The One | HyunSaeng | Part 2 /end

The One

Author : Rainy Heart

Length : TwoSHOOT

Rated : T

Cast :
– Heo Young Saeng a.k.a Saengi
– Kim Hyun Joong a.k.a Joongie /Leader
– Kim Hyung Jun a.k.a Baby (Maknae)/ Junnie
– Kim Kyu Jong a.k.a Kyu
– Park Jung Min a.k.a Min/Mal

Pairing : HYUNSAENG (Kim Hyun Joong x Young Saeng )

Genre : Romance / Drama

Warning : Yaoi (Boyslove), sekali lagi saya tekankan, bagi yang gag suka yaoi jangan baca, okeh…. !!!!

Summarry : “ Baby… so lovely… surely your’re THE ONE.”

Annyeong Readerdeul…..

Jealousy you the series balik lagi nih. Mau ngelanjutin cerita yang kemaren, mian kalo kurang menarik.

Semoga readerdeul suka ma storynya…. enjoy please

.

Happy Reading

.

Preview Chap 1

.

“Hentikan Saengi-ah….”

‘OH…. my …. GOODNESS…. mengapa tak ada yang mengatakan padaku kalau Joongie sudah ada dibelakangku’

Sungguh aku ingin pingsan sekarang Juga.

.

Chapter 2

.

Author POV

.

“Hentikan Saengi-ah….”, Kata Joongie seraya menepuk bahu Saengi dari belakang.

Saengi segera beranjak dari duduknya, lalu menggenggam tangan Joongie berjalan ke luar dorm meninggalkan Jung Min dan Junnie yang masih SHOCK berat karena ketakutan melihat wajah leader mereka yang seperti titisan dari Sadako itu.

“Owhhhhh…. Saengi… harusnya kau tak menambah kemarahan uri leader….” kata Junnie seraya menghabiskan susu coklatnya yang dari tadi masih dipegangnya tanpa mengalihkan pandangannya dari kedua hyungnya yang kini telah pergi keluar dorm.

“Cekrek….”

Kyu keluar dari kamarnya setelah ia tak lagi mendengar suara teriakan dan ketukan pintu dari Joongie. Ia lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Tapi ia hanya menemukan Jun dan Min yang masih menikmati sarapan mereka.

Ia menghela nafas lega, berjalan ke meja makan.

“Kemana mereka…” tanya Kyu seraya meminum susunya.

“Melakukan perang dunia ke III” Kata Jung Min yang masih asyik dengan sarapannya. Tak mau sibuk memikirkan pertengkaran yang akan terjadi.

“Kau tenang sajalah Kyu, sepertinya kau takk akan menderita sendirian” Kata Jung Min dengan senyum evilnya seraya melirik ke arah Junnie.

Uhhukkk …. Uhhuk…

Kontan saja Junnie yang sedang asyik meminum susunya menjadi tersedak. Mengingat kejadian tadi.

Kyu hanya tersenyum pahit melihat Junnie dengan pandangan yang seakan mengatakan ‘Mungkin-setelah-ini-kita-tak-akan-hidup-lagi’

.

#Diluar dorm

.

Joongie POV

.

Aku sangat kesal dengan Saengi sekarang. Apa-apaan dia bukannya menenangkan aku seperti biasanya malah asyik dekat-dekat dengan Junnie. Apa dia pikir aku akan diam saja melihatnya seperti itu.

Sekarang malah menarik tanganku seenaknya saja. Sungguh aku benci dengan Saengi yang seperti ini. Ia sama sekali tidak memikirkan perasaanku dari tadi malam di tambah lagi dengan pagi ini. Aku sudah tak tahan lagi.

“Cih…. kau menyebalkan Saengi-ah” kataku seraya menghentakkan tanganku yang masih digenggam olehnya.

Jujue aku senang dia menggenggam tanganku seerat itu, tapi aku merasa belum selesai dengan Kyu dan kekesalanku makin bertambah dengan perlakuan Saengi terhadap Junnie tadi.

