SECRET HEART || CH. 11 || KYUMIN || YAOI ||

SECRET HEART

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

-Cho Kyuhyun   (N)

-Lee Sungmin    (N)

– Kim Heechul    (Y)

-And other SUJU and SHINEE member

Pairing : || KYUMIN || SIBUM || ONKEY || and Other Pairs ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#muehehhehe#

Genre : Romance || Drama || Sad ||Angst||

Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, Genderswitch (Y).||

Summarry : || Aku adalah satu hal yang SEMPURNA. Tapi tak akan ada artinya jika tanpa dirimu disisiku. Aku bukanlah apa-apa ||

Another PRESENT From Me

KYUMIN FF, ditulis dengan seluruh kekuatan Hati dan Pikiranku. Terinspirasi dari drama yang sangat mengena dihatiku. “SECRET GARDEN.”

Disini aku menambahkan pair kesayanganku yang lain “OnKey”, so welcome for Uri Unyu Leader.

Ini hanya terinspirasi dengan drama itu, bukan berarti ceritanya akan sama dengan Secret Garden. Aku membuatnya dengan segenap hati dan cintaku untuk seorang Lee Sungmin #ck… I’m crazy ’bout him#

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

~SECRET HEART~

.

.

HAPPY READING

.

.

Chapter 11

.

Noticed

Kyuhyun (Sungmin) = Sungmin

Sungmin (Kyuhyun)= Kyuhyun

Jadi di ch ini mereka sudah ganti dan tertukar jiwanya. Mohon dibaca pelan saja.

.

.

KyuMin Side

.

.

“Kebodohanku, adalah mencintaimu. Menyedihkan sekali, mencintai namja menyebalkan sepertimu.”

Dan Sungmin, mulai mengusap bibir Kyuhyun. Bibir merah yang perlahan menariknya untuk menciumnya. jantung Sungmin berdetak semakin kencang. “Aku….”

Sungmin tak ingin banyak bicara lagi, ia sedikit bergerak dan mencium kecil pipi Kyuhyun. Namun ada satu sisi dalam hatinya yang menginginkan bibir Kyuhyun. Tapi, belum juga Sungmin menciumnya…

.

Chu~

.

Mata foxy itu mendelik, ia begitu terkejut. Jantungnya berpacu cepat dan lumatan itu semakin dalam. Pelukan itu semakin erat. Pergulatan lidah itu semakin nikmat. Lenguhan pelan terdengar indah ditelinga mereka. Saliva itu, terasa manis dan semakin memancing hasrat mereka.

“Eumhhh…..”

Mata Sungmin mendelik kaget, tapi saat ia melihat mata Kyuhyun yang masih terpejam seakan menikmati ciuman mereka tanpa Sungmin sadari, kedua matanya juga ikut menutup.

“Kyuhhhh… eummppppphhh….”

Ciuman yang sedikit menuntut untuk saling berbagi kehangatan pagi ini. Dan jemari Kyuhyun mulai mengusap punggung Sungmin dan memeluknya erat. Bibir dan lidahnya terus memanjakan Sungmin.

Kyuhyun menggigit kecil bibir Sungmin membuatnya sedikit mengeratkan cengkraman pada baju Kyuhyun.

“Ahnnnn….”

Ciuman yang begitu lama dan basah, sesekali mencuri udara dan terus berciuman. Tautan itu begitu kuat mengikat mereka. Tapi…

.

Tok…. tok…

.

Suara ketukan pintu langsung menginterupsi kegiatan indah di pagi hari itu. “Sarapannya sudah siap.”

.

.

.

“Wah, sarapannya enak sekali.” Sungmin tersenyum senang sembari menyusuri jalanan menuju ke hotel. Sungmin berjalan dengan senang, ya tentu saja karena sebentar lagi dia akan terbebas dari evil yang selalu saja seenaknya.

“Sebenarnya aku lebih suka makanan restoran, tapi karena aku lapar jadi aku makan saja. Kadang tidak highienis dan bersih, bisa membuatku sakit perut.”

Sungmin memutar bola matanya dan sedikit berdecak kesal. “Harusnya kau berterima kasih dengan tulus. Meski akhirnya memberi uang, tapi kau juga harus sopan. Seenaknya saja pada orang yang lebih tua.”

