HATE TO HEART U || KYUMIN || CH.6 || YAOI ||

HATE TO HEART U

Author : rainy hearT

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin

– Henry Lau

– Other SUJU member

Pairing : ||KYUMIN || slight HenMin || Other Pairs

Genre : Romance, Drama, Sad

Rating : M

Length : Series

Disclaimer : All cast punya diri mereka sendiri dan Tuhan. #Sungmin akan selalu dan selalu punya saya#plakkk#

Warning : Please be patient|| BL/Boys Love/YAOI || EYD tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia || typos || GS for Umma ||

Sumarry : || I am sorry but i have been waiting for this moment, I have been waiting forever. That your long-time love would end. Forget about him and wash him off from your mind. He’s not meant to be with you. So baby won’t you come to me…||

Gamsahae telah tetap setia bersama author dan KYUMIN.

Makin hari makin banyak KMS yang ababil, please BELIEVE IN KYUMIN

Be Patient With Me Please… No Copas No Bash, Don’t Like Just Don’ Read

.

.

.

HAPPY READING

.

ooOoo HATE TO HEART U ooOoo

.

.

Chapter 6

.

.

Kyuhyun berdiri dan meraih tas sekolahnya, juga tas sekolah Sungmin. Setelah memastikan tak ada yang tertinggal, Kyuhyun segera berjalan keluar dan menutup pintu ruangan itu. Sungmin melingkarkan lengannya pada leher Kyuhyun. Menatap bekas kissmark yang tercetak jelas di leher Kyuhyun.

“Kyu, bolehkah aku bertanya ?”

Kyuhyun hanya mengangguk. Ia berbelok menuju lift untuk turun ke lantai bawah menuju parkiran mobilnya. “Kyunie, apa sebelumnya kita pernah melakukan ini ?”

Kyuhyun tersenyum evil menatap Sungmin. Ia tidak menjawab. Hanya tersenyum.

“Kenapa tak menjawabku ?” Sungmin terus menatap Kyuhyun. Kini mereka baru saja keluar dari sekolah. Pagar sekolah yang hanya dibuka dan ditutup menggunakan kode angka untuk membuka kunci gerbangnya, sama sekali tak perlu kunci manual bagi seorang Cho Kyuhyun untuk keluar masuk sekolah seenaknya.

Kyuhyun menoleh sekilas pada Sungmin, mengusap rambut hitamnya dan mencium keningnya sekilas. “Nanti kau akan tahu Minimi. Sekarang kita akan kerumahku. Disana kau akan tahu jawabannya.”

“Tapi Kyu, apa tidak apa-apa ? Bagaimana jika…”

“Umma dan Appa pasti juga senang melihatmu.” Tangan Kyuhyun yang lain sudah menggenggam tangan Sungmin. Tangannya yang lain tengah sibuk memegang stir kemudi. “Mereka mengenalku ?” Kini Sungmin sudah menatap Kyuhyun penuh tanya, baginya semua ini terlalu menakutkan.

“Tentu saja mereka mengenalmu. Tananglah Minimi.”

.

Sepanjang jalan mereka hanya saling diam, Sungmin sudah tertidur karena lelah, namun jemari mereka masih saling bertautan. Mobil Kyuhyun sudah memasuki gerbang rumahnya. Ia berhenti didepan pintu rumahnya. Membuka pintunya terlebih dahulu lalu menggendong Sungmin ke kamarnya.

“Kau pulang malam sekali Kyunie ?”

Suara itu langsung membuat langkah Kyuhyun terhenti. Wanita cantik dengan rambut curlynya itu mendekat dan menatap wajah manis dalam pelukan Kyuhyun. Wajah itu masih lelap dalam mimpinya, tak terusik sama sekali.

“Sungmin…” Sedikit terperangah saat melihat wajah Sungmin. Heechul menatap tak percaya pada Kyuhyun. “Bagaimana bisa kau…”

“Biarkan aku tidur dulu Umma, aku lelah. Jangan bangunkan aku besok, aku dan Sungmin tak akan berangkat sekolah.”