Aku segera melangkahkan kakiku untuk masuk ke dorm meninggalkannya yang terdiam dibelakangku.

Hiks…..

Hiks….

Hiks…..

Tapi saat ku dengar tangisan lirih dibelakangku aku segera menghentikan langkahku dan benar saja ketika aku melihat kebelakang, ia sedang menangis menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangan mungilnya.

“oh… Saengi-ah… tak bisakah kau membalasku dengan hal lain, dan bukan tangisan seperti ini.” Kataku seraya melangkah mendekatinya lagi.

Aku yakin jika Saengi itu namja, tapi sikapnya… sangat tidak menunjukkan kalau ia namja. Apa lagi wajah manisnya itu membuatku makin tak tega untuk menyakitinya.

‘Baiklah Joongie, kali ini mengalahlah pada Saengi….. kau tak akan bisa mengacuhkannya…’ batinku meyakinkan diriku.

Aku lalu melangkah cepat menghampirinya. Hatiku sungguh sakit melihatnya seperti itu.

.

Joongie POV End

.

Saengi POV

.

Apa-apaan Jongie ini, malah menghempaskan tanganku begitu saja. Baiklah dia kira hanya dia yang bisa marah.

‘Aku juga bisa marah Joongie-ah’

Aku lalu mulai melancarkan aksiku. Aku pura – pura menangis dan menyembunyikan wajahku dengan kedua tanganku. Hanya dengan membayangkan wajah bodohnya saja aku sudah tak bisa menahan tawaku, aku jadi tidak bisa benar-benar menangis.

Hikss…..

Hikss…

Hikss….

Aku masih pura-pura menangis saat melihat dia mendekatiku. Dan wajahnya yang lucu itu dapat kulihat dari sela jariku.

‘Kena kau Joongie-ah… hi… hii….”, kataku penuh kemenangan.

.

Saengi POV End

.

Aurhor POV

.

“Saengi-ah …. kumohon berhentilah menangis.” Kata Joongie seraya memegang kedua bahu Saengi dan mengusapnya lembut.

“Aku tak akan marah lagi kumohon berhentilah menangis seperti ini. Kau tahu aku takkan sanggup melihatmu menangis Saengi-ah”

Joongie terus saja berbicara tanpa henti. Ia sungguh ketakutan dan merasa bersalah karena Saengi tak mau menghentikan tangisannya.

“Aku takkan memarahi mereka Saengi, jadi kumohon jangan menyakitiku lagi seperti ini.” Kata Joongi lirih.

Ia masih mengusap lembut bahu Saengi yang naik turun itu. Menurutnya Saengi pasti sangat sedih hingga menangis tanpa suara seperti saat ini.

Padahal Uri Saengi sedang berusaha keras menahan tawanya, hem….. Saengi tersayang kita ini memang terkadang sangat jahil .

‘Ha….. ha… ha… Kena kau sekarang Joongie-ah’ batin Saengi.

Setelah ia berhasil mengontrol tawanya itu, Saengi mencoba untuk mulai memarahi Joongie. Ia membuka kedua tangannya yang dari tadi menutupi wajah cantiknya dan kini munculah wajah Saengi yang di buat semarah mungkin. Matanya yang sudah memerah karena dari tadi menahan tawanya menambah seram wajah marahnya.

Ia lalu menghempaskan tangan Joongie di bahunya. Lalu melangkah maju ke arah Joongie dengan wajah marahnya. Hingga Jongie yang terkejut dengan perubahan sikap Saengi hanya bisa berjalan mundur seraya berusaha menenangkan kekasihnya itu.

.

Saengi POV

.

Aku terus melangkah memojokkan Joongie, ya tujuanku adalah menceburkannya ke kolam renang agar pikirannya yang panas itu bisa menjadi dingin. Aku sungguh tak suka dengan Joongie yang sedang mode Mr. Dangerousy yang on itu.

“Kau itu selalu saja marah-marah seperti itu…!!!!” kataku seraya menunjuk wajah cengonya.

