My First Love Story || Ch. 7 || YAOI ||KYUMIN||

My First Love Story

Author : Rainy HearT

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin

– Other SUJU and DBSK member

Pairing : HaeMin slight KyuMin slight SiMin Slight HenMin Slight YeMin

Genre : Romance, Drama, Sad

Rating : T

Length : Series

Disclaimer : All cast punya diri mereka sendiri dan Tuhan.

Warning :BL/Boys Love/YAOI, EYD tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia, typos, gaje, dan cerita membosankan.

Sumarry : Cerita tentang cinta pertamaku, akankah aku bisa menemukannya kembali ?

Salah satu request-an dari readerku yang baik, PRESENTING “My First Love Story”

Terinspirasi saat liat vcr di SS4, tapi aku ubah semua ceritanya#kekekeke#

Mianhaeyo kalau jalan ceritanya makin ngawur dan membosankan. Untuk yang udah mau nyempetin waktunya buat baca and review author cuma bisa ngucapin “Jeongmall gomapseumnida.”

Happy Reading

ooo My First Love Story ooo

Previous chapter 6

Kini dua namja itu sudah sampai didepan sebuah rumah megah dengan halaman yang sangat luas. Mereka turun dari mobil mewahnya. Namja berambut ikal itu menyerahkan kuncinya kepada seorang pelayan disana. “Bawa mobilku masuk.” Lalu dia menatap pelayan yang lainnya, ” Apa Umma dan Noona sudah kembali ?” Pelayan itu menunduk dan menjawab, “Sudah Tuan Muda, mereka menunggu anda di ruang keluarga.”

“Baiklah.” Kyu langsung menyeret tangan Sungmin dengan cepat, ia melangkah memasuki sebuah pintu hitam dengan ukiran yang cantik dan juga berharga fantastis. Rumah dengan cat berwarna abu-abu gelap pada bagian dalam menambah kesan elegan.

“Kyu, mau apa kau membawaku kesini ? Bukankah tadi kau bilang akan mengantarku pulang ?” Sungmin merasa tak enak dan melepaskan tangan Kyu.

“Bukankah aku sudah mengatakannya padamu, tinggallah bersamaku, dan menikahlah denganku.”

“Tapi Kyu ini…”

“Aku tidak mendengar protes apapun hyung.” Kyu meletakkan jari telunjukknya pada bibir Sungmin, mereka lalu berjalan masuk dan Kyu terus menggandeng erat tangan Sungmin. “Nunna, Umma, selamat datang.”

Chapter 7

.

.

Satu yeoja cantik mendekati Kyu, memeluk dan mengusap punggungnya. “Umma sangat merindukanmu Kyunie.” Tapi Kyu tak membalas pelukan Ummanya. Satu tangannya masih menggenggam erat jari Sungmin. “Bagaimana di Jepang Umma ? Bisnis disana berjalan baik ?”

“Nde, tentu saja. Dan maaf, Umma dan Ahra lama tidak pulang.” Kemudian ia menatap namja yang ada di sebelah Kyu. “Nuguya ?”

“Lee Sungmin imnida.” Sungmin membungkukkan badannya dan mencoba tersenyum manis meski sesungguhnya ia sangat tegang.”Diakah namja itu Kyunie ?”

Kyu mengangguk. Wanita itu menatap Sungmin dengan tajam. “Jadi, kau Lee Sungmin ya ?”

Lee Sungmin POV

.

“Nde, saya Lee Sungmin.” Aku menelan ludahku dengan susah payah. Tegang dan menakutkan sekali, wajah cantik itu terlihat sangat menyeramkan. “Kyu, kau yakin dengan pilihanmu ?” Kyu semakin mengeratkan genggaman tangannya padaku. “Aku yakin Umma.”

“Aku Cho Ahra. Aku noonanya Kyu.” Wanita itu berdiri dan mendekati kami. “Umma, bagaimana menurutmu ?”

Aku menatap Kyu, tersirat kekhawatiran di wajahnya. Aku sendiri tidak tahu pasti mengapa aku melakukan ini ? Menerima paksaan dan melakukan semua kemauannya. Aku tak ada daya upaya untuk menolaknya. Hatiku seperti ingin menyelesaikan ini sampai tuntas. “Aku heran, apa yang kau sukai dari dia Kyu ?” Kami mengikuti dua yeoja itu untuk duduk disebuah kursi mahal dengan kayu ukiran berwarna hitam. Kuakui, keluarga Cho sangat kaya. Umma dan Noona-nya Kyu juga sangat cantik, tak heran Kyu sangat ‘Tampan.’