“Huh… terserah.” Kyuhyun menghembuskan nafasnya. Sedikit melihat tubuh Sungmin yang memang berjalan didepannya. Ia tersenyum kecil mengingat ciuman panas mereka tadi pagi. “Ehhhmmm… Ming…” Kyuhyun sedikit berdehem dan berjalan sejajar dengan Sungmin.

“Bagaimana ciuman tadi pagi?”

“Mwo!?” Sungmin langsung menghentikan langkahnya. “Ya! Bicara apa kau ini huh?” Meski mengelak, tapi wajah Sungmin tetap saja memerah. Dan Kyuhyun kembali memperhatikan Sungmin.

“Eh, kau membawa apa?” Kyuhyun langsung mengambil botol arak itu di tas Sungmin. Dan langsung meminumnya. “Ah… ini enak. Seperti sake, darimana kau mendapatnya?”

“Yah!!!” Sungmin merebut kasar botol arak yang sudah habis diminum Kyuhyun. “Bagaimana bisa kau menghabiskannya? Ini bukan untukmu, kau bodoh!” Sungmin kemudian mencari satu botol yang tersisa.

Ia menatap naas pada botol yang telah habis. “Kau bodoh, kenapa mengambil yang tutupnya kuning? Itu milikku.” Sungmin akhirnya memasukkan kembali botol itu kedalam tasnya. “Ishhh… Kenapa ada orang menyebalkan sepertimu?”

“Hei, hanya sebuah sake.”

“Sebuah sake katamu? Ini arak dari rumah penginapan tadi. Dan halmeoni itu juga berpesan jika arak yang kau minum tadi harusnya aku yang minum. Ish…. kau menyebalkan.” Sungmin berjalan cepat kedepan, dengan tujuan meninggalkan Kyuhyun tentunya. Tapi belum begitu jauh juga, ia sudah berhenti di depan Kyuhyun.

Dan Kyuhyun hanya tersenyum kecil. Ia sudah tahu, “Waeyo? Tak tau jalan eoh? Tersesat?” Kyuhyun memasang wajah menggodanya, sesungguhnya ia gemas sekali dengan bunny Ming yang polos dan bingung didepannya itu.

Sungmin diam sejenak. Ia melihat ke sekitar dan sedikit memasang wajah sedihnya kemudian ia mengangguk pelan.

“Heummm…” Kyuhyun menghela nafasnya. Kemudian menarik tangan Sungmin, “Jangan marah lagi atau akan kubuat kita tak bisa kembali ke hotel.”

“Mianhe….”

“Huh… sudahlah.” Kyuhyun langsung berjalan ke depan dan meninggalkan Sungmin yang masih setia berjalan dibelakangnya. Sedikit tersenyum saat membayangkan betapa menggemaskannya wajah Sungmin sekarang. Sungmin, terkadang mengangkat wajahnya dan menatap punggung Kyuhyun kemudian mengukirkan seulas senyuman kecil diwajahnya.

.

.

.

“Akh…. akhirnya sampai, kasur nyamanku.”

Sungmin langsung membaringkan tubuhnya di kasur hotel setelah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Ia sungguh lelah dan mengantuk. Tidur bersama Kyuhyun sama saja dengan tidak tidur. Dan pikiran Sungmin masih saja terbayang tentang ciuman panas tapi gagal mereka.

“Ish….Aku bukan gay.”

Sungmin menggumam pelan, kemudian ia mengambil tasnya dan mencoba menghidupkan kameranya. Tapi…

”Huh, kamera out, ponsel juga out. Gara-gara hujan. Ish, menyedihkan.” Sungmin melempar semua ke atas kasurnya. Kemudian ia mengambil botol arak yang tersisa dan menatapnya.

“Eum… bunga mawar didalam botol, benarkah ini enak? Tidak meyakinkan, tapi ini wangi sekali.” Sungmin menghirup wanginya. “Benar-benar membuatku ingin meminumnya.”

Perlahan Sungmin meminumnya, dan perlahan juga rasa kantuk menyerangnya sata itu juga. “Hoahmmm… padahal masih sore, tapi mengapa aku mengantuk sekali.”

Dan dalam sekejap, Sungmin tertidur pulas di kamarnya, di kasurnya.

.

.

.

Tok… tok….

