Chicken Soup for Our Family || Ch. 1 || KYUMIN || YAOI

oOOo CHICKEN SOUP FOR OUR FAMILLY oOOo

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : T dulu dah

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

– Other SUJU and DBSK member.

– Cameo : Jungmo (Trax) as Choi Jungmo.

– Pemeran gak penting : Nenek Lampir a.k.a Yeoja gag jelas

Pairing : KYUMIN and Other Pair

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Tapi, Sungmin selalu dan akan selalu menjadi milikku#plak#ngarep#Sungmin juga milik Kyuppa#

Genre : Romance / Drama/Humor (dikit)

Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, gaje, typo disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Summarry : “Hidup ini terdiri dari berbagai rasa dan warna. Manis, asin, terkadang juga asam. Warna merah, putih ataupun kuning, semua warna bercampur menjadi satu. Tersaji dalam sebuah mangkuk kehidupan yang akan terus berjalan dan berakhir pada kebahagiaan. Chicken Soup, satu mangkuk penuh warna, penuh rasa.”


Annyeong ! Mau nyanyi dulu dah… SAENGIL CHUKKA HAMNIDA… SAENGIL CHUKKA HAMNIDA… URI SARANG “CHO KYUHYUN” SAENGIL CHUKKA HAMNIDA.

Semoga makin sayang and cintah sama LEE SUNGMIN. KYUMIN IS REAL POREPER#kibarbenderakyumin#

Be Patient with Me please. No Copas/No Bash. Sedikit penyiksaan buat segerombolan yeoja centil gag jelas.#untukyangSONE,mianhe.#

HAPPY READING

oooCHICKEN SOUP FOR OUR FAMILLYooo

Chapter 1

.

.

“Akh lelahnya.” Sungmin baru saja sampai di rumah. Seharian terasa sangat melelahkan untuknya. Mengantar Sunghyun dan Minhyun ke playgroup, mengunjungi Hyukkie, makan malam bersama Wookie dan akhirnya, sampai dirumah tepat saat Kyu baru pulang dari kantornya. Ia merebahkan tubuh lelahnya pada sofa ruang tamu setelah menurunkan Sunghyun dan Minhyun di kasur lantai berdekatan dengan Kyu. Kyu hanya melepas jasnya dan menggulung lengan kemejanya. Appa yang baik. Sunghyun sibuk bermain dengan mobilnya. Ia duduk diam disisi Kyuhyun. Sedangkan sang Appa sibuk mengajari Minhyun. Bermain PSP baru, hadiah dari Kyuhyun saat ulang tahun ketiganya sebulan yang lalu. Sunghyun sendiri mendapat satu set hot wheels lengkap dengan track racing 3 jalur dengan lompatan halilintarnya.

“Mom…cu…cu…” Sunghyun menyerang ke pelukan Sungmin dan memeluk leher Sungmin. Ia menatap Sungmin dengan mata foxynya. “Cu… Cu…” Sunghyun mempoutkan bibirnya dan mencium sekilas bibir Sungmin. “Nde chagi. Ayo turun, kita buat susumu.”

Sunghyun turun dari tubuh Sungmin dan mengikuti Sungmin ke dapur. Disana sudah ada butler Kim yang sedang menikmati makan malamnya. “Kemana Umma dan Heenim Umma ?” Sungmin bertanya sambil menyiapkan susu Sunghyun dan Minhyun di dalam botolnya.

“Nyonya Leeteuk sedang pergi ke rumah Junsu dan Nyonya Heenim pergi berbelanja sejak sore tadi.”

Sungmin hanya menggeleng lemah, “Ah… Heenim Umma, memang gila belanja. Ini sudah jam 8 malam, pasti dia akan pulang larut malam. Bisakah kau menyuruh supir untuk menjemput Ummaku. Aku tak ingin dia menginap di rumah Junsu ahjumma malam ini.”

“Baiklah tuan muda.”

“Gomawo.” Butler Kim hanya mengangguk dan tersenyum. Sungmin telah selesai membuat susunya dan memberikannya pada Sunghyun.

“Kita akan langsung ke atas baby. Kau harus tidur.”

“Emm…” Sunghyun mengangguk dan menerima susunya. Kemudian Sungmin menggendong Sunghyun berjalan menuju kamarnya di lantai atas. Sungmin berhenti tepat sebelum naik tangga. Ia menatap Kyu dan Minhyun yang masih asyik bermain dengan PSPnya.

“Kyu, bisakah kau membawa Minhyun ke atas juga, aku sudah membuatkan susu untuknya. Dia harus tidur Kyu.”

Kyuhyun mengangguk dan tersenyum pada Sungmin. “Nde Mommy chagiyya.” Kyu menoleh ke arah Minhyun. “Ayo baby, kau harus tidur.” Kyu berusaha menggendong Minhyun, namun Minhyun menggeleng cepat dan berusaha berontak, mata cantiknya masih menatap dengan serius layar PSP barunya. Meski ia tak bisa memainkannya, tapi untuk sekedar memencet, Minhyun ahlinya. “Kyu… Aku menunggumu.” Sungmin sedikit bersenandung, agaknya ia sudah sedikit lelah berdiri terus hampir sepuluh menit didepan tangga. Ia menggendong Sunghyun yang diam meminum susunya menatap kearah Appa dan adiknya. “Iya chagi, sebentar.”

Kyuhyun menggendong paksa Minhyun. “Kau bisa main game diatas, jadi ayo sekarang kita ke atas. Mommy dan Oppamu sudah menunggu.”

“Shilo…shilo…” Minhyun masih kekeh memberontak, namun apa artinya dibanding lengan yang kini menggendongnya. Dengan mudah Kyuhyun membawa Minhyun ke atas. Sungmin tersenyum saat Kyu sudah sampai di sisinya. “Gomawo Daddy, kau banyak membantu hari ini. Entah mengapa, Minhyun itu seperti partner in crime-mu. Lihat saja dia, bahkan ia tak mengeluh lapar seharian ini. Kau tahu, di rumah Wookie dan Hyukkie saja dia seperti itu. Kurasa PSP itu harus aku sembunyikan sesekali.” Sungmin menggerutu pelan selama berjalan menuju kamar KyuMin.

Kyuhyun hanya tersenyum gaje. “Dia memang sangat mirip denganku Minnie-ah. Dan kau sangat mirip dengan Mommy, Sungie.” Kyu mencolek hidung putranya yang masih dalam gendongan Sungmin.

Sungmin langsung mengganti pakaian Sunghyun dengan piyamanya. Ia menoleh ke arah Kyu dan Minhyun yang masih asyik berkutat dengan PSP.

“Kyu, bisakah kau keluar saja dan berhenti mengajari Minhyun permainan itu. Kalau perlu bawa PSP itu bersamamu. Minhyun harus tidur.” Sungmin memerintah lembut suaminya. Tangannya masih sibuk mengusap dahi Sunghyun agar tertidur.

“Nde Mommy.” Kyu bersegera mencoba mengambil PSPnya. “Chagi, Daddy boleh pinjam tidak ?”

“Ahni…” Minhyun menggeleng cepat. Kemudian berhenti dan menatap horor pada appanya. Jari tangannya menggenggam erat PSPnya. “Tapi chagi, kau harus tidur.”

