MY FIRST LOVE STORY || Ch. 5 /10 || KYUMIN || YAOI

My First Love Story


Author : Rainy HearT

 

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin

– Other SUJU and DBSK member

 

Pairing : HaeMin slight KyuMin slight SiMin Slight HenMin Slight YeMin

 

Genre : Romance, Drama, Sad

 

Rating : T

 

Length : Series

 

Disclaimer : All cast punya diri mereka sendiri dan Tuhan.

 

Warning :BL/Boys Love/YAOI, EYD tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia, typos, gaje, dan cerita membosankan.

 

Sumarry : Cerita tentang cinta pertamaku, akankah aku bisa menemukannya kembali ?

 

Salah satu request-an dari readerku yang baik, PRESENTING “My First Love Story”


Terinspirasi saat liat vcr di SS4, tapi aku ubah semua ceritanya#kekekeke#

 

Mianhaeyo kalau jalan ceritanya makin ngawur dan membosankan. Untuk yang udah mau nyempetin waktunya buat baca and review author cuma bisa ngucapin “Jeongmall gomapseumnida.”

 

Happy Reading

 

ooo My First Love Story ooo


Previous chapter 4

.

Sungmin melangkah kembali ke rumah Siwon. Terus mengukir senyuman manis dibibirnya dan melangkah dengan santai sambil sesekali melompat gembira.

 

Sama sekali tak memikirkan namja yang sedari tadi menunggunya hingga tertidur. Sama sekali tak menyadari namja yang sedari tadi menatap semua yang ia lakukan dengan mata sedih dan sayunya.

 

“Mengapa, sangat sulit mendapatkanmu ? Mengapa kau suka sekali menyiksaku ?” Namja itu menyudahi kegiatannya mengintip Sungmin dari jendela depan rumahnya. Menghempaskan tubuhnya ke sofa di depan TV di ruang tamu itu.

 

“Apakah aku menyedihkan ?” Tanyanya pada dirinya sendiri.

 

“Aku pulang !”.

 

.

Chapter 5

.

.

Author POV

.

.

“Aku pulang !”

 

Sungmin berteriak masuk ke rumah Siwon. Suaranya terdengar sangat gembira dan wajahnya menyiratkan kebahagiaan. Ia membuka pintunya dan masuk ke dalam rumah Siwon. Ia menemukan namja tampan itu tengah duduk diam menatap dua kotak terbungkus kertas kado diatas meja. “Aku pulang Siwonie !”

 

“Kau sudah pulang Hyung.” Siwon menatap Sungmin dengan wajah masamnya. Khas orang marah dan patah hati. Sungmin merasa ada keanehan pada Siwon, ia duduk tepat disisi Siwon.

 

 

“Ada apa Siwonie ? Kelihatannya kau sedang tak baik saat ini. Kau sakit ?” Sungmin menempelkan tangannya ke dahi Siwon. Dia menggeleng imut. “Kau tak sakit.”

 

“Memang sakitnya bukan disana hyung. Tapi disini.” Siwon membawa tangan Sungmin ke dadanya, tepatnya ke dada sebelah kirinya. “Rasanya sangat sakit, sampai membuatku sulit bernafas hyung.”

Bingung pastinya. Sungmin sama sekali tak mengerti kenapa Siwon bersikap seperti itu padanya.

 

“Hmmm, memangnya kau sakit apa Siwonie ?” Siwon kesal dengan ekspresi Sungmin yang sama sekali tak menunjukkan bahwa dia mengerti dengan apa yang Siwon maksudkan.

 

“Lupakan sajalah hyung. Tidak penting.” Siwon melepaskan tangan Sungmin. “Ini hadiah dari Ummamu. Tadi dia datang saat kau pergi menonton konser, karena kurasa kau akan lama pulang jadi aku memintanya untuk menginap. Tapi mianhe hyung, dia memaksa untuk pulang jadi dia langsung pulang.”