“Aku juga tidak tahu apa yang ku sukai dari dia Umma. Tapi percayalah, aku sangat menyukai dia. Aku sudah menceritakannya padamu dan kurasa kau tak mau mendengarnya lagi karena bosan. Jadi Umma, bagaimana ?” Apakah Kyu benar-benar mencintaiku ? Sampai dia melakukan ini, apakah kami sedang meminta izin saat ini ? Sungguh lucu, kenapa aku melakukan ini ?

“Baiklah, tapi aku akan melakukan beberapa penawaran padamu.” Wanita itu berdiri dan menatap bola dunia di ruangan itu dan memainkannya. “Kau harus memilih, kau tetap menjabat sebagai direktur dan tinggal di rumah ini, atau dengan kata lain semuanya akan seperti biasanya jika kau menikahi Sungmin setelah kau menikahi yeoja yang Umma jodohkan denganmu. Atau kau akan tetap bekerja di kantor Umma tapi kau harus memulai dari tingkatan paling bawah, cleaning service. Kau akan tinggal di rumahmu sendiri bersama Sungmin dan Umma akan menikahkan kalian jika kau sudah berhasil mengatur hidupmu sendiri.” Wanita itu mendekati Kyu dan mengusap bahunya, “Pikirkan baik-baik Kyu !”

“Aku akan tetap hanya menikah dengan Minnie hyung Umma. Bukankah aku sudah mengatakannya padamu berulang kali ! Aku tak mau menikahi Seohyun jika hanya untuk kepentingan bisnismu. Lagi pula aku sama sekali tak ada perasaan apapun pada yeoja itu !” Siapa Seohyun ? Apa dia yeoja yang dimaksud Ummanya Kyu ? Hhhh, kenapa hatiku sedikit nyeri mendengar nama itu.

“Baiklah. Itu artinya kau memilih untuk keluar dari rumah ini dan memulai karirmu di kantor Umma dari nol. Tenang saja Kyu, Umma sangat menyayangimu, jadi aku akan memberikan rumah yang cukup layak untukmu.”

“Ingat Kyu, kau baru akan menikah jika kau bisa mengatur hidupmu, dan itu termasuk mengatur emosi dan juga kegilaanmu pada benda hitam menjijikkan itu.” Ahra Noona langsung pergi meninggalkan ruangan ini. “Baiklah Kyu, Noonamu pasti sudah menunggu Umma diluar. Umma akan ada rapat sebentar dan setelah itu akan kembali ke Jepang, semua yang kau butuhkan sudah Umma persiapkan di rumah itu. Mintalah supirmu mengantarmu kesana. Atau jika kau masih mau mengubah keingininanmu telfon Umma.”

“Tenang saja Nyonya Cho Heechul yang terhormat, aku tak akan mengubah keputusanku.” Kyu berkata dengan wajah dingin dan datar. “Kumohon Lee Sungmin, berjuanglah bersamaku,” dia mengatakannya tanpa menatapku. Sama sekali tak melihatku, apakah wajahku menyiratkan ketakutan atau tidak, apakah aku harus meneruskan ini ? Aku tak ingin ia berkorban banyak karenaku. Apalagi sampai meninggalkan semuanya dan memulainya dari awal. Mengapa aku selalu saja menyulitkan orang lain. “Kyuhh, tttak ehmm… Tak seh-harushhnya…” Kenapa suaraku serak, kenapa rasanya berat ? Kenapa wajahku terasa panas, kenapa ?

Kurasakan tangan besar Kyu menangkap kedua pipiku, dan apa ini ? Dia mengusap air mataku.

Sejak kapan aku menangis ? Apa yang aku tangisi ? Apakah aku menangisi Kyu ? Untuk apa aku menangisinya ?

“Hyung, gwenchana hyung. Semua akan baik-baik saja.” Mendengar suaranya dan menatap mata coklatnya yang samar terlihat membuatku merasakan nyeri lebih dalam. Tapi aku ingin memeluknya, aku ingin bersamanya, bagaimana ini ? “Kyuhh hyunn, aku…”

“Sstttt…” Ia menarikku dalam pelukannya. “Tak usah memikirkan apapun, kau hanya harus berjuang denganku.” Aku tak bisa mengatakan tidak. Mulutku seperti terkunci, dan tanpa sadar aku mengangguk dalam pelukannya.