‘Aishhh….. lihatlah … betapa menggemaskannya wajah tampan ini. Aku tak tahan ingin menciumnya.’ Batinku saat melihatnya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat.
‘Omona …. tampannya chagiyyaku ini’ batinku semakin gemas saat melihatnya.

‘Ishhhh Saengi-ah sadarlah dengan tujuanmu.’ Kataku menyadarkan diriku sendiri ‘aku tak boleh tergoda dengan wajah tampan itu.’

“Kau tahu…. dongsaengmu ketakutan dengan tingkahmu yang selalu seperti itu. Sampai-sampai mereka memberikan julukan Mr. Dangerousy saat kau marah-marah hanya karena kecemburuanmu yang berlebihan. “ Kataku seraya menghentikan langkahku.

Joongie juga menghentikan langgkahnya. Kurang lebih lima langkah lagi menuju kolam renang. Kulihat dia masih menundukkan wajahnya. Sejujurnya aku kasihan karena aku memang tak pernah memarahinya sebelumnya, tapi untuk pelajaran saja biarlah ia ketakutan seperti ini.

“Kau tak pernah mau memikirkan perasaan dongsaengmu itu. Kau selalu saja seperti ini. Berhentilah memikirkan hal yang tidak-tidak. Kemarin aku hanya tertidur di gym karena kelelahan dan apa yang kau pikirkan hah… !!!!????” kataku seraya mendorong bahu kanannya.

Aku jadi kasihan melihatnya yang kini memandangku tak percaya. Matanya mulai berkaca-kaca.

“Aku…. aku hanya takut mereka mengganggumu dan menyakitimu. Aku terlalu mencintaimu Saengi-ah, aku….”

“Tapi tidak dengan cara yang seperti itu, kau tahu semua dongsaengmu sudah ketakutan tadi. Kamu mau kita bubar hanya karena kecemburuan gilamu itu,” kataku memotong kata-katanya seraya mendorongnya mundur selangkah lagi.

“Aku berjanji Saengi-ah… aku akan berubah untukmu. Aku tak akan seperti itu lagi. Mianhe Saengi-ah….” Kata Joongie seraya menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya.

Kulihat dia memang sudah sangat menyesal, dan air matanya mulai keluar tanpa ia sadari. Aku jadi tak tega.

.

Saengi POV end

.

Joongie POV

.

Kenapa malah Saengi yang jadi memarahiku. Mengapa dia berubah seperti ini, sangat menyeramkan dan menakutkan. Ia terus saja membentakku tanpa henti. Dan wajah cantiknya kini telah berubah.

“Kau tak pernah mau memikirkan perasaan dongsaengmu itu. Kau selalu saja seperti ini. Berhentilah memikirkan hal yang tidak-tidak. Kemarin aku hanya tertidur di gym karena kelelahan dan apa yang kau pikirkan hah… !!!!????”

Ia membentakku lagi, lalu mendorong bahuku hingga aku melangkah mundur. Sungguh aku tak mengenal Saengi yang seperti ini. Aku merasa dia sudah tak mencintaiku lagi, ditambah lagi dengan kedekatannya pada Kyu dan Junnie. Aku sungguh ingin menangis sekarang.

“Aku…. aku hanya takut mereka mengganggumu dan menyakitimu. Aku terlalu mencintaimu Saengi-ah, aku….”

Aku berusaha menahan tangisku dan mencoba membela diriku didepan Saengi, sekarang yang terjadi sepertinya malah aku yang bersalah.

“Tapi tidak dengan cara yang seperti itu, kau tahu semua dongsaengmu sudah ketakutan tadi. Kamu mau kita bubar hanya karena kecemburuan gilamu itu,” kata Saengi memotong kata-kataku dan ia mendorongku kembali lebih keras.

“Aku berjanji Saengi-ah… aku akan berubah untukmu. Aku tak akan seperti itu lagi. Mianhe Saengi-ah….” Kataku sungguh – sungguh.

Aku benar-benar takut nantinya Saengi akan meninggalkan aku. Tanpa kusadari air mataku mulai mengalir dengan sendirinya.

