I WILL ALWAYS LOVE YOU || KYUMIN||GS||CH.1||TwoShoot||

I WILL ALWAYS LOVE YOU

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : T

Cast :

– Cho Kyuhyun (N)

– Lee Sungmin (Y)

– Choi Minho (N)

Pairing : || KYUMIN || Slight MinMin ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Tapi, untuk Lee Sungmin dia mutlak milik saya #dibantaiKyuppil#

Genre : Romance || Sad ||

Warning : || GS || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia ||

Summarry : || Aku memenuhi janji kita, hanya saja kau tak mengetahuinya. Memikirkan semua yang terbaik untuk kita, meski disini aku merasa sakit karena memilih hidup tanpamu.||

.

.

A liltte present for our Lovely Singer

Whitney Houston

.

.

I Will Always Love You

.

My very first and maybe my only one GS Ff

.

HAPPY READING

.

.

Part 1

.

.

Ckiitt…

.

Brakkk…

.

Terdengar teriakan dan tangisan di tepi jalan raya yang cukup ramai. Bukan ramai karena kendaraan yang melintas di pagi hari yang mendung itu. Tapi ramai kerumunan orang yang terus berdatangan melihat kecelakaan yang baru saja terjadi disana.

Gaun putih yang seharusnya terlihat anggun dan dihujani dengan ribuan kelopak bunga di didepan gereja, kini penuh dengan bercak merah. Bersama dengan hujan tangis dari setiap orang yang berdatangan untuk melihatnya.

“Ommo ! Ji Eun, gwenchana?”

Seorang yeoja yang cukup berumur, datang ke tempat itu dan langsung memeluk tubuh yeoja kecil yang gemetar. Yeoja itu jatuh diatas kerasnya aspal. Didorong kuat oleh yeoja dengan baju pengantin yang kini tergeletak lemah diatas aspal.

Pemuda tampan itu berjalan mendekat. Ia langsung jatuh berlutut dan menatap datar pada yeoja yang baru saja ia tabrak.

“Mianhe, aku…”

“Sebaiknya cepat bawa kerumah sakit. Kurasa, dia masih bisa diselamatkan.”

.

.

Di ruangan serba putih ini, yeoja itu tertidur nyenyak. Masih sama dengan setahun yang lalu saat ia dinyatakan koma. Namja itu kembali datang, entah untuk keberapa kalinya dalam setahun ini. Sungguh ia tak bermaksud untuk melakukannya.

Namja itu berjalan mendekat pada sosok yeoja yang selalu menyita perhatiannya dari hari kehari. Ia duduk di sisi bed rumah sakit itu. Meletakkan bunga di vas bunga yang terdapat di atas meja kecil disisi bed itu. Menatap kembali pada wajah cantik yang selalu mengganggu ketenangan hidupnya.

Ia menggenggam erat tangan yeoja itu, menciuminya berkali-kali. “Kumohon, bangunlah dan biarkan aku meminta maaf padamu.”

Namja itu mengusap pelan dahi yang masih terbalut perban. Sungguh ia sangat menyesal telah menabraknya. Meski tak sengaja, tapi tetap saja…

.

.

“Eunghh…”

Suara lenguhan lirih itu tertangkap jelas oleh namja yang masih terjaga dimalam itu. Ia menatap tak percaya pada yeoja yang baru saja mengerjapkan matanya, meski pelan dan terlihat lemah. “Dokter ! Dia sadar !”

Namja itu langsung berlari keluar, menuju ke ruang dokter. Tak lama, ia kembali bersama seseorang yang tampan dengan jas putihnya. Minho, duduk diam dan terus berharap setelah ini akan terus ada keajaiban baginya dan juga bagi yeoja yang kini begitu berarti untuknya.

“Gwenchana, semuanya baik-baik saja. Seluruh tubuhnya sempurna, hanya saja…”

Suasana hening sejenak. Dokter itu menatap sayu pada yeoja yang masih gelisah menunggu jawaban dokter. Dokter itu mendekat dan mengeluarkan senter kecilnya.

“Bukalah matamu.”

Dokter itu menyorot mata yeoja itu dengan senter dan akhirnya terjawablah sudah segala ketakutan Minho.