Aku sudah gila dengan melakukan ini. Apakah ini artinya aku mencintai Kyu ? Tapi mengapa harus Kyu ? Aku tak mengerti, dan tak bisa berhenti.

.

.

“Masuklah hyung, kemasi semua barangmu. Besok aku akan menjemputmu. Jangan katakan apapun jika kau tak ingin mengatakannya. Maaf jika terkesan memaksamu, aku hanya tak ingin kau merasa bersalah.”

Aku hanya mengangguk, dan dia langsung pergi dengan mobil hitamnya. Aku melangkah pelan masuk kedalam rumah Siwon. Merogoh kantung tas kantorku mencari kunci.

Tapi saat aku baru akan memasukkan kunci ke lubang kunci di pintu itu, dia sudah membukanya terlebih dulu. “Sssii-woonnie.” Aku terperangah sangat terkejut melihat wajahnya. Apakah dia marah padaku ? Kenapa dia sangat menakutkan, tatapan matanya itu membuatku merinding. Aku tak mampu berjalan masuk dan hanya diam selama beberapa menit, hingga tangan besarnya menarik masuk tubuhku. Aku tersiksa rasa bersalah, apakah aku menyakitinya ? Apakah dia mengetahuinya ?

Dia mendudukkanku di kamarnya. Kenapa aku hanya diam ? Kenapa aku tak bisa menarik diriku ? Atau aku benar-benar harus menjelaskannya pada Siwon ?

“Katakan hyung, kau darimana ?” Aku mengangkat wajahku, menatap matanya yang sendu. Ini sudah malam, dan mengapa dia menungguku ? Mengapa dia tak menghentikan perasaannya padaku ? Aku tahu aku hanya akan terus menyakitinya jika begini. Apakah, aku harus benar-benar melakukannya ? Tinggal dengan Kyu ? Menikah dengan Kyu ?

“Hyung, jawablah pertanyaanku, apa kau sama sekali tak memikirkanku ? Betapa takut dan khawatirnya aku, kau darimana hyung ?” Aku berusaha membuka suaraku, namun mengapa rasanya sangat berat, “Hyung, katakanlah. Apa kau tak mau mengatakannya ? Atau kau pergi dengan Kyu hingga kau takut untuk mengatakannya padaku ?” Bagaimana dia mengetahuinya ? Aku sungguh bingung saat ini.

“Itu, aku…” Apakah aku benar-benar harus mengatakannya, “Aku memang pergi dengan Kyu Siwonie, mianhe membuatmu khawatir.” Namun dia malah menatapku, tatapannya lebih tajam dan menakutkan dari yang tadi. Dia mendekatkan wajahnya padaku, “Apa kau begitu tergoda dengan Kyu hingga mengijinkannya menyentuhmu ?”

“Apa maksudmu Siwonie, aku tak mengerti apa maksudmu ?” Tapi dia malah menurunkan syal yang masih melilit sebagian leherku, “Ommo…” Aku lupa, Kyu membuat kissmark disana, bagaimana ini. “Ah, ini… Itu karena…” Tapi dia menangkap kedua pipiku dan membuatku menatapnya. Matanya datar dan wajah sendunya sangat terlihat. Apa ia benar-benar terluka karena aku ? “Mianhe Siwonie aku…” Apa yang dia lakukan ?

Bibirnya menempel pada bibirku. Aku tak menyukainya, dan berusaha mendorong tubuhnya. Kututup erat bibirku agar tak tergoda oleh lumatannya “Emmmmpppttt…” Aku berusaha mendorongnya dengan sisa kesadaranku. Saat aku berhasil mendorongnya, entah kegilaan apa yang menderaku hingga aku berani melakukannya.

.

Plak…

.

