My First Love Story || Ch. 6 || YAOI ||KYUMIN||

My First Love Story

Author : Rainy HearT

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin

– Other SUJU and DBSK member

Pairing : HaeMin slight KyuMin slight SiMin Slight HenMin Slight YeMin

Genre : Romance, Drama, Sad

Rating : T

Length : Series

Disclaimer : All cast punya diri mereka sendiri dan Tuhan.

Warning :BL/Boys Love/YAOI, EYD tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia, typos, gaje, dan cerita membosankan.

Sumarry : Cerita tentang cinta pertamaku, akankah aku bisa menemukannya kembali ?

Salah satu request-an dari readerku yang baik, PRESENTING “My First Love Story”

Terinspirasi saat liat vcr di SS4, tapi aku ubah semua ceritanya#kekekeke#

Mianhaeyo kalau jalan ceritanya makin ngawur dan membosankan. Untuk yang udah mau nyempetin waktunya buat baca and review author cuma bisa ngucapin “Jeongmall gomapseumnida.”

Happy Reading

ooo My First Love Story ooo

Previous chapter 5

.

.

“Minnie hyung, aku tak ingin mendengar penolakan apapun. Atau aku akan sangat amat marah padamu.”

Bagus Lee Sungmin, sekarang kau membuat semua orang akan marah dan membencimu. “Huh, arasseo. Tapi aku harus ke kantor dulu mengambil tasku.” Dia mengangguk, “Hmmm, baiklah. Ayo makan lagi. Aaahhh…”

‘Apakah ini yang kau mau Hae ?’ Aku akui hati ini selalu bergetar lembut saat didekatnya.

‘Huh bagaimana dengan Siwon ? Pasti dia akan bertambah marah padaku. Akh bagaimana jika mereka bertengkar karena aku ?’

Chapter 6

.

.

“Lotte World ?” Sungmin mengernyit heran. “Kenapa mengajakku kesini Kyu ?” Sungmin menatap Kyu. Kyu hanya mengeluarkan evil smirk andalannya dan menarik cepat tangan Sungmin, “Kajja hyung !”

Inilah kencan pertama mereka, sebutlah begitu. “Kenapa mengajakku kesini ? Kita bukan remaja atau anak kecil lagi Kyu. Lagipula bajuku ?” Sungmin menghentikan langkahnya menatap tubuhnya. Kemeja soft pink dengan dasi putih bergaris. Celana panjang kain berwarna putih. “Akh, iya.” Kyu langsung menyeret tangan Sungmin masuk kedalam sebuah stand penjual pakaian disana. Kyu sibuk memilih pakaian untuk Sungmin, seperti kekasihnya saja.

“Nah, coba kesini hyung.” Kyu meminta Sungmin yang masih melongo berdiri menatap Kyu untuk mendekatinya. Namun Sungmin masih diam dan tak bergeming, akhirnya karena kesal ia menarik tangan Sungmin. “Aish, kenapa diam saja hyung ?”

“Berdiri yang benar hyung.” Kyu membenarkan posisi tubuh Sungmin dan menegakannya. Ia mematutkan kaos putih bergaris merah hitam untuk Sungmin. “Wah, cantik.”

“Cantik ?” Sungmin mengernyit heran.

“Nde hyung, neomu yeppeoyo. Baiklah ayo pakai ini.” Kyu memberikan kaosnya dengan celana santai selutut dengan kerutan di bagian bawahnya berbahan kain berwarna merah tua. Kyu mendorong Sungmin masuk ke kamar ganti.

“Sebaiknya aku juga berganti.” Kyu mengambil kaos yang sama dengan Sungmin, kaos hitam bergaris merah putih juga celana selutut berwarna putih. Kebalikan dari baju Sungmin. Dengan cepat ia mengganti bajunya dan keluar lebih dulu dari pada Sungmin.

“Hyung… Kenapa lama sekali ?” Kyu sedikit berteriak didepan kamar ganti Sungmin.

.

Lee Sungmin POV

.

.

“Apa-apaan dia ini ?” Aku hanya bisa mengeluh lirih melihat cermin besar didepanku. “Apa ini kencan ?”

“Hyung… Kenapa lama sekali ?” Haishhh dia itu, tidak sabaran sekali sih. Sekali lagi aku menatap diriku sendiri. “Huh, nikmati sajalah.” Aku keluar dari kamar ganti, dan didepan kamarku terlihat Kyu sudah rapi dan tampan. Ehm, ya aku akui dia sangat tampan. “Kau cantik hyung dan manis. Semakin manis jika memakai ini.” Dia memasangkan topi merah diatas kepalaku. “Nah, pas sekali.”

