sisi Sunny. “Conce, Min mau naik.” Dengan wajah ditekuk berlipat-lipat, Sunny menaikan Minhyun ke sisinya. Namun tiba-tiba…

.

Plakkk…

.

Minhyun memukul punggung tangan Sunny. “Conce, jangan pegang-pegang tas Min. Itu PCP Min. Conce tidak boleh main. Dali Daddy tau ?” Minhyun menyembunyikan tas kecil tempat PSPnya di balik punggungnya. Tas itu memang menyelempang di bahu kecilnya. Hingga mau tak mau memang tangan Sunny menyentuh tas itu.

“Minhyun, tidak boleh begitu.”

“Jiman Mom, Conce pegang tas Min, ini PCP dali Daddy. Nanti conce mau lagi.” Minhyun kembali menatap tajam pada Sunny. “Conce, Mom juga punya Min. Mom juga punya Cungi Oppa, Mom juga punya Daddy. Conce jangan dekat-dekat Mom. Allaso ?”

“Mwo ?” Sunny mendelik tak percaya pada perkataan Minhyun. Sungmin hanya bisa menahan tawanya karena Sunghyun sudah tidur di pangkuannya. “Mianhe Sunny, Minhyun memang terkadang begitu.”

Minhyun menatap segelas ice cream yang terlihat sangat enak dan menarik lidahnya kuat. “Conce, ini juga punya Min.” Minhyun langsung mengklaim es krim itu miliknya. Sunny sebagai empunya hanya bisa menahan jengkel yang makin menumpuk dihatinya.

Minhyun berusaha mengambil gelas besar itu. Tangannya sudah hampir sampai ke gelasnya, tapi…

.

Prang…

.

“Akhh… Ck…”

.

“Kya ! Kau, kenapa menumpahkannya di rokku.” Gelas itu sukses jatuh ke lantai setelah sebelumnya mampir ke rok mini milik Sunny. “Ah, my new prada.” Wajah Sunny sudah sangat kesal sekarang. Ia menatap tajam pada Minhyun yang sedang terkikik melihat ekspresi Sunny.

Tapi, mengingat Sungmin masih ada didepannya dan Sunny harus berusaha bersikap selembut Mungkin. “Kya, kenapa kau menumpahkannya ?” Sunny berkata dengan lembut dan mengusap gemas rambut pendek Minhyun.

“Mianhe Sunny, Minhyun tak sengaja melakukannya.”

“Nde, conce. Mian.”

“Akh, gwenchana. Aku masih memiliki yang lain.”

Tapi ulah Minhyun tidak berhenti sampai disitu. “Eiiihhh…” Minhyun berpura-pura melihat sesuatu. “Conce, itu ulal. Dikaki conce.”

“Mworago !” Sunny langsung berdiri dari duduknya dan melihat ke bawah, di sekitar kakinya. “Itu conce, ulal di kaki conce.” Sunny terus berusaha membuang ular yang tak kelihatan itu. Mata Sunny sudah menutup karena ketakutan.

“Bagaimana Min, masih ?”

“Nde conce, masih. Ayo ulal, pelgi ! Hush ! Hush !”

Namun karena terlalu bersemangatnya Sunny terus melompat rendah, akhirnya…

.

“Awhhh…”

.

Dia meringis kesakitan. Minhyun hanya bisa menahan tawanya melihat Sunny yang terjatuh. “Gwenchana Sunny ?”

“Nde Oppa, gwenchana. Akh… ! Appo…!” Sunny memegangi pahanya untuk membantu berjalan dan kembali duduk di bangku panjangnya. Ia sebenarnya sudah teramat sangat marah pada Minhyun. Namun lagi-lagi ia teringat jika ada Sungmin didepannya.

‘Awas saja kau bocah.’ Sunny menatap malang nasib sepatunya. “Huah… salvatore baruku.”

“Akh, mianhe Sunny. Semuanya jadi rusak.”

