SECRET HEART || CH. 5 || YAOI || KyuMin

SECRET HEART

 

Author : rainy hearT

 

Length : Series

 

Rated : T to M

 

Cast :

-Cho Kyuhyun

-Lee Sungmin

-And other SUJU and SHINEE member

 

Pairing : || KYUMIN || SIBUM || ONKEY || and Other Pairs ||

 

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#muehehhehe#

 

Genre : Romance || Drama || Sad ||Angst||

 

Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, Genderswitch for Umma (Y).||

 

Summarry : || Aku adalah satu hal yang SEMPURNA. Tapi tak akan ada artinya jika tanpa dirimu disisiku. Aku bukanlah apa-apa ||

 

Another PRESENT From Me

 

KYUMIN FF, ditulis dengan seluruh kekuatan Hati dan Pikiranku. Terinspirasi dari drama yang sangat mengena dihatiku. “SECRET GARDEN.”

 

Disini aku menambahkan pair kesayanganku yang lain “OnKey”, so welcome for Uri Unyu Leader.

Ini hanya terinspirasi dengan drama itu, bukan berarti ceritanya akan sama dengan Secret Garden. Aku membuatnya dengan segenap hati dan cintaku untuk seorang Lee Sungmin #ck… I’m crazy ’bout him#

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

~SECRET HEART~

.

.

HAPPY READING

.

.

 

Chapter 5

 

.

.

HaeHyuk Side

.

.

Namja itu, duduk diam di depan dorm namja. Menatap langit malam yang terlihat begitu gelap tanpa bintang yang biasanya menemani kesepiannya. Ia merenung, memikirkan segala keanehan yang terjadi di sekitarnya.

 

Sesekali menghela nafasnya saat mengingat apa yang baru saja ia lihat siang tadi. Sesekali begidik ngeri, mengingat setiap detail perlakuan namja yang dengan seenaknya menyeretnya.

 

“Memikirkan aku?”

 

Namja itu menoleh, mendengus kesal saat melihat namja lain yang baru saja datang dan menghampirinya. Dengan seenaknya merangkulkan lengannya pada pinggangnya, membuatnya dengan kasar mendorong tubuh namja itu.

 

“Heh, kau ini sama mesumnya dengan artismu itu.”

 

“Memang iya.”

 

Namja itu hanya tersenyum, senyuman termanis yang pernah ia berikan untuk orang lain. ” Hanya memeluk pinggangmu masa tidak boleh?”

 

“Kau pikir aku ini sepertimu?” Namja itu, menatap tajam dan mendorong pelan tubuh namja yang terus berusaha mendekatinya. ” Kau, Lee Donghae. Harusnya kau selalu menatap cermin yang ada di kamarmu itu. Lihat dirimu baik-baik, kau ini namja.”

 

“Lalu, apa masalahnya? Aku tampan, dan juga berkharisma. Siapapun bisa aku miliki bukan? Termasuk kau Lee Hyukjae. Oh, suatu kebetulan karena marga kita sama. Bukankah kita berjodoh?”

 

In your dream.”

 

Hyukkie berjalan pelan, menjauh dari Hae. Ia turun dan keluar dari dorm mereka. Dan tentu saja, masih setia namja bernama Lee Donghae itu mengikutinya. Hyukkie semakin kesal, saat dengan seenaknya, Hae merangkul bahunya dan tersenyum penuh arti.

 

“Singkirkan tanganmu.”

 

Shireo. Kau ini pelit sekali. Jika kau masih saja cerewet, aku tak akan segan-segan memperkosamu sekarang juga Hyukkie.”

 

Hyukkie langsung menghentikan langkahnya dan menatap tajam pada Hae. Hae hanya tersenyum dan menatap Hyukkie, memasang wajah polosnya yang seakan tanpa dosa itu.

 

“Kau ini! Kau pikir aku takut dengan ancamanmu. Dasar gay tidak tahu malu, menjijikkan.”

 

Hae, sedikit sakit hati dan tersinggung dengan ucapan Hyukkie. Menatap bayangan Hyukkie yang perlahan menjauh dari hadapannya. Bukan keinginannya menyukai namja, tapi…

 

Hae, berjalan pelan menyamai langkah Hyukkie. Memasukkan kedua tangannya pada saku jaketnya dan memasang wajah sendunya. Sementara Hyukkie, seakan tak mempedulikan Hae. Sama sekali tak melirik namja yang terus berjalan mengiringi langkahnya itu.

 

“Kau tak tahu Hyukkie, betapa aku ingin menghilangkan perasaan aneh ini. Tapi setiap kali berdekatan dengan namja sepertimu, perasaan ini selalu muncul.”

