HATE TO HEART U || KYUMIN || CH.3 || YAOI

HATE TO HEART U

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : T

Cast :

-Cho Kyuhyun

-Lee Sungmin

– Henry Lau

-And other SUJU member

Pairing : || KYUMIN || slight HenMin|| and Other Pairs ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. And seperti biasa, Sungmin selalu punyaku #plak#

Genre : Romance || Drama || Sad ||

Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, Genderswitch for Umma (Y).||

Summarry : || …I’m sorry but I have been waiting for this moment, I have been waiting forever that your long time love would end. Forget about him and wash him off from your mind. He’s not meant to be with you. So baby, won’t U come to me… ||

Mianhe, Update-nya lama bener. Saengil Chukkahamnida buat URI CHO KYUHYUN. Semoga makin cintah ma Minppa. #KyuMinIsReal#

HAPPY READING

.

-oooHate To Heart Uooo-


Chapter 3

.

.

Seorang yeoja cantik tengah duduk berhadapan dengan seorang namja. Cafe ‘Chocolate and Love.’ Suasana cafe masih sama seperti dulu. Dinding dengan cat dasar abu-abu, ditambah dengan mozaik dari kaca membentuk simbol love. Gambar coklat yang menempel pada dindingnya, serta kursi dan meja yang klasik, membuat suasananya terlihat semakin romantis. Masuk ke ruang VIP, satu kamar dengan desain lebih mewah. Disanalah, yeoja cantik dan namja itu bertemu. Setelah sekian lama kenangan mereka hanya menjadi sebuah kepingan masa lalu yang seharusnya dilupakan. Namja itu, menyunggingkan senyumannya membuat lesung pipinya terlihat. Sangat tampan memang, tapi itu belum cukup untuk menggoda keheningan didalam diri yeoja yang duduk dihadapannya.

Yeoja itu, Cho Heechul. Duduk diam sedari mereka sampai ke cafe itu. Tak sedikitpun ia ingin berbicara untuk sekedar menyapa Siwon. Padahal ia benar-benar harus membicarakan tentang Kyu pada Siwon.

“Lama tak bertemu Chullie. Kau masih cantik, masih seperti dulu.”

“Nde, gamsahae.” Heechul mengangguk dengan wajah datarnya. Ia berfikir sejenak, kemudian menatap Siwon. “Aku tak bisa berbasa-basi Siwon, jadi bolehkah aku meminta satu hal padamu ?”

“Katakan saja, mungkin aku bisa mempertimbangkannya.” Siwon menjawab enteng kemudian meminum coklatnya. Ia tersenyum pada Heechul. “Lama aku tidak kesini, dan coklat ini rasanya sudah berubah Chullie. Dulu terasa sangat manis saat kau yang membuatkannya untukku, tapi sekarang rasanya pahit.”

Heechul mendengus kesal. “Jangan merayuku Siwon. Itu sudah lama berlalu. Aku meminta untuk bertemu tidak untuk mengingat semua kenangan itu.” Heechul mengeluarkan sebuah undangan dari dalam tasnya. “Apa maksudmu dengan undangan ini ?”

.

.

Choi Siwon POV

.

“Apa maksudmu dengan undangan ini ?”

Dia menyodorkan undangan yang aku kirimkan ke rumahnya. Aku tahu, aku sudah bisa menduganya. “Memangnya kenapa ?”

“Kau tak bisa melakukan ini padaku Siwon. Tak boleh melakukan ini pada Kyu. Kau tahu bukan dia putraku ?” Aku hanya mengangguk. Melihat wajah kesalnya kurasa dia benar-benar sedang marah sekarang. “Jadi, bisakah kau membatalkan pertunangan itu ?”

“Tidak.” Satu kata kurasa cukup untuk menjawabnya. Ia menatapku tajam dan menggenggam kuat jemarinya. “Kau menyakiti putraku Siwon. Jika kau membencinya karena dia putra Hankyung, kau bisa sedikit mengasihaninya karena dia putraku. Kau harus tahu betapa putraku mencintai namja yang akan menikah dengan putramu.”

Aku hanya diam menatapnya, semarah itukah dia padaku. “Aku tak akan membatalkannya. Mereka akan menikah, tidak hanya bertunangan. Aku akan mengatur semuanya.” Ia terlihat gusar dan wajahnya sudah memerah. Benar-benar cantik. Bahkan saat marah saja dia masih cantik.