“Akh, gwenchana Oppa. Asal itu Minhyun atau Sunghyun, aku tidak marah. Mereka sudah aku anggap seperti…”

“Seperti apa ?”

“Daddy !” Minhyun langsung turun dari bangkunya dan berlari ke pelukan Kyuhyun. “Nde baby. Mianhe, Daddy sedikit lama.”

“Ehmm.” Minhyun hanya mengangguk dan melingarkan lengannya di leher appanya. Kyuhyun menggendong Minhyun dan berjalan ke arah Sungmin. Ia melihat Sunghyun yang sudah tertidur, merasa sangat marah pada Sunny.

Kyuhyun menatap tajam pada Sunny. “Seharusnya kau mengenal waktu dan tempat. Kau juga seharusnya mengenal Sungmin dan dirimu sendiri. Memalukan. Bagaimana bisa orang sepertimu menjadi tutor untuk aegyaku ?”

Sungmin yang sedang memberesi semua perlengkapan Minhyun dan Sunghyun langsung menatap Sunny dengan tatapan yang seakan mengatakan. ‘Mianhe-Sunny-‘

Kyu langsung mengambil tas Sungmin dan menaruh di bahunya. Jarinya bertautan indah dengan jari Sungmin. “Dia milikku. Kau seharusnya tahu diri dan menyingkirlah.”

Satu kalimat itu berakhir seiring dengan Kyu dan Sungmin yang melangkahkan kaki mereka menuju mobil Kyuhyun. Supir Sungmin sendiri sudah pulang sedari tadi.

“Daddy, aku bica jaga Mommy.” Minhyun yang duduk di kursi depan disamping Kyuhyun menatap Kyuhyun dengan matanya yang sudah berbinar menyiratkan kebahagiaan dan kebanggaan.

“Nde Kyu, Minhyun do the best things ever.”

“Aku tahu, dan pahlawan kita pantas mendapat hadiahnya.”

“Yeay… kaset game balu. Daddy, nanti main cama Min yah…”

“Huh, kalian berdua. Sama saja.”

Kyuhyun hanya tersenyum dan mengacak pelan rambut Minhyun. Sungmin yang hanya bisa menggeleng heran, perlahan mulai mengantuk dan tertidur. Kyuhyun terus menjalankan mobilnya dan berhenti di game centre.

“Daddy, ayo macuk. Katanya, ini culganya Daddy.”

“Nde baby, ini memang surganya Daddy setelah Mommymu.”

Sungmin tidur nyenyak di mobilnya. Sedang Kyuhyun sibuk mengajari berbagai permainan disana pada Minhyun.

.

.

HaeHyuk side

.

.

Mereka berdua tengah duduk di balkon apartemen, di sisi kamar tidurnya. Malam indah dengan bintang yang bersinar menghiasi langit hitam yang kelam. Hae duduk memangku Hyukkie.

Ia menghirup aroma khas Hyukkie yang sangat memabukkan untuknya. Dengan hati-hati, ia mencoba menceritakan apa yang terjadi hari ini di kantornya. “Yeobo, tadi Yoona datang ke kantor.”

“Mwo ? Beraninya dia !” Hyukkie sedikit berbalik dan menatap pada Hae. “Kau tak berselingkuh di belakangku bukan ?”

“Ck… ahni. Tentu saja tidak. Aku mengusirnya, kedua pengawal yang kau minta untuk menjagaku itu, aku menyuruhnya untuk menyeretnya keluar. Aku juga tak suka dia datang.”

“Baguslah.” Hyukkie mencium lembut kening Hae. “Setialah untukku Hae.” Hae hanya mengangguk dan mencium sekilas bibir Hyukkie.

“Akh iya, Hae. Aku punya satu hal yang harus kau tahu.” Hyukkie menatap serius pada Hae. “Memangnya apa ?”

“Hmmm, ini tentang Wookie dan Yesung.”

“Ada yang terjadi dengan mereka ? Atau kebun mereka rusak. Kalau rusak, minta Yoochun appa untuk membantu dan mengajari Yesung.”