 

Langkah Hyukkie terhenti, begitu juga Hae. Untuk sesaat, mereka hanya diam dan menatap hampa ke depan. Hae, menghela nafasnya pelan. Menatap sendu pada wajah angkuh Hyukkie.

 

“Akan sangat aneh kurasa, jika aku berdekatan dengan yeoja. Seperti Hye Gyo noona misalnya. Aku hanya suka menatapnya, tapi tak ada perasaan apapun, Hyukkie. Rasanya kosong.”

 

Hyukkie menoleh kesal pada Hae. Tak sedikitpun ada perasaan iba dalam hatinya. Ia tersenyum mengejek dan menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya.

” Kau pikir aku peduli?”

 

Hyukkie kembali mengalihkan pandangannya dan berjalan menjauh dari Hae. Hae hanya tersenyum miris dan berjalan cepat menyamai langkah Hyukkie dan dengan sigap menarik kuat lengannya.

 

“Apa yang kau lakukan hah?” Hyukkie mencoba melepaskan cengkraman tangan Hae pada lengannya. “Lepaskan aku! Kau mau apa? Lepaskan!”

 

Hae tersenyum kecil, “Aku hanya ingin mengajarimu satu hal Lee Hyukjae. Perasaanku ini tidak menjijikkan, dan kurasa kau harus belajar untuk mengerti itu. Arra?”

 

“Heh! Apa maksudmu? Kau pikir aku akan menjadi gay? Kau tidak berhak meng… emmmpppphhhh… lepppp…emhhhhh…”

 

Bibir itu, mengunci sempurna semua penolakan Hyukkie. Lengannya mengikat kuat tubuh Hyukkie dan membawanya untuk jatuh terbaring di atas pasir pantai Jeju di malam yang cukup dingin ini.

.

.

Cho Kyuhyun POV

.

.

“Ah… lelahnya.”

 

“Aktingmu bagus.”

 

Aku duduk mendekati Sungmin. Namja itu sedang merebahkan tubuh lelahnya di sofa tengah di dorm kami. Suasana dorm sangat sepi, seperti tidak ada orang. Aku melihat ke sekitar ruang tengah dan hanya menemukan kursi kosong dan juga pintu kamar yang terbuka.

 

Gamsahae. Aktingmu juga bagus. Terima kasih, kau sudah banyak membantuku.”

 

Ah, wajah lelahnya kenapa bisa seseksi itu. Oh ayolah Cho Kyuhyun, pikirkan baik-baik. Dia ini namja dan yang terpenting adalah kau itu artis. Ah, memikirkan semua ini membuatku pusing.

 

Dan bagaimana bisa dia duduk di posisi senyaman itu. Menjenjangkan leher putihnya yang begitu menggoda, dan juga bibir plump yang sedikit terbuka itu. Ayolah, apa dia sedang menggodaku huh?

 

Matanya mulai terpejam, sepertinya dia akan tidur sebentar lagi. Dan aku, dengan segala kebodohanku masih menatap wajah sempurnanya. Untung saja dorm kru dan juga sutradara terpisah dengan dorm artis. Jika tidak, maka aku tak akan bisa menikmati semua keindahan yang ada di wajah sempurna ini.

 

Nafasnya begitu teratur, pelan menerpa pipiku. Aku semakin mendekatkan wajahku menatap lekat wajah Sungmin. Dan sungguh gila, namja ini sangat menggoda. Wanginya, bibir merahnya, dan kulit putihnya. Leher itu, seakan memanggilku untuk merasakan setiap inchinya.

 

Aku bisa apa sekarang? Sama sekali tak bisa menahan keinginanku untuk kembali merasakan bibir yang sangat menggoda ini. Kumohon, jangan bangun dulu Sungmin-ah. Aku ingin merasakannya lagi.

.

.

Cho Kyuhyun POV end

.

.

Perlahan tapi pasti, Kyuhyun semakin mendekati bibir Sungmin. Dan seketika…

.

Chu~

.

Bibir itu mendarat mulus di bibir Sungmin. Bersamaan dengan hangat dan juga debaran jantung yang semakin berpacu cepat, seakan mendorong Kyuhyun untuk semakin memperdalam ciumannya.

 

Sungmin, mulai menggeliat pelan dan membuka kedua matanya perlahan. Pertama, ia hanya menatap sekilas mata yang tertutup di hadapannya. Sama sekali belum sadar dengan apa yang terjadi padanya.

 

Tapi untuk beberapa detik kemudian…

 

“Kya !”

.

Brukkk…

.