Heechul sedikit kaget dan memegang dadanya, “Apa-apaan kau Cho Kyuhyun, beraninya kau bercinta dengannya, kau …”

“Umma, aku lelah. Biarkan aku tidur dulu.” Kyuhyun langsung pergi, menghilang dari hadapan Heechul. Heechul yang shock, langsung duduk terjatuh di salah satu anak tangga. Menatap nanar pada punggung Kyuhyun yang semakin tak terlihat. “Kyuhyunie, apa-apaan dia. Akh… Ini membuatku gila.”

Lama, Heechul duduk di sana, hingga satu sosok tampan berjalan mendekatinya. Lengkap dengan piyama kimono suteranya dan kacamata yang setia menempel diwajah tampannya. “Kenapa masih disini ?”

Heechul mengangkat wajahnya dan langsung memeluk suami yang sangat ia cintai itu. “Hannie…”

Hanya satu kata yang keluar dari mulut Heechul. Saat ini, ia terlalu shock hingga tak bisa berkata apa-apa lagi. Dengan lembut Hankyung mengusap punggung istrinya itu dan perlahan melepaskan pelukannya. “Bicaralah jika kau sudah tenang. Sekarang yang kau butuhkan adalah tidur. Aku sudah merindukan istriku yang cantik ini sedari tadi. Kau tahu ? Aku kedinginan tidur sendirian sedari tadi.” Hankyung mencium sekilas dahi Heechul dan menggenggam erat tangannya, berjalan menuju kamar mereka.

.

.

Sinar matahari pagi yang sudah bisa dibilang panas, sama sekali tak mengganggu ketenangan dua namja yang masih bergumul di bawah selimut hangat mereka. AC yang terlalu dingin membuat namja cantik itu semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh berpiyama putih disisinya. “Cho Kyuhyun.”

Satu nama itu yang keluar dari mulut poutynya pagi ini saat menatap wajah tenang di hadapannya.

Kaget…

Tentu saja. Sungmin langsung mencoba mendudukkan tubuhnya, namun apa daya, “Awwwhhh… Appo…” Ia hanya bisa meringis menahan sakit di bagian bawahnya. Tubuhnya tak naked, hanya saja piyama yang dipakainya terlalu besar. Ia kembali menatap wajah Kyuhyun yang masih berada tepat didepan wajahnya. Sama sekali, Sungmin tak bergeser sedikitpun dari posisinya tadi.

Sungmin mengusap wajah Kyuhyun, ditelusurinya wajah tampan itu dengan telunjukknya. Dahi, hidung, hingga bibir tebal berwarna merah, yang seakan menggoda Sungmin untuk merasakannya pagi ini.

Namun perlahan mata obsidian coklat itu terbuka, menatap lembut pada wajah manis dihadapannya. Tangannya terulur untuk mengusap pipi chubby Sungmin. “Good morning Minimi.”

“Morning Kyuhyunie.” Sungmin tersenyum dan mengerjapkan mata foxynya berulang kali, membuat Kyuhyun gemas sendiri melihat tingkah Sungmin. “Mau menggodaku pagi ini eoh ?”

Tangan Kyuhyun langsung bergerak cepat dan menarik Sungmin ke pelukannya, hingga kini posisi Sungmin malah menindih Kyuhyun.

“Kau cantik Minimi, sangat cantik.”

Wajah yang hanya berjarak hidung mereka sendiri, membuat Kyuhyun tak kuasa menahan dirinya. Tangannya yang lain sudah merangkak dari punggung Sungmin menuju tengkuk Sungmin dan menekannya pelan. Hingga akhirnya Kyuhyun menutup matanya, untuk lebih merasakan manisnya bibir yang kini tengah ia hisap kuat.

.

.

Lee Sungmin POV

.

“Mmmhhh… Nnnggghhh…”

Aku tak bisa menahan lenguhanku, rasanya aku benar-benar tertarik dan terjun kedalam satu kata. Nikmat. Ciuman ini sangat nikmat dan, “Eemmhhh…” Tangan nakal itu semakin nakal dan menyusup kedalam celana piyamaku. Aku merasa jemarinya mengusap pelan single hole-ku. “Kyuhhh…”

Aku mengangkat wajahku dan menatap manik coklat ini. “Sakit Kyu. Masih sakit.”