 

“Gwenchana Siwonie. Nanti aku bisa menelfonnya. Lalu itu yang satu lagi dari siapa ?” Sungmin menunjuk satu kado lagi, kotaknya lebih kecil dan tipis.

 

“Itu dariku hyung.” Siwon berdiri, ” Sebagai pengingat untukmu.” Siwon menutup matanya dan melangkah membelakangi Sungmin. “Juga untuk mengingatkanmu bahwa aku ada disini untukmu hyung.” Sungmin mengernyit tak mengerti. “Maksudmu apa Siwonie ?” Sungmin berdiri mendekati Siwon dan menghentikan langkahnya. “Ada apa denganmu Siwonie ?”

 

.

Greeppp…

.

Siwon memeluk Sungmin, mencium keningnya dengan lembut untuk mencurahkan semua rasa cintanya yang semakin tak berbalas. “Siwonnie…” Sungmin mencicit lirih di pelukan Siwon.

“Saengil chukkae hyung, semoga semua mimpimu bisa terwujud.”

 

“Gomawo Siwonie, tapi tolong lepaskan pelukanmu. Sesak.” Dengan berat hati Siwon melepaskan pelukannya pada tubuh Sungmin. “Mengapa jika aku yang melakukannya kau bertambah dingin dan bersikap lain padaku hyung ?”

 

“Apa maksudmu ?” Sungmim memang tak bisa mencerna semua perkataan Siwon.

 

“Bukankah hal yang kulakukan sama dengan yang ia lakukan ?” Siwon kembali membelakangi Sungmin. “Apa sebenarnya maksudmu Siwonie ? jangan berbelit begitu.”

 

“Jika hatiku sakit melihatmu menangis setiap malam karena mimpi burukmu, aku masih bisa menahannya hyung. Jika kau menangis saat mengingat kekasihmu itu dan selalu menolakku, aku masih bisa menerimanya. Tapi saat kau tak membalas perasaanku dan memilih sahabatku sendiri, rasanya sangat menyedihkan hyung. Dan aku tak bisa menahannya.” Siwon langsung bergegas pergi ke kamarnya, dia sudah tak bisa menahan hatinya lagi.

 

Perlu lebih dari bermenit-menit bagi Sungmin untuk mengerti bahwa Siwon telah melihat apa yang ia dan Kyu lakukan di depan rumah tadi.

 

Sungmin bergegas menuju kamar Siwon, berusaha untuk membuka pintunya yang ternyata dikunci. “Siwonie, buka pintunya.” Namun sama sekali tak ada sahutan dari dalam. “Siwonie, kita harus bicara, buka pintunya !” Sungmin sedikit berteriak dan mengetuk dengan keras pintu kamar Siwon. Namun sama sekali tak ada jawaban.

 

Merasa kesal, akhirnya ia kembali duduk di sofa dan menatap kado dari Siwon dan Ummanya. Ia membuka kado dari Ummanya. Syal rajutan berwarna merah dan hijau, dengan rajutan namanya di bagian ujung syal itu. “Semoga selalu bahagia dan bisa menemukan kekasih yang akan mencintaimu selamanya, with love Umma.” Sungmin membaca selembar kertas kecil di dalam kotak itu. Ia lalu beralih ke kotak hadiah dari Siwon. Perlahan ia membukanya.

 

Sebuah bingkai foto, kenangan mereka saat natal kemarin. Foto Siwon memegang setangkai bunga mawar merah dan juga bantal dengan bentuk hati berwarna merah bertuliskan, ‘The Prince bring the Love for You.’ Bantal hadiah saat mereka bermain game di game centre saat natal kemarin. Bantal yang sudah menemani tidur Sungmin bersama boneka kelincinya yang lain. Sungmin menghela nafasnya, “Huh… Kenapa semua menjadi begini.” Ia melangkah lemas membawa semua hadiahnya ke kamarnya.

.

Ceklek…

.

“Ommo…!”

.

Lee Sungmin POV

.

.

Akumelangkah masuk ke kamar dan duduk disisi kasurku. Meletakkan semua hadiah diatas meja lampu tidur dan menatap namja imut yang tidur di kasur sambil memeluk boneka bunny besar milikku.

