SECRET HEART || CH. 8 || KYUMIN || YAOI ||

SECRET HEART

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

-Cho Kyuhyun   (N)

-Lee Sungmin    (N)

– Kim Heechul    (Y)

-And other SUJU and SHINEE member

Pairing : || KYUMIN || SIBUM || ONKEY || and Other Pairs ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#muehehhehe#

Genre : Romance || Drama || Sad ||Angst||

Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, Genderswitch (Y).||

Summarry : || Aku adalah satu hal yang SEMPURNA. Tapi tak akan ada artinya jika tanpa dirimu disisiku. Aku bukanlah apa-apa ||

Another PRESENT From Me

KYUMIN FF, ditulis dengan seluruh kekuatan Hati dan Pikiranku. Terinspirasi dari drama yang sangat mengena dihatiku. “SECRET GARDEN.”

Disini aku menambahkan pair kesayanganku yang lain “OnKey”, so welcome for Uri Unyu Leader.

Ini hanya terinspirasi dengan drama itu, bukan berarti ceritanya akan sama dengan Secret Garden. Aku membuatnya dengan segenap hati dan cintaku untuk seorang Lee Sungmin #ck… I’m crazy ’bout him#

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

~SECRET HEART~

.

.

HAPPY READING

.

.

Chapter 8

.

Haehyuk Side

.

.

“Lepaskan aku.”

Hyukkie meronta mencoba membuka pintu kamar di karaoke itu.  Dan Hae terus saja menahan tubuhnya sejak semalam. Mereka membiarkan Kyuhyun dan Sungmin, atau bisa dikatakan Hae memaksa Hyukkie untuk membiarkan mereka.

Dengan ancaman tentunya. Dan mau tidak mau, Hyukkie menuruti Hae dan tidur di kamar itu. Meski ia aman, karena perjanjian bodoh yang mereka buat. Tapi tidur Hyukkie sama sekali tak tenang dan selalu saja memikirkan bagaimana nasib Sungmin bersama Kyuhyun.

“Kita sudah sepakat, kau hanya akan menahanku sampai pagi. Dan sekarang sudah pagi, apa kau tahu aku hampir gila memikirkan Sungmin hyung? Jadi lepaskan aku sekarang, kau tak berhak menahanku!”

Hyukkie sedikit berteriak pada Hae. Dan namja itu seakan begitu polos hingga hanya memberikan respon menyebalkan dengan wajah datarnya. Dan tubuh Hyukkie merosot ke lantai, ia melemah dan sekuat tenaga menahan air mata yang seakan memaksa untuk keluar.

Bahunya mulai bergetar dan ia mulai menangis pelan. “Kau tak tahu Hae. Mengapa tak mau mengerti?” Hyukkie menggeleng pelan dan mengusap kasar air matanya

Hae merasa sedikit iba. Awalnya bukan seperti ini maksud dari semua yang ia lakukan. Ia hanya ingin memberikan waktu lebih bagi Kyuhyun dan Sungmin untuk lebih mengenal. Hae ikut duduk dilantai. Menopang tubuhnya dengan kedua lututnya dan merengkuh tubuh Hyukkie.

“Mianhe.”

.

.

HaeHyuk x Kyumin Side

.

.

“Mianhe…”

.

Buaghhh…

.

Kyuhyun meringis menahan sakit diujung bibirnya. Sedikit bercak darah terlihat di bibirnya. Dan ia tak bisa mengelak, hanya menatap datar pada Sungmin. Dan itu, pukulan kelima yang ia terima dari Sungmin pagi itu.

Sejak Sungmin sadar, dan merasa aneh juga sakit terlebih pada bagian bawah tubuhnya. Dan tak dapat ia elakkan jika tubuh Sungmin sedikit banyak dipenuhi dengan bercak keunguan yang mungkin saja akan mengundang begitu banyak pertanyaan dari make up artistnya atau bahkan Hyukkie.

Sungmin masih menghela nafasnya yang berat dan ngos-ngosan. Wajahnya memerah menahan marah dan tangannya mengepal kuat. Jangan lupakan mata cantiknya,kini berkilat menahan marah. Ia sungguh marah saat ini.