“Ck, bukan itu Hae. Ini lebih mengherankan dari pada itu.” Hyukkie menatap lembut pada mata Hae dan menangkupkan kedua tangannya pada pipi Hae.

Hyukkie mendekati telinga Hae dan berbisik lembut, “Wookie dan Yesung, mereka peri.”

“Mwoya ?”

.

.

Flashback Off

.

“Akan aku tunjukkan kekuatanku.” Wookie berdiri dan mengulurkan lengan kananya. Untunglah, ruang VIP mereka tertutup dan sangat privat. “Reparo !”

“Ommo !”

Sungmin dan Hyukkie menatap tak percaya pada apa yang mereka lihat. Sebentuk cahaya pink dengan sayap kecil di punggungnya. Cahaya yang hanya sebesar ibu jari itu langsung mendekat. “Akh, kau memang benar-benar ajaib Wookie.” Hyukkie menengadahkan telapak tangannya, bersiap untuk menerima Wookie mendarat di tangannya.

“Nde, bagaimana bisa ? Aku pikir peri itu hanya dongeng.” Sungmin menyentuh sayap Wookie dan tersenyum.

“Aku keluar dari snowdrop. Bunga yang terakhir kau beli sebelum appamu meninggal.”

“Jinjjayo ? Kau keluar dari bunga itu ?” Sungmin bertanya dengan penuh antusias. “Kata Appa, memang ada dongeng yang mengatakan, kalau peri bunga itu akan datang dan memberi kita keajaiban. Tapi, aku kira itu hanya dongeng untuk natal saja, tapi ternyata…”

“Aku memberi keajaiban padamu dan Hyukkie. Jongki dan Si Kembar, juga Junior, merekalah keajaibanku.” Wookie kemudian terbang ke lantai lagi, “Experio !” Ia kembali ke wujudnya semula.

“Kau benar-benar peri Wookie.” Hyukkie menatap kagum pada Wookie. “Gomawo, kau telah memberikan keajaibanmu dan membuatku memiliki Junior.”

“Nde, cheonman.”

“Nde Wookie, gamsahae. Kau telah memberi si kembar untuk kami. Mereka sangat berharga untukku dan Kyu.”

“Nde, cheonman Sungmin-ah.” Namun, sedetik kemudian wajah Wookie berubah sendu kembali. “Menurut kalian apa yang harus aku lakukan ?”

“Waeyo ? Apa masalahmu sebenarnya ?” Hyukkie mengusap bahu Wookie yang duduk disisinya. Sedangkan Sungmin mengusap punggung tangan Wookie. Mencoba berbagi kekhawatirannya.

“Appa-ku telah menemukanku.”

“Lalu…”

“Ia ingin membawaku kembali ke dunia peri, bersama dengan Jongki,” Wookie berhenti sejenak dan menatap Sungmin dan Hyukkie dengan mata merahnya yang sudah hampir bawah. “Dan, meninggalkan Yesung. Appa juga sudah menghilangkan kekuatan Yesung Hyung. Dia benar-benar marah.”

“Mwoya ?” Wookie hanya bisa mengangguk sedih.

“Atau aku bisa memilih tetap tinggal di dunia manusia dan menjadi manusia tanpa kekuatanku. Dan Appa, akan membunuh Jongki.”

“Mworago ! ” Hyukkie menatap tak percaya pada Wookie.

“Haish, keterlaluan.” Sungmin hanya bisa berdecak kesal. “Apa dia tidak punya anak, sampai bisa berbuat seperti itu ?”

“Akulah anaknya Sungmin, akulah putra mahkota kerajaan peri.”

“Akh… jeongmalll !” Sungmin dan Hyukkie kembali dikejutkan dengan kenyataan tentang Wookie yang sebenarnya itu. “Tapi, tidak seharusnya dia berbuat seperti itu padamu dan Yesung, terlebih pada Jongki.” Hyukkie menggeleng heran.

“Bagaimana appamu bisa berbuat seperti itu ? Mengapa dia memberikan pilihan yang sulit untukmu ?”

