SECRET HEART || CH. 12 || KYUMIN || YAOI ||

SECRET HEART

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

-Cho Kyuhyun   (N)

-Lee Sungmin    (N)

– Kim Heechul    (Y)

-And other SUJU and SHINEE member

Pairing : || KYUMIN || SIBUM || ONKEY || and Other Pairs ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#muehehhehe#

Genre : Romance || Drama || Sad ||Angst||

Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, Genderswitch (Y).||

Summarry : || Aku adalah satu hal yang SEMPURNA. Tapi tak akan ada artinya jika tanpa dirimu disisiku. Aku bukanlah apa-apa ||

Another PRESENT From Me

KYUMIN FF, ditulis dengan seluruh kekuatan Hati dan Pikiranku. Terinspirasi dari drama yang sangat mengena dihatiku. “SECRET GARDEN.”

Disini aku menambahkan pair kesayanganku yang lain “OnKey”, so welcome for Uri Unyu Leader.

Ini hanya terinspirasi dengan drama itu, bukan berarti ceritanya akan sama dengan Secret Garden. Aku membuatnya dengan segenap hati dan cintaku untuk seorang Lee Sungmin #ck… I’m crazy ’bout him#

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

~SECRET HEART~

.

.

HAPPY READING

.

.

Chapter 12

.

Noticed

Kyuhyun (Sungmin) = Sungmin

Sungmin (Kyuhyun)= Kyuhyun

Jadi di ch ini mereka sudah ganti dan tertukar jiwanya. Mohon dibaca pelan saja.

.

.

Onkey Side

.

.

Key merenung di kamarnya. Ia mengacuhkan ponselnya yang berulang kali terus saja bergetar dan kini sudah terjatuh dilantai dari atas meja lampu dikamarnya. Mata tajamnya entah sudah berbentuk seperti apa. Yang jelas sekarang ia tak bisa membuka matanya dengan baik, pandangannya terus kabur karena tumpukan air mata yang masih saja menggenang dan mengalir di pipinya.

Key memeluk erat bantal yang dipakai oleh Onew dulu. Ia sungguh menyesal telah begitu percaya dengan Onew. Mempercayakan hati dan juga cintanya yang akhirnya dibalas pengkhianatan oleh Onew. Setidaknya itu menurutnya.

“Hiks… jahat sekali. Nappeun namja… aku tak akan memaafkanmu….. hiksss….”

Key mulai memukul kecil bantal pink yang sungguh tak bersalah dalam hal ini. Key mulai melemparkannya dan menginjak, menendang dan terkadang melemparkannya jauh hingga mengenai tembok.

Key terlalu asyik dengan kegiatan melampiaskan kekesalannya hingga dia tak menyadari ada satu namja yang malah asyik mengamatinya dari balik jendela kamarnya yang terbuka. Namja itu –Onew- hanya tersenyum kecil saat mendengar umpatan-umpatan dari mulut Key.

“Ya!! Dubu bodoh. Aku membencimu!” Key melempar bantal itu ke dinding hingga mengenai foto Onew yang terpasang di  dinding kamarnya. Foto itu kemudian menjadi miring dan membuat Key tertawa kecil menatapinya. “Kau jelek sekali.” Key menjulurkan lidahnya dan perlahan berjalan mendekati bantal dan foto itu.

“Lihatlah, kau jelek. Dasar dubu jelek tidak tahu diri. AKU KESAL!”

Key menunjuk foto itu dan mengambilnya. Ia menatapnya tajam dengan penuh kebencian, kemudian ia hendak membantingnya tapi sebelum itu…

“Andwe!!”

Key menoleh ke sumber suara dan saat ia mengetahui namja yang begitu ia benci untuk sekarang ini sedang memukul-mukul kaca pintu di balkonnya, bukannya menghentikan kagiatannya tapi malah…

.

Pranggg…

.