Sungmin menatap tajam pada Kyuhyun dan namja itu, memang sudah begitu tegang. Bukan Kyuhyun melupakan resiko dari semua yang ia lakukan, tapi semuanya sudah terlanjur terjadi dan ia juga sama sekali tak bisa menghentikan semuanya.

“Apa yang kau lakukan huh? Kau …!!!”

“Aku sudah mengatakan maaf, kurasa kau juga mendengarnya.”

.

Plak…

.

“Mwo?”

Kyuhyun langsung mengusap pipinya yang mungkin saja kini sangat merah. Sungmin menamparnya dengan keras.

“Kau gila! Bagaimana bisa hanya maaf? Kenapa kau tak memikirkannya huh? Kau pikir aku ini apa?”

Sungmin menghempaskan tubuhnya ke sofa. Ia menunduk, menyembunyikan wajahnya dan menangis lirih. Semua rasa bercampur didalam hatinya.

Kyuhyun mencoba meraih tubuh Sungmin, namun namja itu mengelak dan menjauhkan dirinya. “Jangan sentuh aku lagi. Tangan kotormu itu tak pantas menyentuhku.”

Tapi Kyuhyun benar-benar tak bisa menerima perlakuan Sungmin. Ia memaksa mencengkeram kedua bahu Sungmin, meski namja itu terus saja berusaha memberontak. “Dengarkan aku.”

Ahni, kau pergi saja.”

“Dengarkan aku Lee Sungmin.”

“Aku bilang, pergi!”

Sungmin mengangkat wajahnya dan menatap tajam pada Kyuhyun. “Aku bilang, kau pergi sekarang juga! Kau tidak tuli ‘kan? Kau pergilah…”

Terlihat jelas, garis bening itu terukir di pipi putih Sungmin. Dan Kyuhyun, berusaha menghapusnya. Dan Sungmin hanya bisa diam. Ia hanya menutup matanya, bukan menikmati sentuhan Kyuhyun tapi lebih pada menyesali semuanya. Ia sungguh menyesal.

“Berhentilah bersikap seperti aku sudah memperkosamu.”

“Kau memang melakukannya!” Mata Sungmin yang sudah merah kini semakin berkilat menahan marah. Ia menepis tangan Kyuhyun dan mendorong kuat tubuhnya. “Kau memperkosaku! Kau gila! Bagaimana bisa kau…!”

Sungmin menghentikan amarahnya dan sibuk mengusap kasar air matanya. Seluruh tubuhnya terasa remuk. Hati dan jiwanya benar-benar terguncang. Dan …

.

Buagh….

.

Satu pukulan kembali mendarat di wajah Kyuhyun. Kemudian Sungmin mencekik pelan leher Kyuhyun, membuat namja itu sedikit terbatuk dan menutup rapat kedua matanya.”Kau tak akan berani membunuhkuh…uhhuk…”

“Mengapa harus takut? Kau biadab dan tak punya perasaan.”

Kyuhyun masih berusaha untuk menyeringai, meski kedua matanya tetap tertutup rapat menahan rasa tak karuan yang membuat tubuhnya melemah. “Kau mencintaiku.”

“Mwo?” Sungmin mendelik heran. “Bagaimana bisa kau menyimpulkan seperti itu.” Sungmin menghempaskan tubuh Kyuhyun. “Kau pikir aku sudah gila? Atau aku buta sampai tak bisa membedakan mana yeoja dan mana namja?

Tapi Kyuhyun hanya menyeringai dan tersenyum menatap Sungmin. “Kau mencintaiku.”

“Aku tidak mencintai siapapun, termasuk namja gila sepertimu.”

“Tapi kau mencintaiku.”

“Ahni.”

“Kau mencintaiku Lee Sungmin.”

“Aku tidak mencintaimu!”

Sungmin berbicara dengan nada yang cukup kasar dan keras, dan sepertinya kesabarannya sudah mencapai batas.  “Aku tidak mencintaimu. Apalagi namja brengsek sepertimu, kau tidak tau… awwhhhh…”

Sungmin meringis menahan sakit saat ia kembali mendudukkan tubuhnya di sofa. Bagian bawahnya seakan menusuk tubuhnya dan benar-benar membuatnya tersiksa. Membuat Sungmin kembali mengingat semuanya.