Aku menamparnya. “Akh, mianhe Siwonie. Aku tak bermaksud, sungguh… Aku…” Kenapa aku menamparnya ? “Sekarang terbukti bukan ? Kau menamparku jika aku yang melakukannya. Tapi jika Kyu yang melakukannya maka kau akan menikmatinya. Hyung, mengapa kau menyakitiku ? Apa salahku ? Apa kekuranganku ?” Aku berdiri, berusaha pergi dari kamarnya, aku tak mau mendengar kata-katanya lagi yang hanya akan menambah rasa bersalahku. “Apa Kyu lebih baik daripada aku ? Atau kau memang sudah mencintainya dari dulu ? Kau pikir aku tak sengaja mengajakmu ke rumahku. Aku sengaja melakukannya hyung. Menyembunyikan keberadaanmu dari Kyu yang dulu tergila-gila pada seorang namja dengan mantel basahnya di stasiun kereta. Kau pikir aku tak sengaja mendahului semua langkah Kyu ? Aku sengaja melakukannya hyung. Tapi mengapa setelah sekian lama aku menyimpanmu untukku sendiri dengan semua kebodohanku aku mengenalkanmu pada Kyu. Aku pikir pasti Kyu sudah melupakanmu, tapi ternyata kau…”

“Mianhe Siwonie, aku harus kembali ke kamarku.” Aku tak mau mendengar perkataannya lagi. Hatiku sudah sangat amat sakit dan terbebani rasa bersalah pada Siwon. Aku akui dia sangat baik dan menyayangiku, tapi aku sama sekali tak bisa membalas cintanya padaku. Aku sungguh tidak bisa melakukannya.

Aku membuka pintu kamarku, dan kembali aku menemukan namja China sebentuk Mochi tidur memeluk Bunnyku. Apakah aku harus menyakitinya juga ? Aku mendekatinya dan duduk disisi kasurku. Mengusap pipi chubbynya yang sangat menggemaskan. Mungkin aku membuatnya terbangun, dia mencoba membuka matanya.

“Minnie hyung…” dia langsung melepaskan Bunnyku dan memelukku. Aku semakin didera rasa bersalah. Aku tak tega menyakiti Henry, dia terlalu rapuh untuk disakiti. “Hyung, kau pulang sangat malam.”

“Nde Henry, kau menungguku ?” Dia mengangguk, “Kenapa kau tidur di kamarku lagi ?” Dia melepaskan pelukannya. Duduk sedikit menjauh dariku, mata sipitnya yang mengantuk terlihat sangat lucu. Menatap wajahnya saja membuatku merasa lega. “Kau tahu Henry, kau sangat menggemaskan. Melihatmu saja aku merasa semua masalahku hilang.”

“Jinjayo ?” Aku mengangguk dan tersenyum padanya. “Jadi, katakan. Mengapa kau tidur dikamarku lagi ?” Dia menatapku, baru aku menyadari dia sangat tampan. Wajahnya sangat menggemaskan dan juga lucu. Namun tiba -tiba wajah itu menatapku dengan mata sipitnya dan membuatku merasakan aura yang tidak baik. “Hyung, apakah kau mencintai Kyu hyung ?” Pertanyaan macam apa itu ? Mengapa dia menanyakannya ? “Aku rasa kau tak perlu tahu Henry. Lebih baik kita tidur, malam ini aku ijinkan kau tidur bersamaku lagi.” Aku beranjak ke lemariku dan mengambil piyama. “Kau tahu ‘kan hyung ? Aku sangat mencintaimu.” Akhirnya, apa yang aku takutkan kembali ia katakan. “Aku, itu … Ehm…”

“Hyung, mengapa kau tak mencintaiku atau Siwon hyung.”

“Henry ? Bagaimana bisa kau…”

“Kau pikir aku tidak tahu hyung ? Siwon hyung mencintaimu, aku mencintaimu dan kau malah memilih Kyu hyung daripada kami. Sesungguhnya apa yang kau lihat darinya hyung. Bukankah aku lebih baik ?” Seperti tak percaya aku mendengar semua perkataannya. “Orang tuaku lebih kaya dari orang tua Kyu hyung. Dan Siwon hyung, kau juga lebih lama mengenalnya, mengapa kau memilih Kyu hyung ? Aku pikir aku juga cukup baik untukmu hyung, aku pintar dan juga kaya. Lompat kelas dua tingkat dan juga putra pemilik perusahaan ternama milik Daddyku. Meski itu milik mereka tapi aku juga berhak atas hartanya. Atau kau memandang hati hyung ? Aku rasa hatiku juga sangat mengenalmu. Pertama kali aku melihatmu, kau sudah membekas dihatiku. Aku pikir aku juga cukup baik untukmu hyung. Jadi katakan, apa kurangnya aku dibanding Kyu hyung penggila games itu ? Kau tak mengenalnya hyung !”

Henry, bagaimana bisa dia selantang itu mengatakannya ? “Henry, aku tidak tahu apa yang kau bicarakan. Aku sendiri juga tak mengerti dengan apa yang aku lakukan ?”