“Apa yang salah?” Suara lirih dan serak itu terasa mencekik leher Minho. Dokter menatap Minho, dan ia mengangguk pelan. Hingga akhirnya Minho mendekat ke ranjang yoja itu dan menggenggam tangannya. Sempat, tangan Minho di tolak oleh yeoja itu. Tapi satu keyakinan di hati Minho, bahwa semua akan baik-baik saja.

Minho mendekat ke telinga yeoja yang terlihat sangat khawatir itu, “Mianhe, tapi kau buta.”

“Hehehehehe…” Yeoja itu tertawa lirih. Tapi dapat dilihat jelas, jika ia menangis. “Kau bercanda ya ?”

Minho hanya diam. Ia sungguh semakin merasa bersalah sekrarang. Dengan perasaan yang begitu hancur, ia beranikan menatap wajah cantik yang perlahan menangis. Menangis pelan hampir tak bersuara.

“Aku tak akan bisa bertemu dengannya. Hiks…hikss…”

Minho menatap wajah yang terus menangis itu. Perlahan mengusap air matanya. “Bolehkah aku tahu, siapa namamu? Aku Choi Minho.” Menunggu lama, Minho terus menunggu yeoja yang terus saja diam, tak bergeming sedikitpun. “Arra, jika kau tak mau…”

“Aku Lee Sungmin.”

“Aku sungguh meminta maaf, telah menabrakmu hari itu. Aku …”

“Gwenchana.” Sungmin menjawab datar, dan sekali lagi, ia sungguh ingin menangis dan berteriak keras memaki Minho, tapi apa daya semuanya sudah terjadi.

“Tapi pernikahanmu?”

“Entahlah, mungkin dia sudah tak menungguku disana.” Kembali, Sungmin menangis lirih. Mengingat semuanya telah hancur dan selesai sekarang. “Mianhe, tapi kau koma selama setahun lebih, dan aku rasa keluargamu akan mencarimu. Jadi, biarkan aku membantumu.”

“Hiksss…” Sungmin kembali menangis lirih. Ia tak sanggup lagi menahan semuanya. Minho menghapus pelan garis air mata itu, “Ceritakanlah padaku…”

“Kyunie…”

.

Flashback On

.

.

“Perkenalkan, Dia Cho Kyuhyun.”

Namja tampan dengan kulit pucat itu membungkuk sekilas dan mengedarkan pandangannya ke seluruh kelas. “Silahkan mengambil tempatmu. Duduklah di depan Lee Sungmin.” Seorang yeoja mengangkat tangannya. “Aku, Lee Sungmin.”

Kyuhyun melangkah pelan mendekati kursinya, dan disanalah kisah ini dimulai.

‘Meski hanya menatap punggungmu, aku senang.’ Sungmin membatin, seraya terus menatap punggung Kyuhyun. Kegiatan yang dilakukannya terus menerus selama sebulan terakhir ini. “Baiklah, kita sudahi pelajaran hari ini. Ingat, kerjakan tugasnya dengan partner kalian. Jangan lupa itu. Partnernya, kalian pilih sendiri.”

“Nde, Seonsaengnim.”

.

Lee Sungmin POV

.

Cho Kyuhyun

.

Hhhh… Aku hanya bisa menghela nafasku, berharap dia benar-benar manusia. Ya Tuhan, siapapun akan menyangka dia malaikat karena melihat wajah tampannya. Meski seringkali dia menyeringai seperti iblis, tapi tetap saja dia malaikat. Dan jika kau bertanya, apa aku menyukainya? Aku akan menjawab tidak.

Aku tidak menyukainya, bukan sekedar menyukainya tapi aku sangat mencintainya. Jantungku berdebar kencang meski hanya melihat wajah tampannya dari kejauhan.

“Kyuhyun-ah, kau sekelompok denganku ya?”

Ya, Seohyun selalu saja menempel pada Kyuhyun. Sejak hari pertama dia masuk ke sekolah, selalu saja yeoja centil itu menempel padanya. Dan jangan kira Kyuhyun senang dengan hal itu, dia sama sekali tak menggubris Seohyun. Hahahaha…kasihan sekali dia.