“Henry,” aku menepuk pelan bahunya. Biar bagaimanapun aku juga mengantuk. Kalau dia tidur disini bagaimana denganku ?

 

“Henry, ireonna ! ” Aku kembali menepuk bahunya kali ini agak kencang. Tapi kurasa dia juga tak akan bangun. Huh, bagaimana ini ? Aku mengganti bajuku dulu dengan piyama dan pergi ke kamar mandi. Saat aku kembali Henry sudah duduk di kasurku dan tersenyum menatapku. “Minnie hyung.”

 

“Nde Henry, akhirnya kau bangun sendiri.” Henry hanya tersenyum innocent dan memeluk bonekaku kembali. ‘Kenapa dengan dia ?’

 

“Hyung, aku boleh tidur denganmu tidak ?”

 

“Mwo ?” Apa aku tidak salah dengar ?

 

“Hyung, boleh kan aku tidur disini ?” Kulihat wajahnya memelas sekali, bagaimana ini ?

 

“Hyung, aku rindu Daddy dan Mummy. Meski dirumah aku jarang bertemu mereka, tapi kalau tahun baru mereka pasti menghabiskan malam bersamaku.” Huh… My little mochi merajuk. Lihatlah puppy eyes dan wajah menggemaskan itu. Bagaimana aku bisa menolak untuk tak menginjinkannya tidur bersamaku.

 

Hmm… Mungkin sekali ini saja tidak apa-apa. “Baiklah kau boleh tidur bersamaku, tapi boneka bunny itu taruh di bawah saja, karena kasurnya kecil nanti aku mau tidur dimana jika kau memeluk bunnyku terus.”

 

Dia melepaskan bonekanya dan tersenyum padaku. “Lagipula sudah ada Bunny Min yang bisa aku peluk.”

 

“Siapa Bunny Min ?” Dia tersenyum dan menunjukku. “Bunny Min itu, Sungmin hyung. Karena hyung sangat menyukai kelinci jadi nama panggilan sayang dariku untuk hyung adalah Bunny Min. Hyung berikan satu tanganmu.”

 

‘Hmmm, anak manis. Aku memberikan tangan kananku, dia meletakan di dadanya. “Rasakan hyung, jantungku berdebar kencang.”

 

“Lalu, kenapa ? Apa kau sakit Henry ?” Hmmm… Hari ini semua orang sedang aneh padaku. “Aku selalu merasakan jantungku berdebar lebih cepat jika bersamamu hyung. Bagaimana jawaban perasaanmu jika aku menyukaimu ?”

 

“Mwo !” Ini tidak mungkin, bagaimana bisa seperti ini ? Apa yang harus aku jawab ?

 

“Hyung ?”

 

“Akh, ne Mochi.”

 

“Bagaimana hyung ?” Hmmm, wajah menggemaskan itu membuatku kasihan padanya ? Tapi bagaimana dengan Kyu ? Yesung ? ‘Eh, kenapa aku memikirkan mereka ?’

 

“Hyung, kau tidak menyukaiku ya ?” Wajah sedihnya semakin membuatku kasihan padanya. Akh ! Aku pusing, kenapa menjadi seperti ini ?

 

“Ahni Henry, aku menyukaimu. Hanya saja rasa suka itu sebatas hyung pada dongsaengnya.”

 

“Tapi hyung, aku ingin kau menjadi namjachinguku.”

 

‘Habislah aku sekarang. Aku tak mungkin menyakiti dua namja dalam satu malam ini. Apakah aku kejam ? Kenapa menjadi begini ?’

 

“Sudahlah hyung, aku tak akan memaksamu. Yang penting sekarang kau sudah tahu bagaimana perasaanku. Ayo tidur saja, kau pasti sudah lelah.”

 

“Nde Henry, mianhe tak bisa menjawab perasaanmu sekarang.” Aku merebahkan tubuhku disisinya. Rasanya begitu canggung karena ini pertama kalinya aku tidur dengan namja lain.