Kaca bingkai itu pecah berkeping-keping. Key menatap dingin pada Onew. “Ya!!! Pulang saja dan urusi yeoja murahan itu. Tak usah peduli denganku. Kau menyebalkan!” Key berteriak cukup keras dan menutup tirai pintu dan jendela kamar yang langsung berhubungan dengan balkonnya.

Tak dipikirkannya bagaimana cara Onew naik ke balkon kamarnya yang ada dilantai dua itu, yang terpenting baginya sekarang adalah, ia begitu kesal dengan namja yang seenaknya berkhianat padanya.

“Ya!! Key, buka pintunya.”

“Shireo! Kau pergi saja, dasar pembohong! Aku membencimu!” Key berteriak keras, mencoba mengeluarkan suara tegarnya padahal ia sendiri sudah meremang dan mulai menangis.

“Baik, kalau kau tak mau membukakan pintunya aku akan terjun dari sini. Lebih baik aku mati saja, daripada aku terus tersiksa karena kau tak mau mendengarkan penjelasanku.”

Key tersenyum kecil. “Mati saja sana, dasar Dubu jelek!”

“Baik.” Kemudian terdengar hening sesaat hingga, “Aaaaaaa…!”

Key tersentak. “Hyung.” Dadanya berdebar cepat, “Ish dasar bodoh.” Key mengumpat kesal dan takut. Perasaan bersalahnya tiba-tiba saja muncul dan ia langsung membuka pintu balkonnya. Sedikit khawatir degan kondisi Onew, ia kemudian melihat ke arah bawah rumahnya dan…

“Tada!!!” Onew memeluk Key dari belakang dan menguncinya rapat. “Aku masih disini, kau tertipu.” Onew tertawa lirih, mengabaikan setumpuk kekesalan diwajah Key.

“Kenapa kau tidak mati saja Hyung, aku begitu membencimu.” Key menggumam lirih. Suaranya hampir tak terdengar, dan perlahan air mata itu mulai mengalir lagi di pipinya hingga akhirnya beberapa tetes berjatuhan dan mengenai lengan Onew yang masih melingkar di perutnya. “Kau pembohong besar.”

“Mianhe… aku benar-benar tidak seperti yang kau pikirkan Key baby, sungguh aku hanya mencintaimu.” Onew memutar tubuh Key. Mendorongnya pelan hingga tubuh Key membentur ke pagar pembatas balkon dan menguncinya.

Ia mengangkat wajah Key dan mengusap kedua pipi yang basah itu. “Percayalah, aku tidak seperti itu. Aku mencintaimu.” Onew kemudian mendekatkan wajahnya, seakan hendak mencium Key. Tapi dengan cepat Key memalingkan wajahnya dan terus menangis lirih.

“Kau bahkan tak mengejarku, kau menyebalkan Hyung. Pergi saja dengan Luna dan jangan peduli lagi padaku.” Key mencoba mendorong bahu Onew, namun itu malah semakin membuat Onew memeluknya dengan erat dan mulai mencium kecil leher Key.

Key hanya menutup matanya, dan ia tetap saja menangis. “Kau jahat Hyung, aku membencimu.” Namun Onew mengabaikannya dan mulai menjilat kulit leher Key. Membuat Key harus mati-matian menahan desahannya. Ia tak bisa mengelak dan menolak sentuhan Onew. Ia begitu mencintai namja yang kini seakan terus memanjakannya.

Jilatan Onew terus membasahi setiap jengkal leher Key dan dengan cepat Onew memainkan lidahnya di telinga Key. Membuat Key mulai menggenggam kuat jemari tangannya yang entah sejak kapan sudah bertautan dengan jari Onew.

“Sungguh, aku hanya mencintaimu Key.” Onew berbisik lirih dan dengan cepat menghisap kuat titik sensitive di leher Key.

“Ahhh….”