Yang pada awalnya memberikan kenikmatan pada mereka dan akhirnya hanya meninggalkan noda yang akan selamanya berbekas dalam ingatannya.

.

Tok…. tok…. tok…

.

Ketukan di pintu seakan menyadarkan Kyuhyun dan Sungmin untuk kembali ke dunia mereka. Ia sedikit melirik Sungmin yang kembali diam dan terus berusaha mengatur nafasnya. Menutup matanya sekejap.

Hatinya berjengit sakit dan sedikit terselip rasa bersalah. Tapi entahlah, semua seakan berat di hati Kyuhyun. Ia belum ingin menghancurkan semuanya, termasuk reputasinya dan juga harga dirinya.

“Mengapa kau melakukannya Tuan Cho?”

Sungmin menggumam lemah, dan Kyuhyun terdiam sejenak. Tak ada sedikitpun niat dari Kyuhyun untuk sekedar menyahut datau menjawab gumaman Sungmin. Berpura-pura tak mendengarnya, padahal sudah terasa sangat jelas dihatinya bahwa ia sedikit terpukul mendengar Sungmin mempertanyakan itu.

Ia hanya diam menatap Sungmin. Dan kemudian bergerak mengumpulkan pakaian mereka yang berserakan tak karuan setelah mendengar banyak ketukan kasar dipintunya.  Kemudian ia memberikan baju Sungmin. Menyodorkannya, tanpa sekalipun menatap wajah pucat itu, betapa terlukanya seorang Lee Sungmin. “Pakailah dan kita pulang.”

Kyuhyun segera memakai pakaiannya sendiri. Ia sedikit melirik Sungmin, yang tadinya hanya diam memandangi bajunya dan tubuhnya, sudah mulai memakai pakaiannya. “Hari ini kita ada jadwal. Dan kumohon jangan bahas ini dulu.”

Dengan sedikit tertatih, Sungmin mencoba menahan sakit disekujur tubuhnya. Luka di hati dan tubuhnya terasa begitu dalam dan mungkin saja akan terus membekas dipikirannya. Ia menepis kasar tangan Kyuhyun yang mencoba membantunya untuk berjalan.

“Terima kasih, tapi aku tak butuh bantuanmu.”

Dan Kyuhyun hanya bisa diam. Tak mudah baginya untuk mengatakan jika ia mencintai Sungmin, sedangkan ia sendiri belum begitu yakin dan berani untuk mengatakannya.

Dan saat mereka membuka pintu, dua namja yang terlihat sangat khawatir dan berantakkan itu langsung memeluk keduanya.

“Minnie Hyung…”

Hyukkie memeluk erat tubuh lemah Sungmin. Dan Sungmin hanya menutup rapat kedua matanya, mencoba menyembunyikan lukanya dari mata Hyukkie. Berharap seakan semuanya adalah mimpi dan ia baik-baik saja.

.

.

Dan setelah semuanya, hanya ada hening diantara mereka. Antara keempat namja yang tengah berkumpul diruang tengah dorm itu. Syuting sudah selesai dan ini tengah malam. Sungmin menatap malas pada Hyukkie.

“Kenapa kita harus berkumpul disini? Seakan ada masalah saja. Aku lelah Hyukkie, dan ku pikir kau juga lelah atau jika tidak, kau seharusnya lelah karena memang seharusnya begitu. Dan sebaiknya kita pergi dari sini.”

“Tapi Hyung…”

“Jangan mencoba menahanku disini, atau aku tak akan bisa mengendalikan diri ku lagi.”

Hyukkie sedikit takut melihat ekspresi wajah Sungmin yang memang berbeda dari biasanya. Dan ia tahu benar, jika ia terus memaksa Sungmin maka semua masalah ini akan semakin bertambah runyam dan tak akan terselesaikan.