“Ayolah Kyuhyunie, kita jadi partner dan kerjakan tugasnya bersama. Otte?” Seohyun kini duduk diatas meja Kyuhyun dan oh… dia benar-benar keterlaluan. Bagaimana bisa dia duduk dengan pose seperti itu didepan Kyuhyun.

Ya Tuhan, kumohon jangan biarkan Kyuhyun tergoda oleh Seo yang kini seakan tengah menunjukkan pahanya yang putih mulus dan juga underwearnya yang terlihat jelas dari sudut penglihatanku. Haish… yeoja itu, dia gila. Dan apa yang terjadi?

“Ahahaha…Kasihan sekali… hahahahhaa…”

Aku tak bisa menahan tawaku sekarang. Rasakan kau yeoja centil. “Diamlah Sungmin, huh…” Seohyun turun dari meja Kyuhyun dan pergi menuju bangkunya sendiri. Aku terus menatap bayangan Kyuhyun yang perlahan menghilang di balik pintu kelas.

.

Kruyukkk…

.

“Ah, lapar.” Aku beranjak dan pergi makan. Ah, benar-benar lapar. Aku tak sarapan pagi ini, dan tadi malam aku sama sekali tak makan. Jadi yah, kelaparan. Aku sedikit berlari hingga…

.

Brukkk…

.

Prakkk…

.

“Ommo…”

“Kya…!”

Aku menatap pada sesuatu berwarna hitam yang sudah hancur berkeping-keping. Dan saat aku melihat siapa yang aku tabrak… Rasanya aku ingin pingsan saat itu juga. “Mianhe, aku…”

“Ish…”

.

Praakkk…

.

Benda hitam itu kembali diinjak oleh Kyuhyun hingga bertambah remuk dan pecahannya semakin menyebar kemana-mana saat ia menendangnya. meski pelan, tetap saja…

“Ommo, bagaimana ini?”

Ya, aku menabrak Kyuhyun dan berhasil menghancurkan PSPnya. Dan itu artinya, akan semakin sulit bagiku untuk masuk ke dalam dunianya. Aku memunguti pecahan PSP yang berserakan dimana-mana. Mengedarkan pandanganku ke seluruh arah. Ternyata banyak yang menatapku dengan mata kasihannya, ada juga yang menatap dengan seringaian aneh dan mata mengejeknya.

Oh, jangan lupakan satu kenyataan tentang seorang Cho Kyuhyun, ketampanan dan kekayaannya menjadikannya sangat populer diantara para siswa diseluruh sekolah.

.

.

Sekarang sudah jam pulang sekolah, dan dengan segera aku meraih dan menahan lengan Kyuhyun. Sungguh perlu beribu keberanian ekstra untukku melakukan hal ini.

“Aku mau pulang.”

Suaranya yang datar, terdengar sangat menusuk. Pribadi pendiam dan juga sama sekali tak peduli dengan orang lain membuatnya terkenal dingin dan angkuh. Ommo, bagaimana ini? Ia masih berusaha melepaskan tanganku, tapi aku sungguh harus meminta maaf padanya kali ini.

“Jeongmall Mianhamnida.”

Aku membungkuk sebentar dan kemudian mengangkat wajahku. Dia masih diam dan menatap datar padaku. “Kau pikir, hanya dengan maaf, kepingan PSP itu akan menempel jadi satu? Silly Girl…

Aku hanya menggeleng. Tentu saja tidak akan menempel. Dan jika dia memintaku untuk menggantinya, maka aku akan berpuasa selama setahun lebih. Oh ayolah, PSP itu sangat mahal dan mungkin saja Umma akan mengomeliku habis-habisan. “Jadi, aku harus apa untuk membuatmu memaafkan aku? Jujur, jika kau memintaku untuk mengganti PSPnya, kurasa aku tak bisa karena uang sakuku…”

“Tak ada yang menyuruhmu menggantinya. Aku sudah tahu kau pasti tak punya uang.”

Ish, dasar dia ini…! Menyebalkan sekali sih! “Ayo, ikut aku. Kau harus menyelesaikan tugasnya. Kita satu kelompok.”