Key tersentak dan mulai menggeliat atas perlakuan Onew. Dan entah bagaimana, dengan mudah namja itu membawa Key untuk mengikuti langkahnya dan berjalan pelan menuju ke dalam kamar Key. Onew melepaskan tautan tangannya dan menutup pintu balkon di kamar Key. Sedangkan satu tangangannya yang lain sudah melingkar indah di pinggang Key.

Onew membimbing tangan Key untuk menyentuh leher dan bahunya. Kemudian membimbing tubuh Key untuk semakin dekat dengan kasurnya dan menjatuhkannya. Sedikit mengangkat tubuh itu dan terus memainkan lidahnya di leher Key.

“Eumhhhh…. lepashhh….” Key seakan mendapatkan kesadarannya dan mulai menggeliat tak nyaman. “Aku membencimuhhhh…”

“Dengarkan aku dulu Key baby…”  Onew menyudahi kegiatan memanjakannya dan mulai menatap serius pada Key.

.

.

KyuMin Side

.

.

“Huh, aku lelah sekali. Bisakah kita berhenti dulu.” Kyuhyun yang terpenjara dalam tubuh Sungmin sedikit mengeluh. Meski tubuh Kyuhyun secara fisik lebih besar dari Sungmin tapi berat badan mereka sungguh berbanding terbalik. Artinya, tubuh Sungmin lebih berat dan Kyuhyun sama sekali belum terbiasa.

“Ck….” Kyuhyun (Sungmin) berdecak kesal. “Seharusnya kau lebih terbiasa berolahraga. Masa jalan kaki cepat sebentar saja sudah mengeluh. Payah.”

“Hei… ini bukan salahku. Badanmu saja yang terlalu gemuk, kau ini berat tau.”

“Eih, aku tidak gemuk. Seenaknya saja mengatai orang, kau saja yang terlalu kurus dan ‘bermutu.” Kyuhyun (Sungmin) menjulurkan lidahnya seakan mengejek pada Sungmin (Kyuhyun).

“Bermutu? Apa maksudmu?”Wajah Kyuhyun yang polos sungguh menggemaskan dan lucu, karena wajah itu adalah wajah Sungmin.

Kyuhyun (Sungmin) menunjuk wajahnya sendiri. “Lihatlah wajahmu ini Kyu, wajahmu ini ‘bermutu.’ Artinya’bermuka tua.’ Tak disangka, umurmu lebih muda dari pada aku tapi wajahmu sudah seperti appaku.”

“Eih, menghina sekali kau. Aish, sudahlah.” Kemudian Sungmin (Kyuhyun) tersenyum kecil dan sedikit melirik kearah Kyuhyun (Sungmin). Sepertinya ia menemukan senjata untuk menjatuhkan Sungmin. “Biarpun aku ini bermuka tua dan menurutmu begitu jelek, tapi aku yang pertama untukmu ‘kan?”

“Eh…” Wajah Kyuhyun (Sungmin) langsung memerah, dan karena jiwa yang ada dalam tubuh itu adalah Sungmin maka tetap saja wajah Kyuhyun dengan jiwa Sungmin itu terlihat sangat menggemaskan dengan pipi berona pink dan dengan gelagatnya yang seperti orang menahanmalu. “Sudahlah. Tak perlu dibahas.”

“Hehehehe…. bahkan aku bebas memainkan tubuhmu kapanpun, Minnie.” Kyuhyun mendekati Sungmin dan dengan cepat melingkarkan lengannya pada tubuh Sungmin. Sungguh, pemandangan yang aneh jika benar-benar ada di tempat umum dan dilihat banyak orang.

Karena sangat terlihat seperti, Sungmin yang menjadi beast dan Kyuhyun yang menjadi putri malu. Sungguh aneh tapi begitu nyata. Untunglah, mereka kini sedang berada ditengah hutan hingga tak ada satu manusia pun yang mungkin akan melihat mereka.