Kyuhyun, jatuh sempurna di atas lantai dorm yang dingin. Meringis menahan sakit di pantatnya dan segera mengatur detak jantungnya saat melihat raut kemarahan di wajah Sungmin.

 

“Apa yang kau lakukan hah ?”

 

Sungmin mengusap kasar bibirnya, berharap bekas ciuman Kyuhyun akan hilang. Ia menatap tajam pada Kyuhyun dan mencengkeram kerah jaket Kyuhyun. “Kau! Katakan, apa yang kau pikirkan hah? Bisa-bisanya kau menciumku.”

 

“Aku hanya…”

 

Kyuhyun, dia begitu takut sekarang. Tatapan mata tajam Sungmin, seakan menusuk tepat di jantungnya.

 

“Katakan!”

 

“Aku hanya menciummu. Apa itu salah?”

 

Kyuhyun menyeringai kecil dan membenarkan jaketnya. Kembali duduk di sofa tanpa ada perasaan bersalah sedikitpun. Sungmin yang kesal, mengikuti Kyuhyun dan duduk di sisinya. Menatap tajam pada namja itu.

 

“Masih bertanya lagi? Jelas salah! Kau pikir, aku sudah gila hah? Membiarkanmu menciumku begitu saja. Aku ini namja, dan aku normal. Aku masih menyukai yeoja secantik Hye Gyo noona misalnya. Kau ini, sembarangan saja menciumku.”

 

Tapi Kyuhyun, menoleh pada Sungmin dan menyeringai kecil. Seakan semua kepercayaan dirinya kembali saat melihat wajah Sungmin yang sudah sangat merah sekarang. Meski Sungmin terus saja membentak Kyuhyun, tapi tetap saja dia merasakan keanehan yang mulai menghangatkan hatinya.

“Katakan, kau menyukainya kan?”

 

“Aku? Menyukai apa?”

 

Kyuhyun mendekatkan tubuhnya pada Sungmin. Dan entah, hilang kemana semua tenaga Sungmin. Ia sama sekali tak bisa sedikitpun mendorong tubuh Kyuhyun yang perlahan mulai menindihnya. “Kau menyukai ciumanku. Mengakulah.”

 

Wajah Sungmin sudah sangat merah sekarang. Debaran jantungnya, seakan mengatakan betapa takutnya ia berada sedekat itu dengan Kyuhyun. Jarinya sudah mengepal kuat, tapi sungguh bodoh saat semua tubuhnya tak bisa sedikit saja melawan Kyuhyun.

 

“Hei, wajahmu tak akan berbohong Sungminnie…”

 

Kyuhyun berbisik lirih tepat di depan wajah Sungmin. Menyeringai dengan senyumannya yang sungguh sangat menakutkan di mata Sungmin.

 

“Aku tak buta Sungmin, meski hanya untuk melihatnya. Aku bisa melihatnya.”

 

Dan Sungmin dengan sisa kekuatannya,berhasil mendorong tubuh Kyuhyun menjauh darinya. Nafasnya tak beraturan, seiring dengan jantungnya yang terus berderu cepat.

 

“Kau gila! Jeongmall michiyosseo!

 

Sungmin membentak Kyuhyun dan mendorong kasar bahunya. Berjalan cepat meninggalkan Kyuhyun yang masih tersenyum menatap punggung Sungmin yang semakin menjauh darinya.

.

.

Cho Kyuhyun POV

.

Aku, berjalan pelan menyusuri tepi pantai Jeju. Angin pagi ini begitu dingin. Kuharap bisa menyegarkan otakku yang semakin hari semakin aneh.

 

Malam tadi, entah bagaimana bisa. Seorang Lee Sungmin masuk ke dalam mimpiku dan menggodaku. Ayolah, aku ingin normal. Ya, setidaknya aku tak mau jatuh cinta dengan namja sepertinya. Apalagi dia dan aku sama saja, kami harus menjaga nama kami didepan publik.

 

“Aish, sangat sulit.”

 

Dan satu kegilaanku yang terasa semakin parah, bertambah parah setiap harinya. Seakan aku merasakan dia berjalan disisiku dan terus mengiringi langkahku.

 

Saat aku berhenti, dia akan ikut berhenti. Saat aku menoleh padanya, maka dia akan menatapku. Seperti saat ini. Ingin sekali kutendang dia jauh-jauh dari hadapanku.

 

Tapi, mana mungkin aku tega menendang namja dengan wajah semanis dan secantik itu. Apa yang harus kulakukan sekarang. Aku, berjalan pelan dan duduk dalam sebuah perahu kecil di tepi pantai. Menatap wajahnya yang menatap birunya air laut dan tersenyum lembut.

 

“Heh, kenapa kau selalu saja menggangguku?”