“Huh, sepertinya aku ini bonekamu saja Kyu.”

Tapi kurasa dia tidak peduli dengan keluhanku. “Coba aku lihat, apa ya yang kurang ?” Wajah seriusnya sangat tampan. Rambut coklat yang sedikit berantakkan membuatnya terlihat sexy. Huh, kenapa aku jadi berpikiran seperti ini ?

“Akh iya ! Sepatumu hyung !” Ia semangat sekali sampai mengagetkanku. Huh benar-benar perhatian ya ? Apa dia juga seperti ini dengan yang lain, yeoja lain ? Hmmm mungkin. “Nah hyung lepaskan sepatumu dan pakai ini.”

“Tapi Kyu apa ini tidak berlebihan ?” Aku sengaja protes agar ia menghentikan perlakuannya padaku. Jujur aku menyukai sikapnya, tapi jika sampai seperti ini aku takut aku akan benar-benar jatuh cinta padanya dan bagaimana hubungannya dengan Siwon nanti. Huh, aku bisa stress kalau begini.

“Aishhh… Hyung ! ” Akh, aku melamun lagi, “Kenapa mengacuhkan aku hyung ? Ayo cepat duduk dan pakai sepatunya.” Dia menyeretku dan mendudukkanku di sebuah bangku kecil. Sepatu kets berwarna putih dan parahnya lagi dia memasangkannya di kakiku. “Kyu tidak perlu sampai seperti ini Kyu. Aku bisa memakainya sendiri.” Aku menarik kakiku tapi dia menarik kakiku kembali. “Sudah diam dan lihat saja.” Akhirnya aku hanya bisa pasrah, hmmm… Merasa istimewa dan perlakuannya padaku semakin mengingatkan aku dengan Hae. “Wah, pas sekali.”

Dia tersenyum padaku, ‘Tampan.’ Dan tanpa kusadari aku juga membalas senyumannya. Seperti terhipnotis aku tak bisa mengalihkan pandanganku dari mata obsidian yang kini masih menatapku tajam. Hatiku bergetar lembut dan jantungku berdebar kencang. “Aku tahu aku tampan hyung, tapi jangan menatapku seperti itu. Kau membuatku malu.”

“Aishhh… Bagaimana bisa kau selucu ini ? Lucu sekali.” Aku tersenyum miris melihat wajahnya. Ia memang tak terlihat imut atau lucu sekalipun tapi wajah aegyo gagalnya itu membuatku sangat terhibur. Hatiku hangat. “Huh, kenapa kau melamun lagi ?”

“Nde, mianhe-mianhe.” Aku tersenyum padanya dan tanpa kusadari aku mengusap pelan pipinya. “Eh… Hyung…”

“Akhh… Mianhe Kyu, aku … Itu … Yang tadi itu aku…”

“Ehmmm… Gwenchanayo hyung.” Kulihat wajahnya sedikit merona merah. ‘Hei apa wajahku juga merona merah sekarang ?’ Aish… Rasanya canggung sekali. “Aku akan membayarnya dulu hyung. Kau tunggu saja disini.” Aku hanya mengangguk. Tubuhku panas dingin tidak karuan. Aku sungguh bingung dengan perasaanku sekarang, akh bagaimana ini. Siwon ? Henry ? Kyu ? Yesung ? Pandanganku menemukan sesosok namja tengah masuk kedalam distro. Eh itu benar Yesung hyung kan ? “Sungmin ?” Akh, benar Yesung Hyung. Mata itu, hangat.

“Nde Yesung hyung. Wah bagaimana bisa bertemu denganmu disini.” Aku senang bertemu dengannya. Seidikit mengobati rinduku pada mata Hae.

“Siapa hyung ?” Kyu mendekati kami. “Ini Yesung hyung, penyanyi pendatang baru. Kau mungkin mengenalnya Kyu ?” Kyu terlihat mengingat-ingat. “Ehm mungkin. Kalau tidak salah kau penyanyi baru yang di jadikan duta Lotte World.”

“Nde benar, dan ini distro kecil milikku. Usaha sampingan.” Aku tersenyum melihatnya.