“Ish… Shilo…shilo… !” Minhyun sedikit menjerit dan berdiri, berjalan mendekati Sungmin. Melihat Sunghyun yang sudah tidur, Sungmin menggendong Minhyun dan mengecup dahinya. “Mainnya besok lagi chagi. Mommy akan membiarkanmu main seharian, tapi sekarang tidur dulu. Otte ?”

“Shillo Mom.” Minhyun semakin mencengkeram erat PSPnya. Tapi alangkah beruntungnya malam itu, tiba-tiba terdengar suara khas seperti…

Tiiiit…

“Eiiihhh…?” Minhyun menatap kelayar PSPnya yang kini berwarna hitam pekat. “Eiiiihhh… ? Mom…?” Ia menunjukkan pada Ummanya. Sungmin hanya menyunggingkan senyuman evilnya. “Eiiihhh… Mati chagi. Itu artinya kau memang harus tidur.” Kyu yang melihat kejadian itu hanya terkikik tertahan, melihat ekspresi kesal Minhyun. Bibir pouty Minhyun sudah seperti ikan kembung dengan kedua pipi chubbynya yang ia kembungkan. “Pabo… !” Minhyun mengumpat kesal dan melempar PSPnya.

“Kyu, PSPnya ! Tangkap !”

.

Hupp…

.

“Haish… Untung saja tertangkap.” Kyu mendekat dan mencium bibir pouty Minhyun. “Chagi, jangan dibuang, nanti kalau rusak bagaimana ?”

“Mati… Dad, mati… Lusak Daddy…”

“Ini hanya perlu di charge baby, tidak rusak.” Kyu kembali mencium bibir Minhyun. “Tidurlah, besok Daddy akan menemanimu bermain lagi. Otte…?”

Minhyun hanya mengangguk. Masih setia memasang wajah kesalnya. “Sudahlah, jangan memasang wajah seperti itu, nanti tidak cantik lagi.” Kyu mencolek hidung mungil Minhyun dan tersenyum padanya. Sungmin menurunkan Minhyun di bed-nya. Ia mengganti baju Minhyun dengan piyamanya dan memberikan susunya. Duduk disisi bed Minhyun, dan mengusap dahi Minhyun.

“Kyu, sebaiknya kau mandi dulu. Kau bau.” Kyu mencium ketiaknya juga kerah kemejanya. “Eh… Memang bau ya. Tadi aku berkeliling ke dua departemen store untuk mengecek fasilitas, jadinya keringetan deh. Lagi, cuaca sangat panas Minnie.” Sungmin mengangguk dan mendorong pelan tubuh Kyu menuju pintu keluar. “Makanya, kau bau Kyunie. Sudah sana, mandi dulu.”

“Hei, biar bau juga, kau masih mencintaiku.” Kyu mendekat pada Sungmin, mencoba untuk menciumnya.

“Eits… Aku bilang mandi dulu Kyunie.” Sungmin menghentikan Kyu, satu jarinya menempel dibibir Kyu. Kyu tersenyum dan menggenggam tangan Sungmin, mencium punggung tangannya.

“Baiklah, setelah aku mandi aku akan menagih jatahku. You know what things baby…” Kyuhyun mencuri satu ciuman pada bibir Sungmin, kemudian ia langsung melesat keluar dari kamar KyuMin menuju ke kamarnya sendiri.

“Isshh… Pervy Daddy.” Sungmin hanya bisa menggeleng, heran dengan tingkah Kyu yang masih sama seperti dulu. “Aku memang masih mencintaimu, sangat mencintaimu.”

Setelah memastikan kedua babynya tidur, Sungmin sendiri beranjak ke kamar mandinya. “Huah, musim panas bulan Agustus ini benar-benar panas.” Ia mengambil piyamanya dan bersiap untuk mandi.

Kyu masuk ke kamar tak lama setelah Sungmin masuk ke kamar mandi. Mendengar bunyi kran air dinyalakan, Kyu langsung saja bergumul dengan selimut hangatnya. Ia menyeringai di bawah gulungan selimutnya. ‘Hehehe… Malam ini, aku harus dapat jatahku.’

Tak lama kemudian, “Ah, segarnya.” Sungmin keluar dari kamar mandi, lengkap dengan piyama dan rambut agak basahnya. Ia langsung menuju ke kasurnya. “Aku benar-benar butuh istirahat. Seharian ini sangat melelahkan.”

“Siapa bilang kau akan istirahat sekarang chagi ?” Kyu menyembulkan kepalanya dari dalam selimutnya. Ia menyeringai evil saat melihat Sungmin.

“Kenapa melihatku seperti itu ?” Sungmin sedikit ketakutan menatap Kyu. Hari ini ia memang benar-benar lelah.

Kyu langsung saja menindih Sungmin dan menciumi lehernya. Bukannya tak berontak, tapi Sungmin tak bisa melawan Kyuhyun malam itu.

“Akhh… Kyuhh… Tunggu dulu…” Sungmin berusaha menghentikan permainan Kyu.

“Hemm… Akuh … Tak bisa menungguh…” Kyu menjawab sekilas kemudian kembali menyerang leher putih Sungmin.

Dibawah cahaya lampu yang redup, dua namja ini bergumul dibawah hangatnya selimut mereka. Udara yang dingin khas AC membuat Kyu tak tahan untuk tidak memeluk Bunny Ming-nya. Salahkanlah seorang Cho Sungmin. He is too adorable and sexy.

.

.

“Kyuhh, tidak sekarang.” Bibir Sungmin terus berusaha mencegah Kyuhyun, namun kelihatannya tubuhnya berkata lain.

“Ming, aku benar-benar kedinginan…” Kyu terus menyerang leher Sungmin. Jari pintarnya sudah sangat terlatih untuk membuka satu per satu kancing piyama sutera berwarna krem milik Sungmin.

Dengan ganas, Kyu langsung menghisap nipple Sungmin. Menjilati dan sesekali menggigitnya nakal.

Tangan Kyu yang lain sudah menyusup bebas kedalam celana piyama Sungmin.

“Kyuh… Akkhhh… Tidak sekarang Kyuhh…”

Sungmin masih mencoba menghentikan aksi Kyuhyun. Mereka masih di kamar KyuMin. Dan sesuai perjanjian, jika akan bercinta, mereka harus mengungsi ke kamar Kyuhyun. Tapi, lihatlah appa kita yang satu ini. Sungguh tak sabaran.

Sungmin terus melenguh, tubuhnya menggelinjang hebat merasakan remasan pada juniornya. Tapi tiba-tiba…

“Daddy…”

“Mommy…”

Suara itu sukses menghentikan aksi Kyuhyun. Untuk sesaat kedua namja ini mematung, namun dengan segera Sungmin langsung membenarkan piyamanya. Meski tubuh mereka sebagian besar masih tertutup selimut, namun kegiatan Kyu yang menghisapi nipple Sungmin jelas terlihat oleh kedua makhluk polos ini.

Sungmin turun beranjak dari kasurnya dan mendekat pada kedua babynya. Sedangkan Kyu hanya bisa mendecih antara kesal dan takut. Ia takut harus kehilangan jatahnya malam ini dan ditambah dengan memikirkan bagaimana cara menjawab pertanyaan dua makhluk pintar itu. Kyu duduk disisi kasurnya. Minhyun datang menghampiri Kyuhyun.