Ia mengeluarkan tangannya dari celanaku dan menatapku, tatapan yang lembut dan seperti menarikku dalam untuk menyusuri jalan fikirannya. “Minimi, kita tidak akan sekolah hari ini, aku tahu tubuhmu pasti sakit semua.”

“Tapi Kyu, Appa dan Umma, bagaimana kalu mereka menanyakan aku ? Dan Henry…”

Mengapa aku lupa pada Henry, rasanya nama itu sangat asing di hatiku. Aku mencoba berfikir dan terus berfikir. Mengangkat wajahku dan melihat disekitarku. Kamar ini, mengapa rasanya tak asing untukku. Aku turun dari tubuh Kyuhyun. Dengan susah payah aku melangkah menyusuri sudut demi sudut dari kamar ini.

“Kenapa ?”

Suara Kyuhyun lirih kudengar. Aku tak sepenuhnya berkonsentrasi pada Kyuhyun meski aku menatap Kyuhyun yang masih duduk di kasurnya. Kasur yang sama, cover sheet yang sama, boneka bunny pink yang sama, masih terduduk di tengah sandaran king size bed Kyuhyun. Apa ini ? Seakan semua sama sekali tak terjawab oleh logikaku.

“Mengapa aku tak asing dengan tempat ini Kyunie ?” Aku menatap kembali ke sekelilingku. “Aku tahu benar setiap sudut kamar ini Kyunie.” Aku berjalan mendekati Kyuhyun. Sedari tadi dia hanya tersenyum dan menatapku. Jujur aku sama sekali tak merasa canggung bersamanya, hanya saja…

“Hei… kenapa menangis ?”

Benarkah aku menangis, aku memegang pipiku sendiri. “Kenapa aku menangis ? Aku tak merasakannya Kyuhyunie, tangisku sendiri. Aku sama sekali tak merasakannya.” Aku menggenggam tangan Kyuhyuni menatap pada satu cincin putih yang melingkar di jari manisnya. “Mengapa cincin ini dijarimu ? Seharusnya ini…”

“Ahhhh… kepalaku… Kyunie sakit…” Aku tak kuat menahannya. Rasanya sangat sakit, seperti ada yang ingin meledak didalam kepalaku. Rasanya aku ingin keluar dari pikiranku sendiri, “Kyunie…”

.

Lee Sungmin POV end

.

.

Author POV

.

.

“Tapi Kyu, Appa dan Umma, bagaimana kalu mereka menanyakan aku ? Dan Henry…”

Untuk sesaat Sungmin terdiam. Mengedarkan pandangannya menyusuri setiap sudut di kamar Kyuhyun. Meremas pelan dadanya dan turun meninggalkan Kyuhyun yang masih duduk di kasurnya.

Perlahan, kaki Sungmin melangkah mendekati semua yang ada dikamar itu. Sudut kamar yang penuh dengan buku dan alat sekolah Kyuhyun, kabinet pakaian Kyuhyun, hingga kamar mandi lengkap dengan bathtub besar yang terdapat di sudut belakang kabinet pakaian Kyuhyun.

Kyuhyun sedikit tersenyum menatap Sungmin, dalam hatinya ada secercah rasa bahagia saat menyadari satu kenyataan. Jika Sungmin sudah mulai mengingat semuanya. “Kenapa ?” Kyuhun menggumam lirih.

Sungmin beralih menatap ke arah Kyuhyun. Bukan Kyuhyun yang ada didalam pandangannya, tetapi lebih ke king size bed yang sedang diduduki Kyuhyun. Boneka Bunny besar berwarna pink masih setia duduk ditengah sandaran bed itu, cover sheet berwarna biru muda dengan motif bunny yang memang sengaja Kyuhyun memasangnya kemarin.

