Snowdrop Ch. 9 || KyuMin || YAOI

SNOWDROP

Author : Rainy Heart

Length : Series

Rated : T to M

Cast :

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

And other SUJU and DBSK member

Pairing : KYUMIN and Other Pair

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. But Sungmin punyaku #plak#

Genre : Romance / Drama

Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, M-Preg, gaje, typo disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.

Summarry : “…aku tak akan hidup saat bunga lain bermekaran namun aku akan mekar saat bunga lain telah berguguran…”

JEONGMALL MIANHAMNIDA ! Hhhhh… Author sibuk kerja, jadi lama updatenya deh. Yang dah nunggu ni FF ampe jamuran,,, jeongmall mianhaeyo. Hwaiting ! #menyemangati diri sendiri#.

HAPPY READING


Previous Chapter 8

.

“Minnie chagi, aku hanya khawatir akan terjadi hal buruk padamu. Tapi jika kata dokter ini tidak apa-apa, tentu saja aku akan sangat senang memiliki aegya secantik dan semanis dirimu.”

“Jeongmal ?” Sungmin menatap Kyu dengan mata sendunya. Kyu hanya mengangguk dan kembali mencium pipi Sungmin. “Kalau begitu bisakah kau mengabulkan permintaanku ?”

“Apa yang kau inginkan chagi ?” Sungmin terlihat berfikir. “Aku ingin es krim rasa strawberry 2 cup besar tapi aku tak mau rasanya manis Kyunnie.”

“Jadi ?”

“Aku mau rasanya pedas dan asin. Bagaimana ? Bisa kan ?”

“Mwo ?”

.

.

oooSNOWDROPooo

Chapter 9

Cho Kyuhyun POV

Aku membawa Minnie hyung ke taman rumah sakit. Aku berusaha membujuknya agar tak marah padaku. “Minnie Hyung, mianhe. Aku tak bermaksud seperti itu. Tentu saja aku senang karena aku akan mempunyai anak dari pernikahan kita.”

Aku memegang dagunya dan mencium bibir keringnya. “Minnie chagi, aku hanya khawatir akan terjadi hal buruk padamu. Tapi jika kata dokter ini tidak apa-apa, tentu saja aku akan sangat senang memiliki aegya secantik dan semanis dirimu.”

“Jeongmal ?” Mata foxy yang seharusnya cantik itu kini berubah menjadi sendu dan merah. Ia menatapku, dan aku hanya mengangguk dan kembali mencium pipi chubbynya. “Kalau begitu bisakah kau mengabulkan permintaanku ?”

Ia menatapku lagi, sedikit tersenyum dan merajuk, “Apa yang kau inginkan chagi ?” Ia terlihat berfikir, benar-benar menggemaskan. “Aku ingin es krim rasa strawberry 2 cup besar tapi aku tak mau rasanya manis Kyunnie.”

“Jadi ?”

“Aku mau rasanya pedas dan asin. Bagaimana ? Bisa kan ?”

“Mwo ?” Dimana aku mencari ice cream seperti itu. “Mana ada yang seperti itu chagi.”

“Kyunnie… Ayo belikan untukku.” Lihatlah dia yang merajuk padaku, puppy eyesnya sudah berhasil meruntuhkan hatiku. Biar bagaimanapun, aku ini namja pintar. Kalau tidak ada yang jual aku bisa pesan atau membuatnya sendiri.

“Kyunnie, kenapa diam saja ? Kau akan membelikannya untukku kan ?” Sungmin hyung merajuk lagi padaku. Lengannya sudah melingkar dengan cantik di leher dan pinggangku. Ah lihatlah kissmark di lehernya, hasil karyaku tadi pagi. ‘Akhh… Melanjutkannya beberapa ronde tidak apa-apa kan !’ Hehehehehe

“Awwww !” Aish dia mencubitku.

“Kyunnie, jangan melihatku begitu. Kau ini mesum sekali sih. Pokoknya kalau belum ada ice cream jangan harap bisa dekat-dekat denganku. Huhh…” Minnie hyung berjalan ke parkiran menuju mobil kami. Dia berjalan dengan cepat dan terpaksa aku sedikit berlari untuk mengejarnya.

“Pelan saja jalannya chagi, kau ini sedang hamil. Nanti kalau jatuh bagaimana ?” Aku meraih lengannya dan membimbingnya berjalan ke mobil kami. “Kita ke toko ice cream ya.”

“Gomawo Kyunnie.” Minnie hyung mencium pipiku. Benar-benar menyenangkan, tak ada ruginya dia hamil. Selain lebih manis dan tidak galak lagi, kulihat dia semakin cantik sekarang.

.

.

Kami sampai di toko es krim dekat rumahku. Minnie hyung mendorong tubuhku kuat. “Ayo Kyunnie, sana pergi masuk dan cari ice creamnya untukku.” Aku mengusap pipi chubbynya yang makin membuatnya terlihat cantik. “Nde baby Min sayang. Aku akan cari untukmu dan aegya kita.” Aku mengusap perutnya yang rata. Hhhhh rasanya mendebarkan sekali, aku akan menjadi Appa.

Aku masuk ke toko es krim dan langsung menuju meja pemesanan. “Apa bisa aku memesan es krim strawberry rasa asin dan pedas. Tapi jangan manis.”

“Mwo ? Memangnya kau pikir keripik, pedas dan asin. Ada-ada saja.” Salah satu noona yang ada disana asal menjawab dan terkesan mengomel padaku.

“Makanya aku mau memesannya, bisa tidak ?” Ihh… Pelayan yang menyebalkan. Kenapa melihatku ketus begitu ?