“Kau jahat hyung ! Kau menyakitiku dan juga Siwon hyung ! Lebih baik jika kau memilih Siwon hyung untuk menolakku tapi kenapa kau memilih Kyu hyung ? Kau menyakiti kami hyung !”

Blam…

.

Dia meninggalkan kamarku. Membanting keras pintunya. “Sungmin, satu hati lagi telah kau sakiti.”

.

Aku mencoba tidur, perasaan tidak tenang menyelimuti diriku. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku mengambil foto kami dibawah bantalku, “Hae, aku merindukanmu. Apakah kau tahu betapa aku gelisah dan sangat takut saat ini ? Seandainya saja kau tak pergi meninggalkan aku… Mungkin aku…” Hanya dengan menatapnya saja aku bisa menangis. Akhirnya aku bisa menangis, rasa bersalahku benar-benar menyiksaku. Membuatku tertekan dan sungguh ingin menangis. Sedari tadi aku ingin menangis tapi tak mampu dan kini hanya mengingatmu saja aku… kau membuatku menangis. Hae, jeongmal bogoshipoyo.

Entah apa yang aku pikirkan, aku sudah kalut dan sangat terbebani dengan semua ini. Aku mengemasi semua barang-barangku. Tanpa aku menydadari aku melakukannya. Membawa semua barang kenanganku dan Hae. Semua baju dan juga piyama pemberian Hae. Aku mengemasi semuanya. “Hallo, Blue Bird company. Kirimkan satu taxi ke alamat XXX.”

Aku menelfon taxi dan menuju luar kamarku. Membuatkan sekedar sarapan untuk Siwon dan Henry. Menulis surat permintaan maaf dan selamat tinggal untuk mereka. Jujur, aku sangat bersalah.

Aku menyeret dua koperku keluar rumah. Dan satu kotak besar berisi boneka bunny dan kenanganku dari Hae. Termasuk hadiah dari Henry. Akan sangat jahat jika aku tetap tinggal disini. “Tinn… Tinn…” Taxinya sudah sampai didepan rumah Siwon. Aku langsung menyeret semua barang bawaanku. “Mianhe Siwonie, Henry.” Jujur, ini sangat berat, aku menyayangi mereka tapi bukan sayang yang seperti aku rasakan pada Hae. Perasaanku berbeda pada mereka. “Antar aku ke tempat ini.” Aku memberikan alamatnya pada supir taxi itu. Dengan tenang aku menyusuri jalanan Seoul pagi buta ini. Melihat jam tangan pemberian Hae, “Baru pukul 05.00 KST.” Angin dingin menerpa kulitku saat aku membuka jendela taxinya. Untung saja Januari ini salju tidak turun lebat. ‘Bersiaplah Lee Sungmin, kau akan kembali ke kehidupanmu yang lama kau tinggalkan.’

Lee Sungmin POV end

.

.

Keesokan harinya

.

“Dia pergi Henry.”

“Benarkah Hyung ?” Siwon mengangguk. “Apa aku keterlaluan padanya Hyung ?”

“Mollayo Henry, aku berfikir bahwa aku yang malah keterlaluan padanya.”

“Mianhe, Siwonie, Henry. Aku harus pergi, kehadiranku disini hanya membuat masalah semakin rumit. Mian jika aku menyakiti kalian, aku sungguh tak bermaksud melakukannya. Kumohon, setelah kepergianku hiduplah dengan baik. Kalian namja tampan dan juga baik hati, carilah kekasih yang mencintai kalian. Mianhe, jika aku tak bisa membalas perasaan kalian. Jeongmal Mianhaeyo. Lee Sungmin.” Siwon melipat kertas kecil dibawah piring bread toastnya. “Mengapa dia harus pergi ?” Siwon menggumam lirih. “Apa aku bisa mencintai yang lain ?” Siwon merasakan tepukan di bahunya, “Hyung, kau tidak sendiri. Aku juga terluka dengan kepergian Minnie hyung.”

.

Ting tong… Ting tong…

.

“Nuguya ?” Henry berteriak sambil terus melangkah ke pintu depan. “Kyu hyung !” Henry berteriak keras didepan pintu saat melihat siapa yang datang. “Hei, apa kau begitu senang melihatku sampai kau berteriak seperti itu ?” Kyu mencoba bersikap biasa meski dia cukup khawatir dengan raut wajah dan pandangan Henry padanya.