Seakan semua rencana Kyuhyun berjalan dengan sangat lancar. Bukan tak sengaja Kyuhyun melakukan ini, semuanya memang sudah ia rencanakan sebelumnya. Kyuhyun ingat benar, boneka bunny itu adalah boneka yang sengaja Sungmin berikan padanya, terakhir Sungmin bertemu dengannya sebelum akhirnya Sungmin pergi menghilang di Jepang.

Cover sheet yang sengaja Sungmin pilih karena Kyuhyun tak mau cover sheet berwarna pink. Cover sheet dengan motif yang sama dengan yang Sungmin miliki di rumahnya, hanya warnanya saja yang berbeda.

“Mengapa aku tak asing dengan tempat ini Kyunie ?” Sungmin menggumam lirih sesekali menatap kembali seluruh sudut di kamar Kyuhyun. “Aku tahu benar setiap sudut kamar ini Kyunie.” Sungmin berjalan mendekati bed dan duduk disisi Kyuhyun. Ia diam menatap Kyuhyun.

Sedetik kemudian, perlahan air mata turun mengalir dipipi chubbynya. Sungmin sama sekali tak merasakannya, sama sekali tak merasakan air mata itu. Yang ada dalam pengelihatannya hanya Kyuhyun.

“Hei… kenapa menangis ?”

Seperti tak percaya, Sungmin ikut menyentuh pipinya. Basah. “Kenapa aku menangis ? Aku tak merasakannya Kyuhyunie, tangisku sendiri. Aku sama sekali tak merasakannya.” Sungmin menggenggam tangan Kyuhyun, perhatiannya terpusat pada jemari Kyuhyun. Ia menatap tak percaya, menatap pada satu cincin putih yang melingkar di jari manis Kyuhyun. “Mengapa cincin ini dijarimu ? Seharusnya ini…”

“Ahhhh… kepalaku… Kyunie sakit…” Sungmin kembali meremas kuat rambutnya. Menekan kepalanya seakan ada sesuatu yang benar-benar ingin memberontak keluar dari dalam pikirannya. “Kyunie…”

Sungmin menutup matanya rapat-rapat. Kyuhyun berusaha menenangkannya, mengusap bahunya yang terus bergetar karena menangis. Sungmin terus menangis didalam pelukan Kyuhyun. “Tenanglah Minimi, ingatlah perlahan. Jangan memaksakan dirimu.” Kyuhyun mencium lembut rambut Sungmin. Terus memeluknya erat.

Sungmin mendongak dan menatap Kyuhyun. “Aku mengenalmu Kyunie, dan kita pernah melakukannya sebelum ini. Aku benar bukan ?”

Kyuhyun mengangguk dan menyunggingkan senyumannya. Dihapusnya jejak air mata di pipi Sungmin dan mengecup bibir merah itu sekilas. “Kita memang pernah melakukannya.” Kyuhyun melepaskan pelukannya dari Sungmin. Turun dari bed-nya dan berjalan mendekati kabinet pakaiannya.

“Aku bahkan punya banyak bajumu, tapi karena aku ingin kau memakai piyamaku, jadi aku tak memakaikannya padamu. Kau ingat bukan, semua ini pakaianmu. Seragam, juga kaos kesayanganmu.”

Sungmin menatap pada kabinet Kyuhyun, memang benar semua itu miliknya. “Apa maksud semua ini Kyuhyunie ?”

Kyuhyun hanya tersenyum. Diambilnya satu kaset dvd dan memutarnya. Pandangan Sungmin tertuju pada video yang sedang diputar dihadapannya.

“Saengil chukka hamnida, saengil chukka hamnida, nae sarang Cho Kyuhyun… Saengil chukka hamnida.” Terlihat seorang namja cantik yang tak lain tak bukan adalah Sungmin sendiri. Membawa sebuah kue tart vanilla penuh dengan strawberry utuh yang menghiasi menempel di fresh cream berwarna pink soft. “Ayo tiup lilinnya Kyunie.” Sungmin menyeret Kyuhyun dan menyalakan lilinnya. “Selamat ulang tahun yang ke enambelas Kyuhyunie, .” Sungmin mencium sekilas pipi Kyuhyun dan tersenyum menatapnya, kemudian kembali bernyanyi “Nae sarang Cho Kyuhyun, saengil chukka hamnida.”