“Bisa, tapi kalau rasanya tidak enak jangan menyalahkan toko kami. Silahkan menunggu dan duduk dulu.” Noona waiter yang lain melayaniku. Ia lalu masuk ke dalam dapur. Aku duduk menunggu di kursiku.

Toko es krim ini memang cukup terkenal karena rasanya ice creamnya yang enak dan juga menerima pesanan. Aku menunggu lebih dari sepuluh menit.

“Silahkan ini ice creamnya, dan ini billnya. Silahkan di bayar di kasir.”

Aku membayar ke kasir dan pergi ke mobilku lagi. Aku menyerahkan 2 cup ice cream pada Minnie chagiku yang sudah memasang wajah cantiknya yang berbinar-binar. Aish… Cantik sekali. “Wah… Kelihatannya enak. Terima kasih sudah menjadi Appa yang baik Kyunnie.” Sungmin hyung mencium bibirku sekilas. Ahhh… Menyenangkan sekali. “Ini… hadiah untuk Kyunnie.”

“Mwo…! Tapi chagi ini,” Hhhh kenapa ini terjadi padaku.

“Kyunnie tidak mau ice cream ya ?” Ahhh lihatlah, wajahnya sudah berubah lagi. “Baiklah chagi, aku makan ya… ”

“Emmmm biar aku menyuapimu yeobo,” Huah… Matilah aku sekarang. Tak bisa kubayangkan bagaimana rasanya. “Aaaaahhhh,” bagaimana ini ? “Baby Kyunnie, ayo dong buka mulutmu.”

Akhirnya aku harus menyerah kalah pada bunny Min-ku yang sangat amat menggemaskan sekarang ini. Aku benar-benar ingin mencubitnya karena kesal. ‘Uweeeek… Rasanya berrrrrrr…’

“Bagaimana Kyunnie ? Enak ?” Aku hanya mengangguk karena masih menahan ice cream itu di mulutku. Rasanya benar-benar asin dan pedas. Kulihat Minnie hyung sudah mulai memakan cup ice cream miliknya. “Baby Kyunnie, ayo habiskan. Kalau kau sampai kalah denganku jangan harap kau bisa menciumku lagi.”

“Mwo !” Akhhh… baiklah Kyu, biar bagaimanapun dia ini istrimu yang tercantik, tersesksi, ter-hot yang kau miliki. Jangan sampai aku puasa (?) bertahun-tahun hanya karena ice cream. Aku memakan ice cream rasa aneh ini dengan lahap. Biar bagaimanapun aku harus bisa mengalahkannya. Perutku terasa seperti diaduk-aduk tak jelas. Ini benar-benar membuatku mual. Aku merasakan ponselku bergetar di saku celanaku.

“Nde Umma.”

“…”

“Aku hanya membawa Minnie hyung menemui dokter Kim Umma.”

“…”

“Ahniyo, dia tidak sakit Umma tapi dia ha…” belum selesai aku bicara Minnie hyung sudah merebut ponselku. “Teukki Umma, Heechul Umma, Han Appa… Minnie hamil !” Minnie hyung berteriak sangat keras di dalam mobil.

“…” Aku hanya mendengar ramai tawa banyak orang di tempat Umma.

“Umma, kami akan segera pulang. Aku tunggu di rumah ya. Pay pay.”

“Chagi, jangan berteriak begitu, nanti menarik perhatian orang.” Aku mencoba menenangkannya yang masih saja tersenyum. “Itu karena aku sangat senang mengetahui aku bisa hamil Kyunnie.” Meski sangat manis tapi bagiku dia terlihat aneh sekarang. “Jangan tersenyum begitu chagi, kau lebih cantik jika diam dan tidur saja.” Aku menepuk pahaku, “Sini tidur di pangkuanku. Nanti kalau sudah sampai rumah akan ku bangunkan.”

Dia mengangguk, memang istriku ini sangat penurut. Dan juga sangat manis. Meski rumah kami dari toko ice cream dekat tapi karena salju yang menumpuk di jalan, mobil kami harus melaju pelan.

Aku menatap wajah cantiknya yang kini sudah tertidur pulas. Kurasa ia benar-benar kelelahan karena kegiatan olahraga pagi kami cukup menguras semua tenaga dan waktu tidur kami. Semoga saja dia tidak meminta hal-hal aneh seperti ibu hamil yang lainnya. Ice cream seperti tadi saja sudah membuatku mual. Tapi, apa dia tidak apa-apa memakan ice cream itu. Kulihat dia baik-baik saja.

Aku kalah dalam lomba makan ice cream yang sangat memuakkan itu, karena dia menghabiskan ice creamnya dengan sangat lahap, “Saranghae chagi.” Aku mencium bibirnya yang sibuk berkomat-kamit tak jelas. Entah apa yang dia impikan. Wajahnya benar-benar sangat menggemaskan.

.

Cho Kyuhyun POV end

.

.

oooSNOWDROPooo

.

.

“Nah, Yoochun-ah jadi bagaimana keputusanmu. Lagipula sampai sekarang Hyukjae pasti masih di rumah Hae.” Hangeng menanyakan tentang kelanjutan hubungan Hae dan Hyukkie. Yoochun terlihat berfikir, sesekali ia menatap wajah cantik istrinya. “Bagaimana menurutmu Junsu ?”

“Hhhh, mau bagaimana lagi. Aku akan merestui mereka. Aku tak mau Hyukkie merasa dibuang oleh keluarganya sendiri. Lagipula dia anak kita satu-satunya, kalau dia pergi bagaimana denganku ?” Junsu menatap sedih pada suaminya.

“Arraseo, kami akan merestui mereka. Kau tidak usah khawatir Hangeng-ah. Aku rasa Hyukkie juga tidak akan memilih namja yang salah.” Yoochun menggenggam tangan Junsu, “Aku akan melindungi mereka chagi, tenanglah.” Yoochun mencoba menenangkan Junsu yang gelisah, ia dapat merasakan tangan istrinya basah karena keringat.