“Ish… lepas.” Kyuhyun (Sungmin) berusaha melepaskan lengan Sungmin (Kyuhyun) dan kemudianmulai berjalan lagi menuruti apa yang tergambar dalam peta yang ada ditangannya. Tapi, ia berhenti saat melihat Sungmin (Kyuhyun) malah masih tetap berdiri pada posisinya sebelumnya dan seakan sedang menanti sesuatu.

“Kajja, aku tak mau terus ada dalam tubuhmu. Ayolah, kita harus cepat mencari halmeoni itu dan meminta penjelasan.”

“Kemarilah sebentar.”

“Apa lagi?”

“Ayo kemari sebentar saja.”

Dan dengan perasaan yang semakin kesal dan gemas, Kyuhyun (Sungmin) mendekat pada Sungmin (Kyuhyun). “Ck … kau ini. Apa lagi, kajja kita harus cepat aku tak mau nanti ki…empppphhhh…. nghhh….”

Dan pemandangan kali ini sungguh mengerikan. Benar-benar terlihat aneh karena Sungmin kini terlihat begitu agresif. Dengan seenaknya, jiwa Kyuhyun melumat kasar bibirnya sendiri. Entahlah, apa yang ada di pikiran namja itu-Kyuhyun- tapi yang jelas mereka seakan menikmati ciuman singkat dan sedikit remasan pada tubuh Kyuhyun (Sungmin)

Pemandangan yang sangat menggelikan dan aneh.

“Eumhhhh…. ahnnnn…” Kyuhyun (Sungmin) mencengkeram kuat kaos yang dipakai Sungmin (Kyuhyun) kemudian dengan sekuat tenaga mendorongnya. “Hah… hah… apa yang kau lakukan hah!?bodoh! Mau memperkosaku eoh?” Kyuhyun (Sungmin) terlihat masih berusaha mengatur nafasnya yang benar-benar terasa penuh sesak.

“Hanya memberikan semangat untukku sendiri. Bukankah kau juga menikmati ciuman itu, kurasa nanti malam aku bisa memperkosamu.”

“Eh? Ya!!! Setan mesum!” Kyuhyun (Sungmin) berteriak sekencangnya. Ia benar-benar merasa kesal dengan perkataan seenaknya dari Sungmin (Kyuhyun)

“Kajja, nanti nenek itu malah menghilang.” Sungmin yang terpenjara dalam tubuh Kyuhyun sebenarnya ingin protes lagi tapi ia urungkan niatnya saat melihat tubuhnya berjalan cukup cepat dan meninggalkannya. “Hei, tunggu aku!”

.

 

.

 

.

“Mwo?”

Mata kedua namja itu langsung melotot saat mendengar penjelasan dari sang nenek tua yang tinggal di rumah kecil itu.

“Apa maksud Halmeoni jika ini salah kami?” Kyuhyun (Sungmin)beringsut kesal. Tapi nenek itu malah hanya tersenyum kecil dan menatap mereka berdua.

“Bukankah aku sudah megatakan  mana arak yang untukmu mana yang untuk temanmu. Tapi kau malah menyilangkan arak itu, jadi ini salah siapa?”

“Tapi, itu hanya arak bukan? Dan ini bukan salahku, ini salah Kyuhyun. Dia yang seenaknya mengambil dan meminum jatahku.” Kyuhyun (Sungmin) menatap tajam pada wajah santai Sungmin (Kyuhyun). “Atau itu adalah arak aneh yang kau buat?”

Nenek tua itu tertawa kecil. Malah semakin terkikik dan menatap aneh pada Sungmin dan Kyuhyun. “Biar aku beri tahu. Arak itu adalah arah perasa jiwa. Jika kau meminumnya sesuai dengan apa yang aku suruh, maka jiwa kalian tak akan bertukar seperti sekarang ini.”