“Daddy, ppopo…? Po…?” Minhyun mendekat dan duduk di pangkuan Kyu dan langsung mencium leher Kyuhyun.

Wajah Sungmin dan Kyu sudah sangat merah menahan malu. Apalagi mendengar perkataan Sunghyun yang berada dalam gendongan Sungmin. “Cu… Cu… Cu…” Bibir pouty Sunghyun sudah manyun-manyun mengucapkan kata itu. Jari mungilnya menunjuk ke satu titik di piyama Sungmin yang ternyata basah terkena saliva yang masih menempel di nipplenya.

“Daddy ? Mommy ? Cedang apa ? Poppo…?” Wajah Kyuhyun langsung memerah mendengar pertanyaan Singkat dari Minhyun. Sungmin duduk didekat Kyuhyun dan menyikut pinggang Kyu, dan menatapnya seakan mengatakan ‘bagaimana-kita-mengatasi-mereka?’

Salahkanlah Minhyun yang sangat pintar dan Sunghyun yang polos, hingga apa saja akan mereka tanyakan. Kyu hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia bingung harus menjawab apa.

“Mom, ppo…po…? Daddy ? Waeyo ? Cu…cu…” Sunghyun bertanya dengan segala kepolosannya. Jari mungilnya menunjuk ke leher dan nipple Sungmin.

Tiba-tiba, Sungmin tersenyum gaje dan mengusap rambut lurus hitam milik Sunghyun. “Akh, itu karena Daddy sayang Mommy jadi Daddy mencium Mommy.”

Namun Minhyun, yeoja mungil dengan rambut hitam ikalnya sepertinya tak sependapat dengan Sungmin, Minhyun mencoba berdiri dan menapakkan kedua tangan mungilnya pada bahu Kyuhyun. Kemudian ia mencium bibir Kyuhyun. “Ommona !” Kyuhyun hanya bisa melongo heran, melihat tingkah anaknya.

“Ni namana ppopo Mom.” Lalu Minhyun mencium leher Kyu dan menatap ke arah Sungmin. Kyu sendiri hanya bisa menahan geli saat bibir mungil itu menempel ke lehernya. “Ni, macca poppo ?”

Sunghyun mengangguk pada Minhyun kemudian menatap Sungmin dengan wajah seribu tanyanya. “Nde… Mom, Dad, cedang pa cih ?”

Kyuhyun kembali memasang wajah melasnya. Ia menatap ke arah Sungmin. “Itu… Yang tadi itu…” Sungmin sangat bingung harus menjawab apa. Namun tiba-tiba Kyuhyun menciumnya didepan kedua babynya. Seandainya saja tidak ada baby didepannya, mungkin Sungmin sudah menghabisi Kyu karena kebodohannya yang tak bisa ditolerir.

“Nah, tadi poppo. Daddy sayang Mommy, jadi Daddy poppo Mommy.” Kemudian Kyu membalas tatapan sengit Sungmin dengan puppy eyes gagalnya. Kyu kembali menatap kedua anaknya. “Daddy akan buat saeng untuk kalian.”

“Saeng ?” Minhyun dan Sunghyun menatap penuh tanya pada Kyu. Biar bagaimanapun, baby itu masih sulit menangkap pembicaraan orang tua, apalagi yang model pervert seperti Kyu.

Kyu mengangguk dan tersenyum pada kedua babynya. “Daddy dan Mommy, akan membuat baby dulu. Baby yang kecil untuk teman Minhyun dan Sunghyun. Jadi sekarang tidur lagi, otte ?”

“Eih… ? Baby ?” Minhyun mengernyit tak mengerti tapi kemudian Kyu mengambil satu pigura di meja lampunya dan menunjukkan foto baby Minhyun dan Sunghyun. “Ini baby, dan akan jadi teman kalian. Otte ? Senang tidak ?”

“Emmm…” Sunghyun mengangguk cepat kemudian menatap Minhyun. Mereka turun dari pangkuan Sungmin dan Kyu. Kemudian berjalan menuju bed mereka yang rendah, sambil sesekali menggerutu entah membicarakan apa.

Kedua baby itu naik ke bed mereka masing-masing dan tak menunggu lama kemudian, sudah sepi. Mereka sudah tertidur, meninggalkan dua namja yang masih saling bertatapan.

“Ish, kau ! Semua ini salahmu. Hanya bersabar saja tidak bisa. Lihatlah, aku tak mau mereka menjadi pervert sepertimu.”

“Tapi chagi, mereka juga senang akan mempunyai dongsaeng. Jadi, bagaimana kalau kita buat untuk mereka ? Meneruskan yang tadi.”

“Ish, tak mau. Aku mau tidur saja.” Sungmin hendak membaringkan dirinya ke kasurnya, namun tubuhnya sudah ditahan dulu oleh Kyu dan langsung digendong menuju luar kamar Kyumin.

“Kya… ! Kau ini, aku kan sudah bilang tidak mau Kyunie.” Namun Kyu sudah tak mendengar apapun. Ia membawa Sungmin masuk ke kamarnya dan meletakkan Sungmin di atas king size bednya. Dengan cepat Kyu mengunci pintunya dan menyerang Sungmin yang sudah hampir berdiri tadi.

“Nyonya Cho. Kau tidak akan kemana-mana malam ini. Kau harus dan akan menemaniku malam ini.”

“Tapi Kyu, aku emmmpppp…” Ucapan Sungmin berhenti seketika, saat bibirnya di klaim oleh Kyuhyun. Kyu sibuk mencium bibir Sungmin. Sedangkan kedua tangannya kini sibuk menahan Sungmin yang berusaha berontak. Kyu mengaitkan jarinya erat dengan jari Sungmin.

Kyu menggesekkan juniornya yang sudah menegang dengan junior Sungmin. “Eunghhh…” Sungmin hanya bisa melenguh merasakan semua sensasi di tubuh bagian bawahnya.

Ciuman Kyu turun ke leher Sungmin. Mengisap dan menjilatinya, membuat bekas kissmark yang bisa dipastikan tak akan bisa hilang meski dalam waktu dua hari. Kyu melepaskan tautan jemari mereka dan meremas junior Sungmin dari luar. “Kyuh… Akh… Kyuhhh…”

Malam itu, dihiasi oleh suara lenguhan Sungmin dan Kyu yang menggema di kamar mereka. Untunglah kamar Kyu sudah dibuat kedap suara, hingga desahan itu tak kan terdengar sampai keluar. “Aouh… Kyuhhh…”

.

.

At Departemen Store

.

.

Terlihat seorang yeoja sedang berbicara di telfonnya. Sesekali ia mendengus kesal dan memasang wajah bete-nya.

“Nde Hannie, aku masih berbelanja.”

“…”

“Iya, sebentar lagi aku pulang. Sudah ya, jangan menggangguku terus. Pay pay…”

.

Pliip…

.

Heechul mematikan telfonnya. Sedikit kesal karena kesenangannya terganggu. Ia melihat jam tangan yang melingkar manis di pergelangan tangan kirinya. “Baru juga jam sepuluh. Sudah ribut menyuruhku pulang.” Heechul menggerutu pelan.

Pusat perbelanjaan itu memang masih ramai pengunjung. Dan karena di departemen store miliknya sendiri, Heechul semakin semena-mena memborong semua yang ada disana. Tangan kanan dan kirinya sudah menenteng hampir 10 tas besar yang entah berisi apa. Tapi kelihatannya tak sekalipun ia berniat menghentikan aktivitasnya.