“Eh? Jinja?” Ia tak menjawab dan hanya terus menyeretku menuju mobilnya di parkiran. Sebuah mobil mewah dengan warna hitam mengkilat yang benar-benar…’Awesome.’

.

.

Masuk ke rumah besarnya yang sangat megah dan juga ramai dengan pelayan. Oh, ini istana. Aku mengedarkan pandanganku keseluruh ruangan.

“Selamat datang Tuan Muda Cho.”

Pelayan itu sangat ramah, dia tersenyum padaku. “Selamat datang.” Aku hanya mengangguk dan tersenyum pada mereka semua. Dan, oh jangan lupakan Tuan Dingin yang menjengkelkan itu. Sama sekali tak tersenyum sedikitpun. Dasar tidak sopan.

“Ikut aku.”

Dan aku mengikutinya, naik ke lantai atas. Ia masuk kedalam kamar dengan pintu geser berwarna hitam mengkilat. “Ehmmm, kau yakin aku…”

“Kau tuli atau bagaimana?”

“Iya-iya.”

Dia langsung mengambil beberapa buku materi yang sepertinya memang merupakan bahan dari rangkuman sejarah Korea yang amat sangat tebal. “Ini, kau kerjakan.” Dia meletakkan semua buku itu didepanku, dan apa lagi sekarang. Aku mencoba menoleh ke arahnya.

Dan apa yang aku temukan, dia sudah melepaskan jas seragam dan juga dasi sekolahnya. Tiduran dengan nyaman diatas kasurnya dan memainkan benda nista yang lain. Oh, mengapa aku sempat melupakannya jika dia ini anak seorang jutawan Korea.

“Mengapa kau malah memainkan PSP itu?”

Ia sama sekali tak bereaksi sedikitpun. Aish, aku kesal. “Hei, kau dengar aku ‘kan?” Lagi-lagi dia hanya diam. Aku beranjak dari hadapan buku yang begitu tebal. Mengambil noteku dan memukul pahanya.

“Kya! Mengganggu!”

Ia hanya berteriak tanpa menoleh sedikitpun padaku. “Kau ini, kenapa tidak membantuku? Seharusnya kau ikut membantu membaca buku yang lain dan merangkumnya. Lalu kita akan satukan saat sudah selesai nanti. Kau ini…”

“Berhentilah membuat keributan di rumahku.” Dia menoleh padaku, menatapku tajam. Oh Tuhan, rasanya aku akan pingsan sebentar lagi. Ommo… tampan.

“Ini sebagai salah satu pembayaran atas kerusakan PSP ku. Asal kau tahu, PSP itu adalah PSP kesayanganku. Meski aku punya banyak yang lain, tapi rasanya berbeda. Tentu kau tahu, seberapa mahal harganya.”

Baiklah, untuk kali ini aku kalah. Dia memang benar. Aku kembali duduk tenang dan mulai membaca buku tebal yang entah sampai kapan aku bisa menyelesaikannya sendiri sekarang. Aku mengambil ponselku dan menelfon Umma.

“Umma…”

‘Odiegga? Kenapa sampai malam begini kau belum juga sampai rumah?’

“Umma, aku sedang mengerjakan tugas dirumah teman. Nanti jika sudah selesai, aku akan menelfon Umma lagi.”

‘Ommo, tak bisakah tugas itu kau bawa pulang kerumah?’

Aku menoleh pada Kyuhyun. “Kyu, bolehkah aku pulang saja sekarang. Aku rasa juga tugas ini tak akan selesai dalam waktu semalam.” Entah dia mendengar atau tidak, yang penting aku sudah mengatakannya. “Umma, minta supir menjemputku sekarang. Rumah kediaman Tuan Cho, jika tidak tahu alamatnya mungkin saja Appa tahu.”

‘Aish, nde Minnie-ah. Tunggu disana.’

“Nde Umma.”

.

Pliip…

.

Aku mematikan telfonnya. Segera membereskan semua buku dan merapikan note-ku. Menatap pada Kyuhyun yang masih sibuk dengan PSP-nya. “Kyu, aku pulang dulu. Umma mencariku.” Berharap tentu boleh, bukan? Aku berharap dia menyahut atau sekedar mengangguk. Akh, menyebalkan sekali. Dia hanya diam dan terus menatap datar pada PSP bodoh itu.