“Kenapa tak menelfonku Sungmin, apa kau tak merindukan mata indahku ?” Akh, dia menggodaku sekarang. “Ehm, itu karena aku takut mengganggu jadwalmu. Kau kan sedang meniti karir nanti malah aku menghancurkan semuanya jika mengganggumu.”

“A… Geureyo. Baiklah, kalian akan jalan-jalan bukan ? Bagaimana jika aku menemani kalian ?” Entah kenapa, aku senang mendengar penawaran darinya.

“Boleh kalau begitu. Kajja Ye…”

“Andwee, ini acara kami dan aku tidak ingin kau ikut. Kajja hyung !” Seenaknya dia menarik tanganku. “Mianhe Yesung Hyung, lain kali aku pasti akan menelfonmu.” Aku sedikit bersusah payah menengok ke belakang melihat Yesung Hyung. Jujur, ada sebersit kerinduan pada mata Hae, dan juga setumpuk rasa tak enak melandaku. Tapi mata coklat Kyu… Akh… Sungmin ! Pabo ! Pabo ! Aku bingung, harus bagaimana sekarang.

“Masih memikirkan penyanyi itu hyung ?” Pertanyaan Kyu membuatku kaget. “Eh apa mak…”

“Jika kau masih memikirkannya sudah sana temani saja dia. Pergi saja dengannya.” Dia mendorongku menjauh. “Kyu aku tidak bermaksud begitu, aku …”

“Sana pergi saja Hyung !” Dia berlari menuju mobilnya. “Aish jangan seperti anak kecil Kyu. !” Aku berlari mengejarnya, “Kyu ! Tunggu !”

Ada yang aneh, perasaanku ? Kenapa aku mengejarnya ?

“Kenapa mengejarku hyung ? Aku kan sudah bilang sana kau pergi saja dengan penyanyi itu. Kenapa harus bersusah payah mengejarku ?”

“Ehm, itu karena aku… Itu aku…” Huhhh jujur aku juga tidak tahu kenapa aku mengejarnya. Aneh. Ini sangat aneh.

“Sudahlah Kyu, bukannya sekarang aku bersamamu. Atau kau sudah tak ingin bermain disini ? Kalau begitu antarkan aku pulang saja.”

“Baiklah, kita pulang saja, suasana hatiku mendadak tidak enak hyung.” Ia menyeret tanganku dan aku bisa merasakan tangannya yang begitu dingin. Dia benar-benar marah padaku. Bagaimana ini ? Akhhh… Namja-namja aneh yang menyebalkan. Mereka semua menyebalkan, dan suka sekali membuatku pusing. “Hyung, sebenarnya apa yang kau pikirkan ? Kau sering sekali dreaming.”

“Kyu… Mianhe aku tak bermaksud untuk terus melamun dan mengacuhkanmu, hanya saja aku…” Huh, aku bingung mau mengatakan apa. Mata kami bertemu dan saling mengunci pandangan. Mesin mobil yang baru saja ia panasi kembali ia matikan. Dia mendekatiku, akh… Kumohon Kyu… Menjauhlah. Nafasnya hangat menerpa kulit wajahku, aku hanya bisa terdiam kaku di posisiku. “Kyu…”

“Kau tahu hyung, geu namjaneun jeongmal yeppeoyo, kau namja tercantik yang pernah aku temui, dan kumohon jangan meninggalkanku demi yang lain. Apalagi saat kau hanya berdua denganku.” Apa ini ? Kenapa dengannya ? Ini seperti perkataan Hae, sama persis saat Hae menyatakan perasaannya padaku.

.

.

Flashback On

.

.Kami duduk berdua di dalam mobil. Sore itu, kami baru saja akan pulang ke rumah setelah seharian penuh Hae mengacuhkan aku tanpa aku tahu alasannya. Hae mendekatkan wajahnya padaku. Nafasnya berhembus hangat di telingaku. Aku bisa mencium wangi tubuhnya saat ini. Pelan aku merasakan tiupan lembut ditelingaku yang membuat seluruh tubuhku merinding tak karuan.

“Hyung, kau adalah namja tercantik yang pernah aku temui. Kumohon jangan meninggalkanku demi yang lain.”

“Apa maksudmu Hae ? Aku tak mengerti.” Dengan sisa kesadaranku, aku memalingkan wajahku yang terasa terbakar dan panas. Merasakan angin nafasnya berhembus ditelingaku saja bisa membuatku merinding tak karuan.