“Siwon ! Kau harus tahu betapa terlukanya aku melihat Kyu tak berdaya hanya karena namja itu. Jadi jebal, batalkan semuanya dan biarkan namja itu bersama dengan Kyu.”

“Chullie, Kyuhyun itu memang putramu. Dia darahmu, tapi sayang dia darah Hankyung.” Aku berkata selembut mungkin, kulihat matanya sudah memerah, hampir menangis. “Dan Henry, dia anakku dan dia darahku. Akan lain ceritanya Chullie, jika Kyu itu darahmu dan darahku. Aku akan memperlakukannya jauh lebih istimewa lagi dari pada Henry. Tapi sayang, dia keturunan seorang Cho, namja yang benar-benar aku benci.”

“Siwon ! Jangan melampiaskan kebencianmu pada putraku. Masa lalu itu sudah terhapus dan hilang Siwon. Kau sendiri yang melukaiku. Masih bisa kuingat dengan jelas, saat dimana aku menemukanmu bersama yeoja itu.” Chullie mulai menangis. Sebenarnya aku tak tega juga melihatnya menangis seperti itu. Tapi aku benar-benar membenci Hankyung, sangat membencinya.

“Dan aku sudah berusaha menjelaskannya padamu. Tapi apa yang aku terima ?” Aku menahan nyeri yang tiba-tiba merasuk kedalam hatiku. Rasanya sangat sakit. “Aku masih bisa menerima kau meninggalkan aku, aku akui itu salahku. Tapi, bukan berarti kau bisa membalasku dengan menikahi namja bodoh yang sangat licik itu.”

“Kya ! Choi Siwon ! Hentikan bicaramu. Aku kesini untuk memintamu membatalkan pertunangan itu, bukan untuk mendengarmu terus berbicara mengenai masa lalu kita. Itu sudah lama berakhir.” Dia berteriak dan berdiri didepanku. Mengambil mantelnya dan berjalan menuju pintu keluar. “Aku menyesal berbicara baik-baik denganmu.” Dia keluar dari ruangan ini. Aku harus mengejarnya. Kali ini, aku tak boleh kehilangan dia.

“Kya Chullie, chakkaman !”

Dia berjalan semakin cepat didepanku. Kami sudah berada di luar cafe. Kali ini aku harus benar-benar memenangkannya.

.

Choi Siwon POV end

.

.

“Kya Chullie, chakkaman !”

.

Sreeet…

.

Sekali tarik, Siwon menangkap tubuh Heechul dalam pelukannya.

“Kya ! Apa yang kau lakukan ? Lepaskan aku Siwon. Sudah cukup, lepaskan aku !” Heechul terus mencoba melepaskan dirinya dari lengan kekar Siwon yang kini mengunci pinggangnya. Tubuhnya berada sangat dekat dengan Siwon. “Bisakah kau tenang Chullie ?”

“Kya ! Tenang katamu ! Kau benar-benar tak tahu malu. Lepaskan aku ! Kenapa kau memperlakukan aku seperti ini ? Ini jalan raya Siwon, kau mau mempermalukan aku hah ! Lepaskan !”

Siwon melepaskan pelukannya dan menggenggam erat tangan Heechul. “Diam dan dengarkan aku baik-baik Chullie.” Siwon berhenti sejenak dan menghela nafasnya, seketika itu juga senyuman terukir di wajah tampannya. “Baiklah, aku akan membatalkannya.”

“Mwoya !” Heechul menatap tak percaya. “Jinjjayo ? Kau akan membatalkannya ?”

“Nde.” Siwon mengangguk dan melepaskan genggaman tangannya pada Heechul. Ia menatap lembut pada Heechul dan tersenyum. “Tapi aku punya satu syarat dan jika kau memenuhinya aku akan menyerahkan semua aset keluarga Lee yang ada padaku untuk Kyuhyun. Aku pastikan dia akan menikah dengan namja itu.”

“Jeongmallayo ? Katakanlah, apa syaratnya ?”

“Aku ingin…” Siwon mendekati Heechul, membuat yeoja itu kini berdiri bersandar pada dinding cafenya. Posisi mereka yang berdiri di pinggir jalan raya itu benar-benar sangat rawan.

Siwon mengusap pipi Heechul dan mendekatkan wajahnya. “Aku ingin kau menikah denganku.”

.

Plakk…!

.