“Eih… Bagaimana kalau aku membeli baju musim panas untuk si kembar. Aigo… Mereka pasti terlihat sangat menggemaskan jika memakainya. Akh, cucuku yang tampan dan cantik.” Heechul melangkahkan kakinya menuju salah satu toko ‘Mom and Kids.’ Ia sibuk memilih baju baby dengan berbagai model dan bahan.

Terlihat sangat sibuk memang. Hingga ia sama sekali tak menyadari jika ada namja tampan yang mengikutinya sedari tadi. Namja itu terus menunggu di luar toko dan menatap Heechul dari kaca etalase toko. Sesekali ia menyunggingkan senyuman aneh di bibirnya.

Setelah selesai memilih, Heecul langsung membayarnya. Ia kembali melihat jam tangannya, “Sudah pukul sebelas kurang. Hah… aku harus segera pulang.” Heechul menatap kasirnya dan tersenyum. “Gamsahe, silahkan datang kembali.” Heechul hanya mengangguk dan keluar dari toko itu. Menyunggingkan senyumannya. Membayangkan kedua cucunya yang pastinya sangat menggemaskan saat memakai baju yang baru saja dibelinya. Ia berjalan keluar menuju lift. Ia harus turun ke basement untuk mengambil mobilnya.

Namun sebuah tepukan menghentikan langkahnya. Heechul menoleh dan ia langsung menatap tajam namja yang berdiri di belakangnya sedari tadi.

“Choi Jungmo ? Untuk apa kau menemuiku ?” Heechul kaget setengah mati, saat ia bertemu dengan calon tunangannya dulu. Choi Jungmo.

Namja tampan di depannya hanya tersenyum dan membenarkan jasnya. “Lama tidak bertemu Chullie. Kau terlihat semakin cantik.”

“Ah, nde. Gamsahae.” Heechul memasang wajah jeleknya. Ia benar-benar kesal bertemu dengan Jungmo. Heechul terus berjalan mencoba menghindari Jungmo.

Namun Jungmo tak mudah menyerah. Ia terus berjalan mengimbangi Heechul. “Pasti Hangeng menjaga dan merawatmu dengan baik.” Jungmo berhenti tepat didepan Heechul. Ia tersenyum menatap Heechul yang kini sedang marah tingkat dewa.

“Tentu saja.” Heechul sudah sedikit jengah melihat wajah tampan dihadapannya itu.

.

Sreeet…

.

“Hei, mau kau kemanakan belanjaanku ?” Heechul mencoba bertanya dengan nada yang lembut dan sopan. Sejujurnya didalam hatinya, ia begitu membenci namja yang ada dihadapannya dan seakan ia sudah siap menelan maja ini bulat-bulat.

“Hanya membantumu membawa belanjaanmu. Setelah ini kau mau kemana lagi ? Biar aku yang mengantarmu. Kau tidak membawa supir kan ?” Heechul sama sekali tak mempedulikan pertanyaan Jungmo.

Heechul mencoba menarik belanjaannya namun sayang Jungmo lebih lihai untuk menghindari tangan Heechul.

Heechul menghela nafasnya, ia sudah benar-benar kesal sekarang. “Aku sudah menikah Jungmo, juga sudah mempunyai cucu. Jangan menggangguku.”

Jungmo seakan tak mempedulikan status Heechul, ia makin memasang senyum gaje di wajahnya. “Akh, bagaimana ya ? Aku kesepian Chullie. Istriku sudah meninggal dan kurasa kau wanita yang tepat untuk menjadi ibu Siwon.” Jungmo tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada Heechul.

“Heh, apa kau sudah gila hah ! Dasar pria tak waras !” Heechul mendorong dahi Jungmo dengan telunjuknya. Namun Jungmo benar-benar sedang tak tahu malu. Ia sama sekali tak mempedulikan pandangan orang yang lalu lalang memperhatikan mereka berdua.

“Aku memang gila Chullie. Gila karenamu. Tak kusangka, setelah dua puluh tahun ini terlewati kau tetap cantik. Bertambah cantik.”

“Kya, hentikan merayuku. Cepat kembalikan tasku dan pergi dari hadapanku !” Heechul kembali mencoba merebut semua belanjaannya. Ia sudah sangat kesal, wajahnya pun sudah sangat merah menahan marahnya.

Akhirnya Jungmo melepaskan belanjaan Hechul dan dengan tanpa rasa malu Jungmo mencium pipi Hechul ditengah-tengah pusat perbelanjaan itu.

“Kya ! Choi Jungmo ! Beraninya kau !”

“Aku akan menjadikanmu istriku Chullie.” Secepat kilat Jungmo berjalan menjauhi Heechul. “Aish… Menyebalkan.”

Hechul menghentakkan high heelsnya ke lantai. Sangat kesal rupanya. Lalu ia mengambil semua tas belanjaannya. Betapa terkejutnya ia saat melihat sepatu mengkilat bermerk yang terlihat di depannya. “Hannie…”

Heechul tercekat melihat wajah tampan suaminya yang kini menatapnya penuh tanya. Hangeng membenarkan kacamatanya dan sedikit melonggarkan dasinya. Kalau boleh jujur, Hangeng sangat amat ingin sekali memukul wajah tampan yang mencium istrinya tadi. “Hannie, aku… Itu tadi…”

Hangeng menghela nafasnya. Ia menatap lembut pada istrinya. “Bukankah aku sudah menyuruhmu pulang ? Aku bahkan sudah sampai dirumah dan tak menemukanmu. Apa kau tahu, betapa kecewanya aku ? Ataukah kau memang sengaja memintaku menjemputmu ?” Hangeng berbicara lirih pada Heechul, ia sadar betul jika kini mereka sudah menjadi tontonan semua pengunjung di departemen store itu.

Heechul hanya bisa diam. Ia benar-benar tak tahu harus bicara apa saat ini. Hangeng meraih semua belanjaan Heechul dan berjalan keluar menuju mobilnya di depan departemen sotre.

Hangeng memasukkan semua belanjaan Heechul di bagasi mobilnya. Lalu membukakan pintu untuk cinderelanya. “Mobilmu ditinggal saja.” Suara datar Hangeng membuat Heechul makin merasa bersalah. Heechul masuk ke dalam mobil Hangeng, masih memasang wajah sedihnya. Ia benar-benar bingung dengan keadaan ini.

Hangeng duduk di jok kemudinya, duduk menghadap Heechul. Ditatapnya wajah ketakutan Heechul. Heechul menunduk mencoba menyembunyikan ketakutan yang pasti terlihat jelas dwajahnya. “Mianhe Hannie, itu … tadi…” Heechul tak bisa melanjutkan perkataannya saat Hangeng mengangkat dagunya dan satu jari Hangeng berada pada bibirnya. Hangeng tersenyum sekilas dan semakin mendekatkan wajahnya pada Heechul. “Dimana dia menciummu Heenim ?”

Tubuh Heechul sudah gemetar. Heechul mengusap pipi kirinya dengan telapak tangannya. “Disini…” Suara Heechul yang lirih hampir saja tak terdengar. Ia sudah hampir menangis ketakutan.