“Aku tidak suka kau terlalu dekat dengan sahabatmu itu.”

“Siapa Hae, temanku kan banyak ?”

“Hyukjae. Aku tak suka kau terlalu dekat dengannya.”

“Tapi Hae, dia hanya sahabatku dan aku…”

“Ingat hyung, kau milikku. Mulai sekarang dan seterusnya kau milikku.”

“Apa maksudmu Hae ? Mengapa berkata seperti itu.” Seluruh tubuhku bergetar hebat, ada rasa hangat dan dingin sekaligus yang mengalir didalam darahku. Tangannya mengusap lembut pipiku, matanya menatapku dalam, dan wajah itu semakin dekat dengan wajahku. Aku merasa kaku dan mati rasa saat ini, sama sekali tak bisa menghindari hangat nafasnya yang kurasa semakin dekat. Entah mengapa aku menutup mataku, dan sedetik kemudian dapat kurasakan bibir lembut yang merasuki tubuhku. Menikmati ciuman kami, menyalurkan semua perasaan kami. Tanpa rasa takut akan cinta yang salah.

Aku bisa merasakan daging lembut yang tak bertulang itu menjilat seluruh bibirku, tangannya tengah menekan kuat tengkukku. “Engh…” Aku tak bisa menahan diriku sendiri untuk tidak melenguh. “Sha…rang..hae…” Hae berkata disela ciuman kami dan setelahnya dapat kurasakan ia menghisap kuat bibir bawahku.

Tanpa kusadari aku merespon ciumannya. Lidah kami saling bertautan, mendorong mencoba untuk mendominasi ciuman. Seluruh tubuhku terasa begitu panas, sensasi yang belum pernah aku rasakan. Bibirku masih menuntut ciuman kami berlanjut tapi dadaku mulai sesak, seketika aku mendorong tubuhnya.

Dia tersenyum padaku, wajahku pasti sudah sangat merah. Mata biru kehijauannya menatapku dalam, “Aku tahu kau juga merasakannya Minnie.”

“Ehmmm… Aku … Jadi sebenarnya aku…” Suaraku terasa hilang dan serak, tak bisa lagi mengatakan apapun. Akhirnya aku hanya mengangguk, dan dia menarikku dalam pelukannya.

Dapat kudengar jantungnya berdebar kencang, tubuhnya begitu dingin namun sangat hangat bagiku.

Wangi yang kucium sangat manly, maskulin khas wanginya. Wangi yang selalu menggangguku, dan membayangi hidupku. Seorang namja bernama Lee Donghae, my first love.

“Aku mencintaimu Minnie, sejak pertama kali melihatmu setahun yang lalu. Meski aku tahu ini salah, tapi kumohon berjuanglah bersamaku.” Aku hanya mengangguk, tanpa kupikirkan lagi betapa sulitnya hubungan kami nantinya.

.

.

Flashback end

.

.

Dan sekarang, apa ini ? Seperti terbang ke masa lalu. Aku dapat merasakan bibir lembut menyentuh pipiku, nafas yang hangat dan tangan yang membimbing wajahku untuk melihat ke arahnya. Namja tampan didepanku ini, menghipnotisku. Matanya bukan mata Hae, tapi…

“Kyuhhhh…”

Aku hanya bisa mengeluarkan suara lirihku, saat bibir itu menghentikan semua perkataanku dan aku hanya bisa menutup mata menikmati perlakuannya padaku. Kedua tangannya menekan pipiku, memperdalam ciuman kami. Aku tak bisa menolaknya, dia menghisap bibirku dan dengan cepat menelusupkan lidahnya kedalam mulutku. Mengabsen semua sudut di dalam mulutku, menghisap lidahku dan memainkannya dengan pintar. ‘Mengapa aku tak bisa menolak ciumannya ? Tubuhku berkata lain dari pikiranku, dan tanpa kusadari tanganku meremas kuat rambut coklatnya.

Hangat, dingin dan berdebar. Tubuhku kaku namun terasa sangat nyaman. Nikmat hingga membuatku tak ingin menghentikan ciuman ini.

“Eungghhhhh…” Aku melenguh saat ia mengalihkan ciumannya dan menjilat leherku, menghisapnya kuat dan dapat kurasakan giginya menggigit lembut kulitku. “Akhhh… Kyuhhh… Hentikan…” Seakan mendapatkan kesadaranku kembali aku mendorongnya.