“Apa maksudmu?” Kyuhyun yang ada didalam tubuh Sungmin mulai tertarik dengan penjelasan nenek itu. Keduanya memajukan tubuhnya dan menatap tak mengerti pada Sang nenek, dan membuat nenek itu malah semakin tertawa lebar dan berdiri dari duduknya.

“Seharusnya kau meminum arakmu sendiri, maka kau dan jiwamu akan semakin menyatu. Terkadang, orang selalu memaksakan tubuhnya untuk melakukan hal yang mungkin sudah melebihi batas kemampuannya. Dan arak itu aku buat agar tubuhmu lebih bisa bertahan saat jiwamu ingin melakukan sesuatu yang lebih. Jadi bisa dibilang arak itu seperti arak untuk mengikat kuat jiwa dan tubuh kalian.”

“Aku sudah meniupkan mantranya ke dalam botol itu, dan dengan otomatis maka jika kau meminumnya jiwamu seakan tersebar ke luar ragamu dan kemudian kembali dalam waktu cepat. Membuat tubuhmu terasa segar dan sangat bersemangat. Jadi mungkin saja jiwa kalian yang menyebar tak menemukan kembali tubuh yang benar, makanya sekarang jadi tertukar seperti itu.”

Kedua namja yang duduk didepan nenek itu hanya melongo mendengarkan penjelasan nenek tua yang terdengar sangat tak masuk akal bagi mereka. Tapi satu hal yang ada di pikiran mereka berdua, mereka sama sekali tak percaya dengan apa yang dijelaskan sang nenek. Terlalu ajaib dan mustahil, tapi memang itulah yang terjadi.

“Ya, meski aku tak begitu mengerti tapi aku bisa sedikit memahaminya. Jadi bagaimana cara kami agar bertukar lagi? Aku tak mau terpenjara dalam tubuh jelek ini.” Sungmin menatap tubuh Kyuhyun yang kini sebagai raganya. “Lihatlah, tubuh ini sangat kurus dan juga lembek.”

“Cih, kau menghina lagi. Kau saja yang gemuk.”

“Sudah jangan bertengkar.” Nenek tua itu kemudian berjalan ke arah mereka dan mengusap bahu keduanya. Cukup lama nenek itu melakukan hal aneh dan terus berkomat kamit di belakang Kyuhyun dan Dsungmin hingga kemudian nenek tua menghentikan kegiatannya dan kemudian tersenyum kecil di belakang tubuh Kyuhyun dan Sungmin.

“Aku sudah mengucapkan mantranya, dan kalian hanya perlu melakukan ‘itu’ dengan sepenuh hati.”

“Itu? Apa maksud halmeoni?” Kenng Kyuhyun (Sungmin) berkerut. Ia sungguh tak mengerti dan sedikit banyak merasa aneh dengan tatapan yang diberikan sang nenek.

Tapi nenek tua itu hanya tersenyum kecil dan memutar tubuhnya. Melangkah  menjauh dari Sungmin dan Kyuhyun, kemudian berhenti di depan pintu dapurnya. “Bercintalah dengan jiwamu sendiri. Lakukan dengan sepenuh hati untuk memanggil jiwamu keluar. Dan satu syaratnya, kalian harus bercinta dengan sepenuh hati, tanpa ada paksaan atau kemarahan. Maka jiwa kalian bisa kembali seperti semula.”

“Mwoya?!” Sungmin yang terpenjara dalam tubuh Kyuhyun langsung mendelik hebat. Begitu juga dengan Sungmin (Kyuhyun). Tapi nenek itu hanya tersenyum kecil.

“Aku tahu kalian saling menyukai, sudahlah. Hubungan seperti kalian sekarang ini sedang trend dan aku memahaminya. Pulanglah dan lakukan syaratnya, tapi satu hal yang harus kalian ingat. Jika sekali saja kalian mengkhianati satu sama lain meski sengaja atau tidak dan dalam keadaan apapun maka secara otomatis jiwa kalian akan bertukar lagi. Kalian harus tahu, jiwa itu butuh raga yang suci.” Kemudian nenek tua itu menghilang dibalik pintu meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun.