Hae mengetuk pintunya dengan tergesa. “Ish, kenapa lama sekali membukanya?” Hae merogoh kantongnya, mengambil ponselnya dan mulai mendial nomor yang memang selalu membuatnya kesal.

“Yah!!! Kyuhyun-ah ! Cepat buka pintunya, aku didepan kamarmu!”

Namun tetap saja yang ditelfon hanya celingukan bingung didalam kamarnya. “Kyuhyun….” Namja itu menggumam lirih. Kyuhyun (Sungmin) menatap ponselnya. “Mengapa Hae yang menelfon?”

Dan tak lama kemudian…

.

Cekrek…

.

Pintu itu terbuka, Hae langsung masuk dan berkacak pinggang. Kesal.

“Kenapa kau tak memasukkan jadwal menyanyi di Mnet untuk besok? Apa yang kau pikirkan hah? Kenapa menerima job tanpa memberi tahuku?”

Kyuhyun (Sungmin) hanya celingukan bingung. “Eum, menyanyi? Aku tidak…”

“Huh…. sudahlah. Sekarang cepat kemasi semua pakaianmu. Sini aku bantu, ayo dimana saja kau…”

“Aaaaaa…!!!!!!”

Terdengar teriakan keras dari seberang kamar Kyuhyun, alias kamar Sungmin. Hae dan Kyuhyun langsung saja berlari menuju kamar itu dan mengetuk pintu kamar Sungmin (Kyuhyun).

“Ah!!! Andwe!!!!”

Hae mencoba membuka pintunya dan memang pintu itu tak dikunci membuat kedua namja itu langsung masuk ke dalam kamar Sungmin (Kyuhyun).

“Aaaaaa!!!!!”

Kyuhyun dan Sungmin sama – sama berteriak keras menatap apa yang terjadi di ruangan itu. Hae hanya menatap bingung pada kedua namja yang masih berteriak dan saling berpandangan itu. “Kalian kenapa?”

KemudianHae menyeret Kyuhyun (Sungmin) untuk ikut bersamanya. “Min Hyung, terima kasih sudah berteriak dan mengganggu rapat kami. Aku dan Kyuhyun akan chek out hari ini, selamat menikmati liburanmu. Annyeong…” Hae menyeret Kyuhyun (Sungmin) untuk langsung keluar dari kamar Sungmin dan masuk kembali ke kamar Kyuhyun.

Hae mendudukkan Kyuhyun  di kasurnya dan mulai membantu mengemasi barang-barang Kyuhyun. “Baiklah, kita check out sekarang karena kau juga harus bersiap untuk menyanyi di Mnet besok. Meski suaramu bagus tapi kau bisa saja hanya memperhatikan Eun Hye si MC itu dan malah tidak konsentrasi menyanyi seperti sebelumnya. Dan ingat….bla… bla… bla…”

Hae terus saja berbicara sementara Kyuhyun (Sungmin) hanya menatap tubuhnya yang memang terasa berbeda. Kyuhyun (Sungmin) berjalan mendekati kaca yang terdapat di pintu kabinet pakaiannya. Ia mulai menatap tubuhnya. Mulai mencubit pipi dan lengannya.

“Mimpikah….?”

Kyuhyun (Sungmin) mulai menepuk- nepuk pipinya seakan mengharapkan kenyataan lain bahwa ia memang ternyata sedang bermimpi, tapi…

“Wae? Aaaaaa!!!!!!”

Kyuhyun(Sungmin) berteriak keras melihat kenyataan yang terpantul dari kaca yang ada dihadapannya. Kemudian ia berlari cepat dan langsung keluar kamar menuju kamar Sungmin. Kamarnya sendiri.

“Aaaaa!!!!” kembali ia berteriak saat melihat tubuhnya sendiri topless dengan hanya lilitan handuk pink sepinggang yang membalut tubuhnya. “Kya!!!! Kenapa kau malah mandi? Bodoh!”