 

“Sudahlah hyung, jangan dipikirkan. Ayo tidur saja.”

.

Greep…

.

Dia melingkarkan lengannya di pinggangku. Memang dia lebih muda dariku, juga lebih manja. Tapi tubuhnya lebih besar. Akh, lengannya berat juga. “Henry, lenganmu…”

 

‘Akh, dia sudah tidur.’ Baiklah Sungmin kau harus merelakan malam pertamamu dengan namja china yang sangat amat menggemaskan seperti Henry. Meski rasanya canggung, tapi ini bukan hal buruk.

.

.

Semalaman aku tak bisa tidur. Bagaimana bisa Henry memelukku begitu erat seperti aku ini bantal gulingnya dia saja. Lebih baik aku bangun dan membuat sarapan. Dengan susah payah aku menyingkirkan tangan Henry yang masih memeluk pinggangku dengan erat. Dan kakinya yang masih melilit erat di kakiku. Huh, pagi-pagi aku sudah bersusah payah berolahraga untuk melepaskan diriku sendiri.

 

Aku membersihkan diriku dan pergi menuju dapur. Disana sudah ada Siwon yang mungkin membuat sarapan juga. Rasanya sangat canggung karena kejadian semalam. Huh, aku harus bisa memperbaiki hubungan kami. “Biar aku yang membuatkannya untukmu Siwonie, kau duduk saja.” Aku berusaha mengambil alih pekerjaannya. Dia sedang membuat telur untuk mengisi rotinya. Kulihat dia juga sudah menggoreng ham dan meletakannya di atas roti yang sudah di panggang. “Biar aku saja yang membuatnya hyung.”

 

Huh, masih marah rupanya. “Kalau begitu aku yang akan membuat minumnya. Kau mau susu atau kopi ?”

 

Dia tidak menjawab, dan wajah masam itu kembali ia tunjukkan padaku. “Ayolah Siwonie, kenapa kau selalu seperti ini ?”

 

“Hyung, kau tahu kan kalau aku lebih suka kopi. Atau kau sudah lupa semua kesukaanku ?” Akh iya, aku memang lupa. Lee Sungmin kau payah. “Hyung !”

 

Hmm, apa lagi kali ini. “Selamat pagi hyungdeul !”

 

“Pagi Henry.” Aku menjawab sapaannya, tapi lihatlah Siwon. Dia menatap Henry seakan adiknya itu benar-benat kue mochi yang siap disantap. Kenapa sih dia ?

 

“Hyung, kenapa meninggalkan aku sendirian? Kenapa tak membangunkan aku ?” Ah, pasti Siwon tahu kalau Henry tidur bersamaku tadi malam. Aish, menambah masalah saja.

 

“Sepertinya, kau akrab sekali dengan Minnie hyung, sampai kau harus tidur di kamarnya tadi malam.”

Huh, perkataan Siwon sangat dingin dan lantang dan yang pasti sukses membuat rasa bersalahku makin menumpuk. ‘Ottokhe ?’

 

“Tentu saja hyung, aku kan sedang berusaha membuat Minnie hyung menyukaiku.” Huh, bisa-bisanya dia bicara seperti itu didepan Siwon.

 

“Baguslah Mochi. Kuharap kau berhasil.”

 

Hei, apa-apaan dia itu ? Kenapa bicara seperti itu ? Huh benar-benar, aku harus bicara baik-baik dengan Siwonie kali ini. Aku sama sekali tak berniat menyakiti siapapun. Termasuk Henry dan Siwon.

 

‘Huh, mereka membuatku pusing.’

.

Lee Sungmin POV end.

.

“Jadi apa yang akan kau bicarakan hyung ? Aku harus bergegas karena setelah ini aku ada rapat di hotel lain.”

 

Siwon dan Sungmin sekarang sedang menikmati jam makan siang mereka di sebuah restoran di depan kantor mereka. Baru saja mereka selesai rapat dengan salah satu klien Siwon di hotel dekat kantor mereka dan nanti mereka akan rapat lagi dengan klien lain tapi Siwon hanya berangkat sendiri.