Kyuhyun (Sungmin) memasang wajah kesalnya. Ia menatap arah dimana nenek itu menghilang. Sungguh bukan ini jawaban yang ia tunggu. Ia sungguh tak berharap jika akan ada syarat konyol seperti ini. Tapi Kyuhyun yang terpenjara dalam tubuh Sungmin malah kini sedikit menyeringai. “Bukankah syaratnya sangat mudah, dan aku dengan senang hati melakukannya denganmu.”

“Ya!!! Kau mesum bodoh!”

.

.

“Bagaimana keadaan perusahaan?”

Nyonya Choi duduk dengan posisi sok elegannya dan menatap lembut pada putra semata wayangnya itu. Meletakkan tas tangannya dan melangkah pelan menuju ke Siwon.

“Perusahaan baik-baik saja Umma. Semua kontrak berjalan lancar termasuk film Kyuhyun. Semua produksi melejit dipasaran.”

Siwon begitu semangat menjelaskannya, tapi sepertinya nyonya Choi tidak begitu senang dengan apa yang didengarnya. “Film Kyuhyun.” Nyonya Choi bergumam kecil. “Dengan script writer Kim Kibum?” Nada bicara Nyonya Choi kini sudah mulai berubah dan Siwon tahu, ini pasti akan terjadi cepat atau lambat.

“Kurasa aku tak begitu menyukainya, bahkan saat aku tahu jika adikku sendiri yang memakainya aku benar-benar tak bisa menerimanya.” Nyonya Choi mengusap bahu Siwon dengan lembut. Tapi bukannya Siwon merasa tenang dengan apa yang dilakukan Ummannya, ia malah merasa bahwa ini adalah awal dari tekanan yang akan mulai diberikan oleh Nyonya Choi.

“Jadi bisakah kau tak hanya diam dan menjawabku. Kurasa kau anak pintar dan juga bertanggung jawab, bukan sekedar seorang direktur utama yang malah menyerahkan semua pekerjaannya dan asyik mengejar cinta. Terlebih lagi itu seorang namja.” Nyonya Choi menambah sedikit remasan di bahu Siwon. Ia sungguh gemas dan kesal sekarang.

Tapi Siwon hanya bisa diam, ia kalut dan bingung. Baru saja ia berbaikan dengan Kibum, sekarang malah baru akan dimulai masalah yang sebenarnya. Jantungnya berdebar tak karuan. Ia menundukkan wajahnya dan kemudian melihat jam yang ada diponselnya. Jantungnya semakin berdebar kencang.

‘Ya Tuhan, bisakah singkirkan Umma.’Siwon berdo’a dalam hatinya. Tangannya yang mengepal terasa dingin. Ia sungguh khawatir. ‘Ya Tuhan, jangan biarkan Bummie datang sekarang. Aku tak ingin dia…”

“Annyeong, Wonie baby. Aku…”

Belum selesai Siwon berdo’a dalam hati, dan sosok cantik itu telah datang dengan sweater putih dan juga kacamata berbingkai putih yang begitu cantik dan serasi untuknya. Yah, sesungguhnya penampilan Kibum hari ini sangat spesial karena Siwon akan mengajaknya untuk berkunjung ke makam Kakeknya. Tapi ternyata….

“Ah, kau datang juga. Sepertinya pembicaraan kita akan mudah.”

“Annyeong Nyonya Choi…”Kibum dengan tubuh sedikit gemetar dan juga menahan takut memberanikan diri untuk menyapa Nyonya besar Choi yang begitu terlihat angkuh. “Mian jika saya mengganggu, saya akan…”

“Tidak perlu, duduklah.”

‘Ya Tuhan, selamatkanlah Bummie-ku tersayang.’

.

.

.

.