‘Oh Tuhan…. hatiku sakit sekali,’ batinku. Aku sungguh terluka hingga tak sanggup memandangnya lagi. Aku sudah tak tahu harus bagaimana.

Saengi malah mendorongku lagi hingga aku mundur lagi selangkah, aku sudah lemas sekali.

“Jebal nae Chagiyya…. neomu Saranghaeyo…..” kataku dalam tangisku yang sangat perih ini hingga aku tak bisa mengeluarkan suara tangisanku.

‘Hentikan Saengi-ah……!!!’ jeritku dalam hati.

Tapi yang kudapat ia malah mendorongku lagi lebih keras hingga aku kehilangan keseimbangan dan

Byurrr……

‘Omona….. !!!! ‘

.

Joongie POV End

.

Author POV

.

Byurrrrrrr

Uhhukk…..

Uhhuk…

Uhhukk….

Joongie sukses tercebur ke kolam renang, karena tak ada persiapan ia tak sengaja meminum air di kolam itu hingga tersedak.

Saengi hanya menatapnya datar lalu berpaling dan melangkah dengan santainya meninggalkan Joongie yang melongo bingung di kolam.

“Yah…. Saengi-ah…. Jeongmall Mianhaeyo…..!!!!! Neomu Saranghae…… !!! “ teriak Joongie yang masih berdiri di kolam renang itu.

Namun Saengi yang kini masih tersenyum dengan seribu kemenangan tetap saja cuek tak peduli dengan teriakan Joongie.

Menyadari tak ada tanggapan, Joongie lalu segera keluar dari kolam renang dan berlari mengejar Saengi. Memeluknya dari belakang dan terus menangis.

“Hiksss…. Saengi…. Mi-mianhe… Saengi…. Hiks….” Kata Joongie sekilas lalu ia menghela nafas beratnya.

“Aku akan berubah hiks….. dan menjadi leader yang baik Saengi-ah…. ku mohon jangan tinggalkan aku, Jebal …. hiks… hiks…. Saengi-ah.”

Hiks….

Hiks….

Hiks…

Joongie mengeratkan pelukannya ke Saengi. Menyembunyikan tangisnya di leher Saengi. Ia tak sanggup lagi meneruskan kata-katanya. Ia sungguh takut Saengi akan meninggalkannya.

Entah mengapa Saengi merasa permainannya harus ia hentikan sekarang juga. Ia sudah tak tega melihat Joongie yang sangat ia cintai menangis seperti ini. Saengi melepaskan pelukan Joongie lalu berbalik menghadap Joongie. Mengangkat dagu Joongie dan menatap mata merah yang kini masih menangis itu.

“Jebal …. Mianhaeyo Saengi-ah…” Kata Joongie lemas. Ia sudah lelah seharian ini.

Saengi hanya melihat mata panda yang kini sudah makin merah itu dengan tatapan datar. Mencoba melihat kesungguhan niat dari Joongie. Tanpa senyuman dan tanpa kata-kata manis, Saengi langsung mencium Joongie.

.

Chu~~

.

Saengi menciumnya dengan sangat lembut berharap tangisannya akan berhenti, menekan tengkuk Joongie dengan satu tangan mungilnya dan tangan yang satunya mendekatkan tubuh Joongie padanya karena sepertinya Joongie sudah terlalu lelah untuk merespon perlakuannya.

Saengi lalu memasukkan lidahnya mencoba untuk merasakan sensasi yang menenangkan dari kekasihnya itu. Menghisap lidah Joongie dan sesekali menggigitnya. Jantugnya sudah berdebar tak karuan. Jujur ia merindukan rasa ini.

Joongie sudah tak dapat merespon ciuman itu. Ia hanya menikmatinya saja seraya memejamkan matanya. Mencoba menyimpan sensasi yang kini ia rasakan dalam memorinya. Ia juga dapat mengeluarkan suara sedikitpun, karena hatinya yang masih takut memikirkan kalau ini adalah ciuman terakhir Saengi yang diberikan untuknya mengingat tadi sebelum menciumnya Saengi hanya menunjukkan wajah datar tanpa sedikitpun tersenyum padanya.