Sebuah gambar khas berbentuk lima jari tercetak jelas dipipi Siwon. “Apa kau sudah gila ? Bisa-bisanya kau meminta hal bodoh seperti itu ! Dasar tak waras !”

Siwon mengusap bagian pipinya yang terasa panas dan membekas merah. Ia masih bisa mengembangkan senyumannya dan menatap lembut pada Heechul. “Aku memang gila Kim Heechul. Aku gila karena teramat mencintaimu. Bercerailah dari Hankyung dan menikahlah denganku.”

“Kau pikir aku ini mainanmu apa ? Seenaknya saja kau !”

“Jangan banyak bicara dulu Heechullie, pikirkanlah baik-baik.” Siwon kembali mendekatkan wajahnya pada wajah kesal Heechul. “Aku hanya terlalu mencintaimu Kim Heechul. Aku sudah pernah mengatakannya. Yongwonhi saranghaeyo.”

.

Cuup…

.

Sebuah kecupan manis mendarat dibibir merah Heechul. Sontak, Heechul mendorong tubuh Siwon. Namun Siwon hanya sedikit melangkah mundur dan masih menyunggingkan senyumannya. “Bibirmu masih manis, sama seperti dulu.”

“Kau !””Sebelum kemarahan Heechul memuncak Siwon sudah berjalan menjauhinya. “Pikirkanlah baik-baik Choi Heechul. Hahaha…” Siwon tertawa penuh kemenangan berjalan menuju mobilnya.

“Cih… Sialan ! Apa-apaan dia ? Choi Heechul ? Cih…” Heechul mengusap kasar bibirnya. Berharap bekas ciuman Siwon akan hilang. “Awas saja kau Choi Siwon !” Heechul menghentakkan keras high heelsnya. Ia berjalan bergegas ke mobilnya. Memukul stir mobilnya, melampiaskan kekesalannya. Ia benar-benar kesal.

‘Akkhhhh… Jeongmall michiyeosso… !” Heechul mengacak-acak rambut hitam curlynya. Ia benar-benar Kesal. “Huh, gara-gara Kyu aku harus bertemu dengannya lagi. Menyebalkan ! Syarat apa itu ? Akh, dia sudah gila.”

Lelah mengumpat, akhirnya Heechul menjalankan mobilnya. Meninggalkan cafenya.

.

Semua kejadian itu berlalu menghilang bersama menghilangnya Heechul dari tempat itu. Semua kejadian itu hanya menyisakan seribu tanya dan luka dalam benak seorang yeoja yang sedari tadi mendengarkan mereka dari dalam mobilnya.

Yeoja itu mengusap air matanya yang turun perlahan di pipinya. Menangis dalam diam, dadanya terasa sesak. Sesekali ia memukul dadanya, meremas bajunya kuat.

“Siwonie, belum cukupkah selama ini ? Belum bisakah aku menggantikannya ? Hikss…hiksss… Mengapa kau masih mencintainya ?”

Yeoja itu mengusap air matanya. Hatinya benar-benar sakit namun ia mencoba untuk tegar. Ia menyalakan mobilnya menuju satu tempat yang tenang untuknya.

Hanya perlu waktu sebentar hingga akhirnya ia sampai di tempat yang ia tuju. Satu tempat yang tenang dan wangi. Wangi bunga lily putih. Ia duduk bersimpuh pada satu nisan dan mengusapnya. “Umma… Semuanya sia-sia… Hiks…hikss…”

.

Blue Shappire Senior High School

Di UKS / Still KyuMin

.

.

“Eungh…”

Sungmin menggeliat dari posisinya. Ia membuka matanya dan mendapati seorang namja yang tertidur disisnya. “Kyunie…?” Sungmin mengernyit heran. Agaknya ia bingung juga mendapati dirinya berada di UKS dan bersama dengan Kyuhyun, Sungmin mencoba duduk dan membangunkan Kyuhyun. Ia menepuk pelan bahu Kyu dan terus memanggil namanya.

Tapi sepertinya semua usahanya sia-sia. Entah apa yang terlintas dipikirannya, Sungmin kembali berbaring dan menghadapkan wajahnya tepat dengan wajah Kyuhyun.

.

Cup…

.

Sungmin mencium telinga Kyu dan sedikit meniupnya. Kyu menggelinjang geli, hingga akhirnya ia terbangun dari tidurnya.