Arra, aku menghabiskan jusku dan segera turun ke bawah. “Agashi, sudah mau pulang?” Aku hanya mengangguk. “Mau diantar?” Aku menggeleng. “Ahni, sebentar lagi supirku juga akan datang.”

.

.

Dan itulah awal kedekatan kami. Meski dia seringkali diam dan mengacuhkan aku, tapi selama aku bisa berada dekat dengannya, semuanya terasa baik-baik saja. Seperti saat ini, setelah insiden tugas itu selesai sekarang aku kembali harus merasakan pembayaranku atas hutangku itu. Membuatkannya bekal. Bukan aku tak bisa memasak, bukannya aku tak senang membuatkannya bekal hanya saja rasanya sangat aneh.

Sekarang kami duduk di sebuah bangku yang terdapat di bawah pohon sakura kering di atas bukit belakang sekolah kami. Satu jam penuh untuk istirahat, membuat dia seenaknya mengajakku kesini. Memang pemandangannya sangat indah dan juga sejuk.

Tak jauh didepan kami, terlihat gereja kecil dengan banyak burung merpati yang terbang di halamannya. “Ah, indah sekali.” Aku bergumam lirih. Berjalan menuju gereja itu dan mendekat pada kumpulan merpati putih, hingga semua merpati itu terbang dan menjauh dariku. Berlari cepat menyusuri anak tangga dan memasuki gereja yang bisa yang sangat indah. Mozaik yang indah menghiasi setiap sisi kacanya.

Aku sadar telah meninggalkan Kyuhyun disana. Biar sajalah, aku ingin berdo’a dulu disini. Aku berjalan mendekati bangku terdepan digereja, menyatukan kedua tanganku dan memulai do’aku.

‘Kumohon, persatukanlah aku dengan jodohku nanti digereja ini. Tuhan, hanya kau yang tahu, betapa dalam aku mencintainya.’

“Hei, ayo pulang!”

Kyuhyun berteriak didepan pintu gereja dan dengan sangat terpaksa aku sedikit berlari mengikuti langkahnya yang cepat. Aku berhenti sejenak dan mengumpulkan kotak makanan yang sudah kosong. Dan kembali berlari menyusul Kyuhyun.

“Berdo’a?”

“Nde.”

“Berdo’a tentang apa?”

“Hei, kurasa kau tak perlu tahu.”

“Pasti memohon untuk menikah denganku? Iya kan?”

“Heh…”

Aku melotot terkejut. Bagaiamana bisa dia senarsis dan se-pede ini? “Ish, percaya diri sekali kau ini?”

“Memang iya kan?” Ia berhenti mendadak dan membuatku kembali menabraknya. Tapi ia hanya diam dan sedikit membungkukkan tubuhnya, menyamakan tingginya denganku dan posisi kami saling berhadapan sekarang.

Mata coklat itu begitu tajam dan seakan menarikku dalam. Nafasnya yang hangat menerpa wajahku dan juga bibir itu, ommo … ‘Aish, Lee Sungmin, berhenti menghayal.’

“Kau pikir aku tak tahu jika selama ini aku menyukaiku?”

Bisa kupastikan sekarang wajahku memerah. Ommo, dia begitu dekat denganku dan nafas itu semakin kuat menerpa wajahku. Jantungku berdebar dan tubuhku terasa panas dingin tak karuan. Dan apa yang dia lakukan sekarang, dia…

.

Chu~

.

Ya Tuhan, kumohon jangan bangunkan aku saat ini.

.

Lee Sungmin POV end

.

.

Sekarang situasi sangat canggung antara Kyuhyun dan Sungmin. Mereka sudah berada dirumah Kyuhyun dan kembali mengerjakan tugas sejarah mereka.

Wajah Sungmin masih merah sampai sekarang. Dan jantungnya terus saja berdebar kencang, biar bagaimanapun itu adalah ciuman pertamanya. Sedikit takut, ia menatap pada Kyuhyun yang sekarang tengah membaca buku sejarah yang lainnya.