1 menit

3 menit

5 menit

Tangis Joongie kini sudah berhenti. Saengi lalu melepaskan ciuman dan pelukannya. Memandang dalam pada mata hitam yang terluka yang ada di wajah tampan kekasihnya. Dia lalu tersenyum dan mengangkat dagu Joongie memiringkan kepalanya dan menciumnya sekilas.

.

Chuu~~~

.

“Neomu… Saranghaeyo….” kata Saengi setelah melepaskan ciumannya itu. Ia kembali tersenyum dan menatap mata hitam itu.

Joongie hanya bisa diam membatu seakan tak percaya kalau ia mendengar kata-kata itu lagi dari Saengi. Setelah tadi Saengi memarahinya dengan sangat tak berperasaan, hatinya sungguh bahagia.

“Jinnja…. Kau mau memaafkan aku…” kata Joongie meyakinkan dirinya sendiri.

“Ne… aku memaafkanmu. Aku juga minta maaf karena sudah memarahimu tadi.” Saengi lalu tersenyum manis.

Ia lalu mengusap pipi Joongi yang masih penuh dengan air mata itu dengan kedua ibu jarinya. Seraya berkata, “Aku hanya tak mau kau dibenci dongsaengmu dan menjadi leader yang buruk hanya karena aku. Mianhaeyo nae chagiyya…..”

Joongie hanya mengangguk lalu tersenyum manis. Ia mencoba mendekati wajah cantik yang ada dihadapannya. Mata indah dengan pandangan yang hangat itu, pipi cantik yang memerah itu, bibir mungil yang sangat menggoda itu membuat Joongie tak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik kekasihnya.

Perlahan ia mendekati Saengi mencoba menghapus jarak antara mereka berdua, ia sudah sangat dekat dengan Saengi yang kini tengah menutup matanya tapi tiba-tiba…

Hatchiiiiiiii….. !!!!!

Joongie bersin di depan wajah Saengi. Seketika wajah Saengi berubah menjadi merah karena kesal. Menyadari itu Joongie berusaha meminta maaf pada kekasihnya itu.

“Mianhe… chagiyya…. aku tak bermaksud…. “

Joongie tak bisa melanjutkan kata-katanya karena dipotong begitu saja oleh ciuman singkat dari Saengi.

“Sssstttt…. diamlah, biarkan aku menciummu karena aku sudah sangat merindukan bibir ini.”

Kata – kata Saengi seakan menjadi mantra yang membuat Joongie kehilangan kendali. Ia lalu mencium Saengi dengan lembut menekan bibir Saengi lalu menggigitnya dan memasukkan lidahnya ke dalam mulut Saengi. Seakan tak mau kalah Saengi mencengkeram kuat kaus Joongie dan semakin mendekatkan tubuh mereka.

“Eunghhh……” terdengar desahan Saengi ketika Joongie tak sengaja menghisap kuat lidah Saengi. Ia lalu mengeratkan pelukannya kepada Saengi dan melepaskan ciumannya beranjak ke leher putih Saengi.

“Owhhh… please… Jongie… aku…. ohhh… !!!!” jerit Saengi tertahan ketika Joongie sengaja menghisap kuat titik senditif di bawah telinganya.

Joongie merasa desiran darah yang mengalir ditubuhnya begitu cepat hingga membuat Joongie semakin menggila ketika merasa ada yang mengganjal di bagian bawahnya.

Joongie lalu melepaskan ciuman itu memandang Saengi dengan mata nakal seraya berkata …” Shall we continue this Baby…. I know you need me so hard….”

“Kyaa…. Joongie-ah turunkan aku… !!” teriak Saengi yang tiba-tiba di gendong oleh Joongie ala Bridal style menuju ke kamar mereka.

.

.

FIN.

.

Wha…. tamat juga…. review please.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s