Untuk sesaat tatapan mereka bertemu. Kyuhyun menatap Sungmin dalam diamnya yang penuh tanya. Sedangkan Sungmin hanya bisa terdiam kaku saat menyadari apa yang baru saja ia lakukan. “Kau membangunkan aku ?”

“Mi- Mianhe, tap-i kau tidak bangun-bangun jadi…”

“Gwenchana.” Kyuhyun tersenyum sebiasa mungkin. Andai saja tidak ada Sungmin dihadapannya, mungkin dia sudah berteriak dan melompat kegirangan.

“Aku sudah mencoba membangunkanmu, tapi kau tidak bangun-bangun. Entah mengapa aku ingin melakukannya. Mianhe jika mengagetkanmu.” Sungmin menunduk, menyembunyikan wajahnya yang memerah di hadapan Kyuhyun.

Posisinya yang tidur tengkurap, berhadapan tepat dengan Kyuhyun. Membuat Sungmin dapat menatap wajah Kyuhyun begitu dekat, jantungnya berdebar kencang.

“Gwenchana Minimi. Aku senang kau melakukannya.”

“Akh, jeongmall ?” Sungmin tersenyum menatap Kyuhyun. Kyuhyun hanya mengangguk kecil menanggapinya. “Aku membangunkan Henry dengan cara seperti itu.”

Perkataan Sungmin sukses membuyarkan kebahagiaan dibenak Kyuhyun.

.

Cho Kyuhyun POV

.

“Aku membangunkan Henry dengan cara seperti itu.”

Mengapa dia mengatakan jika itu Henry ? Jelas sekali itu aku. Mengapa dia mengingatnya bersama Henry ?

“Tapi aneh, karena Henry seakan tak suka aku membangunkannya dengan cara seperti itu.” Minimi tertawa kecil dan duduk hendak turun dari kasurnya. Mungkin dia akan keluar dari UKS. Aku melihat jam di ponselku. Baru jam lima sore. “Meski sekarang kelihatannya dia bisa menerima perlakuanku padanya, tapi tetap saja pada awalnya itu semua membuatnya kaget. Padahal, jelas sekali dalam ingatanku, aku melakukan semua itu bersama Henry dan dia menerima semua perlakuanku, tidak seperti sekarang.”

Ya, tentu saja dia kaget. Kau melakukannya bersamaku hyung. ‘Cih, Henry ! Dia benar-benar keterlaluan.’

.

Drrrrt… Drrrrrttt…

.

Kulihat ada satu pesan di ponselnya. Meski tanpa ijin, aku ikut membacanya. Dan isinya bagus sekali.

Kulihat ia menghela nafasnya. Terlihat kesal memang. “Yaah… Henry harus ikut pelajaran tambahan bersama seonsaengnim. Bagaimana denganku ?” Wajah Minimi terlihat semakin menggemaskan. Memang, biar pun dia sedang kesal, tetap saja dia sangat cantik dan imut.

Baiklah Kyu, sepertinya kau harus mengulang semua kenanganmu bersama Minimi dulu. Mungkin aku harus memulainya hari ini. Akh… Henry itu benar-benar menyebalkan.

“Pulanglah bersamaku, tapi aku akan mengajakmu ke satu tempat dahulu.”

“Emm… Ottokehaeyo ?” Dia memiringkan kepalanya dan meletakkan satu jari dipelipisnya. Dia selalu seperti itu jika sedang berfikir. Sangat manis dan cantik. “Arrasseo… kajja… !” Ia berjalan keluar UKS mendahului aku. Dan mau tak mau aku harus meraih tangannya untuk menautkan jari kami dan berjalan bersamanya.

Jika dulu Minimi yang selalu bergelayut manja di lenganku kini malah aku yang menggenggam tangannya.

Tak ku sangka genggaman tanganku yang tiba-tiba membuatnya berhenti berjalan dan menatapku dengan mata foxynya yang tajam. ‘Kumohon, jangan marah Minimi.’ Menahan semua ketakutanku, kuberanikan diri untuk bertanya padanya. “Waeyo Minimi ?”

“Kau menggenggam tanganku.”

Huh… Ini benar-benar menyebalkan. Apa dia lupa kalau aku bahkan sudah menciumnya tadi ? “Aku hanya berjaga saja kalau kau sakit kepala atau pingsan lagi.”

Dia mengangguk imut dan tersenyum padaku. “Akh… Geuraeyo.” Kami kembali berjalan menelusuri lorong sekolah. “Memangnya kita mau kemana Kyu. Bukannya ini sudah sore. Kenapa malah mengajakku berkeliling sekolah ?”