“Gomawo Yoochun, Junsu. Terima kasih kalian sudah merestui mereka. Maafkan eonniku yang sudah mengatakan yang tidak-tidak pada Hyukjae. Ku harap kalian tidak khawatir dengan Hyukkjae. Dia bersama Hae dan aku tahu benar bagaimana Hae. Dia tidak akan berbuat hal yang tidak-tidak.”

“Nde Heechul, aku tahu.” Junsu tersenyum pada Heechul dan Teukki. “Kami merindukan tetangga kami yang cantik Teukkie-ah.”

“Mianhe, jika aku pindah tak berpamitan dengan kalian. Karena Minnie menikah dengan putra Heechul jadi aku ikut kesana merepotkan Heechul.”

“Aish, jangan bicara begitu Teukki-ah. Kau sama sekali tak membuatku repot. Bagaimana keadaan Minnie ya ? Lebih baik aku telpon Kyu saja.”

Heechul meraih ponselnya dan menekan nama Kyu. Ia menunggu agak lama hingga akhirnya telfonnya di angkat.

“Nde Umma.”

“Kyunnie apa yang kau lakukan dengan Minnie sekarang chagi ?”

“Aku hanya membawa Minnie hyung menemui dokter Kim Umma.”

“Minni sakit ?”

“Ahniyo, dia tidak sakit Umma tapi dia ha…” Belum selesai Kyu bicara, ponselnya sudah di rebut oleh Sungmin.”Teukki Umma, Heechul Umma, Han Appa… Minnie hamil !” Sungmin berteriak sangat keras di dalam mobil.

“Jinja ! Semuanya, Minnie chagiku hamil. Aigo ini sangat menggembirakan.” Heechul berteriak keras dan mereka tertawa bersama.

“Umma, kami akan segera pulang. Aku tunggu di rumah ya. Pay pay.” Sungmin menutup telfonnya.

“Bagaimana bisa dia hamil ?” Suara Junsu memecah kebahagiaan keluarga Cho.

“Eh, benar juga ya.” Heechul mengangguk membenarkan Junsu. “Dia benar-benar namja kan Teukkie ?”

“Yah Heenim-ah bisa-bisanya kau bertanya begitu. Kan kau juga tahu sendiri dia namja.” Hangeng menggeleng menanggapi istrinya.

“Bukan begitu Hanie, mungkin saja memang Minnie itu yeoja kan ? Lagipula dia itu sangat manis dan menggemaskan.”

“Tapi Heenim, aku yakin Minnieku itu namja. Aku mengurusnya dari kecil. Memang sih dia terlalu cantik untuk ukuran namja. Tapi bisa kau tanyakan sendiri pada Kyu kalau kau masih ragu dia namja atau yeoja.” Teukkie meminum tehnya dan menatap Junsu. “Junsu juga tahu Minnie namja, dia dan Hyukkie juga berteman sejak kecil.”

“Nde,” Junsu tersenyum menanggapi Teukkie.

“Akh mungkin saja karena kehebatan putraku itu. Aish… Aku memang tak salah menikahkan mereka. Hannie, Kyu memang hebat ya, dengan Minnie saja dia bisa membuatnya hamil, untung aku mendidiknya dengan baik. Coba kalau dia melakukannya dengan sembarang orang.”

“Hhhh… Terserah kau saja chagi, kau memang hebat mendidiknya.” Hangeng tersenyum datar menanggapi kenarsisan istinya.

“Baiklah kami pulang dulu, aku akan menyuruh Hae mengantar Hyukkie pulang sekalian meminta ijin kalian. Tenang saja keponakanku itu anak yang baik.” Hangeng bersiap pulang memakai mantel dan sepatu bootnya.

“Semoga saja Hyukjae bisa hamil seperti Minnie, akhh ini keajaiban natal. Bagus sekali. Ya kan Teukki ?” Heechul keluar rumah Junsu menggandeng Teukkie bersamanya.

“Ya Heenim, ini keajaiban natal.” Teukkie menatap YooSu, “Kami pulang dulu, terima kasih untuk hari ini.”

“Nde, terima kasih telah merestui mereka. Mian tak mengundang kalian saat pernikahan Minnie dan Kyu.”

“Gwenchanayo Hangeng-ah, kan Hyukkie juga sudah datang ke sana.” Yoochun bersalaman dengan rekan bisnisnya.

“Aku do’akan keajaiban natal menghampiri Hyukkie dan Hae. Jika Hyukkie hamil itu akan sangat bagus. Mungkin saja aku bisa membujuk eonni dan oppaku. Tenanglah.”

“Nde, gomawo.” Yoochun dan Junsu mengantar tamu mereka sampai ke depan gerbang.

Di mobil Heechul terus saja bercerita tentang semua rencananya pada Sungmin. “Bagaimana jika Minnie chagi tidak usah melanjutkan sekolahnya Teukki, lagi pula tinggal satu semester lagi dia selesai.”

“Tapi Heenim, nanti kalau dia ingin kuliah bagaimana ?” Teukkie bingung menanggapi besannya.

“Tidak usah kuliah, lagi pula Kyu bisa menghidupinya. Minnieku akan menjadi ibu rumah tangga dan merawat anak yang manis dan juga cantik-cantik. Aish… Aku tak sabar lagi. Hannie, ayo mengebut kita harus cepat sampai di rumah.” Heechul terus saja ribut sepanjang perjalanan.

“Teukki, nanti kalau cucu pertama kita yeoja aku harap dia akan secantik dan sebaik Minnie. Jangan sampai dia meniru Kyu yang sangat menyebalkan itu.”