 

“Kenapa kau tak mengajakku Siwonie ?” Sungmin menanyakan alasan Siwon yang tak mengajaknya. Tentu saja karena hotel untuk rapat kali ini dekat dengan kantor Kyu. “Uh, itu karena kau harus menjaga kantor, nanti ada klien yang akan datang. Kau temui dia dan bantu promosikan perusahan kita.”Siwon berkelit dengan alasan yang memang hanya omong kosong belaka.

 

“Ah, nde. Begitu ya.” Sungmin mengaduk supnya. Dia sedang gelisah, “Siwonie, soal tadi malam itu aku…”

 

“Lupakan saja hyung. Tak usah dibicarakan lagi.”

 

“Tapi Siwonie, aku benar-benar tak tahu kalau kau melihat aku dan Kyu. Aku…” Sungmin bingung harus bicara bagaimana karena dia sangat takut hanya menambah luka hati Siwon. “Kau apa hyung ?” Siwon berdiri dan meninggalkan beberapa lembar uang di atas meja bersama bill makan siang mereka.

 

“Jika kau tahu aku melihatmu, kau tak akan melanjutkan kegiatan bermesraanmu begitu ? Sudahlah hyung, aku juga yang salah. Harusnya aku sadar jika dari awal aku memang tak memiliki hatimu meski hanya sedikit. Aku tak memilikinya.” Siwon pergi meninggalkan Sungmin. Sementara Sungmin hanya terdiam memikirkan semua perkataan Siwon.

 

‘Benarkah aku sekejam itu ? Benarkah aku sangat jahat dan keterlaluan padanya ?’ Sungmin menatap keluar jendela restoran di depan kantor mereka. Dia merenung memikirkan semua hal yang ia alami.

 

“Aku harus bagaimana ?”

 

Ia terus merenung dan tak kembali ke kantor meski jam makan siang sudah habis dari tadi.

 

“Hyung !” Seorang namja dengan kacamata hitam dan jas putihnya berjalan mendekati Sungmin. “Eh, darimana kau tahu aku disini ?”

 

“Aku dari kantormu, dan resepsionisnya mengatakan jika kau dan Siwon belum kembali sejak makan siang tadi. Kemana Siwon ?”

.

Lee Sungmin POV

.

Kenapa selalu disaat aku gelisah seperti ini, ia datang menghampiriku.”Dia ada rapat lain dengan klien.”

 

“Kau tak ikut dengannya hyung ?”

 

“Ahni, dia tak mengajakku. Katanya aku harus menemui klien di kantor.” Hmmm, rasanya aku seperti terdakwa dengan begitu banyak ancaman hukuman. Bebannya berat sekali. “Hyung, kau tak makan ? Kenapa makan siangmu masih utuh ?” Kenapa dia perhatian sekali padaku ? Jangan sampai aku benar-benar jatuh cinta padanya. “Ahni Kyu, aku tak lapar. Sudahlah aku harus ke kantor dulu.” Aku hendak beranjak jika saja tangannya tak keburu memegang pergelangan tanganku dengan erat.

 

“Hyung, aku tahu kau tak jadi makan. Sebaiknya kita makan saja dulu. Lagipula ini hari Sabtu dan sudah sore. Mana ada klien yang akan datang ke kantor.”

 

Aku melihat jam tanganku, dan dia benar. Ini sudah jam 3, tak terasa aku cukup lama berdiam diri di restoran ini.

 

“Pelayan !” Dia memanggil pelayan dan mau tidak mau aku harus makan karena dia benar-benar pintar memaksaku. “Makan atau kau akan pulang sendiri. Kau ingat kan hyung, kalau kau trauma menyetir mobil ?”

 

Ancaman macam apa itu, huh menyebalkan. “Huh, baiklah terserah kau saja.”

 

“Noona, tolong menu nomor 2 dan nomor 5. Lalu bersihkan semua yang ada di meja ini.”