“Hei! Tubuhmu berkeringat dan lengket, aku risih dan tak nyaman makanya aku mandi. Lagipula untuk apa kau protes? Toh kau juga sudah melihat tubuh sempurnaku?” Sungmin (Kyuhyun) malah duduk santai di kursi yang ada di balkon kamar Sungmin, padahal ia masih berbalut handuk dan malah mengacuhkan Sungmin yang terpenjara dalam tubuh Kyuhyun yang masih kebingungan

“Yah! Kau ini, harusnya berpikir lebih dewasa. Memikirkan hal yang berguna, dan cepat pakai bajumu!” Sedikit berteriak karena kesal, Sungmin kemudian menyeret Kyuhyun untuk mendekati kabinet pakaiannya.

“Cepat ambil baju dan pakai! Kau mau membuat kulitku pucat karena angin sore huh? Apalagi aku tak tahu kau mandi bersih atau tidak. Ish…” Sungmin mulai membuka kabinet pakaiannya dan mulai memilih pakaian yang akan dipakaikannya pada Kyuhyun. Namun karena merasa tak ada pergerakan pada Kyuhyun, maka Sungmin menoleh dan akhirnya…

“Yah! Kau mau membuat kulitku iritasi huh! Kenapa hanya diam? Bodoh, cepat pakai bajunya! Kau ini ….eummmpphhh…..”

.

Satu ciuman berhasil membuat Sungmin yang terpenjara dalam tubuh Kyuhyun bungkam. Jantungnya berdegub kencang. Kyuhyun yang terpenjara pada tubuh Sungmin, mulai menyudahi ciumannya saat merasakan remasan pada bahunya semakin kuat, mungkin saja Sungmin mulai kehabisan nafas.

“Satu ciuman untuk membuatmu diam. Bisakah kau tak banyak bicara? Kita harus membicarakan ini baik-baik, dan ingat ….” Kyuhyun membelai wajahnya sendiri yang memerah yang memang jiwa didalam tubuh Kyuhyun itu adalah Sungmin. Menandakan bahwa jiwa yang ada dalam tubuhnya itu benar-benar tengah malu dan membuatnya semakin tersenyum penuh kemenangan.

“Kita tidak tahu bagaimana ini terjadi dan bagaimana kita mengakhirinya.”

Satu rahasia yang bukan menjadi miliknya sendiri. Satu rahasia yang akan ia bagi selamanya bersama Sungmin. Tapi bisakah? Semudah itukah? Batin Kyuhyun berperang tak karuan. Perasaan yang terikat dalam pada Sungmin, semuanya tersalur dalam ciuman itu.

Perasaan yang dengan mudah akan Sungmin ketahui, jika sekali saja Sungmin mulai membuka kotak rahasia dihidupnya. Kyuhyun yang terpenjara dalam tubuh Sungmin, tak lagi hanya diam dan menatai wajah tampannya yang ada di bawah tubuhnya.

Ia mulai mendekati dan menyesapi setiap rasa dari bibirnya yang bertemu dengan bibir Sungmin. Semakin mempererat cengkraman tangannya dan juga permainan lidahnya semakin panas. Tak memikirkan lagi, bagaimana dan apa yang dipikirkan oleh namja yang melihat posisi ekstrim mereka. Namja itu hanya menggeleng didepan pintu dan kemudian menutup kembali pintu kamar Sungmin (Kyuhyun).

“Haaah…bagaimana bisa, Sungmin hyung seagresif itu dengan Kyuhyun?” Hae meraih ponselnya dan segera mendial nomor sutradara dari acara di Mnet. “Nah… Kyuhyun sakit dan tak bisa mengisi untuk acara besok, kau bisa mencari artis cadangan lain jika kau mau.

.

.

.

.

.

.

Key berjalan sambil bersiul dan sesekali tersenyum. Seperti biasa, ia selalu saja senang jika habis berbelanja dan berhasil menghabiskan berpuluh ribu won gaji Sungmin. Sungmin tak pernah menegurnya, bagi Sungmin hanya inilah kebahagiaan yang bisa ia berikan untuk key.

“Heum… aku akan langsung memberikannya dan meminta Onew hyung memakai hadiahnya, kuharap akan pas dan dia akan menyukainya. Couple shirt, aw… manis sekali.”

Key terus menggumam sendiri disepanjang jalan dan terus saja tersenyum, ini adalah hari peringatan satu bulan ia dan Onew berpacaran. Meski baru seumur jagung tapi perasaan di hati Key tumbuh semakin dalam dengan adanya perhatian dari Onew dan sikap mereka yang malah semakin santai dan tak menyembunyikan kemesraan dari publik semakin membuat Key percaya jika Onew serius dan benar-benar mencintainya.