 

Dan dia hanya menjawab dengan tatapan mata penuh arti yang aku sendiri tak bisa mengartikannya. Tersenyum lembut dan mulai menatap ke dalam air.

 

“Kau tahu, aku lelah jika kau terus saja mengganggu pikiranku.”

 

Sudah kuduga, bayangan ini hanya suka mengganggu dan menggantung perasaanku. Tanpa sekalipun berniat memberi satu kepastian untukku. Setidaknya menjawab satu pertanyaanku atas semua yang ia lakukan padaku. Ia hanya diam dan terus tersenyum menatap batuan dan ikan yang terlihat jelas di air jernih di bawah kapal yang aku duduki.

 

Hari ini, aku tak ada scene karena hari ini full scene untuk Hye Gyo noona. Berarti Sungmin…

.

Pluk… Plukk… Pluk…

.

 

Oh tidak. Kumohon jangan lagi.

 

Aku menatap jauh ke arah tepi pantai yang lain. Dan sungguh gila, saat aku melihatnya begitu nyata. Melempar batu-batu kecil ke pantai yang masih tenang di pagi ini. Tubuhnya, terbalut indah dengan kemeja pink bermotif garis dan kaos putih yang terlihat sangat manis untuknya.

 

Rambutnya yang masih acak-acakan di pagi ini malah membuatnya terlihat semakin seksi dimataku.

 

“Kyaaaaa…!”

 

Apa-apaan dia? Apa maksudnya, berteriak sekeras itu di pagi buta seperti saat ini. Bahkan belum ada satu pun petugas pembersih pantai yang sudah sampai di pantai ini.

 

Entah ini kegilaanku atau apa. Yang jelas, aku sekarang melangkah pasti mendekati sosoknya. Wanginya yang sudah mulai tak asing untukku dapat kucium jelas meski jarakku dengannya masih cukup jauh.

 

“Ish… Menyebalkan ! Kya…!”

 

Dan dia kembali berteriak. Cukup membuat telingaku memahami dan menghafal suaranya yang sesungguhnya sangat lembut. Aku hanya bisa tersenyum saat melihatnya memainkan kaki mungilnya menendangi pasir putih. Melampiaskan kekesalannya mungkin.

 

“Sedang apa kau?”

.

.

Cho Kyuhyun POV end

 

.

 

Lee Sungmin POV

.

Sangat kesal. Mengingat semua yang ia lakukan padaku. Ciumannya, mengapa terasa aneh. Aku tak bisa seperti ini, aku normal dan masih menyukai yeoja. Melangkahkan kakiku menyusuri pantai Jeju yang masih sepi dan terasa dingin dengan angin yang terus berhembus menerpa kulitku.

 

Memakai baju sembarang, yang kutemukan diantara tumpukkan pakaianku. Entah kemana, Hyukkie menghilang sejak sore dan tak terlihat di dorm sampai pagi ini.

 

“Kyaaaaa…!”

 

Berteriak keras, melampiaskan semua kekesalanku. Wajah mesumnya terus saja berputar di otak bodohku. Kumohon, berhentilah menggangguku. Cho Kyuhyun bodoh.

 

“Ish… Menyebalkan! Kya…!”

 

Aku sungguh kesal sekarang. First kiss-ku diambil seenaknya oleh namja mesum yang sangat menyebalkan itu. Aku tak habis pikir, bagaimana bisa dia menciumku seperti itu? Menjijikkan. Ya, dia menjijikkan. Dia gay, dan aku bukan gay. Aku tak akan menjadi gay.

 

Tapi, perasaan ini? Getaran halus ini?

 

Kumohon jangan ingatkan aku, jika aku merasakan setiap detail kehangatan itu.

 

“Sedang apa kau?”

 

Dan satu hal lagi, bagaimana bisa ditempat seperti ini, sepagi ini, aku bisa bertemu dengannya?

“Ommo…!”

 

Dia berjalan, semakin mendekatiku. Berjalan memutari tubuhku. Apakah dia sedang menyebar wanginya yang dapat tersimpan baik di hidungku, meski aku menikmatinya, jujur aku sungguh tak menyukai ini.

 

“Berhenti berputar seperti orang bodoh. Kau pikir aku anak kecil? Aku pemegang sabuk hitam taekwondo, apa kau lupa? Aku bisa saja menendangmu ke laut dan mendo’akanmu agar kau mati dimakan hiu.”

 

Dia berhenti dan menatap tajam padaku. Mata obsidian coklat itu seakan mengunci tubuhku. Dan jarak kami hanya beberapa centi saja sekarang. Nafasnya dapat kurasakan jelas, berhembus pelan menerpa wajahku.