“Ya!!! Lakukan dengan sepenuh hati. Kau bisa tidak sih?” Kyuhyun (Sungmin) mendorong kesal tubuh Sungmin (Kyuhyun) yang terkikik menahan tawanya. “Ayolah, au benci jika ada di tubuhmu.”

“Hei, bukan aku yang tidak sepenuh hati. Tapi kau Lee Sungmin.”

.

.

Noticed :

Di bagian ini bayangin aja kalau Kyuhyun itu adalah Sungmin dan Sungmin adalah Kyuhyun.  Jiwa mereka masih tertukar tapi bayangin aja jiwa mereka yang ga tertukar jadi ga bingung. Jujur author capek nulis dobel2. Gomawo >.< (Kalau ga ngerti, maaf. Sama juga, author juga puyeng gimana nulisnya).

.

Sungmin beringsut mundur. Ia sungguh kesal dan sudah berada dipuncaknya. “Aku lelah Kyu, tak bisakah kita kembali normal. Ini hal konyol yang pernah aku lakukan.”

Tapi Kyuhyun sama sekali tak berharap Sungmin akan menyerah secepat ini. Baginya, ia  juga sedikit merasa dijatuhkan saat membayangkan jika tubuh Sungmin yang ada di atasnya seakan dia seme dan Kyuhyun Uke. Ini sungguh konyol.

Kyuhyun sedikit memajukan tubuhnya dan duduk disisi Sungmin yang kini sudah duduk ditepi kasur mereka. Kini mereka sudah ada di kamar hotel dimana Sungmin menginap. Mereka sudah memutuskannya untuk melakukannya dengan sepenuh hati, tapi tetap saja ini sulit.

“Dengarkan aku Ming.” Kyuhyun mendekap Sungmin dari belakang. Sebenarnya Sungmin ingin menolaknya tapi sungguh tubuhnya seakan menikmati cumbuan pelan Kyuhyun yang kini menggoda syaraf dilehernya.

Tubuh mereka memang sudah topless dengan hanya memakai boxer saja. Bukankah mereka sudah bisa dibilang siap untuk melakukannya? Tapi entah apa yang ada dipikiran Sungmin. Ia sungguh belum bisa melakukannya dengan senang hati.

“Kau tahu kan, aku mencintaimu?”

“Kyu…” Sungmin hanya bergumam lirih menanggapi bisikan Kyuhyun disela ciumannya di leher Sungmin. Dan jemari Kyuhyun mulai mengusap bahu Sungmin dan punggung putihnya. Menghujani punggung itu dengan ciuman kecilnya.

“Percayalah, aku mencintaimu. Aku sadar Ming.”

“Hentikan.” Sungmin bergumam lirih. Tapi Kyuhyun seakan malah tuli dan tak mendengar penolakan Sungmin. “Aku bilang hentikan.” Tapi tetap saja Kyuhyun tak menggubris suara Sungmin yang memang terdengar olehnya. “Hiks…. hentikan bodoh! Aku membencimu!”

Sungmin mencoba beranjak, tapi dengan cepat Kyuhyun mencengkeram kedua lengannya dan menariknya kasar kemudian menindihnya. Menatap lembut pada wajah terluka Sungmin dan mengusap air mata Sungmin.

“Wae?”

Sungmin hanya menggeleng pelan menanggapi bisikan Kyuhyun. Ia terlalu sibuk untuk menangis dan mulai memukul pelan dada Kyuhyun.

“Wae, Ming? Ayo bicaralah.” Merasa didiamkan, Kyuhyun kemudian mengusap lembut kening Sungmin. “Katakanlah, atau kau memang belum siap? Kita bisa menghentikannya.” Dan Sungmin hanya diam. Kyuhyun beranjak dari posisinya dan meraih kemejanya. “Sudahlah. Kita hentikan saja.”

“Ahni.” Sungmin berucap lirih dan memalingkan wajahnya untuk menghadap Kyuhyun.