Dan dalam sekejap, kedua namja itu telah pergi ke kamar mereka. Menyisakan dua namja yang masih sama-sama diam di ruangan itu. Dan akhirnya Hae beranjak dari duduknya, mengambil satu kaleng beer ringan dan memberikannya pada Kyuhyun.

“Sudahlah, jangan dipikirkan lagi.”

Kyuhyun tersenyum kecil, benar-benar tersenyum bukan menyeringai. “Aku tak memikirkannya, hanya saja sedikit menyesali semuanya.”

“Huh… kurasa sekali-kali, kau bisa menurunkan gengsimu dan mengakuinya. Kurasa menjadi gay juga tidak apa-apa.”

Kyuhyun meminum birnya dan memfokuskan pandangannya pada wajah polos Hae. Dan namja itu hanya bisa terus tersenyum dengan sejuta kepolosannya tanpa sedikitpun merasa takut pada arti pandangan dari Kyuhyun.

“Aku belum gila dan belum ingin kehilangan semuanya. Dan aku juga tidak bodoh.”

Hae hanya berdecak kesal, dan sedikit menyesal. “Ternyata harga dirimu dan ketenaranmu lebih berharga ya?”

“Sudahlah, jangan pikirkan aku. Urusi saja pekerjaanmu.”

Kyuhyun beranjak dari duduknya, melangkah keluar dorm. Meninggalkan Hae yang hanya bisa menggeleng melihat kelakuan Kyuhyun. Untuk kemudian, Hae pergi dari ruangan itu menuju kamarnya. Sedikit menenangkan diri. Tapi sepertinya, ia akan membatalkan niatnya itu.

Melihat satu sosok yang mungkin saja bisa ia ajak berbagi atau sekedar menceritakan semuanya. Ia mendekati sosok itu dan menepuk bahunya. “Sejak kapan kau datang?”

.

.

Cho Kyuhyun POV

.

.

Ini sudah pagi dan scene bagianku akan take nanti sore. Dan sialnya hanya aku. Sungmin dan Hye Gyo noona syuting pagi ini, dan sejak aku bangun tidur aku belum melihatnya.

Bukan aku merindukannya hanya saja aku…

“Huh….”

“Hei, Cho Kyuhyun.”

“Oh, kau hyung.”

Aku tak terkejut dengan namja ini,namja yang memang mempunyai hubungan keluarga denganku dan juga Siwon hyung, dan sialnya lagi kenapa Sungmin harus ada dibawah manajemennya.

“Bagaimana perasaanmu? Bukankah film ini bagus.”

Ia berdiri disisiku. Dengan jaket merah, rambut merah bahkan sepatu merah. Dan aku hanya bisa terheran melihat style-nya yang kupikir memang sangat payah. “Kau seperti semut merah yang berjalan kemana –mana.”

“Jangan mengataiku.”

“Jo Myuk hyung….”

“Jangan panggil aku dengan nama itu.”

“Ish… arro. Zhoumi hyung.…”

“Jangan pakai Hyung.” Dia menatapku tajam. “Bukankah kau biasa memanggilku gege, kenapa jadi aneh begitu? Dan jangan panggil aku dengan nama Korea ku karena aku lebih suka nama mandarinku.”

Aku heran, bagaimana bisa orang secerewet dan sok perfeksionis seperti dia bisa membawahi Sungmin. Dan juga beberapa artis termasuk Hye Gyo. “Ah terserah kau saja.”

Jujur, aku malas jika sudah berurusan dengannya. Seakan semua yang kulakukan salah dan selalu saja ia mencoba mengubahnya sesuai keinginannya.

“Kudengar, hubunganmu tak baik dengan Sungmin.”

Ahni, siapa bilang. Kami…”

“Atau hubungan kalian begitu baik hingga terlihat aneh?” Zhoumi memotong pembicaraanku.

“Aku tidak apa-apa. Dia saja terlalu sensitif, kau kan tahu aku artis pro…”

“Kau pikir untuk apa aku kesini, jika memang tak ada masalah.”

Ia menyeretku kedalam dan mendudukkanku ke sofa di ruang tengah dorm kami. Dan ia melepas topi merah noraknya dan membuatkanku secangkir kopi. Kuakui, meski dia sangat menyebalkan tapi dia lebih baik dari Siwon hyung yang hanya bisa terus memarahiku.