“Kenapa kau malah menangis ? Sudahlah Heenim, gwenchanayo.” Hangeng mencoba bersikap selembut mungkin pada Heechul. “Tapi, lain kali kumohon, dengarkan aku, arraseo ?”

Heechul mengangguk, mencoba menahan tangisnya. Hangeng tersenyum dan mendekat pada Heechul. Diciumnya pipi Heechul, menghapus jejak ciuman Jungmo. “Aku nampyeonmu. Aku akan menjagamu, jadi dengarkan aku. Jangan khawatir, aku mempercayaimu. Tidak ada yang perlu kau takutkan, tidak usah menangis.”

Namun, Heechul yang terharu dengan sikap Hangeng malah menangis. “Hiks…hikss… Hanie…” Heechul memeluk suaminya. “Mianhe Hanie, aku tak akan mengulanginya lagi. Yhaksokhejwo…”

Hangeng mengusap bahu Heechul yang masih bergetar karena menangis. “Uljima Heenim, jangan menangis. Sebaiknya kita pulang sekarang. Ini sudah malam.” Heechul melepaskan pelukannya dan mencium bibir Hangeng sekilas. “Saranghae Hannie, jeongmall saranghae.”

“Nde, aku tahu. Nado saranghae.” Hangeng mencium bibir Heechul sekilas dan menjalankan mobilnya.

Sepanjang perjalanan, Heechul terus bergelayut manja dilengan Hangeng. “Malam yang indah.”

“Nde Hanie, malam yang indah.”

.

.

Keesoka harinya Sore Hari dirumah Wookie

.

.

“Jongki ! Kau dimana sayang ?” Seorang namja cantik sibuk berjalan kesana kemari mencari putranya. Sudah seharian ini ia mencari putra kesayangannya itu. “Ini sudah sore dan kau harus mandi.” Wookie terus mencari putranya, ia sudah memutari rumahnya, berjalan menuju kamarnya, ke dapur, dan juga ke kolam ikan. tetap saja tak menemukan Jongki.

Sedangkan Yesung, ia seakan larut dalam dunianya sendiri. Setelah pagi hari ia membersihkan kandang ddangkoma, kini ia masih sibuk membersihkan kolam ikannya. Namun tiba-tiba …

.

Praang…

.

Terdengar suara ribut dari balkon belakang rumah. Mendengar suara pecahan kaca itu, Wookie langsung berlari menuju sumber suara. Disana sudah ada Yesung yang diam tertegun menatap kearah pecahan kaca. Wookie yang baru datang langsung panik menatap Jongki dan Yesung.

“Ada apa ini ? Akh… Jongki baby…” Wookie sesegera saja menarik Jongki yang terpaku ke pelukannya. Ia mengusap dan mencium lembut kening putranya yang tengah ketakutan. Dan Yesung segera mendekati Wookie dan Jongki. Merengkuhnya kedalam pelukan Yesung.

“Apa kau merasakannya Wookie baby ?” Yesung menatap wajah putranya. “Jongki ketakutan. Tak mungkin ia memecahkan akuarium dangkkoma. Ini pasti…”

“Nde, ini aku…” Sebuah cahaya ungu terbang diatas mereka. Makhluk kecil dengan tubuhnya yang bercahaya, dengan kilauan permata ungu di mahkotanya.

“Appa…”

“Raja…”

“Experio…” Sekejap tubuh bercahaya ungu itu berubah menjadi manusia. Namja tinggi tegap, dengan mahkota bermata batu ungu di kepalanya. Dialah raja peri. Raja mendekati putranya. “Sesungguhnya aku benar-benar marah padamu. Sangat ingin membawamu kembali ke dunia peri. Aku bisa saja membawamu sekarang Wookie. Tapi, aku ingin kau memikirkannya lagi, jadi pilihlah. Kau akan ikut aku dan anak itu akan ikut bersama kita.”

Raja Peri mengusap kepala Jongki dan tersenyum licik. “Atau kau memilih namja tidak tahu diri ini dan hidup bersamanya ? Maka, bisa aku pastikan kekuatanmu akan hilang, dan namja ini juga akan aku hilangkan.” Raja mengusap kasar rambut Jongki. Jongki semakin mengeratkan pelukannya karena takut.

“Appa !” Wookie berteriak keras dan menatap kesal pada Appanya. “Kau tidak ada hak untuk membunuhnya. Biar bagaimanapun, dia darahku. Dan asal kau tahu, Yesung hyung adalah suamiku, kami sudah menikah Appa. Jadi berhentilah mengaturku !”

Raja Peri hanya tertawa sinis. Ia menatap tajam pada Yesung. “Heh ! Kau peri rendahan ! Beraninya kau mengganggu anaku dan membuatnya hidup seperti manusia. Kau pikir kau bisa melakukan semuanya sesukamu.” Raja peri mengeluarkan sebuah kantung kecil dan menumpahkan sedikit bubuk ungu pada telapak tangannya. Kemudian ia menyunggingkan senyuman anehnya.

“Baiklah, karena kulihat kau lebih suka menjadi manusia maka…”

.

Byuuuurrr…

.

“Appa…!”

“Uhhuk ! Uhhuk…!” Yesung terbatuk dalam kepulan asap berwarna ungu itu. Ia menatap heran pada Raja Peri. “Hahahahahaha !” Raja Peri tertawa terbahak dan kemudian tubuh tegapnya berangsur menghilang.

“Wookie, Appa akan kembali. Dan pastikan kau sudah menentukan pilihan.” Suara itu terdengar seiring dengan menghilangnya seluruh cahaya ungu ditelan sinar matahari sore itu.

“Hyung, gwenchana ?” Wookie mengusap bahu Yesung.

“Akh, nde Wookie. Kurasa aku tidak apa-apa, hanya saja…” Yesung mencoba menggunakan kekuatannya. Ia mengayunkan tongkatnya, “Reparo !” Namun sama sekali tak terjadi perubahan pada tubuh Yesung. Seharusnya saat ia mengucapkan mantra itu, maka seketika ia akan berubah menjadi peri kembali, tapi…

“Wookie baby, aku kehilangan kekuatanku.”

.

.

At Everland, Yeongin

Siang Hari

.

.

“Kya ! Jangan berlari terus kau monyet kecil ! Bisa berhenti tidak ?” Hae terus mencoba mengejar Eunhae yang berlari-lari menyusuri jalanan kecil disisi kebun binatang. Hari ini adalah hari libur. Mereka berjalan-jalan ke Everland di Yeongin.

.

Hup…

.

“Akhirnya, tertangkap juga kau monyet kecil.” Hae mencolek hidung Eunhae dan mencium pipinya sekilas. “Kau tahu, Appa sudah lelah mengejarmu, jadi berhentilah berlari. Kau ini, seperti monyet saja, tidak bisa diam.”

“Nyet… nyet… nyet…” Eunhae menirukan Hae. Ia memasang wajah kesalnya. Agaknya, Eunhae sedikit tidak terima dikatai monyet oleh Appa-nya sendiri.

“Lihat Hae, kau selalu mengatainya monyet. Dia jadi seperti itu.” Hyukkie sedikit kesal menatap Hae. “Jangan mengatainya lagi, biar begitu juga dia itu aegya-mu.”