“Kyu juga baik Heenim.” Teukki mencoba membuat perbandingan dengan Heechul.

“Ahni, aku akui Kyu tampan. Kalau cucuku nanti namja, boleh dia menuruni wajah Kyu, tapi tidak dengan sikapnya. Kau tahu, aku hampir gila karena selama bertahun-tahun harus mendengar teriakan berisiknya setiap malam.”

“Waeyo ?”

“Dia main game tanpa berhenti Teukki. Dan dia selalu berteriak tak jelas jika kalah.” Heechul menatap suami yang duduk dikursi depan. “Salahkan saja Appanya yang tak pernah mau mengajaknya bermain saat kecil jadi Kyu terus saja bermain dengan benda-benda anehnya. ”

“Aku kan bekerja Heenim sayang.” Hangeng membenarkan dirinya, ia tak mau disalahkan atas keevilan Kyu. “Lagipula Kyu itu tampan dan pintar. Dia menuruniku Heenim sayang. Kau harus bangga dengan suamimu ini.”

“Aish… Narsis sekali.” Heechul menatap suaminya dengan seringaian menakutkannya. “Siapa bilang kau tampan. Dasar cina oleng yang menyebalkan.”

“Akui saja aku tampan chagi, kalau tidak mana mungkin kau jatuh cinta padaku dan mengejarku sampai ke China.” Hangeng tersenyum penuh kemenangan.

“Itu karena aku- itu karena… Akh sudahlah jangan dibahas lagi masalah itu.” Heechul merasa malu dan mati kutu. Ia memang menentang keluarganya dan mengejar Hangeng ke China.

“Jinja ! Kau mengejar Hangeng sampai ke China ?” Teukki menatap Heechul tak percaya.

“Itu karena dia meninggalkan aku Teukki-ah. Pengecut sekali.” Heechul tak mau kalah dengan suaminya. “Dia tak mau melawan Appaku jadi dia kembali ke China.”

“Benarkah begitu chagi ?” Hangeng bertanya dengan nada menggoda pada Heechul. “Jangan mengubah ceritanya.”

“Tentu saja, kau memang tak berani dengan Appa. Makanya kau kembali ke China.” Wajah Heechul sudah sangat merah, ia benar-benar malu menghadapi suaminya.

“Aku sudah meminta ijin dengan Appamu, tapi kau saja yang plin-plan. Mau memilihku atau namja bermarga Choi yang saat itu hendak di jodohkan denganmu. Kelihatannya kau sangat mencintaiku chagi, ayolah akui saja.”

“Kya ! Hentikan, Hannie sudah cukup. Aku sudah malu dan jangan mengungkit namja Choi itu. Lagipula aku sekarang sudah bermarga Cho jadi jangan mengungkitnya lagi.”

“Cho Heechul lebih pantas untukmu rasanya dari pada Choi Heechul. Akh, kau memang lebih pantas denganku chagi.”

“Akh, Hanie sayang aku bilang berhenti meledekku atau kau aku usir dari kamar. Sana tidur saja diluar.”

“Benarkah ? Apa kau takkan mencariku jika kedinginan malam-malam ?” Hangeng terus saja meledek istrinya.

Wajah Heechul sudah sangat merah ia benar-benar malu. Ia menatap Teukki yang tengah tersenyum mendengar pembicaraan mereka berdua. “Gwenchana Heenim, kalau kau memang mencintai suamimu itu sangat wajar kok.” Teukki mencoba meyakinkan Heechul.

“Aishhh… Memalukan.” Heechul bermuram durja (?) di sepanjang perjalanan sampai ke rumah mereka. Teukki hanya tersenyum menatap besannya yang memang hyperaktif itu.

“Jangan marah chagi, ayo tersenyum.” Hangeng mencoba mencairkan hati istrinya. ‘Bisa-bisa aku benar-benar tidur di luar malam ini.’

“Huh… Aku tak mau bicara denganmu lagi.” Heechul memalingkan wajahnya tak mau menatap pada Hangeng. “Cina oleng menyebalkan.”

“Jeongmal mianhaeyo chagi.”

“Jangan harap aku memaafkanmu cina oleng bodoh.”

“Ya sudah kalau begitu, kita tak jadi liburan. Lebih baik aku mengurus bisnisku saja.”

“Mwo ! Tidak bisa begitu Hannie. Kita harus tetap pergi. Issshh… Baiklah aku tak marah lagi denganmu. Hhhh payah.” Akhirnya Heechul mengalah dengan suaminya.

.

oooSNOWDROPooo

Rumah di bukit belakang sekolah

.

.

“Bagaimana ? Kau suka baby ?” tanya Yesung pada Wookie. Sekarang mereka dalam wujud manusianya. Mereka berada di rumah baru yang sudah disiapkan Yesung. Rumah kecil dengan cat warna biru. Hanya ada satu kamar tidur disana. Rumah kecil tanpa dinding pembatas disetiap ruangannya hanya memiliki dapur, ruang makan, satu kamar mandi dan juga ruang tamu. Taman depan rumah masih berupa salju. Perabotan yang sederhana menghiasi rumah itu. Hanya ada bunga snowdrop kecil yang tumbuh di sisi jendela kamar mereka.

Wookie mengangguk senang. “Nde aku suka hyung.” Wookie memeluk suaminya dan mencium pipinya, “Gomawo Yesung Hyung yang sangat aku sayangi. Jeongmall saranghaeyo.”

Lengan wookie sudah melingkar cantik di pinggang Yesung. Yesung tersenyum menanggapi sikap Wookie. “Aku juga sangat mencintaimu Wookie baby.” Yesung mencium bibir Wookie dan melumatnya dengan pelan.