“Kau akan tahu nanti, sebentar lagi kita sampai.” Aku menatap pintu hitam pada satu sudut sekolah.

Aku akan mengulangnya satu persatu Minimi. Inilah hal pertama yang harus aku ulang denganmu. Aku membuka pintunya yang memang tak pernah di kunci. “Kenapa membawaku kemari ?” Aku mengacuhkannya. Kulihat ia duduk diam diatas lantai kayu dan menatap ke sekeliling ruangan yang penuh dengan kaca. Aku sendiri mencari kaset yang sudah lama tak dimainkan dan mendekati tape di ruangan ini. Memainkan musiknya. Sekarang kami memang berada di ruang dance. Diruangan inilah, aku dan Minimi berdansa bersama. Kalau dulu kami bersama Enhyuk hyung dan Hae hyung, sekarang kami hanya berdua.

Aku berjalan mendekatinya, meraih tangannya agar berdiri dan mengikutiku. “Dengarkan musiknya dan ikuti gerakanku saja.”

Aku meraih jemarinya dalam genggamanku dan membantunya meletakkan satu tangannya yang lain pada pinggangku. Dansa, ini adalah persiapan untuk proom night kelulusan dia dulu. Tapi sayang, hari yang lama aku tunggu itu tak kunjung datang.

“Aku pernah berdansa juga Kyunie.” Ia mendongak sedikit dan menatapku dengan mata cantiknya. Sungguh aku tak bisa kehilangannya. Rasanya sangat sakit jika harus melepaskan makhluk seindah ini.

“Dulu, untuk proom night. Aku berlatih dansa bersama Henry. Kalau dulu sangat ramai, ada Hyukkie, juga Hae. Tapi sekarang hanya aku dan Kyunie. Henry juga sibuk belajar.”

Aku begitu geram mendengar semua perkataannya, kenapa hanya Henry yang ada dalam ingatannya. Namja itu benar-benar telah meracuni pikiran Bunny Ming-ku.

“Awwhhh… Appo Kyunie…” Ia melepaskan genggaman tangannya. “Akh, mianhe Minimi. Aku tak sengaja, tadi hanya…”

“Kyunie menangis…”

“Akh, jinjjayo ?” Kurasakan jemarinya mengusap lembut pipiku. Benarkah aku menangis ? “Minimi…” Aku memeluknya erat. Benar-benar tak bisa kutahan lagi. “Saranghaeyo Minimi, jeongmal saranghaeyo… Hikss…hikss… Jebal Minimi…”

“Kyunie, tapi aku…”

“Jebal Minimi, ingatlah aku…”

Aku melepaskan pelukanku dan menatap matanya, “Jebal Minimi, ingatlah aku.” Jemarinya kembali mengusap air mataku. Apakah ini begitu perih hingga aku tak merasakan air mataku lagi. “Kyunie, aku…”

Ia kembali memegang kepalanya. “Kyunie…” Kulihat ia meremas kuat rambut hitamnya. “Ayolah Minimi ingatlah aku.”

“Kyunie… Cho Kyuhyunie… Kyunnie… Akh… Kepalaku sakit. Sakit sekali ! Kyunie… Sakit !”

Aku memeluknya erat. Mencium pucuk kepalanya. “Mianhe Minimi, tapi kau memang harus mengingatku.”

“Sakkkiiitt…!” Dia berteriak lebih keras. “Kyunie… Sakit… Emmmpppp…”

Mianhe Minimi, jika kau akan marah karena aku menciummu, marahlah nanti tapi jangan sekarang. Kau harus mengingatku Minimi.

.

Cho Kyuhyun POV end

.

.

Kyuhyun mencium Sungmin. Untuk menenangkan Sungmin. Menghisap bibir merahnya dan memeluknya erat. Ia mengusap air mata Sungmin yang mengalir perlahan di pipinya. Ia sendiri juga menangis perih. Namun semua seakan tak terasa untuknya. Kyu terus mencium bibir merah Sungmin. Menghisapnya sesekali dan menelusupkan lidahnya. Dapat ia rasakan Sungmin yang mulai tenang dan membalas ciuman Kyu. Tangan Sungmin sedikit demi sedikit sudah mencengkeram kuat bahu Kyu dan sedikit mencoba mendominasi ciuman mereka.