Hae hanya menggembungkan pipinya. Sifat kekanak-kanakannya keluar. “Haish, jangan memasang wajah begitu, terlihat aku ini sudah tua dan kau awet muda. Gendong Junior baik-baik.” Hae mendengus kesal menatap Hyukkie. Ia tetap menggembungkan pipinya.

Hyukkie, semakin cerewet. Hae, semakin kekanak-kanakan dan sama manjanya dengan Eunhae Junior.

“Minta maaf pada Junior, Hae.” Hyukkie sedikit tegas menyuruh Hae.

Sedangkan Eunhae sibuk menangkupkan kedua telapak tangannya, seakan meminta sang appa untuk cepat meminta maaf. “Ppa … Map… Map…”

Akhirnya karena kesal, Hae mau juga meminta maaf pada Eunhae. Antara rasa rela dan tidak rela, mau tidak mau, tapi ia harus menjatuhkan harga dirinya didepan anaknya sendiri. “Ish, iya bocah. Appa minta maaf. Puas ?” Hae menatap kesal wajah innocent dalam gendongannya.

Sedangkan Junior malah tersenyum gaje dan memukul wajah Hae. “Dasar !” Hampir saja Hae mengumpat lagi jika tak langsung dicegah oleh Hyukkie.

“Hae, berhenti mengatainya.” Hyukkie kemudian mengusap kedua tangan Eunhae dengan tissue basah. “Chagi, berhenti memukul wajah Appa. Nanti kalau Appa menangis bagaimana ?”

Hyukkie menghentikan langkah Hae dan mengusap keringat di wajah Junior. “Hae, sebaiknya kita makan dulu. Kelihatannya Junior sudah lelah dan kepanasan.”

“Geureyo, kita makan sekarang. Junior, kau mau apa ?”

“Es klim ppa…! Es klim…” Eunghae menjilat bibirnya membayangkan nikmatnya es krim yang membasahi mulutnya.

“Aigo, benar-benar sudah ingin makan rupanya. Baiklah, kita berangkat.” Hae menggendong Eunhae dan berjalan cepat diiringi oleh Hyukkie yang sedari tadi hanya tersenyum melihat kedekatan Hae dengan Junior. Sedang asyiknya bercanda tiba-tiba saja…

.

Bruk…

.

Seorang yeoja menabrak Hae. “Akh, mianhe. Aku tidak sengaja, aku…” Yeoja itu membersihkan bajunya, kemudian melihat siapa yang ia tabrak dan tersenyum. “Hae …”

Yeoja itu menatap pada Hae. Menatap dalam pada matanya tanpa mempedulikan tatapan tajam Hyukkie.

“Aku sangat merindukanmu.” Yeoja itu hampir saja menghambur ke pelukan Hae jika saja tangan Hyukkie tak menghentikannya.

“Eh, apa hakmu melarangku memeluk Hae. Dia masih berstatus namja chinguku.” Yeoja itu menatap sinis pada Hyukkie, dan kembali tersenyum semanis mungkin pada Hae.

“Ish… Yoona hentikan.” Hae menampik lengan Yoona yang hampir memeluknya lagi.

“Tapi Hae…” Yoona mencoba merengek pada Hae. Puppy eyes yang gagal. Hyukkie yang kesal, langsung merebut Eunhae dan membawanya bersamanya. Hae hendak mengejar Hyukkie namun Yoona menahan lengannya.

Hae mendengus kesal menatap yeoja yang teramat sangat dibencinya itu. “Yoona kita sudah berakhir. Sudah lama berlalu, jadi lupakan aku. Aku sudah menikah.”

Yoona memasang wajah memelasnya, ia kembali merengek pada Hae. “Tapi Hae…” Hae sama sekali tak mengindahkan Yoona. Ia mencengkeram jari Yoona agar lepas dari lengannya. “Kita sudah berakhir, arra !”

Hae berjalan mengejar Hyukkie, namun sepertinya yeoja tidak tahu diri itu semakin bersemangat mengikutinya. Akhirnya Hae berhenti dan menatap tajam pada Yoona. “Hei…! Kau tuli atau tidak bisa melihat. Aku sudah menikah. Dia itu istriku dan itu anakku.” Hae menunjuk ke arah Hyukkie yang masih berjalan didepannya.

“Aku tidak peduli. Kau dengar Hae, aku tidak peduli. Itu tak akan merubah apapun, dan kau harus tahu itu Hae. Aku tak akan melepaskanmu begitu saja.”

Hae mengacak rambutnya, frustasi. “Akh … Terserah kau sajalah. Dasar kau ini … isshhh…” Hae mendengus kesal dan kembali berjalan mengiringi Hyukkie.

“Hyukkie-ah, jangan marah. Yeoja itu, aku benar-benar sudah tak ada hubungan apa-apa lagi dengannya.”

Namun seperti tak mendengarkan, Hyukkie tetap menatap lurus kedepan dan berjalan masuk ke sebuah cafe. Ia mendudukkan Junior di kursi sebelah kanannya, dan Hae duduk disebelah kirinya. “Hyukkie-ah, jebal jangan begini padaku.” Namun lagi-lagi, Hyukkie tak mempedulikan puppy eyes seorang Lee Donghae. Hyukkie melengos dan menatap Junior saat pelayan sudah datang menghampiri mereka.

“Berikan aku banana cake dan strawberry jus. Sebotol air mineral, lalu satu porsi chocolate muffin dan satu cup besar es cream coklat strawberry.”

“Baik, silahkan menunggu, pesanan akan segera datang.” Pelayan itu tersenyum sekilas kemudian pergi meninggalkan meja Hyukkie.

“Kita akan makan Muffin sayang, juga strawberry cake, kau suka ?”

“Nde Mom, …shitta…” Eunhae menjilat bibirnya. Merasa diacuhkan oleh Hyukkie, akhirnya Hae duduk di kursi Eunhae dan memangkunya. Namun alangkah sialnya, karena tiba-tiba saja…

.

Brukk…

.

“Aku datang. Aigo, baby, kau lucu sekali.” Seorang yeoja datang mengganggu mereka. Siapa lagi kalau bukan Yoona. Yeoja itu duduk di sisi Hae dan mengganggu moment mereka.

“Kenapa kau duduk disitu, masih banyak meja lain, jangan menggangguku terus.”

“Ishh, bukankah lebih menyenangkan jika makan bersama, iya kan baby ?” Yoona mendekatkan wajahnya pada Eunhae, hendak menciumnya, tapi…

.

Plak…

.

“Bagus Junior. Good job baby.” Hyukkie tersenyum dan tertawa sinis seraya mengusap rambut Eunhae. “Kya, kenapa memukulku ? Aunt ‘kan sudah baik denganmu.” Yoona merengut kesal dan mengusap dahinya yang baru saja menerima hadiah perkenalan dari Eunhae. Sedangkan Hae hanya bisa tertawa tertahan melihat wajah kesal Yoona.

“Moni… Halmoni…”

“Ha…ha…ha… Kau dengar bukan, dia memanggilmu halmeoni, ha…ha…ha…” Hyukkie tertawa penuh kemenangan, sedangkan Hae sudah sibuk menciumi putranya yang sangat pintar hari ini.

“Ppa, Moni… Halmoni.” Eunhae menunjuk kepada wajah kesal yang duduk disisi appanya itu. “Iya baby, dia memang halmoni.” Mereka tertawa untuk sejenak, lalu membiarkan pelayan yang sudah datang, meletakkan pesanan mereka. “Selamat menikmati.”