Kyuhyun mencium pipi Sungmin dan menangkupkan kedua tangannya. Berdoa. Lalu meniup lilinnya. Dengan cepat Sungmin mengambil strawberry yang ada di kue itu. “Mmmm… asem, tapi manis.”

“Hei, seharusnya aku yang makan dulu Minimi. Kenapa kau dulu yang makan ?” Kyuhyun mengeluarkan aegyo ngambeknya yang benar-benar gagal. “Hahahaha, mianhe Kyuhyunie. Nah katakan apa permohonanmu ?”

“Mmmm, apa kau mau mengabulkannya jika aku mengatakannya ?”

“Hei, memangnya aku bisa mengabulkannya ?”

Kyuhyun tersenyum evil dan memeluk pinggang Sungmin dari belakang. Merebut strawberry dari tangan Sungmin dan memakannya. “Tentu saja, hanya kau yang bisa membuatnya menjadi kenyataan.”

Sungmin terlihat berfikir, lalu ia memutar tubuhnya kesamping menghadap Kyuhyun. “Jangan katakan kalau kau…”

Kyuhyun tersenyum evil dan mulai menjilati leher Sungmin. Menghisapnya kecil dan terus menjilati leher Sungmin. “Kyuhhh…”

“Nde Ming. Kau tahu kan ? Inilah hadiahku. Kau sudah berjanji untuk mengabulkannya bukan ? Jadi, ayo kita lakukan.”

“Wha… !” Sungmin menjerit diantara tawa dan senyumannya. Kyuhyun mengangkat tubuhnya keatas kasur milik Kyuhyun. Kasur dengan sheet yang sama dan kemudian gelap.

Kyuhyun kembali menatap Sungmin yang seakan tak bisa bergerak sama sekali sekarang. Ia mendekati Sungmin yang masih duduk ditepi bed Kyuhyun. “Kau ingat ini ?”

“Sejujurnya, aku ingat setiap detailnya. Tapi kenapa dalam ingatanku bukan Kyuhyunie, tapi Henry. Aku mengngingat bercinta dengan Henry tapi mengapa seperti bukan Henry ?” Sungmin kembali blank dan diam. Ia sungguh bingung sekarang.

“Perlahan kau akan mengerti. Aku akan membantumu Minimi, karena kau memang milikku. Bukan milik Henry.”

.

.

“Mereka belum bangun ?” Heechul bertanya pada salah satu pelayannya. Pelayan itu hanya menggeleng. “Tinggalkan kami.” Semua pelayan sudah keluar dari ruang kerja Hankyung. Heechul mengiris sandwichnya dan mulai menyuapi Hankyung yang masih sibuk dengan laptopnya. “Ada apa yeobo ?” Hankyung menutup laptopnya dan menatap Heechul. Ia meraih garpu dan memakan sandwichnya sendiri.

Heechul membuatkan kopi untuk suaminya. Mengaduk pelan dan sesekali menghela nafasnya. “Jika aku mengatakannya, kuharap kau tak akan marah.”

“Memangnya apa ?” Hankyung meminum kopinya dan berkonsentrasi pada Heechul. Ditatapnya wajah cantik dengan kulit pucatnya. “Kulihat kau semakin pucat dan kurus Heenim. Sebaiknya kau lebih teratur dan menjaga dirimu. Aku tak ingin melihatmu seperti ini terus menerus, seperti tak terurus.”

Heechul mengangkat wajahnya dan menatap pada Hankyung, “Hannie, aku stress.” Perlahan Heechul beranjak dari kursinya dan berjalan mendekati jendela di ruangan itu. Hankyung mengikuti Heechul dan memeluknya dari belakang. “Kyuhyunie, dia membawa Sungmin.”