“Eumhhhh…” Wookie mengerang merasakan lumatan pada bibir bawahnya. Tubuhnya menegang dan terasa panas merespon ciuman Yesung. Yesung memeluk tubuh mungil Wookie dengan erat. Mereka saling berpelukan hingga tubuh Wookie agak goyah. Yesung membimbing Wookie duduk di kasur mereka tanpa melepaskan ciumannya.

Yesung melanjutkan lumatan keras pada bibir Wookie dan membaringkan tubuh Wookie. Ia menindihnya dan mengangkat sedikit tubuh mungil itu hingga mereka benar-benar berada di tengah kasur sekarang. “Aku ingin melakukannya baby.” Tanpa menunggu jawaban Wookie Yesung langsung menyerang bibir Wookie. Ia menggigit pelan bibir Wookie hingga bibir itu sedikit membuka. Yesung dengan pintar memasukkan lidahnya menjalari seluruh isi mulut Wookie dengan cepat dan kasar. Lidahnya menyapu semua isi mulut Wookie, mengabsen tiap susutnya. Lidah mereka saling bergelut mencoba untuk menguasai satu sama lain. Tangannya tak kalah aktif.

Kini tangan Yesung sedang berusaha membuka kaitan kancing jas dan kemeja Wookie. “Eunghhh…”Wookie kembali melenguh saat Yesung menghisap kuat bibirnya dan ia menekan tengkuk Yesung. Ia memejamkan matanya merasakan sensasi aneh yang menjalar di seluruh tubuhnya.

Yesung mencium kasar bibir Wookie dan menekannya lagi dengan keras sambil berusaha melepaskan kancing kemejanya sendiri. “Ayo kita mulai baby.” Yesung membuang jas dan kemejanya. Ia membuka dasi Wookie dan membuka kemeja Wookie tanpa melepaskannya.

Yesung langsung menyerang leher Wookie, ia mencium dan menghisapnya dengan kuat hingga banyak kissmark tercipta disana. “Akhhh… hyunghhh…” Wookie melenguh merasakan sengatan seperti listrik yang menjalar di tubuhnya. Tangan nakal Yesung tak tinggal diam. Kini tengah memainkan nipple Wookie. Menjepit dan memelintirnya dengan jari-jari mungilnya. “Akhhh hyunghhh gelihhh…”

Yesung semakin bersemangat melakukan aksinya saat mendengarkan lenguhan Wookie. Ia menjilat leher Wookie dan terus memainkan nipplenya. Jilatannya turun ke bahu Wookie dan menjalar turun ke dadanya.

Lidahnya memainkan nipple Wookie yang sudah menegang sedari tadi. Sesekali menjilat dan mengemutnya seperti anak kecil yang menyusu. Tubuh Wookie menggenlinjang hebat merasakan sensasi yang merasukinya. “Hyung akhhh !” Wookie berteriak keras saat Yesung meremas kuat dadanya dan menggesekkan junior mereka yang masih terbungkus celana.

Yesung mengangkat tubuhnya dan melepaskan ikat pinggang Wookie lalu melepaskan celana panjangnya. “Hyung…” Wookie mendesah lirih saat Yesung mengusap juniornya yang masih terbungkus rapi di dalam underwearnya.

Yesung menurunkan underwearnya dan terbebaslah junior Wookie yang sudah mengeluarkan precum. “Akhhh… Kau sudah sangat tegang chagi.”

Yesung turun dari kasurnya dan melepaskan semua celananya termasuk underwearnya. Terbebaslah juniornya yang bisa di bilang besar. Wajah Wookie langsung memerah melihat junior Yesung. “Kenapa chagi ? Kau mau ?” Yesung menggoda Wookie. Kini mereka berdua sudah sama-sama naked. Yesung kembali menindih tubuh Wookie dan menggesekkan junior mereka. “Akhhh hyunghhh gelihhh,” tubuh Wookie menggelinjang merasakan geli yang menjalar menyetrum ke seluruh tubuhnya. Tangan Wookie mencengkeram kuat seprei kasurnya untuk melampiaskan rasa yang menguasai tubuhnya.

Yesung mencium bibir Wookie dengan lembut dan pelan, ia memasukkan lidahnya menjalar masuk ke dalam mulut Wookie. Tubuhnya ia gerakkan maju mundur menggesekkan junior mereka menambah kenikmatannya.

“Ennnggghhh…” Wookie melenguh disela ciumannya. Yesung melepaskan ciumannya dan lidahnya menjalar menjilati pipi tirus Wookie. “Hyunghhh gelih sekali hyunghhh.”

“Wae baby, bukankah kau menginginkannya?” Wookie hanya mengangguk lemah menjawab pertanyaan Yesung. Wajahnya sudah sangat merah karena malu sekarang.

Yesung tersenyum melihat Wookie, “Saranghaeyo Wookie baby.” Setelah mengatakan itu Yesung langsung menurunkan jilatannya ke perut Wookie. Lidahnya menjalar turun dan kini sibuk menjilat selangkangan Wookie. Tangannya sudah mengocok junior Wookie yang sudah sangat tegang dengan pelan. “Ahhhhh…”

Jari-jari mungil Yesung memainkan twinsball Wookie dengan pintar, lidahnya tengah menjilat precum di ujung junior Wookie. “Hyung… Pleasehhhh…” Wookie meracau tak jelas. Ia sungguh ingin merasakan hangatnya mulut Yesung.

Dengan senang hati Yesung memasukkan seluruh junior Wookie ke dalam mulutnya. “Akhhhh !” Wookie menjerit keras merasakan sengatan yang menguasai dirinya. Rasa geli dan nikmat benar-benar membuatnya menggila.