“Eum, baiklah…” Key segera memencet kode pengaman pintu apartemen Onew. Karena Sungmin memang sebentar lagi akan pulang, makan tak mungkin untuk Onew terus tinggal dirumah Key.

“Onew hyung, aku dat…tang…”

Key menjatuhkan tas berisi semua barang belanjaannya  saat melihat posisi Onew. Onew, yang seakan tersadar dari kegiatannya langsung salah tingkah didepan Key. “Key baby, ini tidak seperti… Yah!! Key, tunggu…!”

Tapi Key tetap saja pada pendiriannya. Ia berlari sekencang mungkin  meninggalkan apartemen Onew dan segera menuju mobilnya. Menangis lirih didalamnya dan juga memukul pelan stir mobilnya. Rasanya ia begitu kesal dan ingin membunuh Onew.

“Pengkhianat!!! Ish… hikss…. wae…hikss…. Wae?! Kenapa dengan Luna, yeoja jelek itu sungguh mengganggu. Hiks Onew Hyung keterlaluan…”

Key melihat kesekililing mobilnya. “Hiks… dia bahkan tak mengejarku, Key bodoh… hikss….” Key segera menjalankan mobilnya dan meninggalkan parking area di gedung apartemen Onew. Onew sendiri yang baru sampai saat itu juga hanya bisa mengacak kasar rambutnya.

“Aish… otte… Key!!!”

.

.

.

.

.

“Jadi kita berbaikan?” Siwon menggeleng pelan. “Bukan berbaikan maksudku, kita pacaran lagi ‘kan? Atau jika kau mau aku bisa melamarmu dan kita menikah.”

Kibum yang sedari tadi sibuk dengan pekerjaan dan laptopnya sama sekali tak berniat mengurusi apa yang keluar dari mulut Siwon. Ia terlalu sibuk untuk itu.

Melihat jika sama sekali tak ada respon dari Kibum, Siwon kemudian melingkarkan lengannya pada leher dan pinggang Kibum yang sedari tadi memang duduk disebelahnya.”Bummie, ayolah. Jangan dingin terus seperti itu. Dulu kau tak seacuh ini padaku, dimana Bummie yang selalu ceria dengan senyumannya dan terus menghiburku dan malu-malu.”

“Ish, kau ini suka sekali menggangguku, kau tak lihat aku sedang bekerja.”

Kibum terus mencoba mengetik naskah untuk drama terbaru yang akan diproduksi oleh satu stasiun tv, tapi…

“Yah!!!”

Kibum berteriak kecil saat dengan kekanakannya Siwon malah menutup laptop Kibum dan tersenyum polos tanpa ada rasa bersalah.

“Kenapa menutupnya bodoh? Ish, kau kekanakkan sekali tuah Choi…!”

Kibum kesal, memang. Tapi Siwon tak melakukan apa-apa selain hanya diam dan menatap Kibum dengan tatapan penuh arti tanpa berkedip, membuat Kibum hanya bisa menghela nafasnya lagi dan lagi.

“Jangan marahi aku, kau bilang kau mencintaiku tapi mengapa kau selalu mengacuhkan aku? Ayolah Bummie, aku juga sangat sibuk tapi kau bisa lihat sendiri aku selalu mempunyai waktu untuk menemuimu.” Siwon berbicara lirih dan terus mengusap punggung tangan Kibum. Perlahan membawa tubuh Kibum untuk duduk ke pangkuannya dan melesakkan kepalanya untuk bersandar didada Kibum.

“Kau juga tahu kan, dalam hubungan itu pasti ada rindu dan aku sedang merindukanmu.”

Awalnya Kibum memang sudah sangat kesal namun kini ia hanya bisa menggeleng kecil dan kemudian mengusap pelan rambut Siwon dengan jemarinya. “Mianhe, hanya saja aku selalu dikejar target dan bahkan aku sendiri tak bisa istirahat.”

Siwon mengangguk pelan. Biarkanlah mereka dalam posisi seperti itu untuk sebentar saja. Merasakan perasaan nyaman dan saling memiliki dengan cara mereka sendiri.

.

.

.

.

.