“Mwo ?” Hankyung memutar tubuh Heechul hingga kini mereka saling berhadapan. “Jadi, semalam itu…”

Heechul mengangguk. “Nde Hannie. Semalam itu, Kyuhyun dan Sungmin. Sengaja aku menunggunya pulang, dan kau tahu mereka melakukannya lagi. Kyuhyunku bercinta dengan namja itu.” Heechul sudah hampir menangis sekarang. Namun dengan segera ditahannya.

“Bukankah kita sudah menyetujui hubungan mereka ? Kurasa Kyuhyun tak akan melupakan janji kita padanya.” Hankyung mengusap pipi Heechul dan menciumnya sekilas. “Tenanglah.”

“Tapi Hanie, ketakutanku tak hanya itu. Sungmin, dia tak akan pernah dilepas oleh Siwon. Aku tahu benar siapa Siwon. Dia terlalu egois dan selalu tak mau mengalah. Ditambah dengan putra kesayangannya yang lemah itu. Dia tak akan melepaskan Sungmin.”

Heechul melepaskan tubuhnya dari pelukan Hankyung. Berjalan menuju balkon di ruangan itu. “Siwon memintaku untuk menikah dengannya.”

“Mwoya !” Hankyung berteriak keras sekarang. Tangannya mengepal kuat dan sedikit membenarkan kacamatanya. “Dia benar-benar…”

“Siwon, akan melepaskan Sungmin jika aku menikah dengannya. Dia akan melepaskan semua hutang keluarga Sungmin dan memberikannya pada Kyuhyun jika aku menikah dengannya. Jika aku bercerai darimu.” Heechul berbalik dan memeluk Hankyung.

“Aku takut Hanie. Hiks… Tak mau Kyuhyun seperti dulu lagi. Sama sekali aku tak memiliki kekuatan jika harus melihat putra kita seperti dulu. Jika sudah sejauh ini, maka aku… Hikss…hiksss…”

Hankyung mengeratkan pelukannya pada Heechul. Mencium pucuk kepalanya. “Tenanglah, akan aku pikirkan jalan keluarnya.”

.

.

“Makanlah Minimi.”

Sekarang Sungmin dan Kyuhyun berada di ruang makan, tanpa satu pelayan pun. Semua pelayan itu sudah menghilang dari ruang makan dan dapur itu.

Sungmin mulai memakan makanannya. “Kyu, nanti aku akan pulang kerumah. Tidak usah mengantarku, aku akan pulang sendiri.”

“Wae ? Aku mengantarmu juga tidak apa-apa.”

Sungmin diam dan menatap kosong, memainkan sumpitnya. “Aku tak tahu mengapa, tapi yang jelas aku takut sesuatu akan terjadi padamu. Dan itu hal yang buruk.”

Kyuhyun menghentikan makannya dan menggenggam tangan Sungmin. “Geure, aku bisa mengantarmu sampai depan rumah, kuharap rumahmu masih ditempat yang sama saat dua tahun yang lalu.”

“Tentu. Rumahku masih disana Kyu.”

Mereka kembali sibuk dengan sarapan menjelang siangnya. Rumah besar Kyuhyun sudah kosong. Heechul sudah pergi entah kemana dan Hankyung masih berada di kantornya.

.

Dirumah Sungmin

.

.

“Aku pulang.”

Sungmin masuk kedalam rumahnya. Ia menemukan Teukki yang tengah memasak untuk makan malam. “Kau sudah pulang sayang.”

“Nde Umma. Sekolah pulang telat hari ini, banyak pelajaran tambahan.” Sungmin berjalan menuju kulkas dan mengambil air mineral.

Teukki masih sibuk dengan masakannya. Ia hanya menoleh sekilas pada Sungmin dan kembali melanjutkan masaknya. “Baiklah istirahat dulu, nanti Umma akan memanggilmu untuk makan malam nanti. Appa sedang bertemu dengan Choi sajangnim. Kelihatannya pertunanganmu dengan Henry akan diundur.”

Sungmin kembali menatap pada Ummanya. Menelan semua air yang sempat tertahan di mulutnya. “Waeyo Umma ? Kenapa mendadak sekali ?”