 

“Nde, silahkan menunggu pesanan anda.”

 

“Aku benar-benar tak lapar Kyu. Kau ini suka sekali memaksakan kehendak sih.” Aku menatapnya tajam, tapi ternyata ia malah menyeringai dan itu lebih menakutkan bagiku. “Hyung, kau ada masalah apa dengan Siwon ?”

 

“Kenapa menanyakan hal seperti itu ?” Aneh, kenapa dia selalu tahu masalahku.

 

“Kau pikir aku tak melihat wajahmu yang memperburuk pemandanganku hari ini. Apa kau tak sadar, jika terus masam begitu kau sangat jelek hyung.”

 

“Sudahlah, tak usah mengataiku.” Habis mau bagaimanalagi, aku tak bisa berhenti memikirkan keadaan Siwon saat ini. Aku pusing, apalagi dengan Henry yang menyukaiku. “Hyung, jangan melamun didepanku.”

 

“Akh, mianhe Kyu.” Aku merasa sangat dekat dengan Kyu, rasanya aku begitu merindukannya. Aneh, tentu. Apa karena hati Kyu adalah hati Hae ?

 

“Aku bilang jangan melamun saat aku ada disini hyung. Bisa-bisanya kau mengacuhkan aku dan memilih memikirkan masalahmu sendiri.” Wajah tampannya sangat menyedihkan dan membuatku ingin tertawa. Puppy eyes yang gagal.

 

“Buahahahaha… Lihatlah Kyu, kau sungguh tak pantas berwajah seperti itu.” Aku tak bisa menahan tawaku. Wajahnya benar-benar lucu. “Aish, hentikan menertawakanku. Katakan apa masalahmu dengan Siwon ?”

 

“Itu, masalah itu tidak penting, jadi tak usah dibicarakan lagi.”

 

“Hyung, Siwon temanku sejak kecil dan kukira kau tahu itu.” Hmm, benar aku tahu itu. Dan rasa bersalahku ini semakin tak bisa kuhilangkan. Apa aku memang harus menceritakannya pada Kyu.

“Ehm, sebenarnya Kyu masalahnya itu ka…”

 

“Silahkan menikmati.” Hmmm, baru saja mau bicara. Pelayan sudah datang membawa pesanan kami. Kyu langsung menarik menu makanannya dan juga menuku. “Hei, katanya aku disuruh makan, lalu kenapa untukmu semua ?”

 

“Katanya kau tak mau lapar, jadi biar untukku.” Apahhh…! Seenaknya saja, biar bagaimanapun aku juga lapar setelah melakukan dua kali rapat pagi tadi. “Arraseo, aku bisa memesan sendiri. Pel…” Belum juga aku selesai berteriak dia sudah memyumpal mulutku dengan fishball. “Enak kan hyung ?”

 

Aku hanya mengangguk, bagaimana bisa menjawab jika mulutku penuh dengan satu bola ikan yang biasanya kumakan tiga kali suapan.

 

Dia menyendok nasi dengan sedikit sup. Meletakkan sedikit sayuran diatasnya. “Aaaaahhh… ” Dia menyuapiku. Huh cukup sudah, apa yang dia lakukan padaku semakin membuatku merasa jika dia memang pengganti Hae. Selalu saja bersikap manis padaku. “Ayo hyung, buka mulutmu. Aaahhhh…”

 

 

Daripada aku malu karena pengunjung lain sudah menatap heran padaku lebih baik aku menerima suapannya. “Good boy, anak pintar yang sangat manis dan cantik. ” Huh… semakin membuatku malu saja. “Sudahlah Kyu, biar aku makan sendiri. ” Aku menarik nampan menuku dari hadapannya. “Siapa juga yang mau menyuapimu lagi hyung.”

 

“Kyu…!”

 

Malu ? Tentu saja. Kyuhyun benar-benar menyebalkan. Aku kesal, rasanya sungguh menjengkelkan. Aku berdiri dan hendak pulang ke kantor. “Meski kau tak mengantar aku, aku bisa pulang sendiri.” Aku berjalan disisi tempat duduknya.