Kyuhyun menghela nafasnya. Ia sungguh harus mencoba mengerti keinginan Sungmin. Kyuhyun berjalan dan kemudian duduk  di sisi Sungmin. Ia menatap wajah Sungmin yang terlihat begitu sayu dan terluka.

“Aku hanya ingin kau berbicara apa yang kau rasakan. Aku tahu kau mungkin ini akan sulit karena kau tak mencintaiku, tapi kau harus percaya aku …”

“Bukan itu Kyu.” Sungmin bangkit dari posisinya dan kini duduk berhadapan dengan Kyuhyun. “Aku merasa kotor dan menjijikkan.”

Dan pikiran Kyuhyun melayang pada saat dimana ia memperkosa Sungmin. Kyuhyun memajukan tubuhnya dan mengusap pipi Sungmin. Meniup sedikit kulit pucat itu dan mencium lembut bibir merah yang begitu menggoda untuknya. “Mianhe…”

“Aku hanya belum bisa menerimanya. Kau memperkosaku atau tidak ini tetap hal konyol. Aku bahkan belum pernah bercinta dengan siapapun dan kau memperkosaku. Ini…. aku… hiksss…. Kyuh, aku sungguh benci caramu.”

“Ming…”

“Kau mengatakan cinta padaku tapi tak pernah sekalipun lembut denganku. Bahkan kau perkosa aku dan selalu saja memasang wajah menyebalkanmu itu, aku membencimu Kyu.”

“Mian-“

“Kau salalu memaksakan semuanya Kyu, kau egois dan tak pernah mau menghargai dan sedikit saja mengerti aku. Haruskah aku menjatuhkan diriku sendiri, Kyu? Kau keterlaluan, aku membencimu Kyu. Hikss… sangat membencimu.”

“Mianhe, Ming.” Kyuhyun membawa Sungmin dalam pelukannya. Menghirup lehernya dan terus menciumi kecil kulit putih pucat itu. “Aku hanya tak tahu harus bagaimana Ming, aku tak bisa menahan diriku sendiri. Aku tak pernah seperti ini, jadi kumohon Ming…. mengertilah dan percaya padaku.”

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan  kemudian meraih dagu Sungmin. Merangkulkan lengannya pada leher Sungmin dan mencium kecil bibir itu. “Aku mencintaimu.”

Dan sepertinya, percintaan kali ini akan dilakukan dengan sepenuh hati.

.

.

2bEEcON

.

 

Bagaimana kelanjutannya? Adakah yang pengen KyuMin enceh? Atau couple yg laen?

Gamsahae udah bersama author and all pure couple. Especially KYUMIN

23 thoughts on “SECRET HEART || CH. 12 || KYUMIN || YAOI ||

  1. So swettt dah KyuMin moment.y…:D
    .
    .hadeuwhh ini sibum kyak.y kisah mereka rumit bangett dah…bruu ajah baikan tpii ad masalah lgii =.=

  2. KyuMin benar-benar romantis chingu🙂
    Maaf chingu, saya bacanya loncat. Soalnya Secret Heart benar-benar series. Saya sengaja membaca loncat karena saya ingin cepat-cepat melihat endingnya. Kkkk~
    Yeah walaupun saya sedkit tidak mengerti dengan jalan ceritanya, tentu saja karna saya membaca langusng part ini Hahah

  3. Ada masalah apa lagi tuh si Siwon sama Kibum?
    Kasian, baru aja masalahnya selesai, malah datang lagi masalah yg lain😦

    Haduh, jadi kasian sama Sungmin, nangis mulu.

    Next🙂

  4. ga bisa ngebayangin kalo kyuhyun jadi ukenya sungmin..wkwk~ mengerikan ! 0.o

    chingu tetap semangat menulis ya
    (^,^)9 aku selalu suka dan
    menunggu karya-karya chingu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s