Ia dapat merasakan lidah Yesung yang bermain pintar di kepala juniornya. Yesung mengulum dan sedikit menghisap junior Wookie. Ia menaik turunkan kepalanya cepat seiring cepatnya tempo kulumannya. Giginya ia eratkan sedikit bergesek dengan kulit junior Wookie membuat Wookie semakin menggila.

“Hyunghh lebih cepathh…” Wookie merasakan perutnya seperti diaduk-aduk. Ada yang ingin segera keluar dari dalam tubuhnya. Yesung mempercepat gerakan dan menguatkan kuluman dan hisapannya pada junior Wookie.

“Hyung !” Tubuh Wookie melengkung dan mengeluarkan cairannya di dalam mulut Yesung. “Akhh… Akh…” Nafasnya masih tersengal-sengal setelah menyelesaikan sensasi yang ingin ia keluarkan. Yesung tersenyum menatap wajah Wookie yang merah dan penuh keringat.

Dada Wookie naik turun seiring dengan nafasnya yang cepat. Yesung mengocok juniornya sendiri dan menyodorkannya pada Wookie. “Mwo ? ” Wookie menatap innocent pada Yesung. Ia memang tak tahu harus melakukan apa.

“Lakukan hal yang sama dengan yang ku lakukan padamu tadi baby.” Wookie sedikit mengangkat tubuhnya dan kini ia berdiri dengan kedua lututnya. Yesung sudah siap dan membaringkan tubuhnya di kasur empuk mereka yang sudah berantakkan. Wookie menunduk dan mulai menjilat kulit junior Yesung. Tapi kemudian ia menghentikan kegiatannya dan menatap Yesung. “Waeyo chagi ?”

“Hyung, kenapa punyamu lebih besar ? Apa bisa masuk dimulutku hyung ? ” Wookie bertanya dengan wajahnya yang sudah sangat merah. Ia benar-benar malu menanyakannya. Yesung mengangkat sedikit tubuhnya dan mengusap lembut rambut Wookie. “Tenang saja baby, jangan takut.” Yesung meyakinkan Wookie.

Akhirnya Wookie kembali melanjutkan kegiatannya. Ia mengulum junior Yesung dan berusaha memasukkan semuanya ke dalam mulutnya dengan sedikit kesusahan. Ia menaik turunkan kepalanya dengan pelan dan mengeratkan giginya hingga menggesek kulit junior Yesung. “Yesss baby… Akh… Kau pintar.”

.Wookie mempercepat temponya dan lidahnya dengan pintar tengah bermain di ujung junior Yesung. Posisi Wookie yang menumpu pada dua lututnya membuat ruang bagi Yesung untuk mengerjai single holenya. Tanpa sepengetahuan Wookie Yesung menjilat dua jarinya dan mengangkat tubuhnya sedikit.

Dengan pelan ia memasukkan satu jarinya. “Akhhhh…!” Wookie menjerit menghentikan aksi menjilatnya saat merasakan sesuatu merobek bagian bawah tubuhnya. Ia menahan tubuhnya dengan kedua tangan dan lututnya yang sudah gemetaran. “Rileks baby,” Yesung mencoba menenangkan Wookie. Ia mengeluarkan jarinya dan membaringkan tubuh Wookie di kasur mereka. Ia mengangkat kaki Wookie dan melingkarkannya ke pinggangnya. Dengan pelan ia mulai memasukkan kembali jarinya. “Eunghh sakkkitthhh…” Wookie merintih kesakitan merasakan tubuhnya yang benar-benar terasa panas dan sakit.

“Tenang baby, rileks saja. Bukankah kau juga sudah melihat Sungmin dan Kyu. Rileks saja baby, setelah ini akan terasa sangat nikmat.” Wookie mengangguk pada Yesung. Ia meyakinkan dirinya jika ini memang akan baik-baik saja

Yesung menggerakkan jarinya pelan dan memasukkan sedikit demi sedikit ke dalam single hole Wookie. Wookie berusaha membuat tubuhnya rileks dan tenang. Jari Yesung mulai bergerak keluar dan masuk dengan pelan. Ia dapat merasakan seberapa ketatnya hole Wookie.

Dan tanpa sepengetahuan Wookie, Yesung menambah satu jarinya dengan cepat. “Akhhh !” Wookie menjerit keras merasakan tindakan Yesung. “Sakkit hyung !” tapi Yesung sudah tak mempedulikan teriakan kesakitan dari Wookie ia sudah sangat ingin memasuki hole itu. Ia menyilangkan jarinya dan memaju mundurkan jarinya dengan cepat. “Ah… Ahhhh…” Yesung tersenyum mendengar lenguhan nikmat Wookie. Ia mengetahui bahwa ia sudah menyodok sweet spot kekasihnya. Junior Wookie sudah kembali menegang.

“Yesung hyunghhh anggghhh…” Wookie meracau dengan suara yang menggoda. Yesung sendiri tengah mengocok juniornya dengan seduktif di depan Wookie. “Ayo kita masuk ke permainan yang sebenarnya baby.”

Dengan cepat Yesung mengganti kedua jarinya dengan juniornya yang besar. Ia mendorongnya pelan dengan susah payah. “Uhhh baby, kau sempit sekalihh akhhh…” Yesung merasakan kenikmatan saat juniornya dijepit oleh dinding hole Wookie. “Uhhh hyunnnghhh,” Wookie meracau merasakan junior Yesung yang menyodok sweet spotnya.

Yesung mempercepat sodokannya pada sweet spot Wookie. Wookie terus melenguh dan mengeratkan cengkraman pada seprei kasurnya. “Akhhh hyungh… Terus hyungh lebih cepathhh…” Wookie berbicara didalam lenguhannya.