 

“Benarkah, kau tega membiarkan hiu memakanku?”

 

Dia kembali menyeringai dan duduk di atas pasir. Menatap pada ruang hampa di hadapan kami yang hanya berupa air dan langit yang sudah mulai terang. Dia, menarik kasar tanganku hingga mau tak mau akhirnya aku duduk disisinya. Dan entah apa lagi sekarang?

 

Getaran halus itu kembali menjalar pelan menghangatkan seluruh tubuhku. Sungguh, aku benci mengakui ini semua.

 

“Katakan padaku, apa yang kau rasakan?”

 

“Eoh…?”Kenapa dia bertanya seperti itu? Apa maksudnya? “Merasakan apa?”

 

Tapi dia sama sekali tak menjawabku. Hanya tersenyum dan menggambar satu bentuk lingkaran dengan jari telunjuknya.

 

“Satu perasaan berbentuk bulat penuh yang tak akan habis dan berkurang.”

 

“Katakan saja, kenapa harus berbelit-belit? Katakan saja, kau ini gay dan kau menyukaiku? Iya kan?”

Entah keberanian darimana sampai bisa-bisanya aku menanyakan hal seperti ini padanya.

 

Dia hanya memainkan jarinya dan kembali membentuk lingkaran kecil. “Ini gambar hati dan gambar ini melambangkan cinta.”

 

“Dan itu bukan urusanku.”

 

Entah mengapa jadi seperti ini, tapi sungguh aku harus menghentikan semuanya sebelum aku tak bisa melepaskannya nanti. Aku menghapus semua gambar tak jelas yang di buat Kyuhyun. Kembali menatap pada ruang hampa dan awan yang menambah indahnya pagi ini.

 

Terlihat jelas, raut kekecewaan diwajahnya. Apakah kata-kataku terlalu menyakitinya? Terlihat jelas dia menghela nafasnya dengan sangat kasar dan terus saja meremas kuat dan kemudian menghamburkan pasir yang didudukinya di pantai ini.

 

Dia menatapku tajam dan kembali menyeringai seperti biasanya. “Kau pikir aku menyukaimu?” Dia semakin mendekatkan wajahnya padaku. Jantungku berdenyut dan terasa sakit saat ia menyeringai dan memainkan jarinya di wajahku.

 

Semua yang ada di tubuhku terasa panas, namun jantungku terasa begitu sakit, berdenyut pelan dan lemah saat mata coklat itu semakin tajam menatapku.

“Bukan cinta jika berbentuk lingkaran. Hanya berputar pada jalannya tanpa mengerti untuk apa ia melakukannya.”

Dan aku hanya diam, mencoba untuk memahami semua perkataannya. Dan ia mengambil segenggam pasir dan menghamburkannya di hadapanku. Entah mengapa, rasanya dia tengah meleburkan perasaanku dan menghancurkan tiap kepingnya.

 

“Seperti pasir, aku malas menggenggamnya. Mengotori tanganku. Sama seperti yeoja atau bahkan kau Lee Sungmin. Jangan mengatakan apapun tentangku yang bahkan kau sama sekali tak mengerti itu. Kau, sama saja dengan yeoja lain yang tak berarti untukku. Terlalu besar kepala, hanya karena aku menciummu. Anggap saja, ciuman itu hanya hadiah perkenalan dariku.”

 

Dan kumohon, aku tak ingin mendengar apapun lagi sekarang. Meski ia mengatakan dengan pelan dan lirih, tetap saja rasanya sangat sakit saat aku mengingat setiap detail kata-katanya.”

 

“Gay itu, tidak menjijikkan. Karena semua berdasarkan cinta. Jika kau mau menyalahkan, salahkan cinta itu. Jangan menyalahkan gay yang bahkan tak pernah kau ketahui apa di balik semua itu. Kau terlalu percaya diri. Menyedihkan…”

 

Dan satu kata terakhir itu sungguh terasa menusuk tepat di jantungku. Aku menatap samar pada bayangan yang perlahan hilang ditelan ramainya pengunjung yang mulai berdatangan.

 

Meremas dadaku yang terasa sangat sesak dan jantungku berdenyut pelan menahan sakitnya. Apa arti semua ini? Kumohon, jangan katakan jika aku jatuh cinta padanya.

.

OnKey Side

.

.

“Kita mau kemana hyung?”

 

Key, sudah duduk santai di sofa kesayangannya. Menanti Onew yang masih bersiap didepan cermin besar di ruangan itu, membenarkan rambut dan merapihkan bajunya.

 

“Ish, kau ini. Seperti yeoja saja, Hyung. Lama sekali.”