“Ehmm mianhe hyung…” Kulihat wajahnya memerah. Bagaimana ini ? Pasti wajahku juga sudah memerah, jantungku berdebar sangat kencang. “Gwenchanayo Kyu… Jangan meminta maaf. Sebaiknya sekarang kita pulang saja.” Jujur aku masih ingin bersamanya tapi entah mengapa aku sendiri sangat takut tak bisa menghentikan diriku sendiri nantinya.

Kulihat dia tak kunjung menyalakan mesin mobilnya, dia hanya diam dan menatap lurus kedepan. “Waeyo Kyu ? Apa ada yang mengganjal di hatimu ? Katakanlah, atau kau belum ingin pulang ? Baiklah aku akan menemanimu.” Bagaimana aku bisa bersikap seperti ini padanya ? Mengapa aku memperlakukannya seperti ini ? Ada apa dengan diriku ?

“Hyung, aku tahu kau hanya menumpang dirumah Siwon.”

“Akh masalah itu, karena dia tak mengijinkan aku untuk pindah ke apartemenku. Sebenarnya, ummaku memiliki sebuah apartemen di Seoul. Meski kecil tapi sangat nyaman untukku. Karena di lingkungan apartemenku sangat ramai, Siwon takut terjadi hal buruk padaku jadi dia…”

“Tinggallah bersamaku Hyung.”

“Kyu…” Apa aku tak salah dengar ? Bagaimana bisa dia bicara seperti itu padaku ? “Hyung, tinggallah bersamaku dan hidup denganku.”

“Kyu, apa mak…”

“Saranghae hyung. Jeongmall Saranghaeyo.” Dia menatapku dan menggenggam tanganku. Tangannya begitu dingin. Dia mengecup punggung tanganku dan tersenyum. Matanya seperti menarikku dalam. Akhhh… Tidak-tidak aku harus sadar. “Kyu jangan konyol dan meminta hal bodoh padaku. Apa lagi mengatakan itu. Jangan bercanda Kyu.”

“Hyung, apa aku seperti bercanda padamu ? Atau kau pikir aku berbohong ?” Dia menatapku dengan wajah memelasnya. Membuatku menjadi terluka sendiri melihatnya seperti itu. “Tapi Siwon, dia…”

“Marry me hyung, dan jangan pikirkan yang lain.”

“Mwo !” Apa dia sedang bercanda padaku ? ” Kyu ! Kau jangan bercanda Kyu sama sekali tidak lucu. Sudahlah Kyu aku…”

“Hyung, aku ingin menjagamu dan melindungimu. Bersamamu dan selalu didekatmu. Kau pikir aku bercanda saat melakukan semuanya padamu. Saat mengikutimu ke toilet waktu itu. Dan saat tadi aku sengaja mencarimu. Kau pikir aku tak punya pekerjaan lain hingga kau anggap aku sedang bercanda padamu.” Tubuhku bergetar dan mataku memanas. Entah mengapa aku ingin menangis, apakah ini bahagia atau menyedihkan. “Kyu kau belum mengenalku dan hidup ini tak semudah bayanganmu, dan satu hal lagi, kita sama-sama namja. Tak semua orang bisa menerimanya Kyu.” Dia menghentakkan tanganku dan menatapku tajam, seperti orang marah, dan kesal. “Hyung ! Aku tahu ini akan sulit tapi berjuanglah denganku dan jangan mematahkan semangatku Hyung. Apa salah aku mencintaimu ? Menurutmu itu salah ? Atau menurutmu itu benar jika Siwon yang mencintaimu ?”

“Kyu, bagaimana kau…” Dia kembali memotong bicaraku, menaruh jari telunjuknya di bibirku.

“Jangan kau fikir aku tidak tahu hyung. Mungkin saja kau baru mengenalku dan sama sekali tak berfikiran untuk mencintaiku. Tapi aku, aku mengenalmu hyung, telah lama mengenalmu. Hatiku mengenalmu hyung, dan mataku telah jatuh cinta padamu saat dulu kau menangis meringkuk di stasiun kereta itu.” Jadi dia melihatku.

“Kau menangis meringkuk bersembunyi dari keramaian, hingga mataku menemukanmu dan saat aku mendekatimu, ternyata kau sudah pergi dengan namja yang sama sekali tak terlihat dari pandanganku. Aku hanya bisa mengingat namja itu memakai mantel merah tanpa aku tahu kalau itu adalah Siwon.”