Dengan senang hati Yesung mempercepat gerakan in out-nya. Tangannya tak tinggal diam memainkan twinsball Wookie, sedangkan junior Wookie tengah dimanjakan oleh lidah Yesung yang bermain di ujung juniornya.

“Ahhhh hyunghhh gelihhh…” Tubuh Wookie menggeliat merasakan geli yang berputar dalam perutnya.

Dengan cepat Yesung memasukkan junior Wookie ke dalam mulutnya dan menghisapnya kuat. Menaik turunkan kepalanya seiring dengan gerakan in out-nya. Tubuh Wookie menegang ingin mengeluarkan isi dalam perutnya. “Hyung, akuhh akan keluar hyung aaahhh.”

“Ayo keluar bersama baby,” Yesung melepas kulumannya dan menyodok keras sweet spot Wookie.

“Hyunghhh !”

“Baby…!”

Mereka menjerit mengeluarkan spermanya bersamaan. Keringat membanjiri tubuh mereka. Nafas tersengal-sengal. Yesung menatap Wookie yang masih memejamkan matanya. “Bagaimana baby ?”

“Apanya yang bagaimana hyung ?” Wookie menatap Yesung dengan wajah innocentnya. Is berputa-pura tak mengerti. Ia terlalu malu mengakui semua sensasi yang baru saja ia rasakan.

“Kau menyukainya baby ?” Yesung menjilat pipi tirus Wookie.

“Akhh hyung, keluarkan dari dalam tubuhku.”

“Apanya ?” Yesung berlagak tak mengerti. Ia ingin menggoda Wookie.

“Itu hyung …?” wajah Wookie sudah sangat memerah sekarang. Namun Yesung belum ingin mengakhiri percintaan mereka siang itu.

“Hyung ?” Wookie menatap Yesung saat merasakan gerakan di bagian bawah tubuhnya. “Apa yang akhhhh…” Wookie keburu melenguh saat Yesung mempercepat gerakannya.

“Akhh… Baby kau membuatku ketagihan.”

Yesung memulai ronde berikutnya dari percintaan mereka. Suara lenguhan kembali terdengar menggema di rumah kecil mereka.

Suasana sangat indah dan dingin di luar. Ada hujan salju yang turun. Namun tak ada sedikitpun rasa dingin menghinggapi pasangan yang masih asyik berbagi kehangatan di dalam rumah mungil itu.

.

.

oooSNOWDROPooo

.

.

Hyukkie dan Hae dalam perjalanan ke rumah Yoochun. Ayah Hyukkie. Setelah menyiapkan mental dan dirinya Hae memutuskan mengunjungi kedua orang tua Hyukkie.

“Jangan tegang begitu Hae. Tenanglah,” Hyukkie menggenggam tangan dingin Hae untuk menenangkannya. Mereka kini sedang berada dalam taksi setelah semua asset dan fasilitas Hae dicabut secara otomatis juga mobilnya ikut disita ayahnya.

Lee Donghae POV

.

.

“Aku hanya sedikit takut Hyukkie. Nanti bagaimana jika Appa dan Ummamu tidak merestui kita ?” Aku memang merasa sangat tegang dan juga gelisah. Jika orang tua Hyukkie tak merestui kami juga, bagaimana aku bisa tenang hidup dalam kemarahan kedua orang tua kami.

“Tenang saja Hae, aku akan membujuk mereka. Aku yakin Umma dan Appa bisa mengerti dengan keinginan kita.” Aku melihat sedikit kekhawatiran di wajah cantik Hyukkie. Meski dia mengatakan hal yang lain, tapi aku tahu dia juga sangat gelisah dan sama takutnya denganku.

“Kau tak akan meninggalkanku kan Hyukkie ?” Aku menggenggam tangannya dan menciumnya. Tak peduli lagi dengan supir taksi yang menatap aneh pada kami.

“Aku mencintaimu Hae, terlalu mencintaimu hingga aku bisa melepaskan semuanya hanya untukmu.”

Hyukkie memang yang terbaik. Dia sangat cantik dan juga sempurna untukku. Sepanjang perjalanan aku terus menggenggam tangannya.

Setelah menempuh lebih dari setengah jam, kami sampai di rumahnya. Rumah yang penuh dengan bunga yang tertata rapi di depan dan di samping rumahnya. Ruangan yang dilindungi canopi untuk menghindari salju yang turun hingga tumbuhannya masih cantik dan juga tetap hangat.

“Rumahmu cantik chagi.” Kataku saat masuk ke gerbang rumahnya.

“Gomawo Hae. Appa dan Umma membuka toko bunga di rumah. Karena memang Appa dan Umma sangat menyukai tanaman. Dari yang kudengar, appa menyuplai bunga untuk kantor dan supermarket orang tua Kyu.”

“Jeongmal ?” Hal yang bagus.

“Nde, mereka dan Kangin Ahjussi adalah sahabat sejak mereka kuliah. Heechul ahjumma, Hangeng ahjussi, juga Teukki ahjumma adalah sahabat Junsu Ummaku. Hanya saja mereka tidak satu fakultas meski mereka kuliah di universitas yang sama.”

“Jadi begitu ya…” Aku teringat perkataan Umma tentang Kangin ahjussi. “Kata Umma dia bertemu Appaku karena Kangin ahjussi. Jadi Kangin ajhussi itu ayah Sungmin ?”

“Nde.” Hyukki menggoncangkan bel didepan rumahnya dan kami melangkah masuk kedalam. “Umma, Appa aku pulang !” Hyukkie menyeretku masuk ke dalam rumahnya.

Rumah yang cantik dan sangat wangi. Rumahnya hangat dan banyak bunga dimana-mana. “Ayo Hae, duduklah. Aku akan mencari Appa dan Umma.” Hyuukie masuk ke dalam.