“Jadi, bagaimana hubunganmu dengan Sungmin?”

“Kami baik-baik saja.”

“Kenapa aku tak melihatnya, malah kalian terlihat seperti artis yang sama-sama bersaing keras untuk menjadi yang terbaik dan ….bla… bla… bla…”

Sungguh aku membencinya. Kenapa dia begitu cerewet dan sungguh, dia ini begitu lancar berbicara hangeul dan itu satu hal yang sangat aku sesali. Dia menyebalkan. Telingaku begitu panas mendengarnya terus dan terus membicarakan tentang Sungmin.

“Sudahlah. Bisa diam tidak?”

Dia beranjak dari duduknya dan tersenyum aneh padaku. “Jangan salahkan aku, jika aku juga menginginkannya.”

“Mwo?”

Dan sialnya dia hanya tersenyum aneh, atau lebih tepatnya menyeringai padaku. “Apa maksudmu?”

“Terserah aku. Kau pikirkan saja sendiri.”

Dan sialnya, aku tak bisa mencegahnya pergi. Sedikit memikirkan harga diriku jika aku memanggil atau bahkan mengejarnya. Sia-sia saja dan lagi semuanya bukan urusanku.

.

Cho Kyuhyun POV end

.

.

“Ah… Zhoumi.”

“Nde.”

Sungmin berlari kecil menghampiri Zhoumi yang sudah menunggunya sejak lama di salah satu restoran. “Ada apa? Kenapa kau datang kemari?”

“Ahni.” Zhoumi menggeleng pelan, kemudian datanglah beberapa pelayan dan juga pemusik ke meja mereka di sore itu.

“Apa-apaan ini?”

“Aku hanya berfikir, mungkin peranmu terlalu aneh atau kau sedikit tertekan saat pembuatan film ini. Anggap saja ini hadiahmu. Makan malam enak ditemani dengan musik romantis.”

Dan Sungmin mulai bisa tersenyum hari itu. Ia segera memesan semua makanan kesukaannya dan mulai memakannya dengan lahap. Menikmati alunan musik klasik juga pemandangan restoran tepi pantai yang indah.

Dan bukan Kyuhyun namanya jika ia tak melanggar jadwal syutingnya dan malah menemui Zhoumi dan Sungmin. Dari kejauhan dia mengintai Sungmin dan Zhoumi. Mulai berjalan mendekati mereka dan menghampiri mereka dengan senyuman yang terus terukir di wajahnya.

Seakan semua beban dan apa yang terjadi malam itu sama sekali tak berbekas di hati dan pikirannya.  Sungmin mendengus kesal sambil terus menggigiti bulgoggi yang ada didepannya. Entah bagaimana bisa, daging itu terasa semakin alot dan sulit dimakan .

“Hei, masa makan malam tak mengajaku Hyung?”

“Jangan panggil aku Hyung.”

“Oke, Zhoumi gege.”

Kyuhyun duduk dengan nyaman didekat Sungmin. Segera mengambil sendok yang tak di pakai Sungmin dan mulai mencicipi makan malam Sungmin

“Wah, enak yah. Dan oh…” Kyuhyun melihat pemusik dibelakang mereka. “Kalian pergilah. Kami sudah puas mendengarkan kalian.”

Dan semua pemusik itu pergi dari sana. Sungmin benar-benar tak habis pikir dan teramat kesal sekarang. Di benaknya hanya berisi umpatan kepada Kyuhyun.

“Bagaimana bisa kau ada disini, bukankah kau ada jadwal.”

“Ck… besok libur, jadi take besok saja.”

Dan Zhoumi hanya bisa menggeleng. Sungmin, ia menatap tajam pada Kyuhyun dan saking kesalnya akhirnya…

“Auwwww…” Kyuhyun mengaduh pelan dan melotot menatap Sungmin. “Apa-apaan kau? Kenapa menginjak kakiku?”