Dia mengambil ponselnya. “Kau ingat saat aku memainkan ponselku ditoilet ?” Aku mengangguk, memang saat itu ia terlihat serius sekali berkencan dengan ponselnya. “Lihatlah hyung ? Namja yang meringkuk kedinginan dan menangis, memakai mantel coklatnya yang sudah basah karena hujan. Dan wajah sendunya terlihat sangat menyakitkan bagi siapa saja yang melihatnya.”

“Kyu… Hiksss… Kyu…” Aku tak bisa menahannya lagi, aku memeluknya erat dan menangis didadanya. Dapat kurasakan bahuku basah, mungkin ia menangis dalam pelukan kami.

Aku tak tahu harus bagaimana dengan keadaan ini, tapi satu hal yang kutahu pasti, . .

“Kyu, biarkan aku memelukmu seperti ini untuk beberapa saat lagi Kyu.” Tanpa kurasa aku bisa mengatakan hal itu.

Hatiku tenang dan hangat, aku tak tahu apa yang akan terjadi dengan kami nanti, tapi biarlah untuk saat ini saja aku tenang dalam pelukan hangatnya.

.

Lee Sungmin POV end

.

.

“Hufthh… Belum pulang ternyata. Kemana dia ?”

Namja tampan ini duduk lemas di kursinya. “Sebenarnya kau kemana hyung ?” Ia menggumam menyandarkan punggungnya dan menengadah melihat ke langit-langit ruang tamu, tepat di bawah kamar Sungmin. Ia tersenyum pahit mengingat kejadian saat ia kembali ke kantornya.

.

.

Flashback On

.

“Sungmin sudah kembali ?” Siwon baru turun dari mobilnya dan langsung masuk ke gedung kantornya. Saat melewati meja resepsionis ia menanyakan Sungmin. “Dia belum kembali sejak pergi dengan anda. Mungkin saja dia ada pertemuan lain jadi belum kembali.”

Siwon langsung naik ke lantai atas, tempat ruangannya dan ruangan Sungmin. “Tasnya masih ada.” Memang tas Sungmin masih ada di sana. Merasa tak tenang Siwon akhirnya pergi mencari Sungmin, tapi tiba-tiba ponselnya bergetar menandakan ada panggilan masuk.

“Annyeong, Choi Siwon, President Director of Choi company. Ada yang bisa saya bantu ?”

“Nde, ini Kim Ki Bum. Artis yang akan menjadi bintang iklan dari produk perusahaan Cho Cosmetic’s. Aku ingin bertemu sekarang. Ini masalah kontrak.”

“Memangnya kenapa dengan kontraknya ? Bukankah manajer anda sudah setuju Kibum Ssi.”

“Dia memang menyetujuinya, tapi apa kau pikir aku ini atris murah hingga bayaranku hanya sekecil itu.”

“Akh baiklah. Katakan sekarang kau dimana, biar aku yang kesana menemuimu.”

Siwon bertemu dengan Kibum, dan berakhir dengan kekalahan Siwon atas kontrak iyu. Akhirnya Siwon menaikkan bayaran Kibum dan mengubah kontraknya.

Kibum pergi meninggalkan Siwon saat semua urusannya telah selesai. Karena restoran tempat ia bertemu dekat dengan kantor Kyu, maka Siwon berencana pergi menemui Kyu, sekalian membicarakan tentang kontrak dengan Kibum.

“Mianhe, bisa aku bertemu dengan Direktur Cho ?” Siwon bertanya pada bagian resepsionis di lantai bawah. “Direktur Cho sudah pergi sejak setengah jam yang lalu dan dia mengatakan akan mengunjungi Choi Company.”

“Akh, baiklah kalau begitu. Gamsahamnida.” Siwon meninggalkan kantor Kyu.

Namun saat ia masuk ke ruangannya ia kembali tak menemukan Sungmin maupun Kyu. Tas Sungmin pun sudah tidak ada.

“Sungmin hyung sudah pulang, pasti Kyu juga pulang. Baiklah kalau begitu aku pulang saja.”

“Aku akan pulang dulu, karena besok kita libur sebaiknya kalian jangan lembur. Pulang dan istirahatlah.” Siwon berpesan pada semua staffnya. Ia lalu menuju parkiran dan menjalankan mobilnya.