 

“Hanya berdandan lebih agar kau tak melirik yang lain.” Onew melirik nakal pada Key. “Apa itu salah?”

Wajah Key sudah sangat merah sekarang. Ia tersenyum kecil dan mengalihkan tatapannya dari Onew.

“Sepertinya kau baru menyadari kalau kau sebenarnya menyukaiku dari dulu.”

 

“Mwo? Aku?”

 

Key hendak menyela dan membantah Onew. Tapi seakan tak peduli, Onew menyeret Key keluar rumahnya dan segera menuju mobilnya. “Jangan banyak bertanya, kau akan tahu kemana kita pergi.”

 

.

.

 

“Ommo! Bagaimana bisa kau membawaku, maksudku… aku…”

 

“Kajja.”

 

Onew menyeret Key untuk mengikutinya. Memasuki satu kereta gantung dan duduk diam di dalamnya menuju N Seoul Tower. Wajah Key, sudah sangat merah sekarang. Jujur, ia sama sekali tak pernah pergi keluar rumah. Bahkan saat libur, ia lebih suka menonton Sungmin latihan taekwondo di clubnya atau sekedar membereskan rumah mereka.

 

Wajah key, terlihat berbinar di di pagi yang hangat itu. Onew menatap lekat wajah Key. Tangannya terulur, untuk mengusap pipi tirus Key dengan punggung jarinya. “My Almighty Key…”

 

Key, hanya tersipu malu dan menunduk menyembunyikan wajahnya. Onew mendekati Key dan melingkarkan lengannya pada pinggang Key. Menghembuskan nafas hangatnya menerpa leher Key.

 

“Key, aku tak pernah bermimpi kita akan seperti ini? Sangat mengejutkan untukku. ”

 

Hati Onew begitu lega saat mengucapkannya. Tapi tidak dengan Key. Dia merasa Onew seperti terpaksa melakukan semua ini. Key, melepas pelan lengan Onew yang melingkar di pingganggnya. Dan berjalan sedikit menjauh dari Onew. Onew hanya mengernyit heran, dan dengan cepat meraih lengan Key, menariknya ke pelukannya kembali.

 

“Ada apa lagi Key? Apa aku salah lagi kali ini?”

 

 

Key menggeleng lemah. Yang ada dipikirannya adalah, Onew menyesali semua ini. Menyesali hubungan aneh mereka yang tak semestinya. “Siapa Luna untukmu hyung?”

 

“Mwo?”

 

Onew mendelik heran, mendengar nama yeoja itu diucapkan oleh Key. Ia menatap lembut pada Key dan melesakkan kepalanya meniup pelan leher Key.

 

Dan Key, hanya menutup matanya menikmati setiap sentuhan lembut Onew di tubuhnya. Pelukan Onew semakin erat. Lengannya memeluk erat pinggang dan leher Key. Meniup pelan telinga Key dan berbisik lirih.

 

“Kenapa kau seperti ini baby? Apa ada yang salah dengan ucapanku? Atau kau tak percaya padaku?”

Key menggeleng pelan. Melepaskan kembali pelukan Onew dan bersandar pada dinding kereta gantung itu. “Ahni. Hanya saja aku…”

.

Greeekk…

.

 

Pintu kereta itu terbuka dan Onew segera menarik key keluar. Mengajaknya ke satu tempat yang menjadi tujuan utamanya. Mereka berjalan pelan, tak mengindahkan berapa banyak pasang mata yang menatap aneh pada mereka. Onew, menggenggam erat tangan Key yang semakin terasa dingin sekarang.

 

Tiba-tiba Key menghentikan langkahnya, dan membuat Onew otomatis berhenti dan mengajaknya menepi.

 

Wae Key? Aku mengajakmu kesini bukan untuk melihatmu seperti ini Key. Ada apa?”

 

“Menurutmu, Luna itu apa hyung?”

 

Onew tersenyum kecil dan mengacak pelan rambut Key. “Kenapa bertanya seperti itu? Bukankah aku sudah mengatakannya, dia hanya tetangga yang suka memberikan makanan gratis.”

 

“Jadi Luna itu berarti apa untukmu?”

 

Onew, mulai menyadari ada yang salah dengan Key sekarang. Ia menangkup pipi tirus Key dengan kedua telapak tangannya, mengusap pelan pipi Key dan menatap lembut padanya.

 

“Apa yang salah denganmu Key? Kenapa seperti ini?” Onew merogoh kantung jaketnya dan mengambil dua gembok kecil. “Lihatlah, aku membawa gembok ini bersamaku. Pasti kau tahu untuk apa ini?”

 

Key mengangguk pelan. “Lalu kenapa Key? Kenapa kau malah seperti ini?”