“Hei, bagaimana bisa kau datang kerumahku?” Hyukkie langsung mengubah air mukanya saat melihat tamu yang berdiri didepan pintu rumahnya. Namun saat ia membukakan pintunya, bukan menyapa Hyukkie tapi tamu itu malah langsung menuju kedalam apartemennya dan langsung menidurkan tubuhnya dikasur nyaman Hyukkie.

“Yah!! Ikan jelek! Jawab aku dulu. Darimana kau tahu alamat rumahku?”

Tapi Hae hanya mengangkat tangannya dan menggerakannya seakan meminta Hyukki untuk mendekatinya. Kemudian menepuk-nepuk satu sisi kasur Hyukkie seakan memintanya untuk duduk disana.

Hyukkie hanya menggeleng dan terus mem-poutkan bibirnya. Meski kesal, ia juga tak mau berlama dengan namja yang kini masuk dalam tingkat paling atas dalam daftar namja yang harus ia hindari, jadi Hyukkie harus segera menyelesaikan urusan ‘entah apa itu’ dengan Hae dan segera menendang namja itu untuk pergi jauh dari rumah Hyukkie.

“Jadi ada apa?”

Hae terdiam sejenak. Ia mengubah posisinya dan kini ikut duduk ditepi kasur dan menatap Hyukkie yang duduk disisinya. Entah apa yang terjadi tapi Hyukkie bisa merasakan jika jantungnya tengah berperang dengan perasaan dan sikapnya sendiri sekarang.

“Hyukkie-ah, Kyu sudah gila, atau entahlah…. mungkin saja dia sudah menjadi GAY.”

“Mwo?!”

.

.

.

“Jadi bagaimana sekarang?” Kyuhyun (Sungmin) bertanya pelan pada Sungmin (Kyuhyun). “Aku tak tahu mengapa bisa begini dan bagaimana cara menyembuhkannya. Kau harus memikirkan caranya. Ayolah berfikir.” Sungmin yang terpenjara dalam tubuh Kyuhyun terus merengek tapi tetap saja jiwa Kyuhyun yang terperangkap dalam tubuhnya hanya sibuk memainkan PSP yang entah dari mana datangnya saat itu.

“Aku sudah membatalkan semua jadwal syutingku selama seminggu ini dan mengundurkan jadwal yang tak mungkin aku batalkan, jadi selama itu kita bisa memikirkan jalan keluarnya tapi jangan ganggu aku dulu ini sudah hampir final.”

Kyuhyun menggumam sambil terus memainkan PSPnya tanpa melihat raut kekesalan di wajah Sungmin.

“Huh… apakah ini karena arak bunga mawar itu?” Kyuhyun (Sungmin) menggumam pelan.

“Mwo? Arak bunga?” Sungmin (Kyuhyun) sedikit tersentak dari kegiatan bermain PSPnya dan mulai berfikir. “Arra, kita akan ke hutan itu lagi dan meminta penawarnya.”

.

.

.

.

2bEEcON

.

 

Bagaimana kelanjutannya? Mianhe jika Updatenya lama banget. GamsaHAE untuk yang tetap setia menanti FF ini.

Gamsahae udah bersama author and all pure couple. Especially KYUMIN

.

.

22 thoughts on “SECRET HEART || CH. 11 || KYUMIN || YAOI ||

  1. Aduh tu Luna genit amat sih,nggak tau apa klo Onew udh pu.y Key… Buat mslah baru lgii dwehh =,=
    semoga Onkey cpet baikan dahh

  2. Ahahahahaha.. Ini gokil eonni sumpah bikin ngakak pas part mreka sadar klo jiwa mereka ktuker dan teriak bareng.. Itu ngebayangin ekspresi wajah mreka asli kocak abis! Hahahaha😀

    Nih buat eonni –> b^o^d

  3. muahahha author ga cape apa ngetik ‘kyuhyun(sungmin) or sungmin (kyuhyun?’ aku aja cape liatnya #plakkk abaikan,ehehe ceritanya makin mendorong okay menarik maksudnya heheh

  4. ada apa lg sama onkey ? -,-a
    Kyumin udah bertukar tubuh dan membuat hae jadi salah paham sama sungmin..wkwk🙂

    chingu tetap semangat menulis ya
    (^,^)9 aku selalu suka dan
    menunggu karya-karya chingu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s