Disepanjang jalan ia terus memikirkan tentang sikapnya pada Sungmin. ” Apa aku keterlaluan padanya ?” Akh, sebaiknya aku minta maaf.” Siwon mengganti arah mobilnya berputar ke sebuah supermarket dekat dengan taman di kompleks rumahnya. Ia masuk dan sibuk mencari-cari benda yang ingin ia berikan sebagai tanda permintaan maaf pada Sungmin. “Nah, ini saja.” Siwon tersenyum saat menemukan sebuah gantungan ponsel berbentuk bugs bunny dengan seragam cheers berwarna pink yang cantik. Setelah membayarnya ia kembali mengarahkan mobilnya ke rumahnya.

.

Flashback end

.

.

“Apa kau pergi dengan Kyu lagi Hyung ?” Siwon bertanya dalam hati, tak lama kemudian terdengar suara pintu di buka. “Henry ?” Sesosok namja mengucek-ucek matanya dengan imut dan berjalan ke arah Siwon. Ia lengkap dengan piyama biru mudanya dan memeluk boneka bunny besar milik Sungmin.

“Hyung, Minnie hyung belum pulang ?”

“Belum Henry, sebaiknya kau tidur saja lagi, ini sudah larut.” Henry mengangguk dan meninggalkan Siwon. Siwon kembali sibuk dengan pikirannya sendiri. Hingga akhirnya ia kembali tidur di sofanya.

.

.

“Wah, Lotte World !” Seorang namja cantik berjingkrak senang di depan pintu masuk ke Lotte World. “Baiklah kau tunggu disini saja dulu, aku akan membeli tiket masuk dan juga ice cream untukmu.” Namja cantik yang diketahui bernama Ryeowook itu mengangguk manis, “Baiklah Kibumie, kau hati-hati dengan penyamaranmu atau nanti kau akan dikejar para fans dan antis-mu.” Kibum hanya mengangguk dan pergi meninggalkan Wookie. Wookie menatap keseluruh arena permainan di Lotte World.

“Ommo !” Matanya terbelalak saat melihat seorang namja tampan yang tengah membagikan balon pada banyak anak kecil yang mengelilinginya disana. “Yesung hyung.” Ia menelan ludahnya dengan susah payah, senyum mengembang dibibirnya dan tanpa terasa air matanya turun membasahi pipinya. “Akhirnya aku bisa menemukanmu.”

.

.

Kini dua namja itu sudah sampai didepan sebuah rumah megah dengan halaman yang sangat luas. Mereka turun dari mobil mewahnya. Namja berambut ikal itu menyerahkan kuncinya kepada seorang pelayan disana. “Bawa mobilku masuk.” Lalu dia menatap pelayan yang lainnya, ” Apa Umma dan Noona sudah kembali ?” Pelayan itu menunduk dan menjawab, “Sudah Tuan Muda, mereka menunggu anda di ruang keluarga.”

“Baiklah.” Kyu langsung menyeret tangan Sungmin dengan cepat, ia melangkah memasuki sebuah pintu hitam dengan ukiran yang cantik dan juga berharga fantastis. Rumah dengan cat berwarma abu-abu gelap pada bagian dalam menambah kesan elegan.

“Kyu, mau apa kau membawaku kesini ? Bukankah tadi kau bilang akan mengantarku pulang ?” Sungmin merasa tak enak dan melepaskan tangan Kyu.

“Bukankah alu sudah mengatakannya padamu, tinggallah bersamaku, dan menikahlah denganku.”

“Tapi Kyu ini…”

“Aku tidak mendengar protes apapun hyung.” Kyu meletakkan jari telunjukknya pada bibir Sungmin, mereka lalu berjalan masuk dan Kyu terus menggandeng erat tangan Sungmin. “Nunna, Umma, selamat datang.”

.

T.B.C.

.

.

.

6 thoughts on “My First Love Story || Ch. 6 || YAOI ||KYUMIN||

  1. yaak, apa yg kyuhyun lakukan??
    nekat sekali dia, pada hal baru mengenal minnie bbrapa hari???
    kalau kyuhyun mau ngenal’n minnie k’ortu n noona nya,
    dan bilang kalau kyuhyun akan menikahi minnie apa mereka akan setuju???

  2. aishh kyu ternyta udh pernh liat minnie toh, trus apa ntar keluarga kyu bs nerima minnie dengan baik?
    trus bagaimana nasib yewook, sibum ama zoury???
    terlalu banyk pertanyaan yg keluar dr otak kecil ku nih
    lbh baik lanjt aja deh,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s