Sungmin tersenyum mengejek dan mengunyah makanannya. “Kau ini orang kaya. Bukankah membeli makanan seperti ini hal mudah untukmu? Mengapa seenaknya merebut makan malamku?”

“Pelit sekali.”

Kyuhyun menatap Zhoumi yang sudah setia memasang wajah membunuhnya dan seakan siap menendangnya saat itu juga. Dan Kyuhyun, semakin bersikap aneh dan kekanakkan. Entah apa yang ada dipikirannya.

“Aku masih marah dan kesal padamu, jadi sebaiknya kau pergi sebelum aku benar-benar akan membunuhmu.”

Dan Kyuhyun, seperti tak mengingat semuanya, ia tetap saja bersikap seperti biasa dan terus saja mengganggu acara makan malam Sungmin. Tapi disela makannya, tiba-tiba saja Zhoumi bertanya pada Kyuhyun.

“Oh iya, kulihat wajahmu bengkak. Bahkan make up artist pun sempat komplain karena pekerjaannya jadi dua kali lipat. Memang kau dipukuli siapa?”

“Uhhuk….”

.

.

SiBum Side

.

Siwon duduk diam di teras rumah Kibum. Seakan sudah menjadi pekerjaan barunya, setelah ia menyerahkan semua urusan kantor pada Onew, ia pasti akan datang ke rumah megah bergaya klasik itu. Ia menunggu sang empunya rumah yang entah pergi kemana.

Yang jelas, ia akan terus menunggu sampai Kibum kembali. Dan ini sudah hampir tengah malam. Padahal, Siwon sudah menunggu sejak siang tadi. Dan seperti kurang kerjaan, namja itu bahkan membawa bekal dan mendirikan satu tenda kecil dihalaman rumah Kibum.

Sesekali, sempat terlintas difikirannya. Kibum tinggal sendiri, dan rumah itu sangatlah megah. Bagaimana seorang namja mungil yang begitu sibuk dengan pekerjaannya masih sempat membereskan dan membersihkan rumah semegah itu?

Bayangan di fikiran Siwon kembali berputar disaat dulu. Mengingat semua masa lalunya, dan perasaan bersalah yang terus semakin membebaninya. Menyesali, betapa tak pekanya dia atas semua kesalahannya. Dan hingga kini, masih terus berharap ia akan mendapatkan maaf. Meski itu akan sangat sulit.

.

Flashback On

.

“Kau terlalu dekat dengannya. Dan aku tahu, ada sesuatu yang berbeda.”

“Ahni. Kita kan bersahabat Noona.”

“Jangan menyangkali aku Wonnie baby…”

Siwon dan Heechul sedang berdiri di tepi danau kecil di belakang sekolah mereka. Dan kemudian Heechul duduk di atas rumput dan mulai memainkan kakinya di dalam danau.

“Airnya dingin.”

Dan mata seorang Choi Siwon, tak pernah bisa lepas dari teman sejak kecilnya itu. Ia ikut duduk disisi Heechul dan kemudian mengangkat kedua kaki Heechul dari air. Membuat yeoja itu sedikit memutar tubuhnya dan menatap heran pada Siwon.

“Kenapa? Aku kan sedang main air.”

“Dingin Noona.”

Dan kemudian hanya hening diantara mereka. Heechul memang sudah lama menyadari ada yang aneh dengan pertemanan mereka. Ia menatap Siwon dan menarik kakinya. Membuat Siwon kemudian juga menatapnya.

“Jadi katakan padaku, ada apa sebenarnya?”

“Apa?”

“Kya! Choi Siwon! Jangan memasang wajah bodohmu itu, menggelikan.” Heechul mendengus kesal dan memalingkan wajahnya dari hadapan Siwon. Kembali menikmati pemandangan indah disore itu.

“Sebentar lagi ujian sekolah, dan mungkin aku akan pergi ke luar negeri. Appa ingin aku belajar fashion di Paris.” Heechul menoleh pada Siwon. “Dan kupastikan, kau tak akan merindukanku.”

Tapi satu hal yang Siwon lakukan, sukses membuat jantung seorang Kim Heechul berhenti mendadak. Kini, betapa dekat jarak antara mereka. Betapa hangat dan lembut. Betapa manis rasa itu. Betapa cepat jantung keduanya berdetak.