 

“Aku, hanya saja.” Key mengambil nafas sedalam-dalamnya, menahan tangis yang seakan ikin keluar dari mata cantiknya. “Aku merasa aku… Hyung, sepertinya … Mungkin saja Luna. Ah…” Key menghembuskan nafasnya dan memalingkan wajahnya dari Onew. “Luna lebih baik untukmu.”

 

Dan Onew, hanya bisa mematung mendengar ucapan Key. “Key…”

.

.

SiBum Side

.

 

Namja tampan itu masih menatap dalam namja di hadapannya. Sedangkan namja mungil yang ditatapnya seakan enggan menanggapi rengekan kecil yang menurutnya sangat membosankan.

 

“Bummie, bisakah kau berhenti?”

 

Dan namja yang di panggil itu, seakan tuli sekarang. Ia terus saja diam dan berulang kali menekan tombol di remote-nya, mengganti chanel berulang-ulang tanpa sedikitpun menonton acara di TV itu.

 

“Sini, biar aku saja yang pegang remoten-ya.”

 

Tapi sayang, saat tangan Siwon sudah hampir meraih remote itu, lagi-lagi Kibum menjauhkan tangannya dan kembali menekan tombol remote itu.

 

“Kibumie…”

 

Kibum menghentikan kegiatannya dan menatap kesal namja yang sedari pagi hingga malam ini terus saja mengganggu hidupnya. Ia melempar kasar remote yang sedari tadi ia pegang dan berjalan menuju kamarnya. Menutup kasar pintunya.

 

“Oh… Shit…!” Siwon segera beranjak, mengetuk pelan pintu kamar Kibum. “Bummie, kenapa seperti ini? Ayolah Bummie, bicaralah padaku.”

 

Tapi Kibum, dia sudah terlanjur menjadi namja dingin yang seakan tak mempunyai perasaan apapun pada siapapun sekarang. Mengacuhkan panggilan Siwon dan menggulung diri dengan selimutnya.

“Kya! Kim Kibum! Buka pintunya atau aku akan mendobraknya.”

 

Dan dengan malas, Kibum melangkah pelan ke arah pintu, menyembulkan kepalanya keluar.

“Pintu tak ku kunci bodoh! Dan aku ingin tidur.”

 

Tapi, sebelum Kibum benar-benar menutup pintu kamarnya, Siwon dengan langkah cepatnya menyusup masuk kedalam kamar Kibum. Langsung duduk tenang di kasur Kibum dan menggulung tubuhnya dengan selimut Kibum.

 

“Tak ada yang menginginkanmu tidur di rumah ini, terlebih di kasurku. Menyingkirlah.”

 

Kibum menatap datar pada Siwon, menyilangkan kedua tangannya, menunggu dengan sabar berharap Siwon akan segera menghilang dari rumahnya.

 

“Mwo? Berharap aku akan pergi dari rumahmu? Menyingkir dari kasurmu? Kau bermimpi Bummie. Never.”

 

Kibum hanya menghela nafas kesalnya dan keluar dari kamarnya. Menutup kasar pintunya dan berbaring di kasur lantai yang terdapat di depan TV. Menyalakan kembali TV-nya dan mendorong pelan meja di depan sofa itu. Berbaring dengan nyaman di kasur lantainya, memeluk hangat kedua lututnya.

 

Siwon, membuka pelan pintu kamarnya dan berjalan keluar, membawa selimut dan dua bantal. Mendekat pada Kibum. “Semua kebiasaanmu tak berubah Bummie.”

 

Dan Kibum, dia sudah sangat tuli untuk mendengar oehan tak jelas dari Siwon.

 

“Pasti kau kedinginan. Aku bawakan selimut dan bantal untukmu.” Dan Kibum, masih saja diam. Siwon mendesah frustasi sekarang. “Bummie, ayolah. Jangan seperti ini terus. Aku merindukanmu.”

 

Kibum memutar tubuhnya dan menatap Siwon. Tersenyum kecil dan kembali memunggungi Siwon. “Terima kasih, tapi aku tak membutuhkannya. Aku bukan yeoja.”

 

“Bummie. Sudahlah, kenapa kau selalu mengingatkanku?”

 

“Mengingatkanmu? Apa maksudmu? Aku bahkan tak mengatakan apapun.”

 

Kibum mencoba tidur. Menutup kedua matanya dan menyetabilkan debaran di dadanya yang membuatnya sesak. Dan Siwon, memandang sedih pada Kibum. Sungguh tak menyangka, semuanya akan seperti ini. “Jika aku bisa, aku tak akan sebodoh itu dan mengacuhkanmu Bummie.”