.

Buaghh…

.

“Awwhhhh ! Appoyo ! Pabo, kenapa memukulku !” Kyu berteriak pada namja tinggi yang tiba-tiba saja muncul dan memukulnya. “Untuk apa kau datang kemari Cho Kyuhyun sialan ! Apa yang kau inginkan hah ?”

“Aku akan menjemput Sungmin Hyung. Waeyo ?”

“Heh, jangan kau pikir aku tidak tahu hubungan kalian ! Kau pengkhianat Kyu !” Siwon menarik tubuh kurus Kyu dan menghempaskannya ke sofa. “Kau merebutnya dari kami.” Sekarang giliran Henry yang memarahinya. “Untuk apa kau menjemputnya ? Kau benar-benar menyebalkan hyung !”

“Aku akan mengajaknya tinggal bersamaku.” Jawab Kyu innocent tanpa rasa bersalah sedikitpun. “Mudah sekali kau mengatakannya. Kau ini benar-benar mau menghancurkan persahabatan kita !” Buaghhh…

Kembali Siwon memukul Kyu. “Kya ! Jeongmal michiyeoso ! Kau pikir wajahku ini gratisan sampai kau bebas semaumu untuk memukulku ! Apa yang kau maksud merusak persahabatan ?”

“Jangan bertingkah seakan kau tidak tahu Kyu ! Kau tahu aku mencintai Minnie hyung, tapi kau seenaknya mengambilnya dariku !” Dengan wajah memerah padam Siwon berusaha menahan amarahnya mati-matian. “Mian, jika aku terkesan merebutnya darimu. Tapi bukankah memang dia bukan milikmu, jadi apa pantas kau mengatakan aku merebutnya ? Aku tidak merebutnya tapi dia yang memilihku !” Kyu berdiri dan menatap Siwon tajam. “Katakan, dimana dia ? Apa kau menyembunyikannya ?”

“Seharusnya aku yang bertanya padamu. Dia sudah mengemasi semua barangnya dan pergi meninggalkan rumah ini. Semua karena kau !”

“Meninggalkan rumah ?” Kyu merasa kalut. ‘Kenapa Sungmin meninggalkan rumah Siwon ? Aku baru akan menjemputnya, kenapa dia malah sudah pergi meninggalkan rumah ini ?’

“Kurasa aku sudah tidak ada urusan lagi denganmu. Siwon, bukan maksudku menghancurkan persahabatan kita, tapi satu hal yang harus kau tahu, aku sangat menyayanginya dan juga mencintainya. Aku juga akan menikahinya.”

“Mwo !” Kyu melangkah dengan tegap dan yakin, wajah tampannya menakutkan dengan seringaian tajam dimatanya. Ia meninggalkan rumah Siwon. Meninggalkan dua namja tampan yang shock dengan pernyataan Kyu. “Hyung, kau dengar tadi ? Dia akan menikahi Minnie hyung.”

“Nde mochi, aku mendengarnya.” Siwon duduk lemas disofanya. Banyak pikiran berkecamuk menderanya. “Apakah aku harus mundur Henry ?”

“Apa aku juga harus mundur hyung ?” Henry menatap hyungnya dengan mata sipitnya. “Huh, aku pusing.” Henry lalu naik ke lantai atas menuju kamarnya. “Hyung, meskipun ini hari libur, aku akan pergi melihat Universitas yang lain. Tetap terus dirumah, membuatku gila memikirkan Minnie hyung.”

Henry naik dan segera membersihkan dirinya. Bersiap menuju Universitas Art of Seoul.

“Yeoboseoyo.”

“…”

“Aish, jangan terlalu besar kepala Mimi ge.”

“…”

“Nde, jemput aku dirumah Siwon hyung, 1 jam lagi.”

Pliip…

“Menyebalkan sekali Mimi-ge. Jika saja aku bisa menyetir mobil, aku tak akan meminta bantuannya.”

.

.

“Mianhe Pak Siwon, ada tamu yang sudah menunggu anda dari tadi.”

“Arra, aku akan segera menemuinya.” Siwon yang baru datang ke kantor langsung sibuk dengan kegiatannya. Ini adalah Senin pertama setelah kepergian Sungmin. Siwon sama sekali tak mencari kemana Sungmin pergi. Bukan dia tidak khawatir. Hanya mencoba berfikir realistis. Sungmin meninggalkannya, itu artinya Sungmin tak ingin bertemu dengannya. Setidaknya itulah pemikirannya.