Sebuah ciuman yang terkesan tak panas sekalipun. Bahkan hanya saling menempelkan bibir, hingga akhirnya Siwon menutup matanya dan mulai merengkuh pinggang Heechul. Mulai melumat bibir yeoja yang masih sangat tegang dan kaget dipelukannya itu.

Dan Heechul, dia hanya diam.

Hingga akhirnya, Siwon menyudahi ciumannya dan kemudian mencium kening Heechul sekilas. “Aku akan sangat merindukanmu.”

Tapi Heechul menggeleng pelan dan perlahan ia mendorong tubuh Siwon. “Kau sesungguhnya tidak mencintai aku. Meski ini akan terdengar aneh, tapi aku yakin jika kau lebih mencintai Kibum.”

“Mwo?” Siwon tertawa pelan dan menggeleng. Mengacak rambut Heechul dan menatap genangan air di danau yang memantulkan warna langit sore yang begitu indah.

“Kau pikir aku tidak normal. Dia itu namja dan aku juga namja. Lagi pula dia itu aneh, dan …. eum… pokoknya dia aneh. Cara berpakaiannya, kacamata anehnya itu, juga gayanya yang seperti anak autis. Aku sungguh malu dekat dengannya. Jika bukan karena kita sahabat dari kecil dan kau memaksaku, mungkin aku malas untuk berteman dengannya.”

Dan Heechul hanya bisa menggeleng, tersenyum miris. “Kau hanya belum menyadarinya Siwonie.”

“Aku menyadarinya Noona, aku mencintaimu. Harus berapa kali aku mengatakannya.”

“Bukan aku, meski kau terus menyangkalinya. Ingatlah, aku paling mengerti dirimu dan memang bahkan kau sendiri pun sama sekali tak mengerti dirimu. Tidak mungkin aku salah, dan hentikan perasaanmu. Aku tak bisa jika bersamamu dan menyakiti dongsaeng kesayanganku. Kibum, adalah titipan dari harabeoji. Dan kita harus menjaganya.”

“Jangan ingatkan aku tentang itu. Jika saja kakekmu itu tak menitipkannya pada keluargamu, mungkin saja mereka sudah menjodohkan kita dan tidak akan memintamu ke luar negeri. Mereka ingin mengusirmu dan membiarkan Kibum menguasai seluruh harta Kim Harabeoji.”

Heechul mendelik tajam menatap Siwon. “Kibumie itu adikku. Dan hartanya itu, juga memang milik Kibum. Keluargaku hanya meneruskan dan membantu menjaga harta mereka. Dan meski Kibum tak memintanya, aku juga akan lebih memilih menyerahkan semuanya dan tinggal di Paris. Memulai semua mimpiku disana.”

Heechul tersenyum senang, dan karena memang ia ingin pergi ke Paris. Tapi mungkin semua itu, tak sejalan dengan pikiran Siwon. Ia menentang keras keinginan Heechul itu. Bahkan Mungkin saja ia sudah sangat menentangnya sejak dulu. Siwon menarik lengan Heechul, membuat yeoja itu menatap tajam padanya.

“Kau tak akan pergi kemana-mana Heechulie. Tidak ke Paris atau kemanapun. Aku akan berbicara dengan Kibum. Tak seharusnya dia meminta appamu untuk membuangmu ke Paris. Itu menjauhkan kita.”

Siwon mencengkeram kuat kedua bahu Heechul, membuat yeoja itu sedikit meronta untuk melepaskan cengkraman Siwon. Wajah putih Heechul sudah sedikit merah, dengan air mata ketakutan yang sudah menggenang di mata cantiknya.

“Dan aku akan tetap pergi Choi Siwon-ssi. Meski Kibum tak pernah mengatakannya, tapi aku tahu jika dia mencintaimu. Dan Kibum tak pernah meminta apapun pada Appa. Bisakah kau mengerti, aku menyayangi Bummie? Dia sudah seperti adikku sendiri.”