Aku duduk dengan tenang melihat sekeliling ruang tamu. Ada banyak foto disana. Kebanyakan foto boneka monyet besar bersama anak kecil yang sangat manis dengan baju kuningnya bergambar strawberry. Aku tahu itu pasti Hyukkie. Anak kecil dengan gummy smilenya yang khas, sangat cantik.

“Ehmmm…”

Aku di kagetkan oleh deheman seseorang. Wajah tampan dengan tubuhnya yang tegap. Tampan. Kuakui Appa Hyukkie memang tampan. “Akhhh… Mianhe ahjussi jika kedatangan saya mengganggu pekerjaan ahjussi. Lee Donghae imnida.” Aku membungkukkan tubuhku hampir 90 derajat. Menandakan aku sangat menghormatinya. Tak lama datanglah Hyukkie dengan seorang wanita yang cantik.

Wanita yang mungkin seumuran dengan Teukkie dan Heechul ahjumma. “Annyeong ahjumma.”

“Duduklah Hae.” Suara keras Appa Hyukkie mengagetkanku yang masih terpaku menatap Hyukkie. Aku menatap Hyukkie dengan sejuta ketakutan. Aku benar-benar tegang.

“Jadi kau yang bernama Lee Donghae ?” Suara yang serak dan bergetar. Menakutkan sekali, menambah keteganganku. “Nde ahjussi.”

“Berapa lama kau mengenal putraku ?”

“Itu, sebenarnya aku sudah mengenalnya sejak dia tingkat satu Ahjussi, tapi aku tak berani jadi aku mengikutinya.”

“Seperti stalker ? Begitu ?” Akh, mungkin benar juga. Seperti stalker.

“Mungkin bisa dibilang begitu ahjussi. Saat itu aku sangat takut karena menyukai seorang namja.”

“Geureyo. Jadi apa yang bisa kau lakukan untuk putraku. Sedangkan orang tuamu saja sama sekali tak mendukung hubungan kalian ?”

Perkataan ahjussi seperti petir yang menyambar telingaku. Memang benar, bisa dibilang aku bukan apa-apa sekarang. Mungkin untuk makan saja aku sudah kesusahan. “Aku bisa membahagiakannya. Aku pastikan itu ahjussi. Meski sekarang aku belum bisa memberikan apapun padanya.”

“Bukankah kau juga belum selesai high school. Lagipula semua asset dan uangmu disita karena itu milik ayahmu. Jadi bagaimana kau mau membahagiakan putraku ?” Hhhh lagi-lagi aku merasa putus asa. Aku merenung mengingat kembali perkataan Appanya Hyukkie.

Namun aku merasakan tangan hangat yang menggenggam jariku. Hyukkie tersenyum sangat cantik disisiku. Dialah semangatku. “Aku akan berusaha dan bekerja keras ahjussi. Dan aku akan membahagiakannya.”

“Jika hanya berjanji itu mudah anak muda. Yang sulit adalah merubahnya menjadi kenyataan.” Suara lembut Umma Hyukkie seakan menyadarkanku. Aku makin gelisah dan ketakutan.

“Jadi bagaimana kau akan membahagiakan putraku jika kau sendiri tidak bisa melakukan apa-apa.” Suara Appa Hyukkie menambah kepenatanku. Apa yang harus kulakukan ?

.

.

Lee Donghae POV end

oooSNOWDROPooo

.

.

.

Tubikon…

.

Jangan lupa untuk chap ini tetep REVIEW, Gomawo !

13 thoughts on “Snowdrop Ch. 9 || KyuMin || YAOI

  1. kyaaaaaa~
    hehehe maap teriak2 terus..
    habis ceritanya bagus..

    ahhh… benerkan tuh2 awal perjuanganmu dimulai sekarang Kyu..
    Umin.. bikin kyu berjuang demi kamu hahahhaha..
    ancaman umin lgsung kena deh, >.<

    hae,, Hwaiting…

    akhirnya yewook ihhhh rumah baru kkkkk~ xDD

    hanchulllllll aku pengen hanchul.. #glundungan..
    isshh gmanapun emang han appa yg isa kendaliin si chul umma huhuhuhu. ;D

    ok next, chap.. #terbang

    gomapta

  2. kyaaaa…
    ad yewook >.<
    critnya makin seru banget..
    ak suka tokoh heechul umma ^^ kocak abis :p
    thor,yg ch 3 kok ad pw nya yah?td ak baca ga ad pw nya,skrg ak mw tinggalin comment malah ad pw nya T^T

  3. aq mau coba dh bikin eskrim rasa asin ma pedas, soalnya aq nggak terlalu suka makan yang manis…….. oke dapet ide baru dari author ni, dari minnie mommy juga…..
    gomawo……

  4. Haha😀
    Kasian Kyu, suruh makan Es Krim dgn rasa Pedas dan Asin😀
    ~
    Sejujurnya, aku gak baca pas part NC YeWook. Aku hanya baca diawal NC, terus aku Skip dan langsung baca part HaeHyuk. Mianhae, tp aku gak suka YeWook NC. Gak bisa dibayangin. Krn YeWook itu sama” imut🙂
    Dan sama” uke, aku rasa…
    ~
    Kasian si Hae, pasti tegang+takut bngt tuh. Berjuanglah Hae!! You can do it!! (^o^)/

  5. aaaaaaaaaaaaaaaa
    finally sungmin hamil
    yeayyyyyyyyyyyy chukae kyumin
    aigoooooo manis skali sungmin saat ngidam kkk

    yewook hot bingitssss deh
    selamat jg untuk yewook
    semoga bisa nyusul kyumin jg pnya baby amien

    hae semngattttt
    pasti bisa hae
    haehyuk ayo jgn patah semangat
    semua akan bantu kalian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s