Teukki mematikan kompornya dan mengusap bahu Sungmin. Saat itu Sungmin masih memakai seragamnya hingga bekas kissmark dilehernya sama sekali tak terlihat. Ditambah lagi dengan rambut hitamnya yang sudah sedikit panjang semakin menutupi leher putihnya. Sama sekali tak ada kecurigaan dari Teukki.

“Henry, dia harus menyelesaikan pelajaran tambahannya selama seminggu dan memastikan nilainya cukup baik di kelulusan nanti. Jadi bisa dipastikan kau akan bertunangan dengannya setelah kelulusan nanti.”

Sungmin mengangguk mengerti. Meski dia cukup kaget mendengar berita itu, tapi ada satu sudut dalam hatinya yang bahagia mendengarnya. “Aku akan ke atas dulu Umma.”

Sungmin membuka pintu kamarnya. Ia membuka kabinetnya yang sudah dua tahun lebih tak pernah ia buka. Mengambil satu sheet bed cover dengan warna pink. “Ini benar-benar mirip dengan yang ada di kamar Kyunie.”

.

Lee Sungmin POV

.

Aku kembali menyimpan cover sheet itu. Aku benar-benar mengingatnya. Aku membelinya untuk Henry, bukan untuk Kyuhyun. Tapi mengapa…

“Hmmm, harusnya ada hal lain yang aku ingat.” Nah, aku mengingatnya. Kotak penyimpanan di lantai kamar mandiku. Aku mengunci pintu kamarku, perlahan aku mencongkel dengan susah payah satu lantai marmer di kamar mandiku. Lantai berukuran 50×50. Dan berhasil.

Kotak penyimpananku masih ada disini. Aku membawa kotak besar itu keluar. Membukanya dan mengeluarkan isinya satu per satu. Mulai dari topi berinisial KM, juga kalung dengan inisial K, photo book, flashdisk, dan diary. Yang lain hanyalah boneka bunny dan syal berwarna biru muda berinisial CK.

“Syal ini, CK ?”

CK, Cho Kyuhyun. Mungkinkah ? Dengan cepat aku membuka lembaran diaryku. Masih kuingat jelas aku menulisnya disini. Buku diary warna pink, dengan cover bergambar bunny. Buku diary pemberian Henry, mungkin. Atau Kyunie , atau… “Ketemu.”

Aku membaca setiap kata-kata dalam lembaran penuh gambar hati di hadapanku. Aku ingat dan tahu benar ini tulisanku.

‘I am able to hold you tight in my arms. Makes me flutter two three times and more. And my heart skips. Nobody can stop my heart towards you. Even if I don’t know in the end, but at the time, I will finally arrive in your arms. Saranghae Cho Kyuhyunie. Hope you like my gift.’

Ini adalah surat yang seharusnya aku berikan saat itu. Perayaan genap sebulan aku menjadi namjachingu Cho Kyuhyun. Iya… Memang Cho Kyuhyun. Tapi mengapa dalam ingatanku semua Henry. Tapi mengapa hatiku …

Aku benar-benar merasakannya. Hatiku yang sama sekali tak bergetar sedikitpun saat bersama dengan Henry. Meski semua kenangan itu kulihat bersama Henry, namun seakan sama sekali tak memberikan satu rasa apapun didalam hatiku. Dan diary ini, …

Aku terus membuka lembaran demi lembarannya. Banyak gambar hati dan juga puisi cinta yang aku tahu benar itu buatanku, itu tulisanku.

‘3 Februari, hari ini ulang tahun Kyuhyunie yang keenambelas. Dan aku akan memberikan kejutan padanya. Tart vanilla dengan fresh cream soft pink ditambah dengan strawberry. Resep baruku.’

“4 Februari. Hari ini, adalah hari yang terindah. Mengingat malam tadi aku baru melakukannya. Sakit memang, tapi nikmat. Dan ahhh… Lenguhan dan erangan itu membuatku gila. Ommo ! Kyuhyunie saranghae.’