“Nde, gamsahamnida.”

Hyukkie membuka sendok ice creamnya dan memberikan pada Eunhae. “Makan sendiri baby, kau bisa ‘kan ?”

“Eum…” Eunhae hendak menyendok ice creamnya, namun tiba-tiba saja Yoona mengambil sendoknya. Eunhae menatap bingung pada Yoona. “Bagaimana kalau Aunt yang menyuapimu. Aunt lihat, Mommy-mu tak sempat menyuapimu.”

Yoona menyendok ice creamnya, namun ternyata kejahilan Eunhae belum selesai dangan cepat Eunhae mendorong sedoknya hingga ice cream itu terlempar dan mengenai wajah Yoona.

“Mwo…? Ha…ha…haa…” Ketiga orang itu hanya tertawa melihat wajah kesal Yoona. “Ppa… Lucu… Mom, lucu…” Eunhae menunjuk pada wajah Yoona dan bertepuk tangan dengan senangnya.

“Awas saja, kita belum selesai bocah. Kau nakal sekali.” Yoona kemudian menatap Hae, “Hae, aku belum selesai denganmu.” Yoona duduk memutar kesamping mencari tissue didalam tasnya, dan sekali lagi Junior menunjukkan kepintarannya.

Sreeet…

“Kya… Apa yang kau lakukan bocah ? Lepaskan rambutku.” Yoona mencoba berdiri, tapi sayang, Eunhae menarik kencang kuciran rambutnya, membuat Yoona kehilangan keseimbangan dan …

.

Bruk…

.

“Hahahahaha…” Lagi-lagi, mereka menertawakan Yoona. Yoona terjatuh dengan posisi tak elit sama sekali. Untung saja ia tak membentur kursi atau meja lainnya.

Yoona berdiri dengan susah payah. Tubuh kurusnya terasa sakit semua. “Aku akan menemuimu lagi, Hae.” Yoona berjalan meninggalkan meja mereka.

“Hei Junior, yang tadi itu bagus sekali. High five..!” Hae menunjukkan lima jarinya didepan Eunhae.

Eunhae menyambutnya dan bertepuk senang. Hyukki memberikan sendok baru pada Eunhae, “Junior, makan sendiri. Arra ?” Eunhae hanya mengangguk. Mulutnya sudah penuh dengan ice cream.

Hyukkie menatap Hae dan tersenyum kecil. “Aku tidak marah, Hae. Jadi tenanglah, dan jangan bertingkah konyol lagi.” Hyukkie menatap tajam pada Hae. “Atau aku akan membunuhmu jika kau berani-beraninya berselingkuh dibelakangku.”

“Arraseo Hyukkie, aku tak akan berselingkuh tenang saja.”

“Baguslah kalau begitu, dan satu lagi. Kau harus ingat, aku tak pernah main-main dengan ancamanku.”

“Nde chagi.” Hae menyuapi ice cream untuk Hyukkie.

“Setelah ini, kita harus mencoba semua wahana yang ada.” Hyukkie tersenyum senang, tak mempedulikan Hae yang sibuk mengatur detak jantungnya. ‘Oh Tuhan, aku takut ketinggian’.

.

.

Pagi Hari dirumah Zhoury

.

.

Zoumi dan Henry, mengadopsi anak setelah setahun menikah. Mereka pindah dan tinggal di Korea. Siang itu, mereka sedang duduk santai diatas kasur lantai mereka.

Henry berjalan sedikit menjauh dari baby dan melambaikan tangannya. “Zhoury… Ayo kemari.” Henry tengah memanggil baby yang baru berusia satu tahun lebih. Baby yang baru ia adopsi dari panti asuhan.

Baby itu hanya tersenyum dan duduk. Bertepuk tangan didepan Henry.

“Lihat, dia sangat menggemaskan Henry.”

“Nde gege. Terima kasih telah mengadopsinya untukku.”

Zhoumi tersenyum dan duduk mendekat pada Zhoury. Mendudukkannya di pangkuannya. “Bagaimana kalau kita mengunjungi si kembar ? Sejak kita datang ke Korea, kita belum pernah kesana mengunjungi mereka.”

“Nde, aku akan bersiap. Jaga Zhoury sebentar.”

“Ba… ba… Ba… Ba…” Suara Zhoury sukses menghentikan Henry. “Apa dia baru saja memanggil Baba ?” Zhoumi mengangguk.

“Anak Baba, anak baik, anak pintar.”

“Hei, panggil Amma.” Henry duduk di sisi Zhuory dan menunjuk dirinya sendiri didepan Zhoury. Tapi tanggapan Zhoury berbeda dengan kemauan Henry. “Ge…! Ge…!” Zhoury berteriak memanggil Henry dengan sebutan Gege. “Kya, Mimi Ge, apa-apaan ini. Kenapa dia memanggilmu Baba, sedangkan memanggilku Gege.”

Zhoumi hanya bisa mengangkat kedua bahunya dan menciumi pipi kenyal Zhoury. Henry terus mempoutkan bibirnya karena kesal. “Ge… Ge…!”

“Aku bukan Gege-mu.” Henry mendengus kesal dan menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya. Pipi chubbynya masih setia menggembung menunjukkan kalau ia benar-benar kesal. Zhoumi menggendong Zhoury dan mendekatkannya pada Henry.

“Zhoury memanggilmu Gege, karena kau memang terlihat seperti baby, Henry. Dengan wajah super menggemaskan ini, dan juga tingkah manjamu, aku juga merasa kau masih seorang baby.” Henry semakin mendengus kesal.

“Gamsahae Mimi-ge, kau sama sekali tak membantu sedikitpun untuk menghilangkan kesalku.” Henry hendak beranjak dari posisinya semula, namun sebuah tangan kecil menepuk bahunya. Seakan tahu dengan kekesalan Henry, Zhoury menangkupkan kedua telapak tangannya. “Ge… Ge…”

“Henry, lihatlah. Dia meminta maaf padamu.”

Melihat wajah menggemaskan di hadapannya, akhirnya Henry menyerah. “Mianhe baby,” Henry mencium pipi kenyal Zhoury. “Kau boleh memanggilku Gege.”

“Baiklah, karena masalah sudah selesai, sebaiknya kita bersiap.”

“Nde Mimi Ge, aku akan menyiapkan semua keperluan Zhoury.” Henry mencium bibir mungil Zhoury dan mengembangkan senyumannya. “Baby… Gege sangat menyayangimu.”

“Hwa…!” Zhoury berteriak senang dan melompat-lompat dalam pelukan Zhoumi. “Gamsahae, telah menjadi Umma yang baik dan setingkat lebih dewasa.”

“Nde Gege.” Henry mengangguk dan kemudian menghilang, berjalan menuju kamar mereka.

.

.

Siang Hari dirumah Sibum

.

“Aku pulang.” Seorang namja tampan dengan lesung pipinya langsung berjalan masuk ke dalam rumah. Namun sepertinya kedatangannya sama sekali tak diketahui oleh namja cantik yang sibuk mengurus baby baru mereka.

Namja tampan itu, Siwon, hanya tersenyum kecil melihat aksi kejar-kejaran didepannya.