Menelan salivanya banyak-banyak saat menyadari mata mereka saling bertemu. Tapi dengan cepat Kyuhyun kembali menunduk dan mencatat beberapa poin dari ringkasan mereka.

“Mianhe, tapi aku…”

“Jangan dianggap serius. Yang tadi itu hanya terbawa suasana saja.”

Sungguh hati Sungmin begitu hancur saat mendengar perkataan Kyuhyun. ‘Terbawa suasana?’ Sungmin terus membatin dan mengulang semua perkataan Kyuhyun di dalam otak kecilnya.

Perlahan ia mengangis dan langsung meninggalkan kamar Kyuhyun. Menuju lantai bawah dan menghampiri salah satu pelayan. “Mianhe, Jung Ahjussie. Antarkan aku pulang.”

“Nde, baiklah.”

Dan dengan cepat Sungmin mengikuti pelayan itu dan masuk kedalam mobil Kyuhyun. Pergi meninggalkan rumah Kyuhyun. Tanpa mengetahui betapa menyesalnya Kyuhyun hari itu.

.

.

Keesokan harinya, mereka kembali bertemu. Dan tanpa bekal yang di bawa Sungmin tentunya. Sungmin masih marah dan juga kesal.

.

.

Lee Sungmin POV

.

“Mianhe.”

Dia mengucapkan maaf selirih itu? Semudah itukah mengucapkan maaf setelah mengambil first kiss-ku dan memintaku untuk tak menganggap kejadian kemarin?

Ini benar-benar keterlaluan. Aku menatapnya tajam, dan kembali aku tak sanggup meneruskannya saat tangannya terulur dan memegang lenganku. Aku sedikit mendongak dan menatap wajahnya.

Wajahnya terlihat sangat lembut dan tampan. Dengan senyuman yang terukir di sudut bibirnya. Kurasakan jemarinya mengusap pelan kedua pipiku dan kumohon, sekali lagi jangan bangunkan aku jika ini adalah mimpi. Aku tak mau merasakan sakit seperti kemarin.

Perlahan wajahnya semakin terasa mendekat dan lengannya melingkari pinggangku. Mengusap lembut punggungku, berhasil membuat seluruh tubuhku merinding tak karuan.

“Jawab aku, kau mencintaiku?”

Apa? Kenapa dia menanyakannya seperti ini? Bagaimana aku harus menjawabnya sekarang? Aku hanya menunduk dan menyembunyikan wajahku, aku benar-benar tak sanggup menatap wajahnya.

Dan kini, ia malah sedikit menunduk menyamakan wajahnya dengan wajahku dan…

.

Chu~

.

Oh Tuhan, kumohon kali ini hentikanlah waktu sekarang. Dan jangan diputar lagi, aku ingin terus merasakan bibirnya yang begitu lembut dan terasa hangat di seluruh tubuhku.

Darahku terasa bendidih dan mengalir begitu cepat. Tubuhku merinding merasakan jemarinya memainkan punggung dan tengkukku.

“Ehmmm…ahhhnnnn…”

Bagaimana aku bisa menahan lenguhanku jika tangan nakalnya sudah meremas pantatku dan dengan nakal mendorongku hingga kami berdua jatuh diatas rerumputan hijau di bukit belakang sekolah.

Dia meninggalkan bibirku dan mencium leherku. Menghisapnya kuat, membuat tubuhku semakin terasa panas. Aku menjenjangkan leherku, secara tak sadar tentunya dan seakan memberinya jalan untuk semakin bebas menikmati semua yang aku miliki.

Apakah begitu nikmatnya perasaan ini hingga membuatku lupa sekarang, dan malah menikmati setiap sentuhannya di tubuhku.

Hisapan dan gigitannya yang begitu terasa nikmat dileherku dan juga remasan di dadaku yang masih terbalut sempurna oleh kain dan bra-ku. Ahni… aku sama sekali tak bisa menghentikannya.

Aku semakin terhanyut dalm dunianya. Dunia yang terasa nikmat dan terlihat penuh warna. Deru nafas dan detak jantungku sudah tak terkendali lagi sekarang. Kumohon, biarkanlah aku menikmati ini terus dan terus.

.

.