 

Siwon berbisik lirih ditelinga Kibum. Kibum, memutar cepat tubuhnya dan menatap tajam pada Siwon. “Jangan sekalipun, kau berani untuk menyentuhku lagi.”

 

Tapi Siwon, ia tak peduli. Tak bisa mengendalikan kerinduannya pada Kibum-nya yang dulu. Siwon mendekatkan tubuhnya pada Kibum. “Berhenti tuan Choi.”

 

“Tak akan Choi Kibum.”

 

Siwon terus mendekati tubuh Kibum, berbaring disisinya. Mengunci tubuh mungil Kibum dengan lengannya, hingga akhirnya Kibum hanya diam dalam pelukan Siwon. “Mianhe Bummie, kuharap jangan seperti ini terus. Maafkan aku untuk pagi tadi. Aku sungguh merindukanmu, bukan yang lain.”

 

Suara Siwon terdengar sangat berat sekarang, sedikit menyesakkan hati Kibum. Tapi kelihatannya, Kibum terlalu angkuh untuk kalah dan menyerah sekarang. ia hanya terus diam dan memunggungi Siwon.

 

Tak sabar, akhirnya Siwon mengangkat tubuhnya dan memutar tubuh Kibum hingga kini mereka saling berhadapan. Tubuh Siwon sedikit menindih tubuh Kibum. jari Siwon mengusap lembut dahi Kibum dan memainkan rambutnya. Menatap kesempurnaan wajah cantik Kibum yang masih setia dengan keangkuhannya.

 

Menunduk sekilas, mencoba mencium bibir merah Kibum. Tapi dengan cepat, Kibum menoleh dan membiarkan Siwon mencium pipi chubbynya. “Jebal Bummie, maafkan aku.”

 

Kibum hanya diam, ia seakan tuli dan malah memejamkan kedua matanya. Mencoba untuk tidur dan tak mengindahkan raut kesedihan di wajah Siwon.

.

.

Other Side

.

.

Please Kyuh… Ahhhh…aaassshhhh…”

 

Lenguhan itu terdengar samar dari luar. Dua namja yang menguping di depan pintu hanya diam saling bertatapan.

 

Satu namja, menyeringai mesum, dan namja lain menundukkan kepalanya. “Kau pikir mereka sedang apa?”

 

Molla Hyukkie-ah. Tapi aku tahu, aku harus apa sekarang.”

 

“Aku tak sudi kau sentuh. Kau memuakkan Lee Donghae”

 

“Ahhhhh…! Kyuh…niehhhh… Sshhh…”

 

“Aku yakin, mendengar suara Sungmin saja kau sudah sangat panas.”

 

Ahni. Aku tidak merasakan apapun.”

 

“Auuhhhh…! Sakkit! Ahhhh…”

.

.

.

.

TBC

.

.

30 thoughts on “SECRET HEART || CH. 5 || YAOI || KyuMin

  1. Ya ampuuun..kuyu bnr2 deh..
    Ud hmpir gilak krn diikuti trus2an sma bygan ming tp juteki ming gt..
    Mgkn krn ming jg kale ya..
    Trus sapa yg slah dooonk??

    Oen,,bnrn aq agk frustasi krn lgsug lompat ke part 5..
    Pw nya hrus sms lgsug ya no oen?

  2. waaahh
    Penasaran deh
    Itu suara kyumin NC an yah?

    Memang bener
    Gay itu gk mnjijikkan (krna aq fujoshi)
    Itu semua krna cinta,dan cinta gk prnah salah

  3. Haha, Kenapa tuh si Sungmin?
    Kasihan Siwon, padahal udh minta maaf, tp selalu diacuhkan sama Kim Kibum. Sebenarnya masalah SiBum apa yah?
    Dan kebiasaan, si EunHae selalu begitu.
    Dasar!😀
    Lanjut~ :^)

  4. wah minnie knp tuh? main solo kah?? dya kan blm jadian ama kyu… atau itu scene film ny?
    kasian key cemburu hahaha, tru onew ny jg kok g peka y???
    kim msh dingin y ama siwon? ksian deh

  5. “Bukan cinta jika berbentuk lingkaran.
    Hanya berputar pada jalannya tanpa
    mengerti untuk apa ia melakukannya.”
    aku ga ngerti sama kata2 itu tapi aku kagum dan suka bacanya hahah…. Dan kyumin itu kenapa? *innocent

  6. Omo ! itu sungmin diapain sama kyu ? 0.o
    terus donghae mau ngapain hyukkie ? 0.o

    chingu tetap semangat menulis ya
    (^,^)9 aku selalu suka dan
    menunggu karya-karya chingu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s