“Itulah Sungmin. Pilihan ini terlalu sulit untukku.”

Wookie kembali tertunduk berusaha menyembunyikan tangisnya. Ia benar-benar bingung harus berbuat apa.

.

.

KyuMin side

.

.

“Begitulah Kyu, Wookie dan Yesung memang peri. Dan karena Wookie dan Yesung, aku bisa hamil dan kita memiliki Sungie dan Min.” Sungmin selesai menceritakan apa yang ia lihat dan dengar bersama Hyukkie dari Wookie. Kyu yang mendengarkan dengan seksama sambil memeluk pinggang Sungmin hanya bisa menghela nafasnya setelah mendengar tentang ancaman Raja peri.

“Tapi, bagaimana dengan mereka nanti ?”

“Menurutmu, Wookie harus bagaimana ?” Sungmin bertanya balik.

“Akh, bagaimana yah ?” Kyu mendesah pelan dan mencium pucuk kepala Sungmin. “Bagaimana kalau kita buatkan Jongki yang lain untuk mereka.”

Oke, pikiran pervert Kyu sudah mulai berjalan karena mencium aroma wangi tubuh Sungmin yang masih menyandarkan kepalanya pada dada Kyuhyun. Sungmin yang belum sampai ke titik pervert itu hanya terus mencoba menangkap arah pembicaraan Kyuhyun.

“Itu lho chagi, Jongki yang baru. Kurasa ini satu-satunya jalan.”

“Mwoya ? I don’t get it. Explain to me please…”

“Ish…” Kyuhyun mendesah kesal dan meraih satu tangan Sungmin yang tadinya melingkar di pinggang Kyuhyun. Kyu mengarahkannya ke bawah selimut. Menyentuh sesuatu yang tengah menegang di bawah sana.

“Kya ! Kita baru kemarin melakukannya. Dan itu 5 ronde. Aku capek Kyu, oke…! Let me have more sleep.”

“Ayolah Ming, nanti Kyu Junior akan kesakitan.”

Sungmin mencoba melepaskan diri dari pelukan erat Kyu yang masih melingkarkan lengannya pada pinggang Sungmin. “Ahni Kyu, aku tak mau baby bangun. Hentikan sekarang !” Sungmin sedikit berteriak karena kesal.

“Sssshhh… jangan berteriak. Nanti uri aegya bangun.”

Sungmin kontan langsung diam dan berusaha mati-matian menahan gejolak dalam tubuhnya saat tangan nakal Kyu sudah mulai memelintir nipple Sungmin.

“Pervy Kyunie…”

.

.

.

Te to de Be to de Ce

.

.

###CHICKEN SOUP FOR OUR FAMILLY###

Huwa… akhirnya chap 2 bisa aku selesain juga. Haduh… berasa banget deh sinetronnya. Moga gag pada bosen ajah. Mianhe jika ada yang gag suka ma beberapa scene dalam ni FF. Penyiksaan buat nenek lampir itu, sebagai pelampiasan kemarahan author ama sebuah page yang getol banget promo Seokyu. #curcolbuuuu#

Huah YESUNGdahlah ya… tuh page gag penting banget deh. Pake acara ngeBLOK gue. Aish… adminnya menyedihkan banget.

Pokoknya, tetep KYUMIN IS REAL.

12 thoughts on “Chicken Soup for Our Family || Ch. 2|| KYUMIN || YAOI

  1. Aaaaaakkkhh neomu kyeoptagoooo!!! Щ(º̩̩́▽º̩̩̀щ) anak kyumin lucu bgt lah eonnnn!! Dan kenapa bisa yewook adlah seorang peri -_- aku suka sama ff mpregmu eoooonnnn

  2. sunny muncul lagi..
    aduh.. masa masih mau usaha sih? kan umin udah jelas2 punya anak ma kyu??
    tobatlah sunnye, sebelum badai amarah evil cho menghampirimu.. >..< #digempurJungmo..

    ak lanjut komen eon..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s