Kami duduk berhadapan dan sangat canggung sekarang. Duduk bersama di dalam gereja setelah apa yang kami lakukan kemarin. Dia menatapku dan mengusap lembut pipiku.

“Aku tak tahu harus berkata apa. Tapi kumohon, maafkan aku atas segala kesalahanku.”

Ia mendekat dan duduk disisiku. Memberikan aku satu kotak kecil, menggenggamkannya dalam genggaman tanganku.

“Jika kau percaya bahwa aku mencintaimu, datanglah lima tahun lagi ke gereja ini. Datanglah di hari ulang tahunmu jam sepuluh pagi. Dan disaat itu, kita akan bertemu dan menikah disini. Mianhe.”

Dia kembali menciumku. Meski sekilas, mengapa aku merasa begitu berat dan kehilangan. Perlahan ia menyudahi ciuman kami, beranjak dari duduknya dan perlahan melepaskan tautan jemari kami.

“Mianhe, tapi aku harus pergi.”

.

.

Dan setelah itu baru aku tahu, seluruh keluarganya pindah ke Jepang untuk mengurus bisnis yang ada disana. Aku datang kerumah besarnya, hanya bertemu dengan Jung Ahjussie, pelayan yang menunggu rumah itu.

“Tuan muda sekeluarga terbang ke Jepang kemarin. Dan aku kira mereka akan menetap disana.”

Aku hanya mengangguk lemah dan berjalan lemas kembali ke mobilku. “Antarkan aku ke Gereja di belakang sekolah.”

.

Dan disinilah aku, merenung dan terus berdo’a. Berharap semoga Tuhan mengabulkan semua do’aku. Setiap hari dari tahun ke tahun aku lalui dengan kesendirianku tanpa kehadirannya. Bukan aku tak mau mencari yang lain, hanya saja aku seperti terikat olehnya.

Aku menatap liontin kalung yang bertuliskan Cho Sungmin dalam huruf hangeul. Apakah artinya masih sama setelah beberapa tahun berlalu? Apakah artinya adalah bahwa aku akan menjadi istrinya setelah lima tahun ini?

.

.

“Minnie chagie, apa kau yakin dengan semuanya?”

Suara Umma mengagetkan aku. Ia berjalan pelan dan berdiri dibelakangku, menatap pantulan tubuhku yang terbalut pakaian yang begitu cantik. Gaun putih dengan beribu mutiara yang menghiasi renda-annya.

Wajahku yang terlihat sempurna dengan sedikit polesan bedak. Dan juga bunga mawar putih yang aku genggam. Aku menatap pantulan tubuhku dicermin. Memainkan jariku memegang liontin kalung yang diberikan Kyuhyun.

“Umma, tenanglah. Aku yakin dengan Kyuhyun.”

.

.

Dan aku sekarang duduk di mobilku ditengah macet yang tiba-tiba menutup semua jalan menuju sekolah kami dulu. Untuk sesaat aku lupa, jika ini adalah tahun baru di tahun 2011. Tahun baru yang sangat ramai di jalanan menuju sekolah kami.

“Aku akan berlari saja. Aku tak mau terlambat.”

“Tapi Noona…”

“Gwenchana.”

Aku segera turun dari mobilku dan berlari menuju gereja itu. Mengangkat rokku dan berusaha berlari secepat mungkin. Hingga akhirnya mataku menemukan seorang anak yang tengah menangis ditengah jalan. Kebingungan mencari orang tuanya.

Dan mataku menemukan mobil putih yang tengah mengebut melaju di ramainya jalan raya. Aku berlari cepat menuju anak itu dan mendorongnya kuat. Hingga akhirnya aku tak bisa melihat-apa-apa lagi kecuali mendengar tangisan lirih dan bunyi sirine ambulance. Hingga semuanya terlihat gelap dalam pandanganku.

.

.

Flashback mode Off

.

.

.

TBC

.

.

Bagaimana ? Gaje Kah ?

Mind To review…

44 thoughts on “I WILL ALWAYS LOVE YOU || KYUMIN||GS||CH.1||TwoShoot||

  1. Aigooo !! Jadi pas ketabrak pake baju pengantin ???😥

    kirain yang nabrak kyuuu ,.
    Hiks,..