 

.

“Ommo …” Suaraku tercekat, jantungku berdebar sangat kencang. “Kyu, lepaskan lenganmu dari pinggangku.” Dia hanya menggeleng dan menyeringai padaku. “Ayolah, aku malu Kyu.”

 

Tapi apa yang dia lakukan, “Kalau begini lebih nyaman bukan ? Meski kau malu aku tak peduli. Duduklah diam dan tenang karena kau lumayan berat. Aku akan menyuapimu.”

 

Aku semakin malu sekaligus tersanjung atas apa yang ia lakukan. Seenaknya saja ia mendudukkanku di pangkuannya. Pandangan pengunjung lain seakan tak dipedulikannya. “Tapi Kyu, kau tahu ini ditempat umum, a…” Akhirnya aku tak bisa melanjutkan protesku karena dia menyumpal mulutku dengan fishball lagi. Benar-benar… Akh entahlah, aku tak suka dia seperti ini padaku karena jantungku berdebar sangat kencang terus dan terus. “Nah hyung aaaaa…” Dia kembali menyuapiku.

 

Aku mendengarnya namun tak ingin membuka mulutku. Rasanya mengalihkan pandangan dari mata obsidiannya yang tajam sebentar saja bisa membuatku kehilangan arah. Mata tajam itu sekarang lebih menarikku dari pada mata biru kehijauan yang kurindukan, mata milik Hae.

 

“Hyung, aku tahu aku tampan. Tapi jangan menatapku seperti itu. Kau membuatku menunggu lama dan tanganku hampir kaku karena lemas terlalu lama memegang sendok di depan mulutmu.” Aku hanya bisa tersenyum melihatnya, “Mianhe Kyu.” Aku membuka mulutku. Hmmm makan siang yang menyenangkan.

 

“Hyung setelah ini aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.”

 

“Tapi Kyu aku harus pulang. Siwon…”

 

“Aku tak menerima penolakan apapun hyung. Masalah Siwon biar aku yang akan menjelaskan padanya.” Akh bisa tambah menjadi masalah jika dia melakukannya. “Ahni Kyu, aku akan pulang saja aku harus…”

 

“Minnie hyung, aku tak ingin mendengar penolakan apapun. Atau aku akan sangat amat marah padamu.”

 

Bagus Lee Sungmin, sekarang kau membuat semua orang akan marah dan membencimu. “Huh, arasseo. Tapi aku harus ke kantor dulu mengambil tasku.” Dia mengangguk, “Hmmm, baiklah. Ayo makan lagi. Aaahhh…”

 

 

‘Apakah ini yang kau mau Hae ?’ Aku akui hati ini selalu bergetar lembut saat didekatnya.

‘Huh bagaimana dengan Siwon ? Pasti dia akan bertambah marah padaku. Akh bagaimana jika mereka bertengkar karenaku ?’

.

Lee Sungmin POV end

.

“Aku kembali ! ” Teriakan namja cantik itu menggema di sebuah apartemen yang cukup besar milik sepupunya. “Kibum hyung !” Namja cantik itu terus berusaha mengetuk pintu apartemen yang ada didepannya. “Kemana sih ?” Ia sudah mengumpat berylang kali dalam hatinya. Akhirnya setelah menunggu terlalu lama ia merasa bosan. Ia meninggalkan semua barang bawaannya di meja resepsionis di lantai bawah. “Aku akan pergi sebentar, jika Kim Kibum sudah pulang, tolong sampaikan padanya jika sepupunya mencarinya.”

 

“Nde, akan saya sampaikan.” lalu namja itu pergi keluar gedung apartemen. “Lebih baik aku mencari makan, rasanya lapar sekali.” Dia berhenti di sebuah food court dengan berbagai macam makanan ringan yang berjejer dimana-mana. “Wah sepertinya enak.” Ia mencoba salah satu makanan yang di jajakan disana dan berjalan-jalan.