Ciuman yang lembut namun tenang dan pelan. Ciuman yang begitu lama hingga tak terasa lagi air mata yang mengalir telah terhenti dengan sendirinya. Air mata itu telah kering bersama semakin lamanya mereka berciuman.

Ciuman yang lembut tanpa nafsu, yang ada hanya cinta.

“Eunnghh…” Sungmin melenguh dan mendorong tubuh Kyuhyun menjauh darinya. “Hah… Haah…” Sungmin langsung bernafas cepat untuk mengisi kekosongan udara dalam tubuhnya. “Kya ! Kenapa menciumku begitu. Kau mau membunuhku hah ?”

Tapi Kyuhyun hanya tersenyum dan mengusap sisa air mata dipipi Sungmin. “Setidaknya kau sudah tidak menangis lagi.”

“Aishh… Kau ini selalu saja.” Sungmin tersipu malu dan mengalihkan pandangannya. Ia menatap pantulan mereka pada cermin disisi kanannya. “Kyunie, aku merasa ada yang aneh.”

“Maksudmu ? Apa yang aneh ?” Kyu ikut melihat ke cermin. Sungmin berdiri dan berjalan mendekati cermin. Disentuhnya wajah Kyu yang terpantul jelas dalam cermin itu. “Wajah ini, mengapa rasanya tak asing bagiku ?”Sungmin menoleh pada Kyu dan menatap dengan mata sendunya.

“Apa aku memang mengenalmu ? Mengapa kau memintaku untuk mengingatmu ?”

Kyuhyun tersenyum dan berjalan bendekati Sungmin. Ia duduk disisi Sungmin dan memeluknya erat. Sungmin sama sekali tak menolak perlakuan Kyu padanya. “Perlahan Minimi, aku tak mau kau kesakitan lagi. Lakukanlah perlahan dan ingatlah aku.” Kyuhyun menatap bola mata hitam yang sendu itu dan mencium kelopak matanya. “Untuk sekarang, yang perlu kau ingat adalah bahwa aku mencintaimu. Jeongmall saranghalkoya. Ingatlah itu Minimi.”

Kyuhyun kembali mencium bibir itu, menciumnya lembut penuh cinta. Memeluknya erat dan mendorongnya perlahan pada kaca di ruangan itu. Untuk berapa saat Kyu lalu melepaskan ciumannya. “Satu hal lagi yang aku sukai darimu. Kau selalu tak menolak saat aku menciummu. Dulu dan sekarang, kau tak pernah menolakku.”

“Kurasa kali ini kau benar. Henry pernah mencoba menciumku, tapi entah mengapa aku menghindarinya. Aku tak suka dia menciumku. Tapi, mengapa saat kau yang melakukannya, aku…” Sungmin terdiam. Ia terlalu malu untuk mengakui secara terangKterangan pada Kyuhyun.

“Itu karena kau memang mencintaiku Minimi. Karena kau memang milikku.”

Kyuhyun kembali menciumnya. Sungmin sangat menikmatinya. Jemarinya tengah meremas kuat kerah Kyuhyun seiring dengan debaran yang merasuk dalam jantungnya. Ia begitu menikmati ciuman Kyuhyun.

“Eunghhh… Kyuhh…”

.

.

Henry Side

.

.

“Tapi Seonsaengnim aku…”

“Kau tidak boleh membantah. Kau pikir nilaimu cukup untuk membuatmu lulus pada ujian nanti.”

“Arrasseo ! Huh, menyebalkan.”

Henry masuk kedalam mobil Lexus hitam milik gurunya. Ia memang harus mengikuti pelajaran tambahan bersama gurunya. “Seonsaeng, Sains itu memang sulit, jangan salahkan otakku. Pelajaran itu saja yang terlalu sulit.”

“Kalau cara mengajarku tidak membuatmu pintar, aku bisa menyuruh putraku. Kurasa dia lebih bisa mengajarimu dengan baik. Selama seminggu ini kau diijinkan tidak berangkat ke sekolah. Kau akan langsung ke rumahku dan belajar persama putraku.”

“Tapi Seonsaeng, hari Minggu depan aku akan bertunangan.”

“Kau mau mempermalukan keluarga Choi, jika tak lulus ujian hah ? Kau bisa mengundur pertunanganmu. Akan sangat memalukan jika kau tak lulus.”

“Akh, arrasseo.”

“Baguslah, sekarang aku akan mengantarmu pulang. Pukul lima nanti kau harus sudah sampai di rumahku.”