“Kau lagi,” Siwon duduk di kursinya, berhadap-hadapan dengan namja manis dan menggemaskan didepannya. “Sepertinya kau tidak senang melihatku ?”

“Bukan begitu Kibum-ssi. Hanya saja aku … Akh sudahlah. Jadi apa tujuanmu ketempatku ?”

Namja bernama Kibum itu mengeluarkan dompetnya dan menunjukkan satu foto namja tampan dengan pipi chubby-nya. “Kau tahu artis ini ? Dia penyanyi pendatang baru.”

“Nde, aku tahu dia. Aku yang mengurus perjanjiannya dengan Lotte World. Dia dikontrak menjadi duta Lotte World mulai awal tahun ini sampai 5 tahun kedepan. Waeyo ?”

“Bisakah kau membuatkan appointment untukku agar aku bisa bertemu dengannya ?” Siwon terperangah kaget mendengar permintaan Kibum. “Hei, kenapa malah memintaku melakukannya ? Bukankah manajermu bisa melakukannya untukmu ?”

“Jadwalnya terlalu padat dan manajer hyung tak bisa membantuku. Jika kau yang membujuk manajernya, mungkin kau bisa mempertemukan kami.”

“Apa keuntunganku Kibum-ssi ? Mengingat pertemuan pertama kita tak meninggalkan kesan baik untukku, kau terlalu dingin dan mau menang sendiri.”

“Heh, aku kesini baik-baik. Jika kau meminta bayaran atas permintaanku, aku bisa membayarmu. Dasar namja menyebalkan.” Kibum berdiri dari duduknya dan melangkah menuju pintu keluar. “Lagipula bukan aku yang akan bertemu dengannya, tapi seseorang yang sangat dirindukannya.”

Kibum meninggalkan kantor Siwon. Senyuman dingin terpancar di wajah Kibum. “Namja menyebalkan.”

“Yeobosseoyo Wookie.”

“…”

“Aku sudah mengurusnya, nanti jika berhasil aku akan menelfonmu lagi.”

“…”

Nde Chonman Wookie.”

Pliip…

“Seandainya bukan Wookie hyung, aku tak akan melakukannya.” Kibum menuju mobil Lexus hitam miliknya. Menuju tempat syuting film dramanya.

.

.

“Hae, apa kabarmu ?” Seorang namja cantik mendekati makam yang penuh dengan bunga lilly putih. “Aku merindukanmu Hae.” Ia meletakkan sebuket bunga lilly putih lain didepan makam dengan foto seorang namja tampan yang tersenyum. “Akh… Mata itu, aku merindukannya.” Ia mengelus batu dengan foto itu.

“Hyung…” Seorang namja lain datang menghampirinya. “Hyukkie-ah.”

“Selamat datang kembali Hyung.” Hyukkie memeluk erat Sungmin. Sahabatnya yang lama tak ia temui lagi sejak Hae melarangnya menemui Hyukkie.

.

.

“Jadi, bagaimana sekarang ? Kata Teukki ahjumma kau sudah menemukan penerima donor organ Hae ?” Sungmin mengangguk. “Lalu jika kau sudah menemukannya, kenapa kembali ke Daegu ? Apa ada masalah ?”

“Hmmm, itu…” Sungmin menghela nafasnya. “Aku juga tak tahu harus berbuat apa Hyukkie.”

Sungmin meminum cappucino hangatnya. Musim salju yang penuh dengan angin dingin. Salju tak pernah turun lebat di bulan Januari ini. Padahal biasanya hujan salju akan turun sangat lebat. Mata Sungmin menemukan namja tampan yang berjalan keluar dari mobilnya. “Dia salah satunya Hyukkie.”

Sungmin menunjuk namja yang masuk ke cafe yang mereka kunjungi. “Hyung ?” Hyukkie mengernyit melihat namja itu.

“Kau mengenalnya ?” Hyukkie mengangguk.

“Hyukkie !” Namja itu melambai mendekati Hyukkie dan Sungmin. “Senang sekali bisa bertemu kalian disini.” Ia menatap Sungmin. “Apa kabar Sungmin ?”

“Kau mengenalnya Hyung ?” Namja itu mengangguk dan duduk disisi Sungmin.

T.B.C.

7 thoughts on “My First Love Story || Ch. 7 || YAOI ||KYUMIN||

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s