Seorang namja cantik sedang asyik berlarian membawa sebotol susu di tangannya. Sesekali, ia mencoba menghadang langkah kecil yang sangat lincah yang terus mengundangnya untuk berlari.

“Kya ! Sibum, berhenti !”

“Anni…ni..ni…” Namja kecil itu terus berlari mengitari meja besar di ruang makan. “Sibum nanti kau jatuh sayang.”

.

Huppp…

.

“Akh, bagus Wonie, akhirnya kau menangkap anak ini.” Kibum mengusap keringatnya. Ia benar-benar lelah harus mengejar Sibum. “Nah, minum susumu baby.” Kibum mencoba memasukkan dot susu kedalam mulut Sibum, tapi namja itu malah menggeleng cepat.

“Aish, Mommy sudah capek sayang. Nanti kalau tidak minum susu kau akan lapar dan terus bangun nanti.”

Sibum tetap saja menggeleng dan bertepuk tangan. Ia senang telah berhasil membuat Kibum marah.

“Jangan harap Mommy akan memberikanmu telinga Mommy nanti saat kau tidur.”

“Eh…” Sibum langsung menatap sang Umma dengan pandangan horornya. “Jim- – man -man…”

“Tidak ada tapi-tapian Baby.”

“Bummie, jangan begitu. Kau tahu kan Sibum tak akan bisa tidur jika tak memegang telingamu.”

“Tapi Wonie, kalau dia tak minum susunya dia akan terus saja bangun nanti.”

“Akh baiklah.” Siwon menatap Sibum yang berusia dua tahun kurang. Mengecup keningnya. “Ppo…po…” Sibum kecil bertepuk senang saat dicium oleh Siwon, seakan ia meminta dicium lagi.

“Minum susumu dulu baby.”

Dengan cepat Sibum menyedot susunya. Dan Siwon terus menghujani namja kecil itu dengan ciuman di pipi dan keningnya.

“Huh… Pervy baby. Dia sebenarnya anak siapa ? Mengapa anak seperti dia ditinggalkan didepan rumah kita ?”

“Sudahlah Bummie. Lagipula rumah kita menjadi ramai.” Siwon kembali menciumi namja kecil dipangkuannya itu.

Sibum, baby kecil yang ditemukan tengah menangis didepan rumah Sibum. Pasangan pengantin baru. Awalnya Kibum tak mau mengurusnya, namun melihat Siwon yang begitu menyukai namja itu akhirnya ia mengalah.

Sibum kecil yang pervert. Sangat suka dicium orang dewasa dan sangat suka mencium anak kecil lainnya. Sangat suka memegang telinga Kibum jika tidur.

Sibum mulai terlihat mengantuk di pangkuan Siwon. Setelah memastikan bahwa namja mungil itu benar-benar sudah tidur, Kibum memindahkannya dengan gerakan pelan keatas sebuah bed kecil di ruang tamu. Memasang pagar disekelilingnya dan menyalakan AC. “Huh, musim panas yang benar-benar panas Wonie.”

“Nde Bummie.” Siwon melonggarkan dasinya dan membuka dua kancing teratas kemejanya. “Eih, kenapa kau sudah pulang ? Bukankah ini masih siang ?” Namun Siwon tak berniat sedikitpun menjawab pertanyaan Kibum. Ia malah memeluk Kibum dengan erat dan mendudukkannya di pangkuannya.

“Apa Wonie ? Kau mau apa ?”

“Ssshhh…”Siwon meletakkan satu jari dibibirnya dan tersenyum. Secepat kilat, ia mengunci leher Kibum dan mencium ganas bibirnya.

Lumatan demi lumatan, dan hisapan dalam, dilancarkan Siwon. “Eunghh…” Akhirnya Siwon mendorong Kibum hingga kini posisinya terbaring di atas karpet. Dengan cepat Siwon menindih tubuh mungil Kibum dan menyerang lehernya. Sejenak ia berhenti dan menatap Kibum. “Aku, hanya terlalu merindukan Bummie-ku yang sangat sexy ini. Karena cuaca panas, aku terus saja membayangkan yang tidak-tidak dan tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaanku. Jadi…”

“Eunghh…” Kibum melenguh saat Siwon menjilat telinganya. “Jadi, aku …” Siwon menjilat lagi. “Aku harus melakukannya.”

“Ouwhhh… Woonie…” Kibum melenguh saat siwon meremas kuat dada Kibum.

“Uhhhh… Akh…”

.

.

.

.

Te to de Be to de Ce

.

.

###CHICKEN SOUP FOR OUR FAMILLY###

Akhirnya chapter 1 update juga. Kepanjangan kah ? Hohohoh… Mianhe…#senyumgajebarengKyuppa#

Kira-kira Kyuppa dapet hadiah apa yah dari Minppa ? Apa Nc ?#heheheyadongporeper#ngintipah#

Mianhe, jika chap ini gag memuaskan and terlalu panjang. Agak menjadi beban sebenarnya buat author, karena terkesan jadi kaya sinetron striping yang kagak selese-selese. Jeongmal Mianhamnida.#bow#

15 thoughts on “Chicken Soup for Our Family || Ch. 1 || KYUMIN || YAOI

  1. Eonni annyeong!!!!!! Aku nadhira, reder lama tapi gapernah komen😦 soalnya aku baru nemu blog mu eonn, aku paling ga mau ngmen di ffn😦 Jeosongeyoo~ tapi janji deh setelah nemu blogmu aku rajin2 komen hehhehehe btw, aku suka bgt sama ff mpreg mu eonnnnnnnnn….apalagi ff csfof daebakkk!!! Hehehehe eonni fighting!!!!

  2. annyeong eon. ai datang lagi..
    akhirnya ai inget belum baca ini heheheh..

    waduh udah pada punya baby tapi kelakuan tetep aj.. xDD
    Kyuhyun makin pervert aja deh.
    heenim ma hangeng makin mesra aj udah punya cucu loh..
    hahahaha. jungmo chagi jadi pria kesepian #plaakkk..

    ok eon, aku mau lanjut ya..

    gomapta,

  3. hujan.. ^^
    sequel na yoo ska
    ank kcl na ngmsin, snym2 sndri yoo bca na
    n ttp hot y crt yg prtma n sequel na ^^
    bgs crt na yoo ska… ^___^

  4. Haha😀 Nah loh, ketauan kan. Gak sabaran sih, si Kyu-nya😀
    Oh~ Hangeng yang sungguh baik hati🙂
    Sabar aja yah, buat si pasangan YeWook🙂
    Naughty Eunhae😀 Kerja bagus (y)
    Emang bener, ini amat sangat panjang *lebay😀
    Tapi ya tetep bagus. Kalo boleh beri saran sih, genre-nya jgn ini mulu (romance & drama) nanti para readers pada bosen. Mungkin bisa genre-nya bisa horor, angst, dan genre” lainnya🙂
    Ini hanya saran loh. Kalo kurang berkenan, mianhamnida m(__)m

  5. ya ampun mreka tuh pda dah pnya baby tpi kelakuan kya anak remaja labil wkwkwk…
    aplagi couple HanChul tuh pdahal dah jdi kakek n nenek tpi mkin mesra az kayak newlyd couple ckckck…

    diseason ni konflik’y bkalan mkin pelik deh dngan khadiran orang k3 dlm khdupan para couple…

    makin PENASARAN…
    ayo lnjutkan baca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s