“Aku tak mau tahu, dia itu aneh dan idiot. Melihat wajahnya saja aku sudah muak! Berhentilah memintaku melakukan yang tak ingin kulakukan! Kau tak pernah bisa mengerti aku Heechulie, aku mencintaimu.”

Dan dengan satu dorongan, Siwon mendorong tubuh Heechul hingga yeoja itu terbaring di rerumputan dan Siwon langsung menindihnya melumat kasar bibir Heechul dan terus mencengkeram kuat bahu Heechul.

Heechul terus berusaha menghindari ciuman ganas itu, namun ia tak berdaya saat merasakan satu tangan Siwon mencengkeram kuat kedua sisi pipinya. Membuat Heechul sama sekali tak bisa menghindar lagi.

“Eumhhh…”

Dan Siwon, terus bermain dengan lidah dan salivanya. Satu tangannya yang lain mulai merangkak dan mengusap lembut wajah Heechul. Dan ketika Siwon kehabisan nafasnya, ia melepaskan ciumannya.

Ingin rasanya, Heechul berteriak dan mengumpatnya. Namun semua itu seakan hanyut bersama air mata Siwon yang mengalir pelan. Sejuta pertanyaan muncul di benak dan hati Heechul.

Begitu bodohnya kah, seorang Choi Siwon hingga tak menyadari perasaannya sendiri?

Atau begitu bodohnya, seorang Kim Heechul karena dia hanya bisa diam tanpa bisa menolak sedikit pun sentuhan tangan Siwon yang kini terus saja bermain dengan wajahnya?

Kenapa Siwon yang menangis? Seharusnya…

Dan Heechul hanya bisa diam, menutup kedua matanya. Sedikit menjenjangkan lehernya saat merasakan Siwon mulai mencium kecil lehernya. Menggelitik dengan lidah pintarnya dan saat itu juga, tubuh Heechul mulai melemah. Kedua tangannya seakan sudah mati rasa dan tak bisa ia gerakkan sama sekali. Seluruh tubuhnya seakan menerima perlakuan Siwon. Tapi sungguh, hatinya ingin memberontak dan berteriak keras.

Ia berusaha menahan lenguhannya, namun pertahanannya hancur saat Siwon menghisap kuat ceruk lehernya. Dan tangan Siwon mulai mengusap bagian tubuh Heechul. Dan dia hanya bisa diam, seakan menerima semuanya.

“Ahhhh….eummmmhhhh….”

.

.

.

‘Inikah cinta itu? Mengapa hanya sakit yang kurasakan.’

Namja itu mengepalkan kuat kedua tangannya. Sepertinya sedikit menyesali kedatangannya sendiri diwaktu yang sangat tidak tepat.

‘Jika hanya akan mengingkari, seharusnya kau tak berjanji padaku Heenim Noona.’

.

.

.

2bEEcON

Bagaimana kelanjutannya? Mianhe jika semakin atau malah menyimpang banget dari Secret Garden. Biasa, author suka banget menyimpang. Mianhe juga jika storynya belibet dan aneh. Semoga masih layak baca.

Gamsahae udah bersama author and all pure couple. Especially KYUMIN

.

.

22 thoughts on “SECRET HEART || CH. 8 || KYUMIN || YAOI ||

  1. wach muka kyuhyun bengkak y apa krn dpukul ma sungmin???
    oo jd it tho yg membuat kibum marah n kecewa ma siwon pantes aja…

    lanjut min

  2. yaaah~ haehyuk-nya ga ‘ngapa-ngapain’, dikirain ‘ngapa-ngapain’ wkwk XP

    chingu tetap semangat menulis ya
    (^,^)9 aku selalu suka dan
    menunggu karya-karya chingu🙂

  3. jiah kyakx kyuhyun cmburu ma zhoumy.. Untk msalah siwon n pairing lainx ju2r aq gk thu mslahx coz selain kyumin aq lewati bgian pairing lainny.. Otakq udah pnuh thor mf ya.. Bisax cuma nyambung ke kyumin aja.. Aq cuma bsa ambil 1 critax doank.. Klo bnyk pairing kplaq pusing.. Aq suka crita kyumin dsini..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s