 

‘Eh…’ Matanya tertuju pada satu poster besar yang terpampang di depan pintu sebuah bioskop. “Kim Jong Woon.” Matanya berbinar melihat namja tampan dengan baju panggung yang berwarna merah dan hitam. Rambut sedikit acak-acakan memberikan kesan bad boy yang membuatnya semakin terlihat tampan.

 

“Kau semakin tampan Hyung.” Namja itu mengusap pipi pada foto namja yang ada didepannya. “Aku merindukanmu. Hmmm, baik lah Kim Ryeowook ayo berjuang. Hyung, aku akan menemukanmu. Got cha !” Dia tersenyum penuh semangat dan kembali melanjutkan perburuan kulinernya.

.

.

“Heh, tidak bisa begitu !”

 

“Jangan berteriak padaku. Dasar kau namja tak punya sopan santun !” Teriak namja cantik itu lebih keras.

 

“Bagaimana kau bisa bicara seenaknya padaku.”

 

 

“Kau saja yang seenaknya. Kenapa bisa keuntungan dari iklan lebih besar untukmu sementara aku ini artisnya. Seharusnya bayaranku lebih besar.” Namja berlesung pipi itu menatap tajam namja didepannya.

 

“Hei, kau ini menyebalkan sekali. Kim Ki Bum, jika kau tak mau menjadi bintang iklannya juga tidak apa-apa. Aku bisa mencari artis yang lain.” Siwon membentak Kibum dan beranjak dari kursinya.

“Coba saja sana mencari artis lain, aku tak yakin nantinya perusahaan Cho itu akan menerima jika kau tak memakai aku sebagai model iklan produk terbaru mereka.”

 

“Aish, kau ini benar-benar.” Siwon kembali duduk di kursinya. Kibum menatap penuh kemenangan di depan Siwon. “Baiklah aku akan mengubah kontraknya.”

 

“Nah, kalau begitu dari tadi pasti kita tak usah bertengkar.” Kibum tersenyum dingin mengejek dan penuh kemenangan. Sedangkan Siwon sibuk bermain dengan laptopnya. “Huh, dasar namja menyebalkan. Cantik sih cantik tapi kenapa dingin begitu.” Siwon menggumam lirih yang ternyata Kibum bisa mendengar gumamannya. “Kau bilang apa !” Kibum menatapnya tajam. “Seenaknya mengataiku cantik, aku ini tampan tahu.”

 

Siwon hanya tersenyum kecil.

.

.

“Sunbae, tolonglah kau ini kenapa terus saja mengikutiku.” Henry menghentak kesal. Saat ini ia sedang berkunjung ke sebuah universitas yang disarankan kedua orang tuanya. Karena di universitas ini ada putra sahabat Ummanya. Pertama kali menginjakkan kaki di universitas itu ia langsung mencari namja yang bernama Jung Zhoumi.

 

Tapi saat sudah ketemu namja bernama Zhoumi itu terus saja mengikuti Henry kemanapun, termasuk toilet. Padahal Henry sudah bertemu dengan teman-teman barunya. Dua yeoja centil yang populer dikampus.

 

“Sudahlah sunbae, aku ini mau ke toilet. Memangnya kau mau mengikutiku sampai ke toilet ?”

 

“Ahni, aku akan menunggumu di pintu keluar saja.” Henry mendengus kesal. “Tapi setelah ini aku akan pulang sunbae.”

 

“Kalau begitu aku yang akan mengantarmu.”

 

“Sunbae !” Henry berteriak keras, namun Zhoumi menanggapinya dengam sangat santai, “Nde mochi …”

 

“Aishhh, seenaknya saja memanggilku mochi.

.

 

T.B.C.

 

RCL ???

11 thoughts on “MY FIRST LOVE STORY || Ch. 5 /10 || KYUMIN || YAOI

  1. Ping-balik: URL

  2. Aseeeeeekkk
    Muncul smua makhluk” tampannya ~~
    Kan klo bgini crtanya gak rbutaan ,,
    Hahahaii
    Kkreeen onn, lanjooott !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s