“Baiklah Seonsaengnim.”

Ya, kira-kira itulah yang terjadi pada Henry. Ia membatalkan pertunangannya. Mengikuti les tambahan selama seminggu penuh dirumah Seonsaengnim-nya. Dan sekarang pukul lima tepat.

Henry sudah berdiri manis didepan sebuah rumah bergaya Korea jaman dahulu. Rumah kuno nan klasik. Rumah milik Shim Changmin, Seongsaengnya.

.

Ting … tong… #gag banget deh nih bunyi bel#

.

Keluarlah seorang namja yang tak kalah tinggi dari Seonsaengnimnya tadi. Khas dengan rambut merahnya, namja itu tersenyum. “Masuklah, aku sudah menunggumu.”

“Duduklah.” Henry duduk di kasur lantai dan menghadap satu meja lantai lengkap dengan banyak alat peraga. Didepannya sudah ada whiteboard kecil juga laptop. “Shim Zhoumi imnida. Aku putra Shim Changmin. Aku yang akan mengajarimu selama seminggu ini.”

“Choi Xian Hua. Tapi orang lebih mengenalku Henry Lau. Aku putra…”

“Nde, aku sudah tahu. Kau putra konglomerat nomor satu di Korea. Siapapun pasti mengenalmu.” Zhoumi menyalakan laptopnya. “Baiklah, kita mulai belajar sekarang.”

Zhoumi menjelaskan panjang lebar pada Henry, namun dasar Henry yang memang sama sekali tak tertarik dengan Sains malah diam dan hening didepan Zhoumi.

Zhoumi yang gemas lalu menarik hidung mungil Henry, “Awwhhh !” Henry memukul tangan Zhoumi agar melepaskannya dari hidungnya.

“Kya ! Zhoumi Ge, kau ini jahat sekali. Kenapa menganiaya anak kecil sepertiku.”

“Kau sendiri yang kurang ajar padaku. Jelas-jelas sedang belajar. Kenapa kau malah tidur ?”

“Aku bosan, dan mengantuk.” Henry bersuara lirih, hendak menidurkan kepalanya lagi diatas meja namun keburu ditaha oleh Zhoumi.

“Kya ! Kau tidak boleh tidur. Aish ! Baiklah kita istirahat.”

“Jeongmall ?” Zhoumi hanya mengangguk. “Baiklah, aku akan mengambil makanan dan minuman untukmu. Tunggulah disini.”

Zhoumi berjalan ke dapur meninggalkan Henry yang terbengong di ruangan belajarnya tadi. Ia mengambil ponselnya dan mengirim satu pesan singkat pada tunangannya.

To : My Bunny Cutie.

‘Sedang apa Chagiyya ? Aku harap kau tidur cepat ya. Mianhe, aku sibuk dengan belajarku. Saranghae.’

Henry menekan ikon send dan tersenyum membayangkan Sungmin membaca pesannya.

Padahal yang terjadi tidaklah seperti itu. Ponsel Sungmin telah mati sejak tadi. Dan Sungmin pun tengah tidur pulas dalam pelukan namja lain di sekolahnya.

.

.

oooHATE TO HEART Uooo

.

.

T.B.C

.

7 thoughts on “HATE TO HEART U || KYUMIN || CH.3 || YAOI

  1. aish smakin gregetan ma nie epep …
    Semoga kyumin cpet bersatu🙂
    dan henry sma zhoumi z … Hohoho

    klo henry dan sungmin nikah yg jd seme’x cpa .. ???
    Henry ?? 0.o
    dia kan imoet gak pantes !! *plak
    hehe

  2. Aaakh KYUMIN so Sweet_.ahaiiy laah cie KYU sbr bget bkin bunNy MING buat inget am dia >.naAh lo0h ad zh0umi ge ,, ayo0loh henry mau apa(?) >.zh0umi ge buatlh henry jth cnta pdamu ,, biar KYUMIN aman posisi’a(?) ahahahaha

  3. Aduh minnie cpetan inget ma kyu d0ng,,tpi te2p mesra sih aq gregetan ma kyumin nya,,eumm hndry kashan jga tpi untung ada zh0umy,,cpet bersatu nee,,next chap e0nni,,

  4. kasian kyuhyun,,, ming jangan lama-lama ya lupain kyuhyun ya??,, henry sama zhoumy aja lebih cocok,, nanti kalau sama ming siapa yang jadi seme??,, hahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s