’14 Februari. Valentine Day’s. Hei, tak akan ada yang lebih membahagiakan selain merayakannya dengan Kyuhyunie. Dia nakal sekali, dan berhasil membuatku memberikannya lagi. Akh, tubuhku sakit semua. Tapi ini sangat menyenangkan. Duduk bersama ditepi pantai, menghirup udara dingin yang berhembus membawa wangi khas pantai, bermain pasir, menerjang ombak bersama, dan menikmati malam valentine dengan Kyuhyunie. Akhhh… So damn sexy. Aku baru tahu jika bercinta itu benar-benar begitu menyenangkan. Dan jangan lupakan, kegilaan Kyuhyun yang merekam percintaan kami. Ia menontonnya lagi dan lagi. Aish… Membuatku malu.’

Aku tahu benar dan bisa mengingat semua kenangan ini. Tapi mengapa tetap saja yang ada dalam ingatanku Henry. “Akh…” Kepalaku mulai pusing memikirkan semua ini. Baiklah Sungmin, kau harus mengingatnya perlahan.

“Chagi, dinner time !”

Teriakan Umma sukses membuyarkan semua lamunanku. Aku harus cepat membersihkan dan menyembunyikannya lagi.

.

Tok … Tok… Tok…

.

“Chagi, Umma menunggumu.”

“Nde Umma, aku akan segera turun.”

.

.

Di kantor Siwon

.

.

“Henry meminta pertunangannya diundur, tetapi dia ingin langsung menikah dengan Sungmin.”

“Memangnya kenapa ?”

“Sayang Henry tak sepintar Kibum, hingga dia payah dalam Sains. Dia harus serius belajar untuk ujiannya bulan depan. Dan selama seminggu ini dia juga tidak bersekolah. Hanya datang ke rumah salah satu gurunya dan mengikuti pelajaran disana. Dia tak mau mempermalukan aku didepan Umum besok.” Siwon tersenyum datar menatap Kangin dihadapannya.

“Tak masalah. Semua bisa diatur.”

“Tapi ada satu hal yang cukup menggangguku. Apakah kau bisa memastikan jika Sungmin tak berhubungan dengan anak Cho itu ?”

Kangin sedikit terkejut, ia baru mengingat jika Henry, Kyuhyun dan Sungmin satu sekolahan. “Tenang saja, akan kupastikan Sungmin tak mengenal Kyuhyun. Terapis itu benar-benar hebat.”

“Aku sudah mengatakannya padamu, apapun bisa aku lakukan. Tenang saja, semua akan beres dan Sungmin akan tetap menikah dengan Henry.”

.

.

Di Cafe Chocolate and Love.

.

.

Kembali diruangan VIP ini terjadi perang dingin. Kini antara Cho Heechul dengan Choi Kibum. Kedua yeoja cantik ini hanya diam dan saling bertatapan tajam.

“Ck… Cepat katakan apa maumu ? Kenapa mengajakku bertemu disini jika kau sama sekali tak mau bicara ?”

Kibum menyodorkan map yang cukup tebal pada Heechul. “Apa ini ?” Kibum meminum coklat dinginnya dan membuka map itu. “Lihat sendiri dan bacalah.”

Heechul membaca setiap lembar dengan teliti. Tak ada satu kalimat pun terlewat dari tatapan mata cantiknya. Membukanya satu persatu. Memastikan keaslian dan tanda tangan yang ada disetiap lembarnya. “Apa maksudmu memberikan aku semua ini ? Surat saham keluarga Lee. Apa maksudmu Choi Kibum ?”

Kibum tersenyum dan memainkan ujung straw pada coklat dinginnya. “Kau tahu benar apa keinginanku.”

.

TBC…

.

.

Gimana ? Makin gajekah ? Mianhe jika ceritanya datar atau bahkan gag berasa sama sekali. Author udah berusaha sebaik mungkin. Gamsahae untuk yang selalu setia menanti dan Review FF ini.#bow”

4 thoughts on “HATE TO HEART U || KYUMIN || CH.6 || YAOI ||

  1. Wah wah, ceritanya makin seru🙂

    Ada FF yang Super Sad gak? FF ini lebih mengarah ke romance.

    Oke, langsung lanjut »»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s