    5 tahun ?? Kalo aku disuruh nunggu, gak bisa kali yak ==” ..

    Gak sabar mau baca lanjutannya ,.
    Next Chap :3

  2. Hallo Ama disini ikut baca yaaa~
    Mau komentar apa yaaaa bingung-_-v

    Ah kyumin pisah ya TT Minho jadi suka sama Ming ga boleh dibiarin tuh
    Sungmin itu dari keluarga miskin? Jadi dia ga bisa gantiin PSP kyuhyun tapi kok punya supir? Hehe
    Terusss waktu Kyuhyun teriak kata “Kya!” Kan buat perempuan=))
    Ah pokoknyaaa harus kyumin ya, Ming ga boleh luluh sama Minho:p Ama mau baca part2nya~

    Maaf ttg komentarnyaaa, Ama ga maksud apa-apa:)

  3. wuaah … baca part 1 bikin pusing lol knp minho yg nabrak kkk
    cara kamu nulis cerita ga berbelit2 sih mnrut aq .. keep writing yaaaa

    #lanjut part2

  4. What the???? O.o
    Ini cobaan banget buat mereka😦
    Astaga ~~ apa salah mereka Tuhan? Apa segitu sulitnya untuk mereka bersatu hmm???😦
    Hah~ Aku pasrah bacanya..
    Sekarang Sungmin buta. Dia harus apa?😦
    1 tahun dalam keadaan koma, apa Kyu masih menunggu dia?

  5. annyeong salam kenal ^^ saya reders baru di blog ini, dan ini ff pertama yang aku baca! \(^o^ °)/

    wahhh seru chingi!! knpa sedih bngt uminnya koma lama trus buta😥 ga bisa di percaya.. smoga kyu masih mnunggunya🙂 oh ya part 2nya di protek, aku boleh mnta PWnya chingu, ini nama fbku

    fb : Devi RatnaSari

    gomawo ^^

  6. hai salam kenal aku reader baru.baca ff ini the first time udah bikin penasaran. apa stlh 5th mereka akan bersama. thanks atas ff nya.

  7. wuah.. Ommo sungmin ketabrak ? Dia juga buta ? Wudah aku gak sabar part selanjutnya .. Tapi kenapa gak bisa di buka,. Minta password nya donk ..

  8. mig buta.
    pernukahn nya gak jadi.
    trs ap ming bkal ktmu kyu lg?
    penasaran
    likelikelikelike
    kak aku minta pw chap 2 dund
    085643161108 .makasih

  9. Eeh kok tragis ceritanya u,u bagus nih, ceritanya gk mainstream (y)
    hi thor~ aku reader baru! Ijin jelajah blognya buat baca ff kyumin ya? Gomao~

  10. Aigoo.. Min harus nunggu Kyu tanpa kbr, trus pas mau ke gereja kecelakaan, trus koma 1 tahun. Apakah di chap 2 dia happy ending?
    kyu tepat janji gk ya?
    eon minta pw chap 2 nya dong
    081547102922
    Arigatou Eon
    salam, Red Raccon🙂

  11. Wahhhh ternyata kyu suka sm minnie
    Sayang nya pas minnie mau nyamperin kyu … dia kecelakaan trus koma setelah setahun baru sadar … gmn nasib kyumin y ap kyu msh nunggu minnie ???? Smoga ending nya happy ending y
    Chingu aq minta pw next chap nya boleh ke ? Ke 08568727091

  12. eodiga Kyuhyun?
    kenapa ming sampe gk ketahun ngilangnya,? setahun pula..
    yg mengherankan kyu baru pindah, udah pindah lagi -_-
    mw baca next nya ahh

  13. Author ini pernah ada di ffn ga?
    kayaknya pernah baca.
    ini yang nanti minhonya mau nikahin sungmin kan?
    trus waktu kyuhyun ketemu sama subgmin di gereja sungminnya pura2 udah nikah sama minho trus ninggalin kyuhyun padahal sungmin kaya gitu krn sungmin ga mau kyuhyun tau kalo sungmin buta? iya kan ya?

    aku suka ff ini, hurtnya dapet romance nya juga